SKRIPSI
RATIFIKASI INDONESIA TERHADAP KONVENSI INTERNATIONAL LABOUR ORGANIZATION (ILO) NO. 182 MENGENAI PELARANGAN
DAN TINDAKAN SEGERA PENGHAPUSAN BENTUK-BENTUK PEKERJAAN TERBURUK UNTUK ANAK
INDONESIA’S RATIFICATION TOWARD THE INTERNATIONAL LABOUR ORGANIZATION (ILO) CONVENTION NO. 182 CONCERNING THE PROHIBITION AND IMMEDIATE ACTION FOR THR ELIMINATION OF
THE WORST FORM OF CHILD LABOUR
Disusun oleh:
ERLINDA FIRDAUS NATALIA NIM 10320004
PROGRAM STUDI S1 HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI
UNIVERSIATS RESPATI YOGYAKARTA 2014
iv
ABSTRAK
Erlinda Firdaus Natalia, "Ratifikasi Indonesia Terhadap Konvensi International Labour Organization (ILO) No. 182 Mengenai Pelarangan dan Tindakan Segera Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak", Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Respati Yogyakarta.
Skripsi ini membahas ratifikasi Indonesia terhadap Konvensi ILO No. 182 yang disetujui pada Juni 1999. Konvensi ini membahas mengenai pelarangan dan tindakan segera penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. Konvensi tersebut kemudian disahkan Indonesia dengan membentuk Undang-Undang No. 1 pada Maret 2000. Indonesia meratifikasi konvensi tersebut dalam kurun waktu 9 bulan. Hal tersebut tergolong cepat bila dibandingkan dengan ratifikasi hukum internasional lainnya. Penulis menggunakan perspektif konstruktivisme untuk menganalisis permasalahan tersebut. Pendekatan konstruktivisme lahir sebagai respon terhadap kekosongan dalam perspektif rasionalisme atau neoliberalisme institusionalis, realisme dan marxisme. Konstruktivisme menawarkan empat elemen penting yaitu idiography, purposive, ethical, dan instrumental dalam menilai tindakan sebuah negara atau terbentuknya suatu institusi politik hukum internasional. Keputusan Indonesia meratifikasi Konvensi ILO No. 182 dianalisis berdasarkan keempat elemen konstruktivisme secara internal dan eksternal. Tindakan Indonesia tidak sepenuhnya hanya didasarkan pada motif-motif politik, ekonomi dan militer ataupun pertimbangan untung rugi, melainkan juga bagaimana aspek normatif, ideasional (knowledge) dan identitas. Aspek-aspek tersebut menjadi penting dalam membentuk tindakan dan perilaku Indonesia, termasuk dalam pembentukan institusi politik hukum internasional. Indonesia mengkonstruksikan dirinya dan terkonstruksi oleh ILO untuk peduli terhadap pekerja anak yang menjadi isu global. Kondisi internal dan eksternal tersebut telah berhasil menjadikan pemerintah Indonesia hingga akhirnya memutuskan untuk meratifikasi Konvensi ILO No. 182. Pengesahan konvensi tersebut menunjukkan kesungguhan Indonesia dalam memajukan dan melindungi hak asasi anak. Hal ini juga akan lebih meningkatkan citra positif Indonesia dan memantapkan kepercayaan masyarakat intemasional.
Kata Kunci: Pekerja Anak, Ratifikasi, Konstruktivisme, Konvensi ILO No. 182 Tahun 1999, Undang-Undang RI No. 1 Tahun 2000
v
ABSTRACT
Erlinda Firdaus Natalia, “Indonesia’s Ratification Toward the International Labour Organization (ILO) Convention No. 182 Concerning the Prohibition and Immediate Action for the Elimination of the Worst Form of Child Labour”, The Faculty of Social and Economic Respati University of Yogyakarta.
This research explore about Indonesia’s ratification toward ILO Convention No. 182 that was approved in June 1999. That convention discuses about the prohibition and immediate action for the elimination of the worst form of child labour. Then, Indonesia ratified the convention in a regulation form in March 2000. Indonesia ratified the convention just in nine months. That time is too short than another international regulation. The writer uses Constructivism perspective to analyze this problem. Constructivism becomes a response of the empty in Rationalism perspective or Institutionalism Neoliberalism, Realism and Marxism. The Constructivism offers four important elements, they are idiographic, purposive, ethical, and instrumental in judging the action of a country or the formation a politic institution of international law. The dedication of Indonesia to ratify ILO Convention No. 182 will be analyzed base on the constructive elements internally and externally. The action of Indonesia does not only base on politic, economic, military and the judgment of profit and loss, but also base on how the normative aspect, ideational (knowledge) and identity. Those aspects are the important things in forming the action and behavior of Indonesia, including in forming the international politic law institution. Indonesia constructive himself and have constructive by ILO to care toward child labour that it is being a global issue. The internal and external condition has created Indonesia to ratify the ILO Convention No. 182. The ratification shows the fight of Indonesia in improving and in protecting the child rights. It also will develop the positive image of Indonesia and to convince the international citizen.
Keywords: Child Labour, Ratification, Constructivism, ILO Convention No. 182 in 1999, Indonesia’s Regulation No. 1 in 2000
vi
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yesus Kristus, atas kasih karunia-Nya yang begitu luar biasa sehingga tulisan ini dapat diselesaikan dengan baik dan lancar. Penulis sadari bahwa tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan mengingat pengetahuan, waktu dan kemampuan yang penulis miliki. Dengan segenap kerendahan hati, penulis mohon adanya perbaikan dan penyempurnaan tulisan ini, koreksi serta saran dari segenap pembaca sekalian.
Pada kesempatan ini penulis menyadari bahwa skripsi yang berjudul "Ratifikasi Indonesia Terhadap Konvensi International Labour Organization (ILO) No. 182 Mengenai Pelarangan dan Tindakan Segera Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak" tidak akan selesai tanpa bantuan berbagai pihak. Dengan penuh kerendahan hati, penulis haturkan banyak terimakasih kepada :
1. Keluarga tercinta, Bapak dan Ibu sebagai orangtua serta ketiga kakak laki-laki.
2. Galuh Dian Prama Dewi, S.IP, M.A selaku pembimbing I, Deni Meutia S.IP, M.A selaku pembimbing II dan Sugeng Riyanto, S.IP, M.Si selaku penguji skripsi.
3. Diansari Solihah Amini, S.IP, M.A selaku ketua program studi, Tanti Nurgiyanti, S.IP dan Hartanto S.IP, M.A selaku dosen hubungan internasional serta para dosen tamu yang pernah mengajar di Program Studi Hubungan Internasional Universitas Respati Yogyakarta.
vii
4. Seluruh Bapak Ibu dosen dan pegawai Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Respati Yogyakarta.
5. Teman-teman seangkatan dan seperjuangan selama perkuliahan (Sita, Shinta, Ghita, Feby, Dony, Medelles, Rui dan Alfian).
6. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Lebih baik tersenyum pada penghabisan dari pada tertawa pada permulaan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Yogyakarta, Agustus 2014
viii
HALAMAN PERSEMBAHAN
Skripsi ini saya persembahkan kepada :
Kedua orangtua tercinta, Bapak Sastro Suparto dan Ibu Sri Sumini serta ketiga kakak tersayang Yusuf Markus Suparmin, Gideon Sukasbun dan Samuel Sukajad yang selalu membimbing, mendukung serta mendoakan.
Kekasih hati, Leonardo Sihombing yang selalu memberi semangat dan motivasi.
Skripsi ini juga saya persembahkan untuk para pekerja anak di seluruh dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya, yang telah menginspirasi dan memotivasi dalam menyelesaikan skripsi ini, terimakasih.
ix
HALAMAN MOTTO
"Terlebih dahulu mensyukuri mengapa kita hidup sampai saat ini, sebelum kita mensyukuri apa yang sudah kita miliki."
-Erlinda Firdaus Natalia-
"Lingkungan adalah dasar pelajaran yang harus kita pelajari dan pahami, sebelum kita melangkah lebih jauh lagi untuk belajar."
-Leonardo Sihombing-
“Education is not preparation for life; education is life itself."
-John Dewey-
"Tidak peduli siapapun dirimu atau berapapun usiamu, kalau kau ingin mencapai keberhasilan abadi, terus-menerus, maka motivasi yang akan menggerakkanmu mencapai tujuan harus berasal dari dalam diri sendiri."
-Paul J. Meyer-
"Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."
x
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN ...i
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ...iii
ABSTRAK ...iv
KATA PENGANTAR ...vi
HALAMAN PERSEMBAHAN ...viii
HALAMAN MOTTO ...ix
DAFTAR ISI ...x
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ...1
B. Rumusan Masalah ...6 C. Tinjauan Pustaka ...6 D. Kerangka Pemikiran ...10 E. Hipotesa ...13 F. Tujuan Penulisan ...14 G. Jangkauan Penelitian ...14 H. Metode Penelitian ...14 I. Sistematika Penulisan ...15
BAB II KONVENSI ILO NO. 182 TAHUN 1999 A. Latar Belakang Konvensi ILO No. 182 Tahun 1999 ...17
xi
BAB III RATIFIKASI DAN PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 2000
A. Ratifikasi Hukum Internasional ke Dalam Hukum Nasional ...35 B. Undang-Undang No. 1 Tahun 2000 ...39 BAB IV ANALISIS KONSTRUKTIVISME TERHADAP RATIFIKASI
KONVENSI ILO NO. 182
A. Kondisi Internal ...51 B. Kondisi Eksternal ...61 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ...69 B. Saran ...70 DAFTAR PUSTAKA ...71