Statistik Lembaga Keuangan Khusus 2015 diterbitkan oleh Direktorat Statistik dan Informasi
Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan
Specialized Financial Institutions Statistics 2015 published by
Directorate of Non-Bank Financial Institutions Statistics and Information
KATA PENGANTAR
F O R E W O R D
Buku Statistik Lembaga Keuangan Khusus 2015 merupakan media publikasi tahunan yang
menyajikan pertumbuhan, statistik, dan profil industri Lembaga Keuangan Khusus yang terdiri
atas Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, PT Pegadaian (Persero), Lembaga Penjamin, dan
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). Buku ini merupakan salah satu publikasi statistik
Industri Keuangan Non Bank yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Buku ini juga
dapat diakses melalui situs resmi Otoritas Jasa Keuangan dengan alamat www.ojk.go.id.
Data statistik disajikan berdasarkan laporan keuangan audit dan data kelembagaan per
Desember 2015.
Dengan terbitnya Buku Statistik Lembaga Keuangan Khusus 2015 ini, kami berharap data
yang disajikan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.
Jakarta, September 2016
Otoritas Jasa Keuangan Indonesia
Indonesia Financial Services Authority
The Book of Specialized Financial Institutions Statistics 2015 is an annual publication that provides
industry growth, statistic, and profile of Specialized Financial Institutions industry comprising of
Indonesia Eximbank, PT Pegadaian (Persero), Guarantee Institutions, and PT Sarana Multigriya
Finansial (Persero). This book is a part of Non-Bank Financial Institution statistic publications which
are issued by Indonesia Financial Services Authority. It is accessible through the official website of
Indonesia Financial Services Authority at www.ojk.go.id.
Statistical data is presented based on the audited financial statements and institutional data as of
December 2015.
We hope the publication of Book of Specialized Financial Institutions Statistics 2015, provides
benefits to the readers.
JARINGAN KANTOR
OFFICE NETWORK
DAFTAR ISTILAH
GLOSSARY
STATISTIK LEMBAGA KEUANGAN KHUSUS
SPECIALIZED FINANCIAL INSTITUTIONS STATISTICS
LAMPIRAN APPENDIX 33 54 56
DAFTAR ISI
C O N T E N S
01
02
UMUM/
GENERAL
2
12
KONDISI KEUANGAN/
FINANCIAL CONDITION
1) Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank 2) PT Pegadaian (Persero)/PT Pegadaian (Persero)
3) Lembaga Penjamin/Guarantee Institutions
4) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)/PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Kata Pengantar/Foreword
Daftar Isi/Contents Daftar Grafik/List of Graph Daftar Tabel/List of Table
1) Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank 2) PT Pegadaian (Persero)/PT Pegadaian (Persero)
3) Lembaga Penjamin/Guarantee Institutions
4) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)/PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
4 6 8 10 i ii iii iv 14 24 26 28
DAFTAR GRAFIK
L I S T O F G R A P H
1 UMUM
GENERAL Grafik 1 Graph 1
Jumlah Lembaga Penjamin Tahun 2011-2015 Number of Guarantee Institutions Years 2011-2015
9 2 KONDISI KEUANGAN
FINANCIAL CONDITION Grafik 2
Graph 2
Posisi Keuangan LPEI Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)
Financial Position of Indonesia Eximbank Years 2011-2015 (billion Rupiah)
14 Grafik 3
Graph 3
Komposisi Sumber Dana LPEI Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)
Composition of Source of Fund in Indonesia Eximbank Years 2011-2015 (billion Rupiah)
16 Grafik 4
Graph 4
Komposisi Pinjaman yang Diterima LPEI Berdasarkan Negara Pemberi Pinjaman Tahun 2015 Composition of Indonesia Eximbank Loans Received Based on State of Lenders in 2015
16 Grafik 5
Graph 5
Komposisi Pinjaman yang Diterima LPEI Berdasarkan Jenis Mata Uang Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah) Composition of Indonesia Eximbank Loans Received Based on Currency Years 2011-2015 (billion Rupiah)
17 Grafik 6
Graph 6
Kinerja Operasional LPEI Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)
Operational Performance of Indonesia Eximbank Years 2011-2015 (billion Rupiah)
18 Grafik 7
Graph 7
Kegiatan Usaha LPEI Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)
Indonesia Eximbank Business Activities Years 2011-2015 (billion Rupiah)
18 Grafik 8
Graph 8
Komposisi Pembiayaan LPEI Berdasarkan Sektor Ekonomi Tahun 2015
Composition of Indonesia Eximbank Financing Activities Based on Economic Sector in 2015
19 Grafik 9
Graph 9
Komposisi Pembiayaan LPEI Berdasarkan Lokasi Penyaluran Pembiayaan Tahun 2015 Composition of Indonesia Eximbank Financing Activities Based on Region in 2015
20 Grafik 10
Graph 10
Komposisi Pembiayaan LPEI Berdasarkan Penggunaan Dana Tahun 2015
Composition of Indonesia Eximbank Financing Activities Based on Utilization of Funds in 2015 21 Grafik 11
Graph 11
Komposisi Pembiayaan LPEI Berdasarkan Jenis Mata Uang Tahun 2015
Composition of Indonesia Eximbank Financing Activities Based on Currency in 2015
21 Grafik 12
Graph 12
Pembiayaan LPEI Konvensional dan Syariah Tahun 2011-2015
Indonesia Eximbank Financing Activities based on Conventional and Sharia Principles Years 2011- 2015 22 Grafik 13
Graph 13
Pertumbuhan Piutang Murabahah & Pembiayaan Musyarakah LPEI Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)
Growth of Murabahah Receivables & Musyarakah Financing of Indonesia Eximbank Years 2011-2015 (billion Rupiah)
23
Grafik 14 Graph 14
Komposisi Penjaminan LPEI Berdasarkan Kegiatan yang Dijaminkan Tahun 2015 Composition of Indonesia Eximbank Based on Guarantee Activities in 2015
23 Grafik 15
Graph 15
Komposisi Asuransi LPEI berdasarkan Risiko yang Ditanggung Tahun 2015
Composition of Indonesia Eximbank Insurance Activities Based on Risk Covered in 2015
24 Grafik 16
Graph 16
Posisi Keuangan PT Pegadaian (Persero) Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah) Financial Position of PT Pegadaian (Persero) Years 2011-2015 (billion Rupiah)
24 Grafik 17
Graph 17
Pendapatan Operasional, Beban Operasional dan Laba Bersih PT Pegadaian (Persero) Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)
Operating Income, Operating Expenses, and Net Income of PT Pegadaian (Persero) Years 2011-25
Grafik 18 Graph 18
Komposisi Pembiayaan PT Pegadaian (Persero) Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah) Financing Composition of PT Pegadaian (Persero) Years 2011-2015 (billion Rupiah)
25 Grafik 19
Graph 19
Jumlah Kontrak PT Pegadaian (Persero) Tahun 2011-2015 Number of Contract of PT Pegadaian (Persero) Years 2011-2015
26 Grafik 20
Graph 20
Posisi Keuangan Lembaga Penjamin Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah) Financial Possition of Guarantee Institution Years 2011-2015 (billion Rupiah)
26 Grafik 21
Graph 21
Investasi Lembaga Penjamin Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah) Investment of Guarantee Institution Years 2011-2015 (billion Rupiah)
27 Grafik 22
Graph 22
Pendapatan Operasional, Beban Operasional, dan Laba Bersih Lembaga Penjamin Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)
Operating Income, Operating Expenses, and Net Profit of Guarantee Institutions Years 2011-2015 (billion Rupiah)
27
Grafik 23 Graph 23
Outstanding Penjaminan Usaha Produktif dan Non Produktif Lembaga Penjamin
Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)
Outstanding Guarantee by Productive and Non-Productive Sector of Guarantee Institutions Years 2011-2015 (billion Rupiah)
28
Grafik 24 Graph 24
Posisi Keuangan PT SMF (Persero) Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah) Financial Possition of PT SMF (Persero) Years 2011-2015 (billion Rupiah)
28 Grafik 25
Graph 25
Pendapatan Operasional, Beban Operasional dan Laba Bersih PT SMF (Persero) Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)
Operating Income, Operating Expenses, and Net Income of PT SMF (Persero) Years 2011-2015 (billion Rupiah)
29
Grafik 26 Graph 26
Nilai Transaksi dan Pendapatan Program Sekuritisasi PT SMF (Persero) Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)
Transaction Value and Incomes of Securitization Program of PT SMF (Persero) Years 2011-2015 (billion Rupiah)
29
Grafik 27 Graph 27
Komposisi Penyaluran Pinjaman PT SMF (Persero) Tahun 2015 Composition of Loan Disbursement of PT SMF (Persero) in 2015
30 Grafik 28
Graph 28
Nilai Penyaluran Pinjaman dan Pendapatan Bunga dari Penyaluran Pinjaman PT SMF (Persero) Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)
Loan Disbursed and Interest Income of Lending Program of PT SMF (Persero) Years 2011-2015 (billion Rupiah) 30
Grafik 29 Graph 29
Komposisi Sumber Dana PT SMF (Persero) Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah) Composition of Source of Fund of PT SMF (Persero) Years 2011-2015 (billion Rupiah)
31 Grafik 30
Graph 30
Komposisi Investasi PT SMF (Persero) Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah) Composition of Investment PT SMF (Persero) Years 2011-2015 (billion Rupiah)
31
Tabel 2
Table 2 Jaringan Kantor PT Pegadaian (Persero) per 31 Desember 2015Office Network of PT Pegadaian (Persero) as of December 31, 2015 7 Tabel 3
Table 3 Daftar Lembaga Penjamin per 31 Desember 2015List of Guarantee Institutions as of December 31, 2015 9 2 KONDISI KEUANGAN
FINANCIAL CONDITION
Tabel 4
Table 4 Ikhtisar Posisi Keuangan Lembaga Keuangan Khusus per 31 Desember 2015 (miliar Rupiah)Summary of Financial Position of Specialized Financial Institutions as of Desember 31, 2015 (billion Rupiah)
13 Tabel 5
Table 5 Penambahan Penyertaan Modal Negara dan Kenaikan Kapitalisasi Modal LPEI (miliar Rupiah)Addition of the State Capital Participation and Capitalization Capital Increase of Indonesia Eximbank (billion Rupiah)
15
LAMPIRAN
APPENDIX
Lampiran 1
Appendix 1 Posisi Keuangan LPEI Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)Financial Position of Indonesia Eximbank Years 2011-2015 (billion Rupiah) 35 Lampiran 2
Appendix 2 Laporan Laba Rugi LPEI Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)Income Statement of Indonesia Eximbank 2011-2015 (billion Rupiah) 36 Lampiran 3
Appendix 3 Pembiayaan LPEI Berdasarkan Lokasi Proyek Tahun 2015 (miliar Rupiah)Financing of Indonesia Eximbank Based on Project Location in 2015 (billion Rupiah) 38 Lampiran 4
Appendix 4 Rasio Keuangan LPEI Tahun 2011-2015Financial Ratio of Indonesia Eximbank Years 2011-2015 39 Lampiran 5
Appendix 5 Posisi Keuangan PT Pegadaian (Persero) Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah) Financial Position of PT Pegadaian (Persero) Years 2011-2015 (billion Rupiah) 39 Lampiran 6
Appendix 6 Laporan Laba Rugi PT Pegadaian (Persero) Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)Income Statement of PT Pegadaian (Persero) Years 2011-2015 (billion Rupiah) 41 Lampiran 7
Appendix 7 Rasio Keuangan PT Pegadaian (Persero) Tahun 2011-2015Financial Ratio of PT Pegadaian (Persero) Years 2011-2015 42 Lampiran 8
Appendix 8 Posisi Keuangan Lembaga Penjamin Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)Financial Position of Guarantee Institutions Years 2011-2015 (billion Rupiah) 42 Lampiran 9
Appendix 9 Laporan Laba Rugi Lembaga Penjamin Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)Income Statement of Guarantee Institutions Years 2011-2015 (billion Rupiah) 44 Lampiran 10
Appendix 10 Ikhtisar Posisi Keuangan Lembaga Penjamin Tahun 2015 (miliar Rupiah)Summary of Financial Position of Guarantee Institutions in 2015 (billion Rupiah) 46 Lampiran 11
Appendix 11 Ikhtisar Laba (Rugi) Individu Lembaga Penjamin Tahun 2015 (miliar Rupiah)Summary of Profit (Loss) Guarantee Institutions in 2015 (billion Rupiah) 48 Lampiran 12
Appendix 12 Rasio Keuangan Lembaga Penjamin Tahun 2011-2015Financial Ratio of Guarantee Institutions Years 2011-2015 49 Lampiran 13
Appendix 13 Posisi Keuangan PT SMF (Persero) Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)Financial Position of PT SMF (Persero) Years 2011–2015 (billion Rupiah) 49 Lampiran 14
Appendix 14 Laporan Laba Rugi PT SMF (Persero) Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)Income Statement of PT SMF (Persero) Years 2011–2015 (billion Rupiah) 51 Lampiran 15
Appendix 15 Arus Kas PT SMF (Persero) Tahun 2011-2015 (miliar Rupiah)Cash Flows of PT SMF (Persero) Years 2011-2015 (billion Rupiah) 52 Lampiran 16
1. GENERAL
Specialized Financial Institutions consist of several entities established to perform special purposes to support Governtment’s economic development programs and to enhance national welfare. The specialized financial institutions mentioned include: Indonesia Eximbank, PT Pegadaian (Persero), Guarantee Institutions and PT Sarana Multigriya Finansial (Persero).
STATISTIK LEMBAGA KEUANGAN KHUSUS
SPECIALIZED FINANCIAL INSTITUTIONS STATISTICS
1. UMUM
Lembaga Keuangan Khusus terdiri dari beberapa lembaga atau perusahaan yang dibentuk atau didirikan untuk melaksanakan tugas dan fungsi yang bersifat khusus, umumnya berkaitan dengan upaya mendukung program Pemerintah bagi kesejahteraan masyarakat. Lembaga keuangan khusus dimaksud meliputi: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, PT Pegadaian (Persero), Lembaga Penjamin dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero).
LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA
I N D O N E S I A E X I M B A N K
PT PEGADAIAN (PERSERO)
LEMBAGA PENJAMIN
GUARANTEE INSTITUTIONS
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)
Kantor Pusat Head Office Kantor Wilayah Regional Office Perusahaan Penjaminan Guarantee Companies Kantor Wilayah Regional Office Kantor Area Area Office Outlet Outlet
1
12
21
4
58
4.430
1) Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) /Indonesia Eximbank (LPEI)
LPEI dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Secara khusus, LPEI mengemban tugas untuk mendukung kebijakan Pemerintah dalam rangka mendorong program ekspor nasional melalui skema pembiayaan ekspor nasional.
Indonesia Eximbank was established by the Government of Indonesia pursuant to the Act of the Republic of Indonesia Number 2 of 2009 concerning Indonesia Eximbank. Indonesia Eximbank shall have functions to support the national export program through the national export financing.
Pemerintah menetapkan kebijakan dasar pembiayaan ekspor nasional adalah untuk:
a. mendorong terciptanya iklim
usaha yang kondusif bagi peningkatan ekspor nasional;
b. mempercepat peningkatan
ekspor nasional;
c. membantu peningkatan kemampuan
produksi nasional yang berdaya saing tinggi dan memiliki keunggulan untuk ekspor; dan
d. mendorong pengembangan usaha
mikro, kecil, menengah, dan koperasi untuk mengembangkan produk yang berorientasi ekspor. Pembiayaan ekspor nasional diberikan LPEI dalam bentuk:
a. Pembiayaan;
b. Penjaminan; dan/atau
c. Asuransi.
Dalam mendukung operasionalnya, saat ini LPEI memiliki 4 kantor wilayah di Indonesia, yaitu Kantor Wilayah Medan, Kantor Wilayah Surabaya, Kantor Wilayah Surakarta, Kantor Wilayah Makassar, dan
The Government of Indonesia determine the basic policy of the national export financing to:
a. promote a conducive business
climate to increase the national export;
b. accelerate the national export
increment;
c. support the improvement of
national production capacity with a high competitiveness and has the advantage to export; and
d. enhance micro, small, medium-scale enterprises and cooperatives to develop export oriented products.
Indonesia Eximbank provides the national export financing in the form of:
a. Financing; b. Guarantee; and/or c. Insurance.
To support its operation, Indonesia Eximbank has 4 regional offices, namely Medan Regional Office, Surabaya Regional Office, Surakarta Regional Office, Makassar Regional Office and a
Tabel 1 Jaringan Kantor LPEI per 31 Desember 2015
Table 1 Office Network of Indonesia Eximbank as of December 31, 2015
No Jaringan Kantor Office Network Cakupan Wilayah Regional Coverage
1 Kantor Pusat Head Office
Seluruh Wilayah Indonesia All around Indonesia 2 Kantor Wilayah Medan
Medan Regional Office
► Nangroe Aceh Darussalam ► Sumatera Selatan ► Sumatera Barat ► Riau ► Kepulauan Riau ► Jambi ► Bengkulu 3 Kantor Wilayah Surabaya
Surabaya Regional Office
► Jawa Timur
► Kalimantan Selatan ► Bali
► Nusa Tenggara Barat ► Nusa Tenggara Timur 4 Kantor Wilayah Surakarta
Surakarta Regional Office
► Jawa Tengah ► DI Yogyakarta ► Kalimantan Tengah ► Kalimantan Timur ► Kalimantan Utara 5 Kantor Wilayah Makassar
Makassar Regional Office
► Sulawesi Selatan ► Sulawesi Utara ► Sulawesi Tengah ► Sulawesi Tenggara ► Gorontalo ► Sulawesi Barat ► Maluku ► Maluku Utara ► Papua ► Papua Barat 6 Kantor Pemasaran Balikpapan*
Balikpapan Marketing Office
* Cakupan area kerja Kantor Pemasaran merupakan kebijakan dari kepala Unit Kerja yang membawahinya dengan merujuk pada cakupan area kerja Unit Kerja tersebut.
Scope of the Marketing Office is policy of the head of the work unit in charge of the area by referring to the coverage area of the working unit
Jaringan kantor PT Pegadaian (Persero) tersebar luas di seluruh Indonesia hingga tingkat kecamatan dan desa. Terdapat 12
PT Pegadaian (Persero) has an extensive office network encompass district and villages throughout Indonesia. The office 2) PT Pegadaian (Persero)
PT Pegadaian (Persero) didirikan dengan maksud dan tujuan untuk melakukan usaha di bidang gadai dan fidusia, baik secara konvensional maupun syariah, dan jasa lainnya di bidang keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan terutama untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, PT Pegadaian (Persero) melaksanakan 3 kegiatan usaha utama berupa:
Selain melaksanakan kegiatan usaha utama, PT Pegadaian (Persero) dapat melaksanakan kegiatan usaha:
2) PT Pegadaian (Persero)
PT Pegadaian (Persero) was established with the intent to conduct business activities in the field of lien and fiduciary, both conventional and sharia, and other services in the field of finance in accordance with the provisions of the legislation. PT Pegadaian business activities are mainly aimed for lower-middle income people and micro, small, and medium-sized businesses.
Pursuant to the company’s purpose and intent, PT Pegadaian (Persero) conduct 3 major business activities:
Besides the above major business activities, PT Pegadaian (Persero) also provides other services including:
Penyaluran pinjaman berdasarkan hukum gadai
termasuk gadai efek
Lending under the law of pawn, including securities
pawn Penyaluran pinjaman berdasarkan jaminan fidusia Lending by fiduciary Pelayanan jasa titipan, pelayanan jasa taksiran, sertifikasi dan
perdagangan logam mulia serta batu adi Courier services, appraisal
services, certification and trading of precious metals
and precious stones
► Jasa transfer uang, jasa transaksi pembayaran, dan jasa administrasi pinjaman
Money transfer services, payment transaction services, and loan administration services
► Optimalisasi sumber daya perusahaan perseroan
Tabel 2 Jaringan Kantor PT Pegadaian (Persero) per 31 Desember 2015
Table 2 Office Network of PT Pegadaian (Persero) as of December 31, 2015
No Jaringan Kantor Office Network Regional CoverageCakupan Wilayah Kantor AreaOffices Area OutletOutlet
1 Kantor Wilayah I Medan Medan Regional Office I
Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)
4 294
2 Kantor Wilayah II Pekanbaru
Pekanbaru Regional Office II Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau 3 240
3 Kantor Wilayah III Palembang
Palembang Regional Office III Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung 3 256
4 Kantor Wilayah IV Balikpapan
Balikpapan Regional Office IV Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah
5 365 5 Kantor Wilayah V Manado
Manado Regional Office V Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua, dan Maluku Utara
5 303 6 Kantor Wilayah VI Makassar
Makassar Regional Office VI Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua, dan Maluku Utara
7 418 7 Kantor Wilayah VII Denpasar
Denpasar Regional Office VII Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur 5 457
8 Kantor Wilayah VIII Jakarta I
Jakarta I Regional Office VIII Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Depok, Bekasi, dan Bogor 5 438
9 Kantor Wilayah IX Jakarta II
Jakarta II Regional Office IX Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Banten
4 417 10 Kantor Wilayah X Bandung
Bandung Regional Office X Jawa Barat
4 316 11 Kantor Wilayah XI Semarang
Semarang Regional Office XI DI Yogyakarta dan Jawa Tengah 6 441 12 Kantor Wilayah II Surabaya
Surabaya Regional Office XI Jawa timur 7 485
3) Lembaga Penjamin
Lembaga Penjamin pada saat ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Penjaminan, dengan tujuan:
1. menunjang kebijakan pemerintah, terutama dalam rangka membantu Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengakses pendanaan dari perbankan dan lembaga keuangan lainnya;
support the government policy, especially in order to help Small, Medium and Micro Enterprises (SMEs) to access funding from banks and other financial institutions;
2. meningkatkan akses bagi dunia usaha;
improving access to the business world;
3. mendorong tumbuhnya pembiayaan dan terciptanya iklim usaha yang kondusif bagi
peningkatan sektor ekonomi strategis;
encouraging the growth of financing and a condusive environment to the improvement of strategic economic sectors;
4. meningkatkan kemampuan produksi nasional yang berdaya saing tinggi dan yang
memiliki keunggulan untuk ekspor;
improve the ability of national production that highly competitive and has advantages for export;
5. mendukung tumbuhnya perekonomian nasional; dan
support the growth of national economy; and
6. meningkatkan tingkat inklusivitas keuangan nasional.
improve the level of national financial inclusiveness.
Sampai dengan akhir Desember 2015, terdapat 21 Lembaga Penjamin, yang terdiri dari 19 konvensional dan 2 syariah (Tabel 3).
As of the end of December 2015, there were 21 Guarantee Institutions, which consists of 19 conventional and 2 sharia (Table 3).
3) Guarantee Institutions
Guarantee Institutions currently regulated in the Act of the Republic of Indonesia Number 1 of 2016 concerning Guarantee, with the aim to:
Pada Tahun 2015, tercatat jumlah Lembaga Penjamin di Indonesia sebanyak 21 perusahaan. Jumlah tersebut meningkat 10,5% dari tahun sebelumnya dengan bertambahnya 2 perusahaan daerah baru pada tahun 2015, yaitu PT Jamkrida Jawa Tengah dan PT Jamkrida DKI Jakarta (Grafik 1).
Based on data as of December, 31, 2015, the number of guarantee institution in Indonesia is 21 companies. The number increased by 10.5% from the previous year with the addition of 2 new regional companies in 2015, PT Jamkrida Jawa Tengah and PT Jamkrida DKI Jakarta. (Graph 1)
Grafik 1 Jumlah Lembaga Penjamin Tahun 2011-2015
Graph 1 Number of Guarantee Institutions Years 2011-2015
Tabel 3 Daftar Lembaga Penjamin per 31 Desember 2015 Table 3 List of Guarantee Institutions as of December 31, 2015
No Jenis Perusahaan/Company Type Nama Perusahaan / Company Name
1 Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
State Owned Enterprise
Perum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) 2 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
Regional Owned Enterprise PT Jamkrida BabelPT Jamkrida Bali Mandara
PT Jamkrida Banten PT Jamkrida DKI Jakarta PT Jamkrida Jabar PT Jamkrida Jateng PT Jamkrida Jatim PT Jamkrida Kalsel PT Jamkrida Kalteng PT Jamkrida Kaltim PT Jamkrida NTB Bersaing PT Jamkrida NTT PT Jamkrida Papua PT Jamkrida Riau PT Jamkrida Sumbar PT Jamkrida Sumsel
3 Perseroan Terbatas Konvensional
Conventional Limited Company PT Penjaminan Kredit Pengusaha Indonesia (PKPI)PT UAF Jaminan Kredit
4 Perseroan Terbatas Syariah
Sharia Limited Company PT Penjaminan Pembiayaan Askrindo SyariahPT Penjaminan Jamkrindo Syariah
2011
4
7
9
19
21
2012
2013
2014
2015
4) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Sejalan dengan program Pemerintah untuk meningkatkan kegiatan pembangunan di bidang perumahan sebagai salah satu upaya penyediaan perumahan yang layak dan terjangkau oleh masyarakat, perlu diupayakan tersedianya dana yang memadai melalui pembiayaan sekunder perumahan. Untuk melakukan pembiayaan dimaksud, Pemerintah telah mendirikan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) merupakan lembaga keuangan berbentuk perseroan terbatas yang didirikan untuk melakukan kegiatan usaha di bidang pembiayaan sekunder perumahan. Pembiayaan sekunder perumahan dilakukan melalui sekuritisasi aset keuangan (KPR). Sekuritisasi merupakan transformasi aset yang tidak likuid menjadi likuid dengan cara pembelian Aset Keuangan dari Kreditor Asal dan penerbitan Efek Beragun Aset. Melalui mekanisme ini diharapkan dapat meniadakan maturity mismatch antara sumber pendanaan perbankan yang bersifat jangka pendek dengan pemberian kredit perumahan yang umumnya jangka panjang.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan sebagaimana diubah dalam Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2008 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan, perusahaan pembiayaan
4) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) To support Government program on providing decent yet affordable housing for the community, it is important to enhance the capacity and sustainability of housing finance through secondary mortgage market. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) was established by the Government with the objective to promote and develop secondary mortgage market.
PT Sarana Multigriya Financial (Persero) is a financial institution established limited company to conduct business activities in the secondary mortgage. Secondary mortgage conducted through securitization of financial assets (mortgages). Securitization is a transformation of illiquid assets into liquid by way of purchase of Financial Assets from Creditors Origin and the issuance of Asset-Backed Securities. Through this mechanism is expected to abolish the maturity mismatch between bank funding sources that are short term by granting housing loans are generally long-term.
PT Sarana Multigriya Financial (Persero) regulated in Presidential Decree No. 19 Year 2005 on Secondary Housing Financing as amended in Presidential Decree No. 1 Year 2008 on Amendment to Presidential Decree No. 19 Year 2005 on Secondary Housing Financing, secondary mortgage companies duty to build and develop the market
sekunder perumahan bertugas untuk membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan melalui sekuritisasi dan penyaluran pinjaman kepada bank dan lembaga keuangan penyalur KPR. Dalam transaksi sekuritisasi, perusahaan dapat bertindak sebagai koordinator global, penjamin, penata sekuritasasi, dan/atau Pendukung Kredit. Selanjutnya, mengenai penyaluran pinjaman kepada bank dan/atau lembaga keuangan penyalur KPR dimaksudkan untuk memperbanyak volume KPR yang disalurkan kepada masyarakat. Saat ini PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau disingkat PT SMF (Persero) merupakan satu-satunya perusahaan pembiayaan sekunder perumahan di Indonesia.
of secondary mortgage through securitization and lending to banks and financial institutions mortgage dealer. In a securitization transaction, the company can act as global coordinators, underwriters, stylists securitization, and / or the Credit Support. Furthermore, the distribution of loans to banks and / or financial institution mortgage dealer intended to raise the volume of mortgages are distributed to the public. Currently, PT Sarana Multigriya Financial (Persero) or abbreviated PT SMF (Persero) is the only secondary mortgage company in Indonesia.
2.
KONDISI KEUANGAN
Berdasarkan data per 31 Desember 2015, total aset lembaga keuangan khusus sebesar Rp147.833 miliar, meningkat 26,8% dari tahun 2014. Jumlah aset dan liabilitas lembaga keuangan khusus masih didominasi oleh LPEI seperti tahun sebelumnya dengan porsi masing-masing sebesar 57,5% dan 68,2% dari total aset dan liabilitas lembaga keuangan khusus.
Adapun untuk investasi terbesar berasal dari lembaga penjamin, yaitu sebesar Rp10,04 miliar atau 57,7% dari total investasi lembaga keuangan khusus. Sedangkan ekuitas dan laba bersih, porsi terbesar (30,3% dan 43,2%) berasal dari PT Pegadaian (Persero).
Secara umum, perbandingan aset, investasi, liabilitas, ekuitas, dan laba bersih dari lembaga keuangan khusus dapat dilihat pada Tabel 4.
2.
FINANCIAL CONDITION
Based on data as of December 31, 2015, total assets of specialized financial institutions amounted Rp147,833 billion, up 26.8% from 2014. Total assets and liabilities of specialized financial institutions still dominated by Indonesia Eximbank as in previous years with portions respectively of 57.5% and 68.2% from total assets and liabilities of specialized financial institutions.
As for the largest investment came from guarantee institution, amounted Rp10.04 billion, or 57.7% of the total investment of a specialized financial institution. As for equities and net profit, the largest portion (30.3% and 43.2%) was PT Pegadaian (Persero).
In general, the comparison of assets, investments, liabilities, equities, and net profit of specialized financial institutions shows in Table 4.
Rp147.833
26,8%
m i l i a r
b i l l i o n
dari tahun sebelumnya from previous year
Jumlah Aset Total Assets
Meningkat increased
Tabel 4 Ikhtisar Posisi Keuangan Lembaga Keuangan Khusus per 31 Desember 2015
Table 4 Summary of Financial Position of Specialized Financial Institutions as of Desember 31, 2015
(miliar rupiah/billion Rupiah)
No Jenis Industri Industry Type AssetsAset InvestmentsInvestasi LiabilitasLiabilities EquitiesEkuitas Bersih Laba
Net Profit 1 LPEI Indonesia Eximbank 84.971 6.378 72.609 12.362 1.428 2 PT Pegadaian (Persero) 39.158 240 26.625 12.533 1.938 3 Lembaga Penjamin Guarantee Institutions 13.642 10.038 2.390 11.252 894
4 PT Sarana Multigriya Financial (Persero) 10.061 752 4.849 5.212 248
Jumlah / Total 147.833 17.408 106.473 41.360 4.508
57,67%
Jumlah Aset Total Assets didominasi oleh LPEI dominated by Indonesia Eximbank57,67%
Jumlah Investasi Total Investments didominasi oleh Lembaga Penjamin dominated by Guarantee Institutions68,19%
Jumlah Liabilitas Total Liabilities didominasi oleh LPEI dominated by Indonesia Eximbank30,30%
Jumlah Ekuitas Total Equities didominasi oleh PT Pegadaian (Persero) dominated by PT Pegadaian (Persero)43,19%
Jumlah Laba Bersih
Net Profit
didominasi oleh PT Pegadaian (Persero)
dominated by PT Pegadaian (Persero)
1) Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) /Indonesia Eximbank
Aset LPEI per 31 Desember 2015 naik sebesar 40,4% menjadi Rp84.971 miliar dibanding tahun sebelumnya (Grafik 2). Peningkatan tersebut didominasi oleh aktivitas pembiayaan yang juga meningkat sebesar 35,6%
dari tahun 2014. Liabilitas dan ekuitas juga tumbuh masing-masing sebesar 45,1% dan 18,3% dibanding tahun sebelumnya.
As of December 31, 2015, the Indonesia Eximbank assets increased by 40.4% to Rp84,971 billion or from previous year (Graph 2). The increase was dominated by the company’s financing activities which rose 35.6% from 2014. Liabilities and equities also grew by 45.1%, and 18.3% from previous year.
Dukungan pemerintah melalui penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) serta kenaikan kapitalisasi modal mendorong naiknya nilai ekuitas LPEI pada tahun 2015. Data ekuitas LPEI per 31 Desember 2014 (audited) dan per 30 November 2015 (unaudited), setelah memperhitungkan adanya kapitalisasi modal yang berasal dari cadangan dan juga penerimaan dari Penyertaan Modal Negara tahun 2014 dan tahun 2015 masing-masing sebesar Rp1 triliun, tersaji pada Tabel 5 dibawah ini.
The government support through the addition of the State’s Capital Participant (SCP) and increasing of the capitalization of capital boosted the equity of Indonesia Eximbank. The equity of Indonesia Eximbank as of December 31, 2014 (audited) and as of November 30, 2015 (unaudited), after calculated of capitalization of capital from reserve and also the acceptance of the State’s Capital Participant in 2014 and 2015 respectively amounting to Rp1 trillion, presented in the Table 5 below.
Grafik 2 Posisi Keuangan LPEI Tahun 2011-2015
Graph 2 Financial Position of Indonesia Eximbank Years 2011-2015
2011 26.322 20.541 19.358 6.964 33.333 27.054 25.783 7.550 46.473 46.473 38.174 8.299 60.500 55.203 50.052 10.448 84.971 74.829 72.609 12.362 2012 2013 2014 2015 Aset/Assets Pembiayaan/Financing Liabilitas/Liabilities Ekuitas/Equities
Tabel 5 Penambahan Penyertaan Modal Negara dan Kenaikan Kapitalisasi Modal LPEI
Table 5 Addition of the State’s Capital Participant and Capitalization Capital Increase of Indonesia Eximbank
(miliar rupiah/billion Rupiah)
Jenis Industri
Industry Type 30 Nov 2015 31 Des 2014
Kontribusi modal pemerintah/Government’s capital contribution
a. Modal awal/Initial Capital 4.322 4.322
b. Penyertaan modal negara/State’s capital participant 4.000 3.000
c. Kapitalisasi modal/Capitalization of capital 1.407 54
Saldo laba/Retained earnings 9.729 7.376
a. Yang telah ditentukan penggunanya/Appropriate
• Cadangan umum/General reserve 367 1.516
• Cadangan khusus/Special reserve 713 304
1.080 1.820
b. Yang belum ditentukan penggunanya/Unappropriate 1.737 1.282
Pendapatan(beban) komprehensif lainnya/
Other Comprehensive income (expense) (50) (41)
Jumlah Ekuitas/ Total Equities 12.496 10.437
Sumber dana LPEI dalam menjalankan kegiatan usahanya berasal dari surat berharga yang diterbitkan dan pinjaman yang diterima, baik dari dalam maupun luar negeri. Berdasarkan data per 31 Desember 2015, total sumber dana LPEI tercatat sebesar Rp68.004 miliar. Nilai tersebut naik 39,6% dibandingkan sumber dana pada tahun sebelumnya yang berada pada angka Rp48.709 miliar. Kenaikan tersebut didorong oleh kenaikan nilai pinjaman yang diterima oleh LPEI pada tahun 2015 sebesar 44,9% dari tahun sebelumnya (Grafik 3). Dana yang berasal dari surat berharga yang diterbitkan meningkat Rp7.203 miliar atau naik 33,1% dari tahun sebelumnya menjadi Rp28.959 miliar.
Source of funds of the Indonesia Eximbank were from loans received and securities issued. Based on data as of December 31, 2015, total source of funds of Indonesia Eximbank in 2015 reached Rp68,004 billion. It increased by 39.6% from previous year which was Rp48,709 billion.
The increase caused by Indonesia Eximbank loans received in 2015 increased by 44.9% from previous year (Graph 3). Funds from securities issued rose by Rp7,203 billion or 33.1% from previous year to Rp28,959 billion.
Selain kreditur dari dalam negeri, pinjaman dana yang diterima oleh LPEI juga berasal dari berbagai negara, antara lain Jepang, Cina, Singapura, Kanada, Amerika Serikat, dan Filipina. Jepang merupakan negara pemberi pinjaman terbesar, yaitu Rp26.191 miliar, atau 67,1% dari total pinjaman yang diterima LPEI. Sedangkan pinjaman dari dalam negeri sebesar Rp4.815 miliar (Grafik 4).
Indonesia Eximbank had received loans from domestic and other countries creditors, namely Japan, RRC, Singapore, Canada, USA, and Philippines. Japan was the largerst lender which Rp26,191 billion or 67.1% from total Indonesia Eximbank’s loans received while Domestic loans was Rp4,815 billion (Graph 4).
Grafik 3 Komposisi Sumber Dana LPEI Tahun 2011-2015
Graph 3 Composition of Source of Fund in Indonesia Eximbank Years 2011-2015
2011
2012
2013
2014
2015
11.561 7.191 11.362 13.953 20.073 17.220 26.952 21.757 39.045 28.959(miliar Rupiah/billion Rupiah)
Pinjaman yang diterima
Loan Received Surat Berharga yang DiterbitkanSecurities Issue
Grafik 4 Komposisi Pinjaman yang Diterima LPEI berdasarkan Negara Pemberi Pinjaman Tahun 2015
Graph 4 Composition of Indonesia Eximbank Loans Received based on State of Lenders in 2015 Rp26.191 miliar Rp6.434 miliar 67,08% 16,48% 12,33% 0,55% 0,42% 1,19% 1,94% Indonesia Jepang Cina Singapura Kanada Amerika Serikat Filipina Rp4.815 miliar Rp759 miliar Rp464 miliar Rp216 miliar Rp165 miliar
Berdasarkan jenis mata uang, pinjaman yang diterima LPEI terdiri dari Dolar Amerika (USD), Euro (EUR), dan Rupiah (IDR). Pada tahun 2015, pinjaman yang diterima dalam USD memiliki proporsi terbesar, yaitu 91,1% dari total pinjaman, atau sebesar Rp 35.556 miliar. Sedangkan pinjaman dalam rupiah dan euro masing-masing sebesar Rp3.425 miliar dan Rp63 miliar.
Pinjaman dalam mata uang rupiah pada tahun 2015 mengalami peningkatan, yaitu 85,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara itu, pinjaman dalam mata uang euro mengalami penurunan sebesar 3,4% pada periode yang sama.
The Indonesia Eximbank’s loans received were denominated in Rupiah (IDR) and foreign currencies (US Dollar and Euro). In 2015, loans denominated in USD had the largest proportion, Rp25,037 billion or 91.1% of total loans received by Indonesia Eximbank in 2015 (Graph 4). While loans in rupiah and euro respectively Rp3,425 billion and Rp63 billion.
Loans in IDR increased by 85.1% in 2015, compared by previous year. Meanwhile, loans in EUR decreased by 3.4% at the same period.
(miliar Rupiah/billion Rupiah)
2011 2013 2014 2015 2016 11.358 150 53 11.004 300 57 18.398 1.600 75 25.037 1.850 66 35.556 3.425 63
Dolar Amerika Serikat (USD)*) Rupiah (IDR)
Euro Eropa (EUR)*)
*) Data telah dikonversi ke dalam rupiah Data has been converted into rupiah
Grafik 5 Komposisi Pinjaman yang Diterima LPEI berdasarkan Jenis Mata Uang Tahun 2011-2015
Graph 5 Composition of Indonesia Eximbank Loans Received based on Currency Years 2011-2015
Pendapatan operasional LPEI meningkat 40,1% dari tahun sebelumnya menjadi Rp5.813 miliar sedangkan beban operasional naik sebesar 51,2% menjadi Rp4.204 miliar (Grafik 6). Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional atau BOPO pada tahun 2015 pun naik sebesar 7,9% dibanding tahun sebelumnya menjadi 69,2%.
Secara operasional, laba yang diterima oleh LPEI pada tahun 2015 juga mengalami peningkatan sebesar 20,2% dibandingkan tahun 2014. LPEI juga mencatatkan kenaikan laba bersihnya pada angka Rp1.428 miliar atau meningkat 20,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Operating income of Indonesia Eximbank increased by 40.1% from previous year to Rp5,813 billion, while operating expenses rose by 51.2% to Rp4,204 billion (Graph 6). The ratio of Operating Expenses to Operating Income or OEOI in 2015 also rose by 7.9% over the previous year to 69.2%.
Operationally, Indonesia Eximbank’s profit in 2015 also increased by 20.2% compared to 2014. Net profit of Indonesia Eximbank also increased by 20.7% compared with the previous year to Rp1,428 billion.
Kegiatan usaha yang dijalankan oleh LPEI terdiri dari kegiatan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi dalam rangka memajukan ekspor Indonesia. Berdasarkan data per Desember 2015, tercatat nilai pembiayaan ekspor yang disalurkan LPEI mencapai angka Rp74.829 miliar atau naik 35,6% dari tahun sebelumnya (Grafik 7).
Di samping itu, kegiatan penjaminan dan asuransi ekspor LPEI juga tumbuh pesat pada tahun 2015. Total nilai yang dijaminkan oleh LPEI tercatat sebesar Rp6.247 miliar, naik 72,1%, sedangkan nilai pertanggungan dari kegiatan asuransi LPEI sebesar Rp1.207 miliar atau naik 72,1% dari tahun sebelumnya.
Activities of Indonesia Eximbank consist of financing, guaranteeing, and insurance in order to promote Indonesian exports. Based on data as of December 2015, export financing by Indonesia Eximbank reached Rp74,829 billion or increased by 35.6 % from the previous year (Graph 7).
In addition, guaranteeing and insurance activities of Indonesia Eximbank also grew rapidly in 2015. Total guaranteed value of Indonesia Eximbank recorded at Rp6,247 billion, increased by 72.1%, while the insured amount of the insurance activities of Indonesia Eximbank amounted to Rp1,207 billion or rose by 72.1% from the previous year.
Grafik 6 Kinerja Operasional LPEI Tahun 2011-2015
Graph 6 Operational Performance of Indonesia Eximbank Years 2011-2015
Grafik 7 Kegiatan Usaha LPEI Tahun 2011-2015
Graph 7 Indonesia Eximbank Business Activities Years 2011-2015
2011 2012 2013 2014 2015
(miliar Rupiah/billion Rupiah) Pendapatan Operasional
Operating Income Beban Operasional Operating Expenses Laba (Rugi) Operasional Operating Profit (Loss) Laba (Rugi) Bersih Net Profit (Loss) 1.691 1.150 541 461 2.170 1.491 679 586 3.077 2.079 998 822 4.150 2.662 1.489 1.182 5.813 4.024 1.790 1.428
(miliar Rupiah/billion Rupiah)
20.541 27.054 40.492 55.203 74.829 Pembiayaan Financing Penjaminan Guarantee
Seperti tahun sebelumnya, pada tahun 2015, perindustrian masih menjadi sektor yang mendominasi pembiayaan dari LPEI, yaitu Rp36.710 miliar atau 49,1% dari total pembiayaan yang disalurkan (Grafik 8). Disusul dengan sektor pertambangan, pertanian, perburuan, dan sarana pertanian, serta jasa-jasa dunia usaha dengan pembiayaan masing-masing sektor sebesar Rp9.369 miliar, Rp8.473 miliar, dan Rp6.182 miliar. Sementara itu, sektor perikanan yang baru mendapat dana pembiayaan dari LPEI pada tahun 2015 berada pada angka terendah dengan porsi sebesar 0,1% dari total pembiayaan.
Berdasarkan lokasi penyaluran pembiayaan, tercatat pada tahun 2015 Pulau Jawa menjadi lokasi yang mendapat penyaluran pembiayaan ekspor terbesar dari LPEI, yaitu sebesar Rp51.179 miliar atau 68,4% dari total pembiayaan yang disalurkan (Grafik 9). Sebanyak 45,1% dari pembiayaan di Pulau Jawa, atau 30,9% dari total pembiayaan disalurkan ke wilayah DKI Jakarta, yaitu sebesar Rp23.093 miliar.
Based on location of financing distributed in 2015, Jawa Island became the region which got the largest amount of export financing from Indonesia Eximbank, amounted to Rp51,179 billion, or 68.4% from the total financing (Graph 9). A total of 45.1% financing in Jawa Island, or 30.9% As in previous years, in 2015, industrial sector dominated the financing of Indonesia Eximbank, namely Rp36,710 billion, or 49.1% of the total financing disbursed (Graph 8). It followed by mining, agriculture, hunting, and agricultural inputs, and services business with each sector financing amounted to Rp9,369 billion, Rp8,473 billion and Rp6,182 billion. Meanwhile, the fishery sector which received financing from Indonesia Eximbank since 2015 stood at the lowest rank by 0.1% from the total financing.
Grafik 8 Komposisi Pembiayaan LPEI berdasarkan Sektor Ekonomi Tahun 2015
Graph 8 Composition of Indonesia Eximbank Financing Activities based on Economic Sector in 2015
49,06% 12,52% 11,32% 8,26% 6,02% 3,71% 2,32% 0,15% 3,52% 3,11% Perindustrian Industry Pertambangan Mining
Pertanian, perburuan dan sarana pertanian
Agriculture, hunting and agricultural
Jasa - jasa dunia usaha
The services of the business world
Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi
Transportation, warehousing and communications
Konstruksi
Construction
Listrik, Gas dan Air
Electricity, Gas and Water
Perdagangan, Restoran dan Hotel
Trade, Restaurants and Hotels
Perikanan
Fishery
Lain-lain
Pada tahun 2015, porsi penyaluran pembiayaan terbesar kedua adalah Pulau Kalimantan dengan pembiayaan sebesar Rp11.205 miliar atau 15,0% dari total pembiayaan. Sementara penyaluran pembiayaan ke wilayah Sumatera berada di posisi ketiga dengan total pembiayaan sebesar Rp9.911 miliar. Kemudian disusul oleh wilayah timur Indonesia, yaitu Sulawesi, Maluku, dan Papua dengan nilai pembiayaan sebesar Rp1.492 miliar serta Bali dan Nusa Tenggara sebesar Rp74 miliar.
Sementara itu, pembiayaan yang LPEI salurkan ke wilayah di luar Indonesia mencapai nilai Rp970 miliar. Nilai ini mengalami kenaikan 27,2% dari tahun sebelumnya.
By 2015, the second largest portion of the financing distribution was Kalimantan Island with financing amounted to Rp11,205 billion, or 15.0% of the total financing. Sumatera Island was the third position with total financing amounted to Rp9,911 billion. The eastern Indonesian region, Sulawesi, Maluku, and Papua had a total financing amounted to Rp1,492 billion and then Bali and Nusa Tenggara amounted to Rp74 billion.
Meanwhile, Indonesia Eximbank financing channeled to oversea areas reached to Rp970 billion. This value increased 27.2% from the previous year.
68,39%
Jawa
13,24%
Sumatera0,10%
Bali danNusa Tenggara
14,97%
Kalimantan Sulawesi, Maluku
1,99%
dan Papua1,99%
Luar Negeri
Overseas Grafik 9 Komposisi Pembiayaan LPEI Berdasarkan Lokasi Penyaluran Pembiayaan Tahun 2015
Berdasarkan tujuan penggunaannya, dana pembiayaan yang disalurkan oleh LPEI digolongkan menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu sebagai modal kerja, investasi, dan tujuan lainnya. Sebesar 52,5% dana pembiayaan yang disalurkan LPEI,
yaitu sebesar Rp39.294 miliar, digunakan sebagai modal kerja (Grafik 10). Sedangkan penggunaan dana untuk investasi mencapai angka Rp35.470 miliar atau 47,4% dari total pembiayaan yang disalurkan. Adapun untuk tujuan lainnya hanya sebesar Rp65 miliar atau 0,1% dari total pembiayaan.
Based on the intended use, the financing provided by Indonesia Eximbank classified into 3 (three) types, namely as working capital, investment, and other purposes. The financing used as working capital was 52.5% or amounted to Rp39,294 billion (Graph 10). The financing for investment reached to Rp35,470 billion, or 47.4% of the total financing disbursed and Rp65 billion for other purposes or 0.1% from total financing.
Grafik 10 Komposisi Pembiayaan LPEI Berdasarkan Penggunaan Dana Tahun 2015
Graph 10 Composition of Indonesia Eximbank Financing Activities based on Utilization of Funds in 2015
52,51%
47,40%
0,09%
Modal Kerja
Working Capital InvestasiInvestment LainnyaOthers
Pembiayaan LPEI disalurkan dalam mata uang rupiah, dolar Amerika, dolar Singapura, dan Yen. Pada tahun 2015, pembiayaan dalam mata uang dolar Amerika mendominasi pembiayaan yang disalurkan LPEI, yaitu sebesar Rp38.732 miliar (setelah dikonversi ke dalam rupiah) atau 47,6% dari total pembiayaan (Grafik 11). Sedangkan pembiayaan dalam mata uang rupiah disalurkan LPEI sebesar Rp35.625 miliar. Sementara itu, pembiayaan dalam mata uang dolar Singapura dan yen Jepang masing-masing sebesar Rp471 miliar dan Rp1 miliar (setelah dikonversi ke dalam rupiah).
Indonesia Eximbank channeled the financing in rupiah currency (IDR), American dollar (USD), Singapore dollar (SGD), and the Yen (JPY). In 2015, financing denominated in USD amounted to Rp38,732 billion (after being converted into rupiah) or 47.6% from total financing (Graph 11). Financing denominated in rupiah reached to Rp35,625 billion. Meanwhile, financing denominated in Singapore dollars and Japanese yen respectively amounted to Rp471 billion and Rp1 billion (after being converted into rupiah).
Grafik 11 Komposisi Pembiayaan LPEI
Berdasarkan Jenis Mata Uang Tahun 2015
Graph 11 Composition of Indonesia Eximbank Financing Activities based on Currency in 2015
47,608%
Rupiah (IDR)51,760%
Dollar AS (USD)*0,630%
Singapore Dollar*0,002%
Yen*Rasio Non Performing Loan (NPL) LPEI pada tahun 2015 tercatat sebesar 2,2%. Persentase tersebut mengalami penurunan 0,1% dari tahun sebelumnya.
Pembiayaan LPEI terdiri dari Rp63.583 miliar pembiayaan konvensional dan Rp11.246 miliar pembiayaan syariah (Grafik 12). Pembiayaan konvensional maupun pembiayaan syariah mengalami kenaikan pada tahun 2015. Kenaikan pembiayaan konvensional sebesar 35,4% sedangkan pembiayaan syariah naik 36,6% dibandingkan dengan tahun 2014.
Non Performing Loan (NPL) ratio of Indonesia Eximbank in 2015 was recorded at 2.2%. The percentage experienced a decline 0.1% from the previous year.
The financing of Indonesia Eximbank consist of Rp63,583 billion based on conventional principles while Rp11,246 billion based on sharia principles (Graph 12). Conventional and sharia financing of Indonesia Eximbank grew up in 2015. Conventional financing rose 35.4% while sharia financing rose 36.6% from 2014.
Grafik 12 Pembiayaan LPEI Konvensional dan Syariah Tahun 2011-2015
Graph 12 Indonesia Eximbank Financing Activities based on Conventional and Sharia Principles Years 2011- 2015
2011 2012 2013 2014 2015
(miliar Rupiah/billion Rupiah)
18.778 1.763 24.429 2.625 35.795 4.697 46.970 8.233 63.583 11.246
Pembiayaan Konvensional Conventional Financing Pembiayaan Syariah Sharia Financing
Kegiatan pembiayaan syariah yang disalurkan LPEI terdiri dari Piutang Murabahah dan Pembiayaan Musyarakah. Pada tahun 2015, Pembiayaan Musyarakah mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 342,5% menjadi Rp4.155 miliar (Grafik 13). Sementara itu, Piutang Murabahah menurun 2,8% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp7.091 miliar.
Sharia financing activities are channeled by Indonesia Eximbank consist of Murabaha Receivables and Musharaka Financing. In 2015, Musharaka financing increased significantly compared with
Grafik 13 Pertumbuhan Piutang Murabahah & Pembiayaan Musyarakah LPEI Tahun 2011-2015
Graph 13 Growth of Murabahah Receivables & Musyarakah Financing of Indonesia Eximbank Years 2011-2015
2011 2012 2013 2014 2015
(miliar Rupiah/billion Rupiah)
Piutang Murabahah Murabahah Receivables Pembiayaan Musyarakah Musyarakah Financing 1.337 426 2.349 277 4.244 453 7.294 939 7.091 4.155
Kegiatan penjaminan yang dijalankan LPEI terdiri dari penjaminan proyek, penjaminan kredit bank, dan penjaminan kepabeanan. Pada tahun 2015, Rp5.761 miliar atau 92,22% dari total nilai yang dijaminkan disalurkan dalam bentuk penjaminan proyek. Sedangkan penjaminan kredit bank, dan penjaminan kepabeanan masing-masing sebesar Rp317 miliar dan Rp169 miliar (Grafik 14).
Guarantee activities of Indonesia Eximbank consists of project guarantee, bank’s loan guarantees, and customs guarantees. In 2015, Rp5,761 billion, or 92.22% of the total guaranteed value distributed in project guarantee. While bank’s loan guarantees and customs guarantees amounted to Rp317 billion, and Rp169 billion (Graph 14).
92,22%
2,71%
5,07%
Penjaminan ProyekProject Guarantee
Penjaminan Kredit Bank
Bank’s Loan Guarantee
Penjaminan Kepabeanan
Customs Guarantee
Grafik 14 Komposisi Penjaminan LPEI Berdasarkan Kegiatan yang Dijaminkan Tahun 2015
LPEI memberikan pelayanan asuransi ekspor dalam bentuk asuransi gagal bayar dan asuransi gagal ekspor. Nilai pertanggungan dari kegiatan asuransi asuransi gagal ekspor di tahun 2015 sebesar Rp722 miliar atau 59,8% dari total nilai pertanggungan. Dan sebesar Rp485 miliar merupakan nilai pertanggungan terhadap risiko gagal bayar (Grafik 15).
Indonesia Eximbank provides insurance services for export in the form of export performance risk insurance and non-payment risk insurance in 2015 was Rp722 billion, or 59.8% from total insured amount. And amounted to Rp485 billion was the non-payment risk insurance (Graph 15).
Grafik 15 Komposisi Asuransi LPEI berdasarkan Risiko yang Ditanggung Tahun 2015
Graph 15 Composition of Indonesia Eximbank Insurance Activities Based on Risk Covered in 2015
59,81% 40,19%
Asuransi Gagal Bayar
Non-payment Risk Insurance Asuransi Gagal EksporExport Performance Risk Insurance
2) PT Pegadaian (Persero) /PT Pegadaian (Persero)
Aset PT Pegadaian (Persero) pada tahun 2015 naik sebesar 10,5% dari tahun 2014 menjadi Rp39.158 miliar (Grafik 16). Liabilitas dan ekuitas juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 8,1% dan 15,9%.
Assets of PT Pegadaian (Persero) in 2015 rose by 10.5% from 2014 to Rp39,158 billion (Graph 16). Liabilities and equities also increased by 8.1% and 15.9% respectively.
(miliar Rupiah/billion Rupiah)
26.219 22.143 4.076 29.312 23.940 5.372 33.588 23.701 9.887 35.443 24.634 10.809 39.158 26.625 12.533 Grafik 16 Posisi Keuangan PT Pegadaian (Persero) Tahun 2011-2015
Pendapatan dan beban operasional PT Pegadaian (Persero) mengalami kenaikan sebesar 14,1% dan 15,3% menjadi Rp8.897 miliar dan Rp6.324 miliar pada tahun 2015 (Grafik 17). Kenaikan pendapatan dan beban tersebut menyebabkan laba bersih yang diperoleh juga mengalami kenaikan sebesar 10,0% menjadi Rp1.938 miliar. Sedangkan rasio BOPO pada tahun 2015 mengalami kenaikan sebesar 1,1% dari tahun sebelumnya menjadi 71,1%.
Operating income and operating expenses of PT Pegadaian (Persero) increased by 14.1% and 15.3% to Rp8,897 billion and Rp6,324 billion in 2015 (Graph 17). The increasing of operating income and operating expenses cause net income also increased by 10.0% to Rp1,938 billion. While the ratio of OEOI in 2015 increased by 1.1% from the previous year to 71.1%.
Grafik 17 Pendapatan Operasional,
Beban Operasional dan Laba Bersih PT Pegadaian (Persero) Tahun 2011-2015
Graph 17 Operating Income, Operating Expenses, and Net Income of PT Pegadaian (Persero) Years 2011-2015 2011 2012 2013 2014 2015 6.601 4.674 1.476 5.833 5.267 1.445 7.865 5.328 1.907 7.801 5.486 1.762 8.897 6.324 1.928
(miliar Rupiah/billion Rupiah)
Pendapatan Operasional Operating Income Beban Operasional Operating Expenses Laba Bersih Net Income
Gadai Konvensional Conventional Pawn Gadai Syariah Sharia Pawn Lainnya Others
(miliar Rupiah/billion Rupiah)
19.866 2.1581.553 22.981 2.569 837 22.857 2.735 762 23.483 3.045 1.252 25.541 3.470 1.975 2011 2012 2013 2014 2015
Grafik 18 Komposisi Pembiayaan PT Pegadaian (Persero) Tahun 2011-2015
Graph 18 Financing Composition of PT Pegadaian (Persero) Years 2011-2015
Pembiayaan yang disalurkan PT Pegadaian (Persero) selama tahun 2015 naik 11,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi Rp30.985 miliar (Grafik 18). Nilai pembiayaan yang disalurkan melalui gadai konvensional naik sebesar 8,8%, gadai syariah naik 14,0%, dan melalui kegiatan lainnya sebesar 57,7% dibanding dengan tahun sebelumnya.
Financing channeled by PT Pegadaian (Persero) for 2015, increased by 11.5% compared with previous year to Rp30,985 billion (Graph 18). Financing through conventional pawn rose by 8.8%, syariah pawn rose by 14.0%, and through other activities also rose by 57.7% compared with the previous year.
Jumlah kontrak PT Pegadaian (Persero) dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Tercatat dalam laporan tahunan PT Pegadaian (Persero), pada tahun 2015, jumlah kontrak PT Pegadaian (Persero) sebanyak 35.653.477 kontrak atau mengalami kenaikan sebesar 19,4% dari tahun sebelumnya (Grafik 19). Sedangkan untuk jumlah nasabah aktif per 31 Desember 2015 mencapai 7.592.242 nasabah atau naik 23,3% dibandingkan periode sebelumnya.
The number of contracts of PT Pegadaian (Persero) from year to year continues to increase. Recorded in the annual report of PT Pegadaian (Persero), in 2015, the number of contracts PT Pegadaian (Persero) as much as 35,653,477 contracts, increased by 19.4% from the previous year (Graph 19). As for the number of active clients per December 31, 2015 reached 7,592,242 customers, up 23.3% compared to the previous period.
Grafik 19 Jumlah Kontrak dan Nasabah Aktif PT Pegadaian (Persero) Tahun 2011-2015
Graph 19 Number of Contract and Active Customers of PT Pegadaian (Persero) Years 2011-2015 2011 2012 2013 2014 2015 25.425.800 5.376.090 27.492.700 5.885.450 28.389.000 6.077.340 29.865.300 6.157.640 35.653.500 7.592.240
Jumlah Nasabah (orang)
Total Customers (people)
Nasabah Aktif (orang)
Active Customers (people)
23,30%
Nasabah Aktif 2015 meningkat
Active Customers 2015 increase
dibandingkan priode sebelumnya
compared to the previous period
Jumlah Nasabah 2015 meningkat Total Customers 2015 increase
19,38%
3) Lembaga Penjamin /Guarantee Institutions
Aset Lembaga Penjamin per 31 Desember 2015, sebesar Rp13.642 miliar. Aset tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 21,5% dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2014 (Grafik 20). Kenaikan aset ini didorong oleh naiknya investasi sebesar Rp1.124 miliar atau 12,6% dari tahun sebelumnya.
Liabilitas dan ekuitas juga mengalami peningkatan sebesar 42,8% dan 17,8% dari tahun sebelumnya, menjadi Rp2.390 miliar dan Rp11.252 miliar.
Total assets of Guarantee Institutions as of December 31, 2015, amounted to Rp13,642 billion, or grew by 21.5% from 2014 (Graph 20). The increase was driven by increased investment of Rp1,124 billion or 12.6% from previous year.
Grafik 20 Posisi Keuangan Lembaga Penjamin Tahun 2011-2015
Graph 20 Financial Possition of Guarantee Institutions Years 2011-2015 2011 2012 2013 2014 5.094 3.035 1.445 3.649 6.966 5.520 1.639 5.327 8.828 6.485 1.777 7.051 11.227 8.914 1.673 Aset/Assets Investasi/Investment Liabilitas/Liabilities Ekuitas/Equities
Investasi pada tahun 2015 mencapai nilai Rp10.038 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 12,6% dari tahun sebelumnya (Grafik 21). Jenis investasi lembaga penjamin didominasi oleh deposito, yaitu 73,0% dari total investasi
In 2015, investments reached Rp10,038 billion, increased by 12.6% from previous year (Graph 21). Deposits dominated guarantee investments by 73.0% from total investments.
(miliar Rupiah/billion Rupiah)
2011 2012 2013 2014 2015 3.035 5.520 6.485 8.914 10.038 Inv es tasi/ In vestmen t JENIS INVESTASI INVESTMENT TYPE
2015
72,97% 7.323 Deposito Deposits miliar Rupiah billion Rupiah 11,80% 1.184 Reksadana Mutual funds miliar Rupiah billion Rupiah 11,68% 1.172 Obligasi Bonds miliar Rupiah billion Rupiah 3,32% 333 Saham Shares miliar Rupiah billion Rupiah 0,23% 23 EBA miliar Rupiah billion Rupiah 0,01% 1 miliar Rupiah billion Rupiah Penyertaan langsung Direct Investment Gr afik 21 Inv es tasi Lembaga P enjamin Tahun 2011-2015 Gr aph 21 In vestmen t o f Guar an tee Institutions Y ears 2011-2015Pada tahun 2015, pendapatan operasional, beban operasional, dan laba bersih lembaga penjamin mengalami kenaikan sebesar 3,1%, 11,6% dan 20,7% masing-masing menjadi Rp2.163 miliar, Rp1.619 miliar, dan Rp894 miliar. Rasio BOPO pada tahun 2015 sebesar 74,8% atau naik 5,7% dari tahun sebelumnya.
In 2015, operating income, operating expenses, and net income of guarantee institutions increased by 3.1%, 11.6% and 20.7% respectively to Rp2,163 billion, Rp1,619 billion, and Rp894 billion. The ratio of OEOI in 2015 amounted to 74.8%, up 5.7% from the previous year.
Grafik 22 Pendapatan Operasional, Beban Operasional, dan Laba Bersih Lembaga Penjamin Tahun 2011-2015
Graph 22 Operating Income, Operating Expenses, and Net Profit of Guarantee Institutions Years 2011-2015
(miliar Rupiah/billion Rupiah)
2011 2012 2013 2014 2015 929 569 376 1.512 945 520 1.920 1.489 514 2.098 1.450 741 2.163 1.619 894 Pendapatan Operasional
Nilai outstanding penjaminan per 31 Desember 2015 tercatat sebesar Rp101.711 miliar (Grafik 23). Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 6,1% dari tahun 2014. Hal ini didorong oleh naiknya nilai outstanding penjaminan usaha produktif dan non produktif, yaitu sebesar 14,9% dan 0,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
The value of outstanding guarantee as of December 31, 2015 amounted to Rp101,710 billion (Graph 23). It rose by 6.1% from 2014. It was driven by the increase of outstanding guarantee value both productive and non-productive program which increased 14.9% and 0.5% from previous year.
Grafik 23 Outstanding Penjaminan Usaha Sektor Produktif & Non Produktif Lembaga Penjamin Tahun 2011-2015
Graph 23 Outstanding Guarantee by Productive and Non-Productive Sector of Guarantee Institutions Years 2011-2015
(miliar Rupiah/billion Rupiah)
2011 2012 2013 2014 2015 23.410 49.570 35.540 56.610 40.440 57.980 37.673 58.147 43.275 58.436
Outstanding Penjaminan Usaha Produktif Outstanding Guarantee on Productive Sector Outstanding Penjaminan Usaha Non-Produktif Outstanding Guarantee on Non-productive Sector
4) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)/PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Aset PT SMF (Persero) per 31 Desember 2015 tercatat mencapai nilai Rp10.061 miliar, atau mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 5,5% (Grafik 24). Nilai liabilitas mengalami penurunan sebesar 12,9% menjadi Rp4.849 miliar. Nilai ekuitas mengalami kenaikan yang cukup besar di tahun 2015 menjadi Rp5.212 miliar atau naik sebesar 31,5%.
As of December 31, 2015, assets of PT SMF (Persero) reached Rp10,061 billion, or increased by 5.5% from previous year (Graph 24). The value of liabilities decreased by 12.9% to Rp4,849 billion. The equity value was experiencing a considerable rise in 2015 to Rp5,212 billion or increased by 31.5%.
Grafik 24 Posisi Keuangan PT SMF (Persero) Tahun 2011-2015
Graph 24 Financial Position of PT SMF (Persero) Years 2011-2015
(miliar Rupiah/billion Rupiah)
4.817 2.309 2.508 6.179 3.531 2.648 7.478 4.687 2.791 9.534 5.570 3.964 10.061 4.849 5.212 5,53% 31,48% Posisi 2015/Position 2015
Laporan keuangan PT SMF (Persero) tahun 2015 mencatat pendapatan meningkat sekitar 22,3% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp826 miliar (Grafik 25). Beban juga mengalami kenaikan sebesar 21,7% dari tahun sebelumnya mencapai angka Rp552 miliar. Laba bersih pun ikut meningkat sebesar 43,2% menjadi Rp248 miliar. Sementara itu, rasio BOPO menurun 0,5% dari tahun 2014 menjadi sebesar 66,8%.
Financial statements of PT SMF (Persero) in 2015 recorded income increased by approximately 22.3% over the previous year to Rp826 billion (Graph 25). The expenses also increased by 21.7% from the previous year reached Rp552 billion. Net income increased by 43.2% to Rp248 billion. Meanwhile, the ratio of OEOI decreased 0.5% from the year 2014 to 66.8%.
Pada tahun 2015, PT SMF (Persero) memfasilitasi transaksi sekuritisasi sebesar Rp200 miliar, mengalami penurunan sebesar 86,7% dari tahun sebelumnya (Grafik 26). Sementara itu, pendapatan sekuritisasi mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 41,2% menjadi Rp3 miliar.
In 2015, PT SMF (Persero) facilitated securitization transaction amounted to Rp200 billion, decreased by 86.7% from previous year (Graph 26). However, securitization income increased from the previous year by 41.2% to Rp3 billion.
Grafik 25 Pendapatan Operasional, Beban Operasional dan Laba Bersih PT SMF (Persero) Tahun 2011-2015
Graph 25 Operating Income, Operating Expenses, and Net Income of PT SMF (Persero) Years 2011-2015
Grafik 26 Nilai Transaksi dan Pendapatan Program Sekuritisasi PT SMF (Persero) Tahun 2011-2015
Graph 26 Transaction Value and Incomes of Securitization Program of PT SMF (Persero) Years 2011-2015
(miliar Rupiah/billion Rupiah)
2011 2012 2013 2014 2015 258 156 80 436 256 140 538 348 145 675 453 173 826 552 248 Pendapatan Operasional
Operating Income Beban OperasionalOperating Expenses Laba BersihNet Income
(miliar Rupiah/billion Rupiah)
2011 2012 2013 2014 2015 703 3 3 3 2 3 1.000 1.000 1.500 200