LAPORAN
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU IBU PKK KELURAHAN
KAMPUNG BUGIS KECAMATAN BULELENG TERHADAP
MASALAH GIZI DAN KESEHATAN LANSIA
SEBAGAI UPAYA HIDUP SEHAT
Dr. SITI MARYAM, M.Kes
NI MADE WIRATINI S.Pd., M.Sc
Dr. SUHEIMI SYA’BAN, M.Pd
Dibiayai dari Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA)
Universitas Pendidikan Ganesha dengan SPK No 023.04.2.552581/2013 Revisi 2 tanggal 01 Mei 2013
JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNDIKSHA
2013
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
a. Judul Penerapan Ipteks Peningkatan Pengetahuan Ibu-Ibu PKK Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Buleleng Terhadap Masalah Gizi dan Kesehatan Lansia Sebagai Upaya Hidup Sehat
b. Jenis Program Kesehatan
c. Bidang Kegiatan Penyuluhan tentang Gizi dan Kesehatan Lansia d Identitas Pelaksana
1. Ketua Pelaksana
a. Nama lengkap dan Gelar b. NIP /NIPN
c. Pangkat/Golongan d. Alamat Kantor e. Alamat Rumah
Dr. Siti Maryam, M.Kes 196202211986012001 Pembina Tk I / IVb
Jln Udayana Singaraja Bali Telp (0362) 25072 Jln Perkutut 3 Singaraja Bali / Telp (0362) 21167 Anggota 1 a.Nama b.NIP / NIDN c.Pangkat/Gol d. d.Alamat Kantor e. e. Alamat Rumah Anggota II a. Nama b. NIP / c. Pangkat / Gol d. Alamat Kantor e. Alamat Rumah Ni Made Wiratini, S.Pd., M.Sc 198306272006042002
Penata Muda Tk I / IIIb
Jln Udayana Singaraja Bali Telp (0362) 25072 Jln Srikandi gang mawar II
Dr. Suheimi Sya’ban, M.Pd 195003091980032001 Lektor Kepala / IVa
Jln Udayana Singaraja Bali Telp (0362) 25072 Jln Bisma Gang Mutiara VI
e Biaya yang diperlukan Rp 7.500.000 ( tujuh juta lima ratus ribu rupiah ) f Lama Kegiatan 8 (delapan) bulan
Singaraja, 4 Nopember 2013
Mengetahui Ketua Pelaksana
Dekan Fakultas MIPA
Universitas Pendidikan Ganesha
(Prof.Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si) (Dr. Siti Maryam, M.Kes.) NIP.195812311986011005 NIP. 196202211986012001
Mengetahui Ketua LPM Undiksha
( Prof.Dr.Ketut Suma, MS) NIP. 195901011984031003
PRAKATA
Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat serta karuniaNya penulis dapat menyelesaikan laporan kegiatan P2M ini yang berjudul : Peningkatan Pengetahuan Ibu-Ibu PKK Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Buleleng Terhadap Masalah Gizi dan Kesehatan Lansia Sebagai Upaya Hidup Sehat tepat pada waktunya.
Dalam perencanaan, pelaksanaan P2M, hingga penulisan laporan ini, penulis banyak menerima bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu ijinkan kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah mendanai dan memfasilitasi kegiatan ini.
2. Teman teman dosen di Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Undiksha yang telah banyak membantu kegiatan ini.
3. Lurah Kampung Bugis yang telah memberikan ijin Pengabdian Kepada Masyarakat
4. Ibu ibu PKK Kelurahan Kampung Bugis yang telah bersedia sebagai peserta dalam kegiatan ini.
5. Semua pihak yang telah membantu dalam kegiatan ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulis meyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu kritik dan saran yang bersifat positif dan membangun dari pembaca sangat penulis harapkan demi kesempurnaan laporan ini. Akhirnya kami berharap semoga laporan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan informasi oleh semua pihak.
Singaraja, Nopember 2013
DAFTAR ISI JUDUL ……… i HALAMAN PENGESAHAN……… ii PRAKATA……….. iii DAFTAR ISI ……….. iv DAFTAR TABEL ……….. v DAFTAR GAMBAR ………. vi BAB I PENDAHUKUAN 1.1 Analisis Situasi ………. 1
1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah ……… 3
1.3 Tujuan Kegiatan ……… 4
1.4 Manfaat P2M ……… 4
BAB II Metoda Pelaksanaan Kegiatan ……….. 5
2.1 Kerangka Pemecahan Masalah ………. 5
2.2 Realisasi Pemecahan Masalah ……….. 6
2.3 Keterkaitan ……… 6
2.4 Khalayak Sasaran ……….. 7
2.5 Rancangan Evaluasi ……….. 7
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Hasil Pelaksanaan Kegiatan ………. 9
3.2 Pembahasan ………. 11
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN 4.1 SIMPULAN ……… 15
4.2 SARAN ……… 15
DAFTAR PUSTAKA ………. 16
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 : Keterlibatan Khalayak Sasaran ... 7 Tabel 3.1 : Rincian Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat……… 9 Tabel 3.2 : Hasil Pre test dan Post tes Peningkatan Pengetahuan Gizi dan
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Analisis Situasi
Keberhasilan sumber daya manusia dalam bidang kesehatan akan berdampak pada menurunnya tingkat kematian bayi, menunnya fertilitas serta meningkatnya usia harapan hidup. Peningkatan usia harapan hidup akan mengakibatkan bertambahnya keberadaan lansia. Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (2010) melaporkan bahwa Indonesia memasuki era penduduk berstruktur lanjut usia (aging structured population) karena pada tahun 2000 jumlah penduduk yang berusia diatas 60 tahun sebesar 7,18 persen. Pada tahun 2010 diperkirakan usia harapan hidup penduduk Indonesia adalah 67,4 tahun dengan jumlah lansia mencapai 23,9 juta jiwa (9,77%) dan diperkirakan akan menjadi 28 juta lebih pada tahun 2020.
Lanjut usia (lansia) merupakan proses alami yang terjadi pada semua manusia, baik laki maupun perempuan. Banyak orang yang menikmati masa tua dengan bahagia, tetapi tidak sedikit orang orang mengalami sakit dan meninggal dengan tanpa menikmati masa tua yang bahagia. Setiap orang pasti ingin menikmati masa tua dengan bahagia, namun keinginan ini tidak dapat semuanya menjadi kenyataan. Saat ini banyak kaum lansia yang mengalami depresi , stress dan berpenyakitan dan juga banyak lansia yang dibawa ke panti jompo dan tidak terurus oleh keluarganya. Disamping itu ada juga lansia yang harus bekerja keras untuk memenuhi kehidupannya.
Proses menua hanya dapat diperlambat dengan jalan mengetahui dasar dasar menua dari segi biologis, oleh sebab itu sangatlah tepat jika kita harus menyiapkan diri masing masing agar pada usia tua tetap segar, sehat dan luwes dalam penampilan. Proses penuaan dapat diakibatkan oleh 65 % oleh faktor genetik dan 35 % lainnya disebabkan oleh faktor malnutrisi, radiasi dan faktor lainnya dan proses ini pasti akan terjadi di setiap manusia.
Masalah gizi pada lansia dapat disebabkan oleh perubahan lingkungan dan status kesehatan lansia itu sendiri. Secara alamiah, lansia akan mengalami suatu fase kemunduran (degenerasi) dari fungsi organ-organ tubuh. Sari (2006) menambahkan dengan semakin bertambahnya usia maka kemampuan indera penciuman dan
pengecapan mulai menurun seiring dengan waktu. Selain itu, hilangnya sebagian geligi sering menimbulkan lansia tidak nafsu makan dan menyebabkan berkurangnya asupan makanan pada lansia. Faktor kesehatan yang berperan dalam masalah gizi adalah naiknya insidensi penyakit degeneratif dan nondegeneratif yang berakibat pada perubahan asupan makanan, perubahan absoprsi dan utilisasi zat-zat gizi pada tingkat jaringan serta penggunaan obat-obat tertentu yang harus diminum lansia karena penyakit yang sedang diderita (Muis 2006).
Gizi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat kesehatan dan kesejahteraan manusia. Keadaan gizi seseorang dikatakan baik, apabila terdapat keseimbangan dan keserasian antara perkembangan fisik dan mental orang tersebut. Terdapat kaitan yang sangat erat antara tingkat keadaan gizi dengan konsumsi makanan ( Winarno, 2000 ).
Makanan bergizi ditentukan oleh komponen gizi yang ada dalam makanan, diantaranya karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral, kesemuanya ini sangat diperlukan oleh tubuh dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup suatu organisme dan juga proses pengolahan yang dilakukan. Makanan ada kalanya dapat bertahan lama dan ada pula yang bertahan dalam waktu yang relatif pendek. Ini ditentukan oleh kandungan air yang ada dalam makanan tersebut ( Winarno, 2000).
Guharjo, dkk (1989) menyatakan bahwa keluarga bertanggung jawab dalam memelihara anggota-anggotanya agar tumbuh dan berkembang secara fisik, mental, intelektual dan sosial. Hubungan antara makanan dan kesehatan telah diketahui sejak berabad-abad yang lampau. Mutu makanan yang kurang baik dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tubuh dan daya tahan tubuh terhadap penyakit semakin melemah dan pada akhirnya akan terjadi kecendrungan menjadi sakit.
Sakit atau terjangkitnya suatu penyakit, merupakan keadaan yang tidak pernah diharapkan oleh manusia termasuk lansia yang merupakan bagian terkecil dalam komunitas masyarakat. Oleh sebab itu sangat tepatlah jika pengetahuan akan kesehatan lansia diberikan sebabagai bekal pengetahuan yang harus dimiliki disamping kebutuhan akan suplemen gizi makanan terpenuhi.
Kelurahan kampung bugis merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Buleleng. Kelurahan ini terdiri dari 10 RT dengan jumlah penduduk 2.287 orang atau 901 KK (Peta wilayah Kampung Bugis, 2012). Dari jumlah ini sebagian
besar para ibu rumah tangga yang ada di Kampung Bugis berada pada usia 45 tahun ke atas malah ada yang berumur 73 tahun. Usia ini merupakan usia awal lansia atau pralansia sehingga sangat tepat untuk diberikan pengetahuan lansia. Rata rata memiliki tingkat pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) dan malah ada hanya beberapa tahun di sekolah dasar, sehingga pengetahuan mereka tentang masalah gizi lansia dan kesehatan lansia relatif rendah. Keadaan ini diperparah lagi karena di kampung Bugis hingga saat ini belum memiliki Posyandu Lansia. Padahal keberadaan Posyandu Lansia, sangat diperlukan di tengah tengah warga yang penduduknya memiliki lansia. Mata pencaharian ibu – ibu yang ada pada Kampung Bugis ini adalah berwira swasta dengan jalan menjual panganan matang seperti kue, lauk pauk. Minimnya pengetahuan tentang gizi makanan akan berdampak pada mutu dari makanan yang dikonsumsi sehari hari. Masalah asupan gizi makanan secara umum akan mempengaruhi ketahanan tubuh dan juga secara simultan akan berpengaruh pada kesehatan lansia secara keseluruhan. Kesehatan lansia merupakan faktor utama yang mempengaruhi kehidupan secara nyaman dari lansia itu sendiri.
1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah
Berdasarkan analisis situasi di atas, para ibu rumah tangga di Kelurahan Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Buleleng kurang memahami makna dari makanan yang dikonsumsi dan juga tentang masalah kesehatan lansia yang sebenarnya dapat dijaga dan dipertahankan , dimana kesemuanya ini akan sangat dipengaruhi oleh asupan makanan se hari hari . Sejalan dengan itu, permasalahan mitra adalah.
a). Para ibu PKK di Kelurahan Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Buleleng kurang memahami makna gizi lansia
b). Para ibu PKK di Kelurahan Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Buleleng kurang memahami kesehatan lansia
c). Para ibu PKK di Kelurahan Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Buleleng kurang mengetahui dampak gizi makanan dan kesehatan lansia
1.3 Tujuan Kegiatan
Secara umum kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu ibu PKK Kelurahan Kampung Bugis melalui pelatihan
pengetahuan tentang gizi dan kesehatan lansia. Sedangkan secara spesifik tujuannya adalah sebagai berikut.
1. Memberikan pengetahuan pada para ibu PKK di Kelurahan kampung Bugis Kecamatan Buleleng tentang makna gizi lansia
2. Memberikan pelatihan pada para ibu PKK di Kelurahan Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Buleleng tentang kesehatan lansia
3. Memberikan pengetahuan pada para ibu PKK di Kelurahan Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Buleleng tentang dampak gizi makanan dan kesehatan lansia
1.4 Manfaat P2M
Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ini memberikan kontribusi positif dalam peningkatan pengetahuan ibu ibu PKK Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Buleleng. Secara eksplisit mamfaat kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1) Ibu ibu PKK yang terlibat dalam kegiatan ini memperoleh tambahan wawasan tentang gizi lansia dan kesehatan lansia.
2) Kelurahan Kampung Bugis memperoleh peluang untuk memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.
3) Staf dosen Universitas Pendidikan Ganesha dapat melaksanakan salah satu dharma dari tri dharma perguruan tinggi , yaitu Pengabdian Pada Masyarakat.
BAB II
METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
2.1 Kerangka Pemecahan Masalah
Kerangka berpikir untuk memecahkan masalah kegiatan ini digambarkan seperti pada Gambar 1. Dari permasalahan yang muncul disusun berbagai alternatif untuk memecahkan masalah. Selanjutnya dari berbagai alternatif, dipilih alternatif yang paling mungkin dilaksanakan. Berdasarkan kerangka berpikir tersebut, maka metode dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut
Gambar 2.1. Bagan Skematis Metode Pemecahan Masalah Permasalahan
Para ibu PKK (pralansia dan lansia) kurang memahami makna gizi lansia
Para ibu PKK (pralansia dan lansia) kurang memahami akan kesehatan lansia
Para ibu PKK kurang memahami keterkaitan antara gizi lansia dan kesehatan lansia
Pemecahan Masalah Meningkatkan pengetahuan
tentang gizi lansia
Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan lansia
Mengajak para ibu rumah tangga (pralasia dan lansia) selalu menjaga gizi kesehatan lansia
Menigkatkan kualitas pendidi kan para ibu PKK tentang gizi dan kesehatan lansia
Metode Kegiatan
Ceramah dan diskusi tentang gizi lansia
Ceramah dan diskusi tentang kesehatan lansia
Tanya jawab hubungan antara gizi dan kesehatan lansia Penyuluhan usaha usaha
mengatasi penyakit pada lansia
Alternatif Pemecahan Masalah Meningkatkan pemahaman ibu
rumah tangga (lansia) tentang gizi dan kesehatan lansia melalui ceramah ,tanya jawab dan diskusi
2.2 Realisasi Pemecahan Masalah 1) Cearamah dan Diskusi
Kegiatan ceramah dan diskusi dilakukan untuk memberikan pemahaman peserta tentang gizi lansia dan kesehan lansia. Materi ini akan diberikan oleh staf dosen Undiksha yang ahli dalam bidang biomedis. Materi yang diberikan memuat berbagai persoalan lansia seperti : Ceramah berupa atau menyangkut materi apa itu gizi, bagaimana gizi lansia, keperluan energi lansia, penyakit penyakit yang sering diderita oleh lansia serta usaha usaha menanggulanginya dan juga hubungan antara lansia dan menupause. Ceramah dan diskusi menyasar pada tujuan kegiatan ini.
2) Praktek
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari ceramah dan diskusi yang secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ibu ibu PKK Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Buleleng dalam pengetahuan tentang lansia yang menyangkut masalah gizi dan kesehatan lansia. Kegiatan ini diisi dengan pelatihan penyusunan menu makanan lansia yang berkualitas. Kegiatan praktek ini dibimbing staf dosen Undiksha yang ahli dalam kesehatan.
2.3 Keterkaitan
Kegiatan P2M ini melibatkan instansi Undiksha dan ibu ibu PKK Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Buleleng. Kedua instansi yang terlibat ini mendapat keunrungan secara bersama sama (mutual benefit).
1) Kelurahan Kampung Bugis sebagai tempat pelaksanaan kegiatan akan menyediakan SDM berupa ibu ibu PKK yang akan dilatih. Dalam hal ini, Kelurahan Kampung Bugis akan memperoleh manfaat dalam hal peningkatan SDM, terutama dalam hal pengetahuan lansia.
2) Universitas Pendidikan Ganesha melalui Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat berperan menyediakan dana, sehingga mendukung pelaksanaan dharma ketiga dari tri Dharma Perguruan Tinggi
2.4 Khalayak Sasaran
Kampung Bugis yang berusia antara 45 tahun s/d 65 tahun. Keterlibatan mereka dalam kegiatan P2M ini dapat dilihat pada Tabel 2.1
Tabel 2.1 Keterlibatan Khalayak Sasaran
Khalayak Kegiatan Sasaran
Para ibu PKK Kelurahan Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Buleleng
Ceramah dan diskusi tentang gizi lansia Ceramah dan tanya
jawab ttg kesehatan lansia
Mengkaitkan antara gizi lansia dan kesehatan lansia
Meningkatkan pemahaman tentang gizi lansia serta kesehatan pada lansia serta penyakit yang sering diderita pada lansia
2.5 Rancangan Evaluasi
2.5.1 Prosedur dan Alat Evaluasi
Untuk mengetahui apakah program yang akan dilaksanakan ini berdampak positif atau sejauh mana program ini terlaksana, sudah barang tentu dibuat suatu evaluasi yang meliput :
1) Dilakukan pre tes mengenai pengetahuan tentang gizi lansia dan juga kesehatan lansia, ini dilakukan sebelum kegiatan dilakukan dan untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan ibu ibu PKK tentang masalah gizi dan kesehatan lansia.
2) Dilakukan pos tes mengenai gizi lansia dan juga kesehatan lansia, materi yang diberikan menyangku apa yang diinformasikan saat ceramah, tanya jawab maupun diskusi
3) Praktek menyusun menu makan sehari hari dan juga kesehatannya
4) Dilakukan survei sebulan setelah dilakukan kegiatan tentang implementasi program yang telah dilakukan.
Selanjutnya dibandingkan antara skor pre tes dan post tes, sehingga akan dapat dilihat keberhasilan program yang dilakukan.
2.5.2 Tehnik Analisis Data dan Kreteria Keberhasilan Program
Data hasil tes baik pre test maupun post tes tentang pemahaman lansia mengenai gizi lansia dan kesehatan lansia dianalisis dengan tehnik analisis deskriptif.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan P2M ini dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan diskusi terprogram dan dilanjutkan dengan praktek penentuan menu makan lansia. Rincian kegiatan dapat diperlihatkan dalam tabel 3.1 di bawah ini.
Tabel 3.1 Rincian Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat
Pertemuan ke Kegiatan
1 Sosialisasi program dan pre test
2 Ceramah dan diskusi tentang lansia : pengertian, proses menua 3 Ceramah dan diskusi : Gizi lansia dan menu lansia
4 Ceramah dan diskusi : Kesehatan lansia 5 Ceramah dan diskusi : Lansia dan menupause 6 Evaluasi
Untuk dapat memahami tentang masalah gizi dan kesehatan lansia, ibu ibu PKK Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Buleleng dalam hal ini bertindak sebagai peserta pengabdian pada masyarakat. Pada kegiatan ini ada tiga orang yang bertugas dalam kegiatan ini yang terdiri dari : Dr Siti Maryam, M.Kes sebagai nara sumber dan Dr Suheimi Sya’ban, M.Pd dan Ni Made Wiratini, S.Pd., M.Sc selalu instruktur atau pembimbing dalam kegiatan diskusi dan juga membuat rancangan menu makanan dengan gizi seimbang pada lansia. Kegiatan ceramah dan diskusi berjalan lancar dengan suasana kondusif, ibu ibu dengan lugasnya berdiskusi sekali kali disertai dengan guyon sehinggga suasana benar benar kondusif. Para seserta yang terdiri dari ibu ibu yang tergolong dalam usia pra lansia dan lansia dengan batasan usia antara 45 hingga 60 tahun. Latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh ibu ibu tersebut adalah bervariasi, ada yang tamat sekolah dasar, tamat sekolah menengah pertama dan juga tamat sekolah menengah ata dan tidak ada yang tamat sarjana. Tetapi dari ketiga tamatan tersebut, yang terbanyak adalah tamatan sekolah menengah pertama.
Hasil pemberian pre test dan dilanjutkan dengan wawancara yang dilakukan terhadap ibu ibu PKK pada awal pelatihan yang dilakukan, secara umum mengindentifikasikan bahwa pengetahuan awal mengenai lansia menyangkut masalah pengertian apa itu lansia, pengertian gizi dan juga masalah kesehatan yang harus diperhatikan dan menjadi bahan kajian pada lansia masih relatif kurang. Ada beberapa orang ibu yang menganggap bahwa lansia adalah suatu penyakit yang terjadi dan bukan suatu keadaan proses penurunan atau degeneratif, sudah barang tentu jawaban yang diberikan oleh peserta pelatihan tersebut adalah kurang tepat. Dimana lansia adalah suatu keadaan atau proses yang pasti akan terjadi pada semua orang dan bukan merupakan suatu penyakit. Keadaan ini tidak dapat dihindari dan hanya dapat dihambat dengan cara memperhatikan pola makan yang pada akhirnya memperhatikan gizi seimbang dan juga pola hidup sehat yang berkualitas. Dari hasil wawancara terungkap pula bahwa ibu ibu PKK pada Kelurahan Kampung Bugis memiliki pengetahuan tentang lansia berkisar pada istilah definisi saja.
Tabel 3.2 Hasil Pre test dan Post tes Peningkatan Pengetahuan Gizi dan Kesehatan Lansia
NO NAMA NILAI NILAI
1 RIYANTI 6 8 2 MINI 6 8 3 YAYUK 5 8 4 YUNI 6 8 5 JUMIYAH 6 8 6 MULYANA 6 8 7 SITIYAH 7 8 8 KARNITI 7 8 9 FITRIYAH 7 9 10 JAINAH 6 8 11 NUR 7 9 12 NURJANAH 7 9 13 WIWIK 8 9 14 YETTY 7 8 15 QOMARIYAH 7 9 16 YUNTAFIAH 7 9 17 SHAFIYAH 8 9 18 GIA 7 9 19 TINA 7 8 20 RESTU HASTUTI 7 9
21 ANA 8 9 22 ETTY ERNANINGSIH 7 9 23 ANIK 7 8 24 FATANAH 1 7 25 MAISARAH 4 7 26 ANISAH 7 9 27 SUMAIYAH 5 8 28 SITI MAISURI 7 8 29 KENIK 4 7 30 MARHAMAH 4 7 31 TITIN 5 9 32 NUR KHOLIFAH 7 9 33 SIN 7 9 34 NUR BAITIAH 7 9 35 INDAH 7 8 36 AISIAH 4 7 37 ELIA SAID 7 9 38 SURYATI 7 8 39 NUR INAYANAH 7 9 40 SATINAH 6 8 41 NINGSIH 7 9 42 HJ JUHANNAH 4 7 43 SUTINAH 7 8 JUMLAH 270 357 RATA RATA 6,3 8,3 3.2 Pembahasan
Lanjut usia adalah manusia yang sudah memasuki usia enam puluh tahun. Pada keadaan ini diikuti dengan proses menua. Proses menua adalah masalah yang akan selalui dihadapi oleh semua manusia. Dalam tubuh terjadi perubahan perubahan struktural yang merupakan proses degeneratif. Seperti sel sel mengecil atau menciut, jumlah sel berkurang dan terjadi perubahan isi atau komposisi sel dan juga terjadi kemunduran fungsi organ tubuh manusia.
Sehat adalah keaadaan seseorang yang sehat pribadi seseorang seutuhnya yang meliputi sehat fisik, sehat mental dan sehat sosial. Ketiga keadan ini tidak dapat dipisahkan denga lain kata terjadi sinergi yang berkaitan antara satu dengan lainnya.
Hasil kegiatan berupa pelatihan tentang pengetahuan gizi dan kesehatan lansia pada ibu ibu PKK Kelurahan Kampung Bugis menunjukkan bahwa pengetahuan peserta dan keterampilannya dalam menyusun menu gizi seimbang mengalami peningkatan
yang cukup signifikan setelah diberikan ceramah oleh narasumber yang mumpuni dalam bidangnya, sehingga pada kegiatan tersebut terjadi diskusi yang yang sangat menarik. Peningkatan pengetahuan tentang masalah gizi dan kesehatan lansia menjadi semakin bertambah atau meningkat setelah diberikan ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi. Sebagai indikator yang digunakan sebagai tolok ukur meningkatnya pengetahuan dan pemahaman ibu ibu PKK Kelurahan Kampung Bugis adalah telah mampu dalam mendeskripsikan apa gizi lansia, masalah masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan juga dapat membuat menu yang seimbang yang dapat dijadikan acuan dalam menyusun menu sehari hari yang sudah barang tentu cocok untuk kaum lansia. Dalam hal ini para lansia dalam mengkonsumsi makanan sehari hari adalah kaya akan serat, dimana serat sangat diperlukan dalam metabolisme tubuh. Komponen makanan yang dihindari dalam artian tidak banyak dikonsumsi adalah lemak. Lemak merupakan makromolekul yang dalam proses metabolismenya jika dikonsumsi berlebih akan berdampak pada penimbulan dalam tubuh dan dampak lebih jauh akan dapat menimbun pada saluran saluran darah sehingga terjadi penyimpitan pada saluran darah, proses pemompaan darah akan terhambat dan akan berdampak pada keadaan hipertensi.
Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mencapai kesehatan yang baik adalah rutin melakukan aktivitas berolah raga, olah raga yang tepat dilakukan dengan berjalan kaki, senam lansia. Semua aktivitas yang dilakukan harus memenuhi konsep FITT (frequensi, intensity, time dan type)
Penyakit orang lanjut usia berbeda dengan penyakit orang dewasa muda. Penyakit pd lansia meliputi: Penyakit sistem pernafasan (TBC, Bronkhitis, radang paru), penyakit. kardiovaskuler dan pembuluh darah seperti PJK, dan stroke, keluhan lambung, perasaan tidak enak di perut, sembelit, penyakit sistem urogenital misalnya peradangan kandung kemih, peradangan ginjal, penyakit akibat keganasan kanker, penyakit gangguan metabolik/ endokrin seperti Diabetes Mellitus, gout, penyakit persendian dan tulang atau osteoperosis, dan kepikunan.
Masalah yang timbul pada Lansia diantaranya : berkurangnya cairan dalam jaringan-jaringan tubuh, meningkatnya kadar lemak tubuh, meningkatnya kadar zat kapur dalam jaringan otak dan pembuluh darah, penurunan zat kapur dalam tulang, perubahan pada jaringan ikat, menurunnya laju metabolisme basal per satuan berat badan, menurunnya aktivitas hormon, menurunnya aktivitas enzim terutama enzim pencernaan, terbentuknya
pigmen ketuaan pada otot jantung, sel-sel saraf, kulit serta berkurangnya frekuensi denyut jantung sehingga menyebabkan berkurangnya peredaran darah dan zat gizi.
Rekomendasi untuk Lanjut usia yang sehat memiliki pola makan yang baik dengan : meningkatkan serat,memilih makanan padat gizi, minum banyak cairan, mengurangi lemak, kolesterol, garam, batasi alkohol, hindari nikotin, tetap aktif secara fisik, mengendalikan stress, melatih otak, tetap bersosialisasi, mencari nilai-nilai sprituil, memeriksakan kesehatan secara teratur. Persepsi yang benar mengenai “lansia” Orang lanjut usia mereka adalah agen perubahan dan mampu memberikan keuntungan bukan beban masyarakat dan keluarga, mereka merupakan sumberdaya yang tidak terggantikan dalam hal kaya pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman.
Tanda-tanda Penyakit Alzheimer; sering lupa sesuatu yg bermakna misalnya nama cucu, terkait dengan kemampuan penurunan memberi alasan dan berhitung, informasi hilang, tidak dapat diingat dengan petunjuk, tampak acuh, kemunduran memori untuk semua peristiwa, misalnya informasi baru, lupa telah membuat daftar, mengganggu aktivitas sosial dan professional. Gejala terkait faktor kepribadian, depresi, cemas, gagal menggunakan strategi memori. Lupa nama orang dan lupa menaruh barang merupakan keluhan paling banyak dan dominan sehari-hari.
Muara dari keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah para peserta pelatihan yang terdiri dari ibu ibu PKK yang berusia antara 50 hingga 65 tahun memiliki pengetahuan dan pemahaman yang meningkat tentang lansia setelah diterangkan tentang apa itu lansia, proses menua, tanda tanda menua, menu makan lansia dan juga kesehatan lansia. Hal ini terlihat dari jawaban ibu ibu PKK yang bertindak sebagai peserta pada acara wawancara setelah melakukan post tes yang telah dilakukan. Banyak peserta yang semula tidak tahu tentang pengetahuan tentang gizi dan kesehatan lansia, akhirnya menjadi mengerti tentang lansia yang menyangkut masalah gizi dan kesehatan.
Kemampuan para peserta dalam memahami tentang gizi dan kesehatan lansia menjadi lebih meningkat setelah diberikan pelatihan pengetahuan tentang masalah gizi dan kesehatan lansia. Hal ini terlihat dari kemampuan ibu ibu PKK Kelurahan Kampung Bugis dalam menjawab soal tentang pengetahuan lansia yang diberikan. Hasil yang dicapai pada post tes menunjukkan adanya peningkatan pencapaian skor dalam menjawab soal. Pada awal pelatihan ada seorang ibu yang mendapatkan skor 1
karena hanya mampu menjawab satu buah pertanyaan tetapi saat post tes dilakukan ibu tersebut telah dapat menjawab 7 soal atau memiliki skor 7,0. Secara umum dapat dikatakan bahwa jika dibandingkan antara nilai rata rata pre test dan post tes maka ada peningkatan sebesar 32 % hal ini dapat dihitung dengan jalan membandingkan antara nilai rata rata pre tes sebesar 6,30 dan hasil post tesr sebesar 8,30.
Prosentase kenaikan hasil test yang relatif besar (32 %) ini disebabkan karena secara umum, tingkat pengetahuan dari ibu ibu PKK diKelurahan Kampung Bugis adalah tamatan sekolah menengah pertama. Penambahan pengetahuan tidak semuanya diserap dalam waktu singkat, perlu pemberian pengetahuan ulang lagi agar pengetahuan tersebut dapat meningkat secara maksimal. Tetapi para ibu ibu PKK dengan tekun mendengarkan apa yang diuraikan oleh narasumber dan mencatat hal hal yang mereka belum pahami.
Disamping itu, respon yang sangat positif terhadap kegiatan ini juga diberikan oleh peserta yang dalam hal ini ibu ibu PKK yang tergolong usia pre lansia dan lansia. Ini terlihat dari pertanyaan yang peserta utarakan saat diskusi. Beberapa contoh pertanyaan yang mereka lontarkan adalah mengapa menu makanan lansia yang baik adalah banyak mengandung serat, mengapa makanan yang dimakan tidak boleh mengandung lemak yang lebih dari 50% dan masih banyak pertanyaan pertanyaan lain sekitar masalah lansia yang dilontarkan saat diskusi. Pertanyaan pertanyaan ini mengindikasikan bahwa ibu ibu PKK memahami apa yang diberikan oleh narasumber mengenai masalah gizi dan kesehatan lansia dan merupakan hal yang positif yang merupakan pengetahuan tambahan untuk bekal bahwa disaat lansia mereka hidup dengan berkualitas dan bermanfaat.
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
4.1 Simpulan
Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, sebagai berikut.
1. Pemahaman ibu ibu PKK Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Buleleng dapat meningkat melalui pemberian pengetahuan gizi lansia.
2. Pemahaman ibu ibu PKK Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Buleleng dapat meningkat melalui pemberian pengetahuan kesehatan lansia.
4.2 Saran
Hal yang dapat disarankandari hasil kegiatan ini sebagai berikut:
1) Pemberian pengetahuan tentang lansia perlu dioptimalkan terutama masalah penyakit yang sering terjadi pada lansia serta usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, sehingga lansia dapat hidup berkualitas
2) Perlu pendirian posyandu lansia disetiap kelurahan, sehingga para lansia dapat konsultasi masalah masalah yang berhubungan denagn lansia.
Daftar Pustaka
Anonim. 1999. Senam Pencegahan Osteoporosis bagi Orang Sehat, Kelompok Peneliti Osteoporosis FK UI dan RSCM. Jakarta.
Darmojo & Martono. 2006. Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Jakarta: Balai Penerbit FKUI
Hartulistiono, 1997, Memperbaiki Pola Makan Mencegah Kanker, Intisari edisi Januari ---, Gizi Makro,http://www.gizi.net/kebijakan-gizi/download/GIZI%
20 MAKRO. doc dikunjungi 19 Mei 2008
Hadywinoto dan Setiabudhi Tony. 1999. Panduan Gerontologi Tinjauan dari Berbagai Aspek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Press.
Raharjo, 2009 dkk. Buku Ajar Geriatri. Jakarta : Balai Penerbit FKUI
Mary and Christ et all. 1993. Gerontologi Nursing. Pennsyluania: Springhouse Corporation. .
Nugroho, Wahjudi.2000. Keperawatan Gerontik.Jakarta : EGC
Stanley & Beare. 2007. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Edisi 2. Jakarta: EGC.
Suryadi. 2008. Model Perawatan Lansia. (Online) http://www.
facebook.com/topic.php?uid=120642680287&topic=11738. Diakses pada 9 Januari 2011.
WHO. 2008. The World Health Organization Quality Of Life (WHOQOL)-BREF. (Online) http://www. who.int/entity/substance_abuse/research_
Lampiran 03 :
Pilihlah satu pernyataan yang paling tepat dengan jalan melingkari : 1. Lansia adalah suatu keadaan seseorang kecuali :
A. Sakit B. Usia 60 tahun keatas
C. Pasti terjadi D. Terjadi pada kaum laki dan perempuan 2. Pada keadaan lansia, terjadi keadaan dibawah ini kecuali :
A. Penurunan fungsi organ tubuh B. Peningkatan seksualitas
C. Rambut putih D. Kulit keriput
3. Upaya hidup sehat pada lansia dapat dilakukan melalui : A. Ekonomi tinggi B. Olah raga Berat C. Gizi seimbang D. Pola hidup mewah 4. Makanan yang baik untuk lansia adalah :
A. Tinggi lemak B. Banyak serat
C. Protein tinggi D. Karbohidrat tinggi 5. Makanan yang dihindari untuk lansia adalah mengandung :
A. Alkohol B. Sayur
C. Tempe D. Telur
6. Antioksidan diperlukan pada lansia karena dapat :
A. Mudah didapat B. Menghambat proses penuaan C. Murah harganya D. Mempercepat proses penuaan 7. Olah raga yang sesuai untuk lansia :
A. Senam lansia B. Aerobik
C. Lari cepat D. Kasti
8. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh lansia :
A. Malas malasan B. Istirahat panjang
C, Kerja ringan D. Merokok
9. Pada lansia jika gizi sudah seimbang maka suplement (vitamin) A. Pelu dalam dosis tinggi B. Tidak perlu C. Pelu dalam dosis rendah D. Boleh saja
10. Para lansia wanita mengalami monopause, dimana pada keadaan tersebut kecuali A. Kulit kerin B. Payudara kendur C.Libido meningkat D. Penimbunan lemak
Lampiran 04 Foto Kegiatan