• Tidak ada hasil yang ditemukan

POTENSI ARANG AKTIF TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI ADSORBEN EMISI GAS CO, NO DAN NOx PADA KENDARAAN BERMOTOR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "POTENSI ARANG AKTIF TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI ADSORBEN EMISI GAS CO, NO DAN NOx PADA KENDARAAN BERMOTOR"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2. Jumlah penduduk kota Makassar tahun 2010 (BPS, 2010)  Wilayah  (kecamatan)  Luas (km2 )  Penduduk (jiwa)  Kepadatan (populasi/km 2 )  Persentase (%)  Mariso  1,82  55.431  30.456,49  4,36  Mamajang  2,25  61.294  27.241,78  4,82  Tamalate  20,21
Tabel 4. Kinerja beberapa ruas jalan utama di kota Makassar tahun 2010 (Dishub  Kota Makassar, 2011)
Tabel  5.  Kinerja  ruas  jalan  berdasarkan  kecepatan  rata-rata  kendaraan  di  kota  Makassar (Dishub Kota Makassar, 2011)
Tabel 6. Standar Industri Indonesia untuk Arang Aktif
+7

Referensi

Dokumen terkait

Aktivasi menyebabkan semakin sedikitnya senyawa selain karbon yang masih terdapat pada arang aktif sebagaimana hasil analisa Pyr-GCMS (Lampiran 5), bersifat polar,

Dari hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa sampel air yang telah dilakukan proses adsorbsi dengan arang aktif baik yang dilakukan secara bersamaan

Analisa sidik ragam (Tabel 2) menunjukkan bahwa konsentrasi asam fosfat, suhu aktivasi dan interaksinya berpengaruh terhadap kadar karbon terikat arang aktif

Arang aktif adalah arang yang telah mengalami perubahan sifat-sifat fisika dan kimianya karena dilakukan perlakuan aktifasi dengan aktifator bahan kimia sehingga daya serap dan

Hasil Pengukuran Kadar Emisi Gas Buang CO dengan Penambahan Arang Aktif Sekam Padi Pada Kendaraan Motor menggunakan PEM-9004. Hasil Pengukuran Kadar Emisi Gas CO

Pada Tabel 3 ditunjukkan bahwa kadar air, abu, zat terbang dan karbon terikat arang aktif tempurung kemiri yang dihasilkan pada semua perlakuan aktivasi memenuhi standar

terbang yang tinggi menunjukkan bahwa permukaan arang aktif mengandung zat terbang yang berasal dari hasil interaksi antara karbon dengan uap air (Pari, 2004).. Hal

Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka arang pada suhu pirolisis 450 °C dengan waktu 4 jam dan suhu 550 °C lebih baik digunakan sebagai arang aktif karena memiliki sifat higroskopis