PEMBUKTIAN TERBALIK DALAM DELIK GRATIFIKASI BERDASARKAN PASAL 12 B AYAT (1) Jo PASAL 37 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 1999 UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG TINDAK PIDANA KORUPSI (STUDI KASUS :PUTUSAN MA NOMOR 1198/K/Pid.Sus/2011)
Teks penuh
Dokumen terkait
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa efektifitas penerapan beban pembuktian terbalik dalam tindak pidana korupsi (gratifikasi)
Pengaturan tentang tindak pidana gratifikasi dalam hukum pidana positif terdapat pada UU khusus mengatur tindak pidana korupsi yaitu pada pasal 12 b yang berbunyi “setiap
Namun, Mahkamah Konstitusi dalam Putusan Nomor 003/PUU-IV/2006, tanggal 24 Juli 2006 mengenai Pengujian Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
31 Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, disebutkan bahwa: “setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau
Dalam Pasal 15 Undang-undang No.31 Tahun 1999 ditentukan bahwa setiap orang yang melakukan percobaan, pembantuan, atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana
Pertimbangan Hakim Tidak menerapkan Pasal 2 ayat 2 Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang pemberantasan Tindak
Dalam perkara ini Susno Duadji menjabat sebagai Kapolda Jabar dan dalam persidangan ia didakwa dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan
20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sepanjang frasa yang berbunyi : yang dimaksud dengan “secara melawan hukum” mencakup perbuatan melawan