• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK DENGAN KONSEP KEADILAN RESTORATIF DAN DIVERSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK DENGAN KONSEP KEADILAN RESTORATIF DAN DIVERSI"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Gatot Heri Prasetyo1

Balai Pemasyarakatan Klas II Kediri

Abstrak :

Anak adalah generasi penerus bangsa yang memiliki hak-hak untuk diperlakukan sama dimata hukum. Negara bertanggung jawab atas hidup anak, tanpa terkecuali dalam hal sistem peradilan pidana anak, adanya penyempurnaan undang-undang peradilan anak, dengan menerapkan dan mengutamakan sistem diversi untuk keadilan restoratif, dimana adanya pengalihan penyelesaian pidana anak dari dalam pengadilan ke luar pengadilan. Sistem diversi merupakan proses mediasi mempertemukan dan melibatkan para pihak terkait yang difasilitasi Hakim. Penelitian ini merupakan penelitian normative yang menggunakan metode pendekatan yuridis normative dengan bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yaitu berupa peraturan perundang-undangan dan bahan hukum sekunder yang berupa hasil penelitian, karya ilmiah hukum,0serta0dokumen-doku men0lain0yang0berkaitan0dengan pokok bahasan penelitian0ini. Metode analisisnya berupa metode preskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa proses diversi dalam UU sistem peradilan pidana anak diwajibkan dalam pelaksanaannya di lapangan. Hal ini merupakan upaya untuk melindungi hak anak demi untuk mendapatkan keadilan restorative. Diversi juga sangat membutuhkan peran dari pembimbing kemasyarakatan. Dimana tugas pembimbing kemasyarakatan dalam diversi selain men dampingi anak juga memberika informasi tentang anak serta memberikan rekomendasi penyelesaian. Pembimbing kemasyarakatan juga bertugas mengawasi pelaksanaan dari kesepakatan musyawarah diversi dengan konsekuensi jika tidak dilaksanakan dengan baik oleh para pihak sesuai kesepakatan maka oleh Hakim akan dilanjutkan proses pidana anak biasa.

Kata Kunci:keadilan, restorative, diversi, anak, pembimbing kemasyarakatan, peradilan

Abstract:

Children are the nation's next generation who have the right to be treated equally before the law. The state is responsible for the lives of children, without exception in the case of the juvenile justice system, the improvement of the juvenile justice law, by implementing and prioritizing the diversion system for restorative justice, where there is a transfer of the settlement of juvenile crimes from inside the court to outside the court. The diversion system is a mediation process that brings together and involves the related parties facilitated by the Judge. This research is a normative study that uses a normative juridical approach with the legal materials used are primary legal materials, namely in the form of statutory regulations and secondary legal materials in the form of research results, legal scientific papers, and other documents related0to0the0subject0matter0of0the0research. 0this. The an alysis method is in the form of a prescriptive method. The result of this research is that the diversion process in the law on juvenile criminal justice system is mandatory for its implementation in the field. This is an effort to protect children's rights in order to get restorative justice. Diversion also really requires the role of a social advisor. Where the task of community counselors in diversion is not only assisting children but also providing information about children and providing recommendations for solutions. The social advisor is also in charge of supervising the implementation of the diversionary deliberation agreement with the consequence that if the parties are not properly implemented according to the agreement, the judge will continue the process of ordinary child crime.

Keywords: justice, restorative, diversion, children, social adviser, justice

(2)

A. Latar Belakang Masalah

Anak merupakan titipan dan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa.Melindungi anak bukan saja merupakan tugas dari kedua orang tua ataupun keluarganya, namun juga menjadi kewajiban bagi Negara untuk memastikan hak-hak anak tidak terlanggar oleh apapun.

Anak membutuhkan perlakuan khu sus dalam segala hal yang berbeda de ngan perlakuan untuk orang dewasa, da lam hal ini termasuk juga terkait pena nganan perkara pidana yang dijalani oleh anak. Pembedaan ini didasari pada ting kat kematangannya dalam berpikir dan bertindak, anak masih banyak membutuh kan bimbingan dan arahan dari orang de wasa. Berbeda dengan orang dewasa yang sudah memiliki kematangan dalam berfikir serta pengalaman yang dimiliki dalam hidupnya, maka mereka sudah dapat mengerti dan memahami resiko perbuat an yang mereka lakukan terlebih jika berkaitan dengan pelanggaran hukum.

Sehingga, apabila anak dianggap te lah melakukan sebuah tindakan kriminal yang memenuhi unsur pidana, maka di harapkan anak-anak mendapatkan per

lakuan khusus ketika berhadapan dengan hukum.

Sistem hukum pidana mengalami pembaharuan hukum dalam perkembang annya, salah satunya dengan dikeluarkan nya undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak selanjutnya disebut UU Sistem Pe radilan Pidana Anak, yang didalamnya menganut sistem keadilan restoratif dan mengutamakan proses diversi.

Latar belakang dikeluarkannya dari UU Sistem Peradilan Pidana Anak ini di antaranya yaitu bahwa Negara berkewa jiban untuk menjaga hak anak dalam per lindungan0khusus, 0terutama0dalam0sis tem0peradilan0. Kemudian Indonesia0ju ga merupakan Negara0pihak0dalam0hak -hak0anak0(Convention0on0the0 Rights of0the0Child), 0yang0mana dalam kon vensi tersebut mengatur mengenai prin sip perlindungan hukum terhadap anak dan UU sebelumnya yaitu Undang-un dang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pe ngadilan Anak selanjutnya disebut UU Pengadilan Anak, sudah dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan hukum di masyarakat, se hingga dibutuhkan adanya pembaharuan

(3)

undang-undang yang lebih sesuai dengan perkembangan di masyarakat.

Menurut Praktisi hukum Muham mad Zainudin bahwa UU Pengadilan Anak dikeluarkan 0semata0-0mata0un tuk0kepentingan0terbaik0bagi anak, 0ba ik0secara0fisik0maupun0psikologis. Na mun0pe rlu0diperhatikan0bahwa0lahir nya0UU0ini0merupakan0kodifikasi0dari hukum0internasional, 0yaitu0The0Bei jing0Rules yang0dalam0penerapannya ada0beberapa0prinsip-prinsip0 yang0 ti dak0tertuang kan0pada0UU0No.30Ta hun01997. 0Salah satunya adalah prinsip0diversi, yang apabila tidak dituangkan maka terjadi kekhawatiran akan kesewenang-wenangan Hakim di pengadilan dalam menerapkan pidana penjara terhadap anak, karena dalam hal ini dibutuhkan melihat sejauh mana kemerdekaan anak dapat dirampas dan tingkat tindak pidana yang dilakukan oleh anak.2

Sebelum masuk lebih dalam sebenar nya yang dimaksud dengan Sistem0Per adilan0Pidana0Anak sebagaimana dalam

2Mengenal Konsep

0

Diversi

0

dalam

0

Pe

ngadilan

0

Pidana

0

Anak,

0

diakses dari https: // www.hukumonline.com/berita/baca/lt5adee fc80f6ba/mengenal-konsep- diversi- dalam- pe ngadilan-pidana-anak/pada tanggal

0

25 Juli 2020 pukul 13.00 WIB

pasal010angka010UU0Sistem0Peradilan Pidana0Anak0merupakan keseluruhan proses0penyelesaian0perkara Anak yang berhadapan0dengan0hukum, mulaitahap penyelidikan0 sampai0 dengan0 tahap pembimbingan0setelah0menjalani pida na. 0

Dalam UU sistem peradilan0pidana anak, 0hal yang0dianggap kurang dalam UU Peradilan Anak tersebut diatas telah tercantum dalam pasal 5 ayat (1) tentang kewajiban menguatamakan pendekatan keadilan restorative dan pasal 5 ayat (3) tentang kewajiban mengupayakan Diver si.

Dimana yang0dimaksud0dengan0ke adilan0restoratif0merupakan cara penye lesaian0perkara0tindak0pidana0anak de ngan0melibatkan0pelaku,0korban,0kelu arga 0pelaku/korban,0 dan0 pihak0 lain yang0 terkait0untuk0bersama-sama0men cari0penyelesaian0 yang0 adil0 dengan menekankan0 pemulihan0kembali0pada keadaan0semula, 0dan0bukan0pembala san .3

30Undang0undang0Nomor11tahun2012

Tentang0Sistem0 Peradilan0 Pidana0 Anak, Lembaran0Negara0RepublikIndonesia0 Tahun 2012 Nomor0153, 0Tambahan0Lembaran Ne gara0Republik0Indonesia0Nomor05332. Pasal 1 angka 6

(4)

Sedangkan Diversi0adalah 0pengalih an0penyelesaian0perkara0Anak0dari0pr oses0peradilan0pidana0ke0proses0di0lu ar0peradilan0pidana0.4

Intinya bahwa sistem0peradilan0pida na0anak0dengan sistem keadilan0resto ratif0dan0diversi, 0merupakan0salah sa tu bentuk perlindungan0terhadap0anak, namun secara teori apa sebenarnya sis tem keadilan restoratif dan diversi ter sebut. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan diangkat 2 (dua) pemasalahan 1). Bagaimana sistem0peradilan0pida na0anak0dengan0sistem keadilan0resto ratif0dan diversi0? dan 2). Bagaimana Peranan Pembimbing Kemasyarakatan dalam proses diversi?

B. Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan pene litian normatif, dengan meneliti kaidah atau aturan hukum.Penelitian ini dila kukan dengan maksud untuk membe rikan argumentasi hukum sebagai dasar penentu Apakah suatu peristiwa telah benar atau salah serta bagaimana se baiknya peristiwa itu menurut hukum.5

4Ibid., Pasal 1 angka 7

5Mukti0 Fajar0 dan0 Yulianto0 Achmad

,2017, 0Dualisme0Penelitian0Hukum0Nor

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normative.Bahan hu kum yang digunakan adalah bahan hu kum primer yaitu berupa peraturan per undang-undangan yang mengatur menge nai keadilan restorative dan diversi, dan bahan hukum sekunder yang berupa hasil penelitian, karya ilmiahhukum, ser ta0dokumen-dokumen0lain0yang0berkai tan0dengan0pokok bahasan peneli tian0ini. Metode analisis untuk jenis pe nelitian hukum normatif berupa metode preskriptif yaitu metode analisis yang memberikan penilaian (justifikasi) ten tang obyek yang diteliti Apakah benar atau salah, atau apa yang seyogyanya me nurut hukum.6

C. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1) Sistem Peradilan Pidana Anak Dengan Sistem Keadilan Restora tif Dan Diversi

Sistem peradilan pidana anak di sempurnakan dengan sistem keadilan res torative dan Diversi.Hal ini merupakan upaya dari Negara untuk memberikan

matif0dan0Empiris,0Cetakan0IV,0 Yogyakar ta,Pustaka0Pelajar.0Hlm 36. 0

6

M. Endriyo Susila et al, 2007 Buku Pedoman Penulisan Hukum, Yogyakarta: Fakultas HukumUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta hlm. 40-41

(5)

perlindungan yang terbaik bagi anak. Melalui sistem restorative tujuan dari peradilan pidana anak adalah untuk per baikan dan pemulihan keadaan seperti semula, hal ini berbeda dengan keadilan restoratif yaitu bentuk keadilan yang me nitikberatkan pada keadilan karena pem balasan.

Ahli0hukum0 telah0 memperkenal kan0formula0keadilan0khususnya dalam penegakkan0Hak Asasi Manusia (HAM) bahwa0ada030aspek0pendekatan0untuk membangun0 suatu0 sistem0hukum da lam0rangka0modernisasi0dan0 pembaha ruan0hukum,0yaitu0segi0struktur (struc ture),0substansi0(substance)0dan0 buda ya (legal0culture)0yang0kesemua nya0la yak0berjalan0secara0 integral,0simultan dan0paralel0.7

Hal ini0sejalan dengan teori yang diperkenalkan oleh Lawrence Meir Frie dman yang mengatakan bahwa berhasil

7Ridwan0Mansyur.0Keadilan0 Restora

tif Sebagai0Tujuan0Pelaksanaan0 Diver si0Pada sistem0Peradilan0Pidana0Anak, diakses0dari https://mahkamahagung.go.id/id/ artikel/2613/keadilan-restoratif-sebagai- tuju an-pelaksanaan-diversi-pada-sistem- peradilan- pi dana anak0pada0tang gal 23 juli02020, pukul 12.00 WIB

atau tidaknya penegakan hukum bergan tung pada:8

a) Substansi Hukum

Substantsi hukum disini adalah atu ran yang dibuat oleh Negara dan me nata perilaku masyarakat dalam me menuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hukum kita, substansi hukum disini berbentuk aturan prundang-undang an dan norma yang hidup ditengah-tengah masyarakat.

b) Struktur0Hukum

Struktur hukum0disebut0juga sis tem0Struktural0yang0membantu da n memastikan pelaksanaan suatu hu kum dengan baik dan benar sesuai hukum yang berlaku. Struktur hu kum berdasarkan UUNomor 8 Tahu n 1981 tentang Kitab Undang-unda ng Hukum Acara Pidana meliputi Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan dan Badan Pelaksana Pidana (La pas).

c) Budaya Hukum atau Kultur Hukum Budaya hukum disini adalah sikap manusia sebagai bagian dari masya rakat yang terhadap hukum dan sis

8 Siti Yuliandari Lalisu. Teori Hukum

Lawrance Meir Friedman, diakses dari http:// rechtslaw.blogspot.com/2012/06/teori-hukum-lw rance-meir-friedman.html pada tanggal 23 Juli 2020, Pukul 15.00 WIB

(6)

tem hukum yang berlaku. Kultur hukum adalah suasana pemikiran so sialdan kekuatan sosial yang menen tukan bagaimana hukum digunakan, dihindari, atau disalah gunakan.

Ketiga hal diatas dibutuhkan keter paduan dan kebersamaan untuk dapat me nentukan berhasil atau tidak nya suatu penegakan hukum.Menuju upaya pene gakkan hukum dengan keadilan deng an0menggunakan0sarana0sanksi0pidana negara0harus0tetap0menjamin0kemerde kaan0individu0dengan tetap menjunjung tinggi0serta0menghormati0hak0asasima nusia.

Oleh0karenanya0pemidanaan0 ha rus0mempunyai0tujuan0dan0fungsi men jaga0keseimbangan0dan0keselarasan0in dividu0yang0satu0dengan0individu lain dalam0suatu masyarakat0guna0menca pai0tujuan0penegakan0hukum0yang ber sumberpada keadilan,0kepastianhukum dan0kemanfaatan0bagi0masyarakat0.9

Sesuai0dengan0ketentuan0Konven si0Hak0Anak (Conventiononthe Rights of0the0Child) 0yang0diratifikasi0oleh

9Slamet0TriWahyudi. 0ProblematikaPe

nerapan0Pidana0Mati0Dalam0Konteks0 Pe negakan0Hukum0Di0Indonesia. Jurnal0Hu kum dan0Peradilan, 0Volume01, Nomor02 Juli 2012.Hlm. 221

pemerintah0Indonesia0melalui0 Keputu san0 Presiden0Nomor0360Tahun01990, kemudian0juga0dituangkan0dalam Un dang0- Undang0Nomor040Tahun01979 tentang0Kesejahteraan0 Anak0 dan0 Un dang0-Undang0Nomor0230Tahun02002 tentang0Perlindungan0 Anak0 dan0 Un dang-undang0Nomor0110Tahun 2012 tentang0Sistem0Peradilan0Pidana Anak yang0kesemuanya0mengemukakan0prin sip-prinsip0umum0perlindungan anak, yaitu0non0diskriminasi, 0kepentingan terbaik0bagi0anak, 0kelangsungan hidup dan0tumbuh0kembang0dan0menghargai partisipasi0anak.10

Perlindungan0terhadap anak0yang berhadapan dengan hukum dalam UU Sistem Peradilan Pidana Anak merupa kan kewajiban dan tanggung jawab apa rat penegak hukum termasuk pembim bing kemasyarakatan.Kepentingan anak yang diutamakan adalah yang berhu bungan dengan kesejahteraan anak.

Sistem penyelesaian yang dianut dalam UU Sistem Peradilan Pidana Anak lebih mengutamakan penyelesaian untuk perdamaian, dan juga proses penyelesaian di luar peradilan pidana.

(7)

UU Sistem Peradilan Pidana Anak dengan pendekatan restorative juga mela lui beberapa tahap yaitu : tahap penyidi kan dan penuntutan pidana Anak; kemu dian persidangan Anak di Pengadilan Ne geri; selanjutnya tahapan pembinaan, pembimbingan, pengawasan, dan/atau pendampingan selama0proses0pelaksana an0pidana0atau0tindakan0dan0setelah0 menjalani0pidana0atautindakan.

UU Sistem Peradilan Pidana Anak diperkuat dengan dikeluarkannya Peratur an Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelak sanaan Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak dan juga Peraturan Peme rintah Nomor 65 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi Dan Pena nganan Anak Yang Belum Berumur 12 (duabelas) Tahun.

Menurut UU Sistem0Peradilan0Pi dana0Anak0tujuan dari pengalihan0pe nyelesaian0perkara0Anak0dariproses pe radilan0pidana0ke0proses0di0luar0pera dilan0pidana0atau yang0disebut dengan diversiadalah :11

1. Mencapai perdamaian antara kor ban dan Anak;

11 UU Sistem Peradilan Pidana Anak.,

Op.Cit., pasal 6

2. Menyelesaikan perkara Anak di luar proses peradilan;

3. Menghindarkan Anak dari peram pasan kemerdekaan;

4. Mendorong masyarakat untuk berpartisipasi; dan

5. Menanamkan rasa tanggung ja wab kepada Anak.

Menurut PERMA Nomor 4 tahun 2014, ada ketentuan mengenai diversi ya itu :

a. Diversi diperuntukkan untuk anak yang berkonflik dengan hukum

b. Hakim wajib mengupayakan diversi untuk anak yang didakwa melakukan tindak pidana yang diancam pidana penjara dibawah 7 (tujuh) tahun. Atau didakwa pidana0penjara070 (tujuh) tahun atau0lebih. 0

(8)

Bagan 1. Alur Persiapan Diversi

Sumber : PERMA No 4 tahun 2014

Proses Diversi dalam PERMA No mor 4 tahun 2014 dibagi dalam dua ta hap yaitu tahap persiapan Diversi, dima na setelah penetapan Pengadilan untuk Diversi keluar maka dilakukan peneta pan jadwal pelaksanaan diversi yang di dalamnya ditentukan hari, tanggal, waktu serta tempat dilaksanakannya Di versi, dengan mendatangkan dari : 1. Anak0dan0orang0tua/wali; 0 2. Korban0dan0/0orang0tua0walinya; 0 3. Pembimbing0Kemasyarakatan; 0 4. Pekerja0Sosial0Profesional; 0 5. Perwakilan0Masyarakat; 0dan 0 6. Pihak0Terkait0Lainnya. 0

Musyawarah Diversi merupakan upaya yang dilakukan untuk mencari pe nyelesaian dengan cara musyawarah0an tara0para pihak0 yaitu melibatkan0 An ak0dan0orang0tua/wali,korban0dan/atau orang0tua/walinya, 0Pembimbing0Kema syarakatan, Pekerja0Sosial0Profesional, perwakilan0dan0pihak-pihak0 yang0 ter libat0lainnya0untuk0 mencapai0 kesepa katan0diversi0melalui0 pendekatan0 kea dilan0restoratif0.12

Tahap kedua adalah0tahap pelak sanaan Musyawarah Diversi, dimana da lam tahapan ini merupakan proses mu syawarah diversi yang dilakukan secara langsung oleh para pihak dengan difasi litasi oleh fasilitator. Fasilitator disini merupakan Hakim0yang0ditunjuk0oleh Ketua0 Pengadilan0 untuk0menangani perkara0yang0bersangkutan.

12

PeraturanMahkamah0Agung(PERMA) 0Nomor040Tahun020140tentang 0Pedoman Pelaksanaan0Diversi0dalam0 Sistem0 Peradi lan0Pidana0Anak. 0Pasal 1 Penetapan Ketua Pengadila n untuk DIVERSI Penetapan Hari Musyawa rah DIVERSI Yang Dihadirkan: 1. Anak dan orang0tua/wali 2. Korban0dan/oran g0tua0walinya0 3. Pembimbing0Ke masyarakatan 4. Pekerja Sosial Profesional 5. Perwakilan Masyarakat 6. Pihak Terkait Lainnya P E R SI A P A N DI V E R SI

(9)

Bagan 2. Alur Pelaksanaan Diversi

Sumber : PERMA No 4 tahun 2014 Keterangan :

KD = Kesepakatan Diversi

BA = Berita Acara yang di tandatangani oleh para pihak

An = Anak yang berkonflik dengan hukum memberikan keterangan

Ortu /Wa li

= Orang0tua0/

0wali0menyampaikan0berkaitan0d engan0perbuatan0anak0Yang0ber konflikdenganhukum

An K / Ortu

= Korban memberikan tanggapan. Orang tua hanya dibutuhkan jika korban masih dibawah umur (anak)

PSP = Pekerja Sosial Profesional menginfokan :

1. Keadaan Sosial Anak 2.Saran penyelesaian PM Keterangan Perwakilan

Masyarakat jika dibutuhkan

Pelaksanaan musyawarah diversi sebagaimana seperti dalam bagan 2 tersebut diatas, dalam pelaksanaannya Diversi pada intinya adalah memper temukan para pihak dan oleh fasilitator para pihak yang didatangkan dimintai keterangannya masing-masing terkait perkara pidana anak yang diselesaikan tersebut.

Proses musyawarah hampir mirip dengan proses mediasi yang didalamnya dilakukan dialog dan memberikan tang gapan, untuk mencapai kata mufakat, de ngan cara mempertemukan para pihak diharapkan ada suatu titik temu penye lesaian atas perkara pidana yang dila kukan oleh anak, harapannya penye P E L A K S A N A A N D I V E R S I Fasilitator Diversi Membuka acara Menyampaikan: 1. Perkenalan para pihak 2. Maksud dan tujuanDiversi 3. Tata Tertib Musyawarah 4. Ringkasan Dakwaan Pembimbing Kemasyarakatan menginfokan : 1. Perilaku dan Keadaan Sosial Anak 2. Saran penyelesaian Fasilitator Diversi An Ortu /Wal i An K / Ortu PSP PM Hasil Musya warah KD B A Dilaporkan ke Ketua Pengadilan Penetapan Kesepakatan Diversi Tidak Dilaksanaka n dengan baik Dilaksanakan dengan baik Dilanjutkan pemerikasaa n perkara anak biasa

(10)

lesaian dapat selesai di proses mu syawarah diversi tidak perlu ke ranah proses pidana anak di dalam pengadilan. Dalam proses musyawarah diversi ini dikendalikan oleh fasilitator. Fasilita tor disini bertugas untuk memfasilitasi ja lannya musyawarah diversi. Setelah di buka acara musyawarah diversi, fasi litator sebelum masuk ke pokok ke giatan, akan melakukan beberapa hal du lu yaitu : 1) Memperkenalkan0para0pihak0 yang dihadirkan. 2) Menyampaikan0maksud0dan0tujuan dilaksanakannya musyawarah0 di versi0tersebut. 3) Menyampaikan0maksud0dan0tujuan dari0pelaksanaan diversi0. 4) Membacakan tata0tertib0musyawa rah,0agar para0pihak0mengetahui dan mematuhi tata tertib dan tata cara pelaksanaan musyawarah diver si, sehingga pelaksanaan musyawa rah di versi apat dilaksanakan de ngan tertib dan baik.

5) Menjelaskan tugas dari fasilitator diversi, sehingga para pihak yang ha dir mengetahui fungsi adanya fasi litator di musyawarah diversi ter sebut.

6) Menjelaskan ringkasan dakwaan yang ditujukan kepada anak yang ber konflik dengan hukum.

Kemudian fasilitator akan membe rikan kesempatan kepada :

1) Pembimbing Kemasyarakatan, un tuk memberikan informasi menge nai perilaku, sikap dan keadaan sosial dari anak, selanjutnya pem bimbing kemasyarakatan berdasar kan informasi dan data yang dimi likinya mengenai anak dan latar belakang terjadinya perkara pidana anak, maka pembimbing kemasyara katan memberikan masukan atau sa ran dengan tujuan untuk mempero leh penyelesaian yang baik untuk semua pihak.

2) Setelah pembimbing kemasyaraka tan, fasilitator akan memberikan ke sempatan kepada anak untuk di dengar keterangannya terkait dak waan yang dituduhkan padanya. Menjelaskan alasan dan kejadian yang sebenarnya.

3) Setelah anak, giliran selanjutnya di berikan orangtua atau wali anak un tuk memberikan keterangan menge nai hal-hal0 yang0 berkaitan0 de

(11)

ngan0perbuatan0anak0 dan0 bentuk penyelesaian0yang0diharapkan, un tuk kebaikan anak0dan pihak kor ban.

4) Setelah mendengar semua keterang an dan penjelasan dari anak pelaku dan orang tuanya serta dari pem bimbing kemasyarakatan, anak kor ban atau orangtua atau wali anak kor ban memberikan tanggapan dari se mua keterangan yang sudah diberi kan anak pelaku dan orang tua atau wali anak pelaku. Selain memberi kan tanggapan juga menyampaikan bentuk penyelesaian yang diharap kan dari sisi korban. Orang tua kor ban atau Wali korban hanya diminta jika korban adalah anak.

5) Setelah semua pihak memberikan ke terangan dan tanggapan, giliran dari pekerja0Sosial0 Profesional0 yang memberikan0 informasi0 tambahan mengenai keadaan0sosial0anak0kor ban0serta0memberikan0saran0penye lesaian0yang mungkin dilakukan untuk para pihak;

6) Kemudian apabila dianggap perlu maka fasilitator akan meminta infor masi dari Perwakilan Masyarakat da pat dari tokoh masyarakat, guru

agama, guru dan lainnya serta Pihak Terkait Lainnya.

Setelah semua keterangan diberi kan oleh semua pihak terkait dan ada ti tik temu mengenai penyelesaian yang disepakati para pihak, maka hasil mu syawarah tersebutakan dibuat dalam ke sepakatan diversi yang ditandatangani oleh semua pihak terkait, sebagai bentuk persetujuan atas hasil musyawarah diver si tersbut.

Fasilitator bertugas untuk menjaga agar0Kesepakatan0diversi0yang dibuat tidak0bertentangan0dengan0hukum,0aga ma,0 kepatutan0 masyarakat0 setempat, atau0hal-hal0 yang0tidak0dapat0dilaksa na kan anak0yang semua didasari itikad baik.

Musyawarah diversi juga dicatat dalam berita acara diversi yang ditanda tangani oleh fasilitator dan panitera diver si.

Selanjutnya kesepakatan diversi yang sudah ditandatangani oleh para pihak dilaporkan kepada Ketua penga dilan oleh fasilitator diversi.Berdasarkan laporan dari fasilitator, maka ketua pengadilan mengeluarkan penetapan

(12)

kesepakatan diversi tersebut untuk dapat dilaksanakan para pihak.

Proses diversi tidak berhenti sam pai disini, karena untuk pelaksanaannya tetap dilakukan pengawasan. Penga wasan dilakukan oleh pembimbing kema syarakatan. Jika kesepakatan diversi ti dak dilaksanakan dengan baik dan sesuai kesepakatan, maka0Hakim0akan melan jutkan0pemeriksaan0perkara0sesuai0de ngan hukum0acara0peradilan0pidana anak.13

Hasil kesepakatan Diversi yang di ajukan dan juga dapat disepakati oleh para pihak adalah berbentuk, 0antara0la in0:14 a. perdamaian0dengan0atau0tanpa0gan ti0kerugian; 0 b. menyerahkan kembali0kepada0ora ng0tua/Wali; 0 c. keikutsertaan0dalam0pendidikan0at au0pelatihan0di0lembaga0pendidika n0atau0LPKS0paling0lama030 (tiga )0bulan; 0atau0

13Ibid. Pasal 7 ayat (1)

14Peraturan Pemerintah Republik

Indonesia Nomor 65 Tahun 2015 (PP Nomor 65 Tahun 2015) Tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi Dan Penanganan Anak Yang Belum Berumur 12 (Dua belas) Tahun.Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 194.Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5732. Pasal 2

d. melakukanpelayanan masyarakat. Cara pemberian diversi ini me rupakan salah satu bentuk keadilan re storative, karena dengan adanya mu syawarah antara para pihak, dan di lakukan di luar pengadilan sehingga pro ses dapat berjalan lebih santai dan tidak kaku sebagaimana di pengadilan pada umumnya, maka para pihak dapat me nyampaikan segala hal yang ingin disam paikan untuk mendapatkan penyelesaian terbaik demi kepentingan semua pihak.

2) Peranan Pembimbing Kemasyara katan dalam proses diversi

Proses diversi yang diberikan kepa da anak, dilaksanakan dengan beberapa tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pe laksanaan diversi. Dalam pelaksanaan di versi ada banyak oihak yang terkait, baik dari aparat hukum maupun dari pihak pe laku dan korban.

Tugas dan fungsi dari pembimbing kemasyarakatan adalah melaksanakan pe nelitian kemasyarakatan, pembimbingan, pengawasan, dan pendampingan terhada p Anak di dalam dan di luar proses pe radilan pidana.15

15 UU Nomor 11 tahun 2012.,Op.Cit.

(13)

Tugas pembimbing kemasyaraka tan dengan penegak hukum lainnya yaitu polisi, jaksa dan juga Hakim dibutuhkan kerja sama yang baik dalam menye lesaikan perkara anak. hal ini karena tanggung jawab untuk melindungi anak yang berkonflik dengan hukum bukan saja merupakan tanggung jawab dari ana k atau orang tuanya saja, namun juga menjadi tanggung jawab semua pihak terkait khususnya para aparat penegak hukum.

Peran pembimbing kemasyarakat an sangat besar dalam proses perkara pidana anak, dapat dibilang jika nasib anak bergantung pada baik atau tidak nya pembimbing kemasyarakatan melak sanakan tugas.

Penelitian kemasyarakatan yang di buat dan disusun oleh pembimbing kema syarakatan digunakan dalam berbagai ta hapan yang ada dalam proses perkara anak. Penelitian kemasyarakatan juga di gunakan dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian dan juga proses di pe nuntut umum serta kewajiban dari Ha kim untuk mempertimbangkan rekomen dasi yang diberikan oleh Pembimbing ke masyarakatan dalam penelitian kema syarakatan yang dibuatnya.

Melalui hasil penelitian kemasyara katan yang dibuat oleh pembimbing ke masyarakatan, penyidik, penuntut umum dan juga Hakim dapat mengetahui gam baran dari segala hal yang berkaitan de ngan perkara pidana anak yang sedang diselesaikan tersebut.

Dalam menyusun penelitian kema syarakatan, pembimbing kemasyaraka tan harus mencari data dan informasi me ngenai latar belakang kehidupan dari anak, latar belakang keluarganya, ke hidupan anak, juga mengenai alasan di lakukannnya perbuatan yang menjadi perkara pidana tersebut, menganalisa apa factor-faktor yang mendorong anak me lakukan hal tersebut. Termasuk juga me rekomendasikan bentuk penyelesaian ter baik yang dapat diberikan pada anak, untuk dapat memberikan perbaikan dan bukan penghukuman, sehingga anak da pat tumbuh menjadi orang yang baik dan dapat berguna bagi masyarakat jika hi dup di tengah-tengah masyarakat kem bali.

Alasan bahwa pembimbing kema syarakatan memiliki peran yang besar dalam perkara pidana anak yaitu karena pembimbing kemasyarakatan yang me miliki data dan informasi mengenai anak

(14)

dan latar belakang perkara pidana anak tersebut.

Dalam0sistem0peradilan0pidana0a nak0yang mengutamakan diversi0terha dap0perkara anak0yang0mana tujuan utama dari diversi ini adalah mem berikan perlindungan kepada anak men capai perdamaian dan juga penyelesaian antara anak dan korban yang disepakati semua pihak, peran pembimbing kema syarakatan juga terlihat dalam beberapa hal diantaranya yaitu :

1) Apabila pada saat proses penye lesaian perkara pidana anak tidak di berikan kesempatan untuk diversi, ma ka pembimbing kemasyarakatan me miliki hak untuk meminta penegak hu kum lain memberikan proses Dive rsi.16

2) Keberadaan pembimbing kemasayara katan didalam proses diversi salah sa tunya adalah dibutuhkan informasi dan data dari pembimbing kemasya rakatan untuk menjelaskan di dalam proses diversi tentang anak yang ber konflik dengan hukum.

3) Mengikuti musyawarah diversi ber sama-sama dengan para pihak dan pi

16 PP Nomor 65 Tahun 2015.,Op.Cit.

Pasal 4

hak terkait lainnya, berdasarkan pen dekatan keadilan restoratif.17

4) Pembimbing kemasyarakatan dapat mewakili dan menggantikan posisi orang tua anak atau wali anak dalam proses diversi, apabila keberadaan orang tua atau walinya tidak dike tahui, sehingga proses diversi tetap da pat berjalan sesuai jadwal.18

5) Para aparat penegak hukum dalam perkara pidana anak yaitu penyidik, penuntut umum dan Hakim dalam melakukan diversi harus mempertim bangkan beberapa hal salah satunya adalah hasil penelitian kemasyarakat an yang dibuat oleh pembimbing ke masyarakatan sebagai bahan memutus kan tidak lanjut dari perkara pidana anak yang ditangani.19

6) Peran lainnya yaitu pada saat mu syawarah diversi pembimbing kema syarakatan juga memberikan masukan dan saran sebagai rekomendasi ben tuk penyelesaian yang dapat diberi kan pada perkara pidana anak ter sebut.

7) Pada saat setelah penetapan hasil ke sepakatan musyawarah diversi dila

17

Ibid., Pasal 5 ayat (1)

18Ibid., Pasal 5 ayat (2) 19Ibid., Pasal 6 ayat (2)

(15)

kukan, maka pada saat pelaksanaan kesepakatan tersebut, pembimbing kemasyarakatan juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya dilapangan. Dan hasilnya jika kesepa katan tidak dilakukan dengan baik dan sesuai kesepakatan maka dapat memberikan laporan kepada Hakim dan laporan tersebut dapat dijadikan sebagai dasar Hakim untuk melanjut kan sidang perkara pidana anak biasa. Dan sebaliknya jika laporan yang di berikan oleh pembimbing kemasyara katan baik dalam hal pelaksanaan ke sepakatan telah sesuai, maka akan di lanjutkan proses pelaksanaan kesepa katan diversinya.

Hal-hal tersebut diatas adalah bukti bahwa peran dari pembimbing ke masyarakatan terhadap perkara pidana anak sangat vital, dimana hasil penelitian kemasyarakatan dan juga hasil pengawas an yang dilakukan oleh pembimbing ke masyarakatan sangat mempengaruhi na sib dari anak yang berkonflik pidana dapat lanjut atau tidaknya proses pe mberian diversi kepadanya.

D. Kesimpulan

Negara memberikan perlindungan terhadap semua warga negaranya khu susnya terhadap anak. Sebagai Negara yang menjunjung tinggi hak-hak atas anak, dengan adanya UU Sistem Pera dilan Pidana Anak yang menyem purnakan UU Peradilan Anak sebelum nya memberikan kepastian terhadap anak, bahwa proses peradilan pidana anak yang diutamakan menggunakan sistem diversi dengan tujuan untuk memperoleh keadilan restoratif yang baik untuk kepentingan anak. Tujuan dari sistem diversi ini adalah untuk mengembalikan keadaan anka seperti semula, memper baiki anak untuk dapat menjadi anak yang lebih baik dan dapat hidup di tengah-tengah masyarakat. Proses Penghukuman merupakan tera khir yang di berikan dengan tetap mem perhatikan hak-hak anak dan kepenting an anak.

Tanggung jawab dalam hal mem berikan perlindungan terhadap anak me rupakan tanggung jawab semua, ter masuk aparat penegak hukum yang ber tugas pada saat proses peradilan pidana anak berlangsung. Pembimbing kemasya rakatan sebagai salah satu aparat pe

(16)

negak hukum yang bertugas dalam di versi, juga memiliki peran yang cukup penting diantaranya adalah dalam hal membuat penelitian kemasyarakatan tentang perkara pidana anak yang dita ngani, memberikan informasi dan da tanya sebagai bahan pertimbangan di da lam musyawarah diversi, mewakili pen damping anak menggantikan orang tua atau walinya yang tidak diketahui tempat tinggalnya dalam proses diversi, dan melakukan pengawasan terhadap pela ksanaan kesepakatan yang dibuat oleh para pihak pada saat musyawarah di versi, termasuk bekerja sama dengan baik dengan aparat penegak lainnya se hingga semua proses diversi dapat ber langsung sesuai harapan dan dapat me nghasilkan kesepakatan terbaik untuk se mua pihak baik pihak anak pidana maupun anak korban atau korban.

E. Daftar Pustaka Buku

M. Endriyo Susila et al, 2007. Buku Pe doman Penulisan Hukum, Yogya karta: Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Mukti Fajar dan Yulianto Achmad,

2017.Dualisme Penelitian Hukum

Normatif dan Empiris,Cetakan IV, Yogyakarta, Pustaka Pelajar.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-undang0Nomor0110tahun 2012 Tentang0Sistem0 Peradilan0 Pida na0Anak, 0Lembaran0Negara0Re publik0Indonesia0Tahun02012 No mor153,0Tambahan0Lembaran0Ne gara0Republik0Indonesia0 Nomor 5332.0Peraturan0Pemerintah0Repu blik0Indonesia0Nomor0650 Tahun 2015 (PP Nomor0650Tahun0 2015) Tentang0 Pedoman0 Pelaksanaan Diversi0Dan0 Penanganan0 Anak Yang0Belum0Berumur0120 (Dua belas) 0Tahun. 0Lembaran0Negara Republik0Indonesia0Tahun0 2015 Nomor0194.0Tambahan Lembaran Negara0 Republik0 Indonesia0No mor 05732. 0

Peraturan0Mahkamah Agung (PERMA) Nomor04 Tahun02014 tentang0Pe doman0Pelaksanaan Diversi da lam Sistem Peradilan Pidana Anak.

Artikel Jurnal

Slamet0Tri0Wahyudi. 0Problematika Penerapan0Pidana0Mati0 Dalam Konteks0Penegakan0Hukum0 Di

(17)

Indonesia.0 Jurnal0Hukum0 dan Peradilan, 0Volume01, 0Nomor02 Juli02012. 0

Internet

Mengenal Konsep

0

Diversi

0

dalam

0

Pe ngadilan

0

Pidana

0

Anak,

0

diakses dari https://www.hukumonline. com/berita/baca/lt5adeefc80f6ba/ mengenal-konsep-diversi-dalam-pengadilan-pidana-anak/

Ridwan0Mansyur. 0Keadilan0Restora tif0Sebagai0Tujuan0Pelaksanaan Diversi0 Pada0Sistem0Peradilan Pidana0Anak,0diakses0dari https: //mahkamahagung.go.id/id/artikel/

2613/keadilan-restoratif-sebagai- tujuan-pelaksanaan-diversi-pada-sistem-peradilan-pidana-anak Siti Yuliandari Lalisu. Teori Hukum

Lawrance Meir Friedman, diaks es dari http://rechtslaw.blogspot. com/2012/06/teori-hukum-lwrance -meir-friedman.html

Referensi

Dokumen terkait

11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan bagaimanakah perspektif penerapan diversi pada tahap penyidikan terhadap anak yang melakukan tindak

Di samping unsur aturan Undang-Undang, pelaksanaan upaya diversi pada kasus-kasus yang melibatkan anak, tentunya unsur sumber daya manusia dari aparat penegak

Tujuan secara umum dari penulisan ini adalah untuk mengetahui konsep pemberian diversi yang dilaksanakan pada tahap penyidikan terhadap anak yang berhadapan

Dalam hal kesepakatan diversi tanpa memerlukan persetujuan korban atau anak korban dan/atau orang tua/wali, proses diversi dilaksanakan melalui musyawarah yang dipimpin

Apabila anak yang belum berusia 12 tahun diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2015 tentang pedoman pelaksanaan diversi dan penanganan anak yang belum

bahwa proses peradilan pidana anak dilanjutkan dalam hal proses diversi tidak. menghasilkan kesepakatan, atau kesepakatan diversi tidak

Namun tidak semua perkara yang melibatkan anak dapat dilaksanakan upaya diversi, karena ada syarat-syarat yang diatur dalam Undang-Undang ini mengenai pelaksanaan diversi seperti

Sebagai perbandingan pelaksanaan diversi di New Zealand (Selandia Baru) dapat menjadi gambaran keberhasilan penerapan fungsi aparat penegak hukum dalam menangani masalah anak