Optimalisasi Pelayanan Publik di Bidang Perizinan
Teks penuh
Dokumen terkait
Lanjut beliau menjelaskan, di tahun 2013 tidak terdapat laporan dari masyarakat Kota Yogyakarta terhadap kinerja Penyelenggaraan pelayanan publik di Kantor Dinas
Kinerja pelayanan publik yang buruk ini adalah hasil dari kompleksitas permasalahan yang ada di tubuh birokrasi Indonesia seperti pertama, tidak ada sistem
pedoman bagi setiap penyelenggara pelayanan publik di Kota Yogyakarta sebagaimana dimaksud pada huruf b di atas sesuai dengan kewenangan daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun
Pasuruan, karena dalam hal ini peneliti masih menemukan beberapa masalah, beberapa fakta lapangan dari hasil penelitian menjadi faktor pelayanan publik oleh Dinas Perizinan
Dalam optimalisasi layanan transaksi e-government dilakukan berbagai upaya dan kerjasama antara BP2T dan Diskominfo Kota Malang diantaranya pengembangan Sistem
Dalam rangka mewujudkan pelayanan prima dengan kompetensi pegawai yang memenuhi standar sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2006 Tentang
6LVWLP PDQDMHPHQ NHVHODPDWDQ GDQ NHVHKDWDQ NHUMD DGDODK EDJLDQ GDUL VLVWHP PDQDMHPHQ SHUXVDKDDQ VHFDUD NHVHOXUXKDQ \ D Q J P H O L S X W L V W U X N X U R U J D Q L V D V L
Agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang lengkap, setiap perizinan dilengkapi dengan brosur/ leaflet mengenai informasi dasar hukum, persyaratan yang diperlukan, besarnya