KEDUDUKAN HUKUM WARIS DI DALAM ISLAM (1)
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Pewaris sebelum meninggal dunia berhak menyatakan kehendaknya dalam testament atau wasiat yang isinya dapat berupa, erfstelling / wasiat pengangkatan ahli waris (
”KEDUDUKAN AHLI WARIS YANG BEDA AGAMA DENGAN PEWARIS TERHADAP PEMBAGIAN HARTA WARIS MENURUT KOMPILASI HUKUM. ISLAM” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali
Ahli waris merupakan orang yang berhak mendapat harta peninggalan dari pewaris atau orang yang sudah meninggal. Disamping karena hubungan darah dan perkawinan
Putusan Hakim tersebut, jika dirujuk berdasarkan Pasal 185 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam bahwa: (1) ahli waris yang meninggal lebih dahulu dari pada si pewaris, maka
Apabila semua ahli waris perempuan tersebut ada ketika pewaris meninggal dunia, maka yang dapat menerima bagian adalah ibu, anak perempuan, cucu perempuan garis
1) Orang yang menggantikan harus memenuhi syarat sebagai ahli waris. ia harus ada pada saat pewaris meninggal dunia. 2) Orang yang digantikan tempatnya harus sudah meninggal.
Pewaris benar-benar telah meninggal dunia (meninggal secara hakiki), atau dengan keputusan hakim dinyatakan telah meninggal dunia (meninggal secara hukmi ), yaitu sebenarnya
1 Melalui Kompilasi Islam diatur tentang kedudukan dan bagian ahli waris pengganti yaitu Pasal 185 yang berbunyi : 1 Ahli waris yang meninggal terlebih dahulu dari pada si pewaris