PEMBANGUNAN SISTEM PENJUALAN TIKET ONLINE PADA PT.PERSIB
BANDUNG BERMATABAT
Irvan Firmansyah Siddiq
Fakultas Teknk dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia email: [email protected]
Abstract
Persib Bandung is one of the best teams in Indonesia today, proved by his achievement as the defending champion in the highest league in Indonesia. And Persib is the financially healthy team in Indonesia, at the beginning of the season persib bring two world-class star players, it proves that financially persib the healthiest among other clubs in Indonesia. It is supported by the many animo bobotoh who come to watch when persib play cage or away, but the interest is sometimes a problem. Animo that is a problem because often bobotoh who ran out of tickets at the agent or at the official booth, whereas in unofficial agents who sell at unusual prices are still many tickets are beradar. The problem always arises when Persib undergo important game. But from the problem the authors plan to build an online ordering system, with descriptive research method, where later bobotoh already no need to wait in line just to buy tickets. Bobotoh is greatly helped by the online ticket, because now bobotoh do not have to queue to buy tickets and do not need to spend more money to buy tickets to unofficial agents. Of the many benefits and benefits that can be obtained from the online ticketing system, because bobotoh still have to queue to redeem the ticket, and bobotoh still can order more than one ticket karna to order more tickets bobotoh just need to enter using another account.
Keywords : Persib Bandung, Tiket Online, Sistem Informasi, Pembangunan
1. PENDAHULUAN
Pemesanan tiket adalah salah satu proses wajib yang harus di lakukan oleh banyak orang sebelum menonton suatu pertandingan atau suatu pertunjukan. Khususnya bobotoh yang selalu memesan tiket untuk menonton pertandingan persib bandung.
Proses pemesanan tiket yang sedang berjalan sangat kurang efektif, baik dari segi waktu maupun biaya. Untuk itulah perlu adanya proses pemesanan yang lebih efektif baik dalam segi waktu ataupun biaya itu sendiri serta lebih memudahkan, lebih praktis dan lebih cepat tentunya dalam melakukan pemesanan tiket dan juga bisa mengurangi calo calo yang menjual tiket dengan harga yang tidak wajar. Adalah dengan menggunakan internet, karena dengan adanya fasilitas baru dengan menggunakan internet ini segala bentuk pemesanan dapat dilakukan dimana saja sehingga lebih memudahkan bobotoh yang akan melakukan pemesanan tiket. Selain itu, pemesan juga otomatis akan di hindarkan dari calo dan juga tidak akan ada
lagi pemesan yang membeli tiket lebih dari 2 tiket, dan juga bagi bobotoh yang dari luar kota bandung tidak harus datang ke bandung hanya untuk memesan tiket karna dengan penjualan tiket online ini bobotoh di luar bandung bisa langsung memesan tiket tanpa harus datang dahulu ke bandung.
Maka atas dasar itulah, penulis merasa perlu untuk membuat suatu sistem informasi untuk memberikan kemudahan bagi bobotoh yang akan melakukan pemesanan tiket tanpa ada batasan ruang dalam melakukan pemesanan tiket dan tentunya tidak harus menganti atau membeli pada calo. Dengan penjualan tiket secara online, diharapkan bisa membantu memudahkan bobotoh untuk memesan tiket tanpa harus lama lama mengantre dan berebut dengan calo.
1.2 Rumusan Masalah
orang yang membutuhkan unuk memesan tiket dimanapun dan kapanpun mereka berada. rumuskan masalah yang di hadapi penulis di dalam pembuatan system informasi ini, yaitu:
a. Bagaimana membuat sistem penjualan tiket online persib yang dapat memudahkan bobotoh memesan tiket dimanapun mereka
Masalah yang di bahas dalam penelitian ini dibatasi pada :
1. Pemesanan hanya di lakukan secara online dan penukaran tiket dilakukan pada tempat yang sudah di tentukan 2. Pemesan tiket hanya dapan memesan
maksimal 2 tiket.
3. Pembahasanya hanya meliputi informasi tentang Persib Bandung melakukan penelitian ini antara lain :
1.4.1 Maksud
Maksud peneliti dalam melakukan penelitian ini antara lain : perkuliahan dan praktikum, sehingga nantinya dapat menambah keterampilan dan pengalaman penulis dalam memmbuat suatu Sistem yang interaktif.
1.4.2 Tujuan
Tujuan peneliti dalam melakukan penelitian ini antara lain :
1. Untuk mempermudah
bobotoh dalam melakukan
pemesanan tiket
pertandingan persib bandung 2. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Kewirausahaan pada semester 7 di Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer jurusan Sistem Informasi Universitas Komputer Indonesia
1.5 Sistematika Penulisan
1. BAB I (PENDHULUAN) : Bab ini merupakan pendahuluan yang membahas latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah, maksud dan tujuan penelitian, dan sistematika penulisan.
2. BAB II (METODE) : Bab ini menjelaskan tentang metode penelitian apa yang di ambil dalam jurnal ini, mulai dari jenis, desain sampai metode pengumpulan datanya.
3. BAB III (HASIL DAN PEMBAHASAN) : Bab ini merupakan jangkaan hasil berisikan tentang prediksi hasil akhir sistem yang di buat.
4. BAB 1V (KESIMPULAN) : Bab ini berisikan kesimpulan yang terkiri dari rangkuman singkat atas hasil dan pembahasan.
2. METODE
mengumpulkan data, memaparkan analisis tersebut serta mengimplementasikan hasil analisis tersebut.
2.1 Jenis Penelitian
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada masalah-masalah actual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakukan khusus terhadap peristiwa tersebut. Variabel yang diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga lebih dan satu variabel.
2.2 Desain Penelitian
Desain Penelitian suatu penelitian untuk perancangan aplikasi ini sangat perlu dilakukan perencanaan dan perancangan penelitian, agar penelitian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan sistematis. Berikut adalah tahapan-tahapan yang digunakan dalam penelitian ini :
1. Studi Pustaka
Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan literatur, browsing internet, jurnal-jurnal dan makalah-makalah yang ada kaitannya dengan topik yang diambil juga mempelajari dokumentasi dari wilayah yang dijadikan objek pembangunan aplikasi.i digunakan adalah sebagai berikut : a. Primer : Data primer merupakan
sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya yang berupa wawancara, jajak pendapat dari individu atau kelompok (orang) maupun hasil observasi dari suatu obyek, kejadian atau hasil pengujian (benda). Dengan kata lain, kami peneliti membutuhkan
pengumpulan data dengan cara menjawab pertanyaan riset (metode survei) atau penelitian benda (metode observasi) demi mendapatkan informasi yang kami butuhkan untuk di kemas sedemikian rupa sehingga dapat disajikan kepada pengakses web.iii
b. Sekunder : Pengertian Data sekunder merupkan sumber data penelitian yang diperoleh melalui media perantara atau secara tidak langsung yang berupa buku, catatan, bukti yang telah ada, atau arsip baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan secara umum. Dengan kata lain, kami peneliti membutuhkan pengumpulan data dengan cara berkunjung ke perpustakaan, Internet, pusat kajian, pusat arsip atau membaca banyak buku yang berhubungan dengan penelitian kami yaitu mencari berita yang terbaru.iv 2.4 Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam perancangan aplikasi ini adalah Metode Prototype. Metode Prototype merupakan suatu metode dalam pengembangan sistem yang menggunakan pendekatan untuk membuat sesuatu program dengan cepat dan bertahap sehingga dapat segera dievaluasi oleh pengguna (user). Prototype membuat proses pengembangan sistem menjadi lebih cepat dan lebih mudah, terutama pada keadaan kebutuhan pengguna yang sulit untuk diidentifikasi. Dari pengertian metode prototype di atas penulis dapat menyimpulkan alasan menggunakan pengembangan prototype, yaitu dikarenakan penulis lebih mudah dalam merancang aplikasi yang diinginkan PT. PBB dan dapat diterima oleh pengguna, penulis menginginkan perancangan aplikasi yang telah dihasilkan betul-betul sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pemakai. Perubahan dan presentasi ini dapat dilakukan berkali-kali sampai dicapai kesepakatan
bentuk aplikasi yang akan
Gambar 2.1. Mekanisme pengembangan
Pada sistem baru yang di usulkan, proses pemesanan tiket pertandingan Persib Bandung akan menjadi lebih efektif, dan memudahkan bagi bobotoh yang berada di luar kota untuk melakukan pemesanan tiket. Selain itu, dengan adanya sistem ini, bobotoh tidak bisa membeli tiket lebih dari 2 karna menggunakan pemesan harus memasukan NIK pada saat melakukan pemesanan, dengan begitu tidak akan ada calo yang mencoba
1) Admin melakukan login kedalam sistem dan menginputkan pertandingan yang akan berlangsung dan tiket pertandingan yang akan dijual.
2) Ketika pertandingan selesai, admin merubah data pertandingan dan tiket pertandingan selanjutnya yang akan di jual. 3) Pembeli melakukan masuk ke
5) Pembeli mendapatkan email berisi password
6) Pembeli melakukan login dan masuk ke form tiket pertandingan 7) Pembeli memilih tiket
pertandingan yang akan di pesan. 8) Pembeli mengisi form pemesanan
dengan menginputkan nik, email, menampilkan tagihan yang harus di bayar
10) Pembeli mendapatkan tagihan pembayaran dan metode pembayaran
11) Pembeli melakukan pembayaran dan konfirmasi
12) Sistem mengecek status pembayaran pembeli, apabila belum melakukan pembayaran sistem akan kembali ke halaman konfirmasi pembayaran
13) Pembeli mendapatkan print out tiket melalui email.
2. Flowmap pada Sistem Penjualan Tiket Online
Gambar 3.1. Flowmap Sistem admin yang di usulkan
b. Flowmap Pembuatan akun untuk pemesan yang akan memesan tiket pertandingan persib bandung secara online, calon pemesan harus menginputkan NIK sebagai syarat wajib unuk membuat akun.
Gambar 3.2. Flowmap sistem pendaftaran pemesan tiket yang di usulkan
Gambar 3.3. Flowmap sistem pemesanan tiket yang di usulkan
3. Rancangan Antar Muka Sistem Pemesanan Tiket Online
a. Rancangan antar muka sistem pendaftaran pemesan tiket online
Pemesan menginputkan nama, alamat email, no hp, tanggal lahir dan yang paling utama adalah NIK/Nomor identitas, karena Nomor identitas tesebut menjadi patokan untuk batas maksimal pembelian untuk satu nomor identitas
Gambar 3.4. Rancangan antar muka sistem pendaftaran pemesan tiket yang di usulkan
b. Rancangan antar muka sistem pemesanan tiket
Pemesan memilih tiket yang akan di pesan dengan batasan maksimal 2 tiket perNIK yang di daftarkan, hal ini menghindari calo yang beralih memesan di pemesanan online ini.
Gambar 3.5. Rancangan antar muka sistem pemesanan tiket yang di usulkan
Pada Sistem Pemesanan Tiket Online diatas, bisa di jelaskan bahwa pemesanan melalu sistem ini pemesan hanya dapat melakukan 2kali pemebelian tiket untuk satu NIK, dangan hal ini maka tidak aka nada calo yang nantinya membeli tiket malalui pemesanan online ini. Dan dengan adanya sistem pemesanan tiket online ini dapat memudahkan bobotoh yang berdomisili di luar kota bandung untuk memesan atau membeli tiket pertandingan persib, terutama pada match match penting.
4. KESIMPULAN Berdasarkan dengan hasil penelitian yang
ini adalah kesimpulan yang di peroleh dan di harapkan akan memberikan efek yang baik bagi pengguna maupun bagi penulis, maka dapat di simpulkan sebagai berikut :
1. Dengan adanya sistem informasi pemesanan tiket online tiket persib bandung ini, di harapkan pembeli atau bobotoh dapat dengan mudah memesan tiket pertandingan persib dimanapun mereka berada.
2. Dengan adanya sistem informasi pemesanan tiket online tiket persib bandung ini, proses pemesanan tiket akan lebih baik, lebih cepat, dan lebih efisien pada saat pemesanan tiket tersebut, terutama pada saat laga laga big match
3. Dengan adanya sistem informasi pemesanan tiket online tiket persib bandung ini, diharapkan dapat mengurangi calo yang banyak beredar saat menjelang pertandingan persib di selenggarakan, karna pembeli hanya dapat membeli 2 tiket dengan menggunakan 1 NIK.
i Yulianto Agung Ardhian, Gartina Inne, Astuti Rini, 2009. Analisis dan Desain
Sistem Informasi. Polikteknik Telkom. Bandung.
ii Irvan Septian, 2014. Penerapan Metode Transportasi Dan Stepping Stone Untuk Mengoptimalkan Pemilihan
Supllier Bahan Baku, Universitas Pendidikan Indonesia.
iii Kanalinfo.web.id, ‘Pengertian Data Primer dan Data Sekunder’, https://www.kanalinfo.web.id/2016/10/pengertian-data-primer-dan-data-sekunder.html
iv Kanalinfo.web.id, ‘Pengertian Data Primer dan Data Sekunder’, https://www.kanalinfo.web.id/2016/10/pengertian-data-primer-dan-data-sekunder.html