• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENJUALAN ANGSURAN PENJUALAN ANGSURAN PENJUALAN ANGSURAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENJUALAN ANGSURAN PENJUALAN ANGSURAN PENJUALAN ANGSURAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Pengertian

Penjualan angsuran

Penjualan yang pembayarannya dilakukan

secara bertahap

Pembayaran yang terjadi dalam transaksi

penjualan angsuran adalah

pembayaran uang muka dan

pembayaran angsuran secara periodik (biasanya

(3)

Masalah akuntansi dalam penjualan angsuran

Masalah yang berhubungan dengan laba

penjualan.

Masalah yang berhubungan dengan cara

perhitungan bunga dan angsuran.

Masalah yang berhubungan dengan tukar

tambah.

JENIS PENJUALAN ANGSURAN

Penjualan aset tetap

Penjualan barang dagangan

(4)

Metode pencatatan akuntansi penjualan angsuran aset tetap

1. Laba diakui pada saat penjualan

1. laba diakui seluruhnya

2. Periode berikutnya tidak ada pengakuan laba

3. Setiap periode diterima pokok angsuran

4. Mengakui pendapatan bunga

2. Laba diakui proporsional dengan kas diterima

1. Laba penjualan dicatat sebagai laba kotor yang belum

direalisasi (Unrealized gross profit)

2. Akhir periode diakui laba terealisasi sebesar prosentasi laba

kotor dikalikan kas yang diterima

Persentase laba kotor diperoleh dari jumlah laba dibagi dengan

(5)

Contoh Kasus

Pada 2 januari 2009, PT.Apolo Menjual 20 unit motor dengan HPP @

Rp10.000.000,-. Harga Jual @ Rp

12.500.000,-Penjualan diatas dilakukan dengan perjanjian sebagai berikut

Uang muka sebesar 20% dari penjualan total

Pembayaran angsuran dilakukan 6 bulan sekali (pembayaran pertama dilakukan

setelah 6 bulan pertama)

Pembayaran angsuran ditambah bunga 10% per tahun (bunga dihitung dari

saldo pokok angsuran)

Angsuran dilakukan 8x

Diminta

 Buat jurnal pada saat penjualan dengan metode laba diakui seluruhnya dan metode laba diakui

proporsional

 Buat tabel perhitungan bunganya

 Buat jurnal pembayaran angsuran ke 1 sampai ke 3

(6)

Pembahasan

Diketahui

Harga jual/unit Rp.

12.500.000,-Harga Pokok/Unit Rp.

10.000.000,-Didapat

Total Penjualan

Rp.250.000.000,-Total Harga Pokok

Rp.200.000.000,-Laba Penjualan Rp.

Uang Muka Rp.

50.000.000,-Sisa

AngsuranRp.200.000.000,-Angsuran Pokok setiap 6 bulan

Angsuran = 200juta/8 Rp. 25.000.000,-

Bunga = 10% pertahun (5% untuk 6 bulan)

(7)

Jurnal pada saat penjualan

Metode Deskripsi Debit Kredit

Laba diakui

seluruhnya Kas (uang muka)Piutang Angsuran Motor Laba diakui

secara

proporsional

Kas

(8)

Tabel Perhitungan Bunga

Angsuran Saldo Pokok Angsuran Pokok Bunga Total Saldo Pokok Akhir

1 200.000.000 25.000.000 10.000.000 35.000.000 175.000.000

2 175.000.000 25.000.000 8.750.000 33.750.000 150.000.000

3 150.000.000 25.000.000 7.500.000 32.500.000 125.000.000

4 125.000.000 25.000.000 6.250.000 31.250.000 100.000.000

5 100.000.000 25.000.000 5.000.000 30.000.000 75.000.000

6 75.000.000 25.000.000 3.750.000 28.750.000 50.000.000

7 50.000.000 25.000.000 2.500.000 27.500.000 25.000.000

(9)

Jurnal Pembayaran angsuran (Laba diakui seluruhnya)

Tanggal Deskripsi Debet Kredit

31 juni 09 Kas

Piutang Angsuran Pendapatan Bunga (mencatat angsuran ke 1)

35.000.000 (mencatat angsuran ke 2)

33.750.000 (mencatat angsuran ke 3)

32.550.000 (mencatat angsuran ke 4)

31.250.000

(10)

Jurnal Pembayaran angsuran

Tanggal Deskripsi Debet Kredit

31 juni 11 Kas

Piutang Angsuran Pendapatan Bunga (mencatat angsuran ke 5)

30.000.000 (mencatat angsuran ke 6)

28.750.0000 (mencatat angsuran ke 7)

27.500.000 (mencatat angsuran ke 8)

26.250.000

(11)

Jurnal penyesuaian (metode laba diakui proporsional)

Tanggal Deskripsi Debit Kredit

31 des 09 Laba belum direalisasi

Laba penjualan 20.000.000 20.000.000

31 des 10 Laba belum direalisasi

Laba penjualan 10.000.000 10.000.000

31 des 11 Laba belum direalisasi

Laba penjualan 10.000.000 10.000.000

31 des 12 Laba belum direalisasi

Laba penjualan 10.000.000 10.000.000

Des 09 = (uang muka+angsuran juni+angsuran des)*20% = (50jt + 25jt + 25jt)*20% = 20jt

(12)

Contoh Kasus

Pada 2 September 2013, Made Ferry Motor Menjual 27 unit motor dengan HPP

@ Rp12.250.000,-. Harga Jual @ Rp

19.250.000,-Penjualan diatas dilakukan dengan perjanjian sebagai berikut

Uang muka sebesar 30% dari penjualan total

Pembayaran angsuran dilakukan tiap bulan sekali (pembayaran pertama

dilakukan setelah bulan pertama)

Pembayaran angsuran ditambah bunga 2,5% per bulan (bunga dihitung dari

saldo pokok angsuran)

Angsuran dibayar 10 kali

Diminta

 Buat jurnal pada saat penjualan dengan metode laba diakui seluruhnya dan metode laba diakui

proporsional

 Buat tabel perhitungan bunganya

 Buat jurnal pembayaran angsuran tahun 2013

Gambar

Tabel Perhitungan Bunga

Referensi

Dokumen terkait

Terjadinya selisih laba kotor karena adanya perbedaan anggaran penjualan dengan penjualan yang terealisasi pada periode tersebut, yaitu perbandingan selisih komposisi

Dan pada pengakuan laba kotor sejalan dengan realisasi penerimaan kas adalah dalam metode ini laba kotor diakui diakui sesuai dengan realisasi penerimaan kas dari penjualan

Dengan demikian untuk mendapatkan gambaran tentang kualitas atas penerapan metode pengakuan laba kotor dalam penjualan angsuran, maka digunakan tabel frekuensi dan

Laba operasi yang diperoleh dari selisih laba kotor menurut metode persentase penyelesaian dengan beban operasi dimana laba kotor yang diakui untuk tiap

penambah dana zakat.  Jika diterima dalam bentuk kas, diakui sebesar jumlah diterima tetapi jika dalam bentuk non kas sebesar nilai wajar aset.. Zakat yang diterima diakui

Maka besarnya laba atau rugi yang diakui dari pembatalan penjualan angsuran adalah Sama dengan selisih antara nilai pasar barang bekas yang diterimadengan

Mahakam Berlian Samjaya berdasarkan nilai wajar dari imbalan yang diterima dan atau yang dapat diterima dalam bentuk kas atau setara kas telah sesuai dengan standar

Jumlah yang harus ditetapkam ialah pendapatan atau laba kotor harus diakui pada saat tanggal laporan dan untuk melihat jumlah pendapatan atau laba kotor yang diakui tiap periode atau