• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembuatan dan Karakterisasi Komposit Serat Palem Saray dengan Matrik Poliester

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pembuatan dan Karakterisasi Komposit Serat Palem Saray dengan Matrik Poliester"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong

banyaknya penemuan beberapa teknologi alternatif sebagai cara dalam memenuhi

kebutuhan masyarakat. Khususnya pada bahan material, bahan material yang

dibutuhkan adalah bahan material yang berkualitas dan memiliki sifat mekanik

yang tinggi. Komposit adalah salah satu alternatif untuk menghasilkan material

yang dari sifat mekaniknya lebih baik dari material lainnya.

Komposit merupakan salah satu jenis bahan yang dibuat dengan

penggabungan dua atau lebih macam bahan yang mempunyai sifat berbeda

menjadi satu material baru dengan sifat yang berbeda pula. Komposit mempunyai

keunggulan seperti kuat, ringan, tahan korosi, ekonomis dan sebagainya

(Wicaksono, 2006).

Dalam pembuatan komposit diperlukan serat dan matriks. Serat

berfungsi sebagai elemen penguat yang menentukan sifat mekanik dari komposit

karena meneruskan beban yang diteruskan oleh matrik. Bahan yang digunakan

sebagai serat terbagi menjadi dua bagian yaitu alami dan sintesis. Bahan penguat

alami bersumber dari tumbuh-tumbuhan dan hewan seperti serat palem saray,

serat ijuk, serat serabut kelapa, serat nenas, sutra dan lain-lain. Dan bahan penguat

sintesis berasal dari pengolahan pabrikasi seperti serat gelas, serat karbon, dan

lain sebagainya.

Sebelum masehi serat alam sebagai penguat telah dipergunakan dalam

material komposit. Dinding bangunan tua di Mesir yang telah berumur lebih dari

3000 tahun ternyata terbuat dari tanah liat yang diperkuat dengan jerami

(Brouwer, 2000). Namun pada perkembangan selanjutnya serat alam ditinggalkan

karena memiliki kekurangan secara teknis dan telah ditemukan material baru yang

(2)

kelemahan yaitu massa jenis yang tinggi sehingga kekuatan dan kekakuan relatif

rendah.

Oleh karena itu, material komposit mulai diperkenalkan kembali dengan

menggunakan serat sintesis yang dikombinasikan dengan bahan polimer sebagai

matrik. Tujuannya adalah untuk memperoleh kekuatan dan kekakuan yang tinggi

(Jamasri, 2000). Namun pada kenyataannya serat sintesis menimbulkan dampak

lingkungan yang tidak baik akibat limbah dari serat sintesis yang tidak dapat

didaur ulang. Sehingga serat alam mendapat perhatian kembali sebagai penguat

dalam komposit. Serat alam memiliki keunggulan yaitu lebih murah daripada

serat sintesis, berat jenis serat alam lebih kecil daripada serat sintesis dan serat

alam lebih ramah lingkungan dibadingkan serat sintesis karena dapat didaur ulang

(I Putu L.,dkk, 2009).

Tanaman palem tumbuh dan tersebar diseluruh wilayah Indonesia.

Tanaman palem Indonesia memiliki banyak jenis dan sebagian besar

dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Palem saray adalah jenis tanaman palem

yang tumbuh di daerah lembab. Tanaman ini tersebar di seluruh wilayah

Indonesia seperti sumatera, Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Palem saray memilki

serat di bagian batangnya. Secara morfologi serat palem saray memiliki serat yang

kuat. Pemanfaatan serat palem saray belum banyak diketahui oleh masyarakat.

Oleh karena itu, serat palem saray digunakan sebagai penguat dalam pembuatan

komposit. Serat palem saray akan dibentuk secara acak (Chopped strand Mat).

Beberapa aplikasi bahan komposit yang diperkuat dengan serat diantaranya adalah

sebagai badan pesawat, sayap pesawat, roda pendarat pesawat, bumper mobil,

badan mobil, badan kapal, dan lain sebagainya.

Matrik dalam komposit digunakan untuk mendistribusikan beban ke

dalam seluruh material penguat komposit. Sifat matriks biasanya “ulet” (ductile).

Dalam hal ini, matriks polimer yang digunakan adalah thermoset yakni poliester.

Poliester digunakan karena memiliki sifat mekanik yang unggul dan ketahanan

terhadap panas serta dingin.

(3)

memberikan penguatan ke segala arah dan lebih fleksibel, sehingga mudah

dibentuk.

Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui sifat fisis dan sifat

mekanik pembuatan komposit serat palem saray (Caryota mitis) dengan matriks

poliester. Dengan penggabungan antara serat palem saray dengan poliester

diharapkan menghasilkan komposit yang lebih kuat, kokoh, tangguh dan dapat

dimanfaatkan oleh perindustrian

1.2 Rumusan Masalah

Komposit serat palem saray (Caryota mitis) dengan resin poliester

digabungkan untuk mendapatkan komposit yang kuat, kokoh dan lentur.

Rumusan masalah dalam penelitian tugas akhir ini sebagai berikut :

1. Bagaimana pembuatan komposit berpenguat serat palem saray dengan

resin poliester?

2. Apakah serat palem saray dapat digunakan sebagai penguat dalam

komposit yang memiliki sifat fisis dan sifat mekanik yang baik?

3. Bagaimana karakteristik bahan komposit berpenguat serat palem saray

dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku industri ?

1.3 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam penulisan tugas akhir ini sebagai berikut:

1. Komposisi serat palem saray divariasikan mulai 0 % (tanpa serat) , 1 %,

2 %, 3 %, 4 % dan 5 % dengan matriks poliester .

2. Metode yang digunakan adalah metode Chooped Strand Mat.

3. Pengujian yang dilakukan terhadap serat palem saray meliputi pengujian

sifat fisis : densitas, kadar air Dan pengujian yang dilakukan terhadap

komposit meliputi pengujian sifat fisis : densitas, kadar air , daya serap air

dan Pengujian sifat mekanik : uji kekuatan lentur (flexural strength), uji

(4)

1.4 Tujuan

Tujuan tugas akhir ini sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui sifat fisis dan sifat mekanik komposit yang diperkuat

serat palem saray dengan matriks poliester dengan komposisi serat palem

saray yang berbeda.

2. Untuk mengetahui sifat fisis serat palem saray sebagai penguat komposit.

3. Untuk mengetahui aplikasi dari komposit serat palem saray dengan

matriks poliester.

1.5 Manfaat

Adapun manfaat dari tugas akhir ini :

1. Untuk mengetahui pemanfaatan serat palem saray sebagai penguat

komposit.

2. Untuk mengetahui teknologi pembuatan komposit serat palem saray yang

selama ini tidak digunakan.

3. Untuk mendapatkan bahan material yang sifat fisis dan mekaniknya baik

dengan biaya yang murah dan menambah nilai ekonomis dari serat palem

saray yang selama ini tidak digunakan sebagi penguat komposit.

1.6 Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini mencakup latar belakang penelitian, batasan masalah yang akan

diteliti, rumusan masalah yang akan diteliti, tujuan penelitian, manfaat

penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini membahas tentang landasan teori yang menjadi acuan untuk proses

pengambilan data, analisa data serta pembahasan.

(5)

Bab ini membahas tentang data hasil penelitian dan analisa data yang

diperoleh dari penelitian.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisikan tentang kesimpulan yang diperoleh dari penelitian dan

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan dengan intervensi terhadap anak, orang tua dan pemerintah desa serta keterlibatan dari perguruan tinggi terdapat adanya

Pada Penulisan Ilmiah ini penulis mencoba untuk membahas tentang pembuatan aplikasi modul interaktif, bagaimana kita memadukan gambar, teks, suara dan animasi ke dalam

Hendro Gunawan, MA

logam ditambah larutan baku (EDTA atau EGTA) da­. lam jumlah berlebih dan tertentu,

Setelah plasenta terlepas, meminta ibu untuk meneran sambil menarik tali pusat ke arah bawah dan kemudian ke arah atas, mengikuti kurve jalan lahir sambil meneruskan tekanan

sebagaimana pada pertemuan sebelumnya, namun pertanyaan yang diberikan bukan l a g untuk kelompok, melainkan untuk individu yang mampu menjawab dengan benar. Setelah pertanyaan

Seiring dengan kondisi pasar yang masih banyak tekanan, emiten properti tersebut menilai sekarang bukan waktu yang tepat untuk meluncurkan aksi korporasi tersebut..  Direktur

Masyarakat juga perlu di didik tentang teknik pertolongan pertarna pada korban bencana ( P?K 1 First Aid ). Setiap terjadi bencana, kebutuh an yang paling urgen adalah