PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
POTENSI EKSTRAK KELENJAR HIPOFISA AYAM BROILER DALAM MEMPERCEPAT PEMIJAHAN DAN MENINGKATKAN JUMLAH TELUR IKAN ARWANA SILVER Osteoglossum bicirrhosum (Cuvier, 1829)
BIDANG KEGIATAN: PKM PENELITIAN
DIUSULKAN OLEH:
HIDAYAH MARDHATILAH 1210422021 (2012) BUNGA MELATI 1210422021 (2012) QORIATUL HUSNAH 1310421146 (2013)
UNIVERSITAS ANDALAS PADANG
DAFTAR ISI
RINGKASAN
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Rumusan Masalah... 2
1.3 Tujuan Khusus... 2
1.4 Keutamaan Penelitian ... 2
1.5 Temuan yang ditargetkan ... 2
1.6 Luaran yang Diharapkan ... 2
1.7 Manfaat Penelitian... 2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ikan Arwana Silver ... 3
2.2 Ayam Broiler... 4
2.3 Kelenjar Hipofisa ... 5
2.4 Pemijahan Buatan... 5
BAB 3. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat... 6
3.2 Alat dan Bahan ... 6
3.3 Rancangan Percobaan... 6
3.4 Pelaksanaan Penelitian ... 7
3.5 Analisis Data... 7
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Anggaran Biaya... 7
4.2 Jadwal Kegiatan ... 8
DAFTAR PUSTAKA ... 9
LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1 ... 10
Lampiran 2 ... 15
Lampiran 3 ... 16
Ringkasan
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ikan hias memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan. Budidaya ikan hias mampu memberikan kehidupan bagi banyak orang yang menekuninya. Selain orang suka akan keindahan ikan hias, banyak pula orang yang menggantungkan hidupnya dari membudidayakan dan memasarkan ikan hias yang jenisnya bermacam-macam. Petani yang sebelumnya menekuni budidaya ikan konsumsi seperti ikan lele, ikan nila, guramih dan lain sebagainya beralih menekuni budidaya ikan hias. Semua itu dilakukan karena peluang usaha dan potensi ekonomis budidaya ikan hias lebih menggiurkan dibandingkan dengan ikan konsumsi. Salah satu jenis ikan hias dengan nilai jual tertinggi adalah ikan arwana silver.
Ikan arwana silver (Osteoglossum bicirrhosum) merupakan ikan hias asal negara Brazil yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Jenis ikan hias air tawar ini banyak diminati oleh para hobiis karena ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang indah, warna yang menarik, tahan terhadap penyakit dan mudah perawatannya. Setiap tahun permintaan terhadap ikan ini semakin meningkat, namun ketersediaanya masih kurang. Menurut Kepala Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (2011) permintaan arwana setiap tahun meningkat, tetapi tidak terpenuhi. Untuk itu budidaya ikan arwana silver ini perlu dikembangkan, salah satunya malakukan pemijahan buatan dan aplikasi hormonal dengan teknik hipofisasi.
Teknik hipofisasi sering dilakukan dengan menggunakan preparat hormonal ovaprim, HCG (Human Chorionic Gonadotropin), LHRH (Luteinizing
Hormone Releasing Hormone) dan PMSG (Pregnant Mare Serum Gonadotropin).
Namun harga yang mahal menyebabkan penggunaan hormon tersebut tidak ekonomis di kalangan petani ikan. Alternatif lain adalah dengan menggunakan hipofisa alami seperti hipofisa ikan, katak, ayam, bahkan sapi (Masrizal, 2002).
Indonesia adalah salah satu negara terbesar penghasil ayam broiler. Hipofisa ayam broiler juga mempunyai aktivitas untuk mensekresi hormon gonadotropin (FSH dan LH). Disamping murah, kelenjar hipofisa ayam broiler mudah sekali didapatkan, karena kelenjar hipofisa ayam broiler ini terbuang percuma sebagai limbah bersama tulang tengkorak kepala ayam di pasar - pasar tempat pedagang memotong dan menjual ayam broiler. Studi imunologi menunjukkan tidak ada reaksi antagonis antara ekstrak hipofisa ikan mas dengan LH ayam (Burzawa-gerrad, 1971 dalam Sundararaj, 1981). Melalui penelitian ini diharapkan ekstrak hipofisa ayam broiler dapat digunakan sebagai bahan pengganti preparat hormonal yang saat ini harganya semakin mahal.
broiler untuk mempercepat penijahan ikan hias arwana silver. Masrizal (2002) menunjukkan kelenjar hipofisa ayam broiler dapat mempercepat waktu laten pemijahan induk ikan lele dumbo, meningkatkan prosentase ovulasi, tingkat kematangan telur, fertilitas telur, daya tetas telur serta survival rate.
Semakin tinggi kandungan hormon LH (Luteinizing Hormon) di dalam darah ikan mas akibat dari penyuntikan kelenjar hipofisa ayam broiler, dan ini menyebabkan semakin banyak jumlah telur yang mengalami proses pematangan sampai mencapai pematangan tahap akhir. Apabila semakin banyak telur yang matang dengan kualitas yang sempurna, menyebabkan proses perkembangan embrio didalam telur akan lebih baik dan hal ini akan menghasilkan larva yang lebih baik pula kualitasnya yaitu larva yang mempunyai kemampuan hidup lebih tinggi, dan inilah yang menyebabkan sulvival rate lawa ikan mas semakin tinggi (Masrizal dun Azhar, 2007).
Teknik hipofisasi ayam broiler belum pernah dilakukan terhadap ikan arwana silver, untuk itu dalam penelitian ini akan digunakan hipofisa ayam broiler sebagai agen percepatan pemijahan buatan dan meningkatkan jumlah telur ikan arwana silver.
1.2 Rumusan Masalah
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana potensi ekstrak hipofisa ayam broiler terhadap percepatan waktu latensi, keberhasilan pembuahan dan penetasan pada pemijahan ikan arwana silver (Carassius auratus auratus). 1.3 Tujuan Khusus
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak hipofisa ayam broiler terhadap percepatan waktu latensi, keberhasilan pembuahan, penetasan pada pemijahan, dan peningkatan jumlah telur ikan arwana silver.
1.4 Keutamaan Penelitian
Keutamaan penelitian ini adalah optimalisasi pemanfaatan ekstrak hipofisa ayam broiler terhadap pemijahan buatan ikan arwana silver
1. Temuan yang Ditargetkan dan Luaran yang Diharapkan
Temuan yang ditargetkan dan luaran yang diharapkan adalah terciptanya sebuah artikel ilmiah dan buku pedoman budidaya ikan arwana silver.
1.6 Manfaat Penelitian
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Ikan Arwana Silver Osteoglossum bicirrhosum (Cuvier, 1829) 2.1.1 Klasifikasi dan Deskripsi Ikan Arwana
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : Pisces
Sub Kelas : Teleostei Ordo : Malacopterygii Famili : Osteoglossidae
Spesies : Osteoglossum bicirrhosum (Cuvier, 1829)
Gambar 1. Ikan Arwana Silver (Osteoglossum bicirrhosum)
Deskripsi ikan ini yaitu dapat tumbuh sampai 1 meter, berwarna keperakkan (Silver) dengan sirip kehitaman. Saat kecil mempunyai gelembung hitam seperti kutil yang di bawah tutup insangnya. Hidup di air menggenang, sering ada dipermukaan sungai dekat vegetasi air. Ikan arwana bersifat predator, ikan ini juga gemar memakan katak, kadal, ikan kecil, udang, kelabang, bahkan burung saat masih di alam. Arwana silver dapat tumbuh hingga satu meter dan berat sekitar 10 kg, membuatnya seperti monster sehingga membutuhkan akuarium yang besar untuk memajangnya. ikan arwana silver juga mempunyai kebiasaan melompat untuk memakan serangga atau burung yang bertengger dekat permukaan sungai. kebiasaan ini masih dibawa saat dipajang di akuarium sehingga harus diberi tutup supaya mereka tidak melompat dari aquarium (Kepala Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan, 2011).
Ikan arwana sulit dibedakan jenis kelaminnya. Perbedaan akan muncul setelah ikan berukur 3-4 tahun. Pembedaan jenis kelamin diketahui melalui bentuk tubuh dan lebar mulut. Arwana jantan mempunyai tubuh lebih langsing dan sempit, mulut lebih besar dan warna lebih mencolok daripada betina. Mulut yang melebar dengan rongga besar digunakan untuk tujuan inkubasi telur. Perbedaan lain adalah ukuran kepala jantan relatif lebih besar, sifat lebih agresif termasuk dalam perebutan makanan (Ramadlon, 2011).
2.1.2 Perilaku Pemijahan Ikan Arwana Silver
mendekati permukaan air. Arwana jantan mengejar betina sekeliling kolam, terkadang pasangan membentuk lingkaran (hidung menghadap ke ekor pasangan).Sekitar 1-2 minggu sebelum pemijahan, ikan berenang bersisian dengan tubuh seling menempel. Terjadilah pelepasan sejumlah telur berwarna jingga kemerahan, Jantan membuahi telur dan kemudian mengumpulkan telurdi mulitnya untuk diinkubasi sampai larva dapat berenang dan bertahan sendiri. Diameter telur 8-10 mm dan kaya akan kuning telur dan menetas sekitar seminggu setelah pembuahan. Setelah penetasan, larva muda hidup dalam mulut jantan hingga 7-8 minggu sampai kuning telur diserap total. Larva lepas dari mulut dan menjadi mandiri setelah ukuran tubuh 45-50 mm (Ramadlon, 2011).
Kematangan gonad ikan arwana terjadi pada umur 4 tahun dengan panjang tubuh 45-60cm. Pemijahan terjadi sepanjang tahun, dan mencapai puncaknya antara bulan Juli dan Desember. Induk jantan di alam akan menjaga telur yang sudah dibuahi dalam mulutnya hingga 2 bulan ketika larva mulai dapat berenang. Arwana betina mempunyai ovarium tunggal yang mengandung 20-30 ova besar dengan diameter rata-rata 1,9 cm dengan kematangan berbeda-beda. Induk jantan dewasa juga mempunyai sebuah organ vital menyerupai testis. Inkubasi telur secara normal membutuhkan 8 minggu. Untuk memperpendek waktu, telur yang sudah dibuahi dapat dikeluarkan dari mulut pejantan 1 bulan setelah pemijahan. Induk jantan ditangkap dengan sangat hati-hati dengan jaring halus lalu diselimuti dengan handuk katun yang basah untuk menghindari ikan memberontak dan terluka. Untuk melepaskan larva dari (Ramadlon, 2011).
2.2 Ayam Broiler
Gambar 2. Ayam Broiler
Broiler adalah istilah untuk menyebutkan strain ayam hasil budidaya teknologi yang memiliki karakteristik ekonomis dengan ciri khas yaitu pertumbuhan yang cepat, konversi pakan yang baik dan dapat dipotong pada usia yang relatif muda sehingga sirkulasi pemeliharaannya lebih cepat dan efisien serta menghasilkan daging yang berkualitas baik (Murtidjo, 1992).
keadaan tidak berproduksi, dan rontok bulu atau (molting); (2) mengukur nitrogen endogen. Keduanya diukur pada saat kebutuhan energi metabolis basal terpenuhi. Tahap pertama memerlukan ransum yang diketahui tepat kandungan nitrogennya dan tahap kedua ransumnya bebas protein (Amrullah, 2003).
Hipofisa ayam broiler mempunyai aktivitas untuk mensekresi hormon gonadotropin (FSH dan LH). Hipofisa ayam broiler telah banyak digunakan dalam superovulasi ikan. Penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa ayam broiler dapat meningkatkan persentase fertilitas telur, daya tetas telur dan sulvival rate larva ikan. Dosis penggunaan atau penyuntikasn keleniar hipofisa ayam broiler yang optimal adalah 582 mg kelenjar hipofisa ayam broiler untuk lkg ikan mas, karena pada dosis ini akan memberikan persentase fertilitas telur, daya tetas telur dan sulvival rate larva ikan mas yang tertinggi (Masrizal dan Azhar, 2007).
2.3 Kelenjar Hipofisa
Kelenjar hipofisa terletak di sella tursika, lekukan os spenoidalis basis cranii. Berbentuk oval dengan diameter kira-kira 1 cm dan dibagi atas dua lobus Lobus anterior, merupakan bagian terbesar dari hipofise kira-kira 2/3 bagian dari hipofise. Lobus anterior ini juga disebut adenohipofise. Lobus posterior, merupakan 1/3 bagian hipofise dan terdiri dari jaringan saraf sehingga disebut juga neurohipofise. Hipofise stalk adalah struktur yang menghubungkan lobus posterior hipofise dengan hipotalamus. Struktur ini merupakan jaringan saraf. Sel-sel gonadotrof diameter Sel-sel kira-kira 275-375 nm, mengandung granula sekretori, menghasilakan FSH dan LH. FSH, akan bekerja pada ovarium untuk mematangkan folikel dengan suatu proses yang akhirnya mendewasakan folikel menjadi sebuah telur. FSH merangsang pertumbuhan folikel pada ovarium dan proses spermatogenesis. Hormon penguning (Luteinizing hormone;LH) yang mengatur produksi progesteron pada hewan betina dan testosteron pada hewan jantan. LH juga sangat berperan dalam proses ovulasi atau pengeluaran telur (Hadijah, 2011).
2.4 Pemijahan Buatan dan Pemijahan Semi Intensif
di kolam. Jenis ikan yang sudah dapat dilakukan pemijahan secara semi buatan antara lain ikan Bawal, ikan Lele, ikan Kakap, dan ikan Kerapu (Gusrina, 2008).
BAB 3. METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan tempat
Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Februari 2016, bersifat eksperimental dan bertempat di Laboratorium Riset Fisiologi Hewan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas dan BBI Sumatera Barat.
3.2. Alat dan Bahan
Peralatan yang digunakan dalam penelitian antara lain kolam penampung induk Arwana , filter, akuarium penetasan telur, aerator, kakaban, saringan, mikroskop,
objek glass, pinset, appendorf, spuit, pisau, pisau bergerigi, timbangan, pH pen,
alat ti trasi DO (pipet, botol Winkler 119 ml, pipet buret), thermometer, kertas tisu dan counter. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain induk ikan arwana silver jantan dan betina yang telah matang gonad, sperma dan telur dari induk ikan arwana silver yang telah matang gonad, ekstrak hipofisa ayam broiler (pada umur konsumsi yaitu ± 40 hari), air media, NaCl Fisiologis,
malachite green, pakan untuk pemeliharaan induk ikan arwana yang telah matang
gonad dan bahan titrasi DO (larutan MnSO4, larutan Alkali Iodida, Asam Sulfat pekat, larutan Natrium Tiosulfat 0,02 N dan larutan amylum).
3.3 Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari empat perlakuan dosis penyuntikan yaitu 100, 300, 500 mg kelenjar
hipofisa ayam broiler/kg berat badan ikan arwana dan kontrol. Masing-masing perlakuan terdiri dari lima ulangan dengan rasio jantan betina 2:1. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah waktu latensi, keberhasilan pembuahan dan penetasan. Penempatan ulangan ke dalam perlakuan dilakukan secara acak dengan metode lotre.
Waktu latensi dihitung mulai dari awal penyuntikan ekstrak hipofisa ayam broiler sampai terjadi ovulasi (pengeluaran sel telur). Keberhasilan pembuahan dan penetasan akan dihitung menurut rumus seperti yang te lah ditulis oleh Mukti
Parameter penunjang pada penelitian ini meliputi kualitas air yang digunakan sebagai media penetasan telur ikan arwana silver antara lain suhu, pH dan oksigen terlarut yang diukur pada saat inkubasi telur.
3.4 Analisis Data
Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Anova (Analysis of
Variant) RAL (Rancangan Acak Lengkap). Apabila terdapat perbedaan yang
nyata, maka dilanjutkan dengan uji perbandingan berganda Duncan untuk mengetahui perbedaan anta ra perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya. Taraf kesalahan yang digunakan yaitu 5% (Kusriningrum, 1989).
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
Tabel. 3 Ringkasan Anggaran Biaya PKM
No. Jenis Pengeluaran Biaya
(Rp.)
1 Peralatan Penunjang 4.500.000
2 Bahan Habis Pakai 3.500.000
3 Perjalanan 3.000.000
4 Dan lain-lain 1.250.000
4.2 Jadwal Kegiatan
Kegiatan penelitian ini akan dilaksanakan selama bulan, adapun rancangan kegiatanya yaitu :
No Uraian Kegiatan Waktu
1 2 3 4 5
1 Survei lokasi
2 Penyediaan alat dan bahan
3
Pembuatan ekstrak hipofisa dan pemijahan buatan ikan arwana
4 Pengolahan Data
5 Menyusun laporan hasil
DAFTAR PUSTAKA
Amrullah, K. 2003. Nutrisi Ayam Broiler. Lembaga Satu Gunung Budi. Bogor
Andalusia R., A. S. Mubarak dan Y. Dhamayanti. 2008. Respon Pemberian Ekstrak Hipofisa Ayam Broiler Terhadap Waktu Latensi, Keberhasilan Pembuahan Dan Penetasan Pada Pemijahan Ikan Komet (Carassius Auratus Auratus). Berkala Ilmiah Perikanan Vol. 3
No. 1.
Fujaya, Y. 2002. Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknologi Perikanan. Dirjen Dikti Depdiknas. Hal 173 – 180.
Gusrina, 2008. Budidaya Ikan Jilid I. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. PT. Macaan Jaya Cemerlang. Klaten.
Kepala Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. 2010. Budidaya Ikan
Arwana. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. Jakarta
Kusriningrum, R. 1989. Dasar Perancangan Percobaan dan Rancangan Acak
Lengkap. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Surabaya.
Masrizal dan Efrizal. 1997. Pengaruh Rasio Pengenceran Mani Terhadap Fertilitas Sperma dan Daya Tetas Telur Ikan Mas (Cyprinus carpio). Fish J. Garing 6 (1):1 – 9.
Masrizal, A., 2002. Teknik Hipofisasi Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus Burchell) dengan menggunakan Kelenjar Hipofisa Ayam Broiler. Lembaga Penelitian Universitas Andalas.
Murtidjo, B.A. 1992. Beternak Sapi Potong. Kanisius, Yogyakarta.
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota, Biodata Dosen Pembimbing
Biodata Ketua
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Hidayah Mardhatillah
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Biologi
4 NIM/NIDN 1210422021
5 Tempat dan Tanggal Lahir Payakumbuh, 10 September 1994
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Telepon/HP 083180408664
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD 34 Ladang Lawas
SMP N 5
Lintau
SMAN 1
Lintau
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2000-2006 2006-2009 2009-2012
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No. Nama Pertemuan
Ilmiah / Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat 1
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi
Penghargaan Tahun
1
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-Penelitian Dikti.
Padang , 8 Oktober 2015 Pengusul,
Biodata Anggota 1
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Bunga Melati
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Biologi
4 NIM/NIDN 1210422021
5 Tempat dan Tanggal Lahir Payakumbuh, 19 Agustus 1994
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Telepon/HP 085766141238
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD N 06
Payolansek
MTSN Kota
Payakumbuh
SMA N 2
Payakumbuh
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2000-2006 2006-2009 2009-2012
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No. Nama Pertemuan
Ilmiah / Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat 1.
2.
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi
Penghargaan Tahun
1.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-Penelitian Dikti.
Padang , 8 Oktober 2015
Biodata Anggota 2
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Qoriatul Husnah
2 Jenis Kelamin P
3 Program Studi Biologi
4 NIM 1310421046
5 Tempat dan Tanggal Lahir Koto Berapak, 25 September 1995
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Telepon/HP 085364199848
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi
SDN.08 Koto Berapak Kab. Pesisir Selatan
MTsN Talaok Kab. Pesisir Selatan
SMA Negeri 01 Bayang. Kab. Pesisir Selatan
Jurusan - - IPA
Tahun
Masuk-Lulus 2001-2007 2007-2010 2010-2013
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No Nama Pertemuan Ilmiah / Seminar
Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
1
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir ( dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi
Penghargaan
Tahun
1.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-Penelitian
Biodata Dosen Pembimbing
A. Identitas Diri
Nama Dr. Ir. Efrizal, Msi
Jenis Kelamin L
Program Studi Biologi
NIP 196905112008011008
Tempat dan Tanggal Lahir Muara Rumbai, 11 Mei 1969
E-mail [email protected]
Nomor Telepon / Hp 081378155502
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 4 Kijang SMPN 2 Tanjung Uban
SMAN 2
Tanjung Uban
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk/Lulus
1977-1982 1982-1985 1985-1987
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No Nama Pertemuan
Ilmiah/Seminar
Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
1 Seminar Nasional BioETI Biodiversitas dan Ekologi Tropika Indonesia ( BioETI )
Perkembang Gonad Induk Rajungan, Portunus pelagicus (Linnaeus, 1758), dengan Manipulasi Pakan Alami dan Buatan
14 September 2013,
Universitas Andalas Padang
2 Seminar dan Rapat Tahunan PTN Barat Bidang Ilmu MIFA.
Pengaruh
Kombinasi dan Level Pakan Alami Yang Berbeda Terhadap
Kelangsungan
Hidup dan
Perkembangan Larva Rajungan, Portunus pelagicus (Linnaeus, 1758) Secara Terkontrol.
11-12 Mei 2012, Universitas Negeri Medan
3 Seminar Nasional
Pengembangan Perikanan DenganMemanfaatkan
Sumberdaya Alam Dan Potensi
Pengaruh Temperatur
Terhadap Perioda Inkubasi , Derajat
28 April 2012, Fakultas
Lokal Fertilisasi dan Penetasan Telur Induk Rajungan, Portunus pelagicus
(Linnaeus, 1758) Secara Terkontrol
Universitas Bung Hatta, Padang
Sumatera Barat
4 Seminar dan Rapat Tahunan BKS-PTN Wilayah Barat ke-23,
Pengaruh padat tebar yang berbeda terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup belut sawah, Fluta alba zuiew.
10-11 Mei 2010, Universitas Riau, Pekanbaru, RIAU.
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir ( dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi
Penghargaan
Tahun
1. - -
-Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan hibah Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P)
Padang, 02 Oktober 2015
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
1. Peralatan Penunjang Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Penyewaan Kolam penampung induk ikan
Pemakaian di lapangan
1 1.000.000
Filter Pemakaian di lapangan
1 buah 250.000 250.000
Aquarium penetasan telur
Pemakaian di labor
20 buah 100.000 2.000.000
Aerator Pemakaian di labor
3 buah 75.000 225.000
Kakaban Pemakaian di labor
1 100.000 100.000
Saringan Pemakaian di labor
1buah 250.000 250.000
Mikroskop Pemakaian di labor
3 buah 200.000 600.000
Objek glass Pemakaian di labor
1 kotak 300.000 300.000
Pinset Pemakaian di labor
5 buah 15.000 15.000
Apendorf Pemakaian di lapangan
1 kotak 110.000 110.000
Spuit Pemakaian di
labor
2 buah 3.000 40.0000
Pisau Pemakaian di
labor
5 buah 15.000 175.000
Pisau bergerigi Pemakaian di Labor
1 kotak 25.000 25.000
Timbangan Pemakaian di lapangan
3buah 7.000 21.000
PH pen Pemakaian di
lapangan
1 gulung 7000 7000
Alat titrasi DO Pemakaian di labor
1 buah 150.000 150.000
Termometer Pemakaian di labor
5 buah 4.000 20.000
labor dan lapangan Counter Pemakaian di
lapangan
1 bungkus 10.000 10.000
Alat tulis Pemakaian di labor dan lapangan
1 set 15.000 15.000
Kertas HVS Pemakaian di lapangan
1 rim 30.000 30.000
Koran bekas Pemakaian di labor
3 kg 5.000 15.000
SUB TOTAL = 4.500.000
2. Bahan Habis Pakai
Material Justifikasi Pemakaian
Kuantitas Harga Satuan (Rp)
Keterangan
Induk ikan arwana jantan dan betina
Pemakaian di labor
60 ekor 30.000 1.800.000
Ekstrak hipofisa ayam broiler Pemakaian di labor
- - 500.000
Air media Pemakaian di labor
kondisional 30.000 180.000
NaCl fisiologis
Pemakaian di labor
kondisional 7.000 320.000
Malachite green
Pemakaian di labor
kondisional - 1.000.000
Pakan ikan arwana
Pemakaian di labor
Kondisional 35.000 700.000
Bahan titrasi DO
Kondiisonal
SUB TOTAL 3.500.000
3. Perjalanan Material Justifikasi Perjalanan Kuantitas Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Perjalanan ke BBI di
Bungus
Sewa Mobil dan BBM
Kondisional
SUB TOTALRp 3.000.000
4. Lain lain
Material Justifikasi Pemakaian
Kuantitas Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
Seminar Perkenalan
kepada Masyarakat
1 kali 600.000 600.000
Komsumsi Dibutuhkan
selama di
lapangan
3 orang 75.000 225.000
Print,
perbanyakan dan jilid
Dibutuhkan sebelum dan sesudah penelitian
- 300.000 200.000
Dokumentasi Dibutuhkan ketika di lapangan dan labor
- 100.000
baner dan
laporan
Dibutuhkan ketika lulus PIMNAS
1 kali 100.000 125.000
SUB TOTAL Rp 1.250.000
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas
No Nama / NIM Program Studi
Bidang Ilmu
Alokasi Waktu
Uraian Tugas
1. Hidayah Mardhatillah (1210422021)
Biologi Mikrobio logi Pangan
21 jam per minggu
Survey lokasi, penyediaan alat dan bahan, produksi susu
kambing dan
penyusunan laporan 2. Hidayah
Mardhatillah (1210421013)
Biologi Mikrobio logi Pangan
21 jam per minggu
Survey lokasi, penyediaan alat dan bahan, produksi susu
kambing dan
penyusunan laporan. 3. Qoriatul
Husnah (1310421046)
Biologi Mikrobio logi Pangan
21 jam per minggu
Survey lokasi, penyediaan alat dan bahan, produksi susu
kambing dan