• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Penulisan Karya Ilmiah PKI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Penulisan Karya Ilmiah PKI"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Makalah Penulisan Karya Ilmiah ''PKI''

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

(2)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah disampaikan di atas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran kreatif? 2. Apa pentingnya menerapkan pembelajaran kreatif?

C. Tujuan

Dalam penulisan makalah ini penulis memiliki tujuan berdasarkan rumusan masalah di atas, yaitu:

1. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan pembelajaran kreatif. 2. Untuk mengetahui pentingnya menerapkan pembelajaran kreatif.

D. Manfaat

Penulisan makalah ini memiliki beberapa manfaat, yaitu: 1. Bagi Guru

Dengan makalah ini penulis berharap dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan bagi guru tentang pembelajaran yang kreatif.

2. Bagi Sekolah/SD

Makalah ini diharapkan dapat memberi masukan ilmu pengetahuan tentang pembelajaran dalam penyelenggaraan pembelajaran yang kreatif di sekolah.

3. Bagi Penulis

(3)

BAB II PEMBAHASAN A. Pembelajaran Kreatif

1. Pengertian Pembelajaran Kreatif

Pembelajaran kreatif terdiri dari kata pembelajaran dan kreatif, pembelajaran itu sendiri berasal dari kata belajar. Mengenai pengertian belajar, Suyono dan Hariyanto (2011). Berpendapat bahwa, “Belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian” (hlm. 9). Selain itu Smith (2002: 284); Bower (1978) (dalam Bandi, 2005) mengatakan bahwa, “Belajar adalah proses perubahan perilaku melalui kegiatan yang dilakuakn atau yang diperoleh melalui pengalaman-pengalaman dan tidak berkaitan dengan keadaan perkembangan kedewasaan (maturation), pertumbuhan (growth), atau perkembangan usia seseorang” (hlm. 21). Dari kedua pendapat di atas penulis berpendapat bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan dari kondisi awal ke kondisi selanjutnya yang menunjukkan adanya suatu perubahan baik positif maupun negatif. Sedangkan kata pembelajaran dalam Pasal 1 butir 20 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas (dalam Udin S. Winataputra, dkk. 2007) mengungkapkan bahwa, “Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar” (hlm. 1.20). Abdul Majid menambahkan bahwa, “Kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan” (hlm. 24). Pendapat tersebut mengarah pada kompetensi pendidik/guru yang harus dikuasai untuk memberdayakan semua potensi peserta didik, salah satunya adalah dengan pembelajaran yang menarik/kreatif. Sri Anitah (2009) juga mengungkapkan tentang teori pembelajaran bahwa, “Teori pembelajaran (instruction), berusaha untuk mempreskripsikan metode-metode mengajar, menciptakan kondisi terbaik untuk membantu peserta didik menguasai pengetahuan dan kemampuan baru” (hlm. 4). Dari pendapat tersebut penulis berpendapat bahwa dalam proses pembelajaran minimal harus ada pendidik/guru dan peserta didik. Selain itu juga ada sumber belajar pada lingkungan dimana pembelajaran itu berlangsung.

(4)

objek dalam suatu bentuk atau susunan yang baru”. Sedangkan Rogers (dalam Basuki, 2010) berpendapat bahwa, “Proses kreatif adalah munculnya dalam tindakan suatu produk baru yang tumbuh dari keunikan individu, dan dari pengalaman yang menekankan pada produk yang baru, interaksi individu dengan lingkungannya atau kebudayaannya”.

Dari semua pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran kreatif adalah proses kegiatan belajar mengajar dengan memaksimalkan semua kemampuan dari unsur-unsur yang terlibat di dalamnya baik dari guru, siswa, maupun sarana dan prasarana yang ada dengan cara yang inovatif/mengikuti perkembangan jaman.

B. Penerapan Pembelajaran Kreatif

Pembelajaran Kreatif merupakan tantangan tersendiri bagi pendidik/guru. Guru dituntut kreatif memberikan suatu pembelajaran sesuai dengan materi yang diberikan. Pembelajaran ini lebih mengarah pada upaya guru dalam memaksimalkan suatu pembelajaran dengan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki. Seorang pendidik/guru dapat mempertahankan kreatifitas yang dimiliki jika pendidik/guru tersebut selalu santai dalam mengatasi segala masalah. Seperti yang dikemukakan oleh Jordan E Ayan (2002) bahwa, “Orang yang jauh dari ketegangan hidup bakal mampu mempertahankan daya kreatifitasnya”. Pendapat tersebut menjelaskan bahwa daya pikir kreatif akan selalu ada selagi orang tersebut dalam kondisi yang santai tanpa adanya tekanan dari berbagai hal. Mengenai pembelajaran yang kreatif Beni S. Ambarjaya (2008) berpendapat:

Untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan diperlukan berbagai keterampilan, diantaranya keterampilan mengajar. Keterampilan mengajar sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran. Keterampilan tersebut antara lain keterampilan bertanya, member penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola kelas, serta mengajar kelompok kecil dan perorangan (hlm. 39).

(5)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Dari uraian pembahasan di atas disimpulkan bahwa pembelajaran kreatif adalah proses kegiatan belajar mengajar dengan memaksimalkan semua kemampuan dari unsur-unsur yang terlibat di dalamnya baik dari guru, siswa, maupun sarana dan prasarana yang ada dengan cara yang inovatif/mengikuti perkembangan jaman.

Dalam penerapan pembelajaran kreatif seorang guru harus memiliki dan menguasai keterampilan-keterampilan dalam mengajar. Keterampilan mengajar akan selalu berkembang jika seorang guru mau terus belajar untuk mengembangkan keterampilan yang dimiliki, tanpa adanya usaha yang serius maka hal itu tidak akan pernah terjadi. Dengan memiliki keterampilan mengajar yang kreatif seorang guru diharapkan tidak akan lagi menjadi figur yang menakutkan bagi peserta didiknya, sehingga peserta didik akan senantiasa memiliki perasaan yang nyaman jika berada dalam proses pembelajaran dan akan senantiasa memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti pembelajaran.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas penulis ingin menyampaikan saran kepada beberapa pihak, diantaranya:

1. Guru

a. Guru sebaiknya selalu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya dalam pembelajaran. b. Guru sebaiknya selalu memberikan pembelajaran yang kreatif serta inovatif agar peserta

didik tertarik untuk belajar dengan motivasi tinggi.

2. Mahasiswa PGSD

a. Galilah ilmu setinggi mungkin, ciptakan dan kuasai model-model pembelajaran yang kreatif serta menyenangkan untuk diterapkan/diamalkan dalam dunia pendidikan.

(6)

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid (2008). PERENCANAAN PEMBELAJARAN. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.

Ahmad B. (2009). MENJADI GURU UNGGUL. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA.

Bandi Delhpi (2005). Bimbingan Konseling Untuk Perilaku Non-Adaptif. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

Basuki (2008). Definisi Kreativitas. Diperoleh 12 Mei 2012 dari

http://tyaset4.blog.com/2010/02/15/definisi-kreativitas/

Beni S. Ambarjaya (2008). Model-Model Pembelajaran Kreatif. Bandung: TINTA EMAS Publishing.

Jordan E Ayan (2002). Penerapan Pembelajaran Kreatif. Diperoleh 10 Mei 2012 dari

http://aurigamaulana.blogspot.com/2012/02/pembelajaran-kreatif.html

Margaretha, M. N. & Kania I. D. (2008). Aplikasi NLP dalam Pembelajaran. Bandung: TINTA EMAS Publishing.

(7)

Suyono & Hariyanto (2011). BELAJAR dan PEMBELAJARAN. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.

Udin S.W. dkk. (2007). Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: UNIVERSITAS TERBUKA.

(8)

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama meliputi workshop menulis karya ilmiah, di mana pada tahap ini peserta

dilakukan oleh seorang pelatih di sekolah juga harus dapat mentransformasi nilai nilai perilaku yang baik kepada peserta didiknya, sehingga peserta didik akan bersifat sportif,

Kewajiban-kewajiban sebagai seorang perawat gigi senantiasa harus dilakukan dengan semaksimal mungkin, baik itu kewajiban umum dalam memberikan pelayanan asuhan kesehatan

Makalah ini bertujuan untuk membahas bagaimana guru kreatif dan strategi pengajaran yang efektif memotivasi peserta didik untuk belajar pembelajaran aktif terlihat di mana peserta

Planning: tahap pertama yaitu tahapan rencana, dalam tahap ini peneliti mengidentifikasi masalah yang dihadapi peserta didik kemudian mencoba memikirkan strategi

Hasil yang diperoleh dalam kegiatan program PKM yaitu (1) meningkatnya pengetahuan mengenai karya tulis ilmiah, (2) meningkatnya kemampuan dan keterampilan peserta

dalam mengajar, tidak mudah marah, dan sayang terhadap anak didiknya. Sikap sabar dalam mengajar akan membangun jiwa peserta didik mencintai pelajaran yang diberikan guru. Dengan

Refleksi seorang guru SMAN 1 Kumai tentang aksi nyata dalam menerapkan keterampilan mengajar PJOK yang berpusat pada peserta