• Tidak ada hasil yang ditemukan

Refleksi Aksi Nyata Mengajar PJOK yang Berpusat pada Peserta Didik

N/A
N/A
RISKY ARDILIA

Academic year: 2025

Membagikan "Refleksi Aksi Nyata Mengajar PJOK yang Berpusat pada Peserta Didik"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

REFLEKSI

AKSI NYATA

Risky Ardilia, S. Pd

SMAN 1 KUMAI

(2)

Refleksi Model What, So What, Now What

Ibu/Bapak, sebagaimana diketahui bersama bahwa salah satu tujuan refleksi adalah untuk mengembangkan profesionalitas guru. Setelah mempelajari paket modul 2.1 s/d 2.5 yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan mengajar PJOK yang berpusat pada peserta didik, maka Ibu/Bapak perlu difasilitasi untuk melakukan refleksi

3. Now What ?

(3)

What ?

Melakukan gaya mengajar dengan practyse style, menerapkan dengan model pembelajaran dengan menerapkan pendidikan gerak instruksi isarat peluit dan aba - aba, menggunakan pembelajaran berdiferensiasi, mengatur waktu pembelajaran seefektif mungkin dengan menyiapkan modul ajar sesuai materi.

Situasi pembelajaran berjalan dengan efektif dan kondusif, karena anak-anak mengikuti arahan guru dengan baik. pembelajran menjadi aktif ketika murid diberikan pertanyaan pemantik dan mempraktikan gerakan sesuai dengan materi yang bervariasi dengan berdiferensiasi, menggunakan bola yang bervariasi dan menggunakan cone berwarna warni sebagai variasi mengaplikasikan pembelajaran sepak bola, ditengah materi terdapat penghalusan dan juga ekstensi pada proses pembelajaran sepak bola, pemberian penilaian otentik juga berjalan dengan baik pada saat pembelajaran.

isu sosial di dalam pembelajaran ini diantaranya antusiasme dan semangat siswa laki-laki yang mempraktekan materi sepak bola ini merasa sudah bisa, sedangkan siswa perempuan masih ada yang belum bisa dalam pembelajaran sepak bola.

(4)

So What ?

Terkait aspek intruksional atau managemen kelas saya

melakukan persiapan strategi mengajar dengan

memiliki berbagai rencana cadangan, sehingga dapat

memberikan keleluasaan berfikir apabila mendapati

keputusan atau pengelolaan kelas yang kurang sesuai

dengan harapan. saya dapat menyesuaikan kejadian

dilapangan dengan keaktifan siswa sehingga saya

dapat memberikan evaluasi dan refleksi terhadap

materi yang dilakukan. terkait isu sosial di dalam

pembelajaran, saya justru menjadikan semangat luar

biasa karena yang biasanya siswa perempuan

mengeluh dan susah mengikuti pembelajran

khususnya materi sepak bola merasa dipandang

sebelah mata oleh siswa laki-laki akan tetapi ternyata

siswa perempuan lebih tertarik karena ada variasi

pembelajaran yang dimodifikasi dan kelompok

dicampur.

(5)

Now What ?

Saya merencanakan evaluasi atau perbaikan pengajaran dari berbagai sisi, terutama dalam gaya mengajar, karena dalam gaya mengajar, kita dapat mengetahui kelemahan dan keunggulan dalam praktik pembelajaran yang berpihak pada murid, saya mengevaluasi dan merencanakan pembelajaran yang sudah saya lakukan akan saya perbaiki dalam hal komunikasi dengan siswa, interaksi ketika materi pembelajaran berlangsung dan ketika dalam pemberian asesmen atau penilaian otentik mulai dari siswa, diri sendiri, atau guru.

Saya mengevaluasi bahwa kelas yang saya berikan materi sepak bola sudah membawa dampak positif terutama dalam semangat peserta didik perempuan dalam mengikuti pembelajaran, dan dapat berperan aktif tidak menghindari atau mengunggulkan peserta didik laki-laki dalam pelaksanaan pembelajaran sepak bola di dalam permainan yang dimodifikasi.Kedepannya saya akan merencanakan pembelajaran yang lebih menarik lagi dengan membuat materi yang lebih inovatif, dengan komunikasi bersama siswa untuk menentukan berbagai macam strategi pembelajaran dan dapat menggunakan gaya mengajar sesuai kebutuhan pada setiap materi agar menjadikan pemebelajaran lebih bermakna.

(6)

Terima

Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Masalah dalam penelitian ini adalah kurang terampilnya tutor menerapkan variasi mengajar, rendahnya motivasi peserta didik paket C dalam mengikuti proses pembelajaran di

Peserta didik mampu memenuhi (0-33%) dari 10 kompetensi sebagai berikut: Peserta didik mampu menerapkan pemecahan masalah yang efektif dan keterampilan pengambilan

Dalam sistem pembelajaran PJOK yang berlangsung hal pertama yang dilakukan guru yakni mengabsen peserta didik berapa orang yang hadir dan tidak hadirnya dan sistem yang digunakan

Keberhasilan pembelajaran Bahasa Jepang dengan metode e-learning yang berbasis memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang berpusat pada peserta didik

Diagram batang motivasi ekstrinsik peserta didik mengikuti pembelajaran PJOK di SMP Negeri 9 Samarinda Sumber: Diolah dari data peneliti, 2022 Dari tabel dan diagram di atas dapat

Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif mengenai tingkat pemahaman peserta didik tentang permainan tradisional pada mata pelajaran PJOK di SMP

LK 3.1 MENYUSUN BEST PRACTICES THORIQUL HUSAINI MAT 002A_UNISMA MENYUSUN CERITA PRAKTIK BAIK BEST PRACTICE MENGGUNAKAN METODE STAR SITUASI, TANTANGAN, AKSI, REFLEKSI HASIL DAN

Aksi Nyata : Menyebarkan pemahaman: “Mengapa kurikulum perlu berubah? Kurikulum berkembang karena kemajuan teknologi membuat pengetahuan dapat diakses anak-anak tanpa batas. 4 komponen dalam kurikulum adalah : - Tujuan - Konten - Metode / cara - Evaluasi Merancang kurikulum berdasarkan : - Kebutuhan - Pendapat - Pengalaman - Hasil Belajar - Kepentingan Murid Kurikulum 2013: 1. Pembelajaran kurikulum 2013 guru lebih aktif walaupun sudah berpusat pada murid. 2. Ruang lingkup belajar masih dibatasi. Kurikulum Merdeka : 1. Siswa diberi kebebasan memilih apa yang mereka minati. 2. Menciptakan pendidikan yang menyenangkan bagi peserta didik dan guru, dengan menekankan pada pengembangan aspek keterampilan dan karakter sesuai nilai-nilai bangsa