• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Kasus Tindak Lanjut Peserta Didik Kesulitan Belajar dalam Pembelajaran PJOK

N/A
N/A
Haris

Academic year: 2025

Membagikan "Studi Kasus Tindak Lanjut Peserta Didik Kesulitan Belajar dalam Pembelajaran PJOK"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN STUDI KASUS

TINDAK LANJUT PESERTA DIDIK KESULITAN BELAJAR KARENA KURANGNYA MINAT TERHADAP PEMBELAJARAN PJOK

DI SMP NEGERI 9 SEMARANG

Disusun oleh :

Hartato Iskandar 6101022286

PPL PPG PRAJABATAN

LEMBAGA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PROFESI (LP3) UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2023

(2)

A. Deskripsi Studi Kasus (100-150 kata)

Kasus ini saya temui ketika melakukan kegiatan PPL II di SMP Negeri 9 Semarang pada pembelajaran PJOK. Saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas VII, saya menemukan salah satu peserta didik yang saya ajar mengalami kesulitan dalam belajar. kesulitan belajar peserta didik adalah kondisi dimana peserta didik tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, baik dalam menerima maupun menyerap pelajaran.

Kesulitan belajar ditandai dengan menurunnya kinerja atau prestasi belajar peserta didik. Kesulitan belajar ini dikarenakan peserta didik tersebut kurang menaruh minat terhadap pelajaran PJOK karena dianggap melelahkan dan tidak menyenangkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan perencanaan serta evaluasi kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik, kebutuhan belajar, dan juga lingkungan belajar peserta didik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai meskipun dengan kompetensi awal yang berbeda. Topik ini penting karena hal tersebut berkaitan terhadap capaian pembelajaran dan penggunaan metode pembelajaran yang digunakan.

B. Analisis Situasi (200-250 kata) situasi ketika merancang pembelajaran

Sebelum melakukan pembelajaran, pertama yang dilakukan adalah menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi. Merencanakan pembelajaran untuk peserta didik yang mengalami kesulitan belajar sama saja dengan merencanakan pembelajaran untuk peserta didik lainnya. Dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, saya berdiskusi dengan guru pamong yang kemudian mendapatkan hasil yaitu melakukan modifikasi dan inovasi pembelajaran yang dikombinasikan dengan permainan sehingga materi pembelajaran tetap dapat tersampaikan dengan baik serta dapat membuat peserta didik kesulitan belajar karena kurangnya minat terhadap pelajaran menjadi tertarik mengikuti pembelajaran PJOK. Pada saat pelaksanaan pembelajaran dapat dimulai dengan menggunakan pemanasan permainan seperti jala ikan, bola berantai atau lainnya menyesuaikan materi yang akan diajarkan serta penyampaian materi pembelajaran juga harus menggunakan media yang menarik. Selama pembelajaran peserta didik tersebut juga harus lebih sering dilibatkan seperti menjadikan pemimpin ketika melakukan pemanasan atau memimpin untuk melakukan baris sehingga hal tersebut akan membuat motivasinya dalam mengikuti pembelajaran menjadi meningkat. Pada tahap penilaian, peserta didik lain penilaian dari melakukan praktik sampai menganalisis gerakan peserta didik lainnya. Namun, untuk peserta didik yang memiliki kesulitan belajar hanya dilakukan sampai melakukan praktik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Pada tahap evaluasi pembelajaran saya melakukannya bersama dengan guru pamong untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Tantangan yang saya alami adalah bagaimana saya membuat pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga membuat peserta didik yang kesulitan belajar karena kurangnya minat terhadap pelajaran PJOK tersebut menjadi tertarik mengikuti pembelajaran. Hambatan yang dialami saat itu terkait dengan waktu, peserta didik ini memerlukan waktu yang lebih lama ketika melakukan praktik dan memerlukan perhatian lebih.

(3)

C. Aternatif Solusi (250-300 kata)

Langkah nyata yang dikalukan untuk menghadapi kasus ini yaitu pertama melakukan tes diagnostik terlebih dahulu untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki oleh peserta didik terhadap materi yang akan diajarkan. Tes diagnostik ini dapat dilakukan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan kepada peserta didik terkait materi yang akan diajarkan dan dpat juga dilakukan dengan pengamatan terhadap peserta didik saat melakukan praktik. Setalah melakukan tes diagnostik dan mengetahui semua kemampuan awal peserta didik, langkah selanjutnya adalah saya menentukan indikator pencapaian kompetensi untuk peserta didik yang kesulitan belajar ini berdasarkan kemampuan awal peserta didik, kondisi peserta didik, serta kebutuhan peserta didik.

Setelah indikator pencapaian kompetensi telah ditentukan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pembelajaran inti yang telah saya modifikasi pada perencanaan pembelajaran untuk diterapkan dengan tujuan membuat pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga peserta didik yang kurang minat terahdap pelajaran PJOK menjadi lebih tertarik mengikuti pembelajaran. Saya mengkombinasikan permainan kedalam pelaksanaan pembelajaran seperti ketika melakukan pemanasan dan penyampaian materi. Selain itu, saya juga memberikan perhatian lebih dan lebih melibatkan peserta didik tersebut dalam pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajarnya. Pembelajaran yan gdiberikan kepada peserta didik yang kesulitan belajar tetap sama seperti peserta didik yang lainnya yaitu menggunakan penilaian dengan tiga aspek yaitu penilaian afektif, penilaian psikomotor, dan penilaian kognitif namun pada kasus ini dapat di maksimalkan pada pembelajaran afektif dan pembelajaran psikomotoriknya. Pada pembelajaran psikomotoriknya, penilaian dapat dilakukan dengan meliihat dari sejauh mana peningkatan kemampuan peserta didik dalam melakukan gerakan yang nantinya dapat dibandingkan dengan kemampuan awal yang dimiliki peserta didik tersebut. Sedangkan pada pembelajaran afektif, penilaian dapat dilihat dari sejauh mana kerja keras dan kemauan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran PJOK. Pada tahap evaluasi pembelajaran guru pamong memberikan masukan dan motivasi untuk meningkatkan minat peserta didik tersebut dalam mengikuti pembelajaran PJOK.

D. Evaluasi (100-150 kata)

Hasil dari modifikasi rencana pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi yang telah dilakukan dapat membuat peserta didik yang mengalami kesulitan belajar karena kurangnya minat terahadap pelajaran PJOK tersebut menjadi tertarik mengikuti pembelajaran sehingga peserta didik tersebut merasa pembelajaran PJOK menjadi menyenangkan yang kemudian berdampak positif pada berhasilnya peserta didik tersebut mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Hal tersebut terlihat dari kemampuan dan perilaku peserta didik seperti dari yang awalnya tidak dapat melakukan gerakan menjadi dapat melakukan gerakan serta dari yang awalnya bermalas-malasan menjadi bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Walaupun modifikasi perencanaan dan evaluasi pembelajaran ini memberikan hasil yang baik, namun

(4)

terdapat sedikit kesulitan dalam mengatur waktu dan mengontrol peserta didik yang lainnya.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empirik pengaruh permainan simulasi terhadap pengambilan keputusan studi lanjut pada peserta didik di SMP Negeri 1

faktor dari dalam diri sendiri.; (2) usaha yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar yaitu mengenali peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, memahami

Penulis menyadari selesainya skripsi dengan judul : Studi Kasus Pendekatan Model Konseling Behavior untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika Pada Peserta Didik

Berdasarkan hasil penelitian terdapat tujuh kategori kesulitan belajar yang dialami peserta didik dalam belajar fisika melalui pembelajaran daring di SMA Negeri

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empirik pengaruh permainan simulasi terhadap pengambilan keputusan studi lanjut pada peserta didik di SMP Negeri 1

ii MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI DARING DI SMP NEGERI 5 PANCA RIJANG OLEH HASNIAR BASRI NIM: 16.1100.064 Skripsi Sebagai Salah

iii ANALISIS KESULITAN BELAJAR SEJARAH PESERTA DIDIK KELAS X IPS 1 PADA PEMBELAJARAN DARING DI SMA NEGERI 1 GUNUNG AGUNG TAHUN PELAJARAN 2020/2021 SKRIPSI Diajukan Untuk

Dokumen tersebut membahas tentang penyebab kurangnya minat belajar peserta didik yang diidentifikasi melalui kajian