LAPORAN STUDI KASUS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TGT (TOURNAMENT GAMES TEAM) TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK
Diajukan untuk memenuhi salah satu komponen Uji Tertulis Mahasiswa PPG Prajabatan
NAMA : ASFIRA ANUGRAH NPM : 239018485157
No. UKG : 7000167537
PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2024
SURAT KETERANGAN CEK PLAGIASI Nomor: 5674/UN36.26/LL/2024
Yang bertanda tangan di bawah ini, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru Universitas Negeri Makassar menerangkan Bahwa:
Nama : Asfira Anugrah Nomor Pokok Mahasiswa : 239018485157
Bidang Studi PPG : Ilmu Pengetahuan Sosial
Judul Studi Kasus : Penerapan Model Pembelajaran TGT (Tournament Games Team) Terhadap Minat Belajar Peserta Didik
Hasil Similiarity : 22%
Benar yang bersangkutan adalah Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun Akademi 2023/2024 dan telah melakukan proses cek plagiasi (Turnitin). Naskah Studi Kasus yang disusun telah dinyatakan sudah memenuhi kriteria anti plagiasi (< 30%), yang ditetapkan oleh Program Studi Pendidikan Profesi Guru Universitas Negeri Makassar.
Makassar, 10 Juni 2024
Dr. Tangsi, M.Sn.
NIP. 196412311991031030
Berawal dari pengalaman saya saat melaksanakan kegiatan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) di SMPN 5 Makassar, saya menemukan beragam isu permasalahan pembelajaran pada peserta didik. Salah satu yang paling utama yaitu rendahnya minat belajar pada mata pelajaran IPS. Banyak dari peserta didik kurang memiliki minat saat proses belajar di kelas sehingga beberapa dari mereka kurang berpartisipasi aktif saat proses pembelajaran berlangsung. Menurut saya kendala ini perlu diatasi sebagai tenaga pendidik seperti mengembangkan minat belajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dalam proses belajar. Saya tertarik menjadikan permasalahan ini sebagai bahan kajian karena isu ini menjadi permasalahan utama di setiap rombel kelas.
Situasi dalam kelas menunjukkan bahwa pada saat guru mata pelajaran IPS menggunakan model pembelajaran yang membuat peserta didik tidak aktif dan masih bersifat teacher center contohnya hanya memaparkan materi kepada peserta didik, dilanjutkan dengan mengintruksikan untuk mencatat materi yang ada pada buku, serta memberikan soal-soal pada buku LKS. LKS yang telah dikerjakan akan didiskusikan bersama, namun hanya beberapa siswa yang tergolong pintar terlihat aktif. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran tidak menarik bagi beberapa peserta didik dan mereka merasa bosan sehingga minat belajar peserta didik menurun.
Permasalahan yang dipaparkan penting untuk dikaji sebab akan berdampak pada minat belajar siswa. Dari topik ini dapat dikaji dari sudut pandang guru maupun peserta didik. Dari perspektif guru, memahami akar permasalahan ini penting karena mencerminkan efektivitas startegi pembelajaran yang digunakan.
Guru dapat menyesuaikan model dan media pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan serta gaya belajar peserta didik. Dari perspektif peserta didik, pengkajian masalah ini sangat relevan karena berkaitan langsung dengan peningkatan proses pembelajaran dan pencapaian mereka. Hal ini sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan bahwa proses pembelajaran sepatutnya mendorong dan mengembangkan keaktifan peserta didik dalam memahami konsep dan teori melalui berbagai kegiatan pengalaman belajar mereka.
Langkah nyata yang saya lakukan dalam mengatasi rendahnya minat belajar peserta didik yaitu menerapkan model pembelajaran berpusat pada siswa, model yang saya terapkan berupa TGT (Tournament Games Team). Melalui TGT proses pembelajaran dapat dioptimalkan karena situasi belajar dapat menyenangkan, menantang, serta merangsang minat peserta didik untuk lebih antusias berperan aktif dalam proses pembelajaran. Model ini merupakan salah satu tipe yang mudah diterapkan karena mengandung unsur permainan, serta melibatkan peran dan kegiatan seluruh peserta didik dengan kemampuan rendah, sedang, dan tinggi.
Dengan adanya penerapan model pembelajaran seperti ini, dapat menjadi solusi agar mengubah proses pembelajaran yang tadinya monoton menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sehingga minat peserta didik dapat lebih baik dalam proses pembelajaran.
Setelah merancang dan menerapkan model TGT menunjukkan bahwa minat belajar siswa telah meningkat. Hal ini terlihat dari ketertarikan dan keaktifan peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung. Mereka terlihat terlibat aktif dalam memainkan peran masing-masing, mereka berlomba mendapatkan poin tertinggi sehingga siswa terfokus pada peran dan tugas masing-masing kelompok untuk menjadi pemenang turnamen. Dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran berbasis permainan ini telah menimbulkan minat peserta didik dalam aktivitas pembelajaran di kelas sehingga peserta didik menjadi termotivasi dan memiliki minat untuk belajar.
oid:30123:61546611 Similarity Report ID:
PAPER NAME
Studi Kasus_Asfira Anugrah_239018485 157_IPS 001.pdf
AUTHOR
Asfira Anugrah
WORD COUNT
527 Words
CHARACTER COUNT
3474 Characters
PAGE COUNT
3 Pages
FILE SIZE
67.2KB
SUBMISSION DATE
Jun 16, 2024 10:13 PM GMT+8
REPORT DATE
Jun 16, 2024 10:13 PM GMT+8
22% Overall Similarity
The combined total of all matches, including overlapping sources, for each database.
11% Internet database 8% Publications database
Crossref database Crossref Posted Content database
15% Submitted Works database
Summary
LAPORAN STUDI KASUS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TGT (TOURNAMENT GAMES TEAM) TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK
Diajukan untuk memenuhi salah satu komponen Uji Tertulis Mahasiswa PPG Prajabatan
NAMA : ASFIRA ANUGRAH NPM : 239018485157
No. UKG : 7000167537
PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2024
1
Berawal dari pengalaman saya saat melaksanakan kegiatan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) di SMPN 5 Makassar, saya menemukan beragam isu permasalahan pembelajaran pada peserta didik. Salah satu yang paling utama yaitu rendahnya minat belajar pada mata pelajaran IPS. Banyak dari peserta didik kurang memiliki minat saat proses belajar di kelas sehingga beberapa dari mereka kurang berpartisipasi aktif saat proses pembelajaran berlangsung. Menurut saya kendala ini perlu diatasi sebagai tenaga pendidik seperti mengembangkan minat belajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dalam proses belajar. Saya tertarik menjadikan permasalahan ini sebagai bahan kajian karena isu ini menjadi permasalahan utama di setiap rombel kelas.
Situasi dalam kelas menunjukkan bahwa pada saat guru mata pelajaran IPS menggunakan model pembelajaran yang membuat peserta didik tidak aktif dan masih bersifat teacher center contohnya hanya memaparkan materi kepada peserta didik, dilanjutkan dengan mengintruksikan untuk mencatat materi yang ada pada buku, serta memberikan soal-soal pada buku LKS. LKS yang telah dikerjakan akan didiskusikan bersama, namun hanya beberapa siswa yang tergolong pintar terlihat aktif. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran tidak menarik bagi beberapa peserta didik dan mereka merasa bosan sehingga minat belajar peserta didik menurun.
Permasalahan yang dipaparkan penting untuk dikaji sebab akan berdampak pada minat belajar siswa. Dari topik ini dapat dikaji dari sudut pandang guru maupun peserta didik. Dari perspektif guru, memahami akar permasalahan ini penting karena mencerminkan efektivitas startegi pembelajaran yang digunakan.
Guru dapat menyesuaikan model dan media pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan serta gaya belajar peserta didik. Dari perspektif peserta didik, pengkajian masalah ini sangat relevan karena berkaitan langsung dengan peningkatan proses pembelajaran dan pencapaian mereka. Hal ini sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan bahwa proses pembelajaran sepatutnya mendorong dan mengembangkan keaktifan peserta didik dalam memahami konsep dan teori melalui berbagai kegiatan pengalaman belajar mereka.
2
9 10
Langkah nyata yang saya lakukan dalam mengatasi rendahnya minat belajar peserta didik yaitu menerapkan model pembelajaran berpusat pada siswa, model yang saya terapkan berupa TGT (Tournament Games Team). Melalui TGT proses pembelajaran dapat dioptimalkan karena situasi belajar dapat menyenangkan, menantang, serta merangsang minat peserta didik untuk lebih antusias berperan aktif dalam proses pembelajaran. Model ini merupakan salah satu tipe yang mudah diterapkan karena mengandung unsur permainan, serta melibatkan peran dan kegiatan seluruh peserta didik dengan kemampuan rendah, sedang, dan tinggi.
Dengan adanya penerapan model pembelajaran seperti ini, dapat menjadi solusi agar mengubah proses pembelajaran yang tadinya monoton menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sehingga minat peserta didik dapat lebih baik dalam proses pembelajaran.
Setelah merancang dan menerapkan model TGT menunjukkan bahwa minat belajar siswa telah meningkat. Hal ini terlihat dari ketertarikan dan keaktifan peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung. Mereka terlihat terlibat aktif dalam memainkan peran masing-masing, mereka berlomba mendapatkan poin tertinggi sehingga siswa terfokus pada peran dan tugas masing-masing kelompok untuk menjadi pemenang turnamen. Dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran berbasis permainan ini telah menimbulkan minat peserta didik dalam aktivitas pembelajaran di kelas sehingga peserta didik menjadi termotivasi dan memiliki minat untuk belajar.
3
4
5
6
7 8
11
oid:30123:61546611 Similarity Report ID:
22% Overall Similarity
Top sources found in the following databases:
11% Internet database 8% Publications database
Crossref database Crossref Posted Content database
15% Submitted Works database
TOP SOURCES
The sources with the highest number of matches within the submission. Overlapping sources will not be displayed.
1
universitas-negerimakassar on 2024-06-15 4%
Submitted works
2
Nadia Armadani, R.A Rica Wijayanti, Nur Aini. "Efektivitas Penggunaan ... 2%
Crossref
3
Universitas Muhammadiyah Surakarta on 2014-03-05 2%
Submitted works
4
id.123dok.com
Internet
2%
5
Universitas Negeri Jakarta on 2017-01-31
Submitted works
2%
6
anzdoc.com
Internet
2%
7
eprints.uny.ac.id
Internet
2%
8
Mega Pandu Pratiwi, Siti Masfuah, Diana Ermawati. "Penerapan Model ...
Crossref
2%
Sources overview
oid:30123:61546611 Similarity Report ID:
9
Universitas Sanata Dharma on 2022-10-16
Submitted works
2%
10
digilib.uinsgd.ac.id
Internet
2%
11
es.scribd.com
Internet
2%
Sources overview