• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Kasus Penerapan Model Pembelajaran TGT Terhadap Minat Belajar Peserta Didik

N/A
N/A
Asfira Anugrah

Academic year: 2024

Membagikan "Studi Kasus Penerapan Model Pembelajaran TGT Terhadap Minat Belajar Peserta Didik"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN STUDI KASUS

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TGT (TOURNAMENT GAMES TEAM) TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK

Diajukan untuk memenuhi salah satu komponen Uji Tertulis Mahasiswa PPG Prajabatan

NAMA : ASFIRA ANUGRAH NPM : 239018485157

No. UKG : 7000167537

PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2024

(2)

SURAT KETERANGAN CEK PLAGIASI Nomor: 5674/UN36.26/LL/2024

Yang bertanda tangan di bawah ini, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru Universitas Negeri Makassar menerangkan Bahwa:

Nama : Asfira Anugrah Nomor Pokok Mahasiswa : 239018485157

Bidang Studi PPG : Ilmu Pengetahuan Sosial

Judul Studi Kasus : Penerapan Model Pembelajaran TGT (Tournament Games Team) Terhadap Minat Belajar Peserta Didik

Hasil Similiarity : 22%

Benar yang bersangkutan adalah Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun Akademi 2023/2024 dan telah melakukan proses cek plagiasi (Turnitin). Naskah Studi Kasus yang disusun telah dinyatakan sudah memenuhi kriteria anti plagiasi (< 30%), yang ditetapkan oleh Program Studi Pendidikan Profesi Guru Universitas Negeri Makassar.

Makassar, 10 Juni 2024

Dr. Tangsi, M.Sn.

NIP. 196412311991031030

(3)

Berawal dari pengalaman saya saat melaksanakan kegiatan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) di SMPN 5 Makassar, saya menemukan beragam isu permasalahan pembelajaran pada peserta didik. Salah satu yang paling utama yaitu rendahnya minat belajar pada mata pelajaran IPS. Banyak dari peserta didik kurang memiliki minat saat proses belajar di kelas sehingga beberapa dari mereka kurang berpartisipasi aktif saat proses pembelajaran berlangsung. Menurut saya kendala ini perlu diatasi sebagai tenaga pendidik seperti mengembangkan minat belajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dalam proses belajar. Saya tertarik menjadikan permasalahan ini sebagai bahan kajian karena isu ini menjadi permasalahan utama di setiap rombel kelas.

Situasi dalam kelas menunjukkan bahwa pada saat guru mata pelajaran IPS menggunakan model pembelajaran yang membuat peserta didik tidak aktif dan masih bersifat teacher center contohnya hanya memaparkan materi kepada peserta didik, dilanjutkan dengan mengintruksikan untuk mencatat materi yang ada pada buku, serta memberikan soal-soal pada buku LKS. LKS yang telah dikerjakan akan didiskusikan bersama, namun hanya beberapa siswa yang tergolong pintar terlihat aktif. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran tidak menarik bagi beberapa peserta didik dan mereka merasa bosan sehingga minat belajar peserta didik menurun.

Permasalahan yang dipaparkan penting untuk dikaji sebab akan berdampak pada minat belajar siswa. Dari topik ini dapat dikaji dari sudut pandang guru maupun peserta didik. Dari perspektif guru, memahami akar permasalahan ini penting karena mencerminkan efektivitas startegi pembelajaran yang digunakan.

Guru dapat menyesuaikan model dan media pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan serta gaya belajar peserta didik. Dari perspektif peserta didik, pengkajian masalah ini sangat relevan karena berkaitan langsung dengan peningkatan proses pembelajaran dan pencapaian mereka. Hal ini sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan bahwa proses pembelajaran sepatutnya mendorong dan mengembangkan keaktifan peserta didik dalam memahami konsep dan teori melalui berbagai kegiatan pengalaman belajar mereka.

(4)

Langkah nyata yang saya lakukan dalam mengatasi rendahnya minat belajar peserta didik yaitu menerapkan model pembelajaran berpusat pada siswa, model yang saya terapkan berupa TGT (Tournament Games Team). Melalui TGT proses pembelajaran dapat dioptimalkan karena situasi belajar dapat menyenangkan, menantang, serta merangsang minat peserta didik untuk lebih antusias berperan aktif dalam proses pembelajaran. Model ini merupakan salah satu tipe yang mudah diterapkan karena mengandung unsur permainan, serta melibatkan peran dan kegiatan seluruh peserta didik dengan kemampuan rendah, sedang, dan tinggi.

Dengan adanya penerapan model pembelajaran seperti ini, dapat menjadi solusi agar mengubah proses pembelajaran yang tadinya monoton menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sehingga minat peserta didik dapat lebih baik dalam proses pembelajaran.

Setelah merancang dan menerapkan model TGT menunjukkan bahwa minat belajar siswa telah meningkat. Hal ini terlihat dari ketertarikan dan keaktifan peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung. Mereka terlihat terlibat aktif dalam memainkan peran masing-masing, mereka berlomba mendapatkan poin tertinggi sehingga siswa terfokus pada peran dan tugas masing-masing kelompok untuk menjadi pemenang turnamen. Dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran berbasis permainan ini telah menimbulkan minat peserta didik dalam aktivitas pembelajaran di kelas sehingga peserta didik menjadi termotivasi dan memiliki minat untuk belajar.

(5)

oid:30123:61546611 Similarity Report ID:

PAPER NAME

Studi Kasus_Asfira Anugrah_239018485 157_IPS 001.pdf

AUTHOR

Asfira Anugrah

WORD COUNT

527 Words

CHARACTER COUNT

3474 Characters

PAGE COUNT

3 Pages

FILE SIZE

67.2KB

SUBMISSION DATE

Jun 16, 2024 10:13 PM GMT+8

REPORT DATE

Jun 16, 2024 10:13 PM GMT+8

22% Overall Similarity

The combined total of all matches, including overlapping sources, for each database.

11% Internet database 8% Publications database

Crossref database Crossref Posted Content database

15% Submitted Works database

Summary

(6)

LAPORAN STUDI KASUS

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TGT (TOURNAMENT GAMES TEAM) TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK

Diajukan untuk memenuhi salah satu komponen Uji Tertulis Mahasiswa PPG Prajabatan

NAMA : ASFIRA ANUGRAH NPM : 239018485157

No. UKG : 7000167537

PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2024

1

(7)

Berawal dari pengalaman saya saat melaksanakan kegiatan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) di SMPN 5 Makassar, saya menemukan beragam isu permasalahan pembelajaran pada peserta didik. Salah satu yang paling utama yaitu rendahnya minat belajar pada mata pelajaran IPS. Banyak dari peserta didik kurang memiliki minat saat proses belajar di kelas sehingga beberapa dari mereka kurang berpartisipasi aktif saat proses pembelajaran berlangsung. Menurut saya kendala ini perlu diatasi sebagai tenaga pendidik seperti mengembangkan minat belajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dalam proses belajar. Saya tertarik menjadikan permasalahan ini sebagai bahan kajian karena isu ini menjadi permasalahan utama di setiap rombel kelas.

Situasi dalam kelas menunjukkan bahwa pada saat guru mata pelajaran IPS menggunakan model pembelajaran yang membuat peserta didik tidak aktif dan masih bersifat teacher center contohnya hanya memaparkan materi kepada peserta didik, dilanjutkan dengan mengintruksikan untuk mencatat materi yang ada pada buku, serta memberikan soal-soal pada buku LKS. LKS yang telah dikerjakan akan didiskusikan bersama, namun hanya beberapa siswa yang tergolong pintar terlihat aktif. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran tidak menarik bagi beberapa peserta didik dan mereka merasa bosan sehingga minat belajar peserta didik menurun.

Permasalahan yang dipaparkan penting untuk dikaji sebab akan berdampak pada minat belajar siswa. Dari topik ini dapat dikaji dari sudut pandang guru maupun peserta didik. Dari perspektif guru, memahami akar permasalahan ini penting karena mencerminkan efektivitas startegi pembelajaran yang digunakan.

Guru dapat menyesuaikan model dan media pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan serta gaya belajar peserta didik. Dari perspektif peserta didik, pengkajian masalah ini sangat relevan karena berkaitan langsung dengan peningkatan proses pembelajaran dan pencapaian mereka. Hal ini sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan bahwa proses pembelajaran sepatutnya mendorong dan mengembangkan keaktifan peserta didik dalam memahami konsep dan teori melalui berbagai kegiatan pengalaman belajar mereka.

2

9 10

(8)

Langkah nyata yang saya lakukan dalam mengatasi rendahnya minat belajar peserta didik yaitu menerapkan model pembelajaran berpusat pada siswa, model yang saya terapkan berupa TGT (Tournament Games Team). Melalui TGT proses pembelajaran dapat dioptimalkan karena situasi belajar dapat menyenangkan, menantang, serta merangsang minat peserta didik untuk lebih antusias berperan aktif dalam proses pembelajaran. Model ini merupakan salah satu tipe yang mudah diterapkan karena mengandung unsur permainan, serta melibatkan peran dan kegiatan seluruh peserta didik dengan kemampuan rendah, sedang, dan tinggi.

Dengan adanya penerapan model pembelajaran seperti ini, dapat menjadi solusi agar mengubah proses pembelajaran yang tadinya monoton menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sehingga minat peserta didik dapat lebih baik dalam proses pembelajaran.

Setelah merancang dan menerapkan model TGT menunjukkan bahwa minat belajar siswa telah meningkat. Hal ini terlihat dari ketertarikan dan keaktifan peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung. Mereka terlihat terlibat aktif dalam memainkan peran masing-masing, mereka berlomba mendapatkan poin tertinggi sehingga siswa terfokus pada peran dan tugas masing-masing kelompok untuk menjadi pemenang turnamen. Dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran berbasis permainan ini telah menimbulkan minat peserta didik dalam aktivitas pembelajaran di kelas sehingga peserta didik menjadi termotivasi dan memiliki minat untuk belajar.

3

4

5

6

7 8

11

(9)

oid:30123:61546611 Similarity Report ID:

22% Overall Similarity

Top sources found in the following databases:

11% Internet database 8% Publications database

Crossref database Crossref Posted Content database

15% Submitted Works database

TOP SOURCES

The sources with the highest number of matches within the submission. Overlapping sources will not be displayed.

1

universitas-negerimakassar on 2024-06-15 4%

Submitted works

2

Nadia Armadani, R.A Rica Wijayanti, Nur Aini. "Efektivitas Penggunaan ... 2%

Crossref

3

Universitas Muhammadiyah Surakarta on 2014-03-05 2%

Submitted works

4

id.123dok.com

Internet

2%

5

Universitas Negeri Jakarta on 2017-01-31

Submitted works

2%

6

anzdoc.com

Internet

2%

7

eprints.uny.ac.id

Internet

2%

8

Mega Pandu Pratiwi, Siti Masfuah, Diana Ermawati. "Penerapan Model ...

Crossref

2%

Sources overview

(10)

oid:30123:61546611 Similarity Report ID:

9

Universitas Sanata Dharma on 2022-10-16

Submitted works

2%

10

digilib.uinsgd.ac.id

Internet

2%

11

es.scribd.com

Internet

2%

Sources overview

Referensi

Dokumen terkait

Ratna Dwi Pamilih, A510100124, Penerapan Strategi Pembelajaran Quick On The Draw Untuk Meningkatkan Minat Belajar IPS Pada Peserta Didik Kelas V Di SD Negeri 01 Wonolopo

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MINAT SISWA KELAS VIII A SMP KANISIUS KALASAN

pelajaran dari pada peserta didik yang tidak memiliki minat belajar. Rendahnya minat belajar dan hasil belajar matematika dikarenakan oleh model pembelajaran yang

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI POKOK PERILAKU MENYIMPANG DAN SIKAP ANTISOSIAL

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya variasi guru, kurangnya perhatian peserta didik, dan kurangnya minat peserta didik sehingga peserta didik mengantuk,

Berdasarkan hasil kegiatan ini diketahui bahwa penerapan metode Investigasi Kelompok dalam Mata pelajaran Sejarah dapat meningkatkan minat belajar peserta didik di

Atas kehendak Allah SWT, Alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Teams Game

3 Observasi Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan peneliti adalah mengamati masing-masing peserta didik dalam penerapan TGT saat proses pembelajaran berlangsung menggunakan rubrik