• Tidak ada hasil yang ditemukan

Politik Generasi Y and Kelas Menengah Ur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Politik Generasi Y and Kelas Menengah Ur"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Politik Generasi Y & Kelas Menengah Urban

Wasisto Raharjo Jati

Staf Peneliti di Pusat Penelitian Politik – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P – LIPI)

Disampaikan pada

Sekolah Partai Nasional Demokrat DPW DKI Jakarta Di Ruang Auditorium DPP Partai Nasdem

(2)

Struktur Presentasi Sekolah Partai

• Generasi Kelas Menengah Urban

(3)

Generasi Kelas Menengah Urban

• Terdapat beberapa fase generasi kelas menengah paska kemerdekaan dan resesi eko o i yak i ge erasi a y oo ers , ge erasi X , da ge erasi Y , da

ge easi ) “trauss, ; No ak, .

• Ge erasi a y oo ers -1966) = kelompok kelas menengah tumbuh saat re olusi, resesi, da pergolaka politik. Mereka adalah kelo pok ideologis ,

rule follo er , loyal, authority orie ted .

• Ge erasi X – 1978/1982) adalah kelompok kelas menengah tumbuh saat asa a al i dustrialisasi da ass ulture . Mereka adalah kelo pok

depe de t , hippies , ester ized , apolitis .

• Ge erasi Y – 1994) adalah kelompok kelas menengah di masa stabilitas ekonomi dan politik. Status sosial dan prestise adalah kebutuhan.

(4)

Bonus Demografi dan Kemunculan Penduduk

Generasi Y

• Bonus demografi secara sederhana dimaknai sebagai kemunculan penduduk muda produktif yang jumlahnya besar daripada penduduk lansia dan balita (Jati, 2015 : 2).

• Hal tersebut ditandai dengan adanya jumlah penduduk usia produktif bekerja (15-64 tahun) pada sensus penduduk tahun 2010 mencapai 66 persen dari 250 juta penduduk.

(5)

Struktur Bonus Demografi Penduduk Indonesia

(6)

Karakter sosial demografis Generasi Y

• Secara demografis, generasi Y adalah kelompok penduduk yang lahir antara tahun 1978 – 1994 dan tahun 1982 – 1994 (Strauss, 2000 ; Sheahan, 2005).

• Nama lain : ille ials , do ’t label us, generation tech,

generation.com, netizen, generation next, generasi oo er a ies • Generasi Y dikarakterkan sebagai generasi Ba ies on Board .

Generasi lebih sejahtera, berpendidikan lebih baik, dan rasionalitas tinggi (Strauss, 20009 : 4).

(7)

Ilustrasi da Ko parasi Ge erasi baby boo ers ,

X, dan Y

(8)

Influence Baby Boomers Generation X Generation Y

Change Resist It Accept It Want It

Justice Always Prevails Up to The Courts If you can afford It

Technology Ignorant of It Comfortable Feel It in their gut

Politics Loyalty Public Services Civic

Engagement

(9)

Temuan Politik Indonesia Kontemporer

• Gejala Perilaku golongan putih yang tinggi: pemilu 1999 (6,4 persen), pemilu 2004 (15,4 persen), pemilu 2009 (29, 1 persen), pemilu 2014 (24,89 persen).

• Tingkat Partisipasi Pemilih menurun : 93 persen (pemilu 1999), 84 persen (pemilu 2004), 71 persen (pemilu 2009), dan 75,11 (pemilu 2014).

• Pertumbuhan Netizen 88,01 juta jiwa dari 250 juta jiwa penduduk Indonesia. Mayoritas internet diakses melalui perangkat bergerak seperti telepon pintar sebesar 85 persen berbanding 13 persen dengan menggunakan laptop / komputer.

(10)

Karakter Sosial Politik Generasi Y

• Politik Generasi Y dikarakterkan sebagai politik pembebeasan politik emansipasi, dan politik egalitarian.

• Minat Politik : Populism daripada elitism, civic engagement daripada

political engagement, everyday politics daripada high-politics.

• Preferensi Memilih : digitally savyy, critical voters, perilaku memilih mengambang, dan media reinforcement.

• Tahapan Politik : apolitis > political awareness > civic engagement > political movement > social and political change.

(11)

Tata Kelola Partai terhadap Generasi Y

• Partai Politik jangan dilihat sebagai Partai , namun lebih kepada

Asosiasi / Perkumpulan.

• Membangun platform sosial media yang interaktif dan dialogis dua arah dengan kelompok anak muda.

• Aksi real-politics dengan terjun langsung ke masyarakat, misalnya bersih sungai, tanggap bencana, maupun juga aksi filantropis lainnya. • Membangun organisasi partai non organik model civil service groups

(12)

Kesimpulan

• Generasi Y adalah kelompok kelas menengah

uda ya g asih la il se ara ideologis, a u skeptis terhadap politik

• Generasi Y lebih meyukai platform

non-organic, informal, by incident / by accident, • Generasi Y berharap pada perubahan, namun

lebih pada representasi, rekognisi, dan afirmasi kepentingan.

(13)

Daftar Pustaka

• Novak, Alison. 2016. Media, Millennials, and Politics: The Coming of Age of the Next Political. London : Lexington Books.

• Jati, Wasisto Raharjo. . Bo us De ografi se agai Mesi Pertu uha Eko o i . Populasi. 23(1), 1-19.

• _________________. 2016. Politik Generasi Y. KOMPAS, 28 Mei 2016, hal.7.

• Strauss, William & Howe. 2000. Millennial Rising: The Next Great Generation. New York : Vintage Books.

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi yang ideal yang ingin dicapai dalam proses belajar mengajar kearsiapan adalah siswa memiliki dan yang tinggi dan kecerdasan emosional yang baik sehingga

Siswa sebagai subjek pendidikan dihadapkan pada banyak tantangan zaman yang menyangkut degenerasi moral (perilaku kenakalan remaja termasuk di dalamnya penyalahgunaan

menguduskan hari Sabat di gereja dengan lebih baik adalah bahwa keuskupan, yang bertanggung jawab untuk merencanakan pertemuan sakramen diminta untuk berembuk dengan dewan-

Berdasarkan hasil penelitian tentang tingkat kecemasan sebelum OSCE pada mahasiswa PSIK FK Unlam setelah penayangan film kartun komedi, maka hasil yang diperoleh

Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pancoran yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat

ketersediaan koleksi merupakan aset yang besar dalam memberikan kepuasan

sehingga untuk mengetahui ukuran bangunan yang tidak terdapat penjelasan ukuran pada gambar dapat menggunakan skala misalnya sebuah ruang tamu pada gambar mempunyai panjang 3 cm jika

On the basis of prior research on marketing relationships, clusters, and social networks, they propose that the overall configuration of a cluster helps promote particular governance