PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1987 TENTANG WALI HAKIM MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA
Teks penuh
Dokumen terkait
Dan dalam Pasal 4 KHI Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut Hukum Islam sesuai dengan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Perkawinan
Dalam Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Perkawinan disebutkan bahwa ”Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya.” Ini
Perkawinan yang sah harus dicatat menurut peraturan perundang- undangan yang berlaku hal ini diatur di dalam Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang
Ketentuan Pasal 2 ayat (1) UUP menunjukkan bahwa Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu, sedangkan mahar
Sejak mulai berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tanggal 1 Oktober 1975 yang merupakan pelaksanaan secara efektif Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang
Penentuan keabsahan dari suatu perkawinan diatur di dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan yang berbunyi: “Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum
Yang dijadikan rujukan dalam menguji materi Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974, yang menyatakan, perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama
Akibat Hukum Perkawinan di Bawah Tangan Menurut Undang-undang No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 2 ayat 1 dikatakan bahwa perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum