• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRODUKTIVITAS PERIKANAN INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PRODUKTIVITAS PERIKANAN INDONESIA"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN KELAUTAN

DAN PERIKANAN

PRODUKTIVITAS PERIKANAN

INDONESIA

pada:

FORUM MERDEKA BARAT 9

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

(2)

1

EVALUASI PELAKSANAAN ANGGARAN

TAHUN 2017

(3)

Su m b e r : Ba d a n Pu s a t Sta ti s ti k , 2 0 1 7 Nilai PDB Perikanan Dalam Rp. miliar

PERTUMBUHAN PDB PERIKANAN

Pertumbuhan PDB sektor perikanan selalu di atas PDB Nasional dan PDB sektor Pertanian. S.d. TW III 2017 pertumbuhan 6,79% dengan nilai PDB sektor Perikanan Rp. 169.513,10 miliar P e rtu mbuhan (% ) 189,089.70 204,016.80 214,523.20 169,513.10 2014 2015 2016 2017* s.d Triwulan III 2017 Republik Indonesia 5.02 4.88 5.02 5.03 4.24 3.00 3.16 3.91 7.35 7.89 5.15 6.79 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

(4)

Sampai dengan TW IV 2017: Total Produksi Perikanan Nasional 23,26 juta ton • Perikanan Tangkap 6,04 juta ton • Perikanan Budidaya 17,22 juta ton 5 .71 5.83 6.12 6.48 6.52 6.83 7.93 9.68 13 .30 14 .36 15 .63 16 .68 13.64 15.50 19.42 20.84 22.15 23.51 0 5 10 15 20 25 2011 2012 2013 2014 2015 2016 Ju ta To n

Perikanan Tangkap Perikanan Budidaya Total Produksi

Sumber : Badan Pusat Statistik, 2017

* Angka Sementara s.d.November 2017

PRODUKSI PERIKANAN

*2016 - angka sementara

(5)

Sumber : Badan Pusat Statistik, 2017

* Angka Sementara 2017, Ditjen PDS

38.14

41.11

43.94

46.49

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 2014 2015 2016 2017*

KONSUMSI IKAN

KEPULAUAN BANGKA-BELITUNG KALIMANTAN TIMUR PAPUA PAPUA BARAT MALUKU  MALUKU UTARA NTB NTT KALIMANTAN UTARA SULAWESI UTARA YOGYAKARTA BALI GORONTALO SULAWESI TENGAH SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA KALIMANTAN SELATAN JAWA TENGAH JAWA TIMUR ACEH SUMATERA UTARA RIAU  SUMATERA BARAT KEPULAUAN RIAU JAMBI  SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU  BANTEN KALIMANTAN BARAT JAWA BARAT KALIMANTAN TENGAH JAKARTA Ikan segar Ikan asin diawetkan

KIMJ (Kelompok Ikan dalam Makanan Jadi)

PREFERENSI KONSUMEN (%) KONSUMSI IKAN (Kg/ kapita setara ikan utuh segar) PRODUK YANG DIKONSUMSI

Ceramah PM TAS Talkshow Iklan Layanan Pameran, Fest ival, Lomba

IM PLEM ENTASI PROGRAM CO-OWNERSHIP KOORDINASI & SINERGI

34

Provinsi

233

113

Kecamatan

#IKANITUENAK

KONSUMSI IKAN, 2012 - 2017* (Kg/ kapita)

Sumber : Dat a SUSENAS * angka t arget * angka t arget TCT segar KIMJ Lele-Pat in-Gabus Kembung Bandeng Mujair/ Nila Udang-Cumi Teri TCT asin Kembung asin

Konsumsi sedang 20 - 31,4 Kg/ Kap Konsumsi t inggi > 31,4 Kg/ Kap Konsumsi rendah < 20 Kg/ Kap

Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan

Capaian 2012 - 2016 Target 2017

5

Republik Indonesia

Konsumsi Ikan Per Tahun (Kg/Kap/Tahun) 2014-2017*

(6)

Sumber : Ditjen PRL, 2017

LUAS KAWASAN KONSERVASI

16.4 17.3 17.98 19.14 15 15.5 16 16.5 17 17.5 18 18.5 19 19.5 2014 2015 2016 2017 L u as K aw a san (Ju ta H a)

(7)

Sumber : Badan Pusat Statistik, 2017

NTN : Nilai Tukar Nelayan NTUN : Nilai Tukar Usaha Nelayan NTPi : Nilai Tukar Pembudidaya Ikan NTUPi : Nilai Tukar Usaha Pembudidaya Ikan

95.00 100.00 105.00 110.00 115.00 120.00 125.00 130.00 Jan -1 4 Fe b-14 M ar -1 4 A pr -14 M ay -1 4 Jun-1 4 Jul -14 A ug -14 Se p-14 O ct -14 Nov -1 4 D ec -14 Jan -1 5 Fe b-15 M ar -1 5 A pr -15 M ay -1 5 Jun-1 5 Jul -15 A ug -15 Se p-15 O ct -15 Nov -1 5 D ec -15 Jan -1 6 Fe b-16 M ar -1 6 A pr -16 M ay -1 6 Jun-1 6 Jul -16 A ug -16 Se p-16 O ct -16 Nov -1 6 D ec -16 Jan -1 7 Fe b-17 M ar -1 7 A pr -17 M ay -1 7 Jun-1 7 Jul -17 A ug -17 Se p-17 O ct -17 Nov -1 7 D ec -17 NTN NTPi NTP NTUN NTUPi NTUP NT Rata-Rata 2014 2015 2016 2017 NTN 104,63 106,14 108,24 109,86 NTUN 107,37 108,63 117,57 123,01 NTPi 101,42 99,65 98,96 99,09 NTUPi 105,90 106,61 108,62 110,23

NILAI TUKAR RATA-RATA PER TAHUN

(8)

STOCK IKAN

Angka Potensi Sumber Daya Ikan (MSY) di Indonesia (juta ton/tahun)

2017 2015 2013 2011 2001 1999 1997

12,54*

3 1 0 2 6 4 5 9 7 8 12 10 11 13

6,19

6,4

6,41

6,52

7,31

9,93

(9)

115

77

101

92

491,08

215 227.56 214.44

77.47

357.88

491,08

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

2017

491,08

milyar rupiah

Capaian tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2007-2017)

PENINGKATAN PNBP SDA PERIKANAN

Sumber : https://spanint.kemenkeu.go.id (9 Januari 2018)

(10)

Tren Nilai Ekspor Negara Tujuan Utama

Periode Januari- November Tahun 2012 – 2017*

• Amerika Serikat naik 10.94% per tahun

• Jepang turun 4.19% per tahun

• Asean naik 0.47% per tahun

• China naik 10.25% per tahun

• Uni Eropa naik 3.74% per tahun

• Amerika Serikat naik 12.82%

• Jepang naik 8.31%

• Asean naik 3.42%

• China naik 11.28%

• Uni Eropa naik 9.38%

Sumber: BPS diolah Ditjen PDS-KKP

* Data sementara sampai dengan November 2017

1,059.37 1,199.14 1,677.20 1,342.61 1,460.31 1,647.46 782.92 728.37 670.20 575.51 574.47 622.23 504.08 482.19 478.06 466.95 497.12 514.14 258.07 382.31 375.99 316.14 345.80 384.81 283.85 358.43 394.01 286.65 287.68 314.65 653.51 638.62 635.91 615.37 616.44 605.57 3,542 3,789 4,231 3,603 3,782 4,089 0 500 1,000 1,500 2,000 2,500 3,000 3,500 4,000 4,500 2012 2013 2014 2015 2016 2017* Nilai (US D Ju ta)

Nilai Ekspor Menurut Negara Tujuan Utama Periode Januari-November Tahun 2012-2017*

USA Jepang Asean Tiongkok UE Lainnya

Tren 12-17 Tren 16-17 10,94 12,82 -4,19 8,31 0,47 3,42 10,25 11,28 3,74 9,38 -1,50 -1,76 3,38 8,12

Periode Jan-Nov Tahun

2012-2017

(YoY)

(11)

Tren Nilai Impor Komoditas Utama

Periode Januari - November Tahun 2012 – 2017*

153.74 181.16 130.38 122.88 114.28 116.29 61.45 65.62 59.61 57.67 48.50 84.59 48.59 50.23 44.30 35.77 49.78 55.47 7.63 7.49 8.85 15.46 34.81 40.40 32.07 28.35 21.82 14.29 9.76 27.22 24.84 17.35 17.89 13.19 15.58 18.77 92.34 74.25 97.78 97.28 106.02 90.64 420.66 424.44 380.62 356.54 378.73 433.38 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 2012 2013 2014 2015 2016 2017* N ila i ( U SD J ut a

Nilai Impor Produk Perikanan Menurut Komoditas Utama Periode Januari-November Tahun 2012-2017*

TP Makarel RK ST Sarden LM Lainnya

• Tepung Ikan-Pellet (TP) turun 4.24% per tahun • Lemak-Minyak Ikan (LM) turun 2.94% per tahun • Makarel naik 10.58% per tahun

• Rajungan-Kepiting (RK) naik 4.58% per tahun • Salmon-Trout (ST) naik 46.43% per tahun • Sarden naik 15.61% per tahun

• Lainnya naik 1.21% per tahun

Sumber: BPS diolah Ditjen PDS-KKP

* Data sementara sampai dengan November 2017

Tepung Ikan-Pellet Makarel Rajungan-Kepiting Salmon-Trout Sarden Lemak-Minyak Ikan Komoditas Lainnya Tren 12-17 Tren 16-17 -4,24 1,76 10,58 74,40 4,58 11,44 46,43 16,07 15,61 178,91 -2,94 20,48 1,21 -14,51 0,98 14,43 Peruntukan Impor:

• Tepung ikan-pellet sebagai bahan baku/pakan ikan;

Makarel dan sarden sebagai bahan baku pemindangan dan industri pengalengan yang sebagian untuk tujuan ekspor;

Rajungan-kepiting sebagai bahan baku industri dengan tujuan ekspor;

Salmon-Trout untuk memenuhi kebutuhan Horeka-Pasmod;

• Lemak-minyak Ikan sebagai bahan baku industri farmasi

Periode Jan-Nov Tahun

2012-2017

(YoY)

(12)

Sumber : Ditjen PDS dan BKIPM, 2017

PERKEMBANGAN IZIN PEMASUKAN HASIL PERIKANAN (IPHP)

TAHUN 2017

(13)

Tren Pertumbuhan Neraca Perdagangan Indonesia Lebih Tinggi

Dibandingkan Dengan Beberapa Negara Pesaing Tahun 2012-2016

2012 2013 2014 2015 2016* China 11,270,507 11,761,796 12,649,812 11,504,690 11,452,509 Indonesia 3,408,381 3,642,666 4,158,516 3,499,954 3,691,279 Thailand 4,823,527 3,704,161 3,644,042 2,840,139 2,452,222 Viet Nam 5,246,212 5,712,248 6,489,084 5,196,691 617,888 Philippines 665,971 1,011,938 881,294 503,533 386,788 Malaysia -246,153 -298,796 -288,646 -288,554 -262,528 Singapore -702,110 -686,932 -742,566 -674,051 -779,759 -2.00 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 N ilai N er aca (U SD Milya r)

Sumber: ITC calculations based on UN COMTRADE didownload 9 Agustus 2017 (292 produk HS 6 digit 2012) * Data sementara

Periode 2012-2016, tren pertumbuhan nilai neraca perdagangan Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara pesaing:

o Indonesia naik 2.67% per tahun

o China naik 0.60% per tahun

o Thailand turun 15.14% per tahun

o Viet Nam turun 21.39% per tahun

o Philippina turun 6.75% per tahun

N ilai N er aca (U SD R ibu) Republik Indonesia

(14)

INVESTASI KELAUTAN & PERIKANAN

TAHUN 2017 (TW III)

MENURUT BIDANG USAHA

Industri Pengolahan Rp 2.29 Triliun 0.40% 619 1,353 313 1,009 904 381

PMA PMDN Kredit Investasi

R p Milyar 2016 2017 Produksi (Tangkap + Budidaya) Rp 1.23 Triliun 96.81% 34 3 588 193 30 1,007

PMA PMDN Kredit Investasi

Rp

Mily

ar

2016 2017

Sumber: BKPM dan OJK, diolah Ditjen PDS-KKP (s/d TW 3 Tahun 2017)

(15)

Perbankan

Non Bank

Nilai Realisasi Kredit :

Rp. 6,49 Trilyun

Nilai Realisasi Pembiayaan :

Rp. 535,39 Milyar

Realisasi Jumlah Debitur :

38.667 Debitur

Realisasi Jumlah Debitur :

34.786 Debitur

Rasio Non Performing Loan (NPL)

2,17 %

Rasio Non Performing Financing (NPF) :

1,93 %

Pertumbuhan kredit SKP sebesar 14,7% melebihi target OJK tahun 2017 sebesar 8-10%.

Total Permodalan tahun 2017: Rp. 7,03 Trilyun (234% dari target Rp. 3 Trilyun)

Nilai Pembiayaan Usaha Kelautan dan Perikanan

Tahun 2017 Triwulan III

(16)

REALISASI PROGRAM PRIORITAS 2017

PERIKANAN TANGKAP PERIKANAN BUDIDAYA PENGUATAN DAYA SAING

755 bantuan Kapal untuk Nelayan (501 unit diserahkan 2017 dan 254 unit diserahkan 2018)

7.255 paket alat tangkap

500.000 orang penerima Asuransi Nelayan

11.594 bidang Sertifikat Hak atas Tanah Nelayan

21 lokasi Gerai Perizinan, dengan

4.439 ijin terbit dan PNBP Rp 277,65 miliar

Rp. 211,34 miliar Bantuan akses permodalan untuk pemilik kapal skala memengah (Bank Jateng, BRI, dan BLU-LMPUKP)

4 lokasi SKPT

137,49 juta bantuan benih ikan

40,07 juta restocking benih ikan

802 bantuan Sarpras Budidaya

2.246 Alih usaha pengganti penangkap benih lobster

200 paket sarana pakan mandiri

40 paket pakan alami

195 hektar minapadi

11 lokasi Revitalisasi tambak/kolam

474 paket revitalisasi KJA

72 unit Excavator

204 paket Biofloc

3.300 ha Asuransi usaha budidaya

104 paket kebun bibit rumput laut

115 paket budidaya rumput laut

3 lokasi SKPT

3 unit Integrated Cold Storage

11 Unit Cold Storage

235 unit Ice Flake Machine kapasitas 1,5 ton

150 unit Chest Freezer

41 unit kendaraan roda 6 berpendingin

21 unit kendaraan roda 4 berpendingin

10 unit Sentra Kuliner

3 unit Pasar Ikan Bersih

5 unit Revitalisasi Pasar Ikan Bersih

34 paket Sarana Peralatan Pengolah

(17)

PENGELOLAAN RUANG LAUT PENGAWASAN SDKP RISET DAN SDM KARANTINA IKAN & PENGENDALIAN MUTU Republik Indonesia

REALISASI PROGRAM PRIORITAS 2017

Bantuan PUGAR : 15 Kab/Kota Sarana Usaha Garam Rakyat, 6 Gudang

Garam, 6 alat uji garam, 12 unit truk pengangkut garam, 46 unit sarana angkut roda 3, 15 unit mini hydraulic excavator.

4 unit Dermaga Apung

27 paket Sarana Usaha Ekonomi Produktif di wilayah P3K

30 paket bantuan kelompok konservasi

5 paket Sarpras pengembangan wisata bahari

2 lokasi Sabuk Pantai

5 lokasi Struktur Hybrid

5 lokasi Struktur Concrete Breakwater

12 unit alat pengolah sampah plastik

6 unit pengolah sampah organik pembuat kompos

37 Dokumen Pra Sertifikasi PPKT

3 lokasi SKPT

1 RPP Tata Ruang Laut Nasional

142 Hari Airborne Surveillance

131 Hari operasi pengawasan

3.727 kapal diperiksa

132 kapal ditangkap

127 kapal ilegal ditenggelamkan (total 2014-2017 adalah 363 kapal)

197 kasus ditangani

20 Rekomendasi kebijakan

18 Rekomendasi teknologi

15 Riset inovasi

55 Data dan Informasi

7.541 peserta didik (47,36% adalah anak pelaku utama)

1.333 lulusan pendidikan

37.000 kelompok disuluh

5.271 penyuluh perikanan ASN & PPB

6.290 masyarakat dilatih

6.120 sertifikasi kompetensi

14 Gedung layanan ekspor, impor dan antar area di exit, entry point, SKPT dan Perbatasan.

1.001 Unit Usaha Perikanan yang memenuhi persyaratan ekspor.

2.452 Sertifikasi HACCP produk hasil perikanan

29 wilayah perbatasan dilayani dan diawasi

126.000 sertifikasi kesehatan ikan dan mutu produk ekspor

(18)

Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil Provinsi

Rencana Zonasi KSN, KSNT dan Laut Antar Wilayah

Sesuai UU No. 27/2007 jo UU No. 1/2014

• Pemerintah Daerah Provinsi merupakan penyusun Rencana Zonasi dengan produk akhir Peraturan Daerah • KKP sebagai pembina teknis dan memfasilitasi pemberian saran dan masukan lintas K/L

• Pembahasan relatif lebih panjang di tingkat Pemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi

Sudah menerbitkan Perda

RZ Sudah di Kemendagri Pembahasan DPRD

Proses penyusunan

5 Provinsi : Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, NTB, dan NTT

3 Provinsi: Jawa Timur, Lampung, Sumatera Barat

1 Provinsi : Jateng 25 Provinsi

Jenis RZ Kawasan Laut Jumlah Produk Hukum Keterangan

Pulau kecil terluar* 111 pulau Peraturan Menteri KP Telah disusun P. Nipa, P. Maratua, P. Sambit

Kawasan antar wilayah 17 kawasan Peraturan Presiden Sedang disusun

Kawasan strategis nasional** 23 kawasan Peraturan Presiden Sedang disusun

* Daftar pulau sesuai Keppres No 6 Tahun 2017

(19)

2

RENCANA PELAKSANAAN ANGGARAN

TAHUN 2018

(20)

INDIKATOR KINERJA UTAMA KKP TAHUN 2018

Pertumbuhan PDB Perikanan

11

%

Produksi

Perikanan

Jumlah luas kawasan konservasi

Juta Ha

19,3

Nilai Ekspor Hasil

Perikanan

5,0

USD Miliar Tingkat Konsumsi

Ikan Dalam Negeri

50,65

Kg/kap/Thn Nilai Tukar Nelayan

112

33,53

Juta Ton

9,45

Juta Ton Perikanan Tangkap

24,08

Juta Ton Perikanan Budidaya

4,10

Juta Ton Garam Nasional

7,91

Juta Ton Ikan

16,17

Juta Ton Rumput Laut

(21)

513

Bantuan Kapal Penangkap Ikan dan kapal angkut Unit

500.000 Asuransi Nelayan

Premi

1.702 Unit Alat Tangkap

1

Lokasi Bengkel Kapal

10 Lokasi Kampung Nelayan Percontohan

3

Lokasi Kedai Nelayan Percontohan

16 Lokasi Pembangunan TPI Higienis

15.000

Bidang Sertifikasi Hak Atas tanah nelayan

4 Lokasi Pembangunan TPI Perairan Darat

4

Lokasi SKPT

PROGRAM PRIORITAS KKP 2018

400 orang Observer di atas kapal perikanan

100 Unit Bantuan Mesin Kapal Perikan

155 JUTA Bantuan Benih Ikan ekor 425 ribu Produksi induk unggul ekor

5.000 Ha Asuransi Usaha Budidaya 250 Ha Minapadi Biofloc 150 Unit • Bahan Baku • Mesin Pakan 50 Paket 40 Unit Excavator 8

Paket Produksi Bibit Rumput Laut Kultur Jaringan

3

Unit Operasional Budidaya Offshore

3

Lokasi SKPT

1

Lokasi Pembangunan Pabrik Pakan Republik Indonesia

PERIKANAN TANGKAP

PERIKANAN BUDIDAYA

(22)

50

Paket Peralatan (Sarana) Pengolahan bagi UKM

300

Paket

Sarana Sistem Rantai Dingin (Chest freezer & Thermal Ice Gel)

30

Unit Ice Flake Machine 1,5 ton

32

Mitra Promosi GEMARIKAN

36

Unit Kendaraan Berpendingin

8

Unit Cold Storage 30 – 100 Ton

12

Unit Marine & Fisheries Business Forum

4

Paket Pameran internasional

7

Unit Gudang Beku Terintegrasi

1

Unit Sentra Kuliner

3

Unit Pasar Ikan Modern

1

Unit Cold Storage 1000 ton

Gudang Garam Ber-SNI PUGAR 1.200 Ha 6 Unit Bantuan sarpras wisata bahari

4 Kawasan Sarpras pesisir & pulau-pulau Kecil 31 Lokasi Sarpras Pengelolaan Kawasan Konservasi 2 Paket

Sertifikasi Hak atas Tanah Pulau Kecil dan Terluar 19 Pulau Sabuk pantai, struktur hybrid 3 Lokasi 2 Lokasi Pusat restorasi &

pembelajaran mangrove Bantuan kelompok masyarakat penggerak konservasi 47 Kelompok 4 Lokasi Zonasi Laut 3 Kawasan 32 Kawasan KSN dan KSNT Zonasi WP3K 23 Provinsi Penyusunan Rencana

Survey dan operasional BMKT 2 Paket 2 Lokasi SKPT

PROGRAM PRIORITAS KKP 2018

PENGUATAN DAYA SAING PENGELOLAAN RUANG LAUT SKPT

(23)

PROGRAM PRIORITAS KKP 2018

Republik Indonesia PENGAWASAN SDKP RISET DAN SDM Operasi Kapal Pengawas Airborne Surveilance Operasional Satgas Pemberantasan Illegal Fishing 145 Hari 100 Hari Operasional speedboat/rigit inflatable boat/rubber boat

50 Hari 4 Layanan Operasional perangkat sistem pemantauan SDKP 1 Paket Speedboa t 2 Kapal Pengawas 1 Unit

Pemeliharaan Kapal Pengawas

34 Unit

Pengawasan melalui Surat Laik Operasi dan Hasil Pemeriksaan Kapal 17.052 Paket Bangunan/Pos Pengawas 10 Unit Pokmaswas 1.000 Kelompok

penyidikan kasus tindak pidana kelautan dan perikanan

200 kasus

Operasional pengawasan pengelolaan SDK (BMKT, kawasan konservasi) dan Pengawasan Sumber Daya Perikanan (obat, pakan ikan dll)

Unit 6.550 Pelatihan masyarakat KP Orang Penyuluhan kelompok pelaku utama/usaha KP 40.000 Kelompok Pendidikan vokasi 7.943 Orang Bantuan Operasional Penyuluh Perikanan 5,156 Orang Pelatihan Aparatur KP 1.200 Orang Sertifikasi kompetensi 6.500 Orang

Kajian stok sumber daya perikanan

• Inovasi teknologi

pengolahan produk dan bioteknologi

Model sosial ekonomi

• Inovasi teknologi adaptif

lokasi

Inovasi

teknologi adaptif lokasi garam Sistem informasi sentra nelayan 2 dan 1 WPP dan PUD 4 Paket 1 Paket 80 Lokasi Rekomendasi Riset Keautan & Perikanan

35

Paket • Inovasi teknologi

Kelautan & Perikanan

Komponen Inovasi Riset kelautan & Perikanan

12 Paket

Data & Informasi Kelautan & Perikanan

19 Paket Sarpras Riset, Pelatihan & Penyuluhan KP 27 Paket 6 Paket

(24)

PROGRAM PRIORITAS KKP 2018

KARANTINA IKAN & PENGENDALIAN

MUTU

196 lokasi Operasional pengawasan kesehatan ikan ekspor, impor, dan domestik

47 lokasi Penanganan pelanggaran dan penegakan hukum

46 satker Gedung, sarana dan prasarana layanan pengguna jasa

76 paket Standardisasi sistem manajemen mutu (pembentukan Lab Reference, Uji Profisiensi, Validasi metode uji, Akreditasi lembaga penguji dan inspeksi ISO 17020, 17025, 9001

35 lokasi Operasional pengawasan mutu produk hasil perikanan ekspor, impor, dan domestik

30 lokasi Layanan dan pengawasan di

wilayah perbatasan

25 lokasi Pengawasan mutu, keamanan hasil perikanan dari residu dan bahan berbahaya di sentra perikanan

5 lokasi Operasional dan layanan INSW

(25)
(26)

33.89

35.21

38.14

41.11

43.94

46.49

6,92

7,36

7,95

8,58

9,37

10,38

2012

2013

2014

2015

2016

2017*

Konsumsi Ikan (Kg/Kap)

Kebutuhan Ikan (Juta Ton)

Sumber: Susenas-BPS diolah Ditjen PDS-KKP * Angka sementara 2017

(27)

BPS

KKP

Komponen :

A. Konsumsi dalam rumah

tangga (Susenas)

1. Ikan dan udang

segar/basah

2. Ikan dan udang awetan

B. Konsumsi di Luar rumah

tangga tidak dihitung

C. Tidak menghitung konsumsi

olahan ikan

Komponen:

A. Konsumsi dalam rumah tangga (Susenas)

1. Ikan dan udang segar/basah

2. Ikan dan udang awetan

3. Makanan jadi (goreng/bakar, dll)

4. Kelompok bumbu bumbuan (terasi)

B. Konsumsi Di Luar Rumah Tangga

1. Konsumsi ikan Di Restoran

2. Konsumsi ikan di Rumah Makan

3. Konsumsi Ikan di Hotel

4. Konsumsi ikan di Lapas

5. Konsumsi ikan di Rumah Sakit

6. Konsumsi Ikan di Sekolah (yang memberikan makan

siswa)

C. Konsumsi tidak tercatat yang tidak termasuk dalam A dan

B, seperti konsumsi ikan olahan: bakso ikan, nuget,

(28)

URAIAN

BPS

KKP

Faktor konversi Kelompok ikan/udang

awetan tidak dikonversi

setara ikan utuh segar

Kelompok ikan/udang awetan, ikan

makanan jadi (goreng bakar, dll) dan

kelompok bumbu bumbuan (terasi)

dikonversi setara ikan utuh segar

Faktor koreksi

Tidak menggunakan

faktor koreksi (konsumsi

diluar rumah tangga dan

tidak tercatat)

Menggunakan faktor koreksi (konsumsi

diluar rumah tangga dan tidak tercatat),

mengacu pola perhitungan konsumsi beras

(29)

• Realisasi ekspor 2017 ini hanya dapat

mencapai 59.19% apabila dibandingkan

dengan target 2017 sebesar USD 7.62

miliar, sehingga terdapat gap yang

sangat besar antara target dan realisasi

ekspor.

• Tindak lanjut: mereviu target ekspor

tahun 2018 dan 2019 dengan

mempertimbangkan tren pertumbuhan

ekspor tahun sebelumnya dan tren

ekspor dunia dan beberapa negara

eksportir dunia

8.53 9.54 5.86 6.82 7.62 5.00 5.50 3.94 4.17 4,51* 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 2015 2016 2017 2018 2019 Sa tu an : USD M ily ar

Target Awal Target Revisi Realisasi

Sumber: BPS diolah Ditjen PDS-KKP (474 produk HS 10 digit 2012 dan 484 produk HS 8 Digit 2017 ) * Angka sementara 2017

(30)

Dibandingkan Beberapa Negara Pesaing Periode 2012-2016

0 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 2012 2013 2014 2015 2016*

Nilai Ekspor (USD Juta)

China Viet Nam Thailand Indonesia Philippines Malaysia Singapore

Sumber: ITC calculations based on UN COMTRADE didownload 9 Agustus 2017 (292 produk HS 6 digit 2012) * Data sementara

• Periode 2012-2016, tren

pertumbuhan nilai ekspor Indonesia

lebih tinggi dibandingkan dengan

negara-negara pesaing:

o

Indonesia naik 2.31% per tahun

o

China naik 2.29% per tahun

o

Viet Nam naik 1.45% per tahun

o

Philippina naik 0.32% per tahun

o

Singapura turun 0.66% per tahun

o

Malaysia turun 3.52% per tahun

o

Thailand turun 7.73% per tahun

o

Dunia naik 2.57% per tahun

(31)

Dengan Beberapa Negara Pesaing Tahun 2012-2016

2012 2013 2014 2015 2016* China 11,270,507 11,761,796 12,649,812 11,504,690 11,452,509 Indonesia 3,408,381 3,642,666 4,158,516 3,499,954 3,691,279 Thailand 4,823,527 3,704,161 3,644,042 2,840,139 2,452,222 Viet Nam 5,246,212 5,712,248 6,489,084 5,196,691 617,888 Philippines 665,971 1,011,938 881,294 503,533 386,788 Malaysia -246,153 -298,796 -288,646 -288,554 -262,528 Singapore -702,110 -686,932 -742,566 -674,051 -779,759 -2.00 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 N ilai N er aca (U SD Milya r)

Sumber: ITC calculations based on UN COMTRADE didownload 9 Agustus 2017 (292 produk HS 6 digit 2012)

• Periode 2012-2016, tren pertumbuhan nilai neraca perdagangan Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara pesaing:

o Indonesia naik 2.67% per tahun

o China naik 0.60% per tahun

o Thailand turun 15.14% per tahun

o Viet Nam turun 21.39% per tahun

o Philippina turun 6.75% per tahun

Nila

i Nera

ca

(USD

(32)

1 ,2 4 0 1 ,2 5 5 1 ,2 7 3 1 ,0 7 6 1 ,0 7 5 1 ,0 7 8 371 353 307 292 277 386 0 200 400 600 800 1,000 1,200 1,400 2012 2013 2014 2015 2016 2017* S atu an: ( Rib u T o n ) Ekspor Impor

o Volume ekspor turun 2.53% per tahun; volume impor naik 2.30 % per tahun

o Nilai ekspor naik 3.66% per tahun; nilai impor naik 1.40% per tahun; neraca perdagangan naik 3.94% per tahun o Harga rata-rata ekspor USD 3.64 per kg (naik 6.10% per

tahun); impor USD 1.32 per kg (naik 0.77% per tahun)

o Volume ekspor naik 0.26%; volume impor naik 39.23% o Nilai ekspor naik 8.18%; nilai impor naik 14.58%; neraca

perdagangan naik 7.48%

o Harga rata-rata ekspor USD 4.03 per kg (naik 7.90% per tahun); impor USD 1.36 per kg (turun 17.71% per tahun) • Kenaikan nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan kenaikan

volume ekspor, hal ini disebabkan antara lain: meningkatnya harga ekspor dan produk memiliki nilai tambah.

• Produk impor memiliki harga yang relatif lebih murah karena sebagian besar berupa bahan baku untuk kebutuhan industri dalam negeri dan tujuan ekspor dan tepung ikan untuk bahan

TAHUN 2012-2017

Periode

2012-2017

Periode

2016-2017

Volume Ekspor-Impor

Nilai Ekspor-Impor-Neraca

3 ,8 7 1 4 ,1 6 1 4 ,6 4 2 3 ,9 4 4 4 ,1 7 2 4 ,5 1 4 453 460 417 378 414 475 3,418 3,701 4,224 3,565 3,758 4,039 0 1,000 2,000 3,000 4,000 5,000 2012 2013 2014 2015 2016 2017* S atu an: US D Jut a

(33)

• Penuruunan Volume Ekspor Komoditas Lainnya 2015 sebesar 183.20 ribu ton (turun 31.04%) dibanding 2014 yang disumbangkan terutama dari beberapa provinsi pelabuhan muat yang sebelumnya merupakan wilayah penangkapan kapal-kapal asing, seperti:

Maluku 145.60 ribu ton (turun 97.87%), Papua 49.23 ribu ton (turun 100.00%), dan Papua Barat 31.94 ribu ton (turun 100.00%)

• Komoditas lainnya di pelabuhan muat Provinsi Maluku didominasi oleh ikan laut lainnya beku (HS: 030369000, 0303891990) sekitar 84.62% (125.89 ribu ton) dengan nilai USD 53.57 juta sehingga harga rata-rata hanya sekitar USD 0.43 per Kg dengan negara tujuan utama adalah Thailand (87.86%) dan China (10.30),

• Harga ikan (HS: 030369;030369) umumnya sekitar USD 1.0 - 2.0 per kg, sehingga dengan volume 125.89 ribu ton seharusnya memiliki nilai sekitar USD 125.89 Juta - USD 251.78 juta, sehingga diperkirakan kehilangan potensi devisa pada saat itu sekitar USD 72.32 juta – USD 198.22 juta (2014)

Sumber: BPS diolah Ditjen PDS-KKP

630.44 612.26 590.21 407.01 417.89 359.76 0.00 100.00 200.00 300.00 400.00 500.00 600.00 700.00 2012 2013 2014 2015 2016 2017* Sat uan : Rib u To n

Udang TTC RK CSG Rumput Laut Komoditas Lainnya

183,20 ribu ton 169.35 183.47 148.77 3.17 0.15 0.11 34.78 38.62 49.23 0.00 0.00 0.00 39.41 35.03 31.94 0.00 0.00 0.00 0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 140.00 160.00 180.00 200.00 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Sat ua n: Ri bu T on Jatim Maluku Jakarta Papua Sumut Papua Barat Prov Lainnya

(34)

* Produk udang pada tahun 2017 tidak termasuk kerupuk dan pasta udang karena perubahan kode HS 2017, pada tahun 2016 produk tersebut mencapai volume 23.62 ribu ton dengan nilai

• Mengalami kenaikan:  Udang naik 11.31%  Tuna-Tongkol-Cakalang (TTC) 16.57%  Rajungan-Kepiting (RK) 27.81%  Cumi-Sotong-Gurita (CSG) 17.70%  Rumput Laut (RL) 26.69% • Mengalami penurunan:  Komoditas lainnya 10.03% • Mengalami kenaikan:

 Udang 10.40% per tahun

 Rajungan-Kepiting (RK) 6.15% per tahun

 Cumi-Sotong-Gurita (CSG) 21.41% per tahun

 Rumput Laut (RL) 6.02% per tahun

• Mengalami penurunan

 Tuna Tongkol Cakalang (TTC) 1.9% per tahun

 Komoditas lainnya 3.20% per tahun

Periode

2012-2017

Periode

2016-2017

1,152 1,454 1,875 1,450 1,568 1,746 750 765 692 584 566 660 330 359 414 310 322 411 168 144 155 213 337 397 178 210 280 205 162 205 1,294 1,229 1,225 1,182 1,217 1,095 500 1,000 1,500 2,000 2,500 3,000 3,500 4,000 4,500 5,000 2012 2013 2014 2015 2016 2017 N ila i ( U SD . J ut a)

Nilai Ekspor Komoditas Utama Tahun 2012-2017

Udang T-T-C R-K C-S-G RL Lainnya 168 144 155 213 337 397 1,294 1,229 1,225 1,182 1,217 1,095 330 359 414 310 322 411 178 210 280 205 162 205 750 765 692 584 566 660 1,152 1,454 1,875 1,450 1,568 1,746 200 400 600 800 1,000 1,200 1,400 1,600 1,800 2,000 2012 2013 2014 2015 2016 2017 N ila i ( U SD J ut a)

Nilai Ekspor Komoditas Utama Tahun 2012-2017

C-S-G Lainnya R-K RL T-T-C Udang

(35)

• Mengalami kenaikan:

 Amerika Serikat 11.38% per tahun

 Asean 0.45% per tahun

 China 10.80% per tahun

 Uni Eropa 3.52%

• Mengalami penurunan

 Jepang 4.19% per tahun

 Negara lainnya 1.62% per tahun

Periode

2012-2017

Periode

2016-2017

• Mengalami kenaikan:  Amerika Serikat 12.92%  Jepang 7.81%  Asean 3.28%  China 14.47%  Uni Eropa 9.69% • Mengalami penurunan  Negara lainnya 2.94% 1,148 1,333 1,844 1,454 1,609 1,817 845 792 733 626 624 672 553 530 525 517 546 564 288 410 411 351 392 449 313 390 424 313 315 345 725 706 705 683 687 667 500 1,000 1,500 2,000 2,500 3,000 3,500 4,000 4,500 5,000 2012 2013 2014 2015 2016 2017 N ila i ( U SD J ut a)

Nilai Ekspor Menurut Negara Tujuan Utama Tahun 2012-2017

US Japan ASEAN Tiongkok UE Lainnya

1,148 1,333 1,844 1,454 1,609 1,817 845 792 733 626 624 672 553 530 525 517 546 564 288 410 411 351 392 449 313 390 424 313 315 345 725 706 705 683 687 667 200 400 600 800 1,000 1,200 1,400 1,600 1,800 2,000 2012 2013 2014 2015 2016 2017 N ila i ( U SD . J ut a)

Nilai Ekspor Menurut Negara Tujuan Utama Tahun 2012-2017

US Japan ASEAN Tiongkok UE Lainnya

Sumber: BPS diolah Ditjen PDS-KKP (474 produk HS 10 digit 2012 dan 484 produk HS 8 Digit 2017 ) * Angka sementara 2017

(36)

Tren Nilai Impor (Jan-DesTahun 2012-2017):

• Tepung Ikan-Pellet (TP) turun 3.90% per tahun • Makarel naik 10.41% per tahun

• Rajungan-Kepiting (RK) naik 4.65% per tahun • Salmon-Trout (ST) naik 47.83% per tahun • Sarden naik 10% per tahun

• Lemak-Minyak Ikan (LM) turun 2.10% per tahun • Lainnya naik 1.13% per tahun

Peruntukan Impor:

Tepung ikan-pellet sebagai bahan baku/pakan ikan; Makarel dan sarden sebagai bahan baku pemindangan dan industri pengalengan yang sebagian untuk tujuan ekspor; Rajungan-kepiting sebagai bahan baku industri dengan tujuan ekspor; Salmon-Trout untuk memenuhi kebutuhan Horeka-Pasmod; serta Lemak-minyak Ikan sebagai bahan baku industri farmasi

Tren Nilai Impor (Jan-Des Tahun 2016-2017):

• Tepung Ikan-Pellet (TP) naik 7.14% • Makarel naik 68.93%

• Rajungan-Kepiting (RK) naik 7.80% • Salmon-Trout (ST) naik 19.68% • Sarden naik 137.49%

• Lemak-Minyak Ikan (LM) naik 18.09% • Lainnya turun 16.19% 167 195 146 130 121 130 67 73 66 61 56 94 50 52 47 37 53 57 8 9 10 17 38 46 35 30 24 15 13 30 26 19 20 14 17 21 99 83 105 104 116 98 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 2012 2013 2014 2015 2016 2017 N ila i ( U SD J ut a)

Nilai Impor Menurut Komoditas Utama Tahun 2012-2017

TP Makarel R-K S-T Sarden L-M Lainnya

167 195 146 130 121 130 67 73 66 61 56 94 50 52 47 37 53 57 8 9 10 17 38 46 35 30 24 15 13 30 26 19 20 14 17 21 99 83 105 104 116 98 50 100 150 200 250 2012 2013 2014 2015 2016 2017 N ila i ( U SD J ut a)

Nilai Impor Menurut Komoditas Utama Tahun 2012 - 2017

TP Makarel R-K S-T Sarden L-M Lainnya

(37)

Investment Performance of Fisheries Sector in Indonesia 2017 (TW-3)

PMA 34.31% PMDN 23.21% Kredit Investasi 42.48%

Investasi Sektor Perikanan menurut Sumber Dana dan Bidang Usaha

Rp 4,03 Triliun Budidaya 13.35% Jasa Perikanan 6.39% Pengolahan 73.01% Perdagangan 7.25% PMA (Rp 1,38 Triliun) Budidaya 3.17% Jasa Perikanan 0.09% Penangkapan 0.00% Pengolahan 96.67% Perdagangan 0.07% PMDN (Rp 935.18 Milyar) Budidaya 21.44% Jasa Perikanan 2.83% Penangkapan 37.36% Pengolahan 22.26% Perdagangan 16.11% Kredit Investasi (Rp 1,71 Triliun) Budidaya 14.43% Jasa Perikanan 3.42% Penangkapan 15,87% Pengolahan 56.94% Perdaganga n 9.35%

• Investasi bidang produksi (tangkap dan budidaya)

sebesar Rp 1.23 Triliun (30.51%) naik 96.81% dibanding

periode yang sama 2016

• Investasi bidang pengolahan sebesar Rp 2.29 Triliun

(56.94%) naik 0.4% dibanding periode yang sama 2016

Sumber: BKPM dan OJK, diolah Ditjen PDS-KKP (s/d TW 3 Tahun 2017)

• Pada TW III-2017 terdapat realisasi PMA di bidang usaha penangkapan sebesar Rp 346 Miliar, setelah validasi dengan BKPM realisasi PMA dimaksud adalah realisasi PMA Tahun 2014.

(38)

TAHUN 2017 (TW III)

Sumber: BKPM dan OJK, diolah Ditjen PDS-KKP (s/d TW 3 Tahun 2017)

• Pada TW III-2017 terdapat realisasi PMA di bidang usaha penangkapan sebesar Rp 346 Miliar, setelah validasi dengan BKPM realisasi PMA dimaksud adalah realisasi PMA Tahun 2014.

MENURUT BIDANG USAHA

Industri Pengolahan (Rp 2.29 Triliun) 0.40% Dibanding 2016 TW-III 619 1,353 313 1,009 904 381

PMA PMDN Kredit Investasi

R

p Milyar

2016 2017

Produksi (Tangkap + Budidaya) (Rp 1.23 Triliun) 96.81% Dibanding 2016 TW-III 34 3 588 193 30 1,007

PMA PMDN Kredit Investasi

Rp Mi

ly

ar

(39)

527.69

303.47

108.40 94.04 90.55

258.05

Singapura Philipina Belgia Tiongkok Jepang Lainnya

TAHUN 2017 (TW III)

Sumber: BKPM dan OJK, diolah Ditjen PDS-KKP (s/d TW 3 Tahun 2017)

MENURUT PROVINSI TUJUAN (Rp Milyar)

MENURUT NEGARA ASAL (Rp Milyar)

797,76 (19.8%) 644,50 (16.0%) 461,22 (11.4%) 429,72 (10.7%) 375,67 (9.3%) 229,90 (5.7%) 219,42 (5.4%) 118,67 (2.9%) (2.9%) 118,25 117,67 (2.9%) 111,83 (2.8%) 404,50 (10.0%)

(40)

Triwulan III

Perbankan

Non Bank

Nilai Realisasi Kredit :

Rp. 6,49 Trilyun

Nilai Realisasi Pembiayaan :

Rp. 535,39 Milyar

Realisasi Jumlah Debitur :

38.667 Debitur

Realisasi Jumlah Debitur :

34.786 Debitur

Rasio Non Performing Loan (NPL)

2,17 %

Rasio Non Performing Financing (NPF) :

1,93 %

Pertumbuhan kredit SKP sebesar 14,7% melebihi target OJK tahun 2017 sebesar 8-10%.

Total Permodalan tahun 2017: Rp. 7,03 Trilyun (234% dari target Rp. 3 Trilyun)

(41)

Jumlah UPI: 61.603 unit

Skala Menengah Besar = 718 unit

Skala Mikro-Kecil = 60.885 unit

Sumber: Ditjen PDS-KKP

1,2%

98,8 %

(42)

399 (55.42%) 94 (13.06%) 41 (5.69%) 69 (9.58%) 115 (16.25%)

Jumlah UPI

Menurut Jenis Olahan

UPI beku UPI Segar UPI kaleng

UPI asap/ kering lainnya 166 (23.06%) 109 (15.14%) 31 (4,31%) 25 (3.47%) 387 (54.03%)

Jumlah UPI

Menurut Komoditas

TTC Udang Rajungan Rumput laut Lainnya : 166 Unit : 109 Unit : 31 Unit : 25 Unit : 387 Unit

(43)

SRD di Lokasi SKPT 2015 - 2017

Jenis Bantuan:

Ice Flake Machine 1.5 Ton, Cold Storage, Integrated Cold Storage, Kend. Berpendingin, Pabrik Es, Pasar Ikan Bersih, Pasar Ikan Terintegrasi, Pasar Ikan tradisional, Sentra Kuliner, Sentra Pengolahan, Rumah Kemasan, Chest Freezer, Sarana Pemasaran, Cool Box, Kendaraan Pengangkut Ikan Tidak Berpendingin

(44)

5,883, 022 4,974, 016 6,062, 103 3,387, 336 9,958, 100 21,387, 751 13,679, 000 12,845, 794 3,722, 700 2,251, 344 18,668, 405 15,952, 479 17,704, 251 3,907, 042 952,500 2,801, 846 4,568, 920 18,673, 708 2,572, 010 5,486, 153 225,000 1,247, 600 25,122, 645 25,993 7,705, 930 62 ,20 7, 07 9 4,843, 250 20,939, 217 4,153, 440 25,500, 720 Kab u p ate n B an yu w an gi Kab u p ate n B en gku lu Ut ara Kab u p ate n B iak N u mf o r Kab u p ate n B u to n S elatan kab u p ate n Cil ac ap Kab u p ate n F lo re s T imu r Kab u p ate n Je mb e r Kab u p ate n Je mb ran a kab u p ate n Je p ara Kab u p ate n Ke p u lau an Me n taw ai Kab u p ate n Ke p u lau an S an gih e Kab u p ate n Ke p u lau an T al au d Kab u p ate n Mal an g Kab u p ate n Mal u ku B arat D aya Kab u p ate n Mal u ku T en gg ara Ba Kab u p ate n Me ra u ke Kab u p ate n Mi mik a Kab u p ate n N atu n a Kab u p ate n N u n u kan Kab u p ate n P u lau Mo ro tai Kab u p ate n R o te N d ao Kab u p ate n S armi Kab u p ate n S im e u lu e Kab u p ate n S u mb a T imu r Ko ta B itu n g Ko ta J akar ta Ut ara Ko ta S ab an g Ko ta S ib o lg a Ko ta T eg al Ko ta T u al

(45)
(46)
(47)

1,554 1,617 1,835 2,390 2,555 2,678 3,944 4,172 4,514 2015 2016 2017*

Perikanan Budidaya Perikanan Tangkap

NILAI EKSPOR (USD JUTA)

VOLUME EKSPOR (RIBU TON)

384 370 382

692 705 696

1,076 1,075 1,078

2015 2016 2017*

Perikanan Budidaya Perikanan Tangkap

Sumber: BPS diolah Ditjen PDS-KKP (474 produk HS 10 digit 2012 dan 484 produk HS 8 Digit 2017 ) * Angka sementara 2017

(48)

NILAI EKSPOR (USD JUTA)

VOLUME EKSPOR (RIBU TON)

124 131 138 212 188 192 48 51 52 384 370 382 2015 2016 2017*

Udang Rumput Laut Komoditas Budidaya Lainnya

1,124 1,227 1,351 205 162 205 225 229 279 1,554 1,617 1,835 2015 2016 2017*

Udang Rumput Laut Komoditas Budidaya Lainnya

(49)

NILAI EKSPOR (USD JUTA)

VOLUME EKSPOR (RIBU TON)

Sumber: BPS diolah Ditjen PDS-KKP (474 produk HS 10 digit 2012 dan 484 produk HS 8 Digit 2017 ) * Angka sementara 2017 172 146 198 99 122 120 421 437 377 692 705 696 2015 2016 2017*

TTC Cumi-Sotong-Gurita Komoditas Tangkap Lainnya

584 566 660 213 337 397 1,594 1,651 1,621 2,390 2,555 2,678 2015 2016 2017*

Referensi

Dokumen terkait

Hukum objektif adalah hukum dalam suatu negara yang berlaku umum dan tidak mengenal orang atau golongan tertentu. Hukum ini hanya menyebutkan peraturan hukum saja yang mengatur

Hasil penelitian ini menujukan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa akan tetapi gender , usia, kemampuan akademis

Pada hari ini, Kamis tanggal Dua Puluh Satu bulan Januari tahun Dua ribu enam belas, bertempat diruang Rapat Pengadilan Tinggi/Tipikor Banda Aceh telah dilaksanakan Rapat

„ Incremental Process Model in response to incremental nature of development:. ‰ Delivery

Kelemahan yang terjadi selama ini dalam pembelajaran sandi pramuka adalah adanya media pembelajaran yang kurang interaktif yaitu berupa buku panduan dengan

  *XUXPHPEHULNDQEDOLNDQGDODPEHQWXNNRPHQWDUNRUHNVLGDQSHQJKDUJDDQ WHUKDGDSSHNHUMDDQSHVHUWDGLGLNVHFDUDXPXPNHVHOXUXKNHODV.. %XDWODK VXDVDQD EHODMDU

Hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol, selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid.Karena larut dalam air, gliserol masuk sirkulasi