• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peramalan dalam Selang GARCH(1,1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Peramalan dalam Selang GARCH(1,1)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

T

BANDUNG FE INSTITUTE

WORKING PAPER

WPH2003

Peramalan dalam Selang

GARCH(1,1)

(2)

Peramalan dalam Selang GARCH(1,1)

Yohanes Surya1 dan Yun Hariadi2 Absrtak

Hasil peramalan GARCH(1,1) dalam bentuk volatilitas σt ditranformasikan ke dalam

data semula Xt sehingga bisa mengetahui perilaku data semula. Tulisan ini

membandingkan dua data yang berbeda baik jumlah maupun volatilitasnya untuk mengetahui tingkat keakuratan GARCH(1,1). Hal menarik yang diperoleh adalah jumlah data tidak meningkatkan ketepatan dalam peramalan dibanding volatilitas yang rendah. Selain itu ketepatan GARCH(1,1) dalam meramal dipengaruhi oleh ketepatan distribusi inovasi et ke bentuk distribusi normal dan nilai rata-rata C yang

makin mendekati nol.

Kata kunci: GARCH(1,1), otokorelasi,volatilitas, inovasi, return

I.Pendahuluan

Tulisan ini sebagai perkembangan lebih lanjut dari WPF2003, dengan mengembangkan metode sederhana untuk melakukan peramalan terhadap data semula berdasarkan hasil ramalan volatilitas. Proses GARCH dalam melakukan peramalan terhadap data melakukan tranformasi untuk memperoleh data yang terlokalisasi. Tujuan dari lokalisasi ini untuk mendapatkan bentuk distribusi dari data tersebut.

Hasil peramalan proses GARCH adalah bentuk volatilitas yang berupa standar deviasi, masalah timbul ketika ingin mengembalikan standar deviasi ke bentuk data semula.

Isi tulisan ini sebagai berikut: bagian kedua tulisan ini membahas kriteria data yang bisa diramal oleh proses GARCH, salah satu cara yang digunakan adalah melalui fungsi otokorelasi, bagian kedua tulisan ini dilanjutkan dengan metode sederhana untuk melakukan peramalan terhadap data semula berdasarkan hasil ramalan volatilitas. Bagian ketiga tulisan ini adalah penerapan proses GARCH(1,1) untuk meramal nilai saham Telkom dan HMSP.

II. Otokorelasi dan GARCH(1,1)

Data acak bisa dikelompokkan menurut beberapa sifat. Misalnya, menurut standar deviasinya apakah berubah atau konstan. Berdasarkan namanya GARCH mengasumsikan data yang akan dimodelkan memiliki standar deviasi yang selalu berubah terhadap waktu. GARCH cukup baik untuk memodelkan data yang berubah standar deviasinya, namun tidak untuk data yang benar-benar acak.

1 Dept. Physics, UNIVERSITAS PELITA HARAPAN, juga menjadi Board of Advisory BFI, mail:

[email protected]

2 Dynamical System Modeling –BANDUNG FE INSTITUTE

(3)

Otokorelasi merupakan metode yang dikembangkan untuk melihat apakah suatu data memiliki perilaku yang benar-benar acak atau tidak. Jika data acak maka fungsi otokorelasi mendekati nol dan sebaliknya.

Misalkan data Y1,Y2,…, Yn adalah suatu data maka fungsi otokorelasi

didefinisikan sebagai 2 1 1 ) ( ) )( (

= − − = − + − − − − = N i i k N i k i i k y y y y y y r

nilai rk berkisar antara 1 atau -1.

Untuk data terurut Xt, data return didefinisikan sebagai

t t t X X Y =ln +1

untuk proses GARCH(1,1) nilai return bisa dituliskan

) , 0 ( ~ , 2 t t t t C e e N Y = + σ 2 1 1 2 1 1 2 − − + + = t t t K Gσ Ae σ

koefisien C,K,G1,A1 diperoleh dari estimasi berdasarkan banyaknya data, hasil estimasi

tersebut berguna bagi peramalan 2 t

σ

III. Peramalan

Bagian pertama peramalan ini menggunakan data saham telkom dari tanggal 14 November 1995 sampai dengan 24 Juni 2003 yang terdiri dari 1867 data dan pada bagian kedua simulasi menggunakan data saham HMSP dari tanggal 4 Januari 1993 sampai dengan 24 juni 2003 yang terdiri dari 2569 data.

A.Telkom

Gambar 1

(4)

Gambar.2

Plot return harga saham Telkom terhadap waktu Yt vs t

Dalam proses GARCH, data yang ditunjukkan pada gambar 1 perlu dirubah ke dalam bentuk “return” supaya pergerakan nilai gambar 1 yang begitu liar terlokalisir pada daerah tertentu, gambar 2 menunjukkan lokalisasi nilai perubahan pada sekitar titik nol.

Untuk menguji apakah data diatas adalah benar-benar acak, data Yt perlu dilihat

nilai autocorelasinya. Gambar 3 menunjukkan hampir keseluruhan autokorelasi bernilai tidak sama dengan nol, hal ini menunjukkan bahwa data Yt tidak murni acak artinya nilai

dari sebagian data memiliki hubungan dengan data lainnya. Hal ini sesuai kenyataan dilapangan bahwa secara umum perubahan nilai suatu saham tidaklah secara mendadak.

Gambar.3 Autocorelasi dari data Yt

Hasil estimasi terhadap koefisien GARCH(1,1) terhadap data Yt pada matlab diperoleh

(5)

K: 5.7827e-005 GARCH: 0.7925 ARCH: 0.1699

Sehingga proses GARCH(1,1) pada data Telkom bisa dituliskan Yt=6.6488e-004+et, et~N(0,σt2)

σt2=5.7827e-005+0.7925 σt-12+0.1699 et-1

Gb.4

Plot et terhadap waktu

Gambar 4 yang dikenal sebagi plot inovasi terhadap waktu memiliki bentuk dan nilai yang hampir sama dengan plot return. Untuk mengetahui apakah data et cukup baik

dimodelkan dalam distribusi normal maka data et diplot terhadap distribusi normal seperti

yang ditunjukkan pada gambar 5. sebagian besar data et mengelompok pada garis merah

menunjukkan data et cenderung memiliki distribusi normal, meski bukan benar-benar

normal.

Gb.5

(6)

Gambar.6

Plot Xt dari return dan innovations

Berikut ini peramalan terhadap Xt dengan menggunakan proses GARCH(1,1)

1.data Telkom sampai dengan data 1863

diperoleh ramalan terhadap sigma dan C sebesar 0.0310 0.0007

0.314 0.0007

sehingga diperoleh ramalan terhadap X1864 sebesar

4.3655e+003≤X1864≤4.6451e+003

dengan X1864= 4500

2. data Telkom sampai dengan data ke 1864 diperoleh ramalan terhadap sigma dan C sebesar 0.0286 0.0007

0.0291 0.0007

sehingga diperoleh ramalan terhadap X1864 sebesar

4.3760e+003≤X1865≤4.6340e+003

dengan X1865= 4450

3. data Telkom sampai dengan data ke 1866 diperoleh ramalan terhadap sigma dan C sebesar 0.0291 0.0007

0.0295 0.0007

sehingga diperoleh ramalan terhadap X1867 sebesar

4.1796e+003≤X1867≤4.4298e+003

dengan X1867= 4300

(7)

Gambar.7

Plot harga saham HMSP terhadap waktu Xt vs t

Gambar.8

Plot return harga saham HMSP terhadap waktu Yt vs t

Gambar.9 Autocorelasi dari data Yt

(8)

Hasil estimasi terhadap koefisien GARCH(1,1) terhadap data Yt pada matlab diperoleh

C: 0.0015

K: 2.9212e-005 GARCH: 0.8324 ARCH: 0.1508

Sehingga proses GARCH(1,1) pada data Telkom bisa dituliskan Yt=0.0015+et, et~N(0,σt2)

σt2=2.9212e-005+0.8324σt-12+ 0.1508et-1

Gambar.10 Plot et terhadap waktu

Gambar.11

Plot et terhadap distribusi normal

Dibandingkan gambar 5, distribusi et dari saham HMSP jauh dari distribusi normal,

terlihat pada gambar 11 sebagian sssedikit dari et yang mengelompok pada gari merah

(9)

Gambar.12 Selisih akar kuadrat

Gambar 12 menunjukkan akar kuadrat dari selisih antara nilai Xt yang berasal dari Yt

return dengan nilai Xt yang berasal dari nilai inovasi. Bandingkan dengan gambar 6 yang

memiliki selisih nilai hampir nol.

Berikut ini peramalan terhadap Xt dengan menggunakan proses GARCH(1,1)

1.Data saham HMSP sampa dengan data ke 2566 diperoleh ramalan terhadap sigma dan C sebesar

0.0223 0.0015 0.0228 0.0015

sehingga diperoleh ramalan terhadap X2567 sebesar

4.2115e+003≤X2567≤4.4038e+003

dengan X2567= 4275

Gb.13

Selisih akar kuadrat saham HMSP sampai dengan data ke 2566

(10)

diperoleh ramalan terhadap sigma dan C sebesar 0.0213 0.0015

0.0218 0.0015

sehingga diperoleh ramalan terhadap X2568 sebesar

4.1915e+003≤X2568≤ 4.3735e+003

dengan X2568= 4275

Gambar.14

Selisih akar kuadrat saham HMSP sampai dengan data ke 2567

IV.Kesimpulan

Data yang tidak murni acak memungkinkan proses GARCH untuk terlibat peramalan, proses GARCH meramal data tersebut dengan melakukan estimasi terhadap koefisien GARCH berdasarkan banyaknya data sebelumnya. Banyaknya data yang digunakan sebagai dasar koefisien GARCH untuk meramal tidak menjamin ketepatan peramalan.

GARCH lebih tepat digunakan untuk meramal data yang memiliki volalilitas rendah dibanding data dengan jumlah banyak tetapi memiliki volalilitas tinggi.

Ketepatan GARCH(1,1) dalam meramal dipengaruhi oleh ketepatan distribusi inovasi et ke bentuk distribusi normal dan nilai rata-rata C yang makin mendekati nol.

V. Pengakuan

Model GARCH(1,1) yang dikembangkan masih terlalu sederhana yaitu data Yt

hanya mempertimbangkan variabel bebas inovasi et, hal ini bisa dikembangkan lebih

lanjut misalnya dengan menyertakan data Yt-1.

Alat bantu yang digunakan dalam peramalan ini menggunakan software Matlab 6p5.

VI. Daftar Pustaka

1. Brock. W.A., de Lima, P. J. F. Non-Linier Time Series, Complexity Theory, And Finance. Handbooks of Statistic Volume 14: Statitical Methods in Finance. New Ysork(1995).

(11)

2. Canessa, E. Multifractality in Time Series. J. Phys. A:Mathematical and General(2000)

3. Hariadi, Y. Kulminasi Prediksi Data Deret Waktu Keuangan: volatilitas dalam GARCH(1,1).WPF2003. Bandung Fe Institute(2003).

4. Karlin, S., Taylor, H.M. A first Course in Stochastic Processes. Academic Press. Inc(1994)

5. Lo, M.S. Generalized Autoregressive Conditional Heteroscescedastic Time Series Model. A project Submitted in Partial Fulfillment of Requirements for Degree of Master of Science. Simon Fraser University.(2000)

6. Yakovenco, V.M., Dragulescu, A. statistical mechanics of money. arXiv:cond-mat/0001432v4.(2000)

(12)

PETUNJUK PENGGUNAAN DOKUMEN BFI

1. Tentang Dokumen

Dokumen ini adalah hasil riset sebagai sikap umum dari Bandung Fe Institute (BFI). Dokumen ini telah melalui proses seleksi dan penjurian yang dilakukan oleh Board of

Science BFI bersama dengan penulisnya dan beberapa narasumber terkait.

Tanggung jawab terhadap kesalahan yang mungkin terdapat dalam isi dari masing-masing makalah berada di tangan penulisnya.

2. Tentang Ketersediaan & Penggunaan Dokumen

• Dokumen ini disediakan secara gratis dalam bentuk kopi elektronis yang dapat diakses melalui alamat web: http://www.bandungfe.scripterz. Siapapun yang berkeinginan untuk melihat dan memiliki kopi elektronis dari dokumen ini dapat memperolehnya secara gratis dengan men-download dari alamat tersebut.

• Dokumen yang di-download dapat diperbanyak, didistribusikan, ataupun dikutip untuk penggunaan non-komersil, pengayaan riset ilmiah, dan keperluan pendidikan tanpa perlu meminta izin tertulis dari BFI. Khusus untuk pengutipan, dapat dilakukan tanpa izin tertulis dari BFI namun harus menyebutkan dengan baik sumber kutipan, meliputi nama penulis, nomor seri dokumen, penerbit BFI Press, dan tahun penerbitan sesuai dengan standar penulisan bibliografi di mana kutipan dilakukan.

• Hard-Copy dari dokumen ini dapat diperoleh dengan permintaan tertulis kepada Kantor Administrasi BFI pada alamat di bawah. Hard-Copy dapat diperoleh dengan membayar uang pengganti cetak dokumen. Hard-Copy dapat diperbanyak, didistribusikan, ataupun dikutip untuk penggunaan non-komersil, pengayaan riset ilmiah, dan keperluan pendidikan tanpa perlu meminta izin tertulis dari BFI. Khusus untuk pengutipan, dapat dilakukan tanpa izin tertulis dari BFI namun harus menyebutkan dengan baik sumber kutipan, meliputi nama penulis, nomor seri dokumen, penerbit BFI Press, dan tahun penerbitan sesuai dengan standar penulisan bibliografi di mana kutipan dilakukan.

Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan tersebut di atas adalah pelanggaran hukum dan mendapat ancaman hukuman/sanksi sesuai peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia Hal-hal di luar petunjuk yang diatur di sini harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke Kantor Administrasi BFI dengan alamat: BANDUNG FE INSTITUTE

Jl. Cemara 63 Bandung 40161 JAWA BARAT – INDONESIA

URL: http://www.bandungfe.scripterz.org Mail: [email protected]

Ph. +62 22 2038628

Gambar

Gambar 4 yang dikenal sebagi plot inovasi terhadap waktu memiliki bentuk dan  nilai yang hampir sama dengan plot return
Gambar 12 menunjukkan akar kuadrat dari selisih antara nilai X t  yang berasal dari Y t return dengan nilai X t  yang berasal dari nilai inovasi

Referensi

Dokumen terkait

Sebaliknya pada perusahaan sektor publik belum banyak yang meneliti padahal organisasi sektor publik yang notabene tujuan utamanya adalah melayani kepentingan publik

Hal ini berarti besarnya kontribusi pesan dan endorser pada iklan televisi dalam mempengaruhi keputusan pembelian minuman You C 1000 Vitamin di wilayah Surabaya Selatan secara

7) Kepada Masyarakat Kelurahan Tegal Sari Mandala II Medan yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner sehingga skripsi ini bisa selesai. 8) Kepada

Dari observasi yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sudah mengalami peningkatan tetapi masih ada siswa yang belum

Tema desain yang digunakan pada proyek Sentra Batik Khas Blora ini adalah Arsitektur Neo Vernakular.. Kata “Neo” diambil dari Bahasa Yunani dan digunakan sebagai

a) Penelitian ini dibatasi pada struktur pemecahan masalah yang terdiri dari dua bagian yaitu tahapan dan percabangan struktur pemecahan untuk tiap butir soal

Selain karena adanya kesalahan dalam pengisian formulir SSP pemindahbukuan dapat dilakukan juga jika terdapat kesalahan pengisian data pembayaran pajak melalui

Tugas akhir ini mengambil studi kasus dari sebuah crane barge yang sedang melakukan kegiatan operasi heavy lifting dengan mengangkut sebuah topside platform