CAIRAN & ELEKTROLIT
FISIOLOGI SISTEM SIRKULASI
Sistem sirkulasi t.d:
• Sirkulasi sistemik perifer/seluruh tubuh Ventrikel kiri aorta arteri arteriole atrium kanan VCS/VCI venule kapiler • Sirkulasi pulmonal (m’bawa darah ke paru2)
Ventrikel kanan arteri pulmonal pulmonum atrium kiri vena pulmonal
Bagian sirkulasi
• Arteri
yg m’bawa darah dari jantung ke seluruh tubuh at/ ke pulmonan
transport darah t’tinggi dgn kcepatn tinggi • Arteriole cabang2 dari arteri
• Kapiler
t4 p’tukaran gas, nutrisi, cairan & elektrolit dr PD (intravaskuler) ke luar PD (ekstra
vaskuler) at/ sebaliknya
• Venule mengumpulkan darah dr kapiler • Vena mengembalikan darah ke jantung,
Beberapa Istilah
Solvent ( zat pelarut) ad/ cairan yang dpt melarutkan substansi2 lain dlm satu larutan
Solute (zat terlarut) ad/ substansi2 yg t’larut at/ t’dpt dlm suatu larutan
Cairan tubuh solvent & solute
Elektrolit ad/ senyawa kimia yg t’larut dlm
suatu larutan yg dibentuk o/ion2(kation/anion) Membran sel ad/ barrier fisik yg melingkupi suatu ruang cairan pd organisme hidup
Permeabilitas membran ad/ tingkat dimana membran mlewatkn scr bebas bbrp substansi Semipermeabel b’sifat selektif
Sistem yang Berperan
Pengaturan keb. cairan & elektrolit dlm tubuh diatur oleh:
Ginjal memiliki peranan utama dlm homeostatis
Fx: - Pengaturan air
- Pengatur konsentrasi garam dlm air - pengatur keseimbangan asam & basa - ekskresi bahan buangan
kulit
Fungsi : sbg proses pengaturan panas melalui vasodilatasi & vasokonstriksi PD
Lanjutan...
Proses pelepasan panas dilakukan dgn cara penguapan
jumlah keringat yg keluar t’gantung pd
banyaknya darah yg mengalir pd PD di kulit.
Keringat ad/ ekskresi aktif dr kelenjar keringat dibawah kontrol saraf simpatis,
Perangsangan kelenjar keringat diatur ol/ : - aktivitas otot
- peningkatan suhu lingkungan - peningkatan suhu dlm tubuh
Lanjutan...
Paru – paru m’hasilkan IWL. Ex:b’napas Jumlah IWL/ hari:
- Dewasa : 8-10cc/ KgBB/hari
- Anak2 : 30 – usia cc/KgBB/hari - Bayi : 30 – 50 cc/KgBB/ hari Gastrointestinal
Mengeluarkan cairan dengan menghasilkan IWL melalui feses 100-200 cc/ 1xBAB/hari Endokrin
Pengaturan cairan o/ endokrin
ADH diproduksi di hipotalamus jika t’jadi penurunan TD,& disimpan di hipofisis anterior Fx: me reabsorbsi air di tubulus ginjal
Aldosteron
diproduksi & disekresikan o/ kelenjar adrenal di tubulus ginjal melalui mekanisme renin
angiotensin.
Fx: retensi natrium di ginjal
Prostaglandin (asam lemak dlm jaringan)
Fx: mengatur p’gerakan GI &sirkulasi di ginjal Mekanisme rasa haus
Kebutuhan Cairan Tubuh
• TBW (total body water) ad/ jumlah seluruh cairan yg ada di dlm tubuh.
• TBW = ± 60% BB
Tubuh kita terdiri dari cairan, sisanya
merupakan bagian padat dari tubuh sprti tulang, otot, organ, dll.
a. Cairan intraseluler (CIS) 40% BB
Cairan yg berada di dalam sel, ± 2/3 – ¾ dari TBW.
b. Cairan ekstraseluler (CES) 20% BB
Cairan yang berada di luar sel, ± 1/3 – ¼ dari TBW.
- Cairan plasma (IV) 5% BB
- Cairan interstitiel ad/ cairan ekstrasel yg berada di luar PD yg berbatasan dgn sel2
tubuh & m’basahi sel tubuh 15%BB - Cairan transeluler ad/ cairan yg b’ada pd
rongga spt dlm pleura,cairan sendi (1-3% BB)
Prosentase cairan tubuh
Tahap P’kembangan % Cairan - Anak baru lahir 75
- laki-laki dewasa 57 - wanita dewasa 55 - lansia 45 dipengaruhi oleh: - usia - Jenis kelamin - obesitas
Pengaturan volume cairan tubuh
Asupan cairan (intake)
Dewasa normal ± 2500 cc/hari, t’diri dari cairan ditambah dgn makanan Pengeluaran cairan (output)
Terdiri dari IWL dan SWL
Paling banyak dilakukan oleh ginjal
Kondisi yg dpt m’nyebabkan kehilangan cairan yg b’lebihan: demam, diare,
a. Elektrolit
b. Mineral
c. Sel (SDM dan SDP)
Perpindahan Cairan Tubuh
a. Difusi ( perpindahan zat terlarut )
b. Osmosis ( perpindahan pelarut murni )
c. Filtrasi ( akibat adanya tekanan hidrostatik)
d. Tranfort aktif ( memerlukan aktivitas metabolik dan menggunakan energi)
Difusi
• Kecenderungan alami dr suatu substrat/ substansi untk b’gerak dr suatu area yg konsentrasinya tinggi ke daerah yg konsentrasinya rendah.
terjadi perpindahan tdk teratur dr ion-ion dan molekul.
Ex: pertukaran O2 dan CO2 di alveoli paru-paru
Osmosis
• Proses perpindahan zat ke larutan lain melalui membran semipermiabel yg t’jadi dr larutan dgn konsentrasi rendah ke
larutan dgn konsentrasi tinggi.
penting u/ keseimbangan cairan intrasel dan ekstrasel.
Filtrasi
• Proses fisika dimana cairan didorong melewati membran karena adanya p’bedaan tekanan hidrostatik.
Ex. Cairan di kapiler
Transfort Aktif
• Gerak Zat at/ molekul yg akan b’difusi/ osmosis dgn mgunakan energi ATP.
Osmolalitas/ konsentrasi ad/ jumlah partikel yg terlarut dlm lrutan/ mengukur kepekatan larutan
m’pengaruhi perpindahan air antara kompartemen cairan
besarnya kekuatan t’gantung pd jumlah
partikel yg terlarut dlm larutan dan bukan pd beratnya
Beberapa istilah….
Bebrapa istilah yg b’hubungan dgn osmotik: Tekanan osmotik: tekanan yg dubutuhkan u/ melawan proses osmosis, atau
kemampuan partikel terlarut untk menarik larutan melalui membran
Tekanan onkotik: tekanan osmotik yg dihasilkan oleh substansi protein
(Ex.albumin)
Diuretik osmotik : diuresis yg b’lebihan krn adanya kehilangan protein atau
Faktor yg mempengaruhi
pengaturan cairan
• Tekanan cairan
proses difusi & osmosis melibatkan
adanya tekanan cairan yg dipengaruhi o/ jumlah partikel
• Membran semipermiabel
penyaring agar cairan yg b’molekul besar tdk tergabung
terdapat pd dinding kapiler PD yg t’dpt di seluruh tubuh sehingga molekul at/ zat lain tdk berpindah ke jaringan
a. Larutan isotonik : larutan dengan osmolalitas yang sama dgn plasma.
ex: laruran NaCl 0,9%, dextrose 5% b. Larutan hipotonik : Larutan dengan
konsentrasi solut lebih rendah daripd plasma. Ex : NaCl 0,45%, Dextrose 2,5 %
c. Larutan hipertonik : Larutan dengan
konsentrasi solut lebih tinggi dari plasma.
Ex : NaCl 3%, Dextrose 5% di dalam Normal salin
Lanjutan……
c. Larutan koloid ad/ suatu larutan yg jika kedalamnya dimasukkan suatu larutan yg mempunyai konsentrasi yg kurang pekat, larutan tsb tdk dpt b’gabung
d. Larutan kristaloid ad/ larutan yg m’punyai kepekatan yg sama dan dpt b’gabung.
Ex. Larutan garam ( dpt m’jadi koloid jika protein b’campur dgn plasma)
Cat:
Larutan yg sering digunakan dlm p’berian infus IV ad/ yg bersifat isotonik.
Jenis cairan
• Cairan nutrien
Cairan yg mengandung zat gizi yg penting untuk proses metabolisme (dlm bentuk KH, nitrogen, vitamin, dll) dpt m’percepat proses penyembuhan penyakit
Td: - KH & air : Ex. Dextrose, levulose
- Asam amino :Ex. Travamin, amigen - lemak, Ex. Liposyn, lipomul
• Blood volume expanders
Cairan yg dpt meningkatkan volume darah, Ex. Human serum albumin, dextran
a. Kekurangan volume cairan (hipovolemi) Ad/ defisiensi jumlah cairan/elektrolit pd cairan ekstrasel tetapi proporsi air dan elektrolit mendekati Normal.
Terjadi perpindahan cairan dari intrasel & IV ke interstitiel sbg mekanisme kompensasi tubuh
Penyebab :
- Kehilangan cairan b’lebih lewat GI (diare dan muntah)
- Demam
- Keringat berlebihan
- penurunan asupan per oral
- penggunaan obat-obat diuretik Tanda klinik:
a) Observasi :
- postural hipotensi - Oliguri
- Kehilangan BB - kulit pucat - membran mukosa kering
- Turgor kulit menurun - Nadi cepat
b) Pemeriksaan Lab:
- BJ Urine meningkat - Hematokrit meningkat - CVP menurun
b. Kelebihan volume cairan (hipervolemi)
Ad/ kelebihan retensi air dan natrium pada cairan ekstrasel, yg ditimbun dalam jaringan akibat peningkatan tek hidrostatik.
Penyebab:
- Gagal jantung kongestif -Gagal ginjal
- Peningkatan kadar aldosteron dan steroid dalam serum
- asupan natrium berlebihan Tanda klinik:
a. Observasi :
- edema perifer - BB Meningkat
- Distensi vena jugularis - Distensi vena perifer - asites
b. Hasil Lab
- Ht menurun
Mek. I:
Jika cairan IV tek. Onkotik plasma cairan interstitiel masuk ke dlm PD, menyamakan tekanan di luar dan dalam PD
volume darah meningkat
Mekanisme kompensasi untuk
mempertahankan sirkulasi
Mek.II:
Jika volume darah arus darah ke ginjal Aldosteron dilepaskan dari
korteks adrenal
Retensi Na dan ekskresi K reabsorbsi air & ekskresi urine cairan ekstrasel (volume darah )
Dalam aktivitasnya, sel tubuh memerlukan keseimbangan asam-basa yang dapat diukur dengan derajat keasaman (pH), dalam keadaan normal pH cairan tubuh 7,35-7,45
Keseimbangan asam-basa dpt dipertahankan melalui:
a. Sistem larutan buffer (bikarbonat, fosfat dan protein)
b. pernapasan (pengangkutan kelebihan CO2) c. sistem regulasi (pengaturan di ginjal), Ex:
ekskresi Natrium berlebih (alkali)
Catatan :
Ventilasi dianggap memadai jika suplai O2 seimbang dengan kebutuhan O2 dan
pembuangan melalui paru harus seimbang dengan pembentukan CO2
kadar pCO2 dapat seimbang ( 40mmHg)
Peningkatan metabolisme pembentukan CO2 dalam cairan ekstrsel & pe kecepatan ventilasi paru pengeluaran CO2 juga
(pCO2 ekstrasel menurun dan pH meningkat or bersifat basa/konsentrasi ion H menurun)
Keadaan dimana kadar pH yang rendah
atau konsentrasi ion H yang tinggi dalam
plasma disebut
asidosis
,
keadaan dimana kadar pH dalam plasma
meningkat atau konsentrasi ion H yang
rendah disebut
alkalosis
Asidosis Respiratorik:
keadaan kehilangan basa/Asidosis yang disebabkan o/ peningkatan konsentrasi CO2 akibat kegagalan sistem pernapasan dalam membuang CO2 dari cairan tubuh, Ex: perdarahan atau cedera kepala.
Tanda/gejala:
- denyut nadi yang kuat dan cepat
- pernapasan yang dangkal dan cepat - hipertensi
- kulit kemerahan dan hangat
- konfusi (disorientasi) dan letargi - konvulsi (kejang-kejang)
Asidosis Metabolik:
Asidosis yang disebabkan akibat penurunan kadar bikarbonat sehingga konsentrasi ion H meningkat: Tanda/gejala: - sakit kepala - konvulsi - konfusi - Letargi - kulit kemerahan - takikardi - takipnea
Alkalosis respiratorik:
Alkalosis/ kehilangan CO2 yang
berlebihan dari paru sampai pCO2 < 35
mmHg akibat adanya hiperventilasi:
Tanda/gejala:
- Sakit kepala
- Iritability
- pusing
- Takikardi
Alkalosis metabolik:
Alkalosis yg terjadi akibat peningkatan kadar bikarbonat dalam plasma ( > 26 mEq/lt):
Tanda/gejala : - sakit kepala - letargi - iritability - takikardi - pernapasan lambat - kesemutan - kram otot