• Tidak ada hasil yang ditemukan

AGUS SUSANTO Direktur Utama

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "AGUS SUSANTO Direktur Utama"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Jaminan Sosial :

Jembatan Kesejahteraan

AGUS SUSANTO

Direktur Utama

(2)

2

KITA SUDAH DI JALUR YANG BENAR MENUJU KESEJAHTERAAN..

(3)
(4)

EKONOMI BERKEADILAN

4 KEBIJAKAN EKONOMI BERKEADILAN MEMBERIKAN KEADILAN BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA..

Kebijakan Ekonomi Berkeadilan bertujuan untuk mempertahankan ekonomi

berasaskan

demokrasi

dan

berbasis

ekonomi

pasar

yang berkeadilan serta

mencegah

terjadinya

potensi

konflik

sosial

.

Image : http://combiboilersleeds.com/

Individu atau kelompok atau daerah yang lemah karena keterbatasan aset, akses, kemampuan, diskriminasi..

Diatasi dengan keseimbangan dan kebijakan yang berkeadilan : redistribusi, subsidi, hibah, atau fasilitas. diskriminasi.

 Equality mendapat dan memperoleh perlakuan yang sama

(5)

EKONOMI BERKEADILAN

KONFIGURASI KEBIJAKAN EKONOMI BERKEADILAN DI BERBAGAI SEKTOR

(6)

INDONESIA SEMAKIN MENJANJIKAN

6

+1,2%

Ekonomi tahun 2016 tumbuh signifikan dan diproyeksi tetap di atas 5% pada 2017. 4.80 4.80 5.00 5.10 2014 2015 2016 2017f 11.40 11.30 10.70 9.50 2014 2015 2016 2017f

-0,6%

Angka kemiskinan tahun 2016 turun dan diproyeksi tetap di bawah 10% pada 2017.

-0,2%

Kesenjangan tahun 2016 turun signifikan dan diproyeksi 0,38% pada 2017.

0.41 0.41

0.39

0.38

2014 2015 2016 2017f

PERTUMBUHAN EKONOMI KEMISKINAN GINI RATIO

Source : BPS

(7)

“..meskipun ekonomi tumbuh, namun masih banyak pekerjaan rumah

yang harus diselesaikan khususnya di bidang ketenagakerjaan.”

(8)

KEPENDUDUKAN

8 Source : Worldbank

BONUS DEMOGRAFI BELUM DIMANFAATKAN SECARA OPTIMAL..

% population aged 65 and older : 5,01% Ages 0 – 64 : 94,99% % population aged 65 and older : 15,78% Ages 0 – 64 : 84,22% % population aged 65 and older : 9,23% Ages 0 – 64 : 90,77%

STRUKTUR KEPENDUDUKAN DARI 2010 HINGGA PROYEKSI 2050

Kita sudah menikmati

Bonus Demografi

kita nikmati

sejak 2012

dan diperkirakan

berakhir 2042

. Bonus demografi memberi

peluang

sekaligus

risiko

.

Peningkatan penawaran tenaga kerja, peningkatan tabungan, peningkatan

modal manusia

Risiko baru pada peluang dan kesempatan kerja, daya saing dan

jaminan sosial

(9)

KEPENDUDUKAN

PERBANDINGAN PENDUDUK DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN

 Penduduk di perkotaan dari tahun ke tahun meningkat.

 Secara nasional komposisi penduduk perkotaan tahun 2025 sebesar 60%.

 Peningkatan penduduk perkotaan tahun 2025 terbesar di DIY menjadi 78% dari 66,4% pada tahun 2010 dan Jawa Barat 83,1% (tahun 2025) dari 65,7% tahun 2010.

(10)

KONDISI KETENAGAKERJAAN

10 Source: BPS

PERTUMBUHAN EKONOMI TELAH MEMBANTU MENCIPTAKAN KESEMPATAN KERJA, TETAPI MASIH TERDAPAT PENGANGGURAN DAN KESENJANGAN PENDAPATAN..

5.94 6.18 5.61 5.30 2014 2015 2016 2017f PENGANGGURAN TERBUKA

Terdapat

5,6%

pengangguran terbuka di tahun 2016 dan diproyeksikan

5,3%

tahun 2017.

ANGKATAN KERJA

Dari

125,4 juta

angkatan kerja, hanya

96,4 juta

yang benar-benar bekerja, selebihnya bekerja dengan tidak dibayar.

KONDISI LAINNYA :

 Peningkatan pengangguran terutama pada kelompok lulusan sekolah SMK dan SMU, masing-masing

11,19%

dan

9,74%

.

 Angkatan kerja didominasi oleh lulusan

<

SD 46,1%

dan

SLTP

18,5%

.

(11)

KONDISI KETENAGAKERJAAN

ANGKATAN KERJA DIDOMINASI OLEH LULUSAN SD DAN SLTP

 Tahun 2013, angkatan kerja didominasi oleh pendidikan SD ke bawah. Sulit bekerja di sektor yang memiliki nilai tambah tinggi.

 Untuk sektor formal, umumnya hanya dapat terserap di industri manufaktur yang padat tenaga kerja dan berteknologi rendah.

(12)

KONDISI KETENAGAKERJAAN

12 Source: BPS

DOMINASI TENAGA KERJA MUDA DALAM PASAR TENAGA KERJA

2,000,000 4,000,000 6,000,000 8,000,000 10,000,000 12,000,000 14,000,000 16,000,000 18,000,000 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Total Angkatan kerja Bekerja

Kelompok Umur (th) Total Angkatan kerja Bekerja Proporsi Tenaga Kerja Bekerja terhadap Angkatan Kerja (%) 15-19 7.424.665 5.174.517 69,69 20-24 12.703.718 10.485.734 82,54 25-29 13.965.087 12.949.359 92,73 30-34 17.039.112 16.424.492 93,39 35-39 14.481.863 14.155.638 97,75 40-44 15.270.955 15.010.358 98,29 45-49 12.485.843 12.285.477 98,40 50-54 10.949.561 10.754.512 98,22 55-59 7.396.670 7.296.823 98,65 60+ 10.155.457 10.091.116 99,37

 Proporsi tenaga kerja masih didominasi oleh usia produktif.

 Namun tenaga kerja, secara umum, masih belum menyiapkan kehidupan masa tuanya dengan baik

(13)

PERANAN JAMINAN SOSIAL

(14)

14 Pembangunan Sosial Perumahan Perlindungan Sosial Kesehatan Pendidikan Keadilan Sosial Konflik Kompetensi Rendah Keterbelakangan & ketertinggalan Tragedi

KESEJAHTERAAN ADALAH KESEIMBANGAN ANTARA PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KEADILAN SOSIAL.

MENGATASI KETIMPANGAN

“To develop and enhance”

“To cure and solve” To protect and prevent Disadvanteges of development

Sistem jaminan sosial nasional bertujuan memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan

dasar

hidup yang

layak

bagi seluruh rakyat Indonesia

(UU 40/2004 pasal 3).

Jaminan Sosial

Jaminan Sosial menjadi

mekanisme

sekaligus

sistem

penyeimbang

antara

pembangunan sosial dan keadilan sosial

.

(15)

PERAN JAMINAN SOSIAL

PENOPANG KESEJAHTERAAN

Mengapa Jaminan Sosial sebagai mekanisme dan sistem penopang

kesejahteraan :

JAMINAN SOSIAL BUKAN SEKEDAR FUNDAMENTAL HAK ASASI MANUSIA

1

Penopang kemartabatan dan mencegah penderitaan

Bagi individu/keluarga, dari detik pertama kehidupan seseorang dari lahir sampai saat-saat terakhir, jaminan sosial memberikan kontribusi untuk menjaga kemartabatan dan mencegah penderitaan.

2

Mendukung stabilitas sosial dan kohesi.

3

Stabilitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi

Bagi masyarakat, Sistem Jaminan Sosial merupakan elemen tak terpisahkan dari inklusivitas sosial, perdamaian sosial dan keadilan sosial.

Bagi ekonomi, Sistem Jaminan Sosial memberikan kontribusi untuk memastikan stabilitas, kapasitas dan modal manusia yang merupakan prasyarat bagi pembangunan ekonomi dan pertumbuhan.

(16)

PEKERJA DALAM

KESEJAHTERAAN

(17)

PEKERJA DALAM KESEJAHTERAAN

MAKNA PEKERJA SEBAGAI PENOPANG KEMANDIRIAN DAN KEMARTABATAN

22,6 Juta

PEKERJA

Menopang biaya hidup pensiunan

selama

21 – 25 Tahun

.

Membantu bertahan hidup bagi 1,9 juta

pekerja PHK/tahun selama

6 bulan

sampai bekerja kembali.

 Diperkirakan 5 tahun ke depan jumlah pensiunan (umur >56 tahun) sebanyak 28 juta orang.

 Asumsi KHL 1,8 juta/bulan.

 Jika masa kepesertaan 10 tahun dapat bertahan selama 12 bulan.

 Jika masa kepesertaan > 15 tahun dapat bertahan selama 17 Bulan.

Membantu 19 ribu ahli waris/tahun bertahan hidup selama 12 bulan apabila kepala keluarga meninggal dunia.

Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.

 Asumsi KHL 1,8 juta/bulan.

 Kategori meniggal biasa karena sakit.  Apabila meninggal karena kecelakaan

kerja, maka dapat mempertahankan hidup sampai dengan 48 bulan.

Membantu biaya pengobatan dan

rehabilitasi sebesar 132 jutabagi

1,9 jutapekerja/tahun yang

mengalami kecelakaan kerja.

 Biaya pengobatan dan rehabilitasi untuk pekerja yang mengalami cacat sebagian sebesar 22 juta sampai sembuh.

 Cacat total sebesar 132 juta sampai sembuh.

Sebanyak 182 pekerja cacat akibat kecelakaan kerja telah berhasil

kembali bekerja (return to work).

 Jumlah kasus yang ditangani oleh program

JKK Return to Work sebanyak 304 kasus

s.d Desember 2016.

 Sebanyak 10,395 Perusahaan telah berkomitmen mempekerjakan kembali pekerja yang cacat akibat kecelakaan kerja.

Menyalurkan beasiswa pendidikan rata-rata per tahun sebanyak 904 anak

pekerja dengan total Rp. 10,8

(18)

PEKERJA DALAM KESEJAHTERAAN

18 MAKNA PEKERJA SEBAGAI PENOPANG STABILITAS SOSIAL DAN KOHESI

450 ribu

PEKERJA

Mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan

pekerjan dan mengentaskan kemiskinan.

Membiayai pembangunan infrasruktur jembatan sepanjang

3.541 meter

dan jalan sepanjang

155 km

Mendorong pembukaan lapangan pekerjaan bagi petani sebanyak 52,631 hektar

serta menyediakan benih sebanyak 93

ribu ton.

Memberdayakan masyarakat kurang mampu sebanyak 355 ribu.

Mendorong pembangunan manusia dan kualitas hidup yang

layak.

Membiayai pembangunan sebanyak

16,418 ruangan kelas

SD/SMP/SMA.

Membuka sebanyak

50 Rumah Sakit

dalam setahun.

(Source : Diolah dari data penggunaan penerimaan negara, Kemenkeu)

Meningkatkan kompetensi sebanyak

57,896 ribu

Guru/Tenaga Pendidik.

Menolong perawatan dan persalinan sebanyak

4,2 juta ibu hamil.

Asumsi Perhitungan :

 Persentasi iuran JKK, 9,25% x Upah Rp. 2.000.000  Sehingga iuran 450 ribu pekerja senilai Rp. 1 Triliun

(19)

PRINSIP PENGELOLAAN DANA INVESTASI

Prinsip sesuai PP 99 Tahun 2013 jo.

PP 55 Tahun 2015 :

1. Mempertimbangkan likuiditas

2. Solvabilitas

3. Kehati-hatian (prudent)

4. Keamanan dana

(20)

ARAH KEBIJAKAN INVESTASI

20

Hasil Optimal dengan

Risiko Terukur

Katalisator Peningkatan

Kepesertaan & Layanan

Mendukung Pertumbuhan

Ekonomi Nasional

(21)

DANA INVESTASI PEKERJA

KEKUATAN PEKERJA DALAM MOBILISASI DANA INVESTASI

 Pertumbuhan dana investasi di kontribusi oleh :  Pertumbuhan iuran sebesar 114%.

 Pertumbuhan hasil investasi sebesar 27,50%  Pengelolaan jaminan dan biaya usaha  Penerapan prinsip dan strategi investasi

260.54 T

 Dana Investasi Tahun 2016 sebesar Rp 260,54 triliun meningkat 26,44% dibanding tahun 2015 sebesar Rp 206,05 triliun, dan mencapai 105,69% terhadap RKAT 2016 sebesar Rp 246,52 triliun.

(22)

DANA INVESTASI PEKERJA

22 KONTRIBUSI BPJS KETENAGAKERJAAN DALAM INSTRUMEN INFRASTRUKTUR

Total Dana : 260,54 Triliun

0,65 (0,00%)

0,0065T (0,00%)

(23)

23

Jembatan Menuju

Kesejahteraan Pekerja

Terima Kasih

“The social security program plays an important part in providing for families, children,

and older persons in time of stress”

(Jhon F. Kennedy)

Gedung BPJS Ketenagakerjaan Jl. Jend. Gatot Subroto No. 79 Jakarta Selatan – 12930 T (021) 520 7797 F (021) 520 2310

Referensi

Dokumen terkait

Hendaklak kita lebih jeli dan lebih selektif dalam mensikapi budaya luar yang masuk kedalam budaya kita karena pengaruh tersebut akan sangat berpengaruh terhadap

Pertumbuhan ekonomi seiring dg stabilitas ekonomi Lapangan Kerja baru Penurunan kemiskinan Kesejahteraan Masyarakat Program2 Pemenuhan Kebutuhan Dasar Pengembangan Sistem

Akibatnya arus listrik akan mengalir lebih lama sehingga korban jatuh dalam keadaan syok yang mematikan Sedangkan pada tegangan tinggi, korban segera terlempar atau

Sebagai contoh, meskipun seseorang sudah menyatakan dirinya sebagai penganut agama Islam, akan tetapi terkadang dalam waktu-katu tertentu ia kerapkali mempercayai atau

Ini bisa dilihat dari berbagai indikator misalnya dimulainya dari Peraturan PerUndang-Undangan itu sendiri yang memberikan kelemahan-kelamahan terjadinya korupsi, itu baru dilihat

Akses informasi tepat waktu yang mudah seperti lokasi alat berat, jam, penggunaan bahan bakar, waktu idle, dan kode kejadian melalui antarmuka pengguna VisionLink online

Uji F (Simultan) bertujuan untuk mengetahui pengaruh secarasimultan dari variabel modal awal, lokasi, dan keanekaragaman barang terhadap tingkat pendapatan pedagang pasar

Luas daun pada perlakuan pupuk organik dan anorganik tidak berbeda nyata, yang artinya bahwa pupuk organik campuran daun lamtoro, cangkang telur dan kulit pisang