Pemeriksaan Fisik
Abdomen
ANATOMI
Proc. Xypoideus
Costal margins Mid line/linea alba
umbilikus Ligamentum inguinale m. Rectus abdominis
spleen stomach pancreas Transverse colon Descendece colon Sigmoid colon bladder liver Gall bladder duodenum Ascending colon Iliac artery
INSPEKSI
-Lihat kontour dari perut
-Lihat apakah peristaltik bisa terlihat
-Jaringan parut/sikatrik ( bila ada deskripsikan ukuran, bentuk, dan lokasi)
-Striae
-Dilatasi vena
-Kelainan primer kulit( makula,papula,vesikula, bulla dll)
-Lihat umbilikus( kontour,lokasi,bulging) -Bentuk dari perut ( datar,bulat, distended, scaphoid)
-Adakah organomegali/ massa -Perut simetris/ tidak.
AUSKULTASI
Bertujuan :
1.Mendengarkan motilitas usus , mencari beberapa
suara usus
2.Mencari bruits, suara vaskuler.
3. Mencari suara-suara usus terhadap proses
inflamasi ataupun obstruksi.
4. Suara usus normal frekuensi 5 – 34 kali/ menit
5. Pasien dengan tekanan darah tinggi dapat
didengarkan bruits di epigastrium dan perut
kuadran atas.
PERKUSI
- Perkusi dapat membantu untuk mengasses adanya
distibusi gas di abdoment dan untuk mengidentifikasi
massa yang solid atau kistik.
- Mengidentifikasi liver span dan area troube
- Perkusi seluruh kuadran dari perut, deskripsikan
dimana suara-suara timpani atau pekak. Timpani
biasanya lebih dominan oleh karena adanya udara di
sistem gastro intestinal.tetapi ada juga yang pekak
dikarenakan adanya cairan atau feses.
- Catat adanya area pekak yang mengindikasikan adanya
massa atau pembesaran organ.
PALPASI
PALPASI RINGAN-Rasakan ketegangan dinding perut,
defans muskuler, dan beberapa organ atau massa yang dapat diraba
-Buat posisi tangan horisontal pada posisi forearm dengan jari-jari berjajar bersama dengan arah mendatar pada permukaan perut, palpasilah dengan halus, perlahan lahan bergeser gantiarea. Ketika bergeser rasakan adanya kelainan atau tidak pada permukaan abdomen.
Identifikasi beberapa organ atau massa di superfisial dinding abdomen dan beberapa area yang tegang. Jika pada tangan dirasa adanya
hambatan/tegangan cobalah untuk merasakan spasme otot yang involuntair . Pasien diminta untuk relaksasi, rasakan relaksasi otot abdomen yang dalam keadaan normal terjadi pada fase inspiasi. Bisa juga pasien diminta bernafas dengan mulut dan rahang bawah terbuka.
Deep Palpasi/Palpasi dalam
Bertujuan mencari adanya massa di abdomen, dengan menggunakan permukaan tangan dan jari-jari
rasakan dari seluruh kuadran perut.. Identifikasi adanya massa kemudian catat terletak dimana, ukuran,
konsistensi, permukaan, tekanan, pulsasi, dan ada/tidak pergeseran dengan adanya respirasi.
Kemudian cocokkan penemuan-penemuan pada palpasi dengan pemeriksaan perkusi
ASSESMENT PERITONEAL INFLAMASI
Nyeri perut dan ketegangan biasanya berhubungan dengan
spasme dari otot-otot termasuk proses inflamasi dari peritoneum. Loalisasi dimana nyeri terjadi (sebelum melakukan papasi)
Suruhlah pasien batuk dan identifikasi apakah dengan batuknya menimbulkan rasa nyeri. Kemudian palpasi perlahan-lahan untuk mengidentifikasi daerah yang menegang.
Pemeriksaan Rebound Fenomena :
- Tekan perlahan-lahan dan kemudian lepaskan dengan cepat. Lihat dan dengarkan adanya tanda dan keluhan nyeri dari pasien, Tanyakan pada pasien lebih nyeri pada saat ditekan atau dilepas, kemudian pastikan lokasi dari nyeri. Nyeri yang bertambah pada saat dilepas dengan cepat menunjukkan
PEMERIKSAAN LIVER
PERKUSI
Liver span diukur dengan perkusi di LMCD.
Dimulai dari garis di bawah di daerah bawah dari umbilikus (perkusi Timpani) perkusi ke atas hingga bertemu suara redup, setelah yakin redup pertama tersebut merupakan batas bawah hepar.
Untuk menentukan batas atas hepar pelan-pelan perkusi sepanjang LMCD dari atas ke bawah, sonor kemudian redup. Pada wanita untuk
memastikan perkusi sonor singkirkan mamae pelan-pelan.
Liver span diukur dari batas atas dan batas bawah daerah redup tadi (dalam centimeter) Liverspan normal biasanya lebih besar pria daripada wanita dan pada orang yang tinggi daripada pendek. Normal 6-12 cm di LMCD, dan 4-8 cm di linea mid sternal. Jika hepar kesan membesar tepi bawah hepar ditandai dan perkusi daerah lain atau sekitarnya.
Liver span
Liver span bertambah saat hepar membesar. Lier span berkurang saat hepar mengecil, atau saat udara bebas mengisi diatas diafragma yang
disebabkan lubang karena perforasi. Pengamatan secara rasional
berkurangnya liver span pada masa penyembuhan hepatitis fulminan. Daerah redup hepar dapat bergeser kebawah saat diafragma lebih rendah misal pada PPOK tetapi liver span tetap normal.
Redup pada efusi pleura kanan dan pada konsolidasi paru jika dekat dengan redup hepar maka dapat menyebabkan kesalahan dalam pengukuran liver span sehingga hepar seolah-olah membesar. Sedang udara kolon di kuadran kanan atas yang pada perkusi timpani dapat mengacaukan hasil sehingga hepar
PALPASI
Letakkan tangan kiri di belakang pasien sejajar dan menyangga costa ke 11 dan 12 kanan dan jaringan lunak diatasnya. Ingatkan pasien agar tetap santai saat ada di tangan anda. Dengan menekan tangan kiri anda ke depan , hepar pasien akan lebih mudah dirasakan oleh tangan kanan anda. Letakkan tangan kanan anda di kanan atas abdomen pasien sebelah lateral muskulus rektus, dengan ujung jari andadibawah garis batas redup hepar yang bawah. Beberapa pemeriksa suka menekankan jarinya ke atas searah kepala pasien. Ada juga yang lebih memilih posisi obligh.
Minta pasien untuk menarik napas dalam. Cobalah untuk merasakan tepi hepar saat menyentuh ujung jari anda. Jika anda merasakannya cobalah sedikit mengurangi tekanan palpasi anda, sehingga hepar dapat masuk dibawah telapak tangan anda dan anda dapat merasakan permukaannya. . Catat adanya nyeri tekan. Saat inspirasi hepar teraba kira-kira 3 cm di bawah arcus costa pada LMCD.
Demikian juga lien dan ginjal lebih mudah dirasakan pada saat inspirasi. Gambarkan dan uraikan tepi hepar dan ukur jaraknya dari bawah arcus costa dekstra pada LMCD
Tehnik Hooking
Mungkin bisa membantu terutama pada pasien obese.
Berdirilah disebelah kanan dada pasien, letakkan kedua
tangan berdampingan, disebelah kanan abdomen dibawah
dari batas pekak hepar. Tekan kedalam dengan jari anda dan
keatas arkus costae. Minta pasien tarik napas dalam, tepi
Lien yang membesar akan meluas ke anterior, bawah dan medial, sering kali menggantikan suara timpani dari gaster dan kolon
menjadi redup (organ solid). Jika membesar akan teraba dibawah arkus costa. Perkusi tidak dapat mengkonfirmasi adanya
pembesaran lien tapi dapat menguatkan dugaan pembesaran lien. Sedangkan palpasi dapat mengkonfirmasi adanya pembesaran lien , tetapi sering terlewat atau tidak terdeteksi jika lien yang membesar tidak sampai kebawah costae.
PERKUSI
Ada 2 teknik yang dapat membantu anda untuk mengetahui splenomegali :
1. Perkusi pada dinding dada anterior sebelah kiri bawah diantara suara sonor paru dan tepi costae, sebuah area yang disebut “ruang Troube” Saat perkusi sepanjang rute
tersebut tandai perluasan ke lateral daerah timpani, hal tersebut bervariasi. Tetapi jika timpani menetap khususnya kelateral
2. Periksa tanda perkusi lien .
Perkusi mulai dari SIC yang paling bawah,
sepanjang linea axilaris anterior sinistra.
Daerah ini biasanya timpani, kemudian minta
pasien untuk menarik napas dalam dan
perkusi lagi, saat ukuran lien normal
perkusinya akan timpani lagi
PALPASI
Dengan tangan kiri anda untuk menopang daerah
costaekiri bawah dan jaringan lunak sekitarnya,
kemudian tekan kedepan. Dengan tangan kanan anda
dibawah arkus costae sinistra, tekan lien kedalam.
Mulailah palpasi cukup rendah sehingga berada dibawah
lien yang kemungkinan membesar.(jika tangan anda
dekat dibawah arkus costa sinistra, tidak akan cukup
leluasa untuk meraih dibawah dinding dada) Minta
pasien tarik napas dalam, cobalah untuk merasakan tepi
lien saat menyentuh ujung jari anda, catat adanya nyeri
tekan. Ukur besar lien dalam shuffner.
Area troube redup bisa disebabkan oleh cairan atau
massa dalam gaster dan colon. Tanda perkusi lien (+)
menandakan adanya pembesaran lien. Dapat diketahui
dengan adanya perubahan pada perkusi dari timpani
menjadi redup.
GINJAL
PALPASI-Ginjal kiri
Pemeriksa berdiri disebelah kiri pasien. Letakkan tangan kanan dibawah dan sejajar dengan costa 12 dengan ujung jari menyentuh sudut costo vertebra. Angkat dan coba menggeser ginjal ke anterior, letakkan tangan kiri dengan lembut di kuadran kiri atas, lateral dan sejajar dengan m. Rektus. Minta pasien tarik napas dalam , saat puncak inspirasi tekan tangan kiri pelan dan dala, pada kuadran kiri atas tepat dibawah arkus costa sinistra dan coba
menangkap ginjal diantara kedua tangan. -Ginjal kanan
Pemeriksa kembali kesebelah kanan pasien. Gunakan tangan kiri untuk mengangkat pinggang dan tangan kanan untuk menekan kuadran kanan atas. Lakukan hal seperti tadi.
Ginjal kanan yang normal mungkin bisa teraba, terutama pada wanita yang kurus dan relaks, bisa tidak atau sedikit nyeri. Pada dasarnya lokasi ginjal kanan berada di lebih anterior daripada
biasanyadan hal ini harus dibedakan dengan hepar. Tepi hepar umumnya lebih tajam dan meluas kemedial dan lateral, hepar tidak dapat ditangkap, ujung bawah ginjal oval.
ASCITES
Test pekak sisi
Perkusi dinding abdomen dari arah central ke beberapa arah seperti pada gambar. Tandai perubahan bunyi dari timpani ke pekak, dan buatlah gambar pemetaannya.
Test Pekak alih
Setelah membuat gambar pemetaan dari pekak sisi, suruh pasien berubah posisi miring ke
samping, perkusi dan tandai lagi daerah dengan perubahan timpani ke pekak. Pada orang
normal batasnya konstan. Pada ascites pekak berubah dan timpani cenderung berada
diposisi atas karena cairan menempati posisi di bawah.
Test undulasi
Suruhlah pasien atau asisten untuk meletakkan tangan di sepanjanggaris id line (seperti gambar). Kemudian ketok pada salah satu sisi dinding abdomen, getaran dari cairan akan dirasakan sebagai
gelombang yang dirasakan pada tangan sisi yang lain.