• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODE PENELITIAN. 13 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3. METODE PENELITIAN. 13 Universitas Kristen Petra"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

13

Universitas Kristen Petra

3. METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan model kausal. Metode penelitian kuantitatif merupakan suatu metode yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, teknik yang digunakan random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik yang bertujuan untuk mengui hipotesis yang telah di tentukan (Sugiyono, 2010, p. 13). Model kausal merupakan model dari sebab akibat yang menunjukkan adanya hubungan antara variabel independen (memengaruhi) dan variabel dependen (dipengaruhi) (Sugiyono, 2010, p. 56)

3.2 Gambaran Populasi dan Sampel 3.2.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi bukan hanya orang, melainkan juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu (Sugiyono, 2010, p.115). Oleh karena itu, dalam penelitian ini populasi yang menjadi subjek penelitian adalah seluruh karyawan CV. Surya Bhakti sebanyak 40 orang.

3.2.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Pengambilan sampel dilakukan apabila populasi yang ingin di teliti besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi dikarenakan keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Oleh karena itu, sampel yang diambil dari populasi harus representatif (Sugiyono, 2010, p.116). Apabila populasi relatif kecil dan peneliti ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil

(2)

14

Universitas Kristen Petra maka peneliti dapat mengambil semua populasi tersebut sebagai sampel (Sugiyono, 2010, p. 123).

Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah

sampling jenuh atau sensus. Sampling jenuh atau sensus merupakan jenis non-probability sampling yang menggunakan semua anggota populasi sebagai sampel

(Sugiyono, 2010, p.122). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja di CV. Surya Bhakti.

3.3 Definisi Operasional Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini, terdapat tiga variabel yang digunakan adalah job

characteristics, work satisfaction dan employee engagement. Variabel dependen

dalam penelitian ini adalah work satisfaction. Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah job characterictics. Variabel independen merupakan variabel yang memengaruhi variabel dependen. Variabel intervening dalam penelitian ini adalah employee engagement. Variabel intervening merupakan variabel penghubung antara variabel independen dan dependen.

1. Job characteristics

Job characteristics adalah suatu dimensi motivasi yang memengaruhi

pengalaman karyawan tentang tanggung jawab dan pengetahuan yang berhubungan dengan kegiatan kerja (Fitzgerald, 1985 dalam Zhao, 2016). Hal ini diukur dari :

a) Skill Variety

Saya menggunakan keterampilan yang saya miliki saat bekerja b) Task identity

Saya menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan c) Task Significance

Saya merasa pekerjaan yang saya lakukan penting d) Autonomy

Saya di berikan kebebasan untuk mengambil keputusan e) Feedback

(3)

15

Universitas Kristen Petra 2. Work satisfaction

Work satisfaction merupakan suatu keadaan emosional yang berasal dari

penilaian pekerjaan atau pengalaman kerja karyawan (Locke dalam Cahill, 2015). Hal ini diukur dari :

a) Pekerjaan itu sendiri

Saya puas terhadap pekerjaan yang saya kerjakan b) Pay

Saya puas terhadap gaji yang saya dapatkan c) Supervision

Saya puas dengan atasan saya d) Co-worker

Saya puas bekerja dengan rekan kerja saya 3. Employee engagement

Employee engagement merupakan suatu perasaaan yang dimiliki karyawan

terhadap pekerjaan yang dan mengekspresikannya secara fisik, kognitif dan emosi pada saat melaksanakan pekerjaannya (Kahn dalam Cahill, 2015). Hal ini diukur dari :

a) Vigor

a. Berenergi pada pekerjaan

Saya merasa berenergi pada pekerjaan yang saya kerjakan b. Berkeinginan untuk bekerja

Ketika saya bangun di pagi hari, saya merasa ingin bekerja c. Bersemangat saat bekerja

Saya merasa kuat dan bersemangat ketika mengerjakan pekerjaan saya

d. Bekerja dengan tekun

Saya bekerja dengan tekun bahkan ketika sesuatu yang tidak saya inginkan terjadi

b) Dedication

a. Antusias dalam bekerja

Saya antusias terhadap pekerjaan saya b. Pekerjaan menginspirasi

(4)

16

Universitas Kristen Petra Pekerjaan saya menginspirasi saya

c. Pekerjaan menantang

Saya merasa pekerjaan yang saya lakukan menantang d. Bangga terhadap pekerjaan

Saya bangga terhadap pekerjaan yang saya lakukan c) Absorption

a. Bahagia bekerja dengan sungguh-sungguh

Saya merasa bahagia ketika saya bekerja dengan sungguh-sungguh b. Terbawa suasana pada pekerjaan

Saya terbawa suasana pada saat bekerja c. Lupa dengan waktu

Saya merasa waktu cepat berlalu ketika saya bekerja

3.4 Teknik Pengambilan Data 3.4.1 Jenis dan Sumber Data

Berdasarkan cara pengumpulan data, sumber data dibagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dari data yang kita butuhkan. Data sekunder diklasifikasikan menjadi dua yaitu internal data dan ekternal data. Internal data merupakan data yang tersedia tertulis pada sumber data sekunder seperti faktur, laporan penjualan, pengiriman, laporan hasil riset dan sebagainya (Bungin, 2013, p. 132).

Dalam penelitian ini, data primer yang didapatkan adalah hasil dari penyebaran angket yang dilakukan di CV. Surya Bhakti. Data ini berisi profil karyawan dan jawaban dari penyataan angket yang menjadi tolak ukur dalam penelitian. Data sekunder yang didapatkan adalah website resmi perusahaan. Data sekunder yang digunakan berupa sejarah perusahaan.

3.4.2 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data merupakan suatu bagian dari instrumen pengumpulan data yang bertujuan untuk menentukan keberhasilan dari suatu penelitian. Kesalahan dalam memilih metode pengumpulan data akan mengakibatkan kesalahan pada hasil penelitian. Dalam penelitian kuantitatif

(5)

17

Universitas Kristen Petra terdapat beberapa metode yaitu metode angket, wawancara, observasi dan dokumentasi (Bungin, 2013, p. 133).

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket. Metode angket merupakan serangkaian atau daftar pertanyaan yang telah disusun secara sistematis, kemudian diberikan kepada responden (Bungin, 2013, p. 133). Angket ini terdiri dari dua bagian yaitu:

a) Bagian pertama

Bagian pertama ditandai dengan angka Romawi I yang berisi tentang profil respopnden. Pertanyaan tentang profil responden berkaitan dengan jenis kelamin, umur, dan latar belakang pendidikan. Responden harus mengisi semua pertanyaan pada bagian ini dan memilih salah satu pilihan jawaban yang tersedia.

b) Bagian kedua

Bagian kedua ditandai dengan angka Romawi II yang berisi pernyataan-penyataan indikator dari variabel yang telah ditentukan seperti job

characteristics, work satisfaction dan employee engagement. Pada bagian

ini, responden harus memilih jawaban dari pilihan yang telah tersedia. Pengukuran dari jawaban responden menggunakan skala likert dengan pernyataan positif. Skala likert yang digunakan untuk mengukur job

characteristics, work satisfaction dan employee engagement yaitu :

1 = Sangat Tidak Setuju (STS) 2 = Tidak Setuju (TS)

3 = Ragu-Ragu (RG) 4 = Setuju (S)

5 = Sangat Setuju (SS)

3.5 Teknik Analisis Data 3.5.1 Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran tentang data yang didapatkan dalam penelitian. Dalam penelitian ini, analisis deskriptif yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan mean (rata-rata).

(6)

18

Universitas Kristen Petra

3.5.1.1 Distribusi Frekuensi

Distribusi frekuensi digunakan untuk menghitung frekuensi data dari penelitian dan dapat dilihat dari penyebaran persentasenya. Untuk melihat distribusi frekuensi, dapat dideskripsikan dengan menggunakan grafik. Deskripsi distribusi frekuensi melalui grafik dapat dibuat dalam bentuk histogram, poligon, ogive dan serabi (Bungin, 2013).

3.5.1.2 Mean

Mean adalah nilai tengah dari suatu jumlah keseluruhan bilangan, yang berasal dari jumlah keseluruhan nilai bilangan dan dibagi dengan unit dari keseluruhan bilangan tersebut (Bungin, 2013, p. 184). Analisis mean digunakan untuk melihat rata-rata dari setiap indikator yang ada pada penelitian. Teknik analisis mean dapat digunakan untuk menganalisis data interval. Menganalisis data interval digunakan untuk mengukur setiap dimensi dari variabel penelitian. Pada penelitian ini, analisis mean untuk variabel penelitian dibagi menjadi tiga yaitu rendah, sedang, dan tinggi.

Interval kelas = Nilai tertinggi – nilai terendah Jumlah kategori = 5 – 1

5

= 0,8

Berdasarkan hasil perhitungan interval kelas, maka kategori mean untuk jawaban responden adalah sebagai berikut

Tabel 3.1. Kategori Mean Jawaban Responden Kelas Interval Kategori

1,00-1,80 Sangat Rendah

1,81-2,61 Rendah

2,62-3,42 Sedang

3,43-4,23 Tinggi

(7)

19

Universitas Kristen Petra

3.5.2 Uji Validitas

Uji validitas merupakan upaya untuk mengukur data untuk mendapatkan data yang valid. Valid yaitu instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur (Sugiyono, 2010). Uji validitas dapat dilakukan dengan cara mengukur koefisien korelasi nilai pernyataan atau indikator dengan total nilai pernyataan atau indikator yang akan membentuk variabel. Hal ini dilihat dari uji signfikansi koefisien korelasi pada taraf signifikansi sebesar 0,05 atau 5%. Nilai 0,05 atau 5% menunjukkan tingkat toleransi kesalahan. Hal ini merupakan salah satu metode uji validitas yang disebut dengan Korelasi Pearson. Sebuah indikator dapat dikatakan valid apabila menghasilkan nilai signifikan kurang dari (<) 0,05 atau 5 % dan nilai r lebih dari (>) 0,3 (Herlina, 2019). Pada penelitian ini, uji validitas menggunakan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) 21.

3.5.3 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan uji yang digunakan untuk mengukur objek yang sama selama beberapa kali dan menghasilkan data yang sama sehingga selalu konsisten. Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur batas bawah dari nilai reliabilitas suatu konstruk. Uji reliabilitas diukur dengan menggunakan cronbach

alpha. Apabila hasil yang ditunjukkan bernilai lebih dari (>) 0,60, maka variabel

dapat dikatakan reliabel. Pada penelitian ini, uji reliabilitas menggunakan

software Statistical Product and Service Solution (SPSS) 21.

3.5.4 Structural Equation Modeling (SEM) - Generalized Structured

Component Analysis (GSCA)

Structural Equation Modeling (SEM) - Generalized Structured Component Analysis (GSCA) merupakan suatu metode baru dari Structural Equation Modeling (SEM) dengan berbasis komponen yang dapat diterapkan pada

hubungan antar variabel yang kompleks (rekursif dan tidak rekursif), perhitungan skor (bukan skala), dan sampel dalam jumlah yang sangat kecil. GSCA dikembangkan dalam rangka menghindari kekurangan yang dimiliki oleh Partial

Least Square (PLS), yaitu dengan mengizinkan terjadinya multikolonieritas

(korelasi kuat antar variabel eksogen) dan prosedur optimalisasi global (Solimun, 2015, p. 10).

(8)

20

Universitas Kristen Petra Langkah-langkah dalam melakukan analisis GSCA menurut DIKLAT Statistika Multivariat : GSCA karya Solimun (2015, p. 20) adalah :

1. Melakukan Perancangan Model Struktural (Hubungan antar Variabel Laten) Perancangan model struktural dapat dilakukan berdasarkan teori, normatif finalitas (kitab suci), normatif nonfinalitas (peraturan pemerintah, undang-undang), hasil penelitian empiris, analogi (hubungan variabel yang berasal dari bidang ilmu lain), dan rasional. Dari semua sumber-sumber tersebut, akan dikelola menjadi rumusan masalah dan hipotesis penelitian yang akan menjadi dasar dari pembentukan rancangan model struktural penelitian. Pada penelitian ini, perancangan model struktural dilakukan berdasarkan teori, hasil penelitian empiris terdahulu dan rasional.

2. Melakukan Perancangan Model Pengukuran

Perancangan model pengukuran merupakan tahapan dalam menentukan sifat indikator dari masing-masing variabel laten. Sifat indikator dapat berupa refleksif dan formatif. Indikator refleksif memiliki arah kausalitas dari konstruk menuju indikator sedangkan formatif memiliki arah sebaliknya, yakni dari indikator menuju konstruk. Pada penelitian ini, semua indikator dari masing-masing variabel laten menggunakan indikator refleksif.

3. Melakukan Konstruksi Diagram Jalur

Diagram jalur divisualisasikan dalam bentuk gambar untuk memudahkan peneliti memahami model penelitian, hubungan dan arah antar variabel. Penelitian ini menggunakan diagram jalur yang digambarkan pada Gambar 3.1.

(9)

21

Universitas Kristen Petra Gambar 3.1. Diagram Jalur

4. Melakukan Konversi Diagram Jalur ke dalam Sistem Persamaan 5. Melakukan Pendugaan Parameter

Pendugaan parameter (estimasi) dilakukan dengan metode kuadrat terkecil (least square methods) berupa Alternating Least Square (ALS). Hal ini karena model struktural dan model pengukuran akan diintegrasikan menjadi satu model sehingga pendugaan parameter akan meminimumkan residual model secara terintegrasi. Metode pendugaan parameter yang mampu meminimumkan residual model secara terintegrasi disebut dengan ALS. Pendugaan parameter pada GSCA dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan data sampel original dan berdasarkan data resampling (sampel bootstrap). Data sampel original melalui weight, loading estimate, path coefficient estimate dan data resampling (sampel bootstrap) melalui means dari weight, loading dan path coefficient.

6. Melakukan Measures of Fit

a) Measure of Fit Measurement Model

Measure of fit measurement model dilakukan untuk mengetahui atau

menguji suatu instrumen penelitian telah valid dan reliabel atau tidak. Pengukuran ini dilakukan dengan tiga jenis yaitu :

1. Convergent Validity

Pengukuran ini dapat dilihat dari nilai loading. Nilai loading menunjukkan ukuran korelasi antara skor indikator refleksif dengan skor variabel latennya. Suatu indikator dan variabel dapat dikatakan

Z2.3 Z2.2 Z2.6 Z2.5 Z2.7 Z2.8 Z2.9 Z2.10 Z2.11 Y1.4 Y1.3 Y1.2 Y1.1 Z2.4 Z2.1 Work Satisfaction Employee Engagement Job Characteristics X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.1

(10)

22

Universitas Kristen Petra memenuhi convergent validity apabila menghasilkan nilai loading lebih dari 0.5.

2. Discriminant Validity

Pengukuran ini dapat dilihat dari perbandingan nilai square root of

average variance extracted (AVE) setiap variabel laten dengan

korelasi antar variabel laten lain pada model. Suatu indikator dan variabel dikatakan memenuhi discriminant validity apabila nilai akar AVE variabel laten tersebut lebih tinggi dibandingkan korelasi antar variabel laten lain pada model.

3. Internal Concistensy Reliability

Pengukuran ini dilihat dari nilai alpha. Variabel dikatakan reliabel apabila menghasilkan nilai alpha lebih dari sama dengan (≥) 0.6. b) Measure of Fit Structural Model

Measure of fit structural model dilakukan untuk mengetahui seberapa

besar informasi yang mampu dijelaskan oleh model struktural (hubungan antar variabel laten) hasil analisis GSCA. Pengukuran ini dilakukan dengan dua jenis, yaitu :

1. FIT

Pengukuran ini menunjukkan total varian variabel yang dapat dijelaskan oleh model struktural. Nilai FIT berada pada rentang 0 hingga 1. Semakin mendekati angka 1 maka model struktural semakin baik menjelaskan fenomena yang diteliti.

2. AFIT (Adjusted FIT)

AFIT serupa dengan R2 adjusted pada analisis regresi. AFIT dapat

digunakan untuk meningkatkan keakuratan dari model ketika variabel endogen/dependen dipengaruh oleh variabel eksogen/independen lebih dari satu. Semakin besar nilai AFIT maka semakin baik pula model penelitian tersebut.

c) Measure of Fit Overall Model

Measure of fit overall model merupakan gabungan goodness of fit (GFI)

antara model pengukuran dan model struktural. Pengukuran ini dilakukan dengan dua jenis, yaitu :

(11)

23

Universitas Kristen Petra 1) GFI

GFI mirip dengan R2 dalam analisis regresi. Semakin mendekati angka 1 maka semakin baik keseluruhan model penelitian tersebut. Nilai cut

off dari GFI adalah lebih dari sama dengan 0.90.

2) Standardized Root Mean Square Residual (SRMR)

SRMR setara dengan RMSEA pada SEM. Semakin mendekati angka 0 maka semakin sesuai keseluruhan model penelitian tersebut. Berikut kriteria SRMR.

Tabel 3.2. Kriteria SRMR

SRMR Keterangan

< 0.05 Model sangat sesuai (Close fit)

0.05-0.08 Model sesuai (Good fit)

0.08-0.1 Model cukup sesuai (Marginal fit)

> 0.1 Model tidak sesuai (Poor fit)

7. Melakukan Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan dengan resampling bootstrap. Pengujian dilihat dari hasil statistik t. Hubungan dapat bersifat signifikan apabila hasil statistik t lebih besar dari statistik t tabel, yakni 1.96 (tingkat kepercayaan 95%). Selain itu, hubungan dapat dikatakan bernilai positif apabila hasil path

coefficients estimate bernilai positif, sebaliknya hubungan dikatakan negatif

apabila hasil path coefficients estimate bernilai negatif.

Dalam melakukan pengujian hipotesis yang menggunakan variabel mediasi, cara yang dapat dilakukan dengan pendekatan perbedaan koefisien dan uji sobel. Pendekatan ini dilakukan dengan metode pemeriksaan dengan membandingkan nilai koefisien dan signifikansi dengan atau tanpa variabel mediasi. Contoh pengambaran perbandingan variabel digambarkan pada Gambar 3.2.

(12)

24

Universitas Kristen Petra Gambar 3.2. Perbandingan variabel dengan dan tanpa mediasi

Sumber : Solimun (2015)

Apabila hubungan antara variabel independen terhadap variabel mediasi (A) dan variabel mediasi terhadap variabel dependen (B) signifikan, variabel independen terhadap variabel dependen pada model yang menggunakan mediasi (C) tidak signifikan, maka variabel Z dapat dinyatakan sebagai variabel mediasi sempurna (complete mediation). Apabila (A), (B) dan (C) signifikan, koefisien (C) lebih kecil dibandingkan koefisien (D), maka variabel Z dapat dinyatakan sebagai variabel mediasi sebagian (partial

mediation). Apabila (A), (B) dan (C) signifikan, koefisien (C) hampir sama

dengan koefisien (D), maka variabel Z tidak dapat dinyatakan sebagai variabel mediasi. Apabila salah satu dari (A) dan (B) atau keduanya tidak signifikan maka dapat dinyatakan variabel Z bukan variabel mediasi.

Uji Sobel dilakukan untuk menguji kekuatan pengaruh tidak langsung dari variabel X ke Y melalui Z sebagai mediasi. Pengujian ini dilakukan dengan menghitung signifikansi nilai t dari pengaruh tidak langsung. Apabila nilai signifikansi t lebih besar dari t tabel (1.96) maka dapat disimpulkan variabel Z merupakan mediasi dari hubungan variabel X ke Y. Sebelum menghitung nilai t, perlu menghitung nilai Sab. Rumus yang digunakan untuk menghitung Sab dan t adalah :

(3.1)

(3.2)

Hipotesis dibagi menjadi tiga, yaitu:

a) Hipotesis statistik untuk outer model, yaitu H0 : λi = 0 H1 = λi ≠ 0 B X Y X Z Y D A C

(13)

25

Universitas Kristen Petra b) Hipotesis statistik untuk inner model (pengaruh variabel laten

independen terhadap dependen), yaitu H0 : ɣi = 0 H1 = ɣi ≠ 0

c) Hipotesis statistik untuk inner model (pengaruh variabel laten mediasi terhadap dependen), yaitu

Gambar

Gambar 3.1. Diagram Jalur
Gambar 3.2. Perbandingan variabel dengan dan tanpa mediasi  Sumber : Solimun (2015)

Referensi

Dokumen terkait

Pendekatan kuantitatif digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data

Metode kuantitatif digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan

Penelitian kuantitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu dengan teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara

Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel dilakukan secara random, pengumpulan data

Penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen

Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat

Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data

144 Metode ini digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan