3.1. Jenis Penelitian dan Populasi
Jenis penelitian ini tergolong jenis penelitian historical research. Yang dimaksud dengan “historical research adalah metode penelitian yang berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu” (Riduwan, 2008, p. 53). Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang listing selama periode penelitian di Bursa Efek Indonesia.
3.2. Teknik Pengambilan Sampel
Penentuan sampel dalam penelitian ini tidak dilakukan secara random melainkan secara purposive sampling, dimana sampel yang dipergunakan dalam penelitian, dipilih dengan kriteria sebagai berikut :
a) Perusahaan-perusahaan yang mengumumkan kebijakan stock split mulai tanggal 1 Januari 2003 sampai 31 Desember 2006.
b) Perusahaan tidak mengumumkan kebijakan lain seperti right issue, dividend share atau bonus share pada periode lima hari sebelum pengumuman stock split dan lima hari setelah stock split.
3.3. Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari Indonesian Capital Market Directory dan dari Bursa Efek Indonesia. Menurut Boediono dan Koster (2004), “data sekunder adalah data yang secara tidak langsung dikumpulkan oleh orang yang berkepentingan dengan data tersebut” (p. 7).
3.4. Variabel dan Definisi Operasional
3.4.1. Konsep : Stock split
• Definisi operasional : Suatu aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan go public untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar.
• Indikator empirik : Tanggal terjadinya stock split.
3.4.2. Konsep : Abnormal Return
• Definisi operasional : Selisih antara actual return dengan expected return. • Indikator empirik : ] E[Rit − = it it R AR (3.1) Notasi :
AR = Abnormal return saham i pada periode ke-t it R = Actual return saham i pada periode ke-t it
E[Rit] =Expected return saham i pada periode ke-t - Actual Return : 1 1 − − − = it it it it P P P R (3.2) Notasi :
R = Actual return saham i pada periode ke-t it
Pit = Harga saham sekarang
Pit - 1 = Harga saham hari sebelumnya
- Expected Return menggunakan market adjusted model:
[ ]
Rit =Rmt E[ ]
1 1 Rit E − − − = t t t IHSG IHSG IHSG (3.3) Notasi:E[Rit] = Expected return saham i pada periode ke-t Rmt = return indeks pasar pada periode estimasi ke-t IHSG = Indeks Harga Saham Gabungan
3.4.3. Konsep : Trading Volume Activity
• Definisi operasional : Jumlah total lembar saham suatu perusahaan yang diperdagangkan pada periode tertentu di bursa. • Indikator empirik :
∑
∑
= t waktu pada beredar yang i saham t waktu pada gkan diperdagan yang i saham TVAit (3.4) Notasi :TVAit = merupakan aktivitas perdagangan saham perusahaan investasi pada waktu t
3.5. Metode Pengumpulan Data
Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang telah dipublikasikan, dan dikumpulkan oleh peneliti dengan menggunakan prosedur sebagai berikut :
a) Nama dan kode perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan melakukan pemecahan saham pada tahun 2003-2006. Data tersebut diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory tahun 2003-2006 yang terdapat di Laboratorium Pasar Modal Universitas Kristen Petra.
b) Tanggal pengumuman pemecahan saham tiap-tiap emiten yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory tahun 2003-2006 yang terdapat di Laboratorium Pasar Modal Universitas Kristen Petra.
c) Jumlah saham yang diperdagangkan oleh tiap-tiap emiten selama event windows. Data ini diperoleh dari Laboratorium Pasar Modal Universitas Kristen Petra.
d) Jumlah saham beredar tiap-tiap emiten selama event windows. Data tersebut diperoleh dari Laboratorium Pasar Modal Universitas Kristen Petra.
e) Data harga saham harian (closing price) tiap-tiap emiten. Data ini diperoleh dari Laboratorium Pasar Modal Universitas Kristen Petra.
f) Indeks Harga Saham Gabungan Harian tahun 2003-2006. Data ini diperoleh dari Laboratorium Pasar Modal Universitas Kristen Petra.
3.6. Teknik Analisa Data
a) Menghitung actual return dengan menggunakan persamaan (3.2)
b) Menghitung expected return menggunakan market adjusted model dengan persamaan (3.3)
c) Menghitung abnormal return dengan menggunakan persamaan (3.1) d) Menghitung AAR (Average Abnormal Return) :
n ARit AAR=
∑
Notasi :AAR = Rata-rata abnormal return
ARit = Abnormal return saham i pada periode ke-t
n =
∑
tsebelum stock split atau∑
tsesudah stock split (karena datanya homogen maka dapat dilakukan AAR) e) Menghitung mean AAR :mean
n AAR AAR=
∑
Notasi :mean AAR = Rata-rata average abnormal return AAR = average abnormal return
n = Jumlah sampel
f) Menghitung TVA dengan menggunakan persamaan (3.4) g) Menghitung ATVA (Average Trading Volume Activity) :
n TVA ATVAt =
∑
Notasi :t
ATVA = Rata-rata trading volume activity pada periode ke-t TVAi,t = Trading volume activity saham i pada periode ke-t n =
∑
tsebelum stock split atau∑
tsesudah stock split (karena datanya homogen maka dapat dilakukan ATVA)mean
n ATVA ATVA=
∑
Notasi :
mean ATVA = Rata-rata average trading volume activity ATVA = average trading volume activity
n = Jumlah sampel i) Uji Normalitas
Uji normalitas menggunakan Kolmogorov Smirnov Test pada program komputer Statistical Package for Social Science (SPSS). Bila hasil sig 2-tailed uji normalitas lebih besar dari 5% maka data berdistribusi normal, tetapi bila hasil sig 2-tailed uji normalitas lebih kecil dari 5% maka data berdistribusi tidak normal. Jika data berdistribusi normal, maka uji beda dua rata-rata yang digunakan adalah paired sample t-test yang merupakan uji statistik parametrik. Tetapi jika data tidak berdistribusi normal, maka uji beda dua rata-rata yang digunakan adalah wilcoxon signed rank test yang merupakan uji statistik non parametrik.
j) Uji Hipotesis 1
Pengujian hipotesis untuk melihat apakah terdapat perbedaan pada mean average abnormal return sebelum dan sesudah stock split dilakukan dengan menggunakan uji beda dua rata-rata. Hipotesis nol dan hipotesis alternatif dari hipotesis ini adalah sebagai berikut :
H01 = tidak terdapat perbedaan pada mean average abnormal return sebelum dan sesudah stock split
HA1 = terdapat perbedaan pada mean average abnormal return sebelum dan sesudah stock split
Kedua hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut : H01 : mean AARsebelum = mean AARsesudah
HA1: mean AARsebelum ? mean AARsesudah Keterangan :
mean AARsebelum= Average abnormal return lima hari sebelum stock split mean AARsesudah = Average abnormal return lima hari sesudah stock split Tingkat signifikansi (a) yang digunakan adalah 5% (0,05).
a. Distribusi normal menggunakan paired sample t test t-hit dihitung dengan rumus :
2 1 2 1 1 1 n n Sp X X
t
hit + − = Notasi : X = mean AARSp = simpangan baku kedua populasi n = Jumlah sampel
simpangan baku dihitung dengan rumus :
(
)
(
)
2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 − + − + − = n n S n S n Sp Daerah penolakan :H0 ditolak jika t-hit < -ta/2,v dant-hit > ta/2,v
b. Distribusi tidak normal menggunakan wilcoxon signed rank test z-hit dihitung dengan rumus :
2 2 2 1 2 1 2 1 n n X X
z
hitσ
σ
− − = Notasi : X = mean AARσ
2 = varian n = Jumlah sampel varian dihitung dengan rumus :(
)
1 2 1 2 − − =∑
n X Xσ
Daerah penolakan :k) Uji Hipotesis 2
Pengujian hipotesis 2 untuk menguji apakah terdapat perbedaan pada mean average trading volume activity sebelum dan sesudah stock split dilakukan dengan menggunakan uji beda dua rata-rata. Hipotesis nol dan hipotesis alternatif dari hipotesis ini adalah sebagai berikut :
H02 = tidak terdapat perbedaan pada mean average trading volume activity sebelum dan sesudah stock split
HA2= terdapat perbedaan pada mean average trading volume activity sebelum dan sesudah stock split
Kedua hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut : H02 : mean ATVAsebelum = mean ATVAsesudah
HA2: mean ATVAsebelum ? mean ATVAsesudah Keterangan :
mean TVAsebelum= Trading Volume Activity lima hari sebelum stock split mean TVAsesudah = Trading Volume Activity lima hari sesudah stock split Tingkat signifikansi (a) yang digunakan adalah 5% (0,05).
a. Distribusi normal menggunakan paired sample t test t-hit dihitung dengan rumus :
2 1 2 1 1 1 n n Sp X X
t
hit + − = Notasi : X = mean ATVASp = simpangan baku kedua populasi n = Jumlah sampel
simpangan baku dihitung dengan rumus :
(
)
(
)
2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 − + − + − = n n S n S n Sp Daerah penolakan :H0 ditolak jika t-hit < -ta/2,v dant-hit > ta/2,v
z-hit dihitung dengan rumus : 2 2 2 1 2 1 2 1 n n X X