KOSMETOLOGI DAN TEKNOLOGI KOSMETIK
FORMULASI PEWARNA RAMBUT
SEMI SOLID PERMANEN
Dosen: Rachmi Hutabarat, M.Si, Apt.
Nama Anggota :
GALISTA RASYID 1233001
AGENDA APRIANA 12334006
BAB I : PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
• Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membrane mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan,
mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.
• Sediaan pewarna rambut adalah kosmetika yang digunakan dalam tata rias rambut untuk mewarnai rambut, baik untuk mengembalikan warna rambut asli atau mengubah warna rambut asli menjadi warna baru.
• Konsumen lebih memilih yang memiliki daya lekat warna lebih lama yaitu pewarna rambut jenis permanen karena zat warna tersebut sangat lekat pada rambut.
• Zat warna yang sering digunakan dalam sediaan kosmetika umumnya adalah zat warna kimiawi.
• Penggunaan bahan-bahan kimiawi pada produk kosmetika dinilai kurang aman karena dapat menimbulkan efek samping pada penggunaan jangka panjang.
• Pemakaian zat warna alami ssebagai suatu solusi sangat dibutuhkan karena efek
sampingnya yang relatif kecil juga untuk lebih memanfaatkan potensi alam Indonesia yang kaya akan tanaman yang mengandung zatwarna alami. tanaman pacar kuku atau hena
dan daun jambu biji
• Pewarna rambut dibuat dalam bentuk sediaan pasta. Kemudian dilakukan evaluasi sediaan seperti pengamatan pewarnaan rambut dan stabilitas warnanya serta uji iritasi dengan
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
A. Rambut
1. Definisi Rambut
Rambut merupakan sesuatu yang keluar dari dalam kulit berbentuk seperti benang tipis.Rambut tidak mempunyai syaraf perasa, sehingga rambut tidak terasa sakit kalau dipotong.
2. Fungsi Rambut 3. Anatomi Rambut a. Ujung Rambut b. Batang Rambut. c. Akar Rambut. B. Pewarna Rambut
1. Sedian Pewarna Rambut A. Kelas Daya Lekat Warna
Kelas daya lekat warna meliputi sediaan pewarna rambut sesuai dengan lama waktu pelekatan warna pada rambut, dibedakan menjadi :
a). Pewarna Rambut Temporer adalah pewarnaan rambut dengan maksud untuk menambah cerah dan warna rambut.
b). Pewarnaan Rambut Semi Permanen adalah pewarnaan rambut yang memiliki daya lekat yang tidak terlalu lama, daya lekatnya ada yang 4 – 6 minggu, ada juga yang 6 – 8 minggu.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
B. Pewarna Rambut
c). Pewarnaan Rambut Permanen adalah pewarnaan rambut yang memiliki daya lekat jauh lebih lama dan akan tetap melekat pada rambut hingga :
- Pertumbuhan rambut selanjutnya dan rambut yang terkena cat pewarna dipotong. - Dilunturkan dengan proses pemucatan rambut.
- Dilunturkan dengan penghilang cat.
Dalam hal ini, sifat lekat zat warna pada rambut dibedakan menjadi pelekatan penetrasi dan pelekatan salut. Hampir semua pewarnaan rambut permanen yang profesional dikerjakan dengan penggunaan zat warna rambut pelekatan penetrasi, dengan sediaan pewarna rambut langsung atau sediaan pewarnaa rambut oksidasi.
B. Kelas Metode Pewarnaan
a). Pewarnaan rambut langsung.
b). Pewarnaan rambut tidak langsung.
2. Bahan Pewarna Rambut
1. Bahan pewarnaan rambut temporer 2. Bahan pewarnaan semi permanen. 3. Bahan pewarnaan permanen.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
B. Pewarna Rambut
3. Zat Warna Alam
4. Zat Warna Senyawa Logam 5. Zat Warna Senyawa Oksidatif
C. Tumbuhan Pacar Kuku
Serbuk keseluruhan tanaman dikenal dengan nama henna yang dikemas dalam wadah peka cahaya sebagai serbuk halus kehijauan.Warna yang dihasilkan sesuai dengan bagian tumbuhan yang digunakan, seperti akar memberikan warna hitam, daun memberikan warna merah, dan batang memberikan warna natural (tidak berwarna).
D. Tumbuhan Jambu Biji (Psidium guajava L.)
Hasil ekstraksi dan karakterisasi zat warna alami dari daun jambu biji (Psidium Guajava L.) menunjukkan bahwa daunnya mengandung antosianin seperti cyanidin-3-sophoroside dan cyanidin-3-glucoside serta mengandung flavan-3,4-diols yang tergolong senyawa tanin berupa pigmen kuning sampai coklat. Senyawa tersebut berperan penting pada pewarnaan daun jambu biji).
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
A. Prinsip Percobaan
Pewarna rambut pemanen dibuat dalam bentuk sediaan pasta dengan
tujuan warna hitam dengan komponen terbesar yaitu zat warna. Zat warna
yang digunakan adalah zat warna alam yang mengandung komponen warna
oksidatif berasal dari tanaman pacar kuku atau henna (Lawsonia inermis L.)
dan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.). Sebelum dibuat formula
pewarna rambut, dilakukan orientasi terhadap rambut uban untuk
menentukan konsentrasi pirogalol dan tembaga (II) sulfat masing-masing 1%
yang akan memberikan warna coklat sedang.
3)Henna dengan konsentrasi
30% akan memberikan warna cokelat muda
5)dan ekstrak daun jambu biji
40% diharapkan akan memberikan warna hitam gelap. Kemudian dilakukan
evaluasi sediaan seperti pengamatan pewarnaan rambut dan stabilitas
warnanya serta uji iritasi dengan cara patch test untuk memastikan
keamanan bahan dan keamanan produk.
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
B. Pembuatan Formula
Nama Bahan Fungsi F1 (%) F2 (%) F3 (%) F4 (%) F5 (%) HPMC Gelling agent 1 - - - -Gliserin Humektan 2.5 - - - 15 Metil paraben Zat pengawet 0.02 - - - 0.20
Hena Zat warna - - - 40 30 Indigon Zat warna - - - 40 -Infus pacar kuku Zat warna Ad 100 - - - -Ekstrak buah karamunting Zat warna - 3 - - -Ekstrak daun jambu biji Zat warna - - 12 - 40
Pirogalol Zat pembangkit warna - 2 1 - 1 Tembaga (II) sulfat Senyawa logam - 1.4 1 - 1 Xanthan gum Bahan pensuspensi - 0.5 0.5 -
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
B. Prosedur Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2. Timbang bahan dengan seksama zat warna, fase air (aquadest, metal paraben, dan gliserin), tembaga (II) sulfat, dan pirogalol satu persatu.
3. Campurkan kedua zat warna hena dan ekstrak daun jambu biji, gerus hingga homogen dengan menggunakan lumpang.
4. Panaskan fase air hingga suhu 75-800C.
5. Masukkan massa 4 ke dalam massa 3, aduk hingga homogen.
6. Tambahkan tembaga (II) sulfat dan pirogalol satu persatu, aduk hingga homogen. 7. Masukkan massa 6 kedalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari cahaya.
Evaluasi
8. Pengamatan pewarnaan rambut 9. Pengamatan Stabilitas Warna
10. Stabilitas warna terhadap pencucian 11. Stailitas warna terhadap sinar matahari 12. Uji Keamanan (Patch Test)
BAB IV : PEMBAHASAN
Karakteristik F1 F2 F3 F4 F5
Bentuk sediaan Gel Suspensi Suspensi Suspensi Pasta
Warna Cokelat Hitam
gelap Hitam gelap Cokelat
Hitam gelap Kestabilan warna
terhadap pencucian Stabil Stabil Stabil Stabil Stabil
Kestabilan warna terhadap sinar
matahari
Stabil Stabil Stabil Stabil Stabil