PEMANTAUAN, PEMELIHARAAN,
PEMANTAUAN, PEMELIHARAAN,
PERBAIKAN SARANA DAN
PERBAIKAN SARANA DAN
PERALATAN
PERALATAN
S S O O P P No.Dokumen 26.223/SOP/UKP/AS/2016 No.Dokumen 26.223/SOP/UKP/AS/2016 No Revisi No Revisi Tanggal terbitTanggal terbit 05 Mei 201605 Mei 2016 Halaman 1/2 Halaman 1/2 PUSKESMAS PUSKESMAS ALALAK ALALAK SELATAN SELATAN Dr.H.Fajar Dr.H.Fajar Sukma N.A Sukma N.A NIP.197708 NIP.197708 26200701 26200701 1008 1008 1.
1. Definisi Definisi Pemantauan, Pemantauan, PemelihaPemeliharaan, raan, Perbaikan Perbaikan saranasarana dan peralatan adalah serangkaian kegiatan yang dan peralatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam upaya terrsedianya sarana
dilakukan dalam upaya terrsedianya sarana kerjakerja dan peralatan dengan kondisi yang sesuai dengan dan peralatan dengan kondisi yang sesuai dengan persyaratan kesehatan dalam penyelenggaraan persyaratan kesehatan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan
pelayanan kesehatan 2.
2. Tujuan Tujuan Tersedianya sarana Tersedianya sarana kerja kerja yang yang nyaman nyaman dandan peralatan yang berada dalam kondisi baik serta peralatan yang berada dalam kondisi baik serta aman
aman 3.
3. Kebijakan Kebijakan Pemantauan, Pemantauan, pemelihapemeliharaan, raan, perbaikan perbaikan saranasarana dan peralatan dilakukan oleh unit umum
dan peralatan dilakukan oleh unit umum bekejasama dengan sanitarian
bekejasama dengan sanitarian 4. Referensi
4. Referensi 5.
5. Prosedur Prosedur 1.1. Memeriksa secara berkala sarana danMemeriksa secara berkala sarana dan peralatan yang digunakan
peralatan yang digunakan 2.
2. Menerima semua pengaduan dari pasienMenerima semua pengaduan dari pasien maupun petugas kesehatan mengenai maupun petugas kesehatan mengenai kerusakan dari sarana maupun peralatan kerusakan dari sarana maupun peralatan yang
yang digunakan digunakan dalam dalam pelayananpelayanan kesehatan
kesehatan 3.
yang harus d
yang harus dilakukan peilakukan perbaikanrbaikan 4.
4. Merencanakan Merencanakan perbaikan perbaikan sarana sarana dandan peralatan bekerjasama dengan sanitarian peralatan bekerjasama dengan sanitarian 5.
5. Mengusulkan Mengusulkan perbaikan perbaikan sarana sarana dandan peralatan ke kepala puskesmas
peralatan ke kepala puskesmas 6. Diagram 6. Diagram air air 7. Unit 7. Unit terkait terkait
Unit Umum, Sanitarian Unit Umum, Sanitarian
PEMELIHARAAN DAN PEMANTAUAN PEMELIHARAAN DAN PEMANTAUAN INSTALASI LISTRIK,AIR, VENTILASI, INSTALASI LISTRIK,AIR, VENTILASI,
GAS & SISTEM LAIN GAS & SISTEM LAIN
S S O O P P No.Dokumen 26.221/SOP/UKP/AS/2016 No.Dokumen 26.221/SOP/UKP/AS/2016 No Revisi No Revisi Tanggal terbit
Tanggal terbit 05 Mei 201605 Mei 2016 Halaman 1/3 Halaman 1/3 PUSKESMAS PUSKESMAS ALALAK ALALAK SELATAN SELATAN Dr.H.Fajar Dr.H.Fajar Sukma N.A Sukma N.A NIP.19770 NIP.19770 826200701 826200701 1 008 1 008 1.
1. Definisi Definisi Instalasi Instalasi adalah adalah penjaringan penjaringan pipa/kabel pipa/kabel untukuntuk fasilitas listrik, air bersih, air limbah, telepon dan fasilitas listrik, air bersih, air limbah, telepon dan lain-lain yang diperlukan untuk menunjang
lain-lain yang diperlukan untuk menunjang kegiatan pelayanan kesehatan.
kegiatan pelayanan kesehatan.
Pemeliharaan Instalasi terdiri dari perawatan Pemeliharaan Instalasi terdiri dari perawatan rutin dan perbaikan/rehab. Perawatan rutin rutin dan perbaikan/rehab. Perawatan rutin dilakukan secara rutin dan berkala, sedangkan dilakukan secara rutin dan berkala, sedangkan perbaikan/rehab dilakukan hanya terhadap perbaikan/rehab dilakukan hanya terhadap instalasi yang rusak.
instalasi yang rusak. 2.
2. Tujuan Tujuan Sebagai Sebagai pedoman pedoman pemeliharaapemeliharaan n dan dan pemantauapemantauann instalasi listrik, air, ventilasi, gas dan sistem lain instalasi listrik, air, ventilasi, gas dan sistem lain bagi seluruh pengelola unit kerja di lingkungan bagi seluruh pengelola unit kerja di lingkungan puskesmas. puskesmas. 3. Kebijakan 3. Kebijakan 4. Referensi 4. Referensi 5.
5. Prosedur Prosedur Tata Tata cara cara pemeliharaan pemeliharaan listriklistrik 1.
1. Diupayakan agar tidak terjadi hubunganDiupayakan agar tidak terjadi hubungan silang dan aliran balik
silang dan aliran balik 2.
2. Jaringan inst Jaringan instalasi agar ditata sedemikalasi agar ditata sedemikian rupaian rupa agar memenuhi syarat estetika
agar memenuhi syarat estetika 3.
3. Jaringan Jaringan instalasi instalasi tidak tidak menjadi menjadi tempattempat perindukan serangga dan tikus
4. Pengoperasian instalasi sesuai dengan prosedur tetap yang telah ditentukan
5. Konstruksi instalasi diupayakan agar sesuai dengan standar desain yang berlaku
6. Pelaksanaan perbaikan/rehab dilakukan oleh pihak lain yang berkompeten
Tata cara pemeliharaan air
1. Air bersih dapat diperoleh dari Perusahaan Air Minum, sumber air tanah atau sumber lain 2. Tersedia air bersih untuk kebutuhan pasien
dan tenaga kesehatan puskesmas sesuai dengan persyaratan kesehatan
3. Sumber air bersih dan sarana distriburinya harus bebas dari pencemaran fisik, kimia dan bakteriologis
4. Dilakukan pengambilan sampel air bersih pada sumber, bak penampungan dan kran terjauh diperiksakan di laboratorium minimal 2 kali setahun
Tata cara pemeliharaan udara dan cahaya (ventilasi)
1. Menjaga suhu dan kelembaban udara setiap ruangan di puskesmas dengan menggunakan ventilasi dan alat penata udara seperti AC, kipas angin dll
2. Pencahayaan alam maupun buatan
diupayakan agar tidak menimbulkan kesilauan dan memiliki intenditas yang sesuai 3. Penempatan bola lampu dapat menghasilkan
penyinaran yang optimum
fungsinya segera dilakukan penggantian Tata cara pemeliharaan gas
1. Agar kandungan gas pencemar dalam udara ruangan tidak melebihi konsentrasi maksimum perlu dilakukan :
a. Petukaran udara diupayakan dapat berjalan dengan baik
b. Ruangan pelayanan tidak berhubungan langsung dengan dapur
c. Pemberlakukan larangan merokok di ruangan/gedung puskesmas
d. Tidak menggunakan bahan bangunan yang mengeluarkan bau yang menyengat
6. Diagram air
7. Unit Kerja
PENGGUNAAN APAR
S O P No.Dokumen 26.224/SOP/UKP/AS/2016 No Revisi Tanggal terbit 05 Mei 2016 Halaman 1 PUSKESMAS ALALAK SELATAN Dr.H.Fajar Sukma N.A NIP.197708 26 200701 1 0081. Definisi APAR adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran apabila terjadi kebakaran dimana APAR ini berfungsi bila
kebakaran yang terjadi adalah api yang masih kecil
2. Tujuan Sebagai pedoman langkah-langkah pemakaian APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
3. Kebijakan Setiap bangunan/gedung dipasang APAR dan
diberi tanda “ Alat Pemadam Api”
4. Referensi
5. Prosedur 1. Tarik Pin yang terdapat pada tabung pemadam 2. Arahkan nozle atau selang tabung pemadam
ke sumber api
3. Lalu tekan tuas tabung pemadam, kemudian 4. Semprotkan alat pemadam api ringan tersebut
ke sumber api dengan cara di sapu atau disisir dari kiri ke kanan atau sebaliknya
6. Diagram air
7. Unit Kerja
PEMANTAUAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN DAN PROSEDUR PENANGANAN LIMBAH BERBAHAYA
S O P No.Dokumen 26.227/SOP/UKP/AS/2016 No Revisi Tanggal terbit 05 Mei 2016 Halaman 1/3 PUSKESMAS ALALAK SELATAN Dr.H.Fajar Sukma N.A NIP.197708 26 200701 1 008
1. Definisi Setiap kegiatan yang berkaitan dengan penanganan limbah berbahaya oleh semua personil
2. Tujuan Untuk memastikan pelaksanaan dan penanganan
limbah berbahaya tidak menimbulkan
pencemaran dan membahayakan lingkungan sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akan dapat ditelusuri penyebabnya. 3. Kebijakan 1. Pemantauan dilakukan oleh tenaga
pelaksana.
2. Pemantauan penanganan limbah
berbahaya dapat dilakukan setiap bulan 4. Referensi
5. Prosedur Mengidentifikasi Limbah Berbahaya 1. Sanitarian dan petugas terkait
1.1 Masing-masing penghasil limbah berbahaya mengidentifikasi jenis dan jumlah limbah berbahaya yang secara
periodik dihasilkan oleh unit tersebut. 1.2 Identifikasi tersebut ditulis dalam buku
penanggung jawab.
Pengumpulan limbah berbahaya 2. Petugas laboratorium
2.1 Masing-masing penghasil limbah berbahaya mengidentifikasi jenis dan jumlah limbah berbahaya yang secara
periodik dihasilkan oleh unit tersebut. 2.2 Masing-masing unit melaporkan hasil
limbah berbahaya kepada sanitarian tentang jenis dan jumlah limbah yang akan diserahkan dengan mengisi laporan bulanan limbah berbahaya.
2.3 Penghasil limbah padat berbahaya mengangkut limbah berbahaya ke gudang
penyimpanan sementara limbah
berbahaya.
2.4 Limbah cair dari masing-masing unit langsung di alirkan ke IPAL puskesmas. 2.5 Petugas sanitarian memverifikasi jenis dan
jumlah limbah berbahaya yang dihasilkan. 2.6 Masa simpan dalam TPS limbah berbahaya
maksimal 15 hari sesuai yang di jadwalkan oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. 2.7 Dinas kesehatan mengambil limbah
berbahaya ke puskesmas dan langsung mengantar ke RSUD Ulin sebagai pihak ketiga
3. Pengelolaan/Pemusnahan limbah berbahaya dilakukan oleh pihak ketiga (RSUD Ulin Banjarmasin).
6. Distribusi Petugas Sanitarian, Petugas Laboratorium, Koordinator Unit
7. Unit Kerja
INVENTARISASI, PENGELOLAAN, PENYIMPANAN DAN PENGGUNAAN
BAHAN BERBAHAYA S O P No.Dokumen 26.225/SOP/UKP/AS/2016 No Revisi Tanggal terbit 05 Mei 2016 Halaman 1/2 PUSKESMAS ALALAK SELATAN Dr.H.Fajar Sukma N.A NIP.197708 26 200701 1 008
1. Definisi Suatu rangkaian kegiatan yang mencakup pencatatan atau pendaftaran, pengumpulan,
penyimpanan, pemanfaatan/penggunaan,
pengolahan bahan yang karena sifat kimia maupun kondisi fisiknya berpotensi menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia, kerusakan properti dan atau lingkungan.
2. Tujuan Untuk menerangkan mekanisme inventarisasi, pengelolaan, penyimpanan dan penggunaan bahan berbahaya.
3. Kebijakan 1. Inventarisasi bahan berbahaya 2. Penyimpanan bahan berbahaya
3. Monitoring penggunaan bahan berbahaya 4. Referensi
5. Prosedur 1. Sanitarian
1.1 Mengidentifikasi semua bahan
berbahaya untuk penanganan dan penyimpanan sesuai ketentuan.
1.2 Menerima informasi telah dilaksanakan pengelolaan bahan berbahaya.
1.3 Memonitor atau melakukan pengawasan pelaksanaan pengelolaan bahan berbahaya.
1.4 Melakukan verifikasi di checklist monitoring.
2. Pengelola Barang
2.1 Menginventarisir semua bahan
berbahaya sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Petugas Laboratorium
3.1 Membuat jadwal monitoring
penggunaan bahan berbahaya
3.2 Mengkoordinasikan dengan petugas terkait
3.3 Menginformasikan hasil monitoring ke petugas terkait
6. Distribusi 7. Unit
Kerja
Petugas Sanitarian, Pengelola Barang, Petugas laboratorium
PENGENDALIAN DAN PEMBUANGAN LIMBAH BERBAHAYA S O P No.Dokumen 26.226/SOP/UKP/AS/2016 No Revisi Tanggal terbit 05 Mei 2016 Halaman 1/3 PUSKESMAS ALALAK SELATAN Dr.H.Fajar Sukma N.A NIP.197708 26 200701 1 008
1. Definisi Limbah bahan beracun dan berbahaya adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dn atau beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya dn atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup dan atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.
2. Tujuan 1. Untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh limbah bahan beracun dan berbahaya
2. Agar dapat dilakukan pemulihan kualitas lingkungan yang sudah tercemar sehingga sesuai dengan fungsinya kembali
3. Kebijakan 4. Referensi
5. Prosedur 1. Pemilahan Limbah
dari sumber yang terdiri dari limbah infeksius, limbah patologi, limbah benda tajam limbah farmasi, sitotoksis, limbah kimiawi, limbah radioaktif, limbah container bertekanan dan dengan kandungan logam berat yang tinggi. Kategori limbah beracun dan berbahaya berdasarkan criteria sebagai berikut :
a. Mudah meledak b. Mudah terbakar c. Bersifat reaktif d. Beracun e. Menyebabkan infeksi f. Bersifat korosif
2. Pengumpulan Limbah Medis
a. Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan penghasil limbah di masukkan ke tempat khusus limbah medis yang sudah disediakan
b. Limbah akan disimpan di tempat khusus selama kurang lebih 15 hari sesuai yang dijadwalkan Dinkes Kota sebagai pihak kedua dan dengan RSUD Ulin sebagai pihak ketiga (yang memusnahkan limbah) 3. Persyaratan Pewadahan Limbah Medis
a. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air dan tertutup b. Untuk benda tajam seperti limbah jarum suntik (spuit) langsung dimasukkan ke dalam safety box yang sudah disediakan. 6. Distribusi
7. Unit Kerja
PEMANTAUAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN DAN PROSEDUR PENANGANAN LIMBAH BERBAHAYA
S O P No.Dokumen 26.227/SOP/UKP/AS/2016 No Revisi Tanggal terbit 05 Mei 2016 Halaman 1/3 PUSKESMAS ALALAK SELATAN Dr.H.Fajar Sukma N.A NIP.197708 26 200701 1 008
1. Definisi Setiap kegiatan yang berkaitan dengan penanganan limbah berbahaya oleh semua personil
2. Tujuan Untuk memastikan pelaksanaan dan
penanganan limbah berbahaya tidak
menimbulkan pemcemaran dn membahayakan lingkungan sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akan dapat ditelusuri penyebabnya.
3. Kebijakan 1. Pemantauan dilakukan oleh tenaga pelaksana. 2. Pemantauan penanganan limbah berbahaya
dapat dilakukan bulanan. 4. Referensi
5. Prosedur Mengidentifikasi Limbah Berbahaya 1. Sanitarian dan Petugas Terkait
a. Masing-masing penghasil limbah berbahya mengidentifikasi jenis dan jumlah limbah berbahaya yang secara periodik dihasilkan oleh unit tersebut.
b. Identifikasi tersebut di tulis dalam buku inventaris oleh masing-masing unit penanggung jawab.
Pengumpulan Limbah Berbahaya 2. Petugas Laboratorium
a. Masing-masing penghasil limbah berbahaya mengidentifikasi jenis dan jumlah limbah berbahaya yang secara
periodik dihasilkan oleh unit tersebut.
b. Masing-masing unit melaporkan hasil limbah berbahaya kepada sanitarian tentang jenis dan jumlah limbah yang akan diserahkan dengan mengisi laporan bulanan limbah berbahaya.
c. Limbah berbahaya di angkut oleh petugas (CS) ke gudang penyimpanan sementara limbah berbahaya.
6. Distribusi 7. Unit
Kerja
Petugas Sanitarian, Petugas Laboratorium dan Koordinator unit
PEMANTAUAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN DAN PROSEDUR PENANGANAN LIMBAH BERBAHAYA
S O P No.Dokumen 26.227/SOP/UKP/AS/2016 No Revisi Tanggal terbit 05 Mei 2016 Halaman 1/2 PUSKESMAS ALALAK SELATAN Dr.H.Fajar Sukma N.A NIP.197708 26 200701 1 008
1. Definisi Setiap kegiatan yang berkaitan dengan penanganan limbah berbahaya oleh semua personil
2. Tujuan Untuk memastikan pelaksanaan dan
penanganan limbah berbahaya tidak
menimbulkan pencemaran dn membahayakan lingkungan sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akan dapat ditelusuri penyebabnya.
3. Kebijakan 1. Pemantauan dilakukan oleh tenaga pelaksana. 2. Pemantauan penanganan limbah berbahaya
dilakukan bulanan. 4. Referensi
5. Prosedur Mengidentifikasi Limbah Berbahaya Sanitarian dan Petugas Terkait
a. Masing-masing penghasil limbah berbahya mengidentifikasi jenis dan jumlah limbah berbahaya yang secara periodik dihasilkan oleh unit tersebut.
b. Identifikasi tersebut di tulis dalam buku inventaris oleh masing-masing unit penanggung jawab.
Pengumpulan Limbah Berbahaya Petugas Laboratorium
a. Masing-masing penghasil limbah berbahaya mengidentifikasi jenis dan jumlah limbah berbahaya yang secara
periodik dihasilkan oleh unit tersebut.
b. Masing-masing unit melaporkan hasil limbah berbahaya kepada sanitarian tentang jenis dan jumlah limbah yang akan diserahkan dengan mengisi laporan bulanan limbah berbahaya.
c. Limbah berbahaya di angkut oleh petugas (CS) ke gudang penyimpanan sementara limbah berbahaya.
6. Distribusi 7. Unit
Kerja
Petugas Sanitarian, Petugas Laboratorium dan Koordinator unit
KERANGKA ACUAN KEGIATAN PROGRAM KEAMANAN LINGKUNGAN FISIK PUSKESMAS
A. Pendahuluan
Kesehatan merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksudkan dalam pembukaan UUD 1945 melalui pembangunan nasional yang berkesinambungan.
Untuk merealisasikan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan terpadu diperlukan sarana kesehatan yang memadai dan layak baik. Mengingat hal tersebut di atas, maka suatu pelayanan yang diselenggarakan puskesmas harus memiliki suatu standart acuan ditinjau dari segi sarana fisik bangunan, serta prasarana dan infrastruktur jaringan yang memadai. Perkembangan puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia akhir-akhir ini sangat pesat, baik dari jumlah maupun pemanfaatan teknologi kedokteran, puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tetap harus mengedepankan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat dengan tanpa mengabaikan sarana, prasarana dan peralatan kesehatan.
B. Latar Belakang
Keamanan adalah kebutuhan dasar manusia yang merupakan prioritas kedua berdasarkan kebutuhan fisiologis dalam hirarki Maslow yang harus terpenuhi selama hidupnya, sebab dengan terpenuhinya rasa aman setiap individu dapat berkarya dengan optimal dalam hidupnya.
Keamanan lingkungan fisik puskesmas merupakan keadaan terciptanya kondisi yang aman untuk seluruh penghuni puskesmas, baik
staf/pegawai puskesmas, pasien, maupun pengunjung dari keadaan yang dapat menimbulkan bahaya, kerusakan, kecelakaan.
C. Tujuan
Tujuan keamanan lingkungan fisik puskesmas ialah untuk mengelola resiko di lingkungan dimana pasien dirawat dan staf bekerja.
D. Sasaran
Sasaran dari panduan ini adalah seluruh staf puskesmas, pasien serta pengunjung puskesmas.
E. Ruang Lingkup
Ruang Lingkup dari panduan keamanan lingkungan fisik puskesmas ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, pendidikan dan pelatihan petugas, pemantauan, dan evaluasi
F. Batasan Operasional
Keamanan lingkungan fisik puskesmas, meliputi : 1. Keselamatan dan Keamanan
- Keselamatan adalah suatu keadaan tertentu dimana gedung, halaman, dan peralatan tidak menimbulkan bahaya atau resiko bagi pasien, staf, dan pengunjung.
- Keamanan adalah proteksi dari kehilangan, pengrusakan dari kerusakan, atau akses serta penggunaan oleh mereka yang tidak berwenang.
2. Keamanan dari bahan berbahaya, yang meliputi : penanganan , penyimpanan, dan penggunaan bahan berbahaya lainnya harus dikendalikan dan limbah bahan berbahaya di buang secara aman. 3. Keamanan dari keadaan emergensi (darurat) yaitu tanggapan
terhadap wabah, bencana, dan keadaan emergensi direncanakan dan efektif.
4. Keamanan dari bahaya kebakaran yaitu perlindungan penghuni dan property puskesmas dari kebakaran dan asap
5. Perlindungan dari resiko kegagalan operasi sistem utilitas, yaitu listrik dan air.
G. Jadwal Kegiatan
Kegiatan Jadwal
Jan Feb Mar et
Ap ril
Mei Juni Juli Agt Sept Okt Nop Des
1.Kebersihan dalam ruangan 2.Kebersihan toilet
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
3. Kebersihan halaman dan taman Puskesmas√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
4.Memelihara sarana dan prasarana Puskesmas 5. Pemeliharaan alat dan barang secara periodikH. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan pelaporannya I. Pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan
BAB II
STANDAR KETENAGAAN
A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia
Semua staf puskesmas harus berperan aktif dalam program keamanan lingkungan fisik puskesmas. Penanggung jawab program ini ialah masing-masing petugas yang memiliki.
Petugas program yang terlibat meliputi : penanggung jawab kemanan (security), penanggung jawab kebersihan (cleaning service), penanggung jawab kesehatan lingkungan, serta penanggung jawab pemeliharaan
barang.
1. Security (Satpam)
Security puskesmas merupakan penanggung jawab keamanan lingkungan fisik puskesmas. Satpam puskesmas memiliki pendidikan terakhir SMA.
Adapun tugas poko satpam adalah menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan/kawasan kerja khususnya pengamanan fisik. Fungsi satpam adalah segala usaha kegiatan melindungi dan mengamankan lingkungan puskesmas dari setiap gangguan keamanan dan ketertiban serta pelanggaran hukum dari luar maupun dari dalam. Sedangkan peranan satpam sebagai berikut :
a. Sebagai unsure pembantu pimpinan dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban.
b. Sebagai unsure pembantu POLRI dalam hal penegakan hukum di area tugasnya.
2. Penanggung jawab kebersihan (cleaning service)
Cleaning service merupakan petugas yang bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan puskesmas baik dalam ruangan maupun di luar ruangan.
Adapun tugas pokok cleaning service, antara lain :
a. Melakukan pembersihan dalam ruangan, yang meliputi :
- Menyapu dan mengepel sebelum dan sesudah jam pelayanan - Membersihkan debu pada setiap benda yang ada dalam ruangan
dengan menggunakan lap dan atau kemoceng - Membuang sampah yang ada pada setiap ruangan - Membersihkan kaca
- Membersihkan dinding dan langit-langit ruangan dari sarang laba-laba
b. Melakukan pembersihan WC, yang meliputi : - Menyikat lantai setiap hari
- Membersihkan jamban setiap hari
- Menguras bak minimal satu kali dalam seminggu
- Membersihkan dinding dan langit-langit dari sarang laba-laba c. Melakukan pembersihan halaman dan taman puskesmas
d. Menyiram bunga yang ada di puskesmas 3. Penanggung jawab kesehatan lingkungan 4. Penanggung jawab pengurus barang
Pengurus barang merupakan petugas pengelola barang. Adapun tugas pokok dan tanggung jawab pengurus barang antara lain :
a. Menyusun laporan sarana dan prasarana puskesmas alalak selatan b. Membuat laporan pemakaian barang habis pakai setiap bulan c. Menyusun rencana pemeliharaan alat dan barang secara periodik d. Menyusun rencana kalibrasi alat dan barang secara periodik e. Menyusun SOP Pengelolaan barang
f. Mengkoordinir pengisian kartu inventaris ruangan setiap bulan g. Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana puskesmas B. Distribusi Ketenagaan
1. Satpam / Security
2. Penanggung jawab kebersihan sebanyak 3 orang (puskesmas, poned dan TFC)
3. Penanggung jawab kesehatan lingkungan sebanyak dua orang 4. Penanggung jawab barang sebanyak satu org
C. Jadwal Kegiatan - Terlampir
PEMANTAUAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN DAN PROSEDUR PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA
S O P No.Dokumen 26.226/SOP/UKP/AS/2016 No Revisi Tanggal terbit 05 Mei 2016 Halaman 1/2 PUSKESMAS ALALAK SELATAN Dr.H.Fajar Sukma N.A NIP.197708 26 200701 1 008
1. Definisi Suatu pedoman setiap kegiatan yang berkaitan dengan penanganan bahan berbahaya oleh semua personil
2. Tujuan Sebagai acuan petugas dalam pemantauan pelaksanaan kebijakan dan prosedur penanganan bahan berbahaya.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Alalak Selatan tentang inventarisasi, pengelolaan, penyimpanan dan penggunaan bahan berbahaya.
4. Referensi
5. Prosedur Sanitarian dan Petugas Terkait
Petugas Mengidentifikasi jenis dan jumlah bahan berbahaya yang secara periodik dihasilkan oleh penghasil bahan berbahaya.
Petugas menulis hasil identifikasi tersebut dalam buku inventaris bahan berbahaya.
Petugas Laboratorium
Petugas Mengidentifikasi jenis dan jumlah bahan berbahaya yang secara periodik dihasilkan oleh penghasil bahan berbahaya.
masing-masing unit kepada sanitarian tentang jenis dan jumlah bahan yang akan diserahkan
dengan mengisi laporan bulanan bahan berbahaya.
Petugas penghasil bahan berbahaya mengangkut bahan berbahaya kegudang penyimpanan sementara bahan berbahaya dan bersama petugas sanitarian memverifikasi jenis dan jumlah bahan berbahaya dan memberikan label. 6. Distribusi
7. Unit Kerja
Petugas Sanitarian, Petugas Laboratorium dan Koordinator unit
PEMILAHAN SAMPAH
No.Dokumen 26.230/SOP/UKP/AS/2016 No Revisi
Tanggal terbit 05 Mei 2016 Halaman 1/2 Puskesmas Alalak Selatan Dr.H.Fajar Sukma N.A NIP.19770826 200701 1 008
1 Pengertian Suatu tata cara yang mengatur tentang pemilahan sampah yang dihasilkan di ruangan menjadi
sampah medis dan non medis
2 Tujuan 1. Melindungi petugas pembuang sampah dari penyebaran infeksi
2. Melindungi petugas ruangan terhadap penyebaran infeksi
3. Mencegah penularan infeksi di ruangan
4. Mengatur cara-cara membagi limbah berbahaya dengan aman
3 Kebijakan SK Kepala Puskesmas Alalak Selatan No.
26.406/SK/Admen/AS/2016 tentang
Pengendalian dan Pembuangan limbah berbahaya 4 Referensi
5 Prosedur 1. Petugas menyediakan tempat sampah yang berbeda untuk sampah medis dan non medis
2. Petugas membuang sampah medis di dalam bak sampah dengan plastik warna kuning
3. Petugas membuang sampah non medis di dalam bak sampah dengan plastik warna hitam
4. Petugas membuang sampah benda tajam (jarum suntik), botol bekas vaksin/obat, vial, ampule, kaca slide ke dalam safety box
5. Petugas pengambil sampah mengikat plastik sampah sebelum dimasukkan ke bak
pembuangan sementara
6. Untuk sampah medis di buang ke TPS sampah medis yang telah disediakan
7. Untuk sampah non medis di buang ke TPS
6 Diagram air
7 Unit Terkait
PEMELIHARAAN & PENGOPERASIAN GENERATOR SET (GENSET)
No.Dokumen 26.231/SOP/UKP/AS/2016 No Revisi
Tanggal terbit 05 Mei 2016 Halaman 1/2 Puskesmas Alalak Selatan Dr.H.Fajar Sukma N.A NIP.19770826 200701 1 008
1 Definisi Pemeliharaan dan pengoperasian mesin genset adalah kegiatan menghidupkan mesin genset yang dilakukan dua kali dalam seminggu yang berguna untuk pemeliharaan genset
2 Tujuan Untuk menjamin bahwa system mesin genset berfungsi secara baik dan benar
3 Kebijakan SK Kepala Puskesmas Alalak Selatan No.
26.421/SK/Admen/AS/2016 tentang
Pemantauan, pemeliharaan, perbaikan sarana dan peralatan
4 Referensi
5 Prosedur 1. Prosedur menghidupkan mesin genset
a. Pastikan bahwa kabel aki ke genset sudah terhubung
b. Pastikan kondisi air radiator, oli mesin dan bahan bakar sudah siap digunakan
c. Nyalakan mesin genset dengan menekan tombol dan memutar kearah kanan sampai mesin berbunyi
d. Matikan aliran listrik PLN
e. Hubungkan aliran listrik puskesmas ke mesin genset
2. Prosedur mematikan mesin genset
a. Putar secara pelan tombol kea rah kiri sampai mesin genset mati
b. Kembalikan tombol ke posisi off
c. Lepaskan aliran listrik puskesmas pada mesin genset
3. Prosedur pemeliharaan
a. Mesin genset di hidupkan dua kali dalam seminggu selama 10
–
15 menitb. Memperhatikan isi air radiator, oli mesin dan bahan bakar (solar) selalu dalam keadaan terisi
c. Menjaga kebersihan mesin genset
6 Diagram air
7 Unit Terkait
PEMANTAUAN LINGKUNGAN FISIK PUSKESMAS S O P No.Dokumen 26.220/SOP/UKP/AS/2016 No Revisi
Tanggal terbit 05 Mei 2016
Halaman 1/2 PUSKESMAS ALALAK SELATAN Dr.H.Fajar Sukma N.A NIP.1977082 6 200701 1 008
1. Pengertian Pemantauan lingkungan fisik puskesmas adalah kegiatan yang dilakukan untuk memastikan lingkungan fisik dalam kondisi bersih pada ruangan/ gedung dan halaman dalam keadaan siap digunakan, higienes dan nyaman.
2. Tujuan Untuk memastikan kebersihan lingkungan puskesmas selalu terjaga sehingga proses pelayanan berlangsung dengan nyaman dan hygienes
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Alalak Selatan No. 26.008/SK/Admen/AS/2016 tentang Penunjang Layanan Klinis
4. Referensi Permenkes RI No. 13 tahun 2015 ttg
Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas
5. Prosedur 1. Sanitarian membuat jadwal kebersihan perbulan dan diserahkan kepada petugas kebersihan
2. Petugas kebersihan melaksanakan tugasnya sesuai jadwal (setiap hari) dan memberikan checklist dan paraf di jadwal yang ada
kebersihan setiap hari dan mencatat saran perbaikan di kolom monitoring
6. Distribusi 7. Dokumen
Terkait
JIKA TERJADI KEBAKARAN
S O P No.Dokumen 26.222/SOP/UKP/AS/2016 No RevisiTanggal terbit 05 Mei 2016 Halaman 1/2 PUSKESMAS ALALAK SELATAN Dr.H.Fajar Sukma N.A NIP.19770 826200701 1008
1. Pengertian Langkah-langkah yang harus ditempuh bila terjadi kebakaran di Puskesmas
2. Tujuan Menyelamatkan jiwa pasien dan petugas kesehatan serta menyelamatkan sarana dan prasarana yang ada di Puskesmas
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Alalak Selatan No. 26.008/SK/Admen/AS/2016 tentang Penunjang Layanan Klinis
4. Referensi
5. Prosedur 1. Listrik dipadamkan serta dilakukan pemadaman dengan alat yang tersedia (Apar) 2. Petugas Jaga menyelamatkan pasien dan
ditempatkan pada tempat yang aman
3. Menyelamatkan sarana dan prasarana yang bisa diselamatkan
4. Jika dirasa perlu agar menghubungi Dinas Pamadam Kebakaran setempat untuk mendapat pertolongan.
5. Setelah Kabakaran bisa di atasi, dibawah koordinasi pihak puskesmas, pasien dan seluruh peralatan yang ada dipindahkan ke
tempat penampungan sementara. 6. Mendata semua kerugian puskesmas 6. Diagram
air
PEMANTAUAN/MONITORING
KEBERSIHAN
S O P No.Dokumen 26.271/SOP/UKP/AS/2016 No RevisiTanggal terbit 05 Mei 2016 Halaman 1/2 PUSKESMAS ALALAK SELATAN Dr.H.Fajar Sukma N.A NIP.197708 26200701 1008
1. Pengertian Pemantauan /monitoring kebersihan adalah kegiatan memantau dan mengevaluasi hasil dari kegiatan kebersihan yang dilaksanakan di
puskesmas alalak selatan
2. Tujuan Agar kegiatan kebersihan berjalan sesuai dengan SOP
3. Kebijakan 4. Referensi
5. Prosedur 1. Sanitarian memantau kegiatan kebersihan yang dilaksanakan oleh petugas kebersihan 2. Sanitarian memastikan bahwa sudah
dilaksanakan dan diparaf oleh petugas kebersihan
3. Sanitarian menulis saran perbaikan di kolom monitoring 6. Diagram air 7. Unit terkait Cheklist kegiatan