Deret Balmer Pada Spektrum Hidrogen Deret Balmer Pada Spektrum Hidrogen
Melany Putri Razita (140310130029 ) Melany Putri Razita (140310130029 ) Program Studi Fisika, FMIP
Program Studi Fisika, FMIPA Universitas PadjadjaranA Universitas Padjadjaran 13 November 2015 13 November 2015 Asistan : Irdiyanto Asistan : Irdiyanto Abstrak Abstrak
Atom hidrogen merupakan atom yang paling sederhana yang terdiri dari bagian terkecil dari suatu Atom hidrogen merupakan atom yang paling sederhana yang terdiri dari bagian terkecil dari suatu zat yang terdiri dari sub-sub atom yang memiliki muatan tersendiri. Banyak macam-macam atom, namun zat yang terdiri dari sub-sub atom yang memiliki muatan tersendiri. Banyak macam-macam atom, namun atom yang akan ditinjau pada percobaan ini adalah atom Argon, Neon, dan Hidrogen. Atom hidrogen atom yang akan ditinjau pada percobaan ini adalah atom Argon, Neon, dan Hidrogen. Atom hidrogen memiliki spektrum diskrit yang bentuk fisis dari spektrum atom hidrogen ini diperlihatkan dengan memiliki spektrum diskrit yang bentuk fisis dari spektrum atom hidrogen ini diperlihatkan dengan keberadaan empat garis diskrit yang terlihat pada pendaraan spektrum hidrogen yang pada kenyataannya keberadaan empat garis diskrit yang terlihat pada pendaraan spektrum hidrogen yang pada kenyataannya hanya menghasilkan dua spektrum warna saja yaitu merah dan hijau. Fenomena ini dirumuskan oleh hanya menghasilkan dua spektrum warna saja yaitu merah dan hijau. Fenomena ini dirumuskan oleh Balmer menjadi sebuah deret yang dikenal dengan deret Balmer. Eksperimen deret Balmer ini bertujuan Balmer menjadi sebuah deret yang dikenal dengan deret Balmer. Eksperimen deret Balmer ini bertujuan untuk menentukan panjang gelombang
untuk menentukan panjang gelombang ((ℎℎ)),, ((ℎℎ −− )),, ()().. Eksperimen ini dilakukan dengan menyusun alat yaitu menghubungkan sumber cahaya ke prisma lalu Eksperimen ini dilakukan dengan menyusun alat yaitu menghubungkan sumber cahaya ke prisma lalu dihubungkan celah atau masing-masing kisi dan terakhir menuju layar. Dimana sumber cahaya yang dihubungkan celah atau masing-masing kisi dan terakhir menuju layar. Dimana sumber cahaya yang digunakan berupa lampu Argon, Neon, dan Hidrogen. Kemudian, memvariasikan jarak kisi sebesar 10 digunakan berupa lampu Argon, Neon, dan Hidrogen. Kemudian, memvariasikan jarak kisi sebesar 10 cm, 20 cm, dan 30 cm.
cm, 20 cm, dan 30 cm.
(Keyword: Teori atom Bohr, Spektrum Atom,
(Keyword: Teori atom Bohr, Spektrum Atom, deret Balmer, panjang gelombang)deret Balmer, panjang gelombang)
I.
I. PendahuluanPendahuluan
Cahaya yang dipancarkan setiap gas Cahaya yang dipancarkan setiap gas berbeda-beda
berbeda-beda sesuai sesuai karakteristik karakteristik gasgas tersebut. Apabila seberkas cahaya tersebut. Apabila seberkas cahaya polikromatis
polikromatis seperti seperti lampu lampu listrik listrik dan dan sinarsinar matahari dilewatkan melalui prisma maka matahari dilewatkan melalui prisma maka akan diperoleh spektrum kontinyu yang akan diperoleh spektrum kontinyu yang terdiri dari berbagai warna penyusunnya. terdiri dari berbagai warna penyusunnya. Spektrum garis dihasilkan apabila sumber Spektrum garis dihasilkan apabila sumber cahaya polikromatik seperti lampu listrik cahaya polikromatik seperti lampu listrik dan sinar matahari diganti oleh busur listrik dan sinar matahari diganti oleh busur listrik berisi
berisi gas gas hidrogen hidrogen maka maka akan akan dihasilkandihasilkan spektrum yang tidak kontinyu. Kemudian, spektrum yang tidak kontinyu. Kemudian, fenomena ini dirumuskan oleh Balmer fenomena ini dirumuskan oleh Balmer menjadi sebuah deret yang dikenal dengan menjadi sebuah deret yang dikenal dengan deret Balmer. Deret Balmer adalah deret deret Balmer. Deret Balmer adalah deret yang menunjukkan identifikasi suatu atom. yang menunjukkan identifikasi suatu atom. Pada praktikum kali ini akan dilakukan Pada praktikum kali ini akan dilakukan identifikasi deret Balmer pada atom identifikasi deret Balmer pada atom hidrogen sehingga spektrumnya dapat hidrogen sehingga spektrumnya dapat diamati. Tujuan praktikum kali ini adalah diamati. Tujuan praktikum kali ini adalah
untuk menentukan panjang gelombang untuk menentukan panjang gelombang
((ℎℎ)),, ((ℎℎ −−
)),, ()(). Model atom bohr. Model atom bohr yang mengemukan tentang inti berukuran yang mengemukan tentang inti berukuran sangat kecil dan bermuatan positif yang sangat kecil dan bermuatan positif yang dikelilingi elektron negatif dengan orbit dikelilingi elektron negatif dengan orbit tertentu hal ini dapat kita gunakan untuk tertentu hal ini dapat kita gunakan untuk mengetahui deret balmer setiap elektron. mengetahui deret balmer setiap elektron. II.
II. Teori DasarTeori Dasar
2.1. Sejarah perkembangan atom 2.1. Sejarah perkembangan atom
Atom berasal dari bahasa yunani Atom berasal dari bahasa yunani yaitu atomos yang berarti tidak dapat yaitu atomos yang berarti tidak dapat dipotong. Sesuai pengertian dipotong. Sesuai pengertian tersebut,Atom-atom adalah partikel penyusun semua benda atom adalah partikel penyusun semua benda yang berukuran sangat kecil. Di dalam atom yang berukuran sangat kecil. Di dalam atom juga
juga terdapat terdapat sub-atom, sub-atom, yaitu yaitu partikelpartikel penyusun
penyusun atom atom yang yang ukurannya ukurannya lebih lebih kecil.kecil. Sulit bagi kita untuk membayangkan Sulit bagi kita untuk membayangkan seberapa kecil atom ini, satu titik yang ada seberapa kecil atom ini, satu titik yang ada di akhir kalimat ini saja memiliki panjang di akhir kalimat ini saja memiliki panjang
sekitar 20 juta atom. Setiap atom memiliki sekitar 20 juta atom. Setiap atom memiliki inti,
inti, yang yang terdiri terdiri dariproton dariproton dan dan neutron,neutron, serta elektron yang bergerak cepat di sekitar serta elektron yang bergerak cepat di sekitar inti. Elektron, neutron dan proton inti. Elektron, neutron dan proton merupakan bagian terkecil dari atom, namun merupakan bagian terkecil dari atom, namun para
para ilmuan ilmuan modern modern berpendapat berpendapat bahwabahwa proton
proton dan dan neutron neutron tersusun tersusun atas atas partikel- partikel- partikel
partikel yang yang lebih lebih kecil kecil lagi lagi yangyang disebut kuark. Teori atom berkembang dari disebut kuark. Teori atom berkembang dari teori
teori atom atom Demokritus, Demokritus, Dalton, Dalton, ThompsonThompson sampai Rutherford dan Bohr. Berikut sampai Rutherford dan Bohr. Berikut penjelasan:
penjelasan: 1.
1. Teori DemokritusTeori Demokritus
Demokritus menyatakan bahwa Demokritus menyatakan bahwa bagian
bagian terkecil terkecil dari dari suatu suatu unsur unsur adalahadalah atom. Atom yang sangat kecil tersebut atom. Atom yang sangat kecil tersebut terdiri dari inti yang bermuatan positif terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron bermuatan dan dikelilingi oleh elektron bermuatan negatif.
negatif. 2.
2. Teori Atom John DaltonTeori Atom John Dalton
Pada tahun 1803, John Dalton Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom. mengemukakan pendapatnya tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier menyatakan (hukum prouts). Lavosier menyatakan bahwa
bahwa “Massa total zat“Massa total zat-zat sebelum reaksi-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa
bahwa “Perbandingan “Perbandingan massa massa unsur unsur -unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari kedua hukum tersebut Dalton kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom mengemukakan pendapatnya tentang atom
sebagai berikut:
sebagai berikut:
Atom merupakan bagian terkecil dari Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi. materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda. Atom-atom bergabung yang berbeda. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan
bilangan bulat bulat dan dan sederhana. sederhana. Misalnya Misalnya airair
terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen. Dalton digambarkan dengan model oksigen. Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru. Seperti gambar berikut ini:
peluru. Seperti gambar berikut ini:
Gambar 1.
Gambar 1. Teori atom Dalton [1] Teori atom Dalton [1] Kelemahan:
Kelemahan:
Teori dalton tidak menerangkan hubungan Teori dalton tidak menerangkan hubungan antara larutan senyawa dan daya hantar arus antara larutan senyawa dan daya hantar arus listrik.
listrik.
2. Teori Atom J.J.
2. Teori Atom J.J. ThomsonThomson
Thomson menduga sinar itu dari Thomson menduga sinar itu dari atom gas dalam tabung.. Jumlah muatan atom gas dalam tabung.. Jumlah muatan positif
positif yang yang tinggal tinggal tentu tentu sama sama dengandengan jumlah
jumlah muatan muatan elektron elektron yang keluar, yang keluar, karenakarena pada mulanya atom itu netral.
pada mulanya atom itu netral.
Gambar 2.
Gambar 2. Teori Atom Thomson [2] Teori Atom Thomson [2] Elektron sangat ringan sehingga Elektron sangat ringan sehingga dapat meninggalkan atom jika diberi energi, dapat meninggalkan atom jika diberi energi, misalnya diberi tegangan listrik. Oleh karena misalnya diberi tegangan listrik. Oleh karena itu, diduga elektron berada di bagian luar itu, diduga elektron berada di bagian luar atom. Berdasarkan penalaran seperti ini, atom. Berdasarkan penalaran seperti ini, akhirnya Thomson merumuskan teori yang akhirnya Thomson merumuskan teori yang disebut teori atom Thomson, yang disebut teori atom Thomson, yang meyebutkan bahwa atom merupakan sebuah meyebutkan bahwa atom merupakan sebuah bola
bola kecil kecil bermuatan bermuatan positif positif dan dan didi permukaannya
permukaannya tersebar tersebar elektron elektron yangyang bermuatan
bermuatan negatif negatif (gambar (gambar 3). 3). Model Model iniini juga
juga disebut disebut model model roti roti kismis. kismis. RotiRoti digambarkan sebagai atom bermuatan positif digambarkan sebagai atom bermuatan positif dan kismis sebagai elektronnya.
3.Teori Atom Rutherford 3.Teori Atom Rutherford
Rutherford bersama dua orang Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden) melakukan percobaan yang Masreden) melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Dari menembus lembaran tipis kertas. Dari pengamatan
pengamatan mereka, mereka, didapatkan didapatkan faktafakta bahwa
bahwa apabila apabila partikel partikel alfa alfa ditembakkanditembakkan pada
pada lempeng lempeng emas emas yang sangat yang sangat tipis, tipis, makamaka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan
penyimpangan sudut sudut kurang kurang dari dari 1.1. Rutherford mengusulkan model atom yang Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif,
positif, dikelilingi dikelilingi oleh oleh elektron elektron yangyang bermuatan
bermuatan negatif. negatif. Rutherford Rutherford mendugamenduga bahwa
bahwa didalam didalam inti inti atom atom terdapat terdapat partikelpartikel netral yang berfungsi mengikat netral yang berfungsi mengikat partikel- partikel
partikel positif positif agar agar tidak tidak saling saling tolaktolak menolak.
menolak.
Gambar 3.
Gambar 3. Teori Atom Rutherford [3] Teori Atom Rutherford [3] Kelemahan:
Kelemahan:
Tidak dapat menjelaskan mengapa Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. 4. Teori Atom Bohr
4. Teori Atom Bohr
Pada tahun 1913, pakar fisika Pada tahun 1913, pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya
percobaannya tentang tentang spektrum spektrum atomatom hidrogen. Percobaannya ini berhasil hidrogen. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan elektron memberikan gambaran keadaan elektron
dalam menempati daerah disekitar inti atom. dalam menempati daerah disekitar inti atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck, Rutherford dan teori kuantum dari Planck, diungkapkan dengan empat postulat, sebagai diungkapkan dengan empat postulat, sebagai berikut:
berikut:
Hanya ada seperangkat orbit tertentuHanya ada seperangkat orbit tertentu
yang diperbolehkan bagi satu elektron yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti. lintasan melingkar disekeliling inti.
Selama elektron berada dalam lintasanSelama elektron berada dalam lintasan
stasioner, energi elektron tetap sehingga stasioner, energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap.
yang dipancarkan maupun diserap.
Elektron hanya dapat berpindah dariElektron hanya dapat berpindah dari
satu lintasan stasioner ke lintasan satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Pada peralihan ini, stasioner lain. Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya
besarnya sesuai sesuai dengan dengan persamaanpersamaan planck, ΔE = hv.
planck, ΔE = hv.
Lintasan stasioner yang dibolehkanLintasan stasioner yang dibolehkan
memilki besaran dengan sifat-sifat memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu, terutama sifat yang disebut tertentu, terutama sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum momentum sudut. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏, dengan n adalah bilangan atau nh/2∏, dengan n adalah bilangan bulat
bulat dan dan h h tetapan tetapan planck.planck. Menurut model atom bohr, Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.
energinya.
2.2. Spektrum Garis Atom Hidrogen 2.2. Spektrum Garis Atom Hidrogen
Menurut Max Planck radiasi Menurut Max Planck radiasi elektromagnetik bersifat diskontinyu atau elektromagnetik bersifat diskontinyu atau dalam bentuk kuanta. Diskontinyuitas dalam bentuk kuanta. Diskontinyuitas
radiasi elektromagnetik dikuatkan oleh efek radiasi elektromagnetik dikuatkan oleh efek fotolistrik yang dikembangkan oleh Albert fotolistrik yang dikembangkan oleh Albert Einstein. Sedangkan kuantisasi atau kuanta Einstein. Sedangkan kuantisasi atau kuanta energi digunakan oleh Niels Bohr dalam energi digunakan oleh Niels Bohr dalam momentum sudut elektron untuk momentum sudut elektron untuk pengembangan
pengembangan teorinya teorinya tentang tentang atomatom hidrogen.
hidrogen.
Spektrum garis didapat dengan cara Spektrum garis didapat dengan cara sebagai berikut:
sebagai berikut:
Zat yang diselidiki spektrumnyaZat yang diselidiki spektrumnya
diuapkan pada temperatur tinggi diuapkan pada temperatur tinggi
Uap yang terbentuk diletakkanUap yang terbentuk diletakkan
diantara dua elektroda grafit diantara dua elektroda grafit
Listrik bertegangan tinggi dialirkanListrik bertegangan tinggi dialirkan
melalui elektroda grafit melalui elektroda grafit
Spektrum garis yang paling sederhana Spektrum garis yang paling sederhana adalah spektrum garis atom hidrogen.
adalah spektrum garis atom hidrogen.
Gambar 4.
Gambar 4. Spektrum Cahaya Polikromatik Spektrum Cahaya Polikromatik [4]
[4]
2.3. Deret Balmer 2.3. Deret Balmer
Bila atom h ditumbuk oleh elektron Bila atom h ditumbuk oleh elektron yang bergerak dari katoda ke anoda. Tumbukan yang bergerak dari katoda ke anoda. Tumbukan yang terjadi akibat dari pindahnya energi kinetik yang terjadi akibat dari pindahnya energi kinetik elektron. Eksitasi atom hidrogen dapat elektron. Eksitasi atom hidrogen dapat direpresentasikan dalam suatu deret yang direpresentasikan dalam suatu deret yang diungkapkan oleh Lyman, Balmer, Paschen, diungkapkan oleh Lyman, Balmer, Paschen, Brackett, dan Phund. Deret-deret tersebut dapat Brackett, dan Phund. Deret-deret tersebut dapat digambarkan dalam diagram berikut.
digambarkan dalam diagram berikut. Apabila Apabila elektron berpindah dari tingkat energi elektron berpindah dari tingkat energi rendah menuju tingkat energi tinggi maka rendah menuju tingkat energi tinggi maka energi akan diserap untuk melakukan proses energi akan diserap untuk melakukan proses tersebut. Elektron yang berpindah dari tersebut. Elektron yang berpindah dari tingkat energi rendah menuju tingkat energi tingkat energi rendah menuju tingkat energi yang lebih tinggi menyebabkan elektron yang lebih tinggi menyebabkan elektron tereksitasi. Akan tetapi keadaan elektron tereksitasi. Akan tetapi keadaan elektron tereksitasi ini tidak stabil sehingga elektron tereksitasi ini tidak stabil sehingga elektron kembali dari tingkat energi tinggi menuju kembali dari tingkat energi tinggi menuju
tingkat energi rendah yang disertai tingkat energi rendah yang disertai pelepasan energi dalam bentuk radiasi.
pelepasan energi dalam bentuk radiasi.
Gambar 5.
Gambar 5. Diagram Energi Atom H[5] Diagram Energi Atom H[5] Dari kelima deret yang terlihat pada Dari kelima deret yang terlihat pada diagram diatas dapat diringkas dalam satu diagram diatas dapat diringkas dalam satu persamaan
persamaan yang yang disebut disebut deret deret spektrumspektrum hidrogen:
hidrogen:
Dimana
Dimana R R adalah adalah konstanta konstanta RydbergRydberg yang nilainya 1,097 × 10 yang nilainya 1,097 × 1077 m m−1−1.. - Deret Lyman ( - Deret Lyman (mm = 1) = 1) dengan dengan nn = 2, 3, 4, ….= 2, 3, 4, …. - Deret Balmer ( - Deret Balmer (mm = 2) = 2) dengan dengan nn = 3, 4, 5 ….= 3, 4, 5 …. - Deret Paschen ( - Deret Paschen (mm = 3) = 3) dengan dengan nn = = 4, 4, 5, 5, 66 …. …. - Deret Bracket ( - Deret Bracket (mm = = 4)4) dengan dengan nn = = 5, 5, 6, 6, 7,7, …. …. - Deret Pfund ( - Deret Pfund (mm = = 5)5) dengan dengan nn = = 6, 6, 7, 7, 88 …. ….
III.
III. PercobaanPercobaan 3.1
3.1 Alat dan BahanAlat dan Bahan 1.
1. 1 Balmer 1 Balmer lamp, lamp, power supply power supply unitunit 2.
2. 1 Bench top clamp1 Bench top clamp 3.
3. 1Small optical bench1Small optical bench 4.
4. 6 Leybold multiclamps6 Leybold multiclamps 5.
5. 1 Adjustable slit1 Adjustable slit 6.
6. 1 1 Spring Spring clamp clamp holderholder 7.
7. 1 Copy of the Rowland grating1 Copy of the Rowland grating 8. 8. 1 Lens f = 50 mm1 Lens f = 50 mm 9. 9. Lens f = 100 mmLens f = 100 mm 10. 10. 1 Translucent1 Translucent 3.2
3.2 Metode EksperimenMetode Eksperimen
Menyusun peralatan optis seperti Menyusun peralatan optis seperti pada
pada gambar gambar berikutberikut Setelah menyalakanSetelah menyalakan lampu, menunggu sekitar 1-2 menit untuk lampu, menunggu sekitar 1-2 menit untuk memulai mengukur pita spektrum biru, memulai mengukur pita spektrum biru, biru-hijau dan merah dari terang pusat. hijau dan merah dari terang pusat. Mempertajam spektum garis yang terlihat Mempertajam spektum garis yang terlihat pada
pada papan papan layar layar dengan dengan mengatur mengatur celahcelah pada
pada perangkaperangkat t adjustable adjustable slit.slit. Menutup/menghalangi cahaya lain yang Menutup/menghalangi cahaya lain yang keluar dari lampu jika diperlukan.
keluar dari lampu jika diperlukan. MenandaiMenandai spektrum garis orde pertama pada papan spektrum garis orde pertama pada papan layar.
layar. Mengukur dan mencatat jarak b dan a.Mengukur dan mencatat jarak b dan a. Memvariasikan jarak antar (a) kisi ke layar Memvariasikan jarak antar (a) kisi ke layar (24 variasi).
(24 variasi). IV.
IV. Data dan AnalisisData dan Analisis
Untuk Lampu NeonUntuk Lampu Neon
Untuk Lampu ArgonUntuk Lampu Argon
B. Membuat grafik hubungan jarak kisi B. Membuat grafik hubungan jarak kisi terhadap Spektrum untuk
terhadap Spektrum untuk masing-masingmasing-masing Lampu
Lampu
Untuk Lampu ArgonUntuk Lampu Argon
Untuk Lampu NeonUntuk Lampu Neon
Untuk Lampu HidrogenUntuk Lampu Hidrogen
C. Membandingkan panjang
C. Membandingkan panjang gelombanggelombang hasil perhitungan dengan panjang
hasil perhitungan dengan panjang gelombang dari grafik
gelombang dari grafik
Untuk Lampu ArgonUntuk Lampu Argon
Untuk Lampu NeonUntuk Lampu Neon
Analisa: Analisa:
Pada praktikum kali ini, kita Pada praktikum kali ini, kita melakukan percobaan mengenai deret melakukan percobaan mengenai deret Balmer pada spektrum Hidrogen. Deret Balmer pada spektrum Hidrogen. Deret Balmer merupakan deret yang menunjukkan Balmer merupakan deret yang menunjukkan identifikasi suatu atom. Pada percobaan, identifikasi suatu atom. Pada percobaan, sumber cahaya polikromatis yang digunakan sumber cahaya polikromatis yang digunakan adalah lampu Argon, Neon, dan Hidrogen. adalah lampu Argon, Neon, dan Hidrogen. Dalam percobaan, kita memvariasikan jarak Dalam percobaan, kita memvariasikan jarak a (jarak celah ke layar) yaitu sebesar 10 cm, a (jarak celah ke layar) yaitu sebesar 10 cm, 20 cm, dan 30 cm. Pada percobaan pertama 20 cm, dan 30 cm. Pada percobaan pertama yaitu dengan sumber cahaya dari lampu yaitu dengan sumber cahaya dari lampu neon dengan masing-masing variasi jarak neon dengan masing-masing variasi jarak menghasilkan warna merah, hijau, dan biru. menghasilkan warna merah, hijau, dan biru. Dari setiap warna yang ditampilkan pada Dari setiap warna yang ditampilkan pada layar, kita berikan titik tengah pada setiap layar, kita berikan titik tengah pada setiap warna. Kemudian, dari setiap titik tengah warna. Kemudian, dari setiap titik tengah tersebut, kita dapat mengukur jarak dari titik tersebut, kita dapat mengukur jarak dari titik pusat
pusat ke ke masing-masing masing-masing warna warna yangyang ditampilkan pada layar. Kita mengukurnya ditampilkan pada layar. Kita mengukurnya dengan 2 arah yaitu ke kiri dan ke kanan dengan 2 arah yaitu ke kiri dan ke kanan dari titik pusat. Dari data hasil percobaan, dari titik pusat. Dari data hasil percobaan, terlihat bahwa semakin besar jarak a(jarak terlihat bahwa semakin besar jarak a(jarak celah ke layar), maka jarak dari titik pusat celah ke layar), maka jarak dari titik pusat terhadap warna yang ditampilkan pada layar terhadap warna yang ditampilkan pada layar juga
juga akan akan semakin semakin besar. besar. Dari Dari data data hasilhasil percobaan,
percobaan, kita kita dapat dapat menentukan menentukan panjangpanjang gelombang merah yaitu 0,00662
gelombang merah yaitu 0,00662
Pada lamapu neon kita dapatkan Pada lamapu neon kita dapatkan panjang helombang
panjang helombang
Lalu, kita dapat membandingkan Lalu, kita dapat membandingkan pangjang
pangjang gelombang gelombang dari dari hasil hasil perhitunganperhitungan dengan panjang gelombang berdasarkan dengan panjang gelombang berdasarkan grafik. Pada panjang gelombang dari grafik grafik. Pada panjang gelombang dari grafik dapat kita tentukan dengan cara mengalikan dapat kita tentukan dengan cara mengalikan
22 dari grafik dengan panjang gelombang dari grafik dengan panjang gelombang dari hasil perhitungan. Terlihat dari tabel dari hasil perhitungan. Terlihat dari tabel pengolahan data
pengolahan data diatas diatas bahwa perbedaannyabahwa perbedaannya hanya sedikit sehingga menghasilkan KSR hanya sedikit sehingga menghasilkan KSR yang kecil yaitu 0,01 untuk lampu Argon, yang kecil yaitu 0,01 untuk lampu Argon, 0,05978388 untuk lampu Neon, dan 0,05978388 untuk lampu Neon, dan 0,11012113 untuk lampu Hidrogen(KSR ini 0,11012113 untuk lampu Hidrogen(KSR ini contoh untuk lampu warna merah). Terlihat contoh untuk lampu warna merah). Terlihat juga dari grafik hasil pengolahan data
juga dari grafik hasil pengolahan data diatas,diatas,
bahwa
bahwa semakin semakin besar besar jarak jarak kisi, kisi, maka maka jarakjarak spektrum yang dihasilkan juga akan semakin spektrum yang dihasilkan juga akan semakin jauh.
jauh. Lalu Lalu terlihat terlihat juga juga untuk untuk lampulampu Hidrogen hanya menghasilkan 2 warna yaitu Hidrogen hanya menghasilkan 2 warna yaitu merah dan hijau-kebiru-biruan. Seperti merah dan hijau-kebiru-biruan. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Hidrogen memilik nomor atom paling kecil Hidrogen memilik nomor atom paling kecil yaitu 1. Terlihat dari data hasil percobaan, yaitu 1. Terlihat dari data hasil percobaan, untuk atom hidrogen hanya menghasilkan 2 untuk atom hidrogen hanya menghasilkan 2 warna yaitu merah dan Hijau-Kebiru-biruan. warna yaitu merah dan Hijau-Kebiru-biruan. Hal ini mungkin terjadi karena hidrogen Hal ini mungkin terjadi karena hidrogen memiliki jumlah elektron paling kecil atau memiliki jumlah elektron paling kecil atau dengan nomor atom 1. Berbeda halnya dengan nomor atom 1. Berbeda halnya dengan Argon yang memiliki nomor atom dengan Argon yang memiliki nomor atom 18 dan Neon yang memiliki nomor atom 10 18 dan Neon yang memiliki nomor atom 10 pada tabel periodik.
pada tabel periodik.
Kesimpulan Kesimpulan
Panjang gelombang
Panjang gelombang ((ℎℎ)) untuk untuk lampu Hidrogen sebesar 0,0007 m atau 700 nm. lampu Hidrogen sebesar 0,0007 m atau 700 nm. Panjang gelombang panjang gelombang Panjang gelombang panjang gelombang
((ℎℎ −− )) untuk untuk lampulampu Hidrogen adalah sebesar 0,00051 m atau 510 Hidrogen adalah sebesar 0,00051 m atau 510 nm.
nm.
Daftar Pustaka Daftar Pustaka
[1]
[1] Beisser, Arthur. 1987. Konsep Fisika Beisser, Arthur. 1987. Konsep Fisika
Modern. Erlangga: Jakarta Modern. Erlangga: Jakarta
[2]
http:academia.edu/5079744/Deret-Balmer- pendidikan-fisika-upi (diakses
pendidikan-fisika-upi (diakses pada Selasa pada Selasa 33 November 2015 pu
November 2015 pukul 08.00 WIB)kul 08.00 WIB)
[3]
[3]Spektrum Hidrogen.Spektrum Hidrogen.
http:slideshare.net/yokhefrans/spektrum-garis-atom-hidrogen (diakses pada Selasa 3 garis-atom-hidrogen (diakses pada Selasa 3 November 2015 pu