• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah

:

SMK Negeri 3 Amuntai

Materi pelajaran

:

Kompetensi dasar Elektronika

Kelas / semester

:

X / 2

Alokasi waktu

:

6 x 45 Jam Pelajaran

Pertemuan ke

:

1 - 2

Standar kompetensi

:

Penggunaan Alat Ukur Elektronika

Kompetensi Dasar

:

Konfigurasi Multimeter

Indikator :

1. Konfigurasi Multimeter dan bukti kegunaan dari

masing-masing perangkat yang terdapat pada

Multimeter dapat disebutkan

2. Melakukan persiapan awal dapat dilakukan dalam

bentuk ;

a. sebelum Multimeter digunakan, melakukan

peneraan angka nol dengan menggunakan

sekrup pengatur posisi jarum (preset),

b. sebelum Multimeter digunakan untuk

mengukur tahanan/resistan (resistance),

melakukan peneraan angka nol dengan

menggunakan tombol pengatur posisi jarum

pada angka nol (zero adjustment),

3. Pengaturan saklar jangkauan ukur pada batas

ukur (range) yang dibutuhkan dapat dilakukan.

A. Tujuan Pembelajaran

: 1. Dapat mengkonfigurasi Multimeter dan bukti

kegunaan dari masing-masing perangkat yang

terdapat pada Multimeter.

2. Dapat melakukan persiapan awal dalam bentuk ;

a. sebelum Multimeter digunakan, melakukan

peneraan angka nol dengan menggunakan

sekrup pengatur posisi jarum (preset),

b. sebelum Multimeter digunakan untuk

mengukur tahanan/resistan (resistance),

melakukan peneraan angka nol dengan

menggunakan tombol pengatur posisi jarum

pada angka nol (zero adjustment),

3. Dapat melakukan pengaturan saklar jangkauan

ukur pada batas ukur (range) yang dibutuhkan

dapat dilakukan.

B. Materi Pembelajaran :

KONFIGURASI MULTIMETER

ultimeter yang diuraikan pada modul ini adalah Multimeter Analog yang menggunakan kumparan putar untuk menggerakkan jarum penunjuk papan skala. Multimeter ini yang banyak dipakai karena harganya relatif

(2)

RPP

terjan bentu lewat A K d S J SA B

P Pengguna

ngkau. Jika uk angka y t penunjuka A. Konfigura Konfigurasi diperlihatkan PAPAN SEKRUP PENG POSISI JAR (PRESET JARUM PENU AKLAR JANGK UKUR BATAS UKUR

aan Alat Uk

a pada Mul ang tampil n jarum pad Gambar 1. asi Multime Multimeter n pada gam SKALA GATUR RUM ET) UNJUK KAUAN R (RANGE)

Ukur Elektro

ltimeter Dig pada layar da papan sk . Multimeter eter dan kontro bar 3.

onika SMKN

gital hasil

display

, pad kala. Lihat g r Analog ol indikator w

KN 3 Amunt

pengukuran da Multimet ambar 1 dan Gambar yang terda www.sanwa-me

tai

n langsung ter analog ha n gambar 2. 2. Multimet

pat pada seb

eter.co.jp g dapat dib asil penguk . eter Digital buah Multim TO PENGAT JA OUT (+) COMMO

2

baca dalam uran dibaca meter OMBOL TUR POSISI ARUM ON (-)

2

m a

(3)

RPP

P Pengguna

1. Papan terdapat (ACV d KABEL PENY (PROBES

aan Alat Uk

Skala : di t skala-ska an DCV), ku YIDIK S)

Ukur Elektro

GAMBAR 3 igunakan u la; tahanan uat arus (DC www.di

onika SMKN

3. KONFIGU untuk mem n/resistan (

r

CmA), dan s irectindustry.c

KN 3 Amunt

URASI MUL mbaca hasil

resistance

) d skala-skala com

tai

LTIMETER pengukura dalam satua lainnya. L MO (AL an. Pada p an Ohm (Ω) Lihat gamba JEPITAN ONCONG BUA ALIGATOR CL SKALA O SKALA V (ACV-D SKALA LA

3

apan skala ), tegangan r 4. AYA LIP) OHM VOLT DCV) AINNYA

3

a n

(4)

RPP

A. B 1 2

P Pengguna

2. Saklar J batas u ), sa menguk diingat yang l diukur jika hen 3. Sekrup angka 4. Tombol jarum p nilai t dipertem 5. Lubang Multim Multim (pengua lubang Batas Ukur 1. Batas Uk mA. Unt mA. Unt mA. Unt mA. 2. Batas Uk 1000 AC adalah 1 adalah 5

aan Alat Uk

Jangkauan ukur (

range

klar ditemp kur tegang t, dalam me lebih tinggi 220 ACV, s ndak mengu Pengatur P nol (sebelah Pengatur Ja penunjuk p tahanan/res mukan, tom g Kabel Pen meter. Ditan meter yang l atan arus se untuk men (

Range

) kur (

Range

tuk batas uk tuk batas u tuk batas uk kur (

Range

CV/DCV. Bat 0 Volt. Bat 50 Volt, demi

Ukur Elektro

GA n Ukur : dig

e

). Jika digu patkan pad gan (ACV-D ngukur tega dari tegan saklar harus ukur DCV. Posisi Jarum kiri papan s arum Pada P ada angka sistan. Dala bol diputar u nyidik : te dai dengan lebih lengka earah/DCmA ngukur kapa

e

) Kuat Aru kur (

range

) ukur (

range

) kur (

range

)

e

) Tegangan tas ukur (

ra

tas ukur (

ra

ikian seteru

onika SMKN

AMBAR 4. P unakan un unakan unt da posisi  DCV), dan angan listr ngan yang s berada pad (

preset

) : di skala). Posisi Nol (

Z

nol sebelu am prakte untuk mem empat untu n tanda (+ ap terdapat j A oleh trans asitas kapas us : biasany 0,25, kuat ) 25, kuat a 500, kuat n (ACV-DCV

ange

) 10, be

ange

) 50, be usnya.

KN 3 Amunt

PAPAN SKA ntuk menent tuk menguk , demikia kuat arus ik, posisi sa akan diuk da posisi bat gunakan un

Zero Adjust

m Multime k, kedua mosisikan jar k menghub +) atau

ou

juga luban sistor berdas sitor. ya terdiri da arus yang d arus yang arus yang d V) : terdiri d erarti tegang erarti tegang

tai

ALA tukan posisi kur nilai sa n juga jik (mA-A). klar harus b kur. Misal, tas ukur 25 ntuk mener

tment

) : dig ter digunak ujung kab rum pada an bungkan k

ut

dan (-) ng untuk m sarkan fung ri angka-an dapat diuku dapat diuku dapat diuku dari angka; gan maksim gan maksim i kerja Mult atuan tahan ka digunak Satu hal berada pada tegangan 50 ACV. Dem ra jarum pen gunakan un kan untuk bel penyidi ngka nol. kabel penyid atau

com

mengukur hf

gsi dan jeni

ngka; 0,25 ur berkisar d ur berkisar ur berkisar d 10 – 50 – 2 mal yang da mal yang da

4

timeter, dan nan (dalam kan untuk yang perlu batas ukur yang akan mikian juga nunjuk pada ntuk menera mengukur ik (

probes

) dik dengan

mmon

. Pada fe transistor isnya), dan – 25 – 500 dari 0 – 0,25 dari 0 – 25 dari 0 – 500 250 – 500 – apat diukur apat diukur

4

n m k u r n a a a r n a r n 0 5 5 0 – r r

(5)

RPP

3 C. Ba D. Kr Krite 1 2

P Pengguna

3. Batas Uk ukur (

ra

(pada sa papan sk (k), se k), Un papan sk aterai Baterai : mencatu menguk dihubung negatip b gambar 5 riteria Multi eria sebuah M 1. Kekhusu tegangan = 1/20.0 50 mikr maksima 2. Fungsi transisto penguji d (

repair

) a

aan Alat Uk

kur (

Range

)

ange

) x1, se tuan ). U kala dan dik

mua hasil p ntuk batas kala dan dik

pada Multi /mengalirk ur kompon gkan secara baterai dihu 5. imeter Multimeter t usan kepeka n, misalnya 000 = ½ x ro-Ampere ( al 50 A da tambahann or (kemampu dioda, dan k alat-alat elek COMMON (-)

Ukur Elektro

) Ohm : terd emua hasil Untuk batas kali dengan pengukuran ukur (

rang

kali dengan meter dipak kan arus ke nen (minus a seri denga bungkan de tergantung p aan, ditentu a 20 k/v u 10-4A = 0,0 (50 A) un ri rangkaia nya sebaga uan transist kapasitas ka ktronik.

+

onika SMKN

diri dari ang

pengukura ukur (

rang

10 (pada sa n dapat lang

ge

) x10k (1 10k. kai baterai k kumparan p komponen an lubang k engan term GAMBA pada : ukan oleh t untuk DCV d 05mA = 50 ntuk alat p n yang diu ai penguji tor menguat apasitor dala 0  AD

+

KN 3 Amunt

gka; x1, x10 n dapat lan

ge

) x10, sem atuan ). U gsung dibac 0k), semu kering (

dry

putar pada s n terintegra kabel penyi inal positip AR 5 tahanan/res dan 8 k/v 0 A). Multi pengukur kur. (

tester

) tra tkan arus li am hubunga J

-tai

0 dan kilo O ngsung dib mua hasil pe ntuk batas ca pada papa ua hasil pen

cell

) tipe UM saat Multim si/

Integrate

dik/

probes

( dari lubang sistan (

resis

untuk ACV imeter meng (meter) dan ansistor un istrik searah annya deng

+

-OU (+ Ohm (k). U baca pada p engukuran ukur (

rang

an skala (p ngukuran d M-3, diguna meter diguna

ed Circuit

/I (+/

out

) dim g kabel peny

istance

) diba V. (20 k/v ggunakan a n akan me ntuk mene h sampai beb gan pekerjaa UT +)

5

Untuk batas papan skala dibaca pada

ge

) kilo Ohm pada satuan dibaca pada akan untuk akan untuk C). Baterai mana kutub yidik. Lihat agi dengan v  I = E/R arus sebesar enarik arus ntukan hfe berapa kali), n perbaikan

5

s a a m n a k k i b t n R r s e , n

(6)

RPP

E. Si Seca kuat deng F. Per Persi 1 2 3 4 5 6 7 8

P Pengguna

imbol-simbo ra teoritis, u arus (Amp an simbol-s Volt-mete rsiapan Awa apan awal y 1. Baca den dikeluark 2. Multimet (Multim menguk 3. Sebelum berada pa 4. Kabel pe kabel ya yang ber 5. Pada saa sudah be memutar 6. Posisi sa diukur. J posisi ba menguku (

range

) searah (D 7. Pada pen positip, k tegangan 8. Jangan memperk

aan Alat Uk

ol untuk memp pere-meter), simbol sepert er al yang perlu A ngan teliti b kan oleh pab ter adalah eter sebagai ur Resistan dan sesuda ada posisi A nyidik (

pro

ng berwarn rwarna hitam at akan me erada pada r sekrup pen klar jangka Jika akan m atas ukur ( ur tegangan 250 ACV. H DCV), kuat a ngukuran D kabel penyid n yang aka sekali-kali kirakan besa

Ukur Elektro

permudah p dan penguk ti yang terd A Gamb Anda lakuka buku petunj brik pembua alat ukur i Volt-meter s/Tahanan ah Multimet CV dengan

obes

) Multim a merah ke m ke lubang elakukan pe posisi ang ngatur posisi auan ukur h mengukur te

range

) yan n bolak balik Hal yang s arus (DCmA CV, kabel pe dik (

probes

) n diukur. i menguku arnya kuat

onika SMKN

pembelajaran kur nilai ta apat pada g Ampere-meter bar 6. Simbo an sebelum juk penggu atnya. yang dap r), menguk (Multimeter ter digunaka batas ukur meter selalu lubang pen g penyidik engukuran ka nol. Jik i jarum (

pres

harus pada p egangan lis ng lebih tin k 220V/220 sama juga A-DCA), da enyidik (

pro

) warna hit ur kuat arus yang m

KN 3 Amunt

n, pengukur ahanan /

res

ambar 6. r ol Alat Uku menggunak naan (

man

at digunak ur Arus (M r sebagai Oh an, posisi sa (

range

) 250 u berwarna nyidik yang yang berta dengan Pe ka belum la

set

) dengan posisi yang strik bolak nggi dari te 0 ACV, letak berlaku unt an tahanan/

obes

) warna tam (-) dile arus listri mengalir.

tai

r tegangan

sistance

(Oh Oh r kan Multim

nual instruct

kan untuk Multimeter s hm-meter). aklar jangka 0ACV atau l merah dan g bertanda ( nda (-) atau rhatikan ap akukanlah p obeng minu sesuai deng balik (ACV) gangan ya kkan saklar tuk penguk /resistan (

res

merah (+) etakkan pad ik, kecuali (Volt-meter) hm-meter) d hm-meter meter adalah

ction

) Multi mengukur sebagai Am auan ukur h lebih. n hitam. Ma (+) atau

out

u

common

. pakah jarum peneraan d us (-). gan besaran ) letakkan s ang akan d r pada posisi kuran tegan

esistance

). diletakkan da kutub n i kita su

6

), pengukur ditampilkan : meter yang r tegangan mpere-meter), harus selalu asukkanlah

t

, dan kabel m penunjuk engan cara yang akan saklar pada diukur. Jika i batas ukur ngan listrik pada kutub negatip dari udah dapat

6

r n g n , u h l k a n a a r k b i t

(7)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

7

9. Untuk mengukur tahanan/resistan (

resistance

) , letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (

range

)  atau k (kilo Ohm), pertemukan ujung kedua kabel penyidik (

probes

), tera jarum penunjuk agar berada pada posisi angka nol dengan cara memutar-mutar tombol pengatur jarum pada posisi angka nol (

zero adjustment

).

10. Berhati-hatilah jika akan mengukur tegangan listrik setinggi 220 ACV. c. Rangkuman 1

1) Multimeter adalah piranti ukur yang dapat digunakan untuk mengukur besaran listrik, yaitu ; (1) tegangan, (2) arus, dan (3) tahanan (

resistance

).

2) Tegangan listrik dinyatakan dalam satuan Volt (V). 3) Arus listrik dinyatakan dalam satuan Ampere (A).

4) Tahanan/resistan (

resistance

) listrik dinyatakan dalam satuan Ohm ().

5) Saklar jangkauan Multimeter harus berada pada posisi yang sesuai dengan besaran listrik yang akan diukur.

6) Batas ukur (

range

) Multimeter harus berada pada posisi angka yang lebih besar dari nilai besaran listrik yang akan diukur.

7) Sebelum melakukan pengukuran, posisi jarum harus berada tepat pada sisi kiri papan skala.

8) Sekrup pengatur posisi jarum (

preset

) digunakan untuk mengatur posisi jarum pada angka nol.

9) Tombol pengatur jarum pada posisi angka nol (

zero adjustment

) digunakan untuk meletakkan jarum pada posisi angka nol sebelum Multimeter digunakan untuk pengukuran nilai tahanan/resistans (

resistance

). Untuk keperluan ini, ujung dari kedua kabel penyidik disatukan, tombol diputar-putar untuk memperoleh posisi jarum pada angka nol.

10) Kabel penyidik (

probes

) berwarna merah selalu dimasukkan ke lubang kabel penyidik yang bertanda (+) atau

out

.

11) Kabel penyidik (

probes

) berwarna hitam selalu dimasukkan ke lubang kabel penyidik yang bertanda (-) atau

common

.

12) Baterai pada Multimeter dihubungkan secara seri dengan lubang kabel penyidik (

probes

).

13) Pada Multimeter Analog, hasil pengukuran dibaca pada papan skala.

14) Pada Multimeter Digital, hasil pengukuran ditunjukkan langsung oleh angka yang muncul pada layar

display

.

15) Hasil pengukuran tegangan listrik (ACV-DCV) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan ACV-DCV.

16) Hasil pengukuran arus listrik (DCmA) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan DCV, A.

17) Hasil pengukuran tahanan/resistan (

resistance

) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan  - k.

18) Kriteria Multimeter ditentukan oleh seberapa besar arus yang digunakan untuk menggerakkan alat pengukur (meter). Besarnya kuat arus yang digunakan dapat dihitung dari k/Volt yang tertera pada sisi kiri bawah papan skala.

19) Pada Multimeter yang didesain khusus, terdapat perangkat untuk mengukur hfe

transistor, dioda dan kapasitas kapasitor.

20) Melalui kegiatan diskusi yang rutin, secara perlahan seseorang akan memperoleh 7 (tujuh) kecakapan hidup (

life skill

).

(8)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

8

d. Tugas 1

Untuk lebih mendalami dan lebih menguasai uraian materi 1 pada modul ini, sudi kiranya Anda melakukan tugas berikut :

1) Buatlah kelompok belajar, masing-masing kelompok maksimum 4 orang.

2) Kunjungilah bengkel elektronika/toko penjual alat-alat ukur elektronik yang ada di kota Anda (minimal 5).

3) Menggunakan contoh format berikut, catatlah tipe dan jenis Multimeter yang ada di bengkel/toko tersebut berikut perangkat yang terdapat pada konfigurasi Multimeter. 4) Untuk validasi penilaian, lembar format harus berisi tanda tangan petugas dan stempel

bengkel/toko.

5) Menggunakan mesin pencari www.google.co.id di internet, carilah gambar Multimeter

merk

lain berikut petunjuk penggunaan (

manual instruction

) nya.

Catatan untuk Guru. Tugas ini termasuk penilaian fortofolio.

Nama Kelompok : No Bengkel/Toko Nama

(cap stempel)

Multimeter

Perangkat yang ada pada Multimeter Jenis Tipe Kepekaan

01 Arsi Electronic Analog SP10D 20k/v* 1. Volt-meter 2. Ohm-meter 3. ... Analog CX505 1. Hfe meter 2. ... 3. ... Digital PC 5000 1. ... 2. ... 3. ...

* Kepekaan Multimeter dapat dilihat pada papan skala atau buku manual.

6) Diskusikan, buatlah kesimpulan, dan serahkan serahkan pada Guru untuk memperoleh penilaian.

e. Tes Formatif 1

Berilah tanda silang pada butir; a, b, c, d, atau e untuk pernyataan yang Anda anggap benar (bobot nilai = 1)

1) Multimeter adalah piranti ukur yang dapat digunakan untuk mengukur : a) Tegangan listrik.

b) Kuat arus listrik.

c) Tegangan listrik dan kuat arus listrik.

d) Tegangan listrik, kuat arus listrik, tahanan/resistan (

resistance

) listrik.

e) Tegangan listrik, kuat arus listrik, tahanan/resistan (

resistance

) listrik, dan tahanan/resistan (

resistance

) listrik yang terdapat pada komponen pasif dan aktif.

(9)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

9

2) Besaran listrik terdiri dari :

a) Tegangan (dalam satuan Volt), kuat arus (dalam satuan Ampere), tahanan/resistan (dalam satuan Ohm).

b) Tegangan, kuat arus, tahanan/resistan (

resistance

) , kapasitas kapasitor. c) Tegangan dan kuat arus.

d) Tegangan, kuat arus, tahanan/resistan (

resistance

) dan desibel. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas (bobot nilai 1).

1) Saklar jangkauan ukur pada posisi DCV, kedua ujung kabel penyidik (

probes

) dipertemukan, jarum penunjuk papan skala tidak bergerak, kenapa?

2) Buktikan bahwa baterai tipe UM-3 yang ada di bagian dalam Multimeter disambung secara seri dengan lubang kabel penyidik (

probes

).

3) Bagaimana seharusnya posisi saklar jangkauan ukur dan batas ukur (

range

) jika kita ingin mengukur besaran listrik.

4) Apa yang terjadi jika batas ukur (

range

) yang digunakan tidak sesuai dengan besaran listrik yang akan diukur.

5) Pada papan skala terdapat.

6) Buktikan bahwa pada Multimeter dengan kriteria kepekaan 20k/v akan menarik arus sebesar 50 mikro-Ampere (50 A) untuk alat pengukur (meter) dan akan menarik arus maksimal 50 A dari rangkaian yang diukur.

7) Buktikan bahwa tombol pengatur jarum pada posisi angka nol (

zero adjustment

) sangat berperan penting dalam ketepatan pembacaan hasil pengukuran nilai tahanan (

resistance

) .

8) Uraikan kegunaan sekrup pengatur posisi jarum (

preset

). f. Kunci Jawaban Tes Formatif 1

1) : e. 2) : a

3) Karena kedua kabel penyidik (

probes

) tidak dalam posisi tersambung seri dengan baterai yang ada di dalam Multimeter.

4) Saklar jangkauan ukur diletakkan pada posisi , atau k. Kedua kabel penyidik (

probes

) dimasukkan ke lubang kabel penyidik, ujung kedua kabel penyidik (

probes

) disatukan. Jarum akan bergerak karena terjadi hubungan seri antara baterai yang ada di dalam Multimeter dengan kedua kabel penyidik (

probes

). 5) Posisi saklar jangkauan ukur harus sesuai dengan besaran listrik yang akan

diukur,dan batas ukur (

range

) harus berada pada posisi yang lebih tinggi dari nilai besaran listrik yang akan diukur.

6) Multimeter tidak akan bekerja dan dapat rusak.

(10)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

10

tahanan/resistan ().

8) (20 k/v  I = E/R = 1/20.000 = ½ x 10-4A = 0,05mA = 50 A). Multimeter

menggunakan arus sebesar 50 mikro-Ampere (50 A) untuk alat pengukur (meter) dan akan menarik arus maksimal 50 A dari rangkaian yang diukur. 9) Sebelum mengukur nilai tahanan (

resistance

), kedua ujung kabel penyidik

(

probes

) disatukan, tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (

zero

adjustment

) diputar-putar untuk menempatkan jarum tepat pada posisi angka nol.

10) Sekrup pengatur posisi jarum (

preset

) digunakan untuk memosisikan jarum pada angka nol sebelum Multimeter digunakan.

g. Lembar Kerja 1

Kegunaan Multimeter A. Pengantar

embar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana memahami dan membuktikan kegunaan perangkat yang ada pada sebuah Multimeter, berikut pemanfaatannya untuk mengukur besaran-besaran listrik. Jika Anda dapat melakukan langkah-langkah kerja dengan benar, itu berarti Anda sudah memiliki kemampuan menggunakan Multimeter dengan baik dan benar.

Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dan keselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modul ini. Konsultasikan selalu dengan Guru apa-apa yang belum Anda fahami dengan benar.

B. Alat dan bahan

1) Multimeter analog dengan kepekaan pengukuran 20k/v atau lebih. 2) Kabel penyidik (

probes

)

C. Langkah kerja.

1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satu kelompok, disesuaikan dengan ketersediaan alat ukur Multimeter).

2. Catatlah perangkat-perangkat yang terdapat pada Multimeter tersebut, bandingkan dengan konfigurasi Multimeter seperti yang terdapat pada modul ini.

3. Perhatikan papan skala dari Multimeter, catatlah apa saja yang terdapat pada papan skala.

4. Perhatikan, apakah jarum penunjuk pada papan skala sudah berada pada posisi angka nol? Jika belum, posisikan jarum dengan memutar sekrup pengatur posisi jarum (

preset

) dengan menggunakan obeng minus (-).

5. Gerakkan saklar jangkauan ukur, letakkan pada posisi batas ukur (

range

) yang bertanda ; ACV, DCV, DCmA, dan .

(11)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

11

6. Masukkan kabel penyidik (

probes

) yang berwarna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda (+) atau

out

, dan yang berwarna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda (-) atau

common

.

7. Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (

range

) ACV, pertemukan kedua ujung kabel penyidik (

probes

), bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. Catatlah.

8. Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (

range

) DCV, pertemukan kedua ujung kabel penyidik (

probes

), bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. Catatlah.

9. Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (

range

) DCmA, pertemukan kedua ujung kabel penyidik (

probes

), bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. Catatlah.

10. Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (

range

) Ohm () pada posisi x1, pertemukan kedua ujung kabel penyidik (

probes

), bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. Gunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (

zero

adjustment

) untuk memosisikan jarum pada angka nol. Catatlah.

11. Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (

range

) Ohm () pada posisi x10, pertemukan kedua ujung kabel penyidik (

probes

), bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. Gunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (

zero

adjustment

) untuk memosisikan jarum pada angka nol. Catatlah.

12. Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (

range

) Ohm () pada posisi k, pertemukan kedua ujung kabel penyidik (

probes

), bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. Gunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (

zero

adjustment

) untuk memosisikan jarum pada angka nol. Catatlah.

13. Bandingkan kondisi jarum penunjuk papan skala pada langkah 7, 8, dan 9 dengan dengan kondisi jarum pada langkah 10, 11, 12. Analisis, dan diskusikan dengan teman Anda. Tulislah kesimpulan dari hasil analisis dan diskusi pada selembar kertas dan mintalah pendapat Guru Anda.

14. Selamat bekerja, semoga berhasil.

D. Kesimpulan.

E. Saran.

C. Metode Pembelajaran : 1. Tanya jawab

2.

Diskusi

3.

Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran :

Membaca dan mengidentifikasi fungsi masing masing control dan indicator dari Avo

meter

(12)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

12

1. Kegiatan Pendahuluan

Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa

 Guru menyampaikan indikator hasil belajar yang ingin dicapai melalui

kegiatan pembelajaran hari ini, yaitu: menjelaskan fungsi masing masing

control dan indicator dari Avo meter

 Guru memotivasi siswa dengan memberikan contoh kegunaan Avo meter

dalam kegiatan sehari hari

 Guru menjelaskan Avo meter

2. Kegiatan Inti

Fase 2 : Mendemonstrasikan pengetahuan

 Guru menjelaskan langkah langkah penggunaan Osiloskop

Fase 3 : Membimbing pelatihan

 Guru membimbing siswa mengoperasikan Avo meter

Fase 4 : Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik

 Guru memeriksa pemahaman siswa terhadap Avo meter

 Guru memberikan umpan balik terhadap materi Avo meter

3. Kegiatan Penutup

Fase 5 : Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan

 Guru bersama siswa merangkum materi Avo meter

 Guru memberikan materi lanjutan berupa evaluasi untuk dikerjakan dirumah

E. Sumber Belajar

: 1. Modul

2.

Internet

3.

………

F. Penilaian

: 1. Teknik : Kuis, Ulangan harian, Pemberian tugas

2.

Bentuk

:

Uraian

Objektif

Amuntai, ………2009

Menyetujui

Kepala Sekolah

H. MARJUKI, S.Pd

NIP. 196601041991121002

Guru Kompetensi

EDI LAKSONO, S.Pd

NIP. 198112312006041010

(13)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

13

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1

(RPP)

Sekolah

:

SMK Negeri 3 Amuntai

Materi pelajaran

:

Kompetensi dasar Elektronika

Kelas / semester

:

X / 2

Alokasi waktu

:

6 x 45 Jam Pelajaran

Pertemuan ke

:

3 - 4

Standar kompetensi

:

Penggunaan Alat Ukur Elektronika

Kompetensi Dasar

:

Pengukuran Arus Menggunakan Multimeter

Indikator :

1. Multimeter sebagai Ampere-meter untuk

melakukan pengukuran terhadap Arus Searah

(Direct Current/DC) terdapat pada rangkaian

elektronik dapat digunakan dengan baik sesuai

dengan standar prosedur operasi.

2. Multimeter untuk melakukan pengukuran

terhadap kemampuan baterai kering (dry cell) tipe

UM-1, UM-2, dan UM-3 menyimpan arus listrik

dapat digunakan.

3. Konfigurasi sebelum Multimeter digunakan,

melakukan peneraan angka nol dengan

menggunakan sekrup pengatur jarum,

memperkirakan besarnya kuat arus dalam satuan

mikro-Ampere (μA) dan mili-Ampere (mA) yang

akan diukur dapat dilakukan.

4. Pengaturan saklar jangkauan ukur pada batas

ukur (range) yang dibutuhkan dapat kerjakan.

A. Tujuan Pembelajaran

: 1. Dapat menggunakan Multimeter sebagai

Ampere-meter untuk melakukan pengukuran terhadap

Arus Searah (Direct Current/DC) terdapat pada

rangkaian elektronik dengan baik sesuai dengan

standar prosedur operasi.

2. Dapat mampu menggunakan Multimeter untuk

melakukan pengukuran terhadap kemampuan

baterai kering (dry cell) tipe UM-1, UM-2, dan

UM-3 menyimpan arus listrik.

3. Dapat melakukan persiapan awal dalam bentuk

sebelum Multimeter digunakan, melakukan

peneraan angka nol dengan menggunakan sekrup

pengatur jarum,

4. Dapat memperkirakan besarnya kuat arus dalam

satuan mikro-Ampere (μA) dan mili-Ampere

(mA) yang akan diukur.

5. Dapat mengatur saklar jangkauan ukur pada

batas ukur (range) yang dibutuhkan.

(14)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

14

B. Materi Pembelajaran

:

FUNGSI AMPERE-METER

alah satu fungsi Multimeter adalah kegunaannya sebagai Ampere-meter dalam mengukur kuat arus listrik antara 0 – 1000 mili-Ampere (mA) atau lebih tergantung spesifikasi Multimeter. Saklar jangkauan ukur berada pada posisi DcmA, batas ukur (

range

) pada angka 0,25, 25, atau 500 DcmA, sesuai kebutuhan. Hasil pengukuran dibaca pada papan skala 0-250 DCV, A.

Pada posisi mengukur kuat arus, Multimeter diletakkan secara seri/deret dengan baterai kering (

dry cell

) dan/atau rangkaian elektronik (

electronics circuit

) yang akan diukur. Perhatikan gambar 31 dan gambar 32.

GBR 1.1. PENGUKURAN ARUS PADA BATERAI KERING (Baterai di dalam multimeter dihubung seri dengan baterai yang diukur)

GBR 1 2. PENGUKURAN ARUS PADA RANGKAIAN

(Pada titik tertentu rangkaian diputus untuk kemudian arusnya diukur)

S

D C V  A C V DCmA I R1 R2 TP TP

D

C

V

A

C

V

DCmA

(15)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

15

1. Mengukur Kapasitas Baterai Kering (

Dry Cell

)

Kapasitas baterai adalah kemampuan baterai kering (

dry cell

) menyimpan arus listrik searah untuk kemudian di-catukan/dialirkan ke rangkaian elektronik yang membutuhkan.

Tegangan baterai satu sel (

single cell battery

) umumnya 1,5 Volt. Sebuah baterai jika diukur dengan Multimeter pada saklar jangkauan ukur 10VDC misalnya dapat saja memperlihatkan hasil pengukuran sebesar 1,5 Volt. Tetapi jika dihubungkan ke beban (rangkaian elektronik) yang membutuhkan tegangan 1,5 Volt, baterai tidak dapat mengalirkan arus listrik ke rangkaian elektronik dimaksud (ini karena tahanan dalam/Rd

baterai sangat besar). Cara yang paling efektip untuk memeriksa apakah sebuah baterai kering (

dry cell

) masih sanggup mencatu/mengalirkan arus adalah dengan cara mengukur arusnya.

2. Langkah-langkah Pengukuran dan Hasil Pengukuran

a. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (

preset

), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.

b. Saklar jangkauan ukur diletakkan pada posisi DcmA, batas ukur (

range

) pada angka 500.

c. Kabel penyidik (

probes

) warna merah (+) diletakkan pada kutub positip baterai. d. Kabel penyidik (

probes

) warna hitam (-) diletakkan pada kutub negatip baterai

e. Jarum penunjuk pada papan skala akan bergerak ke kanan menunjuk angka antara 0-250 DCV, A (pada beberapa alat ukur pada papan skala tertulis DCV, A artinya skala tersebut untuk DCV, DCA dan DcmA, atau VmA artinya skala tersebut untuk DCV, ACV dan DcmA).

f. Jika pada pada batas ukur (

range

) 500, hasil pengukuran kurang terbaca, batas ukur (

range

) dapat dipindahkan posisinya pada angka 25 atau 0,25.

3. Mengukur Arus Pada Rangkaian

a. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (

preset

), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.

b. Saklar jangkauan ukur diletakkan pada posisi DcmA, batas ukur (

range

) pada angka 500.

c. Perhatikan gambar 32. Kabel penyidik (

probes

) warna merah (+) diletakkan pada titik uji (

test point

/TP) rangkaian yang ter-koneksi dengan titik positip catu daya/baterai. d. Kabel penyidik (

probes

) warna hitam (-) diletakkan pada titik uji (

test point

/TP)

rangkaian yang ter-koneksi dengan titik negatip catu daya/baterai.

e. Jarum penunjuk pada papan skala akan bergerak ke kanan menunjuk angka antara 0-250 DCV, A (pada beberapa alat ukur, pada papan skala tertulis DCV, A artinya skala tersebut untuk DCV, DCA dan DCmA, atau VmA artinya skala tersebut untuk DCV, ACV dan DcmA).

f. Jika pada pada batas ukur (

range

) 500, hasil pengukuran kurang terbaca, batas ukur (

range

) dapat dipindahkan posisinya pada angka 25 atau 0,25.

4. Membaca Hasil Pengukuran

Ada dua cara membaca hasil pengukuran kuat arus pada papan skala,

Pertama

, menggunakan rumus :

(16)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

16

dan

Kedua

, membacanya secara langsung.

Untuk cara pertama, misalkan batas ukur (

range

) diletakkan pada posisi angka 25, skala yang digunakan adalah penunjukan skala penuh (0-250). Jarum menunjuk angka 175, kuat arus yang mengalir adalah : I = 175 x 25/250 = 17,5 mA.

Cara kedua,

1. Untuk batas ukur (range) 0,25, hasil pengukuran dibaca pada skala 0-250. Jarum pada papan skala menunjuk angka 250, hasil pengukuran = 0,25 mA. Jarum pada papan skala menunjuk angka 200, hasil pengukuran = 0,20 mA dan seterusnya. 2. Untuk batas ukur (

range

) 25, hasil pengukuran dibaca pada skala 0-250. Jarum

pada papan skala menunjuk angka 250, hasil pengukuran = 25 mA. Jarum pada papan skala menunjuk angka 200, hasil pengukuran = 20 mA dan seterusnya. 5. Rangkuman 4

1) Salah satu kegunaan Multimeter adalah mengukur arus listrik.

2) Kuat arus yang dapat diukur maksimum 1000 mA atau lebih tergantung pada spesifikasi Multimeter.

3) Pada posisi mengukur kuat arus, Multimeter disambung seri dengan objek yang akan diukur (baterai kering, rangkaian elektronik).

4) Kabel penyidik (

probes

) warna merah (+) diletakkan pada kutub positip baterai, dan/atau pada titik uji (

test point

) rangkaian yang ter-koneksi dengan alur positip catu daya.

5) Kabel penyidik (

probes

) warna hitam (-) diletakkan pada kutub negatip baterai, dan/atau pada titik uji (

test point

) rangkaian yang ter-koneksi dengan alur negatip catu daya.

6) Ada dua cara membaca hasil pengukuran,

Pertama

, dengan menggunakan rumus, dan

Kedua

, pembacaan secara langsung.

7) Hasil pengukuran dibaca pada papan skala DCV,A atau VmA.

8) Dalam mengukur kuat arus, jika diperlukan, jarum penunjuk papan skala di atur (agar menunjuk tepat pada angka nol) dengan menggunakan sekrup pengatur jarum (

preset

). 9) Saklar jangkauan ukur pada posisi DcmA, batas ukur (

range

) pada tahap awal berada

pada posisi angka 500, untuk kemudian (sesuai kebutuhan) diturunkan pada posisi angka 25 atau 0,25.

6. Tugas 4

1) Bentuklah kelompok belajar ( maksimum 4 orang).

2) Carilah 8 buah baterai kering (

dry cell

) bekas tipe UM-3 (baterai ukuran besar).

3) Ukurlah kuat arus dari masing-masing baterai tersebut, masukkan hasil pengukuran pada tabel berikut.

Nama Kelompok :...

4) Berhati-hatilah dalam menggunakan Multimeter untuk mengukur kuat arus.

5) 5) Pastikan bahwa saklar jangkauan ukur berada pada posisi DcmA, dan batas ukur (range) pada tahap awal berada pada posisi angka 500

(17)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

17

Tabel

No Baterai

ke (dalam mA)Kuat Arus

01 I mA 02 II mA 03 III mA 04 IV mA 05 V mA 06 VI mA 07 VII mA 08 VIII mA

6) Menggunakan

Breadboard

/

Protoboard

, rakitlah rangkaian seperti yang terdapat pada gambar 32. Ukurlah kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut.

7. Tes Formatif 4

1. Kuat arus listrik dinyatakan dalam satuan. 2. Apa kaitan tegangan listrik dengan arus listrik.

3. Bagaimana posisi Multimeter (yang berfungsi sebagai Ampere-meter) dalam mengukur kuat arus.

4. Saklar jangkauan ukur pada posisi DCmA, batas ukur (

range

) pada posisi 25, hasil pengukuran dibaca pada skala.

5. DCV, A adalah.

8. Kunci Jawaban Tes Formatif 4 1. Ampere

2. Arus listrik yang mengalir (I) berinteraksi dengan tahanan/resistan (R) akan menghasilkan tegangan. Mengikuti hukum Ohm : V = I x R ...Volt.

3. Posisi Multimeter sebagai Ampere-meter terhubung seri/deret dengan objek yang akan diukur.

4. 0 – 250 DCV, A.

5. Kode papan skala untuk pembacaan hasil pengukuran arus dan tegangan. 9. Lembar Kerja 4

MENGUKUR ARUS LISTRIK A. Pengantar.

rus listrik sebagaimana halnya tegangan listrik mengalir dari titik positip/kutub positip ke titik negatip/kutub negatip.

Percobaan berikut, membuktikan pada kita bagaimana kondisi arus listrik jika melalui rangkaian yang tersambung seri (Ampere-meter, saklar

On-Off

, dan spiker disambung seri/deret).

B. Alat dan Bahan.  Alat

1. Multimeter.

2. Baterai/Catu Daya 9 Volt.  Bahan

(18)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

18

1.

Breadboard

/

Protoboard

(dapat diganti dengan kabel yang memiliki jepitan moncong

buaya). 2. Spiker.

3. Kabel

montage

(kalau menggunakan

breadboard

/

protoboard

). 4. Saklar

On-Off

(

Push Button

).

C. Langkah Kerja

1. Rakitlah rangkaian “A”, “B”, dan “C” seperti pada gambar 33 berikut.

GAMBAR 1.3. PENGUKURAN ARUS PADA RANGKAIAN 2. Beri tegangan 9 Volt.

3. Aktifkan rangkaian (tekan saklar

on-off

), jika rangkaian dirakit dengan benar, spiker akan menghasilkan suara.

4. Catatlah penunjukan jarum Ampere-meter.

5. Berikutnya secara berurutan rakitlah rangkaian “B” dan “C”. 6. Ulangi langkah 2, 3, dan 4.

7. Isilah hasil pengukuran pada tabel berikut.

Rangkaian Yang terbaca oleh Ampere-meter Arus dalam mA

A Arus mendatangi rangkaian B Arus masuk ke spiker

C Arus meninggalkan spiker

8. Kesimpulan apa yang Anda peroleh dari hasil pengukuran ini? D. Kesimpulan.

E. Saran.

A

B

C

(19)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

19

C. Metode Pembelajaran : 1. Tanya jawab

2.

Diskusi

3.

Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran :

 Pertemuan 1-2 : Membaca dan mengidentifikasi fungsi masing masing control dan

indicator dari Avo meter

a. Kegiatan Pendahuluan

Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa

 Guru menyampaikan indikator hasil belajar yang ingin dicapai melalui kegiatan

pembelajaran hari ini, yaitu: menjelaskan fungsi masing masing control dan

indicator dari Avo meter

 Guru memotivasi siswa dengan memberikan contoh kegunaan Avo meter dalam

kegiatan sehari hari

 Guru menjelaskan Avo meter

b. Kegiatan Inti

Fase 2 : Mendemonstrasikan pengetahuan

 Guru menjelaskan langkah langkah penggunaan Osiloskop

Fase 3 : Membimbing pelatihan

 Guru membimbing siswa mengoperasikan Avo meter

Fase 4 : Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik

 Guru memeriksa pemahaman siswa terhadap Avo meter

 Guru memberikan umpan balik terhadap materi Avo meter

c. Kegiatan Penutup

Fase 5 : Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan

 Guru bersama siswa merangkum materi Avo meter

 Guru memberikan materi lanjutan berupa evaluasi untuk dikerjakan dirumah

E. Sumber Belajar

: 1. Modul

2.

Internet

3.

………

F. Penilaian

: 1. Teknik : Kuis, Ulangan harian, Pemberian tugas

2.

Bentuk

:

Uraian

Objektif

Amuntai , ………...….. 2009

Menyetujui

Kepala Sekolah

H. MARJUKI, S.Pd

NIP. 196601041991121002

Guru Kompetensi

EDI LAKSONO, S.Pd

NIP. 198112312006041010

(20)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

20

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP

)

Sekolah

:

SMK Negeri 3 Amuntai

Materi pelajaran

:

Kompetensi dasar Elektronika

Kelas / semester

:

X / 2

Alokasi waktu

:

18 x 45 Jam Pelajaran

Pertemuan ke

:

5-10

Standar kompetensi

:

Penggunaan Alat Ukur Elektronika

Kompetensi Dasar

:

Pengukuran Komponen elektronika dengan Multimeter

Indikator :

1. Multimeter sebagai Ohm-meter untuk melakukan

pengukuran terhadap tahanan/resistan (resistance)

yang terdapat pada komponen elektronik di luar

rangkaian dapat digunakan dengan baik sesuai dengan

standar prosedur operasi.

2. Persiapan awal dapat dilakukan dalam bentuk ;

a. sebelum Multimeter digunakan, melakukan

peneraan angka nol dengan menggunakan sekrup

pengatur jarum,

b. memperkirakan besarnya nilai tahanan/resistan

(resistance) yang akan diukur.

3. Saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) yang

dibutuhkan dapat diatur.

A. Tujuan Pembelajaran

: 1. Mampu menggunakan Multimeter sebagai Ohm-meter

untuk melakukan pengukuran terhadap

tahanan/resistan (resistance) yang terdapat pada

komponen elektronik di luar rangkaian dengan baik

sesuai dengan standar prosedur operasi.

2. Mampu melakukan persiapan awal dalam bentuk ;

a. sebelum Multimeter digunakan, melakukan

peneraan angka nol dengan menggunakan sekrup

pengatur jarum,

b. memperkirakan besarnya nilai tahanan/resistan

(resistance) yang akan diukur.

3. Mampu mengatur saklar jangkauan ukur pada batas

ukur (range)

B. Materi Pembelajaran :

Fungsi Ohm-Meter

alah satu fungsi Multimeter adalah kegunaannya sebagai Ohm-meter untuk mengukur tahanan/resistan (resistance). Di dalam tehnik elektronika, tahanan/resistan (resistance) mengandung dua pengertian, Pertama, tahanan (resistance) sebagai sebuah nama untuk salah satu komponen elektronika yaitu resistan atau resistor, dan Kedua, perlawanan yang diberikan oleh bahan penghantar (konduktor) dan/atau bahan setengah penghantar

(21)

RPP

(sem meng terbu gulun terda yang sebua rusak Multi (-k U p d M m A. M 1. Me Lihat Resis banya elekt memb Fungs tegan

P Pengguna

ikonduktor) galir. Kedua-Berdasar uat dari ba ngan (coil) apat tahana terdapat p ah kompone k. Pada Mul imeter Anal ). Lihat gam Untuk mengu posisi Ω (Oh dari Multime Multimeter m merk Protek Mengukur Ko engukur Resi t gambar 2.2 stor adalah ak dipaka tronika. F batasi (res si lainnya se ngan (vo

aan Alat Uk

yang terda -duanya mem rkan butir k ahan pengha dan bahan an/resistan pada kompo en masih da ltimeter Dig og, hasil pen mbar 2.1.

GAM

ukur nilai tah hm). Batas uk eter bervaria merk Sanwa A803 memi omponen istor 2. Resistor a h suatu k ai di dal ungsi uta strict) alira ebagai Resis oltage di

D

C

V

Ukur Elektro

apat dalam miliki satuan edua, kita d antar (kond setengah p (resistance) nen yang b apat berfun gital, hasil p ngukuran ta MBAR 2.1 . M R = TAHAN hanan /resis kur (range) x asi, tergantu tipe SP10D iliki batas uk adalah kompo komponen y lam rangk manya ad an arus list tor (R) pem ivider), y

DCmA

onika SMKN

komponen e yang dinyat dapat mengat duktor) sepe penghantar e). Melalui p berada di lu gsi dengan pengukuran d ahanan/resis MENGUKUR NAN/RESIS stan (resista x1, x10, dan ung tipe dan memiliki ba kur (range) o yang kaian dalah trik. mbagi yang

A

C

V

ANG

KN 3 Amunt

elektronik t takan dalam takan bahwa erti; resisto (semikondu engukuran n uar rangkaia baik dan m dapat dibaca stan (resista R TAHAHAN STAN (RES ance), saklar xk. Batas n merk Multi atas ukur (ra x1, x10, x10

Gamba

GKA I AN

tai

terhadap ar Ohm (). a : pada kom or, kapasito uktor), sepe nilai tahanan an, kita dap masih dapat a langsung p ance) dibaca N (RESISTAN SISTANCE) r jangkauan u ukur (range imeter. Seba ange) x1, x10 00, xk, dan

ar 2.2 resist

NGKA II FAKTO NGALI rus listrik s mponen elekt or, transfor erti; transis n/resistan ( pat mengeta digunakan pada layar d a pada papan ANCE) ukur berada e) untuk Ohm agai contoh 0, dan xk. M n x10k. R

tor gelang

OR PE NILA TOLERAN

21

searah yang tronika yang rmator, dan stor, dioda, (resistance) ahui apakah atau sudah display, pada n skala Ohm a pada m-meter , Multimeter I NSI

1

g g n , ) h h a m

(22)

RPP

meng sebag memb sebua M a pita berw emas warna berw komp

P Pengguna

ghasilkan teg gai pembang batasi jalan ah resistor. Merujuk pad arus (I) yang Besar ke (band) warn warna kuning s, nilai satua Harap d a coklat m warna merah ponen elektr G

aan Alat Uk

gangan panj gkit pote nya arus dit a hukum Oh g dapat meng ecilnya nilai s na yang terd , pita kedua n Ohm dari iingat, warn enunjukkan h, faktor p ronika). Untuk lebih GAMBAR 2.3

Ukur Elektro

jar maju (fo ensial outp tentukan ole m : I = V/R, galir. satuan Ohm dapat pada a berwarna u resistor ter na kuning m angka 1, d pengali = 10 h jelas, pela ww 3. NILAI OH

onika SMKN

orward bias put (vo), d eh besar ke , semakin be m yang dimili badan resis ungu, pita ke rsebut adala menunjukkan dengan dem 02, demikian ajari gambar ww.diyguitar OHM RESIST

KN 3 Amunt

s) dan tegan dan potensia ecilnya nilai esar nilai tah

ki oleh resis stor. Mengi etiga berwa ah 47 x 101 = angka 4, w mikian fakto n seterusny r 2.1, (di dow rist.com) TOR BERDAS

tai

gan panjar al input (vi) satuan Ohm hanan/resist stor dapat d kuti gambar arna coklat, = 470 dengan warna ungu or pengali = ya. (Lihat k wnload dari s

ASAR PITA W www.diy mundur (re ). Kemampu m () yang d tan (R), sema dihitung den r 10, jika p pita keempa n toleransi 5 menunjukka = 101, jika kembali mod situs/websi WARNA

22

yguitarist.com everse bias), uan resistor dimiliki oleh akin kecil ngan melihat ita pertama at berwarna 5%. an angka 7, pita ketiga dul tentang ite

2

m , r h t a a , a g

(23)

RPP

meng batas 2. M Varia muta di da (pote ditun pada

P Pengguna

Cara lai gukurnya de s ukur (rang Mengukur Var abel resistor ar tuas pemu alam resistor Variabel entiometer), Menguku njukkan oleh posisi x1, x

aan Alat Uk

n untuk m ngan Multim ge) berada pa riabel Resist r adalah res utar atau se r tersebut. L resistor , dan yang m ur nilai satua h gambar 2. 10 atau k,

D

C

V

A a

Ukur Elektro

mengetahui meter. Perha ada posisi x GAMBAR tor. istor yang d krup yang m Lihat gamba GAMBAR A = POTEN yang memi memiliki sekr an Ohm dari 6. Saklar ja sesuai kebu

D

C

V

DCm

b c

onika SMKN

besarnya atikan gamb 1, x10 atau k 2.4. MENGU dapat beruba menggerakka ar 2.5. 2.5. VARIA NSIO B = PR iliki tuas p rup pengatur i variabel re angkauan uk utuhan.

A

C

V

mA

B

KN 3 Amunt

nilai satua bar 2.4. Sak k. UKUR RESIS ah nilai satu an kontak ge ABEL RESIS PRESET/TRI pemutar b r disebut pre esistor deng kur pada po

A

C

V

www.k

tai

n Ohm se lar jangkaua STOR uan Ohm-nya eser/penyapu STOR IMPOT iasanya dis eset atau tr gan Multimet osisi , bata a kpsec.freeuk.com/ ebuah resis an ukur pad a dengan car u (wiper) ya sebut pote rimpot. ter adalah s as ukur (ran RESI b c m/components/tran

23

stor adalah da posisi , ra memutar-ng terdapat ensio meter seperti yang ange) berada ISTOR n.htm

3

h , -t r g a

(24)

RPP

3. Me Resis sebag jatuh ditun posis

P Pengguna

engukur Res stor Peka Ca gai input tr h di permuka Menguku njukkan oleh si x1, x10 ata G

D

C

V

aan Alat Uk

GAM sistor Peka C ahaya/Light ransducer (s aan LDR ters ur nilai satua h gambar 15. au k, sesua GAMBAR 2.7

D

C

V

DC

D

C

V

Ukur Elektro

MBAR 2.6. M Cahaya/Light t Dependenc sensor) dim sebut. an Ohm dari Saklar jang ai kebutuhan 7. MENGUKU

CmA

DCmA

onika SMKN

MENGUKUR V ht Dependenc ce Resistor mana nilai sa LDR dengan gkauan ukur n. UR LIGHT D

A

C

V

A

C

V

A

KN 3 Amunt

VARIABEL R nce Resistor (LDR) adala atuan Ohm-n meOhm-ngguOhm-nak pada posisi DEPENDENC

tai

RESISTOR (LDR) ah sebuah r nya dipenga kan Multimet , batas uk CE RESISTO LDR resistor yan aruhi oleh c eter adalah s kur (range) b OR (LDR)

a

b c

24

ng berfungsi cahaya yang seperti yang berada pada

4

i g g a

(25)

RPP

S D 4. Me Ther peka Temp misal Posit berta seper 5. Me Kapas Tega negat kapas (unpo

P Pengguna

Sebagai acua Ditempat ter engukur The rmistor (The terhadap su perature Coe l pada suhu tive Temper ambah. Menguku rti yang ditu

engukur Kap sitor adalah angan Arus L Kapasitor tip (-). Dal sitor yang olarised capa Hal penting a. K p b. K k

aan Alat Uk

an, ditempat rang nilai sat

ermistor ermally sens uhu. Thermi oefficient Re 250 C nilai rature Coeff ur nilai satu unjukkan ole G pasitor h komponen Listrik Seara r terbagi da am teknik tidak memi pacitor). g yang perlu Kabel penyid pada kaki kap Kabel penyid kapasitor yan

D

C

V

D

Ukur Elektro

t gelap, nilai tuan Ohm da sitive resist istor terbag esistor (NTC satuan Ohm fficient Resi uan Ohm da eh gambar 16 GAMBAR 2. elektronik ah (Direct C alam dua jen elektronika liki kutub p diperhatikan ik (probes) pasitor yang dik (probes) ng bertanda

DCmA

onika SMKN

satuan Ohm ari LDR = 10 tor) adalah gi dalam dua CR), jika me m-nya = 47 istor (PTCR ari thermis 6. 8. MENGUK yang diran Current Volta nis. Pertama a disebut k positip (+) d n dalam men positip (+) y g bertanda p ) negatip (-) a negatip (-).

A

C

V

KN 3 Amunt

m dari LDR = 00Ω. sebuah resi jenis. Perta ndapat pana kilo Ohm (4 ), jika mend istor dengan KUR THERM ncang untuk tage/DCV). a, kapasitor kapasitor po dan negatip ngukur kapas yang berwarn positip (+). ) yang berw .

tai

1MΩ (1 Me istor yang d ama, yang di as, nilai satu 47k). Kedua dapat panas n menggunak MISTOR dapat men yang memili olar (polaris p (-). Disebu sitor polar a na merah dil warna hitam www.t ega Ohm/100 dirancang kh isebut deng uan Ohm-nya ua, yang dise s, nilai satua kan Multime nyimpan dan ki kutub pos ised capacit ut kapasito adalah ; letakkan m diletakkan thermistor.com

25

00.000Ω). husus untuk an Negative a berkurang, ebut dengan an Ohm-nya eter adalah n membuang sitip (+) dan tor). Kedua, r non polar pada kaki

5

k e , n a h g n , r i

(26)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

26

c. Saklar jangkauan ukur pada posisi , batas ukur (range) berada pada posisi x1,

x10 atau k, sesuai kebutuhan.

d. Untuk kapasitor non polar (unpolarised) kedua kabel penyidik (probes) dapat diletakkan secara sembarang (acak) ke kaki kapasitor.

e. Lihat gambar 17.

GAMBAR 2.9. MENGUKUR KAPASITOR 6. Mengukur Transistor

Transistor adalah komponen elektronik yang dirancang sebagai penguat arus, karenanya transistor disebut juga piranti (device) yang menangani

arus (current handling device). Lihat gambar 2.10.

Dilihat dari tipenya, transistor terbagi dua, yaitu tipe PNP (Positip-Negatip-Positip) dan tipe NPN (Negatip-Positip-Negatip). Saluran masuk (leads) ke transistor (lazimnya disebut kaki transistor) dinamai dengan : Basis (Base), Kolektor (Collector), dan Emitor (Emitter).

Transistor pada dasarnya adalah dua buah dioda yang disambung secara berbalikan. Dioda yang pertama

dibentuk oleh Emitor-Basis, dioda yang kedua dibentuk GAMBAR 2.9. TRANSISTOR E KAPASITOR POLAR

KAPASITOR NON POLAR

D

C

V

A

C

V

DCmA

D

C

V

A

C

V

DCmA

(27)

RPP

oleh Kolek seme Emito berfu seme (-) te a b c

P Pengguna

Basis-Kolek ktor berfun entara Basis or dan Em ungsi sebaga entara Emito erhadap Bas Hal yang a. Pada tra kaki Basi Emitor d b. Pada tra kaki Basi Emitor d c. Saklar ja posisi x1 Kaki-kak a. Deng memb trans b. Deng trans c. Deng gamb d. Deng e. Untu kolek

aan Alat Uk

ktor. Pada t ngsi sebaga s berfungsi mitor. Pada ai Anoda (+) or dan Kolek is. Cermati g perlu diinga nsistor tipe is, kabel pen

an Kolektor nsistor tipe is, kabel pen

an Kolektor angkauan uk , x10, atau x GA i Emitor, Ba gan melihat buat bulata sistor yang b gan menggu sistor. gan melihat bar 18. gan menggun k transisto ktor. Lihat g

D

C

V

Ukur Elektro

ransistor ti ai Anoda ( sebagai K transistor ) terhadap E ktor berfung gambar 19 d at ketika me e PNP kabel nyidik (prob . e NPN kabel nyidik (prob . kur berada p x1k, sesuai GAMBAR 2.11 sis, dan Kole

tanda pada an warna h berbentuk s unakan kata sirip kecil y akan Multim r daya (pow gambar 22.

DCmA

onika SMKN

ipe PNP, Em (+) terhada Katoda (-) t r tipe NPN Emitor dan K gsi sebagai K dengan seksa engukur tran penyidik (pr bes) warna h penyidik (p bes) warna m pada posisi kebutuhan. 1. PENGUKU ektor dari t a badan (ca itam atau silinder. Liha alog transis yang menonj meter. ower transis

A

C

V

A

KN 3 Amunt

mitor dan ap Basis, terhadap N, Basis Kolektor, Katoda ama. nsistor deng robes) warn hitam (-) dil probes) warn merah (+) di Ohm () da Lihat gamb URAN TRANS ransistor da ase) transis tanda lingk at gambar 2. stor yang ol keluar da stors) badan G D

tai

an Multimet a merah (+) etakkan sec na hitam (-) letakkan sec an batas uku ar 2.11. NSISTOR apat ditentu tor. Bebera karan di ata 13. dikeluarkan ari badan tr n transis GAMBAR 2.10 DAN SIMBOL TRANSI S ter adalah : ) selalu dilet cara bergan ) selalu dilet cara bergan ur (range) b ukan dengan apa pabrik tas kaki ko noleh pabri ransistor. Lih stor berfun 0. KONFIGUR L TRANSISTO ISTOR PNP SB

27

takkan pada tian di kaki takkan pada ntian di kaki berada pada tiga cara : k transistor lektor dari k pembuat hat kembali gsi sebagai RASI OR

7

(28)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

28

GAMBAR 2.12. KAKI-KAKI TRANSISTOR DILIHAT DARI BAWAH

7. Mengukur Dioda

Dioda adalah komponen elektronik yang memiliki dua elektroda yaitu; (1) Anoda (a), dan (2) Katoda (k). Mengikuti anak panah pada simbol dioda (gambar 23), arus listrik mengalir hanya satu arah yaitu dari Anoda ke Katoda.

Arus listrik tidak akan mengalir dari Katoda ke Anoda. Hal yang perlu diingat ketika mengukur dioda dengan Multimeter adalah :

a. Kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kaki Anoda, kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Katoda.

b. Saklar jangkauan ukur pada posisi Ohm () dan batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau x1k, sesuai kebutuhan. Lihat gambar 24.

GAMBAR 2.14. PENGUKURAN DIODA GAMBAR 2.13. SIMBOL DIODA

D

C

V

A

C

V

DCmA

K

B

E

GAMBAR 2.11 TAMPAK BAWAH DARI BEBERAPA

JENIS TRANSISTOR.

(29)

RPP

8. Me Trans Arus skund

P Pengguna

engukur Tra nsformator a Listrik Bola der (S) tanp

aan Alat Uk

ansformator adalah komp ak Balik/Alt pa ada hubun

Ukur Elektro

r. ponen elektr ternating Cu ngan langsun GAMBAR P

onika SMKN

ronik yang d urrent Volta ng antara ked R 2.15. TRAN w

KN 3 Amunt

dirancang un age (ACV) da dua gulungan ANSFORMAT S www.oldaradio

tai

ntuk dapat m ari gulungan n tersebut. TOR oworld.de memindahka primer (P) Lihat gamba

29

an Tegangan ke gulungan ar 25.

9

n n

(30)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

30

Sebuah transformator masih baik dan dapat digunakan, atau sudah rusak dapat dibuktikan dengan cara mengukurnya dengan Multimeter. Hal yang perlu diingat ketika menggunakan Multimeter untuk mengukur transformator adalah :

a. Kedua kabel penyidik (probes) diletakkan secara sembarang (acak) pada titik-titik terminal pada gulungan primer.

b. Kedua kabel penyidik (probes) diletakkan secara sembarang (acak) pada titik-titik terminal pada gulungan skunder.

c. Kedua kabel penyidik (probes) diletakkan secara sembarang (acak) pada titik terminal primer dan skunder.

d. Saklar jangkauan ukur pada posisi , batas ukur (range) pada posisi x1, x10 atau k sesuai kebutuhan. Lihat gambar 2.16.

Catatan : Langkah pengukuran tranformator ini berlaku untuk semua jenis transformator yang digunakan pada catu daya, maupun penguat audio/radio.

GAMBAR 2.16. MENGUKUR TRANSFORMATOR 9. Mengukur Gulungan (Coil/Winding)

Gulungan atau Coil atau winding adalah komponen elektronik yang dirancang khusus untuk menghasilkan induksi maknit. Jika gulungan kawat dialiri arus, pada gulungan tersebut akan dihasilkan induksi maknit.

Dalam teknik elektronika, gulungan atau coil ini diterapkan di dalam pembuatan transformator dalam bentuk gulungan primer (P) dan skunder (S), namun ada juga yang dibuat terpisah untuk keperluan khusus. Lihat gambar 2.17.

D

C

V

A

C

V

DCmA

http://www.schlotzhauer-versand.de

(31)

RPP

K r k a b

P Pengguna

BERBAGA Kondisi sebua rusak dapat d ketika mengg a. Kedua ka yang terd b. Saklar ja sesuai ke

aan Alat Uk

AI JENIS GU ah gulungan dibuktikan d gunakan Mul abel penyidi dapat pada g angkauan uk ebutuhan. Lih

Ukur Elektro

ULUNGAN ( (coil/windin dengan cara timeter unt k (probes) gulungan. kur pada po hat gambar

onika SMKN

GAMBAR (COIL/WIN ng), apakah m mengukurny tuk menguku dapat dileta osisi , bat 2.18.

KN 3 Amunt

R 2.17. NDING) UNT masih baik d ya dengan M r gulungan ( akkan secar tas ukur (ra

tai

TUK BERBAG

dan dapat dig Multimeter. H coil/winding ra sembaran ange) pada p AGAI KEPERL gunakan, ata Hal yang per g) adalah : ng (acak) pa posisi x1, x1

31

LUAN au sudah rlu diingat ada terminal 10, atau k,

1

l ,

(32)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

32

GAMBAR 2.18. MENGUKUR GULUNGAN (COIL/WINDING)

B. Langkah-langkah pengukuran dan hasil pengukuran

Menggunakan Ohm-meter yang terdapat pada Multimeter untuk mengukur komponen elektronik di luar rangkaian, pada dasarnya adalah merangkai Multimeter dengan komponen yang diukur sehingga arus listrik dari baterai (yang terdapat pada Multimeter) dapat mengalir dan menggerakkan kumparan putar dari Multimeter. Perhatikan gambar 2.19.

ARUS LISTRIK ( I ) GAMBAR 2.19. ALIRAN ARUS LISTRIK DARI MULTIMETER KE KOMPONEN

Aliran arus yang menggerakkan kumparan putar tergantung pada karakertistik komponen yang diukur. Jika komponen tersebut bersifat menyimpan dan membuang arus (seperti kapasitor), jarum pada papan skala akan bergerak ke arah kanan papan skala untuk kemudian segera kembali lagi ke kiri, atau tidak bergerak sama sekali (tergantung kapasitas dari kapasitor). Jika komponen tersebut bersifat membatasi arus, jarum akan bergerak sesuai dengan nilai satuan Ohm yang dimiliki komponen tersebut.

D

C

V

A

C

V

DCmA

KOMPONEN

+

-D

C

V

A

C

V

DCmA

(33)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

33

1. Mengukur Resistor

Langkah-langkah pengukuran : a. Perhatikan kembali gambar 2.4.

b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).

c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.

d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi .

e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10 atau k, tergantung dari nilai resistor yang akan diukur.

f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.

g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.

h. Mengacu pada gambar 2.4, letakkan secara sembarang (acak) kedua ujung kabel penyidik (probes) pada kaki komponen yang akan diukur.

i. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjukkan nilai satuan Ohm yang sama (atau mendekati) dengan nilai satuan Ohm dari resistor berdasarkan pita warna, artinya : resistor masih baik dan dapat digunakan.

j. Bandingkan hasil pengukuran dengan nilai resistor berdasarkan pita warna yang ada di badan resistor tersebut.

2. Mengukur Variabel Resistor Langkah-langkah pengukuran : a. Perhatikan kembali gambar 2.6.

b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).

c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.

d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi .

e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k, tergantung dari nilai variabel resistor yang akan diukur.

f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.

g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.

h. Mengacu pada gambar 2.6, letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) pada terminal a dan b dari variabel resistor.

i. Putar tuas pemutar searah jarum jam (untuk preset gunakan obeng minus).

j. Jarum pada papan skala ikut bergerak ke kanan, artinya : variabel resistor masih baik dan dapat digunakan.

k. Letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) pada terminal b dan c dari variabel resistor. l. Putar tuas pemutar searah jarum jam (untuk preset gunakan obeng minus).

m. Jarum pada papan skala ikut bergerak ke kiri, artinya : variabel resistor masih baik dan dapat digunakan.

3. Mengukur Resistor Peka Cahaya/Light Dependence Resistor (LDR) Langkah-langkah pengukuran :

(34)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

34

a. Perhatikan kembali gambar 2.7.

b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).

c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.

d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi .

e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k, sesuai kebutuhan. f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.

g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.

h. Mengacu pada gambar 2.7, letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) pada kedua kaki LDR.

i. Menggunakan lampu senter (flashlight) sinari permukaan LDR, jarum bergerak ke kanan, menunjukkan nilai satuan Ohm yang kecil, artinya : LDR masih baik dan dapat digunakan. j. Tutuplah permukaan LDR, jarum pada papan skala bergerak ke kiri, artinya :LDR masih

dapat digunakan.

Catatan, ditempat gelap, nilai satuan Ohm dari LDR = 1M (1 Mega Ohm), ditempat terang nilai satuan Ohm dari LDR = 100 Ohm.

4. Mengukur Thermistor Langkah-langkah pengukuran : a. Perhatikan kembali gambar 2.8.

b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).

c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.

d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi .

e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k sesuai kebutuhan. f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.

g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.

h. Mengacu pada gambar 2.8, letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) pada kedua kaki thermistor (NTCR atau PTCR).

i. Pada pengukuran NTCR; dengan korek api, panasi NTCR, jarum pada papan skala menunjukkan nilai satuan Ohm yang kecil, artinya : NTCR masih baik dan dapat digunakan. j. Pada pengukuran PTCR; dengan korek api, panasi PTCR, jarum pada papan skala

menunjukkan nilai satuan Ohm yang besar, artinya : NTCR masih baik dan dapat digunakan (baca kembali uraian tentang thermistor).

5. Mengukur Kapasitor

Langkah-langkah pengukuran : a. Perhatikan kembali gambar 2.9.

b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).

(35)

RPP Penggunaan Alat Ukur Elektronika SMKN 3 Amuntai

35

c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum

pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi .

e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10 atau k sesuai kebutuhan. f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.

g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.

h. Mengacu pada gambar 2.9, letakkan kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki positip (+) kapasitor non polar (kaki positip biasanya berukuran lebih panjang ketimbang kaki negatip), kabel penyidik (probes) warna hitam (-) ke kaki negatip.

i. Jarum pada papan skala bergerak jauh ke kanan untuk kemudian kembali ke kiri, artinya : kapasitor polar masih baik dan dapat digunakan. (Jika jarum pada papan skala bergerak ke kanan dan tidak kembali lagi ke kiri, artinya : kapasitor polar sudah rusak dan tidak dapat digunakan).

j. Perhatikan kembali gambar 2.9. letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) dan kabel penyidik (probes) warna hitam (-) secara sembarang (acak) ke kaki kapasitor non polar.

k. Jarum pada papan skala tidak bergerak (atau bergerak sedikit), artinya : kapasitor non polar masih baik dan dapat digunakan. (Jika jarum pada papan skala bergerak jauh ke kanan, artinya : kapasitor non polar sudah rusak dan tidak dapat digunakan).

6. Mengukur Transistor Langkah-langkah pengukuran :

a. Perhatikan kembali gambar 2.12.

b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).

c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.

d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi .

e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau k sesuai kebutuhan. f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.

g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.

h. Untuk transistor tipe PNP : mengikuti gambar 20, letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Emitor.

i. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjuk angka (misalnya 16,5), artinya : Dioda Basis-Emitor masih baik, transistor masih dapat digunakan.

j. Letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Kolektor.

k. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, menunjuk angka (misalnya 16,5), artinya : Dioda Basis-Kolektor masih baik, transistor masih dapat digunakan.

l. Untuk transistor tipe NPN : mengikuti gambar 2.12, letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kaki Emitor.

m. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjuk angka (misalnya 21), artinya : Dioda Emitor-Basis masih baik, transistor masih dapat digunakan.

n. letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kaki Kolektor.

Gambar

GAMBAR 1.3. PENGUKURAN ARUS PADA RANGKAIAN  2.  Beri tegangan 9 Volt.
GAMBAR 2.9. MENGUKUR KAPASITOR  6. Mengukur Transistor
GAMBAR 2.14. PENGUKURAN DIODA  GAMBAR 2.13. SIMBOL DIODADC V     A CVDCmA B K E  GAMBAR 2.11TAMPAK BAWAH DARI BEBERAPA
GAMBAR 2.16. MENGUKUR TRANSFORMATOR  9. Mengukur Gulungan (Coil/Winding)
+6

Referensi

Dokumen terkait

Kader dan mahasisa mampu memerikan pendidikan kesehatan terkait masalah pene*ahan+ penan*anan dan peraatan 77 kepada kader+ a*re*at remaa dan ar*a

dalam sebuah hop atau pertemuan antara dua radio microwave transmisi yang menggunakan perangkat transmisi Trafic Node (TN) maka yang harus diperhatikan

erawat dituntut untuk bertanggung jawab dalam setiap tindakannya khususnnya selama melaksanakan tugas di rumah sakit, puskesmas, panti, klinnik, atau masyarakat. !eskipun

Jadi bukti pertama dari kasih Allah adalah Kristus. Kristus adalah Allah sendiri yang rela menjadi manusia karena cintaNya kepada kita. Peristiwa Allah menjadi manusia, atau

Dumas tersebut diteruskan oleh pengelola Dumas kepada yang berwenang untuk melakukan pengelolaan Dumas yang meliputi pencatatan materi, pemilahan materi, telaahan dan verifikasi,

4.13 Menggunakan berbagai prinsip bangun datar dan ruang serta dalam menyelesaikan masalah nyata berkaitan dengan jarak dan sudut antara titik, garis, dan bidang... Mampu

Pertidaksamaan kuadrat diselesaikan dengan bantuan garis bilangan, yaitu dengan menguji pada masing-masing daerah pada garis bilangan dengan mencantumkan akar-akar

Bagi penduduk usia lanjut perlu mengupayakan untuk mengurangi pola-pola hidup yang kurang mendukung kesehatan seperti kurang tidur dan pola makan yang tidak