11
“ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN
KOMPREHENSIF HIV-AIDS PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI
(SMA-N) 6 PALANGKARAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH, TAHUN 2015”
Dedy
Akademi Kebidanan Betang Asi Raya, Jln.Ir.Soekarno No.7 Palangka Raya
ABSTRAK
Kasus Human Immunodefficiency Virus-Aquired Immuno Defficiency Syndrom atau biasa disingkat HIV-AIDS, di Indonesia tercatat secara kumulatif sampai dengan Desember 2012 terdapat sebanyak 98.390 kasus HIV dan AIDS sebanyak 42.887 kasus. Pentingnya informasi/pengetahuan HIV-AIDS dalam upaya menanggulangi kasus HIV-AIDS. Hasil Riskedas tahun 2010 juga mencatat bahwa secara Nasional masih 11,4 persen penduduk yang mempunyai pengetahuan komprehensif tentang HIV-AIDS.
Mendasari dari beberapa informasi diatas maka sangat penting sekali mengetahui secara dini tingkat pengetahuan dan kekuatan (Dominasi) pengetahuan secara sekomprehensif siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA-N) – 6 Palangkaraya terkait pengetahuan HIV-AIDS, mengingat pada kelompok umur tersebut cukup rentan sebagai awal dalam penularan HIV-AIDS terutama melalui hubungan seksual secara bebas/berganti pasangan.
Metodologi Penelitian ini menggunakan metode penelitian bersifat Kohort dengan jenis desain studi kasus Kontroll (Case Control Study). Analisis hubungan Pengetahuan Komprehensif Siswa tentang HIV-AIDS dilakukan dengan uji Chi Square yang merupakan statistic dengan data tidak normal (non parametric) dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95%.
Setelah dilakukan analisis hubungan dari 5 faktor terkait pengetahuan komprehensif HIV-AIDS, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 4 faktor yang memiliki hubungan bermakna terhadap pengetahuan komprehensif HIV-AIDS remaja SMA dilokasi penelitian tersebut yaitu (1) tentang kondom, (2) saling setia pada pasangan, (3) cara penularan dari manusia, (4) cara penularan dari binatang. Hasil analisis gabungan, variabel dengan pengetahuan responden tentang penularan HIV-AIDS dari manusia merupakan variabel yang dominan hubungannya terhadap kualitas pengetahuan komprehensif HIV-AIDS dibandingkan dengan 4 variabel lainnya.
Sampel dalam penelitian ini sebanyak 176 siswa SMAN-6 Palangkaraya yang terbagi 88 sebagai Kontrol (tidak Konprehensif) dan 88 sebagai kasus (Komprehensif).
Responden yang memiliki pengetahuan kurang mengenai penularan HIV-AIDS dari manusia berpotensi 3,9 kali lebih besar berpengetahuan tidak komprehensif HIV-AIDS dibandingkan dengan yang baik/mengerti.
Kata Kunci :
Pengetahuan; Komprehensif; HIV; AIDS; Kondom
PENDAHULUAN
Sejak ditemukan kasus Human Immunodefficiency Virus-Aquired Immuno Defficiency Syndrom atau biasa disingkat HIV-AIDS, di Indonesia tahun 1987 sampai dengan Desember 2012 tercatat HIV-AIDS terdapat di 345 dari 497 kabupaten/ kota yang ada di seluruh Provinsi di Indonesia. Dari hasil tersebut tercatat secara kumulatif sampai dengan Desember 2012 terdapat sebanyak 98.390 kasus HIV dan AIDS sebanyak 42.887
kasus. (sumber: Kemenkes Dirjen P2PL, tahun 2012).
Beberapa laporan/ data kasus yang ada di Indonesia menyebutkan bahwa awalnya terkena kasus HIV terjadi terutama pada kelompok umur/usia mereka remaja/ dewasa (diatas 15 tahun). Hal ini berarti bahwa anak dan remaja sudah mulai berperilaku berisiko seperti berhubungan seks bebas (berganti-ganti pasangan) dan dapat diperparah juga dengan menggunakan narkoba suntik pada usia sangat muda.
12 Hasil Riskedas tahun 2010 juga
mencatat bahwa secara Nasional masih 11,4 persen penduduk yang mempunyai pengetahuan komprehensif tentang HIV-AIDS. Tiga provinsi persentasi tertinggi mengenai hal itu yaitu : DKI Jakarta (21,6%), Papua (21,3%), Papuas Barat (19,2%), sedangkan 3 provinsi dengan nilai terendah yaitu Gorontalo (4,7%), Sulawesi Barat (5,5%) dan Sumatra Selatan (6,3%). Sumber: Riskesdas 2010.
Pengetahuan komprehensif tentang HIV-AIDS, meliputi cara pencegahan dan penularan. Pengertian tentang pengetahuan komprehensif disini adalah apabila seseorang mampu menjawab dengan benar lima (5) pertanyaan Dasar dibawah ini :
1. Bisakah seseorang mengurangi risiko tertular HIV dengan cara menggunakan kondom dengan benar setiap kali melakukan seks?
2. Apakah dengan saling setia pada pasangan dapat mengurangi risiko tertular HIV?
3. Bisakah seseorang tertular HIV dengan cara menggunakan alat makan atau minum secara bersama dengan seseorang yang sudah terinfeksi HIV?
4. Bisakah seseorang tertular virus HIV melalui gigitan nyamuk/ serangga?
5. Dapatkah anda mengetahui seseorang sudah terinfeksi HIV hanya dengan melihat?
(sumber: kemenkes, Riset kesehatan dasar, tahun 2010).
Dengan diketahuinya hal – hal tersebut diatas maka dapat digunakan untuk melakukan
estimasi tentang efektivitas program dalam upaya pencegahan HIV-AIDS pada kelompok usia muda, efektivitas keberhasilan penyebarluasan informasi, pendidikan, program komunikasi dan upaya-upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara pencegahan penularan penyakit HIV-AIDS terutama pada kelompok yang rentan tertular.
Di Provinsi Kalimantan Tengah sendiri, hingga saat ini kasus HIV-AIDS secara kumulatif hingga Desember 2012 tercatat ada sebanyak 228 kasus, yang terdiri dari HIV sebanyak 135 kasus dan AIDS sebanyak 93 kasus. Berdasarkan dari kelompok umur kasus HIV terbanyak ada pada kisaran kelompok umur 25 – 39 tahun, yang mana tertularnya virus tersebut berawal dari usia remaja/dewasa.
Berdasarkan latar belakang seperti diuraikan di atas dapat dirumuskan beberapa permasalahan yang akan di ketahui yaitu : Seberapa besar persentase remaja Sekolah Menengah Atas Negeri 6 di kota Palangkaraya komprehensif terhadap pengetahuan HIV-AIDS. Serta seberapa besar tingkat hubungan pengetahuan komprehensif Siswa terhadap kualitas pengetahuan mereka tentang HIV-AIDS.
METODE PENELITIAN
Metodologi Penelitian ini menggunakan metode penelitian bersifat Kohort dengan jenis desain studi kasus Kontroll (Case Control Study). Kasus ada 88 responden dan 88 sebagai control. Jumlah remaja sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri
13 SMAN-6, yaitu sebanyak 316 siswa sebagai
populasi. Berdasarkan perhitungan seperti rumus maka diperoleh jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 176 sampel penelitian pada SMAN–6 di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Analisis hubungan (Bivariat) dilakukan dengan uji Chi Square yang merupakan statistic dengan data tidak normal (non parametric) yang bertujuan untuk mencari hubungan variabel bebas dan terikat, dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95%.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada analisis univariat, tergambar dibawah ini hasil penelitian karakteristik responden menurut kelompok jenis kelamin Pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)–6 Palangkaraya Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Tengah.
Gambar 1: Karakteristik Responden menurut kelompok jenis kelamin Pengetahuan Komprehensif Hiv-Aids Pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)–6 Palangkaraya Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Tengah.
Pada Gambar 1 diatas terlihat jumlah Responden berdasarkan pengelompokan Jenis Kelamin, diketahui jenis kelamin laki-laki sedikit lebih banyak dibandingkan perempuan yaitu sebanyak 94 (53%) orang dan 82 (47%) orang.
Sedangkan pada analisis bivariat diperoleh hasil sebagai berikut.
Tabel 1. Hubungan Jenis Kelamin dengan Pengetahuan komprehensif HIV-AIDS di SMAN-6 Palangka Raya, Kalimantan Tengah Variabel Sex Komprehensif Jumlah OR (CI 95%) P Value Kasus (n=88) Kontrol (n=88) N % N % N % Laki-laki 44 50 38 43.2 82 46.6 1.316 0.727 -2.383 0.365 Perempu an 44 50 50 56.8 94 53.4 Total 88 100 88 100 176 100
Berdasarkan pada Tabel 1 terlihat bahwa hasil uji statistic tidak ada hubungan yang bermakna jenis kelamin dengan pengetahuan komprehensif HIV-AIDS. Dapat diartikan responden yang berada pada kelompok jenis kelamin laki-laki ada 1,3 kali lebih besar tidak berpengetahuan komprehensif HIV-AIDS dibandingkan perempuan.
Tabel 2. Hubungan pengetahuan dasar tentang kondom dengan Pengetahuan komprehensif HIV-AIDS di SMAN-6 Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Variabel Kondom Komprehensif Jumlah OR (CI 95%) P Value Kasus Kontrol N % N % N % Mengerti 71 80.7 60 68.2 131 74.4 1.949 0.974 -3.900 0.05 7 Tidak mengerti 17 19.3 28 31.8 45 25.6 Total 88 100 88 100 176 100
Tabel 2 memperlihatkan bahwa hasil uji statistik ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dasar responden tentang fungsi kondom untuk pencegahan penularan HIV-AIDS dengan pengetahuan komprehensif HIV-AIDS. Data diartikan responden yang tidak mengerti (pengetahuan) fungsi kondom
82; 47% 94;
53%
14 sebagai salah satu pencegah penularan
HIV-AIDS ada 1,9 kali lebih besar tidak berpengetahuan komprehensif HIV-AIDS dibandingkan yang mengerti tentang fungsi Kondom.
Tabel 3. Hubungan pengetahuan saling setia pada pasangan dengan Pengetahuan komprehensif HIV-AIDS di SMAN-6 Palangka Raya, Kalimantan Tengah
saling setia Komprehensif Jumlah OR (CI 95%) P Value Kasus Kontrol N % N % N % Ya 83 94.3 73 83.0 156 88.6 3.411 1.182 -9.844 0.018 Tidak 5 5.7 15 17.0 20 11.4 Total 88 100 88 100 176 100
Berdasarkan tabel 3 terlihat bahwa hasil uji statistic ada hubungan yang bermakna pengetahuan dasar responden tentang saling setia terhadap pasangan dengan pengetahuan komprehensif HIV-AIDS. Dapat diartikan responden yang tidak mengerti (pengetahuan) pentingnya untuk saling setia sebagai salah satu pencegah penularan HIV-AIDS ada 3,4 kali lebih besar tidak berpengetahuan komprehensif HIV-AIDS dibandingkan yang mengerti tentang pentingnya saling setia terhadap pasangan.
Tabel 4. Hubungan pengetahuan tentang penularan antar manusia dengan Pengetahuan komprehensif HIV-AIDS di SMAN-6 Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Berdasarkan pada tabel 4 terlihat bahwa hasil uji statistic ada hubungan yang
bermakna pengetahuan dasar responden tentang penularan HIV-AIDS antar manusia dengan pengetahuan komprehensif HIV-AIDS.Dapat diartikan responden yang tidak mengerti (pengetahuan) penularan HIV-AIDS antar manusia akan berpontensial 0,1 kali lebih besar tidak berpengetahuan komprehensif HIV-AIDS dibandingkan responden yang mengerti tentang penularan HIV-AIDS antar manusia.
Tabel 5. Hubungan pengetahuan tentang penularan melalui binatang dengan Pengetahuan komprehensif HIV-AIDS di SMAN-6 Palangka Raya, Kalimantan Tengah
penularan dari binatang Komprehensif Jumlah OR (CI 95%) P Value Kasus Kontrol N % N % N % Mengerti 35 39.8 22 25.0 57 32.4 1.981 1.040 – 3.773 0.036 Tidak mengerti 53 60.2 66 75.0 119 67.6 Total 88 100 88 100 176 100
Berdasarkan pada tabel 5 terlihat bahwa hasil uji statistic ada hubungan yang bermakna pengetahuan dasar responden tentang penularan HIV-AIDS dapat dari binatang dengan pengetahuan komprehensif HIV-AIDS. Dapat diartikan responden yang tidak mengerti (pengetahuan) penularan HIV-AIDS dapat dari binatang akan berpontensial 1.9 kali lebih besar tidak berpengetahuan komprehensif HIV-AIDS dibandingkan responden yang mengerti tentang (pengetahuan) penularan HIV-AIDS tidak dapat dari binatang.
Penularan antar manusia Komprehensif Jumlah OR (CI 95%) P Value Kasus Kontrol N % N % N % Mengerti 26 29.5 60 68.2 86 48.9 0.196 0.103 -0.372 0.000 Tidak mengerti 62 70.5 28 31.8 90 51.1 Total 88 100 88 100 176 100
15
Tabel 6. Hubungan pengetahuan dasar diagnose HIV-AIDS dapat dilihat langsung dengan Pengetahuan komprehensif HIV-AIDS di SMAN-6 Palangka Raya, Kalimantan Tengah diagnosa (awam) HIV-AIDS Komprehensif Jumlah OR (CI 95%) P Value Kasus Kontrol N % N % N % Mengerti 11 12.5 17 19.3 28 15.9 0.597 0.262 – 1.360 0.216 Tidak mengerti 77 87.5 71 80.7 148 84.1 Total 88 100 88 100 176 100
Berdasarkan pada tabel 6 terlihat bahwa hasil uji statistik tidak ada hubungan yang bermakna pengetahuan dasar responden tentang pengetahuan dasar responden dalam mendiagnosa HIV-AIDS hanya dapat dengan melihat saja dengan pengetahuan komprehensif HIV-AIDS. Dapat diartikan responden yang tidak mengerti tentang pengetahuan dasar responden dalam mendiagnosa HIV-AIDS dapat dengan melihat saja berpontensial 0.5 kali lebih besar tidak berpengetahuan komprehensif HIV-AIDS dibandingkan responden yang mengerti tentang pengetahuan dalam mendiagnosa HIV-AIDS tidak dapat dengan melihat saja.
Tabel 7. Hubungan pengetahuan Dasar HIV-AIDS dengan Pengetahuan komprehensif HIV-AIDS di SMAN-6 Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Berdasarkan data pada tabel 7 terlihat bahwa hasil uji statistic ada hubungan yang bermakna pengetahuan dasar responden tentang pengetahuan dasar HIV-AIDS responden dengan pengetahuan komprehensif HIV-AIDS. Dapat diartikan
responden yang tidak baik pengetahuan dasar HIV-AIDS berpontensial 0.9 kali lebih besar tidak berpengetahuan komprehensif HIV-AIDS dibandingkan responden yang memiliki pengetahuan dasar awal tentang HIV-AIDS.
Hasil analisis gabungan menunjukkan bahwa dari penelitian ini terdapat 5 variabel dari hasil bivariat yaitu pengetahuan tentang kondom, pengetahuan saling setia terhadap pasangan, pengetahuan tentang penularan antar manusia, pengetahuan tentang penularan antar binatang, dan pengetahuan (awal) dasar tentang HIV-AIDS, maka diketahui hasil nilai (dominan) sebagaimana tertera dalam tabel berikut ini.
Tabel 8. Hasil analisis Multivariat Gabungan Variabel
Tabel 8 menunjukan bahwa setelah dilakukan analisis uji multivariate dengan regresi logistic dari 5 variabel tersebut diatas yang diuji secara bersama-sama dan terlihat terlihat secara bermakna terhadap pengetahuan komprehensif HIV-AIDS. Dari tabel tersebut diatas menunjukan bahwa hanya 1 (satu) variabel saja yang menunjukan kemaknaan serta memiliki nilai OR paling besar yaitu variabel dengan pengetahuan. N o Variabel B P Value OR CI 95% 1 Pengetahuan Kondom -0.375 0.326 0.688 0.326-1.451 2 Pengetahuan Saling setia pada pasangan -0.787 0.136 0.455 0.162-1.280 3 Pengetahuan penularan antar manusia 1.367 0.000 3.923 2.063-7.459 4 Pengetahuan penularan antar Binatang -0.416 0.245 0.659 0.327-1.330 5 Pengetahuan (Awal) Dasar HIV-AIDS 21.355 0.999 1.9E+09 .000 Pengeta huan dasar HIV-AIDS Komprehensif Jumlah OR (CI 95%) P Value Kasus Kontrol N % N % N % Tidak baik 85 96.6 88 100 173 98.3 0.966 0.929 – 1.005 0.081 Baik 3 3.4 0 0 3 1.7 Total 88 100 88 100 176 100
16 Dapat disimpulkan juga bahwa responden
yang berpengatahuan kurang memahami penularan HIV-AIDS dari manusia berpotensi 3,9 kali lebih besar kurangnya pengetahuan mereka terhadap pengetahuan komprehensif HIV-AIDS dibandingkan dengan mereka yang
memiliki pengetahuan yang memahami/mengerti tentang penularan
HIV-AIDS melalui manusia.
KESIMPULAN
Variabel yang paling dominan menentukan potensi seorang remaja akan memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang HIV-AIDS adalah pengetahuan tentang penularan HIV-AIDS dari manusia.
Remaja yang kurang memahami pengetahuan tentang penularan HIV-AIDS dari manusia, berpotensi 3,9 kali lebih besar akan memiliki pengetahuan yang kurang komprehensif juga tentang HIV-AIDS secara keseluruhan dibandingkan dengan mereka yang lebih memahaminya.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), tahun 2012
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ditjen P2PL, Data stastistik kasus HIV-AIDS di Indonesia, tahun 2012.
---,Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), tahun 2010.
Lestarisa, Trilianti dkk. Tingkat Pengetahuan Pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA-N) Terhadap Pengetahuan Komprehensif Tentang
HIV-AIDS di Kota Palangka Raya Povinsi Kalimantan Tengah Tahun 2013.
Soekidjo Notoatmojo, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Jakarta, 2003.
Suyanto, Metodologi dan Aplikasi Penelitian Keperawatan, Yogyakarta, tahun 2011.