BAB II KAJIAN PUSTAKA. tersebut, Diener, dkk (2003) menerjemahkan subjective well-being sebagai
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Sehingga hipotesis yang diajukan diterima, dapat dikatakan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara subjective well-being dengan kepuasan kerja guru honorer.
Faktor kedua yang mempengaruhi subjective well-being pada pasangan yang menikah muda adalah memiliki hubungan yang positif.Hal ini sesuai dengan teori Pavot dan Diener
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara self esteem dengan subjective well being pada siswa smk. Hal ini berarti semakin
Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan : (1) Ada hubungan positif yang sangat signifikan antara self esteem dengan subjective well being pada siswa
(2011) melaporkan kepatutan sosial merupakan prediktor kuat dari subjective well-being , karena seseorang akan mendapatkan kepuasan hidup dan mempunyai emosi positif tinggi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi tunanetra memiliki Subjective Well Being yang ditinjau dari dimensi penerimaan diri, tujuan hidup, pertumbuhan diri,
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran subjective well-being pada wanita karir yang melajang, serta faktor – faktor yang mempengaruhi gambaran subjective
Dijelaskan oleh Diener (2009) yang menyebutkan bahwa faktor perasaan negatif dalam subjective well-being bisa muncul karena seseorang individu memiliki