• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. tersebut, Diener, dkk (2003) menerjemahkan subjective well-being sebagai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA. tersebut, Diener, dkk (2003) menerjemahkan subjective well-being sebagai"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Kerangka Berpikir Penderita Pasca Stroke

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga hipotesis yang diajukan diterima, dapat dikatakan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara subjective well-being dengan kepuasan kerja guru honorer.

Faktor kedua yang mempengaruhi subjective well-being pada pasangan yang menikah muda adalah memiliki hubungan yang positif.Hal ini sesuai dengan teori Pavot dan Diener

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara self esteem dengan subjective well being pada siswa smk. Hal ini berarti semakin

Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan : (1) Ada hubungan positif yang sangat signifikan antara self esteem dengan subjective well being pada siswa

(2011) melaporkan kepatutan sosial merupakan prediktor kuat dari subjective well-being , karena seseorang akan mendapatkan kepuasan hidup dan mempunyai emosi positif tinggi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi tunanetra memiliki Subjective Well Being yang ditinjau dari dimensi penerimaan diri, tujuan hidup, pertumbuhan diri,

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran subjective well-being pada wanita karir yang melajang, serta faktor – faktor yang mempengaruhi gambaran subjective

Dijelaskan oleh Diener (2009) yang menyebutkan bahwa faktor perasaan negatif dalam subjective well-being bisa muncul karena seseorang individu memiliki