• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Setiap proses belajar mengajar terdapat suatu pembelajaran yang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Setiap proses belajar mengajar terdapat suatu pembelajaran yang"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Setiap proses belajar mengajar terdapat suatu pembelajaran yang

didalamnya terdapat beberapa mata pelajaran, penelitian ini akan membahas mengenai pembelajaran Tematik yang berisi beberapa mata pelajaran salah satunya adalah Seni Budaya dan Prakaryan “ Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya ( SBDP ) merupakan interaksi dari proses pendidikan yang didalamnya terdapat hubungan timbal balik antara pendidik dengan peserrta didik dan hubungan timbal balik tersebut memiliki tujuan edukatif tertentu yang menggunakan seni sebagai media pendidikan dengan mengkomudasikan kebutuhan peserta didik untuk kegiatan kreatif sesuai dengan kemampuannya masing-masing ( Eny, 2014:8 ). Pembelajaran seni di Sekolah Dasar dapat menjadi salah satu upaya dalam melestarikan kebudayaan, karena pendidikan berfungsi sebagai pemelihara dan penerus kebudayaan, alat transformasi kebudayaan, dan alat pengembang idividu peserta didik.

Pada setiap sekolah memiliki tujuan pembelajran Seni Budaya dan

Prakarya yang berbeda-eda, tetapi hal yang akan dituju tersebut tetap sama. Rusyana ( 2000:7 ) menjelas bahwa tujuan pembelajaran SBDP yaitu (1) memperoleh pengalaman seni berupa pengalaman apresiasi seni dan pengalaman ekspresi seni, (2) memperoleh pengethuan seni, misalnya teori seni, sejarah seni,kritik seni dan lain-lain. Didalam pembelajaran seni

(2)

Budaya dan prakarya ( SBDP ) juga terbdapat materi pembelajaran. Materi pembelajaran seni budaya dan prakarya memuat : seni tari, seni rupa, seni musik, dan prakarya. Seni tari mencakup kemampuan untuk apresiasi dan berkreasi karya seni tari kreasi daerah. Seni rupa mencakup kemampuan apresiasi dan berkreasi karya seni rupa dua dan tiga dimensi. Seni musik mencakup kemampuan mengenla dan memahami elemen musik melalui kegiatan berekspresi. Prakarya mencakup kemampuan untuk apresiasi dan berkreasi kerajinan. Namun untuk penelitian ini yang akan dibahas yaitu seni tari. Pembelajaran seni tari merupakan bentuk aktualisasi kerikulum resmi ( official curiculum ) sehinga isi pengalaman belajarnya dapat sampai kepada peserta didik sebabagai sasarannya. Artinya dalam pembelajaran harus ada perkembangan peserya didik.

Bentuk pembelajaran seni di Sekolah Dasar berdasarkan pada sifat

pendidikan seni itu sendiri yaitu multilinguak, multidimensional,dan multikultural. Multilingual berarti seni bertujuan mengembangkan kemampuan mengekspresikan diri dengan berbagai cara seperti melalui bahasa rupa, bunyi, gerak, dan paduan. Multidimensional berarti seni mengembangkan kompetensi kemampuan dasar siswa yang mencakup persepsi, pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi, apresiasi, dan produktivitas dalam mengembangkan fungsi otak kanan dan kiri, dengan meamadukan unsur logika, etika, dan estetika. Dan multikurtural berarti seni bertujuan menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan berapresiasi terhadap keragaman budaya lokal dan global sebagai pembentukan sikap menghargai, toleran, demokratis, beradab dan hidup

(3)

rukun dalam masyarakat dan budaya yang mejemuk ( Depdiknas, 2001:7 ). Model pembeljaran yang diperlukan pada pembelajaran seni tari adalah model yang memberikan peranan pada guru untuk mengelola lingkungan alam dan fisik, sosial, budaya, dan individual, serta sekaligus hidup atau bertindak didalamnya dengan sikap-sikap yang memberikan peluang berkembangnya potensi pribadi kearah kreatif dan apresiatif terhadap seni tari. Dalam pembelajaran juga memerlukan media pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran lebih efejtif. Peneliti mendapatkan analisis kebutuhan dari uraian diatas. Berdasarkan data hasil wawancara bersama kepala sekolah dan guru SD Muhammadiyah 3 Assallam Kota Malang. Sekolah Assalam ini sudah menggunakan kurikulum 2013, untuk fasilitas sekolahnya cukup memadai, disekolah ini guru-guru juga sudah menerapkan media pembelajaran, tetapi masih kurang menari perhatian siswa. Dengan fasilias yang cukup memadai seharusya guru bisa mengembangkan media pembilajaran yang bisa menarik minat belajar peserta didik, seperti mengembangan media pembelajaran yang berbasis Ilmu Teknologi seperti ( multimedia interaktif ). Oleh karenanya, dalam

penelitian ini akan dilakukan pengembangan media pembelajaran ( multimedia interaktif).

Media pembelajran adalah bagian dari sistem instruksional.

Artinya , keberadaban media tersebut tidak terleppas dari konteksnya sebagai komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan. Interaktif merupakan suatu proses pemberdayaan siswa untuk mengendalikan lingkungan belajar ( Soenarto, 2009 ). Dalam konteks ini lingkungan

(4)

belajar yang dimaksud adalah belajat dengan menggunakan komputer. Klasifikasi interaktif dalam ligngkup multimedia pembelajaran bukan terletak pada sistem hardware, tapi lebih mengacu pada karakteristik belajar siswa dalam merespon stimulus yang ditampilkan layar monitor komputer. Dengan perkembangan zaman, media berbasis elektronikk seakin banyak digunakan dalam pembeljaaran seperti LCD, Powerpiin, dan internet. Kemajuan teknologi saat ini benar-benar menakjubkan dan membuat guru menggunakannya dalam media pembelajaran, misalnya laptop/komputer. Koputer dalam pembeljaran saat ini sudah dikembangan dengan memanfaatkan program-program kompiter dalam bentuk lunak ( software ). Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya ( SBDP ) dibutuhkan sebuah media interaktif yang dapat digunakan untuk menumbuhkan minat dan kemauan belajar siswa serta untuk membuat siswa lebih aktif dalam belajar.

Sesuai dengan yang akan digunakan dalam penlitian, yaitu Pengembangan Multimedia Insetatik ( Interaktif Seni Tari Tematik ) Pada Tema Udara Bersih Bagi Kesehatan Kelas V Sekolah Dasar. Dalam penelitian ini peneliti mengembangkan media pembelajaran dengan menggunakan perangkat lunak ( software ). Mutimedia interaktif adalah kombinasi teks, gambar, video, animasi dll yang terpadu dengan bantuan komputer digunakan untuk mencapai tujuan pemelajaran dan pengguna dapat berinteraksi dengan program secara aktif ( Sujono (2017:41). Multimedia interatif, sebuah media pembelajaran yang didalam media tersebut menyajikan mengenai beberapa materi yang tercantum dalam

(5)

tema 2 subema 3 pada pembelajaran 6 kelas lima salah satunya mata pembelajaran SBDP yang didalamnya akan membahas materi seni tari. Didalam media ini, peneliti akan menghiasi atau akan menmberikan karakteristik cartoon untuk menarik perhatian siswa dan memberikan suatu estetika didalam media tersebut. Cartoon didalam media ini berfungsi sebagia hiasan untuk menarik perhatian siswa dalam belajar supaya media tersebut tidak terlihat monoton. Peneliti akan menyajikan media pembelajaran yang didalamnya terdapat bebebrapa menu, diantaranya menu materi yang didalamya berisi penjelasan, gambar tarian, dan lain-lain. Alasan peneliti mengembangkan multrimedia interaktif ini karena dengan berkembangkangnya teknologi dan informasi pada zaman sekarang kita harus memanfaatkannya dengan baik. Selain itu kenapa peneliti kembangkan multimedia interaktif seni tari ini di sekolah assalam karena guru-guru belum pernah menerapkan media ini kepada peserta didik dengan fasilitas yang cukup memadai. Dan mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya khususnya pada materi seni tari kurang dminati oleh peserta didik kelas V karena media ajar yang digunakan kurang efektif sehingga dibutuhkan sebuah media interaktif untuk menarik perhatian dan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran.

Peneliti mengambil penelitian terdahulu dari hasil penelitian

Muhamad Istiqlal yang berjudul “ Pengembanagn Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran Matematika “. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia interaktif dalam pemblajaran matematika. Persamaan media peneliti terdahulu dengan media peneliti ini yaitu

(6)

sama-sama mengembangkan media interaktif, sedangkan milik peneliti media interaktif, hanya saja peneliti pada pembelajaran SBDP Kelas V. Perbedaannya yaitu di dalam peneliti terdahulu pembelajaran matematika, sedangkan dari peneliti yaitu pembelajaran seni budaya dan prakarya ( sbdp ) kelas V.

Berdasarkan uraian diatas, perlu dilakukan penelitian

pengembangan dengan judul Pengembangan Multimedia Insetatik ( Interaktif Seni Tari Tematik ) Pada Tema Udara Bersih Bagi Kesehatan Kelas V Sekolah Dasar

B. RUMUSAN MASALAH

Dari uraian diatas dapat diketahui rumusan masalah yang akan diteliti, sebagai berikut :

1. Bagaimana Pengembangan Multimedia Insetatik ( Interaktif Seni Tari Tematik ) Pada Tema Udara Bersih Bagi Kesehatan Kelas V Sekolah Dasar

2. Keefektifan Multimedia Insetatik ( Interaktif Seni Tari Tematik ) Pada Tema Udara Bersih Bagi Kesehatan Kelas V Sekolah Dasar

C. TUJUAN

Tujuan dari uraian rumusan masalah dapat diketahui tujuan penelitian, sebagai berikut :

(7)

1. Untuk mengetahui Pengembangan Multimedia Insetatik ( Interaktif Seni Tari Tematik ) Pada Tema Udara Bersih Bagi Kesehatan Kelas V Sekolah Dasar.

2. Untuk mengetahui Keefektifan Multimedia Insetatik ( Interaktif Seni Tari Tematik ) Pada Tema Udara Bersih Bagi Kesehatan Kelas V Sekolah Dasar

D. Spesifikasi Produk yang diharapkan

Dalam media ini untuk spesifikasi produk yang diharapkan, akan dijelaskan dibawah ini, sebagai berikut :

1. Konten

Adapun isi dari produk yang terdapat dalam multimedia interaktif ini, yaitu :

a. Prosil beirisi - Prosil peneliti

- Profil pembimbing 1 dan 2

(8)

c. Materi pembelajaran, dan

d. Evaluasi

2. Konstruk

Produk yang dikembangkan yaitu Multimedia Interaktif, yang memiliki konstruk sebagai berikut :

a. Cover multimedia interaktif menggunakan tampilan sesuai dengan materi pembelajaran

b. Multimedia interaktif berbentuk aplikasi

c. Multimedia interaktif menggunakan gambar yang menarik dan materi yang sederhana sehingga mudah dipahami peserta didik E. Pentingnya penelitian dan pengembangan

Pengembagan multimedai insetatik ( interaktif seni tari tematik ) dilakukan seabagai salah satu upaya untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran bagi siswa kelas V. Adapaun pentingnya pengembangan multimedia interaktif seni tari adalah sebagai berikut :

1. Teoritis

Secara teoritis, diharapkan hasil penelitian ini dapat memberika tambaha ilmu pengetahuan terutama pada pembelajaran tematik

(9)

disekolah dasar dengan menggunakan media pembelajaran. Sehingga dalam pembelajaran dapat memberikan semangat dan kemauan siswa untuk lebih giat belajar, dapat memotivasi siswa, dan dapat mempermudah siswa dalam memahami materi yang diajarkan.

2. Praktis

a. Bagi Siswa

Pengembangan multimedia multimedai insetatik ( interaktif seni tari tematik ) untuk mengetahui respon media dengan baik. Karena pembelajaran yang menyenagkan bagi siswa akan memberikan kesan yang baik bagi pengalaman belajar siswa, dan juga dapat membantu dalam mengembangkan daya ingat siswa.

b. Bagi Sekolah

Dapat memberi kontribusi bagi sekolah dalam upaya memperbaiki proses belajar mengajar dan mengembangkan media pembelajaran lebih bermakna dan tercapainya tujuan pembelajaran

c. Bagi Guru

Diharapkan dengan media ini dapat membantu guru dalam proses pembelajaran tematik dan dapat menambah materi sebagai sumber belajar.

d. Bagi Peneliti

Melalui multimedia multimedai insetatik ( interaktif seni tari tematik ) dapat menambahkan pengetahuan dan wawasan peneliti dari kegiatan pengembangan media.

(10)

F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan 1. Asumsi

Pengembangan media ini didasarkan pada beberapa asumsi sebagai berikut :

a. Multimedia multimedai insetatik ( interaktif seni tari tematik ) digunakan untuk menarik perhatian dan kemauan belajar siswa dalam pembelajaran tematik.

2. Keterbatasan Masalah

a. Menggunakan multimedia multimedai insetatik ( interaktif seni tari tematik ), tingkat pemahaman siswa dalam memahami materi berbeda- beda.

b. Butuh waktu untuk digunakan dalam pembuatan media interaktif ini, agar semua tersusun rapi. Dengan waktu yang singkat sehingga kurangnya waktu yang dibutuhkan.

G. Definisi Operasional 1. Seni Tari

Tai adalah keindahan bentuk dari anggota badan manusia yang bergerak, berirama dan bejiwa yang harmonis.

2. Pembelajaran Tematik

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang menggunakan tema dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.

(11)

3. Media Pembelajaran

Media pembelajaran adalh sebuah alat bantu belajar mengajar yang dapat digunakan untuk menstimulasi pikiran, perasaan, perhatian dan keterampilan siswa, sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.

4. Multimedia Interaktif

Multimedia interaktif adalah media yang menggunakan teks, grafik, video, animasi dan suara untuk menyampaikan suatu pesan dan informasi, melalui media elektronik seperti komputer dan perangkat elektronik lainnya.

Referensi

Dokumen terkait

Dari penelitian yang dilakukan di Desa Tembung, sejak masa survey awal, observasi hingga proses penelitian itu sendiri, dapat diketahui bahwa dari 45.230

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai nilai karakter dalam berbagai bentuk ungkapan tradisional masyarakat Sasak Lombok Utara, yaitu kreataif, cinta damai,

Dari penilaian terhadap fisik bangunan rumah tinggal, tingkat penerapan prinsip tahan gempa pada bagian rumah yang dibangun dengan program bantuan JRF sudah

Dari metode percobaan di atas akan dapat kita lihat bagaimana hasilnya jika file yang telah dimampatkan dengan suatu algoritma dimampatkan lagi sebanyak 2 kali dengan algoritma

Data log, data SCAL (Special Core Analysis), data core, data test sumur, dan data produksi digunakan untuk menentukan besarnya harga cut-off Vshale dan cut-off

Sumberdaya kognitif seseorang dapat diolah melalui belajar menari, yang mana tari berfungsi sebagai sarana pendidikan untuk mengembangkan potensi emosional, bahkan tari

Hasil penelitian ini menggambarkan suatu fenomena pengalaman tenaga kesehatan (dokter dan perawat) tentang sistem pelayanan kesehatan. Partisipan dalam penelitian

Dengan menggunakan metode FFD, didapatkan kelurusan-kelurusan yang berasosiasi dengan struktur yang ada di lokasi penelitian atau merupakan refleksi gambaran topografi berupa