• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab II Telaah Teoretis dan Pengembangan Model Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bab II Telaah Teoretis dan Pengembangan Model Penelitian"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

6

Bab II

Telaah Teoretis dan Pengembangan Model Penelitian

1.1 Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Budiman (2000:1), di Indonesia kata pembangunan sudah menjadi kata kunci bagi segala hal. Secara umum, kata ini diartikan sebagai usaha untuk memajukan kehidupan masyarakat dan warganya. Seringkali, kemajuan yang dimaksud terutama adalah kemajuan material. Maka, pembangunan seringkali diartikan sebagai kemajuan yang dicapai oleh sebuah masyarakat dalam bidang ekonomi.

Pembangunan mula-mula dipakai dalam arti pertumbuhan ekonomi.

Sebuah masyarakat dinilai berhasil melaksanakan pembangunan, bila

pertumbuhan ekonomi masyarakat tersebut cukup tinggi. Dengan demikian, yang diukur adalah produktivitas masyarakat atau produktivitas negara tersebut setiap tahunnya. (Budiman, 2000:2).

Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah (Sukirno, 2011:9). Pertumbuhan ekonomi lebih menunjuk kepada perubahan yang bersifat kuantitatif dan biasanya diukur dengan menggunakan data produk domestik regional bruto atau pendapatan atau nilai akhir pasar dari barang dan jasa yang dihasilkan dari suatu perekonomian selama kurun waktu tertentu.

(2)

7

1.2 Teori Pertumbuhan Harrod-Domar

Teori Harrod-Domar menganalisis syarat-syarat yang diperlukan agar perekonomian bisa tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang. Dengan kata lain, teori ini berusaha menunjukkan syarat yang dibutuhkan agar perekonomian bisa tumbuh dan berkembang dengan mantap (steady growth) (Arsyad, 1997:59). Dalam model ini modal fisik mempunyai peran penting. Penduduk dianggap sebagai salah satu sumber daya tetapi kapasitasnya dapat meningkat hanya bila modal fisiknya juga bertambah besar.

1.3 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh masyarakat di suatu wilayah (region), baik ditingkat provinsi maupun kabupaten atau kota. Seperti halnya PDB, PDRB adalah salah satu indikator makro yang dapat menggambarkan besarnya nilai tambah yang diperoleh dari berbagai aktivitas perekonomian di suatu wilayah (Arifin, 2007:92).

Dalam penghitungan PDRB ada dua metode yang digunakan. Pertama, PDRB atas dasar harga berlaku (at current prices) yaitu PDRB yang masih memuat faktor inflasi di dalamnya. Kedua PDRB atas dasar harga konstan (at

constant prices) adalah PDRB yang sudang menghilangkan faktor inflasi. PDRB

atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi secara riil dari tahun ke tahun atau pertumbuhan ekonomi yang tidak dipengaruhi oleh faktor harga. Laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat diukur dengan

(3)

8

menggunakan laju pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan. Berikut ini adalah rumus untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi (Arsyad, 1999) :

Gt = Yrt - Yrt-1

Yrt-1 x 100% ... (1)

di mana ;

Gt : laju pertumbuhan ekonomi

Yrt : PDRB atas dasar harga konstan pada tahun t

Yrt-1 : PDRB atas dasar harga konstan pada tahun sebelumnya

1.4 Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Indeks pembangunan manusia (IPM) dapat mencerminkan bagaimana posisi sebuah negara dengan negara lain dalam tingkat kesejahteraan masyarakat yaitu pembangunan manusianya termasuk di dalamnya pembangunan di bidang ekonomi sehingga analisis indeks pembangunan manusia dapat digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan pembangunan. (Rokhmani, 2009)

Indeks pembangunan manusia (IPM) dapat dihitung dengan cara:

IPM = 1/3 (Indeks IPM1 + Indeks IPM2 + Indeks IPM3) ... (2)

di mana:

IPM : indeks pembangunan masyarakat

IPM1 : indeks kesehatan

IPM2 : indeks pendidikan

IPM3 : indeks daya beli

Masing-masing indeks komponen IPM tersebut merupakan perbandingan antara selisih suatu nilai indikator dan nilai minimumnya dengan selisih nilai

(4)

9

maksimum dan nilai minimum indikator yang bersangkutan. Rumusnya dapat disajikan sebagai berikut :

Indeks X(i)= X(i) - X(i)min / [X(i)maks - X(i)min] ... (3)

dimana X(i) merupakan indikator ke-i. Nilai maksimum dan nilai minimum

indikator X(i) disajikan pada tabel 3.

Tabel 3 Nilai Maksimum dan Minimum Komponen IPM

Indikator Komponen IPM Nilai Maksimum Nilai Minimum

Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata lama sekolah Konsumsi per kapita yang disesuaikan 1999 85 100 15 732.720 25 0 0 360.000

Sumber BPS Jawa Tengah

Angka harapan hidup merupakan indikator komponen indeks kesehatan. Angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah merupakan indikator komponen indeks pendidikan. Sedangkan konsumsi per kapita merupakan indikator komponen indeks daya beli.

Menurut Sutrisna (2014), indeks pembangunan manusia (IPM) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur salah satu aspek penting yang berkaitan dengan kualitas dari hasil-hasil pembangunan ekonomi, yakni derajat perkembangan manusia. IPM adalah suatu indeks komposisi yang didasarkan pada tiga indikator, yakni kesehatan, pendidikan yang dicapai, dan standar kehidupan. Ketiga unsur tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya, selain juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti ketersediaan kesempatan kerja, yang pada gilirannya ditentukan

(5)

10

oleh pertumbuhan ekonomi, infrastruktur dan kebijakan pemerintah. Jadi, IPM akan meningkat apabila ketiga unsur tersebut dapat ditingkatkan, dan nilai IPM yang tinggi menandakan keberhasilan pembangunan ekonomi. Dengan kata lain terdapat korelasi positif antara nilai IPM dengan derajat keberhasilan pembangunan ekonomi.

1.4.1 Indeks Kesehatan

Untuk menghitung indeks kesehatan, digunakan angka harapan hidup sebagai indikator. Rumusan yang digunakan untuk menghitung indeks kesehatan diadopsi dari BPS adalah :

Indeks Kesehatan = X(i) - X(i)min / [X(i)maks - X(i)min] ... (4)

dimana:

X(i) = Angka Harapan Hidup pada tahun tertentu,

X(i)maks = Angka Harapan Hidup maksimum,

X(i)min = Angka Harapan Hidup minimum.

1.4.2 Indeks Pendidikan

Ada dua komponen indikator yang membentuk indeks pendidikan, yaitu indeks melek huruf dan indeks rata-rata lama sekolah. Angka melek huruf adalah persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin dan atau huruf lainnya. Sedangkan rata-rata lama sekolah mengindikasikan anak berusia 15 tahun ke atas yang menjalani pendidikan formal. Indeks Melek Huruf = X(i) - X(i)min / [X(i)maks - X(i)min] ... (5)

(6)

11

di mana:

X(i) = Angka Melek Huruf pada tahun tertentu,

X(i)maks = Angka Melek Huruf maksimum,

X(i)min = Angka Melek Huruf minimum.

Indeks Lama Sekolah = X(i) - X(i)min / [X(i)maks - X(i)min] ... (6)

di mana:

X(i) = Angka Rata-rata Lama Sekolah pada tahun tertentu,

X(i)maks = Angka Rata-rata Lama Sekolah maksimum,

X(i)min = Angka Rata-rata Lama Sekolah minimum.

Berdasarkan indeks melek huruf dan indeks lama sekolah, maka didapatkan indeks pendidikan sebagai berikut:

Indeks Pendidikan = 𝟐

𝟑 Indeks Melek Huruf +

𝟏

𝟑 Indeks Lama Sekolah .... (7)

1.4.3 Indeks Daya Beli

Kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok dapat dilihat dari rata-rata konsumsi per kapita sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak. Rumusan yang digunakan untuk menghitung indeks daya beli diadopsi dari BPS adalah :

Indeks Daya Beli = X(i) - X(i)min / [X(i)maks - X(i)min] ... (8)

dimana:

X(i) = Konsumsi per Kapita pada tahun tertentu,

X(i)maks = Konsumsi per Kapita maksimum,

(7)

12

1.5 Kesehatan dan Pertumbuhan Ekonomi

Manusia dengan tingkat kesehatan yang baik merupakan input penting untuk menurunkan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan ekonomi jangka panjang. Kesehatan merupakan dasar bagi produktivitas kerja. Tenaga kerja yang sehat secara fisik dan mental akan lebih giat dan kuat, lebih produktif, dan mendapatkan penghasilan yang tinggi.

Menurut penelitian Sutrisna (2014), kesehatan berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Hal tersebut dikarenakan masih adanya ketimpangan pembangunan terkait distribusi pendapatan sehingga kesehatan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Kesehatan yang tidak diimbangi dengan pendidikan dan pelatihan akan kurang dapat terserap dalam pasar tenaga kerja. Hasil yang sama juga terjadi pada penelitian Uppun (2013) yang menyatakan bahwa penduduk yang dalam hal ini tenaga kerja yang kurang sehat akan berkurang kemampuan bekerja keras sehingga menghasikan produksi atau produktivitas yang menurun. Hasil berbeda terjadi pada penelitian yang dilakukan Wasmani (2014) yang menyatakan bahwa angka harapan hidup yang merupakan komponen indeks kesehatan berpengaruh positif terhadap pembangunan ekonomi di Sumatra Barat. Berdasarkan penjelasan tersebut dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

(8)

13

1.6 Pendidikan dan Pertumbuhan Ekonomi

Lewat pendidikan, manusia dianggap akan memperoleh pengetahuan, dan dengan pengetahuannya manusia diharapkan dapat membangun keberadaan hidupnya dengan lebih baik. Implikasinya, semakin tinggi pendidikan, hidup manusia akansemakin berkualitas. Semakin tinggi kualitas tenaga kerja maka semakin besar produktivitas menghasilkan barang dan jasa karena dapat menggunakan teknologi baru dan akan berdampak pada semakin tingginya pertumbuhan ekonomi.

Hasil penelitian Uppun (2013) dan Wasmani (2014) menunjukkan bahwa betapa pentingnya pendidikan dalam pembangunan ekonomi. Pendidikan sebagai salah satu faktor menentukan kualitas sumber daya manusia, Makin banyak tenaga kerja yang berhasil mencapai tingkat pendidikan tinggi, maka kualitas tenaga kerja semakin baik. Sutrisna (2014) di dalam penelitiannya menyatakan bahwa indeks pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut sesuai dengan hipotesis yang dibentuk berdasarkan teori bahwa pendidikan merupakan modal manusia yang terpenting untuk meningkatkan produktifitasnya sebagai tenaga kerja yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan penjelasan tersebut dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

(9)

14

1.7 Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi

Selain ukuran pendidikan dan kesehatan, daya beli merupakan ukuran yang cukup signifikan untuk mengetahui bagaimana sebetulnya IPM suatu masyarakat. Istilah daya beli berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam memenuhu kebutuhan hidupnya. Pemerintah dinilai perlu meningkatkan daya beli masyarakat untuk mempertahankan konsumsi domestik sehingga bisa menopang pertumbuhan ekonomi. Sejauh ini konsumsi domestik dianggap masih menjadi penopang dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Penelitian Sutrisna (2014) menunjukan bahwa indeks daya beli secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali. Kemampuan daya beli masyarakat akan mendorong permintaan barang dan jasa meningkat, sehingga hal tersebut dapat pula memicu pertumbuhan ekonomi terkait konsumsi serta kemampuan daya beli masyarakat tersebut berdampak pada kesejahteraan masyarakatnya terkait pemenuhan kebutuhan. Berdasarkan penjelasan tersebut dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

(10)

15

1.8 Model Penelitian

Gambar 1. Model pengaruh indeks kesehatan, indeks pendidikan dan indeks daya beli terhadap pertumbuhan ekonomi.

Indeks Pendidikan Indeks Kesehatan Pertumbuhan Ekonomi Indeks Daya Beli

Gambar

Tabel 3 Nilai Maksimum dan Minimum Komponen IPM
Gambar 1. Model pengaruh indeks kesehatan, indeks pendidikan dan indeks  daya beli terhadap pertumbuhan ekonomi

Referensi

Dokumen terkait

Besar kecil profitabilitas yang didapatkan suatu perusahaan akan memengaruhi nilai perusahaan dengan melihat profitabilitas sebagai ukuran dan kinerja perusahaan

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Denzin dan Lincoln menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah,

Sebagai pengatur layanan ini, dibangun juga sebuah server yang akan melakukan pengambilan berita dari beberapa situs web dengan menggunakan algortima Web Crawler

Pada HOR fase 1 didapatkan 12 risk agent yang menjadi prioritas penanganan yaitu penggalian drainase, kurangnya sistem pemantauan pipa otomatis, terjadinya kebocoran yang

Biaya tetap merupakan biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan operasional dan pengelolaan rusun Biaya tetap terdiri dari : biaya gaji pegawai yang ada pada rusun, biaya listrik

Pembelajaran memasak pada anak-anak, saat ini diberikan sebagai salah satu kegiatan penunjang di sekolah dan dibimbing oleh guru maupun pembelajaran dengan orang tua di

Segenap Karyawan Perpustakaan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang selama ini telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan

Algoritma Frequent pattern growth adalah pola asosiasi yang dapat digunakan untuk menentukan himpunan data yang paling sering muncul (frequent.. itemset) dalam