• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI MANAJERIAL, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN. A. Kesimpulan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI MANAJERIAL, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN. A. Kesimpulan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

KESIMPULAN, IMPLIKASI MANAJERIAL, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Intellectual Capital yang diukur melalui (VAIC™) terhadap kinerja keuangan yang diukur melalui ROA. Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar BEI dari tahun 2007 sampai tahun 2009.

Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan sebagaimana telah disajikan pada bab 4 (empat), maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1.1. Terdapat pengaruh yang positif antara Value Added Capital Employed (VACA) terhadap kinerja keuangan yang diukur menggunakan ROA.

VACA merupakan indikator untuk value added yang diciptakan oleh satu unit physical

capital atau Capital Employed. Kenaikan dari 1 unit Capital Employed memiliki

kecenderungan akan menghasilkan return yang lebih besar daripada perusahaan lain, hal ini berarti bahwa perusahaan telah menggunakan kemampuan intelektualnya dalam memanfaatkan physical atau Capital Employed dengan baik, sehingga dapat menaikkan kinerja keuangannya.

1.2. Terdapat pengaruh yang positif antara Value Added Human Capital (VAHU) terhadap kinerja keuangan yang diukur menggunakan ROA.

(2)

VAHU menunjukkan seberapa banyak VA dapat dihasilkan dengan dana yang dikeluarkan untuk tenaga kerja. Pengaruh VAHU yang positif memiliki kecenderungan bahwa karyawan dalam suatu perusahaan memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk menciptakan nilai bagi peningkatan kinerja keuangan perusahaan.

1.3. Terdapat pengaruh yang negatif antara Structural Capital Value added (STVA) terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diukur menggunakan ROA.

Diduga, STVA bukan merupakan indikator yang baik dalam menjelaskan Structural Capital perusahaan. Structural Capital hanya diukur dengan menggunakan Value Added (VA) dikurangi dengan Human Capital (HC), cara pengukuran ini diindikasikan tidak mampu menangkap bentuk keseluruhan dari Structural Capital (Chen et al. 2005).

1.4. Terdapat pengaruh yang positif antara Value Added Capital Coefficient (VAIC™) terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diukur melalui ROA.

Kenaikan pada VAIC™ pada suatu perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mampu mengelola sumber daya yang dimilikinya, dalam hal ini modal intelektual yang dimilikinya secara maksimal telah digunakan untuk menghasilkan value added bagi perusahaan sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.

B. Implikasi Manajerial

1. Bagi perusahaan, Intellectual Capital dapat menjadi petunjuk bagi kinerja manajer sehingga dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan (firm’s value creation) dan keunggulan kompetitif dibanding para pesaingnya.

2. Bagi investor, penelitian ini berguna sebagai referensi untuk menilai kinerja IC perusahaan, sehingga dapat membantu (calon) investor untuk pengambilan keputusan.

(3)

C. Keterbatasan Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, hasil penelitian ini juga mengandung beberapa keterbatasan, anatara lain:

1. Jumlah sampel yang relatif kecil hanya mengambil sampel selama tiga tahun, menjadikan pengujian ini menjadi kurang akurat. Sampel dalam penelitian ini hanya terbatas 27 bank saja, sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasi. Penelitian terkesan sempit sehingga tidak cukup objektif untuk menggambarkan kinerja modal intelektual suatu bank (Ulum, 2008).

2. Variabel Independen yang digunakan hanya empat yaitu, VACA, VAHU, STVA, dan VAIC™ sehingga diperlukan variabel lain sebagai penambah untuk menghitung variabel independen-nya.

3. Pemilihan indikator dari kinerja keuangan perusahaan hanya dilihat dari sisi rasio rentabilitas yang diproksikan melalui satu indikator saja yaitu diukur dengan Return on Asset (ROA). 4. Ukuran kinerja perusahaan pada penelitian ini menggunakan rasio activity sehingga hasil

yang diharapkan tidak maksimal dikarenakan rasio ini hanya mengukur seberapa cepat suatu akun dapat dikonversikan menjadi penjualan atau kas, yang artinya hanya memikirkan return jangka pendek saja.

(4)

D. Saran

Saran yang didasarkan pada beberapa keterbatasan dan simpulan di atas, maka dapat diberikan saran sebagai berikut:

1. Data keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah data keuangan selama tiga tahun, dikarenakan data yang ideal digunakan untuk melakukan suatu penelitian adalah sebanyak 5 (lima) tahun, maka untuk penelitian selanjutnya disarankan agar data yang digunakan lebih dari tiga tahun, sehingga data yang digunakan dapat memberikan gambaran yang lebih spesifik dan detail.

2. Menambah indikator penghitung kinerja keuangan perusahaan, dikarenakan dalam penelitian ini hanya menggunakan satu ukuran kinerja keuangan yaitu ROA, sehingga pada penelitian selanjutnya diharapakan dapat menggunakan ukuran kinerja keuangan lainnya.

3. Penelitian selanjutnya mungkin dapat mempertimbangkan untuk menggunakan ukuran kinerja yang berbasis market value, karena beberapa penelitan menunjukkan adanya pengaruh IC terhadap kinerja perusahaan yang diukur dengan market value.

(5)

DAFTAR PUSTAKA

Abidin. (2000). Upaya Mengembangkan Ukuran-ukuran Baru. Media Akuntansi. Edisi 7. Thn. VIII. pp. 46-47.

Ali, Muhammad. (1995). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Moderen. Jakarta: Pustaka Amani. Astuti, Marisa Tri. (2007). Analisis Rasio Profitabilitas dan Aktivitas untuk Menilai Kinerja

Keuangan Perusahaan Manufaktur: Studi pada Perusahaan Manufaktur Sektor Farmasi yang Listing di BEJ. Skripsi. Universitas Muhamadiyah Malang. http://www.google.com (diakses Desember 2010).

Astuti, P.D. dan A. Sabeni. (2005). Hubungan Intellectual Capital dan Business Performance.

Proceeding SNA VII. Solo. Pp. 694-707.

Astuti, P.D. (2003). Hubungan Intellectual Capital dan Business Performance. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang. (www document) http://www.google.com (diakses November 2010).

Bornemann, N. (1999). Reporting and Managing Intellectual Capital : Evidence from Ireland.

http://google.com (diakses Januari 2011).

Bursa Efek Indonesia. (2007). Indonesian Capital Market Directory. Institute for Economi and

Financial Research.

Bursa Efek Indonesia. (2008). Indonesian Capital Market Directory. Institute for Economi and

Financial Research.

Bursa Efek Indonesia. (2009). Indonesian Capital Market Directory. Institute for Economi and

Financial Research.

Chen et al. (2005). An Empirical Investigation of The Relationship Between Intellectual Capital and Firms’ Market Value and Financial Performance. Journal of Intellectual Capital. Vol. 6 No. 2. pp. 159-176.

(6)

Febriyani, Anita dan Rahadian Zulfadin. (2003). Analisis Kinerja Bank Devisa dan Bank Non- Devisa di Indonesia. Kajian ekonomi dan keuangan. Vol. 7. No. 4. Hal. 38-54.

Firer, S., and S.M. Williams. (2003). Intellectual Capital and Traditional Measures of Corporate Performances. Journal of Intellectual Capital. Vol. 4. No. 3, pp. 348-360.

Ghozali, I. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit UNDIP.

Hair, J. F. Jr., et al. (1998). Multivariate Data Analysis (5th ed.). Upper Saddle River, NJ:

Prentice Hall.

Hanafi, M. mamduh dan Abdul Halim. (2000). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

Hansen, Don R. and Mowen, Maryanne M. (2003). Cost Management: Accounting and Control.

4th ed, Thomson South-Western, Ohio.

Ikatan Akuntan Indonesia. (2002). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 19: Jakarta. Salemba Empat.

Imaningati, (2007). Pengaruh Intellectual Capital pada Nilai Pasar Perusahaan dan Kinerja Perusahaan. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang. (www document) http://www.google.com (diakses Desember 2010).

Indriantoro dan Supomo. (2002). Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE UGM.

Iryanie, Emi. (2009). Komitmen Stakeholder Perusahaan Terhadap Kinerja Sosial dan Kinerja Keuangan: Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang. (www document) http://www.google.com (diakses Desember 2010).

Ivada, Elvia. (2004). Persepsi Akuntan atas Pengakuan dan Pelaporan Intellectual Capital. Jurnal

(7)

Ivada, Elvia dan Bawono, Andy Dwi Bayu. 2006. Intellectual Capital Realization Process (ICRP), Sebuah Upaya Memetakan dan Membentuk Persediaan Intellectual Capital bagi Perusahaan. BENEFIT Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 10 (2), pp. 177-193.

J,Brines. (2004). Sociology 429: analysis of residuals winter. (www document)

http://www.google.com (diakses Januari 2011).

Kamath, G.B. (2007). The Intellectual Capital Performance of Indian Banking Sector. Journal of

Intellectual Capital. Vol. 8 No. 1. pp.96-123.

Kuryanto, Benny. (2008). Pengaruh Intellectual Capital terhadap Kinerja Perusahaan. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang. (www document) http://www.google.com (diakses November 2010).

Munif et al. (2010). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Indeks Pengungkapan Corporate Social Responbility di Indonesia: Studi Empiris pada Perusahaan Non-Keuangan yang Lasting Bursa Efek Indonesia. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang. (www document) http://www.google.com (diakses Desember 2010).

Murdyanto. (2008). Pengaruh Efisiensi Operasi Risiko Kredit Resiko Pasar dan Modal Terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang. (www document) http://www.google.com (diakses November 2010).

Murti, Anugraheni Cahyaning. (2010). Analisis Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Kinerja Perusahaan : Studi pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang. (www document) http://www.google.com (diakses November 2010).

Nerdrum Lars and Truls Erikson. (2001). Intellectual Capital A Human Capital Perpective.

Journal of Intellectual Capital. Vol. 2. No. 2, pp. 127-135.

Pramelasari, Yosi Metta. (2010). Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Nilai Pasar dan Kinerja Keuangan Perusahaan. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang. (www document) http://www.google.com (diakses November 2010).

(8)

Setiarso, Bambang. (2006). Pengelolaan Pengetahuan (Knowledge Managemnet) dan Modal Intelektual (Intellectual Capital) untuk Pemberdayaan UKM. (www documents) http://

www.ilmu-komputer.com (diakses Desember 2010).

Solikhah, Badingatus. (2010). Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan, Pertumbuhan, dan Nilai Pasar pada Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang. (www document) http://www.google.com (diakses Desember 2010).

Suwarjuwono, T. dan A.P. Kadir. (2003). Intellectual Capital: Perlakuan, Pengukuran, dan Pelaporan (Sebuah Library Research). Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 5. No. 1. pp. 35-37.

Tan et al. (2007). Intellectual Capital and Financial Returns of Companies. Journal of

Intellectual Capital. Vol. 8. No. 1. pp. 76-95.

Ulum et al. (2008). Intellectual Capital dan Kinerja Keuangan Perusahaan: Suatu Analisis dengan Pendekatan Partial Least Squares. SNA XI Pontianak.

Ulum, Ihyaul. (2008). Intellectual Capital Performance Sektor Perbankan di Indonesia. Jurnal

Akuntansi dan Keuangan. Vol. 10, No. 2, November, halaman 77-84.

Ulum, Ihyaul. (2009). Intellectual Capital: Konsep dan Kajian Empiris. Yogyakarta: Graha Ilmu. Wahdikorin, Ayu. (2010). Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan

Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang. (www document) http://www.google.com (diakses November 2010).

Widjanarko, Indra. (2006). Perbandingan Penerapan Intellectual Capital Report antara Denmark, Sweden dan Austria” : Studi Kasus Systematic, Sentesia Q dan OeNB. Skripsi. Universitas Islam Indonesia. (www document) http://www.google.com (diakses Desember 2010).

(9)

Wild et al. (2009). Analisis Laporan Keuangan Buku 2. Edisi 8. Jakarta: Salemba Empat http://www.bi.go.id/01/2011/ Peraturan-Bank Indonesia-Nomor 6/10/PBI/2004 /

http://www.wikipedi.com/01/2011/macam-macam-bank

 

Referensi

Dokumen terkait

Atas dasar pemberlakuan Otonomi Khusus, maka penataan terhadap eksistensi Pemerintahan Kampung perlu dilakukan untuk memberi kepastian hukum dan kejelasan dalam

Livia and Oktatiarso; Penjadwalan Untuk Memininimalkan Total Tardiness Dengan Metode … 133 Pada penjadwalan FCFS produk container 1 liter tersebut dapat diketahui bahwa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik keluaran arus dan tegangan yang dihasilkan dari pemanfaatan turbin angin vertical axis tipe Savonius pada generator

Tahapan penelitian meliputi tahap persiapan, studi literatur (analisis shop drawing, bar bending schedule, visual basic 6.0, Microsoft access, dan crystal report ),

PLN distribusi Jawa Barat dan Banten, agar pesan yang disampaikan oleh pimpinan Humas mendapatkan respon yang positif dari karyawan sehingga dapat membangun

Oleh karena itu, industri rumah tangga olahan waluh di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang yang membutuhkan bahan baku setiap saat harus dapat mengendalikan atau

apa saja yang dapat bermanfaat bagi masarakat umum khususnya dan peneliti merancang yaitu berupa Informasi Pemetaan, penugasan pustu maupun bidan, dan segaligus