• Tidak ada hasil yang ditemukan

PAPER TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-6 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PAPER TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-6 1"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Abstrak— PPID Dispendik Jatim merupakan sentral informasi dan komunikasi pendidikan di Jawa Timur berencana membangun data center dengan tujuan Untuk meningkatkan layanan berupa penyimpanan dan pemrosesan data, serta ketepatan informasi yang dibutuhkan. Banyaknya kriteria dan sub kriteria yang dipertimbangkan dalam penyediaan data center, maka PPID Dispendik Jatim membutuhkan sebuah keputusan strategis dalam pemilihan penyediaan data center yang sesuai.

Tugas Akhir ini dibuat untuk membuat alternative pemilihan penyediaan data center PPID Dispendik Jatim dengan menggunakan metode pengambilan keputusan Multiple Criteria Decision Making (MCDM). Solusi yang disarankan untuk penyelesaian masalah dalam tugas akhir ini adalah proses jaringan analitik menggunakan pendekatan Analytical Network Process (ANP) karena mampu mempertimbangkan multi kriteria dan kerterkaitan antar sub kriteria yang bisa digunakan dalam menyelesaikan permasalah di PPID Dispendik Jatim.

Hasil akhir dari tugas akhir ini adalah sebagai keputusan pemilihan dalam penyediaan data center di PPID Dispendik Jatim. Kata Kunci : Dinas Pendidikan Jawa Timur, Analytical Network Process (ANP), Data Center, Multiple Criteria Decision Making (MCDM).

I. PENDAHULUAN

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi-Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (PPID Dispendik Jatim) merupakan unit yang bertugas untuk memberikan bantuan layanan penyelenggaraan pendidikan sekaligus sebagai layanan sentral informasi dan komunikasi pendidikan di Jawa Timur. Selama ini, data-data yang ada hanya berupa data manual yang dikumpulkan secara kolektif dari pihak sekolah dan kursus pendidikan di Jawa Timur, namun petugas yang bertanggung jawab untuk melakukan pemrosesan hanya 1 orang. Untuk meningkatkan layanan berupa penyimpanan dan pemrosesan data, serta ketepatan informasi yang dibutuhkan, PPID Dispendik Jatim berencana untuk menyediaan data center yang dapat menyimpan dan mengolah semua data sekolah dan pendidikan yang ada di provinsi Jawa Timur dengan cara membeli secara langsung (buy), membangun sendiri (make), kerjasama dengan pihak ketiga (corporate), atau menerima hibah dari pusat (grand). Karena banyaknya sub kriteria yang saling berkaitan dari masing-masing kiteria

yang mempengaruhi keputusan maka diperlukan suatu metode pengambilan keputusan yang mampu mempertimbangkan banyak kreteria yang bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalah tersebut.

Analytical Network Process (ANP) adalah salah satu

metode Multiple Criteria Decision Making (MCDM) yang dapat digunakan untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan banyak sub kriteria yang saling berkaitan dari masing-masing kriteria. Untuk itu dalam Tugas Akhir ini akan digunakan metode ANP dalam menentukan keputusan penyediaan data center di PPID Dispendik Jatim. Pemodelan ANP dirasa cukup tepat dalam mengatasi permasalahan tersebut karena dapat memberikan penyelesaian pemilihan data center di PPID Dispendik Jatim.

Belum ditemukannya paper mengenai pemilahan data center pada government, maka tugas akhir ini diadaptasi berdasarkan paper Hakyeon Lee, Sora Lee, Yongtae Park, 2008 yang menggunakan ANP sebagai pemilihan penyediaan data center diperusahaan IT namun kriteria dan subkriteria yang menentukan penyediaan data center pada paper akan berkembang dengan lingkungan penyediaan data center di PPID Dispendik jatim. Hasil tugas akhir ini adalah rekomendasi alternatif penyediaan teknologi data center PPID dispendik Jatim berdasarkan hasil nilai alternatif tertinggi dari setiap kriteria dan sub kriteria pada perhitungan ANP.

II. KAJIAN PUSTAKA

2.1. Data Center

Data center adalah pusat pemrosesan data yang didukung dengan perangkat pengolahan data tersebut. Disebut juga dengan pusat komputerisasi. Data center merupakan suatu fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen-komponen terkaitnya. Fasilitas ini biasanya mencakup juga catu daya redundan atau cadangan, koneksi komunikasi data redundan, pengontrol lingkungan (misal AC,

ventilasi), pencegah bahaya kebakaran, serta piranti keamanan fisik.

2.2. Multiple Criteria Decision Making

Multiple Criteria Decision Making (MCDM) merupakan

suatu metode yang secara eksplisit yang mampu

MODEL ANALYTICAL NETWORK PROCESS UNTUK PENGADAAN

DATA CENTER

(STUDI KASUS PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN

DOKUMENTASI - DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR)

Ethanty Paramita Nugrahini, Mudjahidin, S.T, M.T

Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111

(2)

mempertimbangkan banyak kriteria yang melibatkan beberapa sub kriteria dalam pengambilan keputusan

2.3. Analytic Network Process

Analytic Network Process (ANP) merupakan

pengembangan dari metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode ANP mampu memperbaiki kelemahan AHP mengenai keterkaitan antar kriteria atau alternatif (Saaty, 1999). Keterkaitan pada metode ANP ada 2 jenis yaitu keterkaitan dalam satu set elemen (inner dependence) dan keterkaitan antar elemen yang berbeda (outer dependence). Adanya keterkaitan tersebut menyebabkan metode ANP lebih kompleks dibanding metode AHP.

III. MODELPEMILIHANPENYEDIAANDATACENTER 3.1. Penjabaran Detail Masalah

Proses pemilihan penyediaan data center dikaitkan dengan berbagai sumber daya PPID Dispendik Jatim seperti, sumber daya manusia, modal dan strategi pelayanan PPID Dispendik Jatim. Kesalahan pada proses pemilihan model akan berpengaruh besar pada kinerja pelayanan PPID Dispendik Jatim.

3.2. Model ANP Dalam Pemilihan Penyediaan Data Center Pengambilan model dari paper Hakyeon Lee, Sora Lee, Yongtae Park, 2008 yang menggunakan ANP sebagai pemilihan penyediaan data center diperusahaan IT dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 1 Model ANP Dalam Pemilihan Penyediaan Data Center Berdasarkan Paper

Mengenai model ANP yang digunakan untuk pemilihan penyediaan teknologi perusahaan, secara umum dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1 tahap pertama adalah menentukan bobot dari masing-masing kriteria dan sub kriteria yang mempengaruhi adanya kriteria tersebut yang keterkaitannya saling dibandingkan. Hasil dari perbandingan tersebut pada

akhirnya memberikan rekomendasi mengenai metode penyediaan data center.

3.3. Pengembangan Model

3.3.1. Pengumpulan Kriteria dan Sub Kriteria Dalam Pemilihan Penyediaan Data Center

Pengumpulan kriteria dilakukan untuk mengukur kriteria apa saja yang berpengaruh di PPID Dispendik Jatim. Pengumpulan kriteria dilakukan secara wawancara dengan ibu Nurul Fikriyah, beliau selaku penanggung jawab bagian IT PPID.

Setelah kriteria dan subkriteria telah diketahui maka dilakukan survey kepada 150 pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Alasan pemilihan 150 pegawai negeri sipil yang bekerja di Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Alasan pemilihan objek pengamatan ini adalah pegawai negeri sipil yang bekerja di Dinas Pendidikan Kota Surabaya terlibat langsung dalam proses bisnis pelayanan di Dinas Pendidikan Surabaya dan untuk menghindari penilaian secara objektif.

3.3.2. Pengembangan Model ANP

Mengenai model ANP yang digunakan untuk pemilihan penyediaan data center PPID Dispendik Jatim, dapat dilihat pada gambar 4.3. Tahap pertama adalah menentukan bobot dari empat kriteria dan 16 faktor tersebut yang kemudian keterkaitannya saling dibandingkan (baik keterkaitan dalam 1 kriteria maupun keterkaitan dengan kriteria lain. Hasil dari perbandingan tersebut pada akhirnya akan memberikan rekomendasi mengenai metode penyediaan yang telah disetujui oleh pihak penanggung jawab IT di PPID Dispendik Jatim.

Alternative Pemilihan Data Center (Hibah, Kerjasama, Buat,

Beli) Teknologi T1. Tahapan pada Teknologi Lifecycle T2. Biaya Pengembangan T3. Hubungan dengan Teknologi yang Lain T4. Kemudahan untuk Dipelajari Strategi S1. Kecocokan dengan Strategi Bisnis S2. Kecocokan dengan Strategi Teknologi S3. Urgensitas S4. Tingkat Kepentingan Terhadap Strategis S1 S3 S4 S2 T1 T3 T4 T2 Lingkungan L1. Ketersediaan Sumber Daya dari Luar L2. Kualitas Teknologi Diluar PPID Dispendik Jatim L3. Kedinamisan Lingkungan L1 L3 L2 Kapasitas K1. Teknologi Data Center K2. Fasilitas Litbang K3. Sumber Daya Litbang K4. Sumber Daya Manusia K5. Aset Tambahan K3 K4 K5 K2 K1

Gambar 2 Model ANP untuk pemilihan penyediaan teknologi

3.4. Penerapan Metode Analytic Network Process (ANP) Pembobotan Antar Kriteria dan Sub Kriteria

Setelah tahap survey, dilakukan pembobotan nilai sub kriteria dimasukkan ke dalam tabel untuk dipertimbangkan ketika mengevaluasi kelayakan dari penyediaan data center tersebut. Total 16 sub kriteria tersebut telah diidentifikasi dan diringkas pada Tabel 1.

(3)

Table 1 Pembobotan Antar Kriteria

Kriteria Sub-Kriteria Pilihan

Beli Buat Kejasama Hibah

Teknologi Tahapan pada technology lifecycle (T1) +++ ++ + Biaya pengembangan (T2) +++ + ++ Hubungan dengan teknologi yang lain (T3) +++ ++ + Kemudahan untuk dipelajari (T4) + ++ +++ Lingkungan Ketersediaan sumber daya dari luar (L1) +++ ++ + Kualitas teknologi di luar perusahaan (L2) +++ ++ + Kedinamisan lingkungan (L3) +++ ++ + Strategi Kecocokan dengan strategi pelayanan (S1) +++ + ++ Kecocokan dengan strategi teknologi (S2) +++ + + Urgensitas (S3) ++ +++ + Tingkat kepentingan terhadap strategi (S4) +++ + ++ Kapasitas Teknologi data center (K1) +++ ++ + Fasilitas litbang (K2) +++ ++ + Sumber daya litbang (K3) ++ +++ + Sumber daya manusia (K4) +++ ++ + Aset tambahan (K5) + ++ +++

3.5. Perhitungan ANP Pada Software Super Decision Evaluasi dari berbagai alternatif dalam teknologi penyediaan data center perusahaan dimulai dengan pembuatan model ANP. Perbandingan berpasangan digunakan dalam keempat kriteria yang berpengaruh terhadap tujuan akhir, dan antar sub kriteria yang berpengaruh terhadap kriteria. Untuk menentukan model pemilihan penyediaan data center usaha, yang pertama-tama harus dilakukan adalah memilih model yang paling cocok. Matriks perbandingan berpasangan yang akhirnya menghasilkan vektor prioritas. Perbandingan berpasangan dilakukan pada tiap sub kriteria agar didapatkan vektor prioritas. Adapun gambar model pada software Super Decisions adalah seperti yang terlihat pada gambar 3.

Gambar 3 Model ANP Penyediaan Data Center PPID Dispendik Jatim

Pada gambar 3, dapat dilihat bahwa alternatif tujuan dipengaruhi oleh 4 kriteria (kemampuan, strategi, teknologi dan lingkungan usaha). Dalam setiap kriteria yang ada, selain itu, tiap-tiap sub kriteria juga dibandingan dengan sub kriteria yang lain dalam 1 kriteria. Hal ini dilakukan karena dalam 1 kriteria, elemen-elemen tersebut juga saling mempengaruhi elemen lain.

3.6. Perbandingan Antar Node

Pada tabel 2 dapat dilihat bahwa dalam pengaruhnya terhadap pembelian data center, perusahaan lebih memilih agar melakukan kerjasama dengan pihak-pihak lain. Hal itu dilakukan karena lembaga PPID Dispendik Jatim adalah lembaga dibidang pelayanan publik yang sangat mementingkan keamanan data, sehingga dengan independensi teknologi, diharapkan mampu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Table 2 Perbandingan berpasangan alternatif tujuan dan beli

Buat Kerjasama Hibah

Buat 1 3 1/3

Kerjasama 1/3 1 5

Hibah 3 1/4 1

3.7. Perbandingan Antar Kriteria

Perbandingan antar kriteria dilakukan apabila bobot tiap-tiap kriteria tidak sama. Hal ini dilakukan agar bobot kriteria yang lebih utama dapat diprioritaskan daripada kriteria lain yang memiliki bobot lebih kecil. Dalam hal ini, perusahaan memilih strategi sebagai kriteria bobot terbesar dalam hal pemilihan data center, setelah itu diikuti dengan pasar, kapasitas, dan teknologi yang memiliki bobot yang sama. Sedangkan lingkungan usaha dianggap memiliki bobot yang paling rendah diantara semuanya. Pada tabel 3, dapat dilihat bahwa alternatif tujuan memiliki bobot yang sedikit lebih besar daripada kriteria kapasitas.

Table 3 Perbandingan berpasangan alternatif tujuan

Alternatives Kapasitas

Alternatives 1 3

(4)

IV. ANALISIS

4.1. Analisis Hasil Akhir Penerapan Metode Analytic Network Process

Setelah semua data hasil tabel perbandingan berpasangan dimasukkan ke dalam perangkat lunak Super Decisions, maka bisa diketahui nilai bobot prioritas dari tiap-tiap perspektif, sub perspektif dan diagnostic factors. Selanjutnya akan disajikan hasil pembobotan secara keseluruhan dalam bentuk tabel. Supermatriks disusun oleh prioritas-prioritas yang didapatkan dari perbandingan berpasangan mengenai keterkaitan antar sub kriteria. Adapun kesimpulan bobot prioritas dari tiap-tiap kriteria yang diperoleh dari perangkat lunak super decisions adalah seperti yang terlihat pada tabel 4.

Table 4 Bobot Prioritas Kriteria

Alternative Teknologi Lingkungan Strategi Kapasitas

Alternative 0.361 0.75 0.75 0.67 0.75

Teknologi 0.159 0.25 0 0 0

Lingkungan 0.137 0 0.25 0 0

Strategi 0.135 0 0 0.33 0

Kapasitas 0.208 0 0 0 0.25

Tabel 4 merupakan hasil dari perbandingan antara alternatif tujuan dengan kriteria-kriteria yang ada, alternatif memiliki bobot prioritas yang paling besar (0.36). Hal ini dikarenakan kriteria tersebut memang ditunjukan untuk muncul sebagai hasil akhir pemilihan.

4.2. Analisis Hasil Sintesis Keseluruhan Model

Pada perbandingan antar alternatif tujuan dengan kriteria tiap-tiap kriteria, dari semua kriteria, kriteria teknologi memiliki bobot yang lebih besar daripada yang lain, selanjutnya nilai tersebut dimasukkan dalam table supermatriks:

a) Tahap supermatriks tanpa bobot (unweighted supermatrix).

Merupakan supermatriks yang didirikan dari bobot yang diperoleh dari matriks perbandingan berpasangan yang telah dilakukan.

b) Tahap supermatriks terbobot (weighted supermatrix).

Merupakan supermatriks yang diperoleh dengan mengalikan semua elemen di dalam komponen dari

unweighted supermatrix dengan bobot kriteria yang sesuai

sehingga setiap kolom pada weighted supermatrix memiliki jumlah 1. Jika kolom pada unweighted supermatrix sudah memiliki jumlah 1, maka tidak perlu membobot komponen tersebut pada weighted supermatrix.

c) Tahap supermatriks batas (limit supermatrix).

Merupakan supermatriks yang diperoleh dengan menaikkan bobot dari weighted supermatrix. Menaikkan bobot tersebut dengan cara mengalikan supermatriks itu dengan dirinya sendiri sampai beberapa kali. Ketika bobot pada setiap kolom memiliki nilai yang sama, maka limit matrix telah stabil dan proses perkalian matriks dihentikan.

Hasil akhir perhitungan memberikan bobot prioritas dan sintesis seperti yang terlihat pada tabel 5. Prioritas merupakan bobot dari semua elemen dan komponen. Didalam prioritas terdapat bobot limit supermatriks dan bobot normalisasi. Bobot limit supermatriks merupakan bobot yang didapat dari limit supermatriks sedangkan bobot normalized merupakan pembagian antara bobot limit supermatriks elemen dengan jumlah bobot limit supermatriks elemen-elemen pada satu komponen.

Table 5 Batasan Prioritas

No Nama Normalisasi Limiting

1 Beli 0.27393 0.137275

2 Buat 0.24198 0.121261

3 Kerjasama 0.23443 0.117476

4 Hibah 0.24966 0.125112

5 Tahapan Pada Teknologi

Lifecycle 0.31330 0.030740

6 Biaya Pengembangan 0.28739 0.028198 7 Hubungan Dengan

Teknologi yang Lain 0.20658 0.020269 8 Kemudahan Untuk

Dipelajari 0.19273 0.018910

9 Ketersediaan Sumber

Daya dari Luar 0.36725 0.037289

10 Kualitas Teknologi Diluar

PPID Dispendik Jatim 0.27614 0.028038 11 Kedinamisan Lingkungan 0.35661 0.036208 12 Kecocokan Dengan Strategi pelayanan 0.21583 0.031971 13 Kecocokan Dengan Strategi Teknologi 0.20481 0.030339 14 Urgensitas 0.29339 0.043460 15 Tingkat Kepentingan Terhadap Strategis 0.28597 0.042360 16 Teknologi Data Center 0.24104 0.036419 17 Fasilitas Litbang 0.20813 0.031447 18 Sumber Daya Litbang 0.20626 0.031164 19 Sumber Daya Manusia 0.20028 0.030261

20 Aset Tambahan 0.14429 0.021801

Tabel 6 menjelaskan mengenai hasil akhir dari penelitian. Sintesis merupakan bobot dari alternatif. Didalam sintesis terdapat bobot berupa ideals, raw dan normal. Bobot normal merupakan hasil bobot alternatif seperti terdapat pada kolom normalisasi prioritas pada tabel 5. Bobot raw merupakan hasil bobot alternatif seperti terdapat pada kolom limit supermatriks, limiting prioritas atau limit matrix. Bobot ideal merupakan bobot yang diperoleh dari pembagian antara bobot normal pada setiap alternatif dengan bobot normal terbesar diantara alternatif-alternatif tersebut.

Table 6 Sintesis Keseluruhan Model

Name Ideals Normals Raw

Beli 1 0.273934 0.137275

Buat 0.883343 0.241978 0.121261 Kerjasama 0.855769 0.234425 0.117476 Hibah 0.911396 0.249663 0.125112

(5)

Pada bagian ini akan dibahas mengenai tingkat konsistensi data. Hal ini diperlukan agar dikatehui apakah data hasil perhitungan tersebut layak untuk diterima atau tidak.

Table 7 Index dan Rasio Konsistensi

Perbandingan Berpasangan CI CR

Alternatif dan beli 0 0

Teknologi dan beli 0.06009 0.06676

Lingkungan usaha dan beli 0.025356 0.043717

Strategi dan beli 0.07259 0.08066

Kapasitas dan beli 0.092 0.0821

Alternatif dan buat 0 0

Teknologi dan buat 0.04072 0.04525

Lingkungan usaha dan buat 0.01233 0.021259

Strategi dan buat 0.025686 0.02854

Kapasitas dan buat 0.011696 0.0104433

Alternatif dan kerjasama 0 0

Teknologi dan kerjasama 0.03131 0.03479 Lingkungan usaha dan kerjasama 0.0644 0.011104 Strategi dan kerjasama 0.02637 0.02929 Kapasitas dan kerjasama 0.0569 0.0508

Alternatif dan hibah 0 0

Teknologi dan hibah 0.03228 0.03587

Lingkungan usaha dan hibah 0.089355 0.15406

Strategi dan hibah 0.01118 0.01242

Kapasitas dan hibah 0.0458 0.0409

Alternatif dan Tahapan Pada

Teknologi Lifecycle 0.002069 0.002299

Teknologi dan Tahapan Pada

Teknologi Lifecycle 0 0

Alternatif dan Biaya

Pengembangan 0.001413 0.00157

Teknologi dan Biaya

Pengembangan 0 0

Alternatif dan Hubungan dengan

teknologi lain 0.001069 0.001112

Teknologi dan Hubungan dengan

teknologi lain 0 0

Alternatif dan Kemudahan untuk

dipelajari 0.001188 0.001236

Teknologi dan Kemudahan

untuk dipelajari 0 0

Alternatif dan Ketersediaan

sumber dari luar 0.00077 0.001327

Lingkungan dan Ketersediaan

sumber dari luar 0 0

Alternatif dan Kualitas Teknologi Diluar PPID Dispendik Jatim

0.00056 0.000966 Lingkungan dan Kualitas

Teknologi Diluar PPID Dispendik Jatim

0 0

Alternatif dan Kedinamisan

Lingkungan 0.001071 0.001847

Lingkungan dan Kedinamisan

Lingkungan 0 0

Alternatif dan Kecocokan

Dengan Strategi pelayanan 0.000066 0.000073 Strategi dan Kecocokan Dengan

Strategi pelayanan 0 0

Alternatif dan Kecocokan

Dengan Strategi Teknologi 0 0

Strategi dan Kecocokan Dengan

Strategi Teknologi 0 0

Alternative dan Urgensitas 0 0

Strategi dan Urgensitas 0 0

Alternatif dan Tingkat

Kepentingan Terhadap Strategis 0.229358 0.254842 Strategi dan Tingkat

Kepentingan Terhadap Strategis 0 0

Alternatif dan Teknologi Data

Center 0.00031708 0.00028311

Kapasitas dan Teknologi Data

Center 0 0

Alternatif dan Fasilitas Litbang 0 0

Kapasitas dan Fasilitas Litbang 0 0

Alternatif dan Sumber Daya

Litbang 0 0

Kapasitas dan Sumber Daya

Litbang 0 0

Alternatif dan Sumber Daya

Manusia 0 0

Kapasitas dan Sumber Daya

Manusia 0 0

Alternatif dan Aset Tambahan 0 0

Kapasitas dan Aset Tambahan 0 0

Rata-Rata 0.036183115 0.038643217

Dari tabel 7 terlihat bahwa nilai CR adalah 0.03864 (3%) atau kurang dari 0.1 (10%). Dapat diambil kesimpulan bahwa perhitungan ANP tersebut dapat diterima.

V. KESIMPULAN

Pemilihan pengadaan data center di PPID Dispendik Jatim yang diusulkan dari hasil perhitungan menggunakan metode ANP berdasarkan 4 kriteria dan 16 sub kriteria, maka rekomendasi pengadaan data center di PPID Dispendik Jatim.

Gambar 4 Rekomendasi pilihan penyediaan data center

Dari perhitungan terhadap kriteria dan sub kriteria yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa alternatif yang paling cocok dengan PPID Dispendik Jatim saat ini adalah dengan membeli secara langsung teknologi data center. Hal ini dapat dilihat pada pada gambar 4 yang menyatakan bahwa

31%

24% 23%

22%

Rekomendasi Pemilihan Penyediaan Data Center

(6)

prioritas terbesar dalam pemilihan pengadaan data center PPID Dispendik Jatim adalah beli yaitu 0.312503 (31%), buat 0.236529 (24%), kerjasama 0.227505 (23%), dan hibah 0.223463 (22%).

Dari analisa yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa ANP dapat digunakan untuk menghasilkan prioritas pemilihan pengadaan data center PPID Dispendik Jatim dengan adanya keterkaitan dan ketergantungan antara unsur-unsur keputusan.

VI. DAFTARPUSTAKA

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi - Dinas

Pendidikan Provinsi Jawa Timur,

http://klinikpendidikanjatim.com/ Diakses 8 November 2012 Sarkis, J. (1999). A methodological framework for evaluating

environmentally conscious manufacturing programs.

Computers & Industrial Engineering, 36(4), 793–810.

Saaty, T. L. (1996). The analytic network process.

Pittsburgh: RWS Publications.

Lee, H, Lee, S., Park Y., (2008). Selection of Technology

Acquisition Mode Using The Analytic Network Process. Seoul

National University, Korea.

R.F. Saen, A decision model for selecting technology

suppliers in the presence of nondiscretionary factors, Appl. Math. Comput. 181 (2) (2006), 1609-1615.

Oztaysi, B., Ucal, I. 2009. Comparison of mcdm techniques

usage in performance measurement, In: Proceedings of 10th

annual international symposium on theanalytical hierarchy process.

Saaty, TL, (1999). Fundamentals of the Analytic Network

Process, www.isahp2103.net, ISAHP 1999; Kobe, Japan,

August 12 – 14.

T.L. Saaty, Decision Making with Dependence and

Feedback: The Analytic Network Process, RWS Publications,

Pittsburgh, 1996.

L.M. Meade, J. Sarkis, Analyzing organizational project

alternatives for agile manufacturing processes: An analytic

network approach, Int. J. Prod. Res.37 (2) (1999) 241-261. Lee, H, Lee, S., Park Y., (2008). Selection of Technology

Acquisition Mode Using The Analytic Network Process. Seoul

National University, Korea.

T.L. Saaty, The Analytic Hierarchy Process, McGraw-Hill, New York, 1980.

Ety Rochaety, Ratih Tresnati, and Abdul Madjid Latief,

Metodologi Penelitian Bisnis dengan Aplikasi SPSS, Revisi

ed. Jakarta, Indonesia: Mitra Wacana Media, 2009.

ANP, Konsultan (2012). Manajemen Pengetahuan < URL http://konsultananp.blogspot.com/2112/01/perbedaan-ahp-dan-anp.html Diakses 24 Oktober 2011

Kurniawan, Danang Dwi. Pengenalan Software Statistik

SPSS. [Online] 2 Juli 2011.

http://ini-catatan- biasa.blogspot.com/2011/07/pengenalan-software-statistik-spss_02.html.

Ferdinand. Structural Equation Modelling dalam Penelitian

Manajemen. Semarang : Badan Penerbit Diponogero, 2000.

Cheng, E. W. L., & Li, H. (2004). Contractor selection using

the analytic network process. Construction Management and

Economics (22), 1021–1032.

H.J. Shyur, H.S. Shih, A hybrid MCDM model for strategic

vendor selection, Math. Comput. Modelling 44 (7-8) (2006)

749-761.

Saaty, T. L. (1996). The analytic network process.

Pittsburgh: RWS Publications.

Widhi Nugrahaning Dyah. (2011). Perencanaan dan

Implementasi CRM Scorecard untuk Perusahaan

Telekomunikasi dengan studi kasus PT. Telkomsel divisi Flexy.

Basuki Qoid Zulkarnain. (2012). Pemilihan penyediaan

Teknologi Data Center Perusahaan Menggunakan Proses Jaringan Analitis (Studi Kasus Perusahaan Layanan IT).

Vanany Iwan. (2012). Hasil Aplikasi ANP pada Perancangan

Sistem Pengukuran Kinerja (Studi Kasus pada PT. X).

Nur Ahadin Muhammad. (2011). Analisa Benefit-Cost

Ratio pada Pemilihan Alternatif Perangkat Softswitching.

Siswanto Nurhadi. (2012). Analisis Strategi Logistik

Perusahaan dengan Menggunakan ANP.

M.A.B. Promentilla, T. Furuichi, K. Ishii, N. Tanikawa, A

fuzzy analytic network process for multi-criteria evaluation of contaminated site remedia countermeasures, J. Environ.

Gambar

Gambar 1 Model ANP Dalam Pemilihan Penyediaan Data  Center Berdasarkan Paper
Table 1 Pembobotan Antar Kriteria
Table 4 Bobot Prioritas Kriteria
Table 7 Index dan Rasio Konsistensi

Referensi

Dokumen terkait

Jadi berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan bahwa jenis- jenis hukuman dalam membentuk perilaku disiplin pada anak usia 5-6 tahun adalah bentuk hukuman yang

Kecepatan yang dimaksud adalah kecepatan pembangunan aplikasi menggunakan metode RAD, dibandingkan pembangunan aplikasi menggunakan metode RAD yang di buat oleh

Hasil pengalaman kami dengan produk ini dan pengetahuan kami mengenai komposisinya kami menjangka tidak terdapat bahaya selagi produk ini digunakan dengan cara yang sesuai

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Melalui Pelatihan Keterampilan Desain Grafis Sebagai Upaya Pengurangan Pengangguran di

Munculnya penelitian ini ditujukan untuk menemukan desain tingku briket batu bara yang lebih efisien dan lebih bersih. Efisien dari sisi karakterisasi pembakaran berarti

Faktor-faktor yang akan digunakan untuk peramalan jumlah penumpang pesawat terbang dari Bandar Udara Abdulrachman Saleh adalah: pertumbuhan Jumlah Penduduk

Adapun beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain: pemerintah desa segera memetakan potensi ekowisata yang ada pada kawasan hutan Selelos dan merancang serta

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah mencurahkan nikmat-Nya, rahmat, karunia serta hidayah-Nya sehingga terselesainya Skripsi ini dengan judul: Pengaruh