• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERJANJIAN KERJASAMA OPERASI No. PKO/NEXT0001/202103/0XXXX

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERJANJIAN KERJASAMA OPERASI No. PKO/NEXT0001/202103/0XXXX"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PERJANJIAN KERJASAMA OPERASI No. PKO/NEXT0001/202103/0XXXX

Perjanjian Kerjasama Operasi (selanjutnya disebut “Perjanjian”) ini dibuat pada hari Kamis tanggal 18 Maret 2021 oleh dan antara: 1. Nama : PT Mobility Sharing Indonesia, berkedudukan di Jakata

Alamat : Komplek Ruko Red Top C5, Jl. Pecenongan No. 72, Rukun Tetangga 002, Rukun Warga 004, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat 10120

Dalam hal ini diwakili oleh:

Nama : ADE RAHMI FADILLA Alamat Pool : Jalan Bekasi

Telp Pool :

Yang bertindak selaku kuasa dari Direktur PT. Mobility Sharing Indonesia selanjutnya disebut “PERSEROAN”); 2. Nama : SANTI OCTAVIA

Alamat : Jl. KP. Rawa Sawah No.2 RT/RW. 011/001 Kel. Kampung Rawa, Kec. Johar Baru, Jakarta Pusat Tempat/tanggal lahir : JAKARTA, 4 Oktober 1987

No. KTP : 317108441087XXXX No. SIM : 1221871000XXXX No. KIP : NEXT/BKS/202103/0XXXX (selanjutnya disebut “PENGEMUDI”)

PERSEROAN dan PENGEMUDI secara bersama-sama selanjutnya disebut “Para Pihak”, masing-masing disebut “Pihak”. Para Pihak terlebih dahulu menerangkan:

A. Bahwa, PERSEROAN adalah pemegang ijin pengoperasian taksi di wilayah Jabodetabek (selanjutnya disebut “Wilayah”), dengan nama “TAKSI NEXT“;

B. Bahwa, Para Pihak bermaksud untuk mengadakan kerjasama dimana PERSEROAN memberikan hak kepada PENGEMUDI dan PENGEMUDI menerima hak tersebut dari PERSEROAN untuk mengoperasikan 1 (satu) unit kendaraan taksi milik PERSEROAN DENGAN NAMA “TAKSI NEXT” NEXT0001 (selanjutnya disebut “Taksi”), dengan spesifikasi pada butir I.4 di bawah ini, berikut seluruh komponen dan turutan yang melekat padanya, termasuk namun tidak terbatas pada Rapid Dispacth System (RDS), Mobility Cloud Connecting System (MCCS), Electronic Data Capture (EDC) dan argometer yang juga merupakan milik PERSEROAN;

C. Bahwa, PERSEROAN dan PENGEMUDI telah menandatangani Perjanjian Pendahuluan Pengoperasian Taksi tanggal 18 Maret 2021 (selanjutnya disebut “P3T”);

D. Bahwa, karena pengoperasi Taksi tersebut berhubungan erat dengan jaringan dan perizinan yang dimiliki oleh PERSEROAN, maka Para Pihak dengan ini setuju dan sepakat untuk menuangkan kerjasama tersebut di atas dalam suatu perjanjian.

Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, Para Pihak telah saling setuju dan sepakat untuk membuat Perjanjian dengan Syarat-Syarat dan Ketentuan-Ketentuan Khusus dan Syarat-Syarat dan Ketentuan-Ketentuan Umum, sebagai berikut:

A. SYARAT-SYARAT DAN KETENTUAN-KETENTUAN KHUSUS I. DEFINISI KHUSUS

Definisi Khusus di bawah ini melengkapi Definisi yang dimaksud dalam Pasal 1 Syarat-Syarat dan Ketentuan-Ketentuan Umum:

1. Jangka Waktu Kerjasama 5 (lima) tahun atau 261 (dua ratus enam puluh satu) minggu terhitung sejak Tanggal Operasi 2. Tanggal Operasi 18 Maret 2021

3. Tanggal Akhir Hak Utama 5 (lima) tahun atau 261 (dua ratus enam puluh satu) minggu terhitung sejak Tanggal Operasi

4. Taksi ▪ Merk: Toyota

▪ Type: B401RA-GMQFJ(CALYA 1.2 E M/T) ▪ Jenis/Model: Minivan ▪ Tahun Pembuatan: 2019 ▪ Tahun Registrasi: 2019 ▪ Isi Silinder: 1197 cc ▪ Warna: Putih Kuning ▪ Warna TNKB: Kuning

▪ No. Rangka : 3NRHXXXXXX

▪ No. Mesin : MHKA6GJ3JXXXXXXXX ▪ No. Polisi : B133XXXX

▪ No. BPKB : P-069XXXXX ▪ Bahan Bakar: Bensin

▪ Terdaftar Atas Nama : PT. Mobility Sharing Indonesia

5. Biaya Pendaftaran Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah ) dibayar secara tunai oleh Pengemudi

6. Biaya Kepesertaan Toyota Calya Rp 3,744,000 (tiga juta tujuh ratus empat puluh empat ribu rupiah) dibayar dengan cara bertahap pada tahun pertama jangka waktu kerjasama oleh Pengemudi.

Biaya Kepesertaan sudah termasuk dalam uang setoran pada Tahun Pertama, sesuai dengan butir I.7

(2)

i. Tahun ke-1: Rp 287.000,- (dua ratus delapan puluh tujuh ribu rupiah) per hari atau Rp 1.722.000- (satu juta tujuh ratus dua puluh dua ribu rupiah) per minggu.

ii. Tahun ke-2 dan ke-3: Rp 275.000,- (dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) per hari atau Rp 1.650.000,- (satu juta enam ratus lima puluh ribu rupiah) per minggu.

iii. Tahun ke-4 dan ke-5: Rp 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu upiah) per hari atau Rp 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) per Minggu.

8. Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

II. KETAATAN

Selama berlangsungnya Perjanjian ini, PENGEMUDI wajib dan bersedia untuk membaca, memperhatikan dan mentaati setiap Peraturan dan Tata Tertib.

III. KEWENANGAN MENGGUNAKAN DANA CADANGAN

Sehubungan dengan penggunaan Dana Cadangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat 2, Pasal 12 ayat 1 dan ayat 3 Perjanjian, PENGEMUDI dengan ini memberikan persetujuan dan kuasa khusus serta kewenangan penuh kepada PERSEROAN, selaku pemilik Taksi dan selaku pemegang izin pengoperasian Taksi, untuk mengambil dan menggunakan Dana Cadangan setiap saat sesuai keperluan sebagaimana yang diatur dalam Pasal-Pasal tersebut atas pertimbangan dari PERSEROAN, dan PERSEROAN dengan ini menerima pemberian kuasa dan kewenangan tersebut dari PENGEMUDI. Kuasa mana mengikat para ahli waris PENGEMUDI, tidak dapat ditarik kembali dan tidak akan berakhir oleh sebab apapun kecuali dengan dilunasinya seluruh kewajiban PENGEMUDI kepada PERSEROAN berdasarkan Perjanjian ini. Untuk hal tersebut Para Pihak dengan ini setuju untuk melepaskan dan tidak memberlakukan ketentuan Pasal-Pasal 1813, 1814 dan 1817 Kitab Undang Undang Hukum Perdata.

IV. PENARIKAN TAKSI

1. Apabila PENGEMUDI tidak melakukan atau tidak mungkin melakukan (misal. karena meninggal dunia atau kondisi lainnya) pengembalian Taksi beserta turutannya sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 16 ayat 1.a Perjanjian dalam waktu yang ditentukan, maka Para Pihak setuju bahwa PERSEROAN secara sepihak berhak melakukan penarikan Taksi milik PERSEROAN dari pihak manapun dan di lokasi manapun atas biaya PENGEMUDI

2. Demi kelancaran dalam rangka penarikan tersebut dalam butir IV.1, PENGEMUDI dengan ini memberikan hak dan wewenang penuh serta persetujuan yang tidak dapat ditarik kembali kepada PERSEROAN untuk melaksanakan penarikan Taksi dimaksud dari penguasaan pihak manapun dan di lokasi manapun Taksi berada, atas risiko dan biaya PENGEMUDI,sebagaimana terlampir pada Lampiran A, dan menyerahkannya kepada PERSEROAN pada saat ditandanganinya Perjanjian ini, surat mana merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.

V. PENGAKHIRAN

1. Para Pihak setuju bahwa Kerjasama berakhir:

a. dengan sendirinya, dalam hal: i. Jangka Waktu Kerjasama berakhir;

ii. diakhiri oleh Para Pihak sebelum Jangka Waktu Kerjasama berakhir;

iii. diakhiri oleh Para Pihak berdasarkan pelaksanaan Hak Utama sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 3 ayat 2 dan ayat 3 Perjanjian;

iv. terjadi kecelakaan lalu-lintas yang mengakibatkan Taksi tidak dapat dioperasikan kembali, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 13 ayat 2 Perjanjian, atau

v. PENGEMUDI meninggal dunia;

b. jika diakhiri secara sepihak oleh PERSEROAN:

i. apabila terbukti PENGEMUDI menyerahkan pengoperasian Taksi kepada pihak lain tanpa izin tertulis sebelumnya dari PERSEROAN sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 5 ayat 2.c Perjanjian;

ii. apabila terjadi hal yang dimaksud dalam Pasal 7 ayat 3.e Perjanjian iii. apabila terjadi hal yang dimaksud dalam Pasal 7 ayat 3.f Perjanjian iv. berdasarkan Pasal 9 ayat 6 Perjanjian;

v. apabila terbukti PENGEMUDI melakukan salah satu atau lebih Pelanggaran Tata Tertib sebagaimana yang diatur dalam Pasal 10 ayat 1 dan ayat 2.d Perjanjian;

vi. apabila terbukti PENGEMUDI melakukan salah satu atau lebih Pelanggaran Berat sebagaimana yang diatur dalam Pasal 11 Perjanjian;

vii. berdasarkan Pasal 12 ayat-ayat 1, 2 dan atau 3 Perjanjian;

viii. apabila PENGEMUDI lalai membayar biaya-biaya kerusakan kendaraan pihak ketiga akibat kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat 1 Perjanjian;

ix. apabila PENGEMUDI mengalami sakit dan atau kecelakaan yang, berdasarkan surat keterangan medis yang dapat diterima oleh PERSEROAN, mengakibatkan PENGEMUDI tidak lagi dapat mengoperasikan Taksi, dan atas pertimbangan PERSEROAN tidak mungkin digantikan oleh Pengemudi Pengganti;

x. apabila terjadi Keadaan Kahar yang telah berlangsung selama 14 (empat belas) hari berturut-turut;

xi. apabila dalam Jangka Waktu Kerjasama terbukti PENGEMUDI melakukan salah satu atau lebih pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 15 Perjanjian.

2. Sehubungan dengan pengakhiran Kerjasama secara sepihak oleh PERSEROAN, sebagaimana yang dimaksud dalam butir V.1.b, Para Pihak telah setuju dan dengan ini melepaskan dan tidak memberlakukan ketentuan pasal 1266 dan pasal 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, sepanjang menyangkut syarat-syarat pengakhiran suatu perjanjian, sehingga untuk pengakhiran dimaksud tidak diperlukan keputusan dari Pengadilan.

(3)

B. SYARAT-SYARAT DAN KETENTUAN-KETENTUAN UMUM Pasal 1

DEFINISI

BASTO: Berita Acara Serah Terima atas Taksi dari PERSEROAN kepada PENGEMUDI untuk dioperasikan, sebagaimana terlampir pada Lampiran B Perjanjian ini

BASTP: Berita Acara Serah Terima hak kepemilikan atas Taksi dari PERSEROAN kepada PENGEMUDI berikut kunci-kunci dan dokumen-dokumen yang terkait, seperti: BPKB dan STNK, yang ditandatangani oleh Para Pihak, dan sebagaimana terlampir pada Lampiran C.

PT. MOBILITY SHARING INDONESIA: adalah perusahaan yang didirikan dalam ruang lingkup wilayah hukum Indonesia yang bergerak dalam bidang penyedia jasa transportasi sesuai dengan Surat Izin Usaha dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 9120007792626.

Hak Utama: Hak PENGEMUDI untuk mengakhiri Kerjasama di akhir Jangka Waktu Kerjasama terhitung sejak Tanggal Operasi, yang dapat digunakan selama Jangka Waktu Hak Utama.

Hari: hari kalender.

Hari Biasa: hari Senin sampai dengan hari Jumat. Hari Libur: hari Sabtu, Minggu dan hari libur Nasional.

Kompensasi Taksi: Sejumlah dana yang harus diserahkan PENGEMUDI kepada PERSEROAN.

Jangka Waktu Hak Utama: jangka waktu dimana PENGEMUDI berhak untuk menggunakan Hak Utama, yaitu sejak 30 (tiga puluh) Hari sebelum akhir Jangka Waktu Kerjasama.

Jangka Waktu Kerjasama: jangka waktu sebagaimana disebutkan pada ketentuan A.I.1. Perjanjian ini

Jumlah Hari Operasi: jumlah hari pengoperasian Taksi yang wajib dilaksanakan oleh PENGEMUDI berdasarkan Perjanjian ini.

Jumlah Minggu Operasi: jumlah minggu pengoperasian Taksi yang wajib dilaksanakan oleh PENGEMUDI berdasarkan Perjanjian ini.

Kerjasama: kerjasama pengoperasian Taksi milik PERSEROAN oleh PENGEMUDI sebagaimana yang termaktub dalam Perjanjian.

Kurang Setor: kondisi dimana PENGEMUDI tidak membayar Uang Setoran ke PERSEROAN atau membayar dengan jumlah yang lebih kecil dari jumlah Uang Setoran yang disepakati.

Pengadilan Negeri: Pengadilan Negeri yang menjadi tempat penyelesaian sengketa dan sebagai tempat kedudukan Para Pihak.

Pengemudi Pengganti: pengemudi yang ditunjuk oleh PERSEROAN untuk menggantikan tugas PENGEMUDI dalam mengoperasikan Taksi apabila PENGEMUDI berhalangan, termasuk apabila terjadi Stop Operasi.

Peraturan dan Tata Tertib: setiap peraturan dan tata-tertib (termasuk penentuan tarif pengoperasian Taksi) yang dikeluarkan baik oleh Pemerintah maupun oleh PERSEROAN bagi PENGEMUDI dan/atau bagi Pengemudi Pengganti, baik yang telah maupun yang akan dibuat, termasuk tetapi tidak terbatas pada Peraturan Perusahaan, Directive, Intern Office Memo, Pengumuman serta Surat Keputusan dan Surat Edaran.

Pool: lokasi yang telah ditentukan oleh PERSEROAN sebagai tempat pengecekan unit taksi dan pembayaran setoran

Stop Operasi: kondisi dimana PENGEMUDI tidak dapat beroperasi dan atau tidak diperkenankan untuk mengoperasikan Taksi.

Taksi: kendaraan yang beroperasi dengan izin resmi untuk mengangkut penumpang

Tanggal Akhir Hak Utama: batas tanggal terakhir dimana PENGEMUDI dapat menggunakan Hak Utama.

Tanggal Operasi: tanggal penandatanganan BASTO, dimana PENGEMUDI mulai wajib mengoperasikan Taksi sesuai Perjanjian.

Biaya Pendaftaran: uang yang wajib dibayar oleh PENGEMUDI kepada PERSEROAN pada saat pertama kali melakukan pendaftaran, secara tunai.

Biaya Kepesertaan: uang yang wajib dibayar oleh PENGEMUDI kepada PERSEROAN, dengan cara mengangsur selama 52 minggu pada tahun pertama beroperasi.

Uang Setoran: uang pendapatan hasil operasi Taksi wajib disetor secara mingguan oleh PENGEMUDI ke PERSEROAN sebagai uang setoran Taksi, PERSEROAN berhak untuk memonitor setoran secara harian dan atau mingguan.

Dana Cadangan: dana yang disetor oleh PENGEMUDI ke PERSEROAN untuk keperluan perbaikan dan atau pemeliharaan Taksi sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian ini.

Pasal 2 KERJASAMA

1. Para Pihak telah saling setuju untuk dan dengan ini mengadakan kerjasama, dimana pada Tanggal Operasi, PERSEROAN akan memberikan hak kepada PENGEMUDI dan PENGEMUDI akan menerima hak tersebut dari PERSEROAN, untuk mengoperasikan Taksi, sesuai syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian ini serta Peraturan dan Tata Tertib.

2. Jika PENGEMUDI telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi, termasuk Pembayaran Uang biaya pendaftaran yang dimaksud dalam Pasal 6 ayat 1 Perjanjian dan Para Pihak telah menandatangani BASTO, maka PENGEMUDI berhak dan wajib untuk langsung mengoperasikan Taksi dalam keadaan baik. PERSEROAN akan menitipkan surat-surat Taksi ke PENGEMUDI, kecuali Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) akan tetap disimpan oleh PERSEROAN sebagai pemilik Taksi.

Pasal 3

JANGKA WAKTU KERJASAMA

1. Para Pihak dengan ini setuju untuk mengadakan Kerjasama selama Jangka Waktu Kerjasama, dengan mengindahkan ketentuan ayat 2 Pasal ini.

2. PENGEMUDI berhak untuk menggunakan Hak Utama dengan memberitahukannya secara tertulis kepada PERSEROAN dalam Jangka Waktu Hak Utama.

3. Jika PENGEMUDI menggunakan Hak Utama sesuai ketentuan ayat 2 Pasal ini, maka:

a. PENGEMUDI tidak lagi berkewajiban untuk membayar Uang Setoran selama sisa Jangka Waktu Kerjasama

b. PENGEMUDI akan dikenakan Kompensasi Taksi sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 16 ayat 2.b Perjanjian ini. .

Pasal 4 KEWAJIBAN PERSEROAN

Selama Jangka Waktu Kerjasama, PERSEROAN wajib atas biayanya sendiri:

a. menutup dan menanggung premi Asuransi Kendaraan untuk kepentingan PERSEROAN;

b. mengurus Uji Laik Jalan (Keur), Tera, Izin Operasi, Izin Komunikasi atas Taksi;

(4)

c. melengkapi Taksi dengan Rapid Dispatch System (RDS) sebagai alat komunikasi, Mobility Cloud Connecting System (MCCS) dan argometer;

d. menyediakan Pool, dan

e. menyediakan pakaian seragam kepada PENGEMUDI.

Pasal 5

KEWAJIBAN PENGEMUDI

1. Selama Jangka Waktu Kerjasama, PENGEMUDI wajib:

a. membayar dan menyerahkan kepada PERSEROAN, Uang Biaya Pendaftaran, Uang Biaya Kepesertaan dan Uang Setoran sesuai syarat dan ketentuan yang termaktub dalam Perjanjian; b. menanggung segala kerugian yang diderita oleh PERSEROAN

yang disebabkan oleh kelalaian PENGEMUDI dalam pengoperasian Taksi, termasuk namun tidak terbatas pada kerugian operasional;

c. menjaga nama baik dan reputasi PERSEROAN;

2. Selama Jangka Waktu Kerjasama, PENGEMUDI dilarang: a. mengambil atau menukar komponen Taksi;

b. mengadakan perubahan bentuk, warna atau accessories lainnya dari Taksi,

c. mengalihkan hak untuk mengoperasikan atas Taksi kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PERSEROAN.

Pelanggaran terhadap ketentuan ayat ini merupakan tindak pidana penggelapan dan penipuan sebagaimana diatur berturut-turut dalam pasal 372 dan pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

3. Selama Jangka Waktu Kerjasama, PENGEMUDI dilarang untuk mengadakan perikatan lain baik dalam bentuk kerjasama operasi ataupun bentuk lainnya dengan perusahaan lain yang memiliki bidang usaha yang sejenis dengan PERSEROAN, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PERSEROAN.

Pasal 6

UANG BIAYA PENDAFTARAN & UANG BIAYA KEPESERTAAN Selama Jangka Waktu Kerjasama, PENGEMUDI membayar Uang Biaya Pendaftaran kepada PERSEROAN sebelum ditandatangani BASTO.

Pasal 7 UANG SETORAN

1. Uang Setoran sejak Tanggal Operasi sampai dengan akhir Jangka Waktu Kerjasama sejak Tanggal Operasi akan dibayar oleh PENGEMUDI secara berturut-turut, kecuali PENGEMUDI menggunakan Hak Utama sesuai ketentuan Pasal 3 ayat 2 dan ayat 3 Perjanjian.

2. Pembayaran Uang Setoran dapat dilakukan setiap Hari dan atau setiap satu minggu sesuai dengan kebijakan yang berlaku di PERSEROAN.

3. Dalam hal PENGEMUDI melakukan Kurang Setor, maka PERSEROAN berhak untuk mengenakan sanksi sebagai berikut:

a. Mematikan mesin dengan perangkat yang dimiliki PERSEROAN serta melarang PENGEMUDI untuk mengoperasikan Taksi (“Stop Operasi”) dan PENGEMUDI diberikan kesempatan melunasi tunggakan Uang Setoran dalam waktu 1 (satu) Hari sejak tanggal Stop Operasi tersebut. Selama Stop Operasi, uang setoran tetap harus dibayar dan diperhitungkan sebagai hutang PENGEMUDI kepada PERSEROAN.

b. Dalam hal terjadi Stop Operasi yang dimaksud dalam ayat 3.a Pasal ini, apabila Taksi dapat dioperasikan oleh Pengemudi Pengganti maka:

i. Pengemudi Pengganti wajib mentaati seluruh kewajiban PENGEMUDI yang termaktub dalam Perjanjian ini;

ii. PENGEMUDI bertanggung-jawab penuh atas setiap kelalaian Pengemudi Pengganti;

iii. Uang setoran dari Pengemudi Pengganti merupakan hak PENGEMUDI untuk kemudian diperhitungkan dengan Uang Setoran dan setiap jumlah Kurang Setor.

c. Bilamana hutang Kurang Setor yang dimaksud dalam ayat 3.a Pasal ini ditambah jumlah Kurang Setor yang mungkin timbul dalam waktu 1 (hari) hari sejak tanggal Stop Operasi belum dilunasi, maka PERSEROAN akan mengenakan sanksi berupa berupa pengeluaran Peringatan Pertama (P-1) yang dibuat secara tertulis oleh PERSEROAN dan dikirim oleh PERSEROAN melalui alamat elektronik (email) PENGEMUDI yang dibuktikan tercatat pada kotak keluar (send item), masing-masing ke alamat email PENGEMUDI (atau alamat lain yang ditentukan kemudian oleh salah satu Pihak dengan menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Pihak lainnya) ataupun menyampaikan dengan cara lain yang akan digunakan oleh PERSEROAN, maka PENGEMUDI wajib melunasi seluruh jumlah hutang Kurang Setor dimaksud dalam waktu 1 (satu) hari kalender terhitung sejak tanggal dikeluarkannya P-1 (“Masa Berlaku P-1”) serta wajib membuat Surat Pernyataan Kesanggupan akan hal dimaksud.

d. Bilamana Masa Berlaku P-1 terlampaui dan hutang Kurang Setor yang dimaksud dalam ayat 3.c Pasal ini ditambah jumlah Kurang Setor yang mungkin timbul selama Masa Berlaku P-1 belum dilunasi, maka PERSEROAN akan mengenakan sanksi berupa pengeluaran Peringatan Kedua (P-2) dan PENGEMUDI wajib melunasi seluruh jumlah hutang Kurang Setor dimaksud dalam waktu 1 (satu) hari kalender terhitung sejak dikeluarkannya P-2 tersebut (“Masa Berlaku P-2”) serta wajib membuat Surat Pernyataan Kesanggupan akan hal dimaksud.

e. Bilamana Masa Berlaku P-2 terlampaui dan seluruh jumlah Kurang Setor yang dimaksud dalam ayat 3.d Pasal ini ditambah jumlah Kurang Setor yang mungkin timbul selama Masa Berlaku P-2 belum juga dilunasi, maka PERSEROAN berhak untuk mengakhiri Kerjasama secara sepihak dengan memberitahukannya secara tertulis kepada PENGEMUDI.

f. Bilamana jumlah kumulatif Kurang Setor telah melampaui batas maksimal yang ditentukan PERSEROAN secara terpisah, maka PERSEROAN berhak melakukan Stop Operasi tanpa mengeluarkan P-1atau P-2. Untuk mengoperasikan Taksi kembali, PENGEMUDI wajib mengurangi hutang Kurang Setor-nya sampai pada angka dibawah batas maksimal dimaksud dalam waktu 1 (satu) Hari sejak tanggal Stop Operasi. Apabila dalam jangka waktu tersebut PENGEMUDI tidak mengurangi jumlah hutang Kurang Setor dan melunasi jumlah Kurang Setor yang mungkin timbul sejak tanggal Stop Operasi, maka PERSEROAN berhak untuk mengakhiri Kerjasama secara sepihak dengan memberitahukannya secara tertulis kepada PENGEMUDI.

4. Jumlah pendapatan hasil operasi harian Taksi setelah dikurangi: (i) Uang Setoran sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1 dan 2 Pasal ini, (ii) Uang biaya kepersertaan dan (iii) jumlah Kurang Setor (jika ada), menjadi hak PENGEMUDI sepenuhnya.

Pasal 8 DANA CADANGAN

1. Jika dianggap perlu oleh PERSEROAN maka PENGEMUDI dengan ini setuju untuk membayar Dana Cadangan kepada PERSEROAN setiap Hari dan atau setiap minggu.

2. Dana Cadangan dapat digunakan untuk keperluan pembiayaan dan perongkosan kerusakan, penggantian suku cadang, perbaikan Taksi, biaya own risk (resiko sendiri) kepada perusahaan asuransi sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 12 ayat 1 Perjanjian dan pemeliharaan Taksi sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 12 ayat 3 Perjanjian.

(5)

Pasal 9

PENGOPERASIAN TAKSI

Para Pihak sepakat bahwa Taksi akan dioperasikan dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

1. PENGEMUDI wajib memakai seragam yang ditentukan oleh PERSEROAN, rapi, berambut pendek, memakai sepatu dan tidak berjenggot selama mengoperasikan Taksi dan/atau pada saat menghadiri pertemuan yang diadakan oleh PERSEROAN.

2. Taksi wajib dioperasikan setiap Hari selama Jangka Waktu Kerjasama.

3. Waktu pengoperasian Taksi akan diberlakukan sesuai dengan kebijakan yang berlaku di PERSEROAN.

4. PENGEMUDI wajib menyerahkan Taksi berikut seluruh kunci dan surat-surat kendaraannya kepada PERSEROAN di Pool (Bagian Operasi) dalam keadaan bersih, terawat dan dalam kondisi baik

5. PENGEMUDI wajib membayar denda kepada PERSEROAN apabila terlambat mengembalikan Taksi (terlambat masuk Pool untuk dilakukan pengecekan) sebagaimana yang diatur dalam ayat 3 dan ayat 4 Pasal ini, dengan ketentuan yang diatur oleh kebijakan yang berlaku di PERSEROAN.

6. PERSEROAN berhak mengakhiri Kerjasama secara sepihak apabila terjadi keterlambatan lebih lebih dari 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) bulan kalender dan masing-masing dengan waktu keterlambatan lebih dari 3 (tiga) jam.

Pasal 10

PELANGGARAN TATA TERTIB

1. Salah satu atau lebih kejadian berikut merupakan pelanggaran PENGEMUDI terhadap Tata Tertib:

a. Merokok sewaktu membawa penumpang;

b. Tidak melapor apabila terdapat ada barang penumpang yang tertinggal dalam Taksi;

c. Tidak memakai Kartu Identitas Pengemudi (KIP) resmi yang diterbitkan PERSEROAN, tidak memakai sepatu, tidak memakai pakaian seragam yang ditentukan, berambut panjang, berjenggot dan/atau tidak rapi sewaktu mengoperasikan Taksi;

d. Menolak membawa penumpang dan/atau dengan sengaja memutar-mutar arah dengan tujuan supaya argometer lebih tinggi;

e. Menurunkan penumpang sebelum sampai tujuan;

f. Memperlakukan penumpang dengan tidak sopan atau kasar; g. Beroperasi melebihi ijin yang diberikan oleh bagian Operasi

PERSEROAN;

h. Terlambat atau tidak datang pada waktu diadakan Uji Laik Jalan (Keur);

i. Menggunakan Rapid Dispatch System (RDS) dan Mobility Cloud Connecting System (MCCS) tidak sesuai dengan peruntukannya;

j. Tidak memonitor Rapid Dispatch System (RDS) atau tidak menjawab panggilan dari Call Center;

k. Menyerobot order atau tidak jadi mengambil order, padahal sudah menyanggupinya;

l. Meninggalkan Taksi dan/atau berpindah tempat pada saat menunggu storing dan/atau membatalkan storing tanpa melapor ke Call Center;

m. Tidak melaksanakan atau tidak mengikuti kegiatan yang diadakan oleh PERSEROAN, seperti: pendidikan, pelatihan (Training), pengarahan dan lain-lain;

2. Jika PENGEMUDI terbukti telah melakukan pelanggaran Tata Tertib, PERSEROAN berhak menjatuhkan kepada PENGEMUDI, salah satu atau lebih dari sanksi-sanksi berikut tanpa berurutan: a. Peringatan / teguran lisan;

b. Peringatan / teguran tertulis; c. Skorsing;

d. Pengakhiran Kerjasama.

Pasal 11 PELANGGARAN BERAT

PENGEMUDI melakukan pelanggaran berat (“Pelanggaran Berat”), apabila PENGEMUDI terbukti melakukan salah satu atau lebih pelanggaran-pelanggaran berikut:

a. tidak menggunakan argometer sewaktu membawa tamu (sistem borongan);

b. menggunakan Taksi untuk melakukan tindak pidana, antara lain transaksi jual beli narkoba, menodong dan/atau memeras penumpang dan lain sebagainya;

c. mengoperasikan Taksi di luar Wilayah.

d. mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) atau bahan bakar gas dengan campuran atau benda lain, ataupun memasukkan sesuatu yang berakibat kerusakan pada Taksi.

e. menghasut sesama pengemudi dan/atau karyawan PERSEROAN yang dapat merugikan kepentingan umum, PERSEROAN, termasuk melakukan unjuk rasa tanpa izin dari pihak yang berwenang;

f. melakukan tindakan kekerasan, perkelahian, melawan petugas, menghina, mengancam atau melakukan penganiayaan terhadap rekan sekerja, pimpinan dan/atau keluarganya, karyawan dan/atau keluarga karyawan PERSEROAN, baik di dalam maupun di luar Pool.

g. mengubah bagian argometer sehingga merugikan penumpang dan/atau PERSEROAN;

h. main judi, mabuk, minum minuman keras, menyimpan dan/atau menggunakan narkoba dan sejenisnya baik di dalam maupun di luar Pool;

i. membawa dan/atau mempergunakan senjata tajam atau senjata api;

j. memanipulasi e-payment/Credit Ticket/Voucher/sistem pembayaran non tunai lainnya yang berlaku di PERSEROAN; k. melanggar ketentuan hukum yang berlaku atau terlibat kasus

tindak pidana dan ditetapkan sebagai Tersangka, dan/atau l. tidak melakukan pembayaran setoran setelah 2 (hari) hari kalender

dari tanggal pembayaran setoran seharusnya.

m. seluruh pendapatan dari kerjasama PERSEROAN dengan pihak ketiga menjadi hak PERSEROAN.

Pasal 12

PERBAIKAN DAN PEMELIHARAAN

1. Unit Taksi didaftarkan Asuransi kendaraan melalui perusahaan Asuransi yang ditunjuk oleh PERSEROAN.

2. Pertanggungan asuransi kendaraan ditentukan terpisah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam perusahaan Asuransi yang bekerja sama dengan PERSEROAN.

3. Ketentuan Asuransi, tata cara klaim asuransi, termasuk biaya – biaya terkait dengan klaim asuransi diatur dalam lembar ketentuan yang berbeda dan tidak tertuang dalam perjanjian ini.

4. PENGEMUDI wajib mentaati dan mengikuti aturan dan tata cara klaim asuransi yang dibuat oleh perusahaan Asuransi yang ditunjuk oleh PERSEROAN.

5. PENGEMUDI wajib memenuhi seluruh kewajiban setoran yang dituangkan dalam perjanjian ini meskipun unit taksi dalam perbaikan dan atau klaim asuransi.

6. Unit Taksi dilakukan perbaikan dan pemeliharaan sepenuhnya oleh PERSEROAN dengan aturan yang berlaku

7. Pengemudi tidak diperkenankan memperbaiki, menukar, dan mengganti suku cadang taksi tanpa izin tertulis dari PERSEROAN.

Pasal 13

PERTANGGUNGAN ASURANSI

1. Apabila terjadi kecelakaan lalu lintas, PENGEMUDI wajib melapor kepada PERSEROAN melalui petugas pool untuk membantu penyelesaian dengan pihak ketiga. Seluruh biaya termasuk kerusakan kendaraan pihak ketiga akibat kecelakaan dibebankan

(6)

kepada PENGEMUDI, dan harus dibayar secara tunai dalam waktu selambat – lambatnya 14 (empat belas) Hari Kalender sejak ditagih oleh PERSEROAN. Bila tidak terpenuhi, maka PERSEROAN secara sepihak berhak mengakhiri Kerjasama.

2. Apabila terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan Taksi hancur/rusak berat, sehingga tidak dapat beroperasi lagi, maka Kerjasama berakhir dengan sendirinya dan uang penggantian dari pihak asuransi (apabila ada) secara penuh merupakan milik PERSEROAN sebagai pemilik Taksi.

Pasal 14

KEADAAN KAHAR (Force Majeure)

1. Yang dimaksud dengan Keadaan Kahar (Force Majeure) adalah keadaan atau keadaan-keadaan yang berada di luar kekuasaan Para Pihak, yaitu: bencana alam (seperti banjir, tofan, gempa bumi, petir), kebakaran, sabotase, perang (baik yang diumumkan atau tidak), pemogokan, revolusi, kerusuhan, tindakan militer dan kebijakan Pemerintah, yang mengakibatkan salah satu Pihak tidak dapat melaksanakan kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini.

2. Tidak dipenuhinya kewajiban salah satu Pihak dalam Perjanjian ini tidak dapat dianggap sebagai kelalaian atau pelanggaran atas Perjanjian ini jika hal itu disebabkan karena Keadaan Kahar.

3. Kerugian yang diderita oleh salah satu Pihak karena terjadi peristiwa Keadaan Kahar bukan merupakan tanggung jawab Pihak lainnya.

Pasal 15 KERAHASIAAN

1. Informasi Rahasia adalah segala informasi dan data PERSEROAN, termasuk namun tidak terbatas pada segala informasi kekayaan dan keuangan, ketenaga-kerjaan, legalitas, seluruh hasil pekerjaan baik yang berhubungan dengan pelaksanaan Perjanjan ini, baik yang belum jadi, setengah jadi maupun hasil final, termasuk namun tidak terbatas pada: perangkat lunak, perangkat keras, pedoman, sistem dan prosedur kerja/operasional termasuk job description, dan sebagainya, baik dalam bentuk tulisan, gambar, maupun diagram, baik dalam bentuk barang cetakan maupun dalam sistem komputer.

2. PENGEMUDI menyadari dan dengan ini menyatakan bahwa Informasi Rahasia adalah milik PERSEROAN, dan karenanya PENGEMUDI berkewajiban dan dengan ini setuju dan sepakat untuk (a) mempergunakan Informasi Rahasia semata-mata hanya untuk keperluan melaksanakan kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini, dan (b) menjaga dan oleh karenanya tidak diperkenankan untuk menggunakannya untuk kepentingan sendiri, mengungkapkan, menginformasikan dan/atau menyerahkan kepada pihak ketiga, baik secara lisan maupun tulisan, langsung maupun tidak langsung, seluruh maupun sebagian Informasi Rahasia, yang diterimanya baik langsung maupun tidak langsung, kecuali kepada PERSEROAN.

3. PENGEMUDI tidak berhak atas Hak Atas Kepemilikan Intelektual (HAKI) suatu barang dan/atau perangkat peralatan yang mungkin diserahkan oleh PERSEROAN dalam rangka pelaksanaan Perjanjian ini.

4. Pada saat berakhirnya atau diakhirinya Kerjasama, PENGEMUDI berkewajiban untuk mengembalikan seluruh Informasi Rahasia yang diterima dalam rangka pelaksanaan Perjanjian ini kepada PERSEROAN. Setelah berakhir atau diakhirinya Kerjasama, PENGEMUDI tetap berkewajiban untuk merahasiakan dan tidak mengungkap secara langsung maupun tidak langsung, baik sebagian maupun seluruh Informasi Rahasia tersebut kepada pihak ketiga dan/atau menggunakannya selain untuk kepentingan PERSEROAN.

Pasal 16 AKIBAT PENGAKHIRAN

1. Dalam hal Kerjasama berakhir sebagaimana yang dimaksud dalam butir V.1 Perjanjian, maka:

a. PENGEMUDI wajib menyerahkan kembali kepada PERSEROAN, Taksi dan seluruh turutannya, termasuk kunci, surat-surat serta peralatan Taksi, antara lain: Rapid Dispatch System (RDS), Mobility Cloud Connecting System (MCCS), Electronic Data Capture (EDC),antena, argometer berikut buku keur, tera, izin usaha, Surat Tanda kendaraan Bermotor (STNK) dalam kondisi baik dan terpelihara dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam setelah berakhirnya Kerjasama (dalam berakhir dengan sendirinya) atau setelah adanya keputusan pengakhiran Kerjasama (dalam hal diakhiri sepihak), dan b. PENGEMUDI tetap berkewajiban untuk menyelesaikan dan

melunasi seluruh kewajibannya berdasarkan Perjanjian yang masih belum terpenuhi (jika ada).

2. Dalam hal Kerjasama berakhir karena penggunaan Hak Utama sebagaimana yang dimaksud dalam butir V.1.a.iii Perjanjian, maka:

a. Uang Biaya Pendaftaran, Biaya Kepesertaan dan Dana Cadangan (jika ada) tidak dikembalikan kepada PENGEMUDI; b. PERSEROAN dapat mempertimbangkan untuk membebankan

kompensasi kepada PENGEMUDI yang telah mengoperasikan Taksi lebih dari 208 (dua ratus delapan) minggu berturut-turut, dengan perhitungan sebagai berikut:

N x (Nilai Jual Taksi – Nilai Buku Taksi) M

N = Jumlah Minggu Operasi yang telah dijalani. M = Jangka Waktu Kerjasama

Nilai Jual Taksi adalah harga unit taksi yang ditentukan oleh PERSEROAN berdasarkan harga pasar wajar.

Nilai Buku Taksi adalah nilai unit taksi berdasarkan pencatatan PERSEROAN

3. Dalam hal terjadi pengakhiran Kerjasama secara sepihak oleh PERSEROAN, sebagaimana yang dimaksud dalam butir V.1.b sub i, ii, iii, iv, v, vi, vii, viii, ix, xi (disebabkan kesalahan PENGEMUDI), maka Uang biaya kepesertaan dan Uang biaya pendaftaran akan menjadi milik PERSEROAN;

4. Dalam hal terjadi pengakhiran Kerjasama secara sepihak oleh PERSEROAN, sebagaimana yang dimaksud dalam butir V.1.b sub x dan atau xi Perjanjian, maka Uang biaya pendaftaran tidak dikembalikan kepada PENGEMUDI.

5. Dalam hal Kerjasama berakhir karena:

a. Jangka Waktu Kerjasama berakhir, sebagaimana yang dimaksud dalam butir V.1.a sub i Perjanjian, atau

b. penggunaan Hak Utama, sebagaimana yang dimaksud dalam butir V.1.a sub iii Perjanjian, dan

PENGEMUDI telah memenuhi seluruh kewajibannya dalam Perjanjian ini, maka jika PERSEROAN bermaksud menjual Taksi, PERSEROAN harus menawarkan Taksi tersebut kepada PENGEMUDI untuk dibeli, sebelum menawarkannya kepada pihak lain.

6. Bila Para Pihak sepakat untuk melakukan jual beli atas Taksi tersebut pada ayat 5 Pasal ini, maka berlaku ketentuan-ketentuan berikut:

a. PARA PIHAK akan melaksanakan jual beli atas Taksi, dimana Uang Biaya Kepesertaan akan digunakan sebagai pengurang pembayaran harga Taksi yang disepakati serta PENGEMUDI wajib memberikan suatu Kompensasi Taksi kepada PERSEROAN, dan menandatangani dokumen-dokumen yang diperlukan (termasuk kwitansi) sesuai ketentuan hukum yang berlaku;

b. PENGEMUDI wajib mengajukan permohonan perubahan status Taksi dari plat kuning menjadi plat hitam ke instansi pemerintah yang berwenang dan PERSEROAN memberi bantuan kepada PENGEMUDI dalam proses dimaksud. Seluruh biaya yang timbul sebagai akibat perubahan status Taksi tersebut, seperti Bea Balik Nama (BBN) dan biaya-biaya lainnya merupakan tanggung jawab PENGEMUDI, dan

(7)

c. Para Pihak wajib mengadakan serah-terima dan menandatangani BASTP, segera setelah ayat 6.a dan 6.b Pasal ini terpenuhi.

7. Apabila Kerjasama berakhir karena salah satu sebab yang dimaksud pada ayat 5 Pasal ini dan PENGEMUDI telah memenuhi seluruh kewajibannya dalam Perjanjian ini, namun salah satu Pihak tidak bersedia melakukan jual beli Taksi sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 6 Pasal ini, maka PERSEROAN akan tidak mengembalikan Uang Biaya Kepesertaan dan Uang Biaya Pendaftaran kepada PENGEMUDI.

8. Selama Jangka Waktu Kerjasama dan selama jual beli Taksi sebagaimana dimaksud dalam ayat 6 Pasal ini belum terlaksana, maka Taksi adalah milik PERSEROAN.

Pasal 17 LAIN-LAIN

1. Perjanjian ini tunduk pada hukum Negara Republik Indonesia.

2 Perjanjian ini tidak dapat dirubah dan/atau ditambah tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari Para Pihak.

3. Apabila terdapat hal-hal lain yang belum cukup diatur dalam Perjanjian ini, maka hal-hal tersebut akan dibicarakan dan

diputuskan secara musyawarah oleh Para Pihak serta dituangkan dalam addendum atau perjanjian yang ditandatangani oleh Para Pihak serta merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dengan Perjanjian ini.

4. Sehubungan dengan pembuatan dan pelaksanaan Perjanjian ini, Para Pihak dengan ini memilih tempat kedudukan (domisili) yang tidak berubah dan seumumnya di Kantor Panitera Pengadilan Negeri.

5. Para Pihak telah saling setuju bahwa Perjanjian ini menggantikan Perjanjian Awal terhitung tanggal ditandatanganinya Perjanjian ini oleh Para Pihak.

6. Apabila terdapat perbedaan penafsiran atas isi dan pelaksanaan Perjanjian ini, maka Para Pihak sepakat dan setuju untuk menyelesaikan dengan musyawarah untuk mufakat.

7. Apabila dengan musyawarah untuk mufakat tidak terdapat kata sepakat, maka Para Pihak akan menyelesaikannya melalui Pengadilan Negeri.

Perjanjian ini berikut seluruh lampirannya dibuat dan ditandatangani oleh Para Pihak dengan itikad baik pada hari dan tanggal yang tercantum pada bagian awal Perjanjian ini.

Para Pihak berada dalam keadaan sadar, sehat, tanpa paksaan atau tekanan dalam bentuk apapun. Para Pihak telah membaca dengan jelas, memahami dan menerima seluruh isi dan maksud yang terkandung di dalam Perjanjian ini berikut lampiran-lampirannya.

Demikian Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), masing-masing bermeterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

PERSEROAN, PENGEMUDI,

PT. Mobility Sharing Indonesia

(Cap PT) materai Rp 6.000

_________________________________

_____________________

Nama

: ADE RAHMI FADILLA

Nama : SANTI OCTAVIA

(8)

LAMPIRAN A - Surat Pernyataan dan Persetujuan

DM.OPR.01.001

Perjanjian Kerjasama Operasi No. PKO/NEXT0001/202103/0XXXX

Saya yang bertandatangan di bawah ini:

• Nama : SANTI OCTAVIA

• Alamat : Jl. KP. Rawa Sawah No.2 RT/RW. 011/001 Kel. Kampung Rawa, Kec. Johar Baru, Jakarta Pusat

• Tempat/ Tgl Lahir : JAKARTA, 4 Oktober 1987

• No. KTP : 317108441087XXXX

• No SIM : 1221871000XXXX

• No KIP : NEXT/BKS/202103/0XXXX

Dengan ini menyatakan:

1. Bahwa, saya adalah pengemudi Taksi dengan nama NEXT0001 dengan spesifikasi sebagai berikut : ▪ Merk: Toyota ▪ Type: B401RA-GMQFJ(CALYA 1.2 E M/T) ▪ Jenis/Model: Minivan ▪ Tahun Pembuatan: 2019 ▪ Tahun Registrasi: 2019 ▪ Isi Silinder: 1197 cc ▪ Warna: Putih Kuning

▪ Warna TNKB: Kuning ▪ No. Rangka : 3NRHXXXXXX

▪ No. Mesin : MHKA6GJ3JXXXXXXXX ▪ No. Polisi : B133XXXX

▪ No. BPKB : P-069XXXXX ▪ Bahan Bakar: Bensin

▪ Terdaftar Atas Nama : PT. Mobility Sharing Indonesia

(selanjutnya Taksi tersebut berikut seluruh perlengkapan, komponen dan turutannya, termasuk Rapid Dispacth System (RDS),

Mobility Cloud Connecting System (MCCS), Electronic Data Capture (EDC) dan kunci – kunci, serta dokumen – dokumen yang

terkait, antara lain: STNK, KEUR, Tera, Izin Usaha disebut “Kendaraan”).

2. Bahwa, PT. Mobility Sharing Indonesia (selanjutnya disebut “PEMILIK”), adalah pemilik sah satu – satunya atas kendaraan; 3. Bahwa, saya diberikan hak oleh PEMILIK semata – mata untuk mengoperasikan Kendaraan sebagai taksi dengan membayar

uang sewa (setoran).

Sehubungan dengan hal –hal tersebut di atas, maka saya dengan ini memberikan persetujuan dan wewenang penuh kepada PEMILIK untuk:

Setiap saat mengambil – alih, menarik dan menguasai Kendaraan yang berada di lokasi manapun dan dari pihak manapun serta mengambil tindakan – tindakan yang bersifat pengelolaan dan administratif yang dianggap perlu oleh PEMILIK atau pihak yang ditunjuk atau diberi kuasa oleh PEMILIK untuk melaksanakan hal – hal dimaksud dalam hal saya melanggar ketentuan Perjanjian Kerjasama

Operasi yang saya tandatangani. Untuk keperluan tersebut PEMILIK berhak untuk menghadap pihak – pihak dan atau pejabat –

pejabat yang terkait, memberikan keterangan, melakukan perundingan, menentukan syarat – syarat dan ketentuan – ketentuan yang dipandang baik oleh dan untuk kepentingan PEMILIK.

Saya menegaskan dan menjamin:

1. Bahwa, saya mengesahkan semua dan setiap tindakan PEMILIK dalam melaksanakan pengambil – alihan, penarikan dan penguasaan Kendaraan yang dimaksud dalam surat ini, baik upaya hukum pidana, perdata dan atau kepailitan terhadap pihak manapun.

2. Bahwa, saya bertanggung-jawab dan membebaskan PEMILIK dari segala tuntutan dan akibat hukum maupun finansial dari pihak manapun sehubungan dengan pelaksanaan Surat Pernyataan dan Persetujuan ini.

3. Bahwa, Surat Pernyataan dan Persetujuan ini juga mengikat ahli waris saya dan tidak dapat ditarik kembali/dibatalkan/ diubah tanpa persetujuan tertulis dari PEMILIK, kecuali dengan pemenuhan seluruh kewajiban saya kepada PEMILIK.

Demikian Surat Pernyataan dan Persetujuan ini dibuat dengan sebenarnya, dalam keadaan sadar, bebas dari tekanan dan tanpa paksaan dari pihak manapun dan dalam bentuk apapun, untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, 18 Maret 2021

Nama Pengemudi: SANTI OCTAVIA

Diterima oleh:

PT. Mobility Sharing Indonesia

Nama : ADE RAHMI FADILLA

Jabatan : Kepala Pool

(9)

Tanggal : 18 Maret 2021

LAMPIRAN B – BERITA ACARA SERAH TERIMA TAKSI DALAM RANGKA PENGOPERASIAN (BASTO)

Perjanjian Kerjasama Operasi No PKO/NEXT0001/202103/0XXXX

Pada hari ini Kamis 18 Maret 2021 bertempat di Pool Bekasi, Jalan Bekasi, telah dilaksanakan serah terima atas Taksi dari Perseroan kepada Pengemudi (BASTO) antara PT Mobility Sharing Indonesia berkedudukan di Jakarta, beralamat di Komplek Ruko Redtop Jalan Pecenongan No 72 Kecamatan Gambir (selanjutnya disebut “Perseroan”) selaku Pihak yang menyerahkan dan

Nama : SANTI OCTAVIA

Alamat : Jl. KP. Rawa Sawah No.2 RT/RW. 011/001 Kel. Kampung Rawa, Kec. Johar Baru, Jakarta Pusat

Tempat/ Tanggal Lahir : JAKARTA, 4 Oktober 1987

No.KTP : 317108441087XXXX

No SIM : 1221871000XXXX

No. KIP : NEXT/BKS/202103/0XXXX

(selanjutnya disebut “Pengemudi”), selaku Pihak Yang Menerima, atas 1 (satu) unit kendaraan taksi milik Perseroan dengan nama “TAKSI NEXT” Nomor NEXT0001 dan dengan spesifikasi sebagai berikut :

▪ Merk: Toyota ▪ Type: B401RA-GMQFJ(CALYA 1.2 E M/T) ▪ Jenis/Model: Minivan ▪ Tahun Pembuatan: 2019 ▪ Tahun Registrasi: 2019 ▪ Isi Silinder: 1197 cc ▪ Warna: Putih Kuning

▪ Warna TNKB: Kuning ▪ No. Rangka : 3NRHXXXXXX

▪ No. Mesin : MHKA6GJ3JXXXXXXXX ▪ No. Polisi : B133XXXX

▪ No. BPKB : P-069XXXXX ▪ Bahan Bakar: Bensin

▪ Terdaftar Atas Nama : PT. Mobility Sharing Indonesia

Berikut seluruh komponen dan turutan yang melekat padanya, antara lain: a. Rapid Dispacth System (RDS) :

b. Mobility Cloud Connecting System (MCCS):

c. Argometer

d. STNK (asli) No 0901XXXX/XX/XXXX

e. LED

f. Electronic Data Capture (EDC) bank CIMB

Niaga dan atau Bank Lainnya

Yang seluruhnya merupakan milik Perseroan (selanjutnya disebut “Taksi”)

Sehubungan dengan serah terima ini. Pengemudi telah memeriksa serta menerima Taksi tersebut dari Perseroan bahwa Taksi dalam kondisi baik, mulus dan laik-jalan untuk dioperasikan.

Berita Acara Serah Terima ini dibuat dan ditandatangani dalam rangka dimulainya pengoperasian Taksi tersebut oleh pengemudi guna memenuhi ketentuan Perjanjian Kerja Sama Operasi No. PKO/NEXT0001/202103/0XXXX, tanggal 18 Maret 2021 yang telah dibuat dan ditandatangani oleh Perseroan dan Pengemudi, dan bukan dimaksudkan sebagai pengalihan kepemilikan Taksi.

Demikian Berita Acara Serah Terima ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

Pihak Yang Menyerahkan, Pihak Yang Menerima,

Nama : ADE RAHMI FADILLAKepala Nama Pengemudi : SANTI OCTAVIA

(10)

LAMPIRAN C – BERITA ACARA SERAH TERIMA KEPEMILIKAN TAKSI

Perjanjian Kerjasama Operasi No. PKO/NEXT0001/202103/0XXXX

Pada hari ini Kamis tanggal 18 Maret 2021 bertempat diJalan Bekasi

,

telah dilaksanakan serah terima hak kepemiilikan atas Taksi dari

Perseoran kepada Pengemudi (BASTP) antara PT. Mobility Sharing Indonesia berkedudukan di Jakarta, beralamat di Komplek Ruko Red Top C5, Jl. Pecenongan No. 72, Rukun Tetangga 002, Rukun Warga 004, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat 10120 (selanjutnya disebut “Perseroan”) selaku Pihak yang menyerahkan dan

Nama : SANTI OCTAVIA

Alamat : Jl. KP. Rawa Sawah No.2 RT/RW. 011/001 Kel. Kampung Rawa, Kec. Johar Baru, Jakarta Pusat

Tempat/ Tgl Lahir : JAKARTA, 4 Oktober 1987

No. KTP : 317108441087XXXX

No SIM : 1221871000XXXX

No KIP : NEXT/BKS/202103/0XXXX

(selanjutnya gadisebut “Pengemudi”), selaku Pihak Yang Menerima kepemilikan atas 1 (satu) unit kendaraan taksi milik Perseroan dengan nama “TAKSI NEXT” No NEXT0001, dan dengan spesifikasi sebagai berikut:

▪ Merk: Toyota ▪ Type: B401RA-GMQFJ(CALYA 1.2 E M/T) ▪ Jenis/Model: Minivan ▪ Tahun Pembuatan: 2019 ▪ Tahun Registrasi: 2019 ▪ Isi Silinder: 1197 cc ▪ Warna: Putih Kuning

▪ Warna TNKB: Kuning ▪ No. Rangka : 3NRHXXXXXX

▪ No. Mesin : MHKA6GJ3JXXXXXXXX ▪ No. Polisi : B133XXXX

▪ No. BPKB : P-069XXXXX ▪ Bahan Bakar: Bensin

▪ Terdaftar Atas Nama : PT. Mobility Sharing Indonesia Berikut seluruh komponen dan turutan yang melekat padanya, antara lain:

a. Kunci dan Kunci Serep Kendaraan: NEXT0001

b. BPKB (asli) No: P-069XXXXX

c. STNK (asli) No: 0901XXXX/XX/XXXX

d. Electronic Data Capture (EDC) bank CIMB Niaga dan atau Bank Lainnya

Yang seluruhnya menjadi milik Pengemudi (selanjutnya disebut “Taksi”) setelah membayar biaya balik nama, dan memenuhi seluruh kewajiban Pengemudi terkait kepada Perseroan.

Sehubungan dengan serah terima hak kepemilikan ini. Pengemudi telah memeriksa serta menerima Taksi tersebut dari Perseroan bahwa Taksi dalam kondisi baik dan lengkap sebagaimana dimaksud diatas.

Berita Acara Serah Terima hak kepemilikan atas Taksi dari Perseroan (BASTP) ini dibuat dan ditandatangani dalam rangka selesainya pengoperasian Taksi tersebut oleh pengemudi guna memenuhi ketentuan Perjanjian Kerja Sama Operasi No

PKO/NEXT0001/202103/0XXXX tanggal 18 Maret 2021 yang telah dibuat dan ditandatangani oleh Perseroan dan Pengemudi.

Demikian BASTP ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

Pihak Yang Menyerahkan, Pihak Yang Menerima,

Nama : ADE RAHMI FADILLAKepala Nama Pengemudi : SANTI OCTAVIA

Referensi

Dokumen terkait

PENDAFTARAN PASIEN UMUM DAN SPESIALIS (BARU/LAMA) PENDAFTARAN PASIEN UMUM DAN SPESIALIS (BARU/LAMA).. DI INSTALASI RAWAT JALAN UMUM DI INSTALASI RAWAT JALAN

34 Inkuiri naturalistik adalah pertanyaan dari diri penulis terkait persoalan yang sedang diteliti, yaitu tentang karakteristik orang-orang yang meraih al-fala>h{

Permasalahan dari penelitian ini adalah Bagaimana membangun suatu system pakar yang dapat mendiagnosa gangguan kepribadian dramatik berdasarkan gejala-gejala yang

Toke ini berfungsi sebagai penghubung antara petani gula aren dengan pihak yang akan memakai hasil produksi aren tersebut secara langsung atau kepada pedagang lainnya di kota

Pencampuran sediaan steril merupakan rangkaian perubahan bentuk obat dari kondisi semula menjadi produk baru dengan proses pelarutan atau penambahan bahan lain yang

penyelenggaraan pengelolaan adrninistrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas Dewan Energi Nasional, dan fasilitasi kegiatan Kelompok Kerja;. penyelenggaraan

Apabila pembeli tidak membayar harga pembelian, berarti pembeli telah melakukan suatu wanprestasi yang memberikan alasan kepada penjual untuk menuntut ganti-rugi

Tujuan umum dari penelitian ini yaitu mengestimasi sisa lauk hewani, lauk nabati, dan sayuran dari konsumen beberapa jenis rumah makan (RM) di Kota Bogor. Sedangkan