4 | KBN | EDISI 019 | TAHUN IV - 2019
Contents
>>
Jangan Lewatkan...
L aporan
UTAMA
INVESTASI SINERGI SEPUTAR KBN 16 23 15 DARI REDAKSI 5. H OL D I N G DIRECTIONAL6. ENERGI BARU PENGEMBANGAN
LAPORAN UTAMA
10. WAWANCARA ASDEP III K-BUMN, HENDRIKA NORA O. SINAGA: HOLD-ING AKAN MEMBAWA MANFAAT UNTUK SEMUA STAKEHOLDER
INDUSTRI
11. RUMAH PERLINDUNGAN PEKERJA PEREMPUAN DI KBN JADI PILOT PROJECT
14. 5 KAWASAN INDUSTRI SEPAKAT SIAPKAN RUMAH PERLINDUNGAN PEKERJA
INVESTASI
14. MABES POLRI DUKUNG KEAMANAN BISNIS & INDUSTRI DI LINGKUNGAN KBN
SINERGI
17. PERTAMA! 3 BUMN UPACARA 17 AGUSTUS DI DESTINASI WISATA LAMPUNG
18. KBN - LIPI AKAN BANGUN PELABUHAN RISET 18. OPTIMALKAN PERUSAHAAN, KBN-PNRI BERSINERGI 19. KBN - BTN TEKEN MOU LAYANAN PERBANKAN. 20. DUKUNGAN KBN DI PELUNCURAN LINKAJA 21. RIBUAN WARGA KALIANDA IKUTI JALAN SEHAT BUMN 22. KBN TURUT MENYUKSESKAN BUMN MUDIK BARENG 2019.
SEPUTAR KBN
23. WAPRES KUNJUNGI KBN.
24. SISI DARAT DERMAGA C-04 SELESAI. 25. KOMISARIS KBN KUNJUNGAN KERJA KE WTP & DERMAGA C-04
26. RSU PEKERJA RAIH “BATANG EMAS” KAIZEN FESTIVAL NASIONAL 2019
27. KBN-PELABUHAN ROTTERDAM TEKEN MOU KERJASAMA. 29. DUKUNG PENINGKATAN MUTU SDM, KBN TERIMA 17 MAHASISWA MAGANG.
30. PELEPASAN 24 PEGAWAI PURNABAKTI.
31. KEJAKSAAN AGUNG BERSAMA KBN GELAR PENERANGAN HUKUM
32. PENANDATANGANAN PAKTA INTEGRITAS: JAJARAN KBN HARUS JAUHI KORUPSI.
33. 60 PERUSAHAAN IKUT “TOUR HOSPITAL” RSU PEKERJA. 34. KARYAWAN KBN DIGEMBLENG DI KAMPUS ASTHA HANNAS. 35. RSU PEKERJA AKAN BUKA LAYANAN HEMODIALISA & REHAB MEDIK.
36. KBN SIAP MASUK KE ERA DIGITAL 4.0 LEWAT PENERAPAN SISTEM ERP
37. KBN RAIH “TURN-ROUND STRATEGY” ANUGERAH BUMN TRACK 2019
39. HUB KE-33 KBN: DIREKSI BEBERKAN CAPIAN KORPORASI & RENCANA EKSPANSI.
40. KBN LAKUKAN SURVEI KEPUASAN PELANGGAN 41. KBN BERSAMA 21 INVESTOR CHINA KUNJUNGI TAKALAR. 42. BANK INDONESIA KUNJUNGI INVESTOR MANUFAKTUR DI KBN
43. PARA BIDAN DI JAKARTA UTARA JADIKAN RSU PEKERJA MITRA RUJUKAN PERSALINAN.
44. WARNA-WARNI SEMARAK HUT KE-74 KEMERDEKAAN RI. 46. KBN PERINGATI HARI KELAHIRAN PANCASILA
MANAJEMEN
48. PENTINGNYA PENGELOLAAN KEUANGAN PEKERJA MILENIAL.
OLAHRAGA & SENI
51. TIM SBU KAWASAN CAKUNG: SANG JUARA PORSENI KBN 2019.
52. KBN PELOPORI KOMPETISI PAINTBALL ANTAR BUMN 2019
53. KBN JUARA PAINTBALL BUMN 2019
54. TIM PUSAT I JUARA VOCAL GROUP PORSENI KBN 2019. 55. GRAND FINAL PUTRI MODEL MUSLIMAH 2019 SUKSES DIGELAR DI BALLROOM KBN.
56. SINTIA HABSARI, PUTERI MODEL MUSLIMAH 2019.
KBN PEDULI
57. 10 PENGGIAT BANK SAMPAH KOTA IKUT KURSUS PANGKAS RAMBUT GRATIS.
58. KBN BAGIKAN SEMBAKO & SUSU BALITA UNTUK WARGA KECAMATAN TARUMAJAYA.
59. KBN GELAR NIKAH GRATIS.
60. 55 ANAK DI LINGKUNGAN KBN IKUT KHITANAN MASSAL. 61. KBN SUMBANG 1.000 AL-QURAN
62. PENYERAHAN DANA BERGULIR UNTUK CALON MITRA BINAAN: MITRA BINAAN HARUS TEKUN & JELI MEMBACA PELUANG USAHA.
RELIGI
63. PERINGATAN IDUL ADHA 1440 H: PANITIA BAGIKAN 4.000 KANTONG DAGING QURBAN.
64. BUKA BERSAMA MENTERI PAN-RB.
KESEHATAN
65. GAYA HIDUP MODERN ANCAMAN SERIUS DIABETES.
MABES POLRI JAMIN KEAMANAN
BISNIS DI LINGKUNGAN KBN
7
PERTAMA! 3 BUMN UPACARA 17 AGUSTUS
BERSAMA DI DESTINASI WISATA
WAPRES JUSUF KALLA
KUNJUNGAN KERJA KE KBN
KBN MENUJU
HOLDING BUMN
SEKTOR KAWASAN
Opini
Dari Redaksi
PENERBIT PT KBN (Persero) PELINDUNG Direksi PT KBN (Persero) KETUA DEWAN PENGARAHToha Muzaqi PEMIMPIN REDAKSI M a r y o t o DEWAN REDAKSI Toha Muzaqi Tumpak Manurung M a r y o t o REDAKSI Rofan Nuriswan Ibnu Mukhlisin Kiky Rizkia FOTOGRAGER Jihadi D Wicaksono MARKETING S o l w a t i DISTRIBUSI Yon Sudiyono Joko Suprijatno SEKRETARIAT Sovie Rahmawati REKENING BANK Bank BNI Syariah Cabang KBN
a/n Majalah PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero)
No. Rek. 4488991007 ALAMAT REDAKSI Sekretariat Perusahaan Kantor Pusat PT KBN (Persero),
Jl. Raya Cakung-Cilincing, Jakarta 14140. E-MAIL [email protected] [email protected] PELAKSANA PRODUKSI CV MATRA MANDIRI 08170025000 082225956000
REDAKSI MENERIMA ARTIKEL/TULISAN/FOTO DAN MATERI LAIN YANG SEJALAN DENGAN VISI DAN MISI MAJALAH INI. REDAKSI BERHAK
MENYUNTING TANPA MENGURANGI ESENSI TULISAN.
7
Holding
EDISI 020 |TAHUN IV - 2019 | KBN | 5
Holding untuk mendongkrak
kinerja BUMN dan membuat
pengelolaan perusahaan
secara profesional dan
kompetitif.
P
EMBENTUKAN holding (induk) perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus bergaung sepanjang pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla (2014-2019) ini. Tahun ini saja, pemerintah melalui Kementerian BUMN – dan Kementerian Keuangan menargetkan pem-bentukan 4 holding baru, yakni; infrastruktur, perumahan, penerbangan dan farmasi.Holding BUMN sektor kawasan yang selama dua tahun
terakhir juga intensif ikut dalam pembahasan, sudah dalam tahap penyelesaian (finalisasi), terlebih setelah ada keputusan penunjukan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Persero sebagai ketua induk (holding).
Sosialisasi tentang holding ini terus berjalan di BUMN-BUMN yang nantinya akan jadi anak usaha. Ini penting agar sebelum Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur holding itu keluar, semua sudah tahu dan paham tentang
ren-cana dan dampak dari pembentukan holding tersebut.
Untuk diketahui bersama, peme-rintah membentuk holding semata-mata untuk mendongkrak kinerja perusahaan agar dapat berkembang lebih besar. Selain itu, holding juga untuk membuat BUMN berjalan secara profesional dan kompetitif, sehingga ke depan memberi dampak lebih besar bagi negara.
Holding BUMN dibentuk dengan cara mengalihkan saham negara pada suatu BUMN untuk ditempatkan sebagai Penyertaan Modal Negara (PMN). Pengalih-an saham ini, tidak mengakibatkPengalih-an berkurPengalih-angnya saham negara secara absolut. Memang harus diakui, pembentukan holding BUMN tak selalu berjalan mudah. Sebab, harus dikaji mendalam dan rinci agar benar-benar mem-beri keuntungan bagi negara.
Para pengamat ekonomi biasanya menilai holding bisa dianggap ber-hasil bila lebih banyak memberi manfaat ketimbang mudharat.
Rencana pembentukan holding BUMN sektor kawasan yang kami nilai pen-ting untuk masa depan KBN, sehingga kami sajikan pada laporan utama edisi kali ini. Laporan ini dilengkapi dengan wawancara khusus dengan Asisten Deputi III Kementerian BUMN seputar rencana holding tersebut.
Selain itu banyak laporan-laporan menarik lain di sektor industri, inves-tasi, olahraga, seni, dan tentunya kepedulian lingkungan (CSR).
Di sektor bisnis, KBN begitu gencar melakukan aksi korporasi. Belakangan ini KBN begitu banyak menjalin kerjasama dengan BUMN maupun swasta dalam dan luar negeri. Sejumlah investor China, misalnya sudah diundang ke Takalar, dalam rangka kelanjutan rencana investasi industri di Sulawesi Selatan.
KBN juga menggandeng perusahaan dari banyak negara lain, seperti yang terbaru perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang kepelabuh-anan, PT Port Rotterdam Indonesia. Diinisiasi Kementerian Perindustrian, perusahaan negara kincir angin ini telah meneken MoU untuk kajian ten-tang pelabuhan yang terintegrasi dengan industrial park di Takalar.
Selamat membaca...!
Maryoto
Editor in Chief COVER DEPAN
FOTO FRONT OFFICE KANTOR PUSAT KBN PERSERO
FOTO: TITOK MS/KBN
6
T
AK terasa kita sudah memasuki kuartal ketiga 2019. Sudah begitu banyak langkah-langkah untuk me-ngantarkan perusahaan ini semakin baik ke depan. Namun, sebelum mengurai panjang-lebar, ada baik-nya untuk sedikit menengok ke belakang untuk melihat sejauh mana berbagai upaya untuk pengembangan KBN itu sudah berjalan pada jalur yang tepat? Atau masih perlu pembenahan dan penyelarasan di sana-sini?Penataan kawasan yang sudah tampak sejak awal tahun 2019 tampak masih berlangsung. Penerapan sistem
clus-tering, digitalisasi, perparkiran dengan ERP, dan lain-lainnya terus dikebut dengan
target sebelum akhir tahun bisa difungsikan. Juga dirasa mende-sak untuk dibangun
surveil-lance system CCTV command
center yang bisa memantau
semua sudut bisnis KBN. Masih terkait digitalisasi, manajemen juga melihat makin mendesaknya untuk memba-ngun digitalisasi proses bisnis di Rumah Sakit Umum (RSU) Pekerja. Hal ini sejalan dengan makin naiknya angka
kunjung-an pasien dkunjung-an kinerja rumah sakit ykunjung-ang terus membaik. Tren bisnis Pusat Logistik Berikat (PLB) yang terus berkembang akhir-akhir ini membuat KBN juga akan me-respon dengan menambah luasan lahan sesuai kebutuhan
customer. Bahkan KBN, sesuai kebutuhan bisnis
beren-cana membuka operasional PLB di pelabuhan.
Namun dari semua itu yang akhir-akhir ini cukup me-narik dan menguras perhatian tentulah langkah KBN yang tengah mempersiapkan sebuah kawasan industri baru yang terintegrasi di Takalar, Sulawesi Selatan.
Segala daya upaya tengah tercurah bagi terwujudnya kawasan industri recycling non ferrous metal yang boleh jadi akan menjadi yang terbesar di Indonesia itu.
Mitra dari China berencana menginvestasikan puluhan
triliun bagi pemindahan bisnis tersebut dari China ke Sulsel itu.
KBN bersama Pemprov Sulawesi Selatan begitu serius melakukan berbagai persiapan, mulai dari perizinan, per-baikan infrastruktur, dan lain sebagainya.
Bagaimanapun ini semacam ‘energi baru’ bagi pengem-bangan KBN ke depan.
Ini tentu tak jauh beda dengan rencana KBN bergabung dengan holding BUMN Sektor Kawasan yang tengah dalam proses finalisasi.
Bagaimanapun holding bukan saja akan memperkuat sektor permodalan, tapi juga akan banyak keuntungan lain. Paling tidak nanti akan ada
sup-play chain yang terintegrasi. Untuk mendukung rencana ekspansi di pelabuhan Patimban misalnya, KBN bisa mendapat dukungan lahan dari induk holding PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sebagai induk holding atau anggota holding PT Sang Hyang Seri di mana kedu-anya memiliki lahan yang sangat luas di kawasan tersebut.
Begitu pun untuk logistik, beton, dan lainnya yang jadi unit bisnis KBN bisa men-support anggota holding lain yang membutuhkan.
Antar anggota holding tidak ada lagi yang bergerak sendiri-sendiri, saling bersaing, tapi jadi saling membantu dan menguatkan. Ini boleh jadi merupakan energi baru yang diharapkan mampu memberi kontribusi finansial yang sebesar-besarnya bagi perusahaan.
Semua gerak langkah KBN pun tentunya membutuhkan dukungan semua stakeholder baik dalam maupun luar agar bisa berjalan sesuai harapan dan memberikan kontri-busi maksimal bagi kemajuan perusahaan.***
Jakarta, 27 September 2019
Energi Baru
Pengembangan
Saatnya bergandengan
tangan, bahu-membahu
untuk memberi
kontri-busi finansial yang lebih
maksimal bagi
perusahaan.
S
EBANYAK 11 badan usaha milik negara (BUMN)
ber-gabung dalam wadah holding BUMN Sektor Kawasan.
Pembentukan holding BUMN dilakukan pemerintah
un-tuk mendongkrak kinerja BUMN dan membuat
pengelo-laan perusahaan profesional dan kompetitif. Berapa
total nilai buku dari kumpulan perusahaan plat
me-rah ini? Lalu, bagaimana dengan masa depan pegawai
BUMN yang segera berganti status kepegawaiannya?
KBN MENUJU
HOLDING BUMN
SEKTOR KAWASAN
IDOK^KBNLaporan Utama
EDISI 020 |TAHUN IV - 2019 | KBN | 78
Holding ini akan
menciptakan
si-nergi antar-anak
perusahaan melalui
koordinasi,
pengen-dalian, serta
pe-ngelolaan yang
di-lakukan oleh induk
perusahaan.
S
ETELAH kurang lebihdua tahun bergulir, rencana Kementerian BUMN membentuk holding sektor kawasan mulai menampak-kan wujudnya. BUMN Sektor Kawasan disebut-sebut akan dikukuhkan sebagai nama holding baru yang banyak dinaungi BUMN kawasan industri itu.
Sedianya, Kementerian BUMN semula akan meluncurkan pemben-tukan holding itu pada September 2019. Namun, rencana tersebut kemungkinan akan mundur sampai ada pengumuman susunan kabinet yang baru.
Yang pasti, sosialisasi di level komisaris dan direksi sudah dilaku-kan. Bahkan, pada Agustus lalu, pemaparan di hadapan jajaran BUMN yang masuk dalam holding tersebut sudah dilakukan. Salah satunya yang terjadi di PT KBN Persero, salah satu BUMN yang masuk sebagai salah satu anggota holding tersebut.
Puluhan pejabat dan karyawan PT
Kawasan Berikat Nusantara (Perse-ro) mengikuti sosialisasi pembentuk-an holding BUMN sektor kawaspembentuk-an yang digelar di kantor pusat KBN, pada 2 Agustus 2019 itu.
Sosialisasi dihadiri Asisten Deputi Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan III Kementerian BUMN, Hendrika Nora O. Sinaga, Direktur Utama PT KBN (Persero) HM Sattar Taba, Direktur Keuangan KBN Daly Mulyana, dan
Direktur SDM dan Umum PT Ra-jawali Nusantara Indonesia (RNI), J. Nanang Marjianto, dan Ketua Forum Komunikasi (Forkom) KBN.
Kehadiran direksi PT RNI itu tak lepas dengan ditunjuknya PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menjadi induk holding BUMN sektor kawasan tersebut.
Dalam paparan dijelaskan tentang 11 perusahaan yang masuk holding sektor kawasan; yakni PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero, PT Kawasan Industri Medan (Persero), PT Surabaya Industrial Estate Rung-kut (SIER), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) atau PT KIW, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), PT Sang Hyang Seri (Persero), dan Kawasan Industri Lampung (KAIL).
Untuk diketahui, holding
compa-ny atau perusahaan induk berperan sebagai pemegang saham dalam beberapa perusahaan anak
(subsidi-ary company), dengan tujuan agar
meningkatkan kinerja perusahaan
IMAY^KBN Sosialisasi holding BUMN kawasan di KBN.
EDISI 020 |TAHUN IV - 2019 | KBN | 9
:: Laporan Utama
dan memungkinkan terciptanya nilai pasar perusahaan (market value
creration).
Asisten Deputi Bidang Usaha Kon-struksi, Sarana dan Prasarana Per-hubungan III Kementerian BUMN, Hendrika Nora O Sinaga mengata-kan, pembentukan holding BUMN sektor kawasan ini merupakan tun-tutan arus globalisasi dan dinamika bisnis yang mengharuskan adanya
supply-chain yang terintegrasi.
“Dengan terbentuknya holding ini, BUMN yang bergerak di sektor kawasan industri akan semakin maju dan efisien. Tantangan dari luar yaitu pasar global hari ini menuntut daya saing yang tinggi, sementara tantangan dari dalam yaitu BUMN harus berkontribusi besar menjadi agen perubahan.,” katanya.
Karenanya, BUMN tidak dapat lagi bergerak sendiri-sendiri, diperlukan sinergi dan kerjasama, bukan justru melakukan persaingan antar BUMN. Sehingga dengan holding BUMN, di-harapkan dapat maksimal mengelola potensi negara kita secara mandiri.
Hendrika Nora O Sinaga menye-but bila salah satu anggota holding akan ekspansi tentu akan mendapat dukungan dari perusahaan sesama anggota holding.
Yang jelas menurut Nora O Sinaga, pembentukan holding ini akan mem-berikan sejumlah keuntungan bagi perusahaan.
Pertama, yang pasti akan mening-katkan kualitas sumber daya ma-nusia (SDM) dan pengembangan teknologi jauh lebih baik. Dengan begitu, tingkat pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat atau konsumen akan lebih maksimal.
Dengan kapasitas holding yang besar tentu bisa membuat lebih banyak produk-produk yang dibu-tuhkan oleh masyarakat maupun pemerintah.
“Penetrasinya juga akan semakin luas, dari jaringan hanya puluhan misalnya bisa jadi ratusan. Inklusi keuangan pun akan ikut meningkat,” katanya.
Dengan kapasitas yang akan jauh lebih kuat, holding juga dapat dengan mudah bekerjasama dengan mitra internasional seperti misalnya dalam hal kerjasama pengembangan produk. Karenanya, Nora O Sinaga berharap holding BUMN sektor ka-wasan ini secepatnya terbentuk.
Sementara itu Direktur SDM dan Umum PT RNI, J. Nanang Marjianto dalam paparannya mengharapkan adanya pembentukan holding ini akan menciptakan sinergi antar-anak perusahaan melalui koordinasi,
pengendalian, serta pengelolaan yang dilakukan oleh induk perusahaan. Masing-masing akan memainkan perannya masing-masing, sehingga akan menghasilkan value creation, efisiensi, dan menambah kapasitas.
RNI yang punya lahan luas ber-sama anggota holding tentu ingin mengembangkan sebagian lahan yang dimiliki agar lebih produktif dan berkontribusi bagi negara. Salah satunya yang dalam kajian untuk dibangun sarana pendukung pela-buhan Patimban, Subang.
Di luar itu, untuk mendukung upaya pemerintah di bidang pengem-bangan perkotaan, di antara lahan yang dimiliki di Subang bisa dikem-bangkan jadi kota mandiri. Untuk pengembangan ini tentu membutuh-kan modal yang tidak kecil. Dengan
holding, diharapkan, biaya pem-bangunan yang besar bisa ditopang bersama anggota holding.
Adanya holding menurut Direktur Utama PT KBN (Perse-ro) HM Sattar Taba akan banyak memberi manfaat atau keuntungan bagi perusahaan.
Dirut KBN ini merasakannya keti-ka masih menjabat sebagai Direktur Utama Semen Tonasa yang terga-bung dalam holding BUMN semen yaitu Semen Indonesia. Ini meru-pakan holding BUMN yang pertama terbentuk.
“Kalau holding BUMN kawasan su-dah berjalan, dampaknya akan dira-sakan oleh KBN juga. Bisnis kawasan ini akan lebih menjanjikan, laba dan pendapatan akan lebih baik. Sebab ada efisiensi biaya. Banyak peluang usaha. Kawasan ini bisa mendunia,” katanya.
Sattar mengungkapkan, bila KBN membutuhkan dana untuk pengem-bangan kawasan di luar Jakarta, bisa sharing dengan sesama anggota holding BUMN kawasan.
“Seperti kita tahu bahwa PT RNI punya lahan yang cukup luas di dekat Pelabuhan Patimban. Kita bisa kelola lahan itu menjadi kawasan pendukung pelabuhan tanpa harus membeli lahan,” jelas Sattar Taba.
: T I M IMAY^KBN KBN Logistics melayani investor.
10
Sejauh mana persiapan menuju pembentukan holding BUMN Sektor Kawasan?
Kita sudah melakukan kajian bisnis pembentukan holding sektor kawasan ini dengan kementerian keuangan dan juga akan dilanjutkan dengan kemente-rian dan lembaga terkait. Kita juga mulai melaksanakan sosialisasi kepada seluruh karyawan dan pemangku kepentingan yang masing-masing tergabung di dalam holding ini.
Ada semacam kekhawatiran dengan dampak setelah menjadi holding. Bagaimana menurut Anda?
Dengan adanya holding ini sebenarnya banyak sekali manfaat yang kita per-oleh antara lain dari sisi keuangan akan meningkatkan level atau pendanaan dari seluruh anggota grup, sehingga akan mempercepat akses pendanaan. Bagi KBN sendiri, misalnya, dampaknya dapat mempercepat pengembangan bisnis.
Kemudian yang kedua akan dapat cash
flow dari masing-masing anggota holding.
Dari sisi non keuangan kita mengharap-kan adanya sentralisasi fungsi-fungsi.
Ke depan mungkin pemasaran atau idenya ke depannya akan tersentralisasi sehingga akan lebih kuat.
Contoh lain lagi misalnya pengadaan barang dan jasa. Jadi banyak sekali fungsi-fungsi yang bisa kita contoh yang
ke depannya kita harap-kan aharap-kan meningkatharap-kan efisiensi biaya.
Disamping itu juga kita mengharapkan adanya koordinasi yang lebih intens antar ang-gota holding. Hal ini baik dari sisi standarisasi operasional kawasan. Kemudian adanya peningkatan layanan terhadap yang ada di kawasan dan kemudian penciptaan bisnis-bisnis lain pendukung yang ada di dalam kawasan, sehingga semua dukungan finansial dan dukungan itu diharapkan ke depannya khususnya dalam 5 tahun ini akan semakin memper-cepat keunggulan bisnis dan penciptaan nilai tambah tidak hanya bagi KBN tapi seluruh anggota holding yang terbentuk di dalam kawasan.
Sebagian karyawan masih cemas dengan perubahan status sebagai karyawan BUMN. Bagaimana menurut Anda?
Holding ini saya kira membawa manfaat bagi semua stakeholder, khususnya ke-pada karyawan. Ke depannya kita harap-kan dengan adanya yang tadi yang sudah saya sampaikan penciptaan nilai tambah ini akan meningkatkan lebih cepat lagi kinerja perusahaan. Kalau kinerja perusa-haan meningkat tentunya ini dampaknya terhadap kesejahteraann karyawan.
Secara khusus lagi kepada karyawan saya sampaikan bahwa tidak akan mengubah sistem tata kelola yang saat ini sudah dilaksanakan oleh PT KBN terhadap karyawan. Jadi mungkin kita mengharapkan karyawan sudah dapat mendukung rencana ini.
Ini mayoritas BUMN kawasan industri, tapi kenapa RNI yang non kawasan industri ditunjuk sebagai induk?
Itu karena RNI sahamnya semua
dimi-Holding akan Membawa Manfaat
untuk Semua Stakeholder
liki pemerintah RI, sehingga penunjukan-nya dari sisi investasi untuk menghindari dilusi. Lebih dari itu, RNI sudah punya 11 anak perusahaan di mana saat ini perusa-haan-perusahaan yang ada di dalamnya -- yang terdiri dari empat sektor nantinya dengan adanya pembentukan holding ini akan bertambah lagi 8 perusahaan anggota holding baru, sehingga jadi 11 + 8 menjadi 19 dalam satu keluarga besar.
Kita mengharapkan juga adanya perce-patan peningkatan kualitas peningkatan kompetensi dari para para karyawan dan ke depannya kita juga mengharapkan ini akan bisa menjadi ladang pembelajaran juga kepada seluruh karyawan dan bisa meningkatkan atau memperluas karir karyawan.
Berapa nantinya total valuasi aset dari holding baru ini?
Secara konsolidasi RNI total asetnya saat ini ada Rp13,5 triliun. Nanti dengan ditambah lagi 8 anggota yang baru ini, kalau di KBN saja saya lihat total asetnya ada 2 triliun ya mungkin akan bertam-bah sekitar 5 sampai 6 triliun, jadi 13,5 T tambah 5 sampai 6 mungkin nanti kekua-tannya total bisa menjadi 17-18 triliuan secara nilai buku per 2018. Tapi mungkin angka detailnya saya belum tahu persis. Tapi kira-kira nanti seperti itu. Akan ada pertambahan aset sekitar 5-6 triliun.
Bagaimana mensinergikan masing-masing perusahaan yang kulturnya berbeda-beda, sebagian bergerak de-ngan tempo cepat, sebagian lagi lambat?
Tempo lambat dan tempo cepat ten-tunya itu banyak faktor yang menyebab-kannya. Tapi ke depannya RNI sebagai induk holding nanti, saya yakin mampu mengkoordinasikannya. RNI yang akan mengatur semua itu. Nanti akan me-mimpin semua laju pembentukan bisnis dari masing-masing anggota holding, apa yang membuat lambat, dan apa yang bisa membuat laju bisnisnya itu cepat, tentunya. : M A Y // F O T O : T I T O K
EDISI 020 |TAHUN IV - 2019 | KBN | 11
Rumah Perlindungan Pekerja
Perempuan di KBN Jadi Pilot Project
M
ENTERI PemberdayaanPerempuan dan Per-lindungan Anak (PPPA) Prof Dr Yohana Susana Yembise, Dip.Apling, MA menetapkan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan di KBN sebagai pilot project bagi kawasan industri lain di tanah air.
“Rumah Perlindungan Perempuan di KBN ini bisa jadi role model atau replikasi bagi perusahaan atau kawasan industri lain di negara ini,” kata Menteri PPPA usai melakukan pengguntingan pita tanda peresmian rumah perlindung-an perempuperlindung-an di KBN, Selasa (24/9).
Menteri PPPA didampingi Direktur Pengembangan KBN, Rahayu Ahmad Junaedi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi DKI Jakarta, dan sejumlah pejabat di lingkungan Jakarta Utara memberi apreasi yang tinggi bagi KBN yang telah jadi pionir mewujudkan ru-mah perlindungan pekerja perempuan.
KBN yang mayoritas pekerjanya perempuan menurut Menteri Yohana didorong untuk juga membangun semacam penitipan bayi (daycare
center) atau tempat bermain anak-anak. Di tempat tersebut, para pekerja perempuan bisa datang dan membawa anak-anak sambil ditinggal bekerja berjam-jam. Kala waktu istirahat da-tang, para pekerja perempuan bisa menengok anaknya.
Kalau tempat penitipan anak seperti yang terdapat di banyak negara di luar negeri tersebut berhasil diwujudkan, hal ini menurut menteri luar biasa. “Bisa pecahkan rekor pertama yang bisa memenuhi Peraturan Menteri No.5 Tahun 2015,” kata Menteri Yohana.
Menurut Menteri Yohana, perempuan sebagai ibu rumah tangga dan juga hak-hak anak harus tetap diperhatikan. Itu
merupakan amanah UU. “Anak-anak punya hak yang sama untuk hidup, dijaga dan mendapat perlindungan negara,” katanya.
Menteri PPPA sangat bersyukur pada KBN yang telah memperhatikan pekerja perempuan. “Semoga KBN tetap maju dan selalu mendapat berkah dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga perempuan-perempuan yang bekerja di perusa-haan-perusahaan di sini semakin hebat, sejahtera, dan terpenuhi hak-haknya,” katanya.
Direktur Pengembangan PT KBN Persero, Rahayu Ahmad Junaedi me-nyebutkan, pencanangan kawasan KBN bebas dari tindak pelecehan seksual sejalan dengan upaya manajemen untuk memberikan pelayanan bagi para pengusaha, khususnya para pekerja perempuan di dalam kawasan KBN. Upaya ini telah menarik simpati dari berbagai organisasi perjuangan perem-puan yang ditunjukkan oleh Kemen-terian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
“KBN berterima kasih telah diapresia-si sebagai pilot project kawasan industri yang memberikan perlindungan hak pekerja perempuan di Indonesia. Kita patut bersyukur KBN menjadi salah satu dari lima kawasan industri yang menjadi pilot project tersebut,” kata Dirbang.
Realisasi rumah perlindungan pekerja perempuan menurut Dirbang bertuju-an untuk tetap menjaga hak pekerja perempuan sekaligus meningkatkan tali silaturahmi dan hubungan kerjasama yang lebih baik antara PT KBN dengan pekerja yang ada di KBN dengan para pengusaha yang melakukan kegiatan di dalam kawasan KBN.
Hubungan harmonis antara pekerja dan para investor akan turut berkontri-busi bagi bisnis KBN yang dalam skala yang lebih luas akan membawa manfaat terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia.
Usai peresmian, Menteri PPPA Yo-hana melihat dari dekat ruangan demi ruangan rumah perlindungan pekerja perempuan tersebut. Pada kesempat-an itu, menteri juga berdialog dengkesempat-an relawan dan petugas yang ada di rumah perlindungan perempuan KBN.
Sebelumnya, sebanyak 5 kawasan industri meneken kesepakatan untuk penyiapan rumah perlindungan pekerja perempuan. Kelima kawasan indus-tri tersebut adalah PT KBN Persero, Karawang International Industrial City (KIIC); Krakatau Industrial Estate Cile-gon (KIEC); Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER); Bintan Industrial Estate (BIE), Kepulauan Bintan.
: T I M
Menteri PPPA apresiasi
KBN jadi pionir
pemba-ngunan rumah
perlindung-an pekerja perempuperlindung-an.
Industri
IMAY^KBN Peresmian Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan di KBN.12
L
IMA kawasan industri dilima DKI Jakarta, Banten, Jabar, dan Jatim sepakat untuk mendirikan rumah perlindungan pekerja. Rumah tersebut bertujuan untuk meningkatkan perlindungan bagi perempuan pekerja dari segala bentuk kekerasan dan diskriminalisasi di kawasan industri.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) menginisiasi digelar-nya penandatanganan MoU bersama 5 (lima) kawasan industri sekaligus meluncurkan rumah perlindungan pekerja perempuan di kawasan indus-tri tersebut, di kantor Kemen PPPA, (16/08/2019).
Kawasan industri yang terlibat
dalam MoU ini adalah Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung di Jakarta Timur, DKI Jakarta; Karawang International Industrial City (KIIC) di Kab. Karawang, Jawa Barat; Kraka-tau Industrial Estate Cilegon (KIEC) di Kota Cilegon, Banten; Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) di Kab. Pasuruan, Jawa Timur; Bintan Industrial Estate (BIE) di Kota Bintan, Kepulauan Riau.
Hadir pada penandatanganan MoU tersebut selain Sekjen dan Deputi Per-lindungan Perempuan Kemen PPPA, juga lima direksi kawasan industri, dan sejumlah aktivis dan relawan LSM perempuan.
“Data Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2019, menunjukan angka kekerasan di ranah publik mencapai 3.915 kasus (28%), di mana kekerasan seksual menempati peringkat pertama sebanyak 2.521 kasus (64%), diikuti berturut-turut kekerasan fisik 883 kasus (23%), kekerasan psikis 212 kasus (5%), dan kategori khusus yakni trafiking 158 kasus (4%), dan kasus
pekerja migran 141 kasus (4%),” ung-kap Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Prof Vennetia R. Danes dalam sambutannya.
Vennetia menjelaskan bahwa pada ranah publik, khususnya di tempat kerja, perempuan kerap menjadi kelompok yang rentan mengalami kekerasan baik secara seksual, psikis maupun fisik di sektor industri – pabrik, perkantoran, perniagaan besar, perkebunan, pelayanan dalam transportasi publik seperti kapal laut, pesawat, industri hiburan dan lain-lain. Ada pun tiga jenis kekerasan seksual yang paling banyak terjadi di ranah komunitas adalah pencabulan sebanyak 1.136 kasus, perkosaan 762 kasus, dan pelecehan seksual 394 kasus.
Sekretaris KemenPPPA, Pribudi-arta Nur Sitepu menegaskan bahwa pemerintah melalui Kemen PPPA terus berupaya dalam memberikan perlindungan bagi perempuan pekerja dari segala diskriminasi dan ekploitasi serta meningkatkan produktivitas mereka di sektor industri, yaitu mela-lui Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penye-diaan Sarana Kerja yang Responsif Gender dan Peduli Anak di Tem-pat Kerja. Selanjutnya, Permen ini diimplemetasikan menjadi Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP) yang diselenggarakan Kemen PPPA bersama Kementerian Kesehat-an, Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Dalam Negeri.
“Beberapa perusahaan di sektor industri juga mulai memiliki inisiatif memberikan perlindungan bagi peker-janya khususnya kaum perempuan. Namun, upaya ini perlu didukung oleh sistem yang tersinergi dengan baik antara pekerja, perusahaan, dan pihak lain serta berkaitan dengan persoalan perlindungan perempuan dan pena-nganan kasus kekerasan. Hal inilah yang menjadi dasar kami menginisiasi pembentukan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan di lima Kawasan Industri,” ungkap Pribudiarta.
: M Y
5 Kawasan Industri
Sepakat Siapkan Rumah
Perlindungan Pekerja
Rumah Perlindungan
Pekerja Perempuan
ber-tujuan untuk menguatkan
upaya perlindungan
terha-dap pekerja perempuan.
Penanda-tanganan MoU di Kemente-rian PPPA. IMAY^KBN
14
P
T Kawasan BerikatNusantara (KBN) Persero dan Mabes Polri menan-datangani
Memoran-dum of Understanding
(MoU) pengamanan kawasan yang berlangsung di Ballroom KBN, Rabu (3/7/2019).
MoU diteken masing-masing oleh Direktur Utama PT KBN Persero, HM Sattar Taba dan Asisten Operasi Polri, Irjen Pol Drs Martuani Sormin Siregar, MSi.
Hadir pada kesempatan tersebut
Komisaris Utama KBN, Irjen Pol (Purn) Ngadino, Direktur Keuangan Daly Mulyana, dan para pejabat KBN serta sejumlah pejabat terkait di lingkungan Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara dan pimpinan wilayah di Kodya Jakarta Utara.
KBN sengaja menggandeng Mabes Polri dalam upaya pengamanan untuk memberikan rasa aman bagi para investor yang berbisnis di ling-kungan kawasan industri KBN yang dalam waktu dekat akan terintegrasi dengan pelabuhan.
Direktur Utama PT KBN Persero HM Sattar Taba dalam kata sambut-annya antara lain menyebutkan MoU ini sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan bisnis dan kepastian investasi di lingkungan PT KBN. Sebab, setiap kali ada inves-tor datang yang mau menanamkan investasinya, salah satu pertanyaan pertama yang selalu dikemukakan tentang jaminan keamanan. Dan dengan MoU ini jaminan keamanan itu kita wujudkan.
Asisten Operasi (Asops) Polri,
Ir-Mabes Polri Dukung Keamanan Bisnis
dan Investasi di Lingkungan KBN
MOU KBN - Mabes Polri
untuk memberikan
rasa aman bagi para
investor yang berbisnis
di lingkungan kawasan
industri KBN yang
dalam waktu dekat
akan terintegrasi
de-ngan pelabuhan.
jen Pol Drs Martuani Sormin Siregar, MSi dalam sambutannya menghara-pkan agar keamanan jangan diang-gap sebagai biaya karena akan terasa sangat mahal, tapi harus dianggap sebagai aset.
Dengan MoU ini, Mabes Polri dengan jajaran Direktorat Penga-manan Obyek Vital (PamObvit) siap memberi rasa aman investasi di lingkungan PT KBN.
Dalam MoU yang baru ditandata-ngani antara lain tercantum tentang pemberian bantuan pengamanan dan penegakan hukum, pertukaran data dan informasi dalam hal pe-negakan hukum, optimalisasi sarana dan prasarana, dan peningkatan kapasitas SDM khususnya dalam hal pengamanan kawasan yang dilaku-kan Polri.
Setelah penandatanganan MoU ini diharapkan Polri dapat mengatur SOP terhadap penegakan hukum dan pengamanan aset PT KBN serta ditindaklanjuti dengan pembentu-kan pokja khusus yang apembentu-kan ber-kordinasi secara berkesinambungan dengan tim KBN dalam hal pelaksa-naan poin-poin kerja sama tersebut.
: M Y
HOTLINE
PENGADUAN/
KELUHAN
PELANGGAN
PT KBN PERSERO(
(021) 4482-0909ext 1703, Faks: (021) 4482-0052 e-mail: [email protected] MoU KBN dengan Mabes Polri. ISEKPER^KBNEDISI 020 |TAHUN IV - 2019 | KBN | 15
T
IGA perusahaan badanusaha milik negara (BUMN), masing-masing PT Kawasan Berikat Nu-santara (KBN) Persero, PT Bukit Asam, dan PT Brantas Abipraya (Persero) menggelar upacara HUT ke-74 RI di obyek wisata, Lampung M. Beach, Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu (17/8/2019).
Bertindak sebagai inspektur upacara, Direktur Sumber Daya Manusia PT Bukit Asam Tbk, Joko Pramono.
Upacara dimulai tepat pukul 08.00 WIB, diikuti lebih kurang 400 peserta yang terdiri atas jajaran manajemen ketiga perusahaan BUMN tersebut, perwakilan BUMN di Provinsi Lam-pung, pemerintah daerah setempat, perwakilan masyarakat Lampung, serta peserta Program Siswa Mengenal
Nusantara 2019 asal Provinsi Maluku Utara.
Pelaksanaan upacara kali ini menjadi istimewa karena dilak-sanakan di salah satu objek wisata di Lampung Selatan.
Upacara di tempat wisata M. Beach yang dikenal juga dengan Pantai Merak Belatung atau Pantai Embe itu dipilih sebagai salah satu ikon Lampung Se-latan yang diharapkan dapat menjadi promosi wisata bagi daerah itu.
Pelaksanaan upacara tersebut salah satu rangkaian kegiatan BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN). Dengan meng-angkat tema “SDM Unggul Indonesia Maju”, upacara peringatan HUT Ke-74 Republik Indonesia di tempat itu ber-langsung khidmat dan lancar.
Pada kesempatan tersebut, Bukit Asam, Brantas Abipraya, dan Kawasan Berikat Nusantara yang ditunjuk sebagai koordinator BHUN Provinsi Lampung menyerahkan sejumlah bantuan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat Lampung.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur SDM Bukit Asam Joko Pramono kepada perwakilan pen-erima bantuan. Bantuan di antaranya
berupa program renovasi 10 rumah masyarakat, sarana air bersih, elektri-fikasi untuk 50 rumah tangga, MCK 50 pintu, serta beasiswa untuk pelajar.
Upacara peringatan HUT RI di tempat itu juga disemarakkan dengan berbagai kegiatan, seperti Jalan Sehat 5 Km, aneka perlombaan, pengobatan gratis, pameran hingga kuliner gratis.
Sebagai wadah promosi usaha kecil menengah di Lampung, diadakan pula pameran UKM setempat dan mitra binaan dari BUMN di Lampung. Ke-giatan itu diharapkan menjadi pro-mosi produk UKM kepada masyarakat sehingga dapat terus mendorong terciptanya lapangan pekerjaan di Lampung.
Sinergi ini merupakan kelanju-tan dari program BUMN Hadir un-tuk Negeri yang dicanangkan pada bulan Ramadhan, Mei lalu.
Dalam Safari Ramadhan dan Buka Puasa Bersama, ketiga BUMN waktu itu menyalurkan santunan dan bingkisan Ramadhan untuk 1.000 anak yatim dan bantuan renovasi untuk 5 rumah ibadah/panti asuhan/pesantren.
: M A Y / S E K P E R
Pertama! 3 BUMN Upacara 17 Agustus
di Destinasi Wisata Lampung
Upacara kali ini
menjadi istimewa
karena dilaksanakan
di salah satu objek
wisata di Lampung
Selatan.
Sinergi
Foto ber-sama selepas pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan RI di Lam-pung. ISEKPER^KBN16
DISEWAKAN
HUBUNGI PEMASARAN PT KBN PERSERO021-44820909
Ext. 1221, 1224, 1229BANGUNAN PABRIK
PERGUDANGAN
DEPO KONTAINER
18
[
P
T Kawasan BerikatNu-santara (Persero) bersama Lembaga Ilmu Pengeta-huan Indonesia (LIPI) akan bekerja sama mem-bangun Pelabuhan Khusus Kawasan Riset dan Pelabuhan Umum berori-entasi bisnis. Rencananya, pelabuhan tersebut akan menggunakan lahan milik KBN di Marunda, Jakarta Utara.
Pada tahap awal kerjasama, kedua belah pihak terlebih dahulu mem-pelajari secara mendalam mengenai skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) sebagai sumber dana investasi. Tim Teknis PT KBN bersama-sama dengan Tim Teknis LIPI akan segera melakukan perte-muan dengan KPBU khusus memba-has hal ini.
"Perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengenai model misnis yang saling menguntungkan, di mana pihak LIPI
terpenuhi kebutuhan risetnya dan KBN dapat meningkatkan pendapatan dan value bagi perusahaan," kata Di-rektur Utama KBN, H.M. Sattar Taba
KBN-LIPI akan Bangun Pelabuhan Riset
usai rapat di Gedung LIPI, Jakarta, 29 April 2019.
: M Y / S E K P E R
P
T Kawasan BerikatNusan-tara (Persero) menjalin kerja sama dengan Peru-sahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia (Perum PNRI). Komitmen sinergi di antara dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini diteken oleh Direktur Utama PT KBN (Persero) HM Sattar Taba bersama Direktur Utama Perum PNRI Djakfaruddin Junus di Hotel
Harris Kelapa Gading, Jakarta, Selasa, 30 Juli 2019.
Hadir pada kesempatan tersebut Di-rektur Keuangan KBN Daly Mulyana, Direktur Pengembangan KBN Rahayu Ahmad Junaedi, jajaran pejabat KBN dan PNRI.
Dengan adanya MoU ini, PT KBN (Persero) berkomitmen untuk meng-gunakan produk dan jasa yang dimiliki Perum PNRI. Begitu juga sebaliknya,
Optimalkan Perusahaan, KBN-PNRI Bersinergi
Perum PNRI akan menggunakan produk-produk dan jasa milik KBN.
Kedua perusahaan milik negara ini juga menjajaki kerja sama peman-faatkan lahan seluas 1,1 hektar yang terletak di sebelah kantor Perum PNRI di Jalan Percetakan Negara, Jakarta yang posisinya sangat strategis di tengah kota.
“Saya harap KBN bisa memanfaat-kan lahan kami yang sangat strategis ini sehingga bisa menjadi produktif. Misalnya untuk Pusat Logistik Berikat, yang bisa digunakan oleh para pengu-saha memasok barang kebutuhan masyarakat yang dijual di mal. KBN pu-nya keahlian mengelola Pusat Logistik Berikat,” kata Direktur Utama Perum PNRI, Djakfaruddin Junus.
Direktur Utama KBN, HM Sattar Taba menyambut baik kerja sama dengan PNRI. Dia menegaskan, banyak peluang bisnis yang bisa dioptimalkan ketika kedua perusahaan itu bersinergi.
: M A Y / S E K P E R Dirut PT KBN Persero dan Dirut PNRI menunjukkan nota MoU yang baru diteken.
[
Tukar-menukar cinderamata usai MoU KBN-LIPI. ISEKPER^KBN ISEKPER^KBNEDISI 020 |TAHUN IV - 2019 | KBN | 19
P
T Kawasan BerikatNu-santara (KBN) Persero melakukan penan-datanganan perjan-jian kerjasama (MoU) dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, di Ballroom KBN, Senin (9/4/2019). Kerjasama ini terkait penyediaan jasa layanan perbankan untuk pegawai.
Direktur Keuangan PT KBN Daly Mulyana dalam sambutannya me-nyebutkan kalau kerjasama tersebut sebagai bentuk sinergi BUMN.
“Kalau sebelumnya bentuk
kerjasama antara KBN-BTN meru-pakan kelembagaan, sekarang sudah menjadi one family jadi lebih kekeluargaan,” kata Dirkeu KBN, Daly Mulyana.
Sementara itu, Direktur Con-sumer Banking PT BTN, Budi Satria mengharapkan kerjasama ini ber-langsung dengan baik untuk PT KBN (Persero) maupun PT BTN (Persero) serta berlanjut dan ke depannya ada peluang kerjasama yang lebih luas untuk kemajuan bersama.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Keuangan PT KBN Daly Mulyana dan pihak PT BTN diwakili oleh Direktur Consumer Banking, Budi Satria, didampingi Kepala Divisi NSLD PT BTN Tbk, Suryanti Agustinar, Kepala Kanwil 2 PT BTN Jakarta Banten, Dewi Fitri-aningrum, dan Kepala Divisi SHAD
PT BTN Tbk, Joni Prasentianto. Dalam rangkaian ini, KBN dan BTN menggelar dialog interak-tif yang menampilkan sejumlah pembicara. Kegiatan ini bukan saja ditujukan untuk para milenial, tapi juga karyawan pada umumnya, utamanya bagi mereka yang bersiap memasuki masa pensiun.
Lewat dialog tersebut, para pe-serta mendapat pengetahuan baru dalam mengelola keuangan dari para pembicara dan motivator.
: M A Y
KBN–BTN Teken MoU
Layanan Perbankan
Penandatanganan MoU antara PT KBN Persero dengan PT BTN. Pihak KBN dilakukan Dirkeu Daly Mulyana dan BTN oleh Direktur Consumer Banking, Budi Satria.
[
Kerjasama di bidang
penyediaan jasa
layanan perbankan
untuk pegawai.
:: Sinergi[
[
IMAY^KBN20
L
AYANAN dompetdigital (e-Wallet) LinkAja akhirnya di-luncurkan di Jakarta, (30/6/2019). PT KBN Persero, salah satu BUMN yang ikut mendukung program uang digital tersebut ikut ambil ba-gian dalam peluncurannya yang berlangsung megah di Senayan, Jakarta.
Direktur Keuangan KBN Daly Mulyana dan segenap pejabat dan karyawan KBN terlibat dalam
pe-luncuran yang berlangsung di Jakarta tersebut. KBN menjadi bagian dari 15 ribu orang direksi dan karyawan perusahaan BUMN yang ikut mema-dati acara yang berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan tersebut.
LinkAja merupakan layanan fi-nancial technology (fintech) besutan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam bisnis, LinkAja dikelo-la PT Fintek Karya Nusantara.
Sebagai informasi, LinkAja meru-pakan dompet digital gabungan dari delapan perusahaan BUMN, antara lain Telkomsel, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabung-an Negara (BTN), BTabung-ank Negara Indo-nesia (BNI), Jiwasraya, Pertamina, dan Danareksa.
Ujicoba pemakaian LinkAja telah dimulai sejak 22 Februari 2019 lalu. Pada tahap awal, peleburan layanan keuangan elektronik ini mulanya disebut T-Cash, dan kemudian ber-ganti nama menjadi LinkAja sejak 21 Februari 2019 lalu.
LinkAja mengklaim bahwa mere-ka merupamere-kan pelopor e-money Provider yang dapat melakukan sistem tarik tunai tanpa mengguna-kan kartu ATM, dan hal itu sudah dapat dilakukan diseluruh ATM mana saja.
LinkAja juga akan memberikan kemudahan bagi setiap pengguna jalan tol. Pasalnya kini sudah ada 20 gerbang tol di Jakarta dan Bali yang pelayanannya sudah dapat dilakukan dengan menggunakan LinkAja dan hal tersebut akan terus dikembangkan ke kota lain-nya yang bekerjasama dengan Jasamarga.
Kehadiran LinkAja mendapat apresiasi dari Menteri BUMN, Rini Soemarno. Menteri BUMN optimis LinkAja bisa besar. “Insya Allah ini jadi unicorn baru plat merah,” katanya berharap.
Semoga..!!!
: S E K P E R / B B S / M Y
LinkAja
merupakan
pelopor e-money
yang dapat
melaku-kan sistem tarik
tunai tanpa
meng-gunakan kartu ATM.
Apa lagi kelebihan
lainnya?
Dukungan KBN di Peluncuran LinkAja
Dirkeu bersama tim KBN ber-sama pendukung peluncuran LinkAja. ISEKPER^KBN
EDISI 020 |TAHUN IV - 2019 | KBN | 21
R
IBUAN masyarakatKalianda Lampung Se-latan ‘tumpah-ruah’ ke jalan mengikuti jalan sehat sejauh 5 kilome-ter dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 Republik Indonesia, Minggu (18/8/2019).
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Pemkab Lampung Selatan dengan PT Bukit Asam, PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero).
Turut hadir dalam acara dalam rangkaian program BUMN Hadir Un-tuk Negeri di Provinsi Lampung ini Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang dan Kemasyarakatan Lampung Selatan, Burhanuddin.
Burhanuddin menyambut baik
kegiatan jalan sehat ini yang menu-rutnya sangat positif terutama bagi generasi milenial saat ini cende-rung kurang banyak mengolah fisik karena kemajuan teknologi saat ini memungkinkan semua bisa dikerjakan dengan jari saja melalui smartphone yang membuat generasi sekarang kurang bersosialisasi dan kurang berolahraga untuk kesehatan tubuh.
Burhanudin berharap ke depan banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh BUMN di Lampung Selatan, apalagi beberapa waktu lalu beberapa daerah di Lampung Sela-tan juga telah menerima bantuan program BUMN Hadir Untuk Negeri.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada Kementerian BUMN yang telah melaksanakan agenda BUMN Hadir Untuk Negeri di sini, banyak manfaatnya melalui bhakti sosial, jalan sehat dan kegiatan lain-nya, mudah-mudahan dapat terus dilakukan ke depan terutama di Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Burhanuddin.
Menurut Direktur SDM PT Bukit Asam, Joko Pramono, jalan sehat
ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diadakan BUMN di Kabupaten Lampung Selatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 Republik Indonesia.
Menurut Joko, salah satu tujuan-nya memacu para generasi millenial hidup sehat dengan banyak berolah-raga, sebab di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Selain jalan sehat, pada waktu yang bersamaan pihak panitia juga menyelenggarakan pasar murah, pameran mitra binaan, cek ke-sehatan gratis dan donor darah bagi masyarakat Kalianda, Lampung.
Sinergi tiga perusahaan negara ini merupakan kelanjutan dari program BUMN Hadir untuk Negeri yang dicanangkan pada bulan Ramadhan, Mei lalu.
Dalam Safari Ramadhan dan Buka Puasa Bersama, ketiga BUMN waktu itu telah menyalurkan santunan dan bingkisan Ramadhan untuk 1.000 anak yatim dan bantuan renovasi untuk 5 rumah ibadah/panti asuhan/ pesantren.
: R R I - N E T / S E K P E R / M Y
Kegiatan ini sangat
positif khususnya bagi
milenial yang kini
cenderung kurang
banyak mengolah
fisik karena pengaruh
smartphone.
:: Sinergi Karyawan 3 BUMN peserta jalan sehat. Dirkeu KBN menye-rahkan hadiah sepeda kepada pe-serta jalan sehat yang beruntung.Ribuan Warga Kalianda
Ikuti Jalan Sehat BUMN
22
KBN Turut Menyukseskan
BUMN Mudik Bareng 2019
U
NTUK kedua kalinyaKBN turut berpartisipasi menyukseskan mudik bareng 2019. Tahun ini, KBN memberangkatkan 350 orang pemudik ke sejumlah dae-rah di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Para pemudik merupakan warga sekitar Kantor Pusat KBN. Mereka diberangkatkan menggunakan 7 bus; 3 bus menuju Yogyakarta (lewat jalur selatan) dan 4 bus lagi dengan tujuan Solo melewati jalur utara.
Pelepasan peserta mudik gratis itu dilakukan Direktur Utama PT KBN (Persero) HM Sattar Taba, didampingi Direktur Keuangan Daly Mulyana, dan Direktur Pengembangan Rahayu Ah-mad Junaedi, serta sejumlah pejabat KBN lainnya, (29/5/2019) pagi dari samping kantor pusat KBN.
Menurut Sattar Taba, kegiatan mudik gratis yang diselenggarakan KBN merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar. KBN ingin membantu masyarakat bisa pulang
kampung dengan aman dan nyaman, sehingga bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga tercinta. “Kita perlu berbuat, kita mengirim-kan bapak ibu semua untuk bertemu dengan keluarga. Mari kita doakan BUMN bisa terus menjadi pondasi untuk pembangunan negara. Kedua,
doakan pula KBN supaya dapat menjadi lebih baik dan maju di masa depan,” kata Sattar Taba.
Selain itu, PT KBN (Persero) juga turut berpartisipasi dalam acara Mudik Gratis BUMN Tahun 2019 yang bertema #MudikBarengAsyikLancar. Untuk diketahui, pada mudik tahun ini, BUMN memberangkatkan 250.000 peserta untuk menuju kampung hala-mannya di sejumlah kota di Jawa dan Sumatera.
Pada kesempatan ini, satu bus tu-juan Kuningan dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang diberangkatan bersama-sama dengan BUMN lain di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Direktur Pengembangan PT KBN (Persero) RA Junaedi yang turut hadir berharap para peserta dapat sampai ke rumah bertemu dengan keluarga masing-masing dengan selamat dan dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga. : T I T O K M S
KBN peduli
masyarakat sekitar
yang ingin berlebaran
di kampung halaman
dengan aman dan
nyaman.
M
ENGAM-BIL tempat di sebuah restoran ternama di bilakangan Ke-bayoran Baru, Jakarta Selatan, awal Juli 2019 lalu, jajaran PT KBN Persero mengadakan media gathering dan halal-biha-lal sebagaiba-gian dari upaya memperat hubungan yang selama ini telah terjalin dengan baik dengan jajaran media massa.
Direktur Utama KBN HM Sattar Taba dan Direktur Pengembangan, Rahayu A Junaedi menyempatkan berdialog dengan puluhan wartawan ibukota tentang perkembangan
peru-sahaan KBN terkini.
Pada kesempatan tersebut, KBN melalui sekretaris perusahaan, Toha Muzaqi menegaskan keinginannya un-tuk terus mempererat tali silaturahmi dengan jajaran wartawan media massa sebagai bagian dari transparansi.
: T I M
KBN Adakan Media Gathering
Para peserta mudik bareng KBN begitu bersemangat meneriakkan yel-yel.
[
IMAY^KBNEDISI 020 |TAHUN IV - 2019 | KBN | 23
W
AKIL PresidenJu-suf Kalla mengim-bau segenap jajaran pegawai PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero untuk memberikan pelayanan yang baik kepada yang memanfaatkan kawasan tersebut untuk menanamkan inves-tasi.
Industri sangat penting bagi perekonomian nasional. Bukan saja
meningkatkan ekspor, tapi tentunya menyerap banyak tenaga kerja.
“Karena itulah maka karyawan-karyawan yang ada di KBN ini harus memberikan suatu dukungan dan juga layanan yang terbaik kepada yang memanfaatkan tempat ini,” kata Wapres dalam kunjungan ker-janya di kantor pusat KBN, beberapa waktu lalu.
Wapres Jusuf Kalla didamp-ingi Menteri BUMN Rini Soemarno dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan kunjungan kerja ke KBN untuk melihat secara langsung pengembangan bisnis di perusahaan yang mengelola kawasan industri tersebut.
Kalla menjelaskan KBN seluas 600 hektare di Jakarta itu perlu dijaga dan bisnisnya dikembangkan.
Wapres menjelaskan cara menja-ganya yakni dengan menjaga industri
yang telah beroperasi, serta menye-diakan infrastruktur dan sistem yang baik untuk mendukung iklim usaha.
“Kawasan itu penting karena suatu industri di negara-negara seperti kita perlu sinergi dan perlu adanya kawasan yang saling melengkapi,” ujar Kalla menjelaskan peran penting kawasan berikat.
Direktur Utama PT KBN (Persero) HM Sattar Taba memberi paparan tentang perkembangan perusahaan dan rencana pengembangan bisnis ke depan.
Dalam kunjungan itu Wapres meresmikan kantor Pusat PT KBN (Persero) yang baru dengan menan-datangani prasasti.
Kalla juga meresmikan Masjid Darussalam KBN yang berada di dalam komplek Kantor Pusat KBN.
: T I M
“Berikan dukungan dan
layanan yang terbaik
kepada pelaku industri
yang telah beroperasi.”
Seputar KBN
Wapres
Kunker
ke KBN
IMAY^KBN ISEKPER^KBN ITOTO^KBN24
P
EMBANGUNAN dermaga Marunda C-04 darisisi daratan hampir mendekati penyelesaian. Konstruksi jalan dermaga sisi KBT (Kanal Banjir Timur) sepanjang 776 meter maupun dermaga dari sisi laut sepanjang 350 meter sudah tampak mulus. Tinggal sebagian kecil titik yang masih dalam proses penyelesaian akhir.
Project Engineering Manager PT Adhi Karya (Tbk) di proyek C-04, Rinto Tampubolon, ketika ditemui di lokasi proyek menyebutkan pihaknya sudah memba-ngun perkerasan belakang dermaga, pekerjaan drainase,
back up area, dan perkerasan jalan akses belakang dermaga serta fabrikasi material precast (sheet pile,
concrete spun pile, slab, beam dan tetrapod). Untuk seluruh pekerjaan yang berada di darat menurut Rinto Tampubolon dijadwalkan selesai pertengah Oktober 2019.
Sebelumnya, ketika menerima kunjungan dewan komisaris KBN, Rinto mengungkapkan tentang keterlam-batan pembentukan BUP (badan usaha pelabuhan) yang akan mengganggu jadwal penyelesaian pembangunan dermaga secara keseluruhan. Sebab, tanpa BUP tidak dimungkinkan untuk melakukan pekerjaan dari sisi laut.
BUP sebelumnya memang ditargetkan selesai paling lambat pada November 2018, namun karena berbagai
kendala mengalami keterlambatan. Info terkini, pada September 2019, BUP sudah berdiri dan kini tengah melengkapi izin usahanya.
Keterlambatan ini tentu akan berdampak pada jadwal pekerjaan pengerukan (dredging -8,00 LWS) dan juga sejumlah pekerjaan lain yang harus dilakukan lewat sisi laut dan membutuhkan perizinan BUP tersebut.
Terseoknya urusan perizinan dikhawatirkan akan ber-implikasi pada membengkaknya biaya, juga mengganggu jadwal penyelesaian dan beroperasi sebagaimana sudah dicanangkan sebelumnya. Itulah yang sebelumnya diper-tanyakan jajaran komisaris dalam pertemuan dengan pihak Adhi Karya di lokasi proyek beberapa waktu lalu.
Kepala Divisi Perencanaan dan Pengawasan PT KBN Persero, Lussi Erniawati menjelaskan PT KBN mela-lui anak perusahaan barunya, PT Marunda Bandar
Indonesia (PT MBI) segera mengupayakan perizinan
pada instansi-instansi terkait. Hal ini sangat penting agar pekerjaan di sisi laut secepatnya dapat berjalan sesuai rencana.
Proyek Dermaga Marunda C-04 senilai Rp1,081 triliun dikerjakan oleh sinergi tiga BUMN, yakni PT Adhi Karya Tbk sebagai pelaksana dan PT Yodya Karya sebagai kon-sultan perencana serta PT Indra Karya (Persero) untuk konsultan manajemen konstruksi.
Seluruh kebutuhan beton ready-mixed proyek ini dipercayakan kepada KBN Beton.
Menurut rencana, KBN membangun dermaga
mul-tipurpose di Marunda Zona C-04 untuk mendukung
pelabuhan Tanjung Priok.
: M Y
Sisi
Darat
Dermaga
C-04
Selesai
Foto udara bagian sisi darat dermaga C-04 Marunda.
BUP yang baru dibentuk
harus berpacu mengurus
izin usahanya agar
peker-jaan sisi laut segera dimulai.
D
EWAN Komisaris PT KBN Persero melaku-kan kunjungan kerja ke salah satu mitra penyedia air KBN, yakni PT Prisma Pusaka Artha Raya (PPAR) di Marunda, Selasa (2/7/2019). Kunjungan dilanjutkan dengan melihat dari dekat proses pembangunan dermaga yang be-rada di Marunda C-04.Kunjungan kerja yang dipimpin Komisaris Utama, Irjen (Pol) Purn Ngadino dengan didampingi ang-gota masing-masing Prof Ermaya S
dan Adjat serta komite audit dan staf untuk mendapatkan gam-baran yang lebih komprehensif di lapangan.
“Kunjungan ini untuk melihat langsung apa yang ada di lapang-an, apa masalah yang dihadapi dan bagaimana dalam menentu-kan langkah ke depannya,” ujar Ketua Dewan Komisaris Ngadino di hadapan jajaran Direktur Uta-ma PrisUta-ma Water (PPAR), Aulia R Putera dan sejumlah pejabat terkait dari KBN.
Pada kesempatan tersebut, komisaris KBN mendapatkan penjelasan panjang-lebar dari manajemen PPAR tentang berba-gai masalah produksi air bersih untuk industri di KBN dan berba-gai langkah yang sudah dilakukan, termasuk tantangannya ke depan.
Sementara dari SBU Air me-lengkapi dengan berbagai paparan terkait distribusi air dan upaya-nya untuk memenuhi kebutuhan
air untuk industri di kawasan Marunda dan sekitarnya.
Dalam kunjungannya ke derma-ga C-04, rombonderma-gan yang diterima Manajer Proyek Adhi Karya (Pers-ero), Rinto mendapat penjelasan seputar perkembangan proyek dan permasalahan yang dihadapi di lapangan. Untuk diketahui, pelaksana konstruksi dermaga ini dikerjakan oleh Adhi Karya (Per-sero) dengan dukungan material beton dari anak usaha KBN, SBU Prima Beton.
Pada kesempatan tersebut, komisaris KBN antara lain menda-pat masukan tentang perpanjang-an kontrak pekerjaperpanjang-an konstruksi yang sudah diteken untuk setahun ke depan dan pengerukan tahap I (-4,00 meter) serta rencana pekerjaan ikutan lainnya sampai berdirinya anak usaha baru Badan Usaha Pelabuhan (BUP).
: M A Y
Kunjungan untuk
melihat apa saja
masalah yang
diha-dapi di lapangan dan
langkah apa untuk
mencari solusinya.
Kunker Dekom KBN dan jajaran di proyek Dermaga C-04 Marunda. IMAY^KBN EDISI 020 |TAHUN IV - 2019 | KBN | 25Komisaris KBN
Kunjungan Kerja ke
WTP & Dermaga C-04
R
UMAH Sakit Umum Pekerja (RSUP) KBN me-raih penghargaan “Batang Emas” untuk katagori “Perbaikan berkesinam-bungan” (continues improvement) pada Kaizen Festival Nasional (KFN) 2019 yang diadakan di Solo, awal September lalu. Tim RSUP KBN tampil gemilang lewat ide-ide yang dinilai inovatif di bidang penanganan ICU(intensive care unit).
Kaizen Festival sendiri merupakan ajang tahunan bagi pencarian ide-ide baru untuk perubahan layanan medis yang diikuti ratusan rumah sakit di seluruh Indonesia.
Meski penghargaan “Batang Emas” untuk RSU Pekerja belum masuk kata-gori yang terbaik, namun prestasi yang diperoleh tersebut cukup membang-gakan segenap jajaran RSU Pekerja. Terlebih RSUP baru kali pertama mengikuti ajang festival tersebut.
Pada festival yang diprakarsai RS Pelni itu, tim RSU Pekerja membawa inovasi baru untuk antisipasi pasien ICU yang harus terlentang tiduran saja, sementara kesadarannya biasa-nya menurun. Pada kasus seperti ini biasanya akan timbul luka atau lecet di area tertentu. Untuk menghindari pasien lecet biasanya dengan pena-nganan dengan alat bantu berupa kasur decubitus.
Untuk mencari alternatif pengganti decubitus yang selain harganya relatif mahal dan menyiasati kondisi darurat, tim kaizen RSU Pekerja mencari peng-ganti sejenis yang lebih murah dan mudah didapatkan.
Inovasi baru yang dihadirkan berupa balon-balon karet tangan yang
ditem-patkan di daerah-daerah tertentu yang berpotensi menimbulkan lecet ternyata dapat menggantikan kasur decubitus. Inovasi ini menciptakan penghematan biaya penanganan dari Rp60.000 menjadi hanya Rp11.000. Inilah yang mungkin jadi nilai tambah dan mendapat apresiasi tinggi dewan juri di Kaizen Festival di Solo tersebut.
Bagi RSUP KBN sendiri, menurut Dirut RSU Pekerja dr Merty Supriharti, manajemen perubahan asal Jepang ini sudah mulai diterapkan sejak 2019. Seperti yang telah dilakukan di RS Pelni, dari 11 unit layanan yang ada di RSU Pekerja, masing-masing unit kerja dipacu untuk selalu mengidentifikasi masalah yang ada di unit masing-mas-ing, lalu harus mencari ide-ide baru bagi pencarian solusi yang lebih baik.
Perubahan ke arah yang lebih baik ini tak selalu dengan perubahan yang drastis, tapi sedikit demi sedikit pun tak jadi masalah. Yang terpenting ada perubahan ke arah yang lebih baik, dari sisi waktu, biaya, pelayanan.
“Waktu tunggu pasien pasien yang misalnya awalnya perlu waktu 11-12 menit dan sekarang menjadi 10 menit itu pun harus diapresiasi. Sebab, efisiensi itu bukan hanya dari faktor biaya, tapi juga waktu dan bisa kualitas layanan. Yang penting tidak puas sam-pai di situ dan harus mencoba menjadi
lebih baik lagi,” kata dr Merty.
Dalam penerapan kaizen ini, jangan sampai ada pernyataan dari para pega-wai di masing-masing unit menyebut tidak ada masalah. “Suatu kali unit tertentu bilang tidak ada masalah, saya yakin di situ justru banyak masalah,” katanya.
Keterlibatan RSU Pekerja di Kaizen Festival ini bukan saja bisa unjuk kebolehan lewat inovasi-inovasi baru, tapi juga bisa sekaligus mengadopsi ide-ide baru dari rumah sakit lain yang dirasa berguna dalam upaya perbaikan layanan untuk pasien. Salah satunya yang akan diaplikasikan RSUP KBN menurut dr Merty adalah tentang
surveillance Pencegahan dan
Pe-ngendalian Infeksi (PPI) di setiap unit yang dinilai lebih cepat. Dengan sistem temuan baru ini akan memudahkan pihak terkait dalam menentukan lang-kah atau atau tindakan.
Yang pasti dengan terus aktif dalam event-event inovatif seperti Kaizen Festival ini, RSU Pekerja KBN akan selalu update dalam ino-vasi kesehatan dan pelayanan. Ten-tu dampak paling nyata dari semua ini bisa dirasakan dalam pelayanan yang tentunya akan lebih baik, dan lebih baik lagi di masa depan.
: T I T O K M S
Upaya terus berinovasi
untuk perubahan
berke-sinambungan jajaran RSU
Pekerja KBN mendapat
apresiasi di tingkat nasional.
IDOK.RSU PEKERJA
Tim kaizen RSU Pekerja KBN berfoto bersama direksi di KFN 2019.
RSU Pekerja Raih “Batang Emas”
Kaizen Festival Nasional 2019
EDISI 020 |TAHUN IV - 2019 | KBN | 27
:: Seputar KBN
P
T Kawasan BerikatNusantara (KBN) Per-sero dan PT Pelabuhan Rotterdam Indonesia sepakat menjalin kerjasa-ma. Kesepakatan tersebut tertuang dalam MoU (Memorandum of
Un-derstanding) yang diteken Direktur
Pengembangan KBN Rahayu Ahmad Junaedi dan Andre Toet, Direktur PT Pelabuhan Rotterdam Indonesia.
Penandatanganan yang berlang-sung di Kementerian Perindustrian tersebut, Kamis (19/9) disaksikan Direktur Jendral Ketahanan, Per-wilayahan dan Akses Industri Inter-nasional (KPAII), Doddy Rahadi.
Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional merupakan institusi yang bertugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebi-jakan di bidang ketahanan indus-tri, iklim usaha, fasilitas indusindus-tri, percepatan penyebaran dan peme-rataan pembangunan industri, serta akses industri internasional.
KBN yang tengah berupaya meng-gaet investor-investor China untuk mengembangkan kawasan Takalar sebagai kawasan industri yang ter-integrasi dengan kepelabuhanan dili-hat KPAII sebagai perusahaan yang cocok bergandengan tangan dengan PT Pelabuhan Rotterdam Indonesia dan kemudian mempertemukan dalam bentuk kerjasama bisnis.
Direktur Pengembangan PT KBN Persero, Rahayu Ahmad Junaedi usai penandatanganan MoU men-jelaskan, kerjasama ini begitu penting mengingat KBN tengah mengembangkan kawasan
indus-tri di Takalar. Pada tahap awal menu-rut Rahayu A Junaedi, kerjasama de-ngan Pelabuh-an Rotterdam terkait studi-studi dengan isu-isu kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan di Takalar, Sulsel. Setelah itu para pegawai KBN juga diikutsertakan dalam pelatihan-pelatihan dengan Pelabuhan Rotterdam. Tujuan akhir dari kerjasama tersebut tentulah pengembangan industrial park yang terintegrasi dengan pelabuhan di Takalar.
PT Pelabuhan Rotterdam Indone-sia menurut salah satu direkturnya, Andre Toet, telah berpengalaman mengembangkan industrial park yang terintegrasi dengan pelabuhan.
Di Indonesia, PT Pelabuhan Rot-terdam juga telah menjalin kerjasa-ma pengembangan kawasan industri dan pelabuhan Kuala Tanjung, Su-matera Utara. Bekerjasama dengan Dirjen Perhubungan Laut, pihaknya tengah melakukan studi kelayakan bagi pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung II, Sumut.
“Dengan MoU ini kita ingin KBN bisa membangun sebuah kerja-sama tingkat internasional bagi pengembangan industrial park di Takalar,” kata Rahayu A Junaedi.
: M A Y
KBN – Pelabuhan
Rotterdam Teken
MoU Kerjasama
IMAY^KBNKerjasama ini
untuk
memba-ngun sebuah
kerjasama tingkat
internasional bagi
pengembangan
industrial park
yang terintegrasi
dengan pelabuhan
Takalar.
Penandatangan MoU antara PT KBN (Persero) - PT Pelabuhan Rotter-dam Indonesia.[
28
GUDANG
MULTIGUNA
PILIHAN BARU GUDANG FUNGSIONAL
DENGAN UKURAN YANG SESUAI
KEBUTUHAN ANDA
HUBUNGI PEMASARAN PT KBN PERSERO
021-44820909
EDISI 020 |TAHUN IV - 2019 | KBN | 29
::Seputar KBN
D
ALAM upaya turutmendukung program peningkatan mutu lu-lusan perguruan tinggi, PT KBN kembali mene-rima 17 mahasiswa peserta program PMMB (Program Magang Mahasiswa Bersertifikat) baru.
Mereka mendapat kesempatan un-tuk praktik magang di unit-unit kerja yang sesuai jurusan atau fakultas mahasiswa selama 6 bulan ke depan.
Penerimaan peserta baru PMBB dilakukan di kantor pusat KBN Pusat, Kamis (5/9/2010) oleh perwakilan 9 kampus asal 17 mahasiswa PMMB baru tersebut menempuh studi, dan diterima oleh Direktur Keuangan PT KBN Persero, Daly Mulyana.
Dari 17 mahasiswa baru PMMB tersebut berasal dari 9 perguruan tinggi, bukan saja di Jawa tapi juga
luar Jawa dari berbagai jurusan yang terkait dengan lini bisnis KBN. Masing-masing berasal dari London School of Public Relations (LSPR) Jakarta, Politeknik Pos Indonesia, UIN Jakarta, Universitas Islam Malang, Politeknik APP Jakarta, Politeknik Negeri Bali, Bina Insani dan STIAMI Jakarta.
Pada saat bersamaan KBN juga melepas 12 mahasiswa PMMB tahap I yang sudah melakukan magang selama 6 bulan. Pelepasan alumni ditandai dengan penyerahan sertifikat magang oleh Dirkeu KBN Daly Mulya-na kepada 12 mahasiswa tersebut.
“Kami mengharapkan semoga sertifikat ini berguna bagi masa depan mahasiswa PMMB ini. Minimal untuk tahap awal bisa jadi lampiran saat melamar pekerjaan,” harap Direktur Keuangan KBN, Daly Mulyana kepada para alumni dan pembimbing dari 6 kampus asal mahasiswa tersebut.
Perwakilan mahasiswa yang baru menyelesaikan magang menyatakan rasa terima kasihnya telah mendapat kesempatan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah di dunia kerja. Mereka mengaku telah mendapat pengalaman yang sangat
berharga yang diharapkan bisa jadi bekal dalam memasuki dunia kerja.
Wakil Direktur III (Bidang Kema-hasiswaan) Politeknik Pos Indonesia, Hilman Setiadi, SE, S.Pd, MT me-wakili pihak kampus menyatakan rasa terima kasih yang tak terhingga para mahasiswa peserta PMMB telah men-dapat kesempatan magang di KBN.
“Manfaat dari magang jelas sekali. Paling tidak sekarang kalau maha-siswa yang telah magang bikin tugas akhir presentasi, pengetahuannya sudah cukup luas, malah sudah se-perti pegawai beneran,” kata Hilman Setiadi.
Soal kendala, Hilman Setiadi me-ngakuinya, khususnya bagi maha-siswa yang sedang tugas akhir. Hal ini karena magang harus dilakukan di tempat jauh dan harus aktif setiap hari mengakibatkan komunikasi de-ngan pembimbing tugas akhir tak bisa intens. Ini yang mungkin ke depan perlu diperbaiki bersama dengan bidang kurikulum di kampus tempat mahasiswa belajar.
Tentang keinginan agar KBN mengadakan perekrutan karyawan magang, Dirkeu Daly Mulyana meng-harapkan agar mahasiswa mengikuti mekanisme yang sudah diatur Forum Human Capital (FHC) BUMN. FHC terdiri dari para pengambil keputusan tentang SDM dari semua BUMN.
Tiap tahun FHC selalu mencari ge-nerasi terbaik bangsa untuk direkrut sebagai pegawai BUMN. Tahun 2019 ini misalnya ada sekitar 900.000-an tenaga muda melamar secara online. Dari jumlah tersebut, setelah melalui beberapa rangkaian proses seleksi yang sangat ketat akhirnya terpilih sebanyak 3.500 pelamar. Mereka ini nantinya ditempatkan di sejumlah BUMN sesuai kebutuhan dari masing-masing perusahaan.
: M A Y
KBN Terima Mahasiswa Program
Magang Bersertifikat
Setelah ikut
magang, tugas
akhir mahasiswa
biasanya sudah
se-perti pegawai yang
sesungguhnya.
Serah terima mahasiswa magang baru dan pelepasan alumni.
30
D
IREKTUR Utama PTKBN Persero, HM Sattar Taba melepas 24 pegawai KBN yang telah mema-suki masa purna bakti. Pelepasan secara resmi dirangkaikan dalam peringatan HUT Ke-33 PT KBN Persero, 28 Juni 2019.
Para pegawai purna bakti atau keluarga yang mewakili dilibatkan dalam upacara khusus memper-ingati ulang tahun tersebut. Pada momen tersebut, direksi menye-rahkan tanda tenang-kenangan berupa perhiasan emas.
Dari 24 pegawai tersebut mulai dari staf sampai level pejabat tertinggi atau selevel kepala divisi. Sebagian besar pegawai memang purnabakti karena telah mengin-jak usia 56 tahun, yakni batas usia
pensiun, tapi sebagian lagi karena meninggal dunia ataupun mendapat penugasan di tempat lain sebagai direksi.
Direktur Utama KBN HM Sattar Taba pada kesempatan itu atas nama perusahaan menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan seting-gi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras selama ini turut menjadikan KBN sebagai perusahaan yang makin besar dan membanggakan. Dirut tetap meminta doa dari keluarga besar pegawai pensiun untuk mendoakan agar KBN semakin maju.
Sebelum memasuki masa purna tugas, setiap pegawai sudah mengikuti pembekalan yang diadakan bagian SDM perusahaan. Pembekalan mulai dari sisi mental dan pengetahuan usaha yang diharapkan bisa jadi bekal di kemudian hari.
MEREKA YANG MEMASUKI PURNA TUGAS;
Divisi Manajemen Operasional;
Safrizal
Divisi SDM & Umum;
Luthfi Djoko Djumeno, Darkum
Divisi Pemasaran & Pelayanan;
Susy Mahdewi.
Divisi SPI;
Aang Muharam, Rosmaida
Divisi Perencanaan & Pengawasan;
Wasman
Sekretaris Perusahaan;
Makmun.
SBU Pelayanan Logistik;
Nata, Abdurrahman, Sughaib, Syafei, Mohamad.
SBU Kawasan Cakung;
Erwin Satria Nugraha, Hadi Sutrisno, Andrianus Budi Wibowo, Rusdi
SBU Kepelabuhanan; Suyono
SBU Manajemen Properti Non Industri;
Irwan Hafil
SBU Priok Marunda;
Somad, Purwiastuti, Asmad, Sumariyo Munandar, Iwan.
: M A Y / S D M & U M U M
Pelepasan 24 Pegawai Purnabakti
Di antara para pegawai KBN yang purna bakti dari berbagai unit kerja dan jabatan menyempat-kan diri berfoto bersama usai mengikuti upacara HUT ke-33 KBN di halaman menyempat-kantor pusat.