ANALISIS KINERJA AIR CONDITIONING SEKALIGUS SEBAGAI WATER HEATER (ACWH)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Dengan memanfaatkan efek dingin tanah ( groundcooling ) untuk menurunkan temperatur air pendingin yang masuk kondensor dari 38 o C hingga 30 o C dapat mengurangi kebutuhan
Dari hasil penelitian Model Water Heater Thermal Roofing didapatkan kenaikan temperatur maksimum sebesar 6,67 ⁰ C dan temperatur air keluar alat uji maksimum 31,33 ⁰ C
Hal ini bila dilihat secara umum untuk sifat termalnya terhadap pemanasan dengan naiknya temperatur pemanasan hingga 600 o C terjadi kestabilan panas yang cukup baik sehingga
Konversi energi panas menjadi energi listrik dengan memanfaatkan panas yang dihasilkan kondensor air conditioner dengan ducting dilapisi bahan insulasi rockwool,
Perlakuan perendaman dalam ethephon 0.4% yang didahului dengan perendaman menggunakan air panas 80 o C selama 3x24 jam dan diakhiri dengan pemanasan kering meningkatkan perkecambahan
Dari hasil pengujian kinerja alat, air panas bertemperatur 72,5 o C yang masuk ke inlet heat exchanger dengan debit 2 m 3 /jam dapat menaikkan temperatur ruang pengering dari 32 o
Potensi energi yang dapat dihemat dengan pemanfaatan panas buang kondensor ini adalah 90% dari total energi yang dibutuhkan oleh pemanas air listrik, untuk menaikkan temperatur air
Analisis Pengaruh Temperatur Air Masuk Kondensor Terhadap Efisiensi Turbin Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Pltp Gunung Salak.. Skripsi S1, Universitas Mercu Buana