• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. kerja. Dalam setiap pekerjaan yang dijalankan resiko untuk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. kerja. Dalam setiap pekerjaan yang dijalankan resiko untuk"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Kecelakaan kerja merupakan hal yang sering terjadi di dunia kerja. Dalam setiap pekerjaan yang dijalankan resiko untuk terjadinyakecelakaan kerja bisa terjadi dikarenakan banyak sekali faktor-faktor yang menpengaruhinya.Dari pekerjaan ringan hingga berat risiko untukkecelakaan kerja mungkin akan terjadi. Baik dari kurangnya perhatian pekerja untuk memakai alat pelindung diri, kurangnya konsentrasi dari pekerja dan tidak adanya perlengkapan alat pelindung diri yang memadai dari perusahaan di tempat bekerja.

Permasalahan klasik dalam penegakan K3 seperti penggunaan bahan beracun dan berbahaya dalam proses produksi, lemahnya penegakan hukum dan kurangnya pengawasan, serta minimnya perlindungan terhadap pekerja hampir setiap tahun berlangsung tanpa ada terobosan yang berarti didalam memperbaiki kondisi kerja bagi pekerja. Hampir setiap tahun juga angka kecelakaan kerja di Indonesia sangat tinggi, dengan korban tewas dan cacat yang mencapai ribuan. Hal ini semakin melanggengkan stigma bahwa tempat kerja adalah tempat berlangsungnya pembunuhan secara perlahan terhadap pekerja.Tingkat kecelakaan kerja mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

(2)

Indonesia mempunyai tingkatan kecelakaan kerja paling buruk dan kesehatan tenaga kerja tergolong rendah di kawasan ASEAN. Indonesia berada di urutan ke 5 setelah Singapura yang berada di urutan pertama disusul Malaysia, Thailand dan Filipina.1

Sedangkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perusahaan di Indonesia secara umum masih rendah.Banyak kecelakaan kerja yang terjadi di tempat kerja berhubungan langsung dengan faktor manusia, yaitu kecelakaan kerja itu terjadi lebih karena perilaku ketimbang kegagalan mekanis ataukelemahan sistem kerja.2

Berdasarkan data Depnakertrans RI tahun 2013, kecelakaan kerja menurut dari lapangan usaha industri jumlah kasus kecelakaan kerjanya sebanyak1.497.Untuk kecelakaan kerja di industri yang banyak terjadi berada di sektor industri pengolahaan.3

Perusahaan yang ingin diteliti bergerak di bidang pembuatan keramik dengan tenaga kerja berjumlah 957 pekerja, untuk tenaga kerja bagian produksi keseluruhannya adalah laki-laki. Proses produksi keramik terdiri dari bahan baku, preparasi body, spray dryer, forming press, pengglasuran dan dekorasi, kiln, sortir dan barang jadi. Untuk setiap unit yang ada di proses pembuatan keramik tidak ada pekerjanya karenadalam prosesnya sudah memakai mesin, di unit sortir merupakan unit untuk pemilihan keramik dari keramik produksi kualitas 1 dan keramik yang reject (produk gagal) untuk di jual kembali. Jumlah pekerja di unit sortirsebanyak 40 pekerja dengan rata – rata usia antara 23 – 35 tahun, waktu kerja unit sortir di bagi menjadi tiga shift yaitu shift pagi (08.00 – 15.00), shift siang

(3)

mempunyai APD (Alat Pelindung Diri) berupa masker, sarung tangan, dan sepatu, tetapi pekerja kurang disiplin dalam penggunaan APD.

Unit sortir di mulai dari unit kiln yang mana unit kiln adalah unit untuk pembakaran keramik dikirim melalui mesin penggerak menuju unit sortir, selanjutnya pekerja harus mengambil keramik yang ada di mesin penggerak dengan segera, keramik ketika diambil dari mesin penggerak masih terasa panas dan segera diperiksa melalui sinar ultra violet untuk memilih keramik kualitas 1 dan keramik yangreject (produk gagal), untuk terjadinya penyakit akibat kerja yang ada di unit sortir penyebabnyakonsentrasi yang menurun akibat kelelahan dalam melakukanpemeriksaan keramik melalui sinar ultra violet dan panas dari keramik yang dapat mengakibatkan kulit tangan melepuh.

Survey awal yang dilakukanpada 26 Oktober 2015 didapatkan data kecelakaan kerja dari bagian keselamatan kerja dan pernyataan dari kepala unit sortir mengenai penyebab kecelakaan kerja dan kecelakaan kerja apa saja yang sering terjadi di unit sortir, dalam pernyataannya kepala bagian unit sortir menyatakan bahwa tenaga kerja masih banyak yang kurang perhatian ketika melakukan pekerjaan ketika menyortir keramik, kondisi mesin yang sudah tidak layak dan faktor psikis pada tenaga kerja. Kecelakaan kerja yang terjadi tergolong kecelakaan minor berdasarkan data yang di dapat dari perusahaan di bagian K3 seperti tergores pecahan keramik ditangan dan di bagian lutut, kecelakaan biasanya terjadi akibat

human error dan masih kurangnya perhatian pekerja untukmenggunakan

(4)

Menurut data kecelakaan kerja perusahaan keramik dari tahun 2014 sampai bulan September 2015 terdapat 10 kasus kecelakaan kerja yang di sebabkan pekerja kurang hati – hati dalam bekerja di unit sortir, Hal ini masih menjadi kendala untuk menerapkan sistem keselamatan kerja di perusahaan, masih banyaknya karyawan yang kurang perhatian terhadap keselamatan dalam bekerja dan kurangnya laporan karyawan ketika mengalami kecelakaan kerja, karena takut menjadi masalah yang akan bisa menyebabkan pekerja mendapat surat peringatan dari perusahaan, karena sikap pekerja yang tidak memperhatikankeselamatan dalam bekerja dan tidak menggunakan APD yang telahdisediakan oleh perusahaan.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu dilakukanpenelitian tentang“ faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja di unit sortir industri keramik X”

B. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah penelitian ini yaitu “ analisisfaktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja di unit sortir industri keramik “X”?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja di unit sortir industri keramik “X”.

2. Tujuan Khusus

a. Mendeskripsikan faktor sikap terhadap keselamatankerja b. Mendeskripsikan kesadaran terhadap bahaya

(5)

d. Mendeskrispikanperilaku berbahaya e. Mendeskripsikan kecelakaan kerja

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat keilmuan

Menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman langsung dalam pelaksanaan penulisan karya ilmiah serta melatih kemampuan dalam penelitian di bidang kesehatan.

2. Manfaat bagi perusahaan

Menambah kepustakaan dan wawasan ilmu dibidang kesehatan, khususnya dalam mengetahui penyebab kecelakaan kerja di perusahaan.

3. Manfaat bagi masyarakat

Menambah perhatian dan kewaspadaan karyawan tentang kesadaran dalam bekerja agar selalu memakai alat pelindung diri dalam bekerja.

(6)

E. Keaslian Penelitian

Tabel 1.1 Keaslian Penelitian

No Nama Peneliti

Judul Penelitian Metode

Penelitian Hasil Penelitian 1 Fristiyan Ahmad Daulay (2010) Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada buruh konstruksi di PT. PP (PERSERO) proyek TIFFANI APARTEMEN KEMANG JAKARTA SELATAN Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional Hasil penelitian menunjukkan bahwa buruh konstruksi yang mengalami kecelakaan kerja sebanyak 21 orang dan yang tidak mengalami kecelakaan kerja sebanyak 39 orang. Dari hasil

ujistatistik variabel yang berhubungan dengan dengan kecelakaan kerja adalah : umur, masa kerja dan lama kerja. 2 Agus Yulianto (2014) Hubungan Faktor Individu, Faktor Pekerjaan, Faktor Lingkungan Kerja dengan kecelakaan kerja ( Studi kasus pada buruh nelayan di Desa Gayam, kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, kecamatan Sumenep Penelitian analitik observasional, beradasarkan waktunya penelitian ini termasuk penelitian cross sectional Faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada nelayan adalah faktor indvidu yang meliputi : umur, lama kerja, tingkat pengetahuan, dan sikap, dan faktor pekerjaan yaitu peralatan kerja dan lingkungan kerja.

(7)

Tabel 1.1 Keaslian Penelitian (lanjutan)

No Nama Peneliti

Judul Penelitian Metode

Penelitian Hasil Penelitian 3 Aditya Rendra Kusum (2014) Analisis Risiko kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja pada Pekerja di DIPO LOC PT KAI DAOP 4 SEMARANG TAHUN 2104 Penelitian deskriptif, dengan subjek penelitian yang memahami pekerja di bagian diesel, angin, elektrik dan mekanik

Risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada bagian diesel yaitu kontak dengan bahan bakar oli, solar dan bensin yang berpotensi menghirup asap,panas pada kulit tangan dan terkilir cidera, batuk, kulit mengelupas dan tanganbengkak iritasi mata, sesak nafas, iritasi kulit. Risiko pada bagian angin yaitu kontakdengan kain, kuas dan kompresor. Potensi cidera yang dialami mata, menghirupdebu dan menghirup asap. Gatal pada hidung dan batuk iritasi mata, bersin-bersindan sesak nafas. Risiko pada bagian elektrik kontak langsung dengan kunci-kunci,kabel, tang, solder dan bahan pelumas seperti tenol dan terkilir. Risiko pada bagianmekanik pekerja kontak langsung dengan oli dan bensin.

F. Ruang Lingkup

1. Lingkup keilmuwan

Ilmu yang digunakan sebagai dasar penelitian ini adalah ilmu kesehatan masyarakat di bidang kesehatan dan keselamatan kerja lingkungan di perusahaan.

(8)

2. Lingkup Materi

Lingkup materi dalam penelitian ini dibatasi pada sarana proteksi dan sarana penyelamatan dalam antisipasi kecelakaan kerja di perusahaan.

3. Lingkup Lokasi

Penelitian ini dilakukan di perusahaan keramik X di Kabupaten Bogor Jawa Barat.

4. Lingkup Metode

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi.

5. Lingkup Objek

Sasaran dalam penelitian ini adalah karyawan perusahaan keramik X unit sorting di Kabupaten Bogor Jawa Barat.

6. Lingkup Waktu

Referensi

Dokumen terkait

Wijaya Karya Beton khususnya yang berhubungan dengan Analisis Keselamatan Pekerjaan untuk Penilaian dan Pengendalian Risiko Kecelakaan Kerja di Bagian Produksi. Bagi

Budaya keselamatan pasien yang harus dilakukan di rumah sakit yaitu rumah sakit harus melakukan survey awal tentang budaya keselamatan pasien, rumah sakit harus menyusun

Permasalahan tentang program keselamatan dan kesehatan kerja hendaknya tidak hanya merupakan suatu diskusi-diskusi akan tetapi penerapan manajemen keselamatan dan

Unit kerja yang dengan tingkat kecelakaan paling tinggi adalah Unit Produksi IV yaitu 19,23% (5 kasus) dari total kecelakaan kerja yang tercatat di biro Keselamatan Kesehatan dan

Berbagai penyebab utama kecelakaan kerja pada proyek konstruksi adalah hal-hal yang berhubungan dengan karekteristik proyek konstruksi yang bersifat unik, lokasi kerja

Dalam penelitian ini penulis mengamati sering terjadinya kecelakaan kerja awak kapal, Dengan mengungkapkan faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan

Penyebab kecelakaan kerja sebagian besar disebabkan oleh beberapa faktor antara lain (1) jenis pekerjaan yaitu pada saat menggerinda maupun mengelas (2) perilaku tidak

Dalam skripsi ini penulis mengamati aspek keselamatan kerja awak kapal di saat bunkering bahan bakar, dengan mengungkapkan faktor-faktor yang menjadi penyebab