• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DAN CARA MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI KAPAL MV. MENTARI SEMANGAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DAN CARA MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI KAPAL MV. MENTARI SEMANGAT"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DAN CARA MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI KAPAL MV. MENTARI

SEMANGAT

Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III

TITO CRISTOPER SINAGA NIT. 03.15.054.1.41 AHLI NAUTIKA TINGKAT III

PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

TAHUN 2019

(2)

PERNYATAAN KEASLIAN Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : TITO CRISTOPER SINAGA

NIT : 03.15.055.1.41/N

Program Diklat : Diklat Pelaut Tingkat III Menyatakan bahwa KIT yang saya tulis dengan judul :

PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DAN CARA MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI KAPAL MV. MENTARI SEMANGAT

Merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam KIT tersebut, kecuali tema yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri.

Jika pernyataan di atas tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.

Surabaya,………2019

TITO CRISTOPER SINAGA NIT. 03.15.055.1.41/N

(3)

PERSETUJUAN SEMINAR KARYA ILMIAH TERAPAN

Judul : PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DAN DAN CARA MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI KAPAL MV. MENTARI SEMANGAT

Nama Taruna : TITO CRISTOPER SINAGA

NIT : 03.15.055.1.41/N

Jurusan : Nautika

Program Diklat : Ahli Nautika Tingkat III

Dengan ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diseminarkan

Surabaya,... 2019 Menyetujui :

Pembimbing I

I’ie Suwondo,S.Si.T.M.Pd Penata (III/c)

NIP. 19770214 200912 1 001

Pembimbing II

Retno Wulan Sari,SS Penata (III/c) NIP. 19840316 200812 2

Mengetahui:

Ketua Jurusan Nautika

Capt. Damoyanto Purba,M.Pd Penata (III/c)

NIP. 19730919 201012 1 001

(4)

PENGESAHAN KARYA ILMIAH TERAPAN

PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DAN CARA MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI KAPAL MV.MENTARI SEMANGAT

Disusun dan Diajukan Oleh:

TITO CRISTOPER SINAGA NIT. 03.15.055.1.41/ N Ahli Nautika Tingkat III

Telah dipertahankan di depan Panitia Ujian KIT Pada tanggal………..2019

Menyetujui:

Penguji I

Ii’e Suwondo.S.Si.T.M.Pd Penata (III/c) NIP.19770214 2009121 001

Penguji II

Retno Wulan Sari,SS Penata (III/c) NIP. 19840316 200812 2 001

Penguji III

Dwi Haryanto, M.M Penata Tk.I(III/d) NIP. 19751125 200212 1 006

Mengetahui:

Ketua Jurusan

POLTEKPEL SURABAYA

Capt. Damoyanto Purba,M.Pd Penata (III/c)

NIP. 19730919 201012 1 001

(5)

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkah dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Ilmiah Terapan yang berjudul

“PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DAN CARA MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI KAPAL MV. MENTARI SEMANGAT” dengan tepat waktu tanpa adanya hal-hal yang tidak di inginkan.

Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu serta memberikan arahan, bimbingan, petunjuk dalam segala hal yang sangat berarti dan menunjang dalam penyelesaian proposal penelitian ini. Perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. Tuhan Yang Maha Esa

2. Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya Capt. Heru Susanto, M.M 3. Ketua Jurusan Nautika Capt. Damoyanto Purba, M.Pd, M.Mar 4. Pembimbing I Bapak Ii’E Suwondo S.Si.T.M.Pd

5. Pembimbing II Ibu Retno Wulansari S.S 6. Pembimbing III Bapak Dwi Haryanto, M.M

7. Bapak/Ibu dosen Politeknik Pelayaran Surabaya, Khususnya lingkungan program studi Nautika Politeknik Pelayaran Surabaya

8. Kedua orang tua saya atas segala dukungannya dan doanya.

9. Serta rekan – rekan kelas Nautika B Diploma III yang telah membantu dalam proses penulisan Karya Ilmiah Terapan ini.

10. Semua crew MV. Mentari Semangat yang telah membantu dalam proses penyelesaian Karya Ilmiah Terapan Ini

(6)

Semoga kelak penelitian ini dapat berguna bagi semua pihak, khususnya bagi pengembangan pengetahuan taruna – taruni Politeknik Pelayaran Surabaya, serta bermanfaat bagi dunia pelayaran pada umumnya

Penulis menyadari bahwa penulisan Karya Ilmiah Terapan ini masih jauh dari sempurna dan masih terdapat kekurangan dari segi isi maupun teknik penulisan, maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan ini.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan mohon maaf atas segala kekurangan.

Surabaya, ……..………….. 2019

Penulis

TITO CRISTOPER SINAGA

(7)

ABSTRAK

TITO CRISTOPER SINAGA,”Peranan alat-alat pelindung diri dalam berkerja untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja di kapal MV. Mentari Semangat”. Di bimbing oleh II’E SUWONDO dan RETNO WULANSARI.

Berdasarkan banyaknya kecelakaan kerja yang terjadi diatas kapal yang disebabkan kurangnya pemahaman dan kepekaan alat pelindung diri maka penulis mengambil rumusan masalah, apa penyebab kecelakaan kerja di atas kapal dan bagaimana cara mengurangi resiko kecelakaan kerja di atas kapal sehingga penulis bertujuan untuk mengetahui apa penyebab kecelakaan kerja di atas kapal dan untuk mengetahui cara mengurangi atau mencegah kecelakaan kerja di atas kapal

Penelitian ini penulis lakukan di kapal container tempat penulis melaksanakan praktek layar. Data primer penulis peroleh melalui pengamatan langsung dari responden dengan memperhatikan prilaku awak kapal dan wawancara. Data sekunder penulis peroleh dari dokumen-dokumen atau buku ISM CODE 2010, undang-undang keselamatan kerja, dan instruksi perawatan dan penggunaan alat pelindung diri. Dari data tersebut penulis dapat mencari penyebab dan cara mengurangi kecelakaan kerja di atas kapal.

Hasil penelitian yang penulis dapatkan dari rumusan masalah antara lain.

Kurangnya supply dari pihak perusahaan pada awak kapal dan kurangnya kesadaran awak kapal dalam pentingnya penggunaan alat pelindung diri dalam bekerja serta cara mencegah kecelakaan kerja di atas kapal.

Kata kunci : Alat Pelindung Diri, penyebab, pencegahan

(8)

ABSTRACT

TITO CRISTOPER SINAGA, "The role of safety equipment in reducing the risk of workplace accidents on MV vessels. The Spirit of the Sun ". Guided by II'E SUWONDO and RETNO WULANSARI.

Based on the number of work accidents that occur on the ship caused by a lack of understanding and sensitivity of personal protective equipment, the authors take the formulation of the problem, what causes workplace accidents on board and how to

reduce the risk of workplace accidents on the ship so that the authors aim to find out what causes workplace accidents in on board and to find out how to reduce or prevent

workplace accidents on the ship

This research the author did on container ships where the author carried out the screen practice. The primary data of the author was obtained through direct observation from the respondents by paying attention to the behavior of the crew and interviews. Secondary data from the authors obtained from ISM CODE 2010 documents or books, work safety laws, and maintenance instructions and use of personal protective equipment. From these data the author can search for causes and ways to reduce workplace accidents on the ship.

The results of the study the authors get from the formulation of the problem include.

Lack of supply from the company to the crew and lack of awareness of the crew in the importance of using personal protective equipment at work and ways to prevent work accidents on board.

Keywords: Personal Protective Equipment, causes, prevention

(9)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN SAMPUL i

HALAMAN JUDUL ii

PERNYATAAN KEASLIAN iii

PERSETUJUAN SEMINAR iv

HALAMAN PENGESAHAN v

KATA PENGANTAR vi

ABSTRAK vii

ABSTRACT viii

DAFTAR ISI ix

DAFTAR GAMBAR xi

DAFTAR TABEL xii BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang 1

B Rumusan Masalah 5

C Batasan masalah 5

D Tujuan Penelitian 6

E Manfaat Penelitian 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A Review Penelitian sebelumnya 7

B Alat alat keselamatan kerja 7

1.alat keselamatan kerja bebentuk pakaian 8

(10)

2.alat keselamatan kaki 9

3.alat keselamatan kepala Helm 10

4.alat perlindungan tangan 11

5.alat perlindungan mata 12

6.alat perlindungan telinga 13

7.alat perlindungan muka 14

C.Pengertian Resiko 15

D.Kecelakaan Kerja 16

E.Penyebab Kecelakaan Kerja 16

F.Kerangka Penelitian 18 BAB III METODE PENELITIAN A.Jenis Penelitian 19

B.Lokasi Penelitian 19

C.Jenis Dan Sumber Data 20

D.Teknik Pengumpulan Data 21

E.Teknik Analisis Data 22

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. GAMBARAN UMUM DAN LOKASI PENELITIAN 24 B. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 26

C. PEMBAHASAN 29

BAB V A. KESIMPULAN 31

B. SARAN 31

DAFTAR PUSTAKA 33

(11)

DAFTAR GAMBAR

1 . Alat Keselamatan Kerja Berbentuk Pakaian 8

2 . Alat Keselamatan Kaki 9

3 . Alat Keselamatan Kepala 10

4 . Alat Perlindungan Tangan 11

5 . Alat Perlindungan Mata 12

6 . Alat Pelindung Telinga 13

7 . Alat Pelindung Muka 14

8 . Kerangka Penelitian 18

(12)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Laporan karya ilmiah terapan Ahli Nautika tingkat III 7

Tabel 1.2 Daftar kecelakaan kerja yg pernah terjadi di MV. Mentari Semangat 26

(13)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Perlindungan tenaga kerja meliputi aspek-aspek yang cukup luas yaitu:

perlindungan keselamatan kerja, pemeliharaan moral kerja, serta perlakuan yang sesuai dengan manusia dan moral agama. Perlindungan tersebut bermaksud agar tenaga kerja sehari-hari untuk meningkatkan produksi dan produktivitas nasional.

Dengan sikap yang hati-hati dan tidak ceroboh dalam bertindak yang membuat pihak lain tidak mengalami kekhawatiran. Banyak anak buah kapal yang bekerja hanya sekedar memenuhi kewajiban sesuai tanggung jawabnya, tanpa memiliki kepedulian terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Ada yang mementingkan diri sendiri tanpa memperhatikan keselamatan jiwa dan lingkungan sekitarnya.

Tidak jarang suatu pekerjaan didarat maupun dikapal serta apapun bentuknya, karena kurang memperhatikan keselamatan sehingga menimbulkan korban. Akhirnya kemajuan yang dicapai menjadi kurang berarti dan malah membahayakan kehidupan pekerjaannya. Kecelakaan selain menjadi hambatan- hambatan langsung, juga merupakan kerugian-kerugian tidak langsung yakni kerusakan mesin dan peralatan kerja, terhentinya pekerjaan dan proses produksi untuk beberapa saat, kerusakan pada lingkungan kerja dan sebagainya.

Keselamatan kerja merupakan salah satu faktor mutlak yang harus dipenuhi agar awak kapal dapat bekerja dengan aman dan dapat dengan maksimal. Dengan sikap yang hati-hati dan tidak ceroboh dalam bertindak akan membuat pihak lain tidak mengalami kekhawatiran. Banyak awak kapal yang bekerja hanya sekedar

(14)

memenuhi kewajibannya, tanpa memiliki kepedulian terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Ada yang mementingkan diri sendiri tanpa memperhatikan keselamatan jiwa dan lingkungan sekitarnya.

Dalam dunia perdagangan nasional maupun internasional, angkutan laut merupakan sarana yang sangat penting. Sehingga memerlukan perhatian yang cukup besar pada sumber daya manusia dan masalah kedisiplinan kerja di atas kapal.

Karena keselamatan kerja sangat menentukan keberhasilan angkutan laut ini, menyangkut keselamatan jiwa manusia, keselamatan kapal meliputi peralatan dan perlengkapan pendukungnya juga yang tak kalah penting yaitu perlindungan terhadap lingkungan.

Dalam hal ini sering dijumpai suatu kendala dalam kelancaran pengoperasian kapal, yaitu kurangnya kerjasama yang kurang baik dan mengakibatkan kecelakaan kerja seperti cacat tubuh bahkan sampai kehilangan nyawa manusia, hal-hal lain ialah kerusakan-kerusakan peralatan di atas kapal baik yang kecil maupun yang besar seperti yang dapat menghentikan aktivitas kapal, dan terlebih lagi menyebabkan kerusakan lingkungan seperti polusi lingkungan di laut.

Hal pokok yang menjadi latar belakang penulisan ini adalah: Terjadinya kecelakaan dimana salah seorang anak buah kapal ketika sedang menchipping tidak menggunakan alat-alat keselamatan sesuai dengan prosedur keselamatan kerja. Yaitu anak buah kapal tersebut tidak menggunakan helmet, kaca mata pengaman, sarung tangan, sepatu kerja dan alat keselamatan lainnya sehingga menyebabkan kecelakaan terhadap anak buah kapal tersebut.

Karena dengan keterampilan dan penggunaan alat-alat keselamatan yang baik dan benar maka otomatis akan sangat mendukung bagi pengoperasian kapal.

(15)

Pengoperasian kapal akan berjalan lancar jika semua sumber pelakunya mempunyai skill dan tanggung jawab akan apa yang menjadi tugas dan pekerjaannya.

Untuk itulah kesadaran sumber daya manusia perlu ditingkatkan agar supaya lebih terampil. Juga hubungan kemanusiaan yang harmonis diantara sesama anak buah kapal serta atasan, ikut menciptakan suatu suasana yang baik. Selain itu faktor pimpinan harus berusaha menciptakan suasana hubungan kemanusiaan yang serasi serta mengikat secara vertikal.

Apabila tercipta hubungan manusia yang serasi, maka terwujud lingkungan dan suasana kerja yang nyaman. Hal ini akan memotivasi pengetahuan dan ketrampilan yang baik di atas kapal. Oleh karena itu perlu sekali ditingkatkan pengetahuan dan ketrampilan setiap anak buah kapal dalam hal pemahaman dan penggunaan alat-alat keselamatan kerja. Selain itu adanya unsur kurangnya ketrampilan dan pengetahuan akan penggunaan alat-alat keselamatan anak buah kapal yang memperburuk sistem kerja di atas kapal.

Dalam pengoperasian kapal ditemukan banyak sekali pekerjaan-pekerjaan baik yang ringan maupun berat yang beresiko terhadap keselamatan anak buah kapal.

Dalam skripsi ini penulis mengamati aspek keselamatan kerja anak buah kapal dengan mengungkapkan factor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan pada anak buah kapal sewaktu bekerja, dan akibat-akibat yang timbul karena kecelakaan tersebut, serta upaya-upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan keselamatan kerja bagi anak buah kapal.

Belakangan ini sering terjadi kecelakaan pada waktu anak buah kapal bekerja baik di deck maupun dikamar mesin, seperti mata kemasukan karat, tertimpa benda jatuh, terjepit oleh sesuatu dan sebagainya yang disebabkan karena kurang memperhatikan dan mengutamakan keselamatan.Sesuai dengan prosedur yang ada

(16)

kecelakaan-kecelakaan tersebut dapat menyebabkan kerugian bagi semua pihak mulai dari anak buah kapal itu sendiri sampai pada tingkat perusahaan. Kerugian itu berupa penderitaan dan kerugian yang bersifat ekonomis, dalam bentuk luka / memar pada anggota tubuh, cacat, terhentinya pekerjaan untuk beberapa saat, kerusakan pada alat kerja dan sebagainya.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas maka penulis membuat judul

“PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DAN CARA MENGURANGI

RESIKO KECELAKAAN KERJA DIKAPAL MV. MENTARI SEMANGAT”

Masalah keselamatan dan kecelakaan pada umumnya sama tua dengan kehidupan manusia. Demikian juga keselamatan kerja dimulai sejak manusia bekerja. Manusia purba mengalami kecelakaan-kecelakaan dan dari padanya berkembang pengetahuan tentang mengurangi kecelakaan agar tidak terulang.

Keselamatan kerja merupakan satu bagian dari keselamatan pada umumnya.

Masyarkat harus dibina penghayatan mengenai keselamatan kearah yang jauh lebih tinggi. Proses pembinaan ini tidak akan pernah ada habis-habisnya sepanjang kehidupan manusia. Dengan tingkat keselamatan kerja yang tinggi akan memberikan ketenangan dan semangat kerja yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan produksi dan produktivitas serta memberikan iklim yang baik dalam menimbulkan stabilitas sosial terutama dikalangan masyarakat ketenagakerjaan.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka masalah dalam penelitian ini dapat di identifikasikan menjadi suatu fokus masalah.

Rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah : 1. Apa penyebab kecelakaan kerja di atas kapal ?

(17)

2. Bagaimana cara mengurangi resiko kecelakaan kerja diatas kapal ?

C. BATASAN MASALAH

Mengingat terlalu banyak masalah yang akan timbul, maka penulis membatasi ruang lingkup masalah dalam karya tulis ilmiah ini, dan dalam penulisan hanya membahas mengenai “Alat keselamatan kerja berbentuk pakaian, alat pelindung kaki, alat pelindung kepala, alat pelindung tangan, alat pelindung mata”

D. TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan yang ingin di capai penulis setelah penelitian ini Adalah :

1.Untuk mengetahui penyebab kecelakaan kerja di atas kapal.

2.Untuk mengetahui cara mengurangi resiko kecelakaan kerja di atas kapal.

E. MANFAAT PENELITIAN

Berdasarkan penelitian yang berada di latar belakang diatas, maka penulis berharap akan beberapa manfaat yang dapat di capai dan berguna bagi berbagai pihak antara lain;

1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis, hasil dari penelitian ini di harapkan dapat menjadi referensi atau masukan bagi perkembangan ilmu dan menambah kajian ilmu pelayaran khususnya ilmu tentang peranan alat alat keselamatan kerja dalam mencegah resiko kecelakaan.

(18)

2. Manfaat Praktis

Secara praktis, penelitian ini di harapkan memberikan bahan masukan bagi perusahaan, perwira maupun anak buah kapal untuk memahami peranan alat alat keselamatan kerja dalam mencegah resiko kecelakaan. Dan meningkatkan wawasan sekaligus sebagai sarana pengembangan sesuai teori-teori yang telah diperoleh sebelumnya dan dikaitkan dengan permasalahan yang ada.

(19)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. REVIEW PENELITIAN SEBELUMNYA

Tabel 1.1 Laporan karya ilmiah terapan ahli nautika tingkat III (2017) NO. Nama Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian

1. Laporan karya ilmiah terapan Nurmazidah ahli nautika tingkat III (2017)

Upaya meningkatkan kedisiplinan awak kapal dalam

menggunakan Personal Protective Equipment di MV. Java Imperia

1. Kurangnya kepedulian awak kapal dalam

menggunakan alat-alat keselamatan kerja dan sehingga terjadi

kecelakaan kerja di kapal yang berakibat fatal.

2. Kurangnya pengetahuan awak kapal terhadap pengguanaan alat-alat keselamatan kerja juga disebabkan oleh kurangnya pengenalan atau familirisasi terhadap prosedur kerja di atas kapal.

Sumber : Karya Ilmiah Terapan Politeknik Pelayaran Surabaya

➢ Perbedaan pada review sebelumnya

Perbedaan pada review sebelumnya adalah penulis sebelumnya bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan awak kapal dalam mengguankan alat pelindung diri, sedangkan penulis yang sekarang bertujuan untuk mengetahui penyebab

kecelakaan kerja di atas kapal dan untuk mengetahui cara mengurangi resiko kecelakaan kerja di atas kapal.

B. ALAT ALAT KESELAMATAN KERJA

Alat-alat keselamatan kerja merupakan hal yang harus diperhatikan oleh semua orang. Kita tidak akan tahu kapan musibah akan datang, kemungkinan terjadinya kecelakaan saat bekerja bisa datang kapan saja. Jika seseorang tidak mempersiapkan perlindungan dan keselamatan diri, maka dampak dari kecelakaan yang terjadi bisa

(20)

berakibat fatal. Untuk mengurangi resiko tersebut, sebaiknya seseorang memakai perlengkapan untuk keselamatan diri.

1. Alat keselamatan kerja berbentuk Pakaian

Gambar 1.1 alat keselamatan kerja berbentuk pakaian

Baju ini pastinya sangat bermanfaat untuk melindungi diri seseorang dari hal yg tidak diinginkan, cara pemakaian baju ini harus juga benar dan sesuai standard sesuai dengan peranan dan di mana mereka bekerja. Jas hujan termasuk juga alat atau baju pelindung diri, baju anti peluru juga sama dapat melindungi diri. Salah satunya adalah baju pelindung diri yang berhubungan dengan medis yaitu seperti yang perlu anda ketahui kalau baju itu bersifat steril, sebelum anda memakai baju itu upayakan anda memakai sarung tangan terlebih dulu, bagian luar steril dan bagian dalam non steril. Pakai dengan sistem menyentuh bagian dalam baru bagian luar, masukan tangan anda dengan bersamaan dan pastinya anda memerlukan asisten untuk ha ini, baju pelindung diri ini yang terdapat tali terdapat dibelakang dan yang depan polos tanpa tali.

(21)

2. Alat keselamatan kaki

Gambar 1.2 alat keselamatan kaki

Pastinya sepatu pelindung sangat penting dipakai untuk anda yaitu dalam melindungi bagian kaki anda, sepatu peindung ini pastinya tidak sembarangan dalam memakainya, perlu hal khusus yang perlu di perhatikan dalam pemakaian safety shoes yakni salah nya ialah masukan semua celana anda kedalam sepatu itu, dan pakai kaos kaki dengan baik agar kaki anda tidak lecet dan tergores oleh sepatu pelindung anda. Hal yang teramat penting yaitu lihatlah dalam sepatu yang mana sepatu itu bersih atau tidak, jangan sampai kaki anda jadi bau dikarenakan sepatu yang anda pakai ternyata kotor.

(22)

3. Alat keselamatan kepala(Helm)

Gambar 1.3 alat pelindung kepala (Helm)

Helm merupakan alat keselamatan kerja dan komponen wajib yang

digunakan oleh pekerja dalam proyek/lapangan untuk perlindungan terhadap kepala. Fungsi utama helm adalah melindungi kepala dari runtuhan material yang ada di atas serta panas akibat sengatan matahari. Topi pelindung harus tahan terhadap pukulan, tidak mudah terbakar, tahan terhadap perubahan iklim dan tidak menghantarkan arus listrik. Untuk meghindari kecelakaan pekerja seperti gegar otak maka sangat penting ketika menggunakan helm safety dilengkapi dengan chinstrap. Chinstrap adalah tali pengikat di dagu yang berguna untuk pekerja agar tidak mengalami kondisi helm safetynya jatuh. Chin strap dan nape strap harus terpasang erat dan pas di sekitar dagu, terbuat dari material non iritasi, elastis, dilengkapi pengait dan gesper berbahan plastik, serta ukuran lebar minimal ½ inci atau 1,27 cm.

(23)

4. Alat perlindungan tangan

Gambar 1.4 alat pelindung tangan

Sarung tangan pelindung sering dipakai oleh orang-orang yang bekerja di proyek konstruksi dan proyek-proyek lainnya. Fungsi utama sarung tangan sebagai alat keselamatan kerja yaitu melindungi tangan dari benda-benda kasar dan tajam. Contohnya adalah saat pekerja mengangkat besi atau kayu. Jika dilakukan terus menerus maka tangan pekerja bisa lecet karena permukaan benda tersebut kasar. Untuk itu, memakai sarung tangan akan mengurangi resiko tangan supaya tidak terluka saat bekerja.

(24)

5. Alat perlindungan mata

Gambar 1.5 alat pelindung mata

Kacamata pengaman sangat diperlukan karena kacamata pengaman adalah salah satu hal yang teramat penting dalam sebuah aktivitas khusus, salah satunya adalah aktivitas dalam pekerjaan berat. Cara penggunaannya juga cukup mudah yaitu hanya dengan mengutamakan kaca tidak miring dan pastinya diletakkan dengan pas. Hal tersebut bertujuan agar mata benar-benar aman terproteksi dari beragam jenis bahaya yang akan datang.

(25)

6. Alat pelindung telinga

Gambar 1.6 alat pelindung telinga

Di Ruang Mesin kapal menghasilkan suara 110-120 db ini merupakan frekuensi suara yang sangat tinggi untuk telinga manusia. Bahkan beberapa menit paparan dapat menyebabkan sakit kepala, iritasi dan gangguan

pendengaran kadang-kadang sebagian atau penuh. Sebuah penutup telinga atau steker telinga digunakan pada kapal yang mengimbangi suara yang dapat di dengar oleh manusia dengan aman. Alat pelindung jenis ini terdiri dari 2 (dua) buah tutup telinga dan sebuah headband. Isi dari tutup telinga ini berupa cairan atau busa yang berfungsi untuk menyerap suara frekuensi tinggi.

(26)

7. Alat pelidung muka

Gambar 1.7 alat pelindung muka

Welding perisai atau welding adalah kegiatan yang sangat umum di atas

kapal untuk perbaikan struktural. Juru las yang dilengkapi dengan perisai las atau topeng yang melindungi mata dari kontak langsung dengan sinar ultraviolet dari percikan las, hal Ini Harus Di perhatikan dan sebaiknya pemakaian Welding shield sangat di haruskan untuk keselamatan Pekerja

C. PENGERTIAN RESIKO

Menurut Hanafi (2006:1) pengertian resiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang. Resiko seperti seseorang atau sesuatu yang berbahaya yang diketahui untuk diantisipasi, tapi satu yang umum diterapkan dan resolusi berwibawa dalam konteks industri yang paling, mendefinisikan resiko sebagai Kombinasi dari probabilitas, atau frekuensi, dari terjadinya bahaya didefinisikan dan besarnya konsekuensi kejadian tersebut.

(27)

Tujuan manajemen keselamatan perusahaan harus membangun perlindungan terhadap semua resiko yang teridentifikasi, itu telah dinyatakan dalam ISM (International Keselamatan Kode Manajemen). Namun hal ini tidak menentukan setiap

pendekatan khusus untuk teori manajemen resiko, dan itu untuk perusahaan itu sendiri untuk memilih metode yang tepat sesuai dengan struktur organisasi kapal. Metode dapat bervariasi sesuai tetapi bagaimana pernah lebih atau kurang formal mereka, mereka harus terorganisasi dengan baik dan direncanakan jika penilaian dan tanggapan dimaksudkan untuk selesai dan bertindak secara efektif, dan juga latihan seluruh harus didokumentasikan dalam konsep atau amandemen untuk memberikan bukti dari proses pengambilan keputusan.

Resiko untuk kapal harus berkesinambungan, direview secara berkala untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah kecelakaan. Karena resiko tidak pernah merupakan entitas yang konstan, perbedaan sifat persepsi dan antisipasi tingkat bahaya dari resiko yang dilakukan diselesaikan oleh pengalaman dan pelatihan. Perilaku manusia terhadap isu-isu, kesadaran umum, dan kewaspadaan konstan mereka yang terlibat, semuanya memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan organisasi dalam penilaian resiko dalam operasi kapal.

D. KECELAKAAN KERJA

Kecelakaan adalah kejadian yang tak terduga dan tidak diharapkan, sedangkan kecelakaan akibat kerja adalah kecelakaan berhubung dengan hubungan kerja pada perusahaan.

Penyebab kecelakaan kerja sangat kompleks dan umumnya satu dengan yang lain saling berkaitan. Apabila aturan keselamatan dan kesehatan kerja tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh karyawan, maka kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja lebih

(28)

besar dibandingkan dengan tempat lain yang secara sungguh-sungguh melaksanakan aturan keselamatan dan kesehatan kerja (Daryanto, 2002).

E. PENYEBAB KECELAKAAN KERJA

Menurut Daryanto (2002) penyebab kecelakaan kerja disebabkan oleh:

Kecerobohan

1. Pemakaian peralatan tanpa mendapatkan pelatihan yang tepat tentang penggunaannya.

2. Penggunaan alat atau perlengkapan dengan cara yang salah.

3. Lalai menggunakan perlengkapan pelindung diri seperti sarung tangan, masker, tameng dan pelindung dada.

4. Bermain-main dalam ruang kerja atau bengkel.

5. Terburu-buru dan membiarkan bahaya kecil terjadi di bengkel.

6. Kekacauan pekerjaan atau membiarkan diri anda diganggu atau bingung.

Kondisi yang Tidak Aman Untuk Bekerja

1. Kurangnya instruksi dengan metode yang aman.

2. Kurang latihan.

3. Pakaian yang tidak cocok untuk bekerja.

4. Fisik yang kurang baik, seperti mata rabun atau pendengaran berkurang.

5. Rambut panjang bekerja di dekat mesin yang berputar.

6. Kurangnya penjagaan keamanan pada mesin.

Kecelakaan tidak terjadi kebetulan melainkan ada sebabnya, kecelakaan tersebut dapat dicegah dengan cara melepaskan penyebabnya dan mencari apa penyebab

(29)

kecelakaan sangat penting, karena hal itu akan dapat membantu upaya mencegah terjadinya kecelakaan sesedikit mungkin.

Oleh karena itu sebab-sebab kecelakaan harus diteliti dan ditemukan, untuk selanjutnya dengan usaha-usaha koreksi penyebab kecelakaan dapat dicegah dan tidak berulang kembali.

F. KERANGKA PENELITIAN

Gambar 1.8 kerangka penelitian

Melaksanakan pelatihan menggunakan alat keselamatan pelindung diri

Persiapan menggunakan alat alat keselamatan pelindung diri

Upaya penyelamatan diri menggunakan alat pelindung diri

Melaksanaan latihan alat keselamatan saat keadaan darurat

Upaya yang di lakukan mencegah bahaya dengan menggunakan alat pelindung diri

Pelaksanaan latihan menggunakan alat keselamatan pelindung diri yang ada di kapal

(30)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. JENIS PENELITIAN

Penelitian kualitatif adalah riset yang cenderung menggunakan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Sesuai dengan pengertian tersebut kami menganalisis data dengan menggunakan pendekatan induktif. Selain itu kami juga memberikan data-data yang sesuai dengan landasan teori yang kami gunakan. Sehingga penelitian kami dapat menjadi penelitian yang benar dan tepat (Molleong, 2002:09).

Metode ini penulis dapat memahami dan mengungkapkan tentang masalah yang penulis teliti, dan juga metode kualitatif ini penulis dapat melakukan interview dengan objek yang penulis teliti. Dapat dipahami bahwa menganalisa deskriptif kualitatif adalah memberikan prediket pada variabel yang diteliti sesuai dengan kondisi sebenarnya (Koentjaraningrat, 1993:89). Maksudnya adalah untuk memperoleh gambaran yang sebenarnya antara keserasian teori dan praktek.

B. LOKASI PENELITIAN

Menurut Arikunto (2006:13) dalam penelitian kualitatif tidak dikenal istilah populasi atau sempel. Istilah yang digunakan adalah setting atau tempat penelitian.

Lokasi penelitiannya adalah di kapal MV. Mentari Semangat dimana penulis melaksanakan praktek laut (PRALA) selama 1 tahun dari 20 Desember 2017 – 25 Desember 2018.

(31)

C. JENIS DAN SUMBER DATA

Data yang dikumpulkan dan digunakan dalam penyusunan proposal ini adalah data yang merupakan informasi yang diperoleh penulis melalui pengamatan langsung dan wawancara. Dari sumber-sumber ini diperoleh data sebagai berikut .

1. Data Primer

Data primer adalah data dalam bentuk verbal atau kata-kata yang diucapkan secara lisan, gerak-gerik atau prilaku yang dilakuakn oleh subjek yang dapat dipercaya, yakni subjek penelitian atau informan yang bekenaan dengan variable yang diteliti atau data yang diperoleh dari responden secara langsung.

Untuk mendapatkan data primer kadet memperhatikan prilaku awak kapal yang lalai saat melakukan tanggung jawab atas penggunaan dan perawatan alat pelindung diri yang ada di atas kapal.

2. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari Teknik pengumpulan data yang menunjang data primer. Dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan oleh penulis serta dari studi pustaka. Dapat dikatakan data sekunder ini berasal dari dokumen-dokumen grafis seperti table, catatan, foto, dan lain-lain (Arikunto, 2010:22).

Taruna menggunakan dasar buku seperti : a.) International Safety Management Code 2010

b.) Undang-undang keselamatan kerja No. 1 Tahun 1970 c.) Instruksi perawatan alat pelindung diri

(32)

D. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti untuk mendapatkan data dalam suatu penelitian. Maka data yang diperoleh haruslah mendalam, jelas dan spesifik. Selanjutnya dijelaskan oleh Sugiyono (2009:225) cara- cara yang dapat digunakan oleh penulis untuk mengumpulkan data. Untuk memperoleh data dilapangan yang sesuai dengan masalah yang akan diteliti maka penulis menggunakan teknik sebagai berikut :

1. Observasi

Observasi menurut Kusuma (1987:25) adalah pengamatan yang dilakukan dengan sengaja dan sistematis terhadap aktivitas individu atau obyek lain yang diselidiki. Observasi pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan. Untuk memperoleh data yang autentik dalam pengumpulan data tentang peran alat keselamatan di atas kapal .

Pengumpulan data dengan angket ini penulis mengajukan daftar pertanyaan secara tertulis kepada responden, dimana jawabannya sudah disediakan. Angket ini penulis tujukan kepada crew kapal saat bekerja di atas kapal.

2. Dokumentasi

Pengumpulan data dengan teknik dokumentasi adalah data mengenai hal- hal atau variabel yang berupa catatan, buku, notulen rapat, agenda dan sebagainya.

Data yang akan dicari dapat berupa arsip-arsip tertulis, guna mengetahui panduan sistem kerja yang terjadi.

(33)

E. TEKNIK ANALISIS DATA

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan lebih banyak bersifat uraian dari hasil wawancara dan studi dokumentasi. Data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif. Menurut Patton (Moleong, 2001:103), analisis data adalah “proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan uraian dasar”. Definisi tersebut memberikan gambaran tentang betapa pentingnya kedudukan analisis data dilihat dari segi tujuan penelitian. Prinsip pokok penelitian kualitatif adalah menemukan teori dari data.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan langkah-langkah seperti yang dikemukakan oleh Burhan Bungin (2003:70), yaitu sebagai berikut:

1. Pengumpulan Data (Data Collection)

Pengumpulan data merupakan bagian integral dari kegiatan analisis data.

Kegiatan pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara.

2. Reduksi Data (Data Reduction)

Reduksi data, diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi dilakukan sejak pengumpulan data dimulai dengan membuat ringkasan, mengkode, menelusur tema, membuat gugus-gugus, menulis memo dan sebagainya dengan maksud menyisihkan data/informasi yang tidak relevan.

(34)

3. Display Data

Display data adalah pendeskripsian sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data kualitatif disajikan dalam bentuk teks naratif.

Penyajiannya juga dapat berbentuk matrik, diagram, tabel dan bagan.

Berdasarkan keterangan di atas, maka setiap tahap dalam proses tersebut dilakukan untuk mendapatkan keabsahan data dengan menelaah seluruh data yang ada dari berbagai sumber yang telah didapat dari lapangan dan dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto dan sebagainya melalui metode wawancara yang didukung dengan studi dokumentasi.

(35)

DAFTAR PUSTAKA

Data ILO. (2003). “Keselamatan dan Kesehatan Kerja”. Dalam Tarwaka. 2008.

Keselama- tan dan Kesehatan Kerja. Surakarta. Harapan Press.

Fijrin, Ririn. Machasin dan. Amsal, Chairul. (2013). Training and Influence On Health a nd Safety Discipline work In Employee PT. Dimension Barumas Prime Pekan

Baru.

Febrianur, Niko.(2015). Tips Blogger Pemula Mendapatkan Dolar. Banjarmasin:

Penerbit SatuKata

Darwin, S.(2012). Alat pelindung diri

https://id.wikipedia.org/wiki/Alat_pelindung_diri. Diakses pada tanggal 10 Juni 2017

Dian, P.(2013). Jenis jenis alat pelindung diri http://projectm edias.blogs p ot.co.id /2 013/07/jenis-jenis-alat-pelindung-diri-apd.html. Diakses pada tanggal 4 Juni 2017

Fiky, A. G.(2013). Alat dan fungsi keselamatan kerja http:// blogspot.co.id/2 013/06/a lat-dan-fungsi-keselamatan-kerja.html. Diakses pada tanggal 28 Mei 2017

Prameswari, P.(2013). keselamatan kerja diatas kapal

https://prezi.com/s3msqcx nuo va/keselamatan-kerja-diatas-kapal/.

Diakses pada tanggal 10 Mei 2017

Rahmat, T.(2010). Mengenal fungsi alat keselamatan kerja http:// news.rala li.com/m engenal-fungsi-alat-keselamatan-kerja/. Diakses pada tanggal 5 Mei 2017

Sihombing, H.(2015). Peranan keselamatan di kapal http://www.il

mukapal.com /201 5/10/peralatan-keselamatan-di-kapal.html. Diakses pada tanggal 5 Mei 2017

Vick, D.(2013). Alat keselamatan kerja dan fungsinya http://www.br omindo.com/alat keselamatan-kerja-dan-fungsinya/. Diakses pada tanggal 30 Desember 2017 Victor, H.(2011). Macam macam alat pengaman diri http://isal16.blo

gspot.co.id/ 2012 /09/macam-macam-alat-pengaman-diri.html. Diakses pada tanggal 20 Januari 2018

(36)

Viqi, Sianipar(2010). Keselamatan kerja di kapal http://www.a

cademia.edu/948847 0/ keselamatan_kerja_diatas_kapal. Diakses pada 20 Januari 2018

Bekti Widi Atmaja, (10 Juni 2011) Cara Penggunaan dan Perawatan Respirator/mask.

http://kerja-safety.blogspot.com/2011/06/cara-penggunaan-dan- perawatan.html. Di akses pada 12 Februari 2019

Tamhar, (4 Juni 2011) Cara Pemakaian SCBA

http://safetymigas.blogspot.com/2011/06/cara-pemakaian-scba.html.

Di akses pada 11 Februari 2019.

Sugiyono, (2009).Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung : Alfabeta

Gambar

Tabel 1.1 Laporan karya ilmiah terapan ahli nautika tingkat III (2017)  NO.  Nama Peneliti  Judul Penelitian  Hasil Penelitian
Gambar 1.1 alat keselamatan kerja berbentuk pakaian
Gambar 1.2 alat keselamatan kaki
Gambar 1.3 alat pelindung kepala (Helm)
+6

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dalam penyusunan skripsi ini, akibat hukum dari kecelakaan yang diakibatkan oleh tindakan Anak Buah Kapal yang

Dari hasil analisis audit keselamatan jalan ditemukan beberapa indikasi penyebab-penyebab kecelakaan seperti tidak ada saluran drainase, rambu yang terhalang ranting pohon,

Pada dasarnya setiap kecelakaan kerja yang menimbulkan cedera, bahkan kematian disebabkan oleh beberapa faktor penyebab diantaranya adalah factor teknis, factor

Dari hasil analisis audit keselamatan jalan ditemukan beberapa indikasi penyebab-penyebab kecelakaan seperti tidak ada saluran drainase, rambu yang terhalang ranting pohon,

Berikut kesimpulan yang diperoleh : kecelakaan yang terjadi selama 1 tahun tersebut ditemukan penyebab kecelakaan karena human factor akan tetapi faktor lain yang sangat

Dalam penelitian ini penulis mengamati sering terjadinya kecelakaan kerja awak kapal, Dengan mengungkapkan faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan

KERANGKA PENELITIAN OPTIMALISASI PENERAPAN K3 KESELAMATAN, KESEHATAN, DAN KERJA BAGI AWAK KAPAL UNTUK MENGHINDARI BAHAYA KECELAKAAN CARA MENINGKATKAN PENGETAHUAN K3 DENGAN

Optimalisasi Permit To Work untuk Mencegah Terjadinya Kecelakaan Kerja di Kapal MT.