• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN ALAT-ALAT KESELAMATAN KERJA DALAM MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI KAPAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERANAN ALAT-ALAT KESELAMATAN KERJA DALAM MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI KAPAL"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

PERANAN ALAT-ALAT KESELAMATAN KERJA DALAM MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI KAPAL

Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III

MUHAMMAD DINAR ZIA U NIT. 04.16.053.1.41 AHLI NAUTIKA TINGKAT III

PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

TAHUN 2020

i

(2)

PERNYATAAN KEASLIAN Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : MUHAMMAD DINAR ZIA U NIT : 04.16.053.1.41

Program Diklat : Diklat Pelaut Tingkat III Menyatakan bahwa KIT yang saya tulis dengan judul :

PERANAN ALAT-ALAT KESELAMATAN KERJA DALAM MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI KAPAL

Merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam KIT tersebut, kecuali tema yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri.

Jika pernyataan di atas tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.

Surabaya,………2020 Materai 6000

MUHAMMAD DINAR ZIA U.

NIT. 04.16.053.1.41

ii

(3)

PERSETUJUAN SEMINAR KARYA ILMIAH TERAPAN

Judul : PERANAN ALAT-ALAT KESELAMATAN KERJA DALAM MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI KAPAL

Nama Taruna : MUHAMMAD DINAR ZIA U NIT : 04.16.053.1.41/N

Jurusan : Nautika

Program Diklat : Ahli Nautika Tingkat III

Dengan ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diseminarkan Surabaya,... 2020

Menyetujui:

Pembimbing I

MANUNGKU TRINATA P., S.Si.T., M.Pd.

Penata Muda TK. I (III/c) NIP. 19770323 20101211 001

Pembimbing II

RETNO WULAN SARI, S.S.

Penata Muda TK. I (III/c) NIP. 19840316 200812 2

Mengetahui: Ketua Jurusan Nautika

DAVIQ WIRATNO, S.Si.T., M.T.

Penata Tk. I (III/d) NIP. 19790107 200212 1 002

iii

(4)

PENGESAHAN PROPOSAL KARYA ILMIAH TERAPAN

PERANAN ALAT-ALAT KESELAMATAN KERJA DALAM MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DIKAPAL

Disusun dan Diajukan Oleh:

MUHAMMAD DINAR ZIA ULHAQ NIT. 0416.053.1.41/ N

Ahli Nautika Tingkat III

Telah dipertahankan di depan Panitia Ujian KIT Pada tanggal………..2020

Menyetujui:

Penguji I

DAVIQ WIRATNO , S.Si.T, M.T.

Penata Tk. I (III/d) NIP. 19790107 200212 1 002

Penguji II

MANUNGKU TRINATA P., S.Si.T., M.Pd.

Penata Muda TK I (III/c)

NIP. 19770323 20101211 001

Penguji III

RETNO WULAN SARI, S.S. Penata Muda Tk.I (III/b)

NIP. 19840316 200812 2

Mengetahui:

Ketua Jurusan

POLTEKPEL SURABAYA

DAVIQ WIRATNO , S.Si.T, M.T.

Penata Tk. I (III/d) NIP. 19790107 200212 1 002

iv

(5)

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkah dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Ilmiah Terapan yang berjudul “PERANAN ALAT-ALAT KESELAMATAN KERJA DALAM MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DI KAPAL”

dengan tepat waktu tanpa adanya hal-hal yang tidak di inginkan.

Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu serta memberikan arahan, bimbingan, petunjuk dalam segala hal yang sangat berarti dan menunjang dalam penyelesaian proposal penelitian ini.

Perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya Bapak Capt. Heru susanto, M.M.

2. Ketua Jurusan Nautika Bapak Daviq Wiratno, S.Si.T., M.T 3. Pembimbing I Bapak Manungku Trinata P., S.Si.T., M.Pd.

4. Pembimbing II Ibu Retno Wulansari, S.S.

5. Bapak/Ibu dosen Politeknik Pelayaran Surabaya, khususnya lingkungan program studi Nautika Politeknik Pelayaran Surabaya.

6. Kedua orang tua saya atas segala dukungannya dan doanya.

7. Serta rekan – rekan kelas Nautika B Diploma III yang telah membantu dalam proses penulisan Karya Ilmiah Terapan ini.

v

(6)

Semoga kelak penelitian ini dapat berguna bagi semua pihak, khususnya bagi pengembangan pengetahuan taruna – taruni Politeknik Pelayaran Surabaya, serta bermanfaat bagi dunia pelayaran pada umumnya

Penulis menyadari bahwa penulisan Karya Ilmiah Terapan ini masih jauh dari sempurna dan masih terdapat kekurangan dari segi isi maupun teknik penulisan, maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan ini.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan mohon maaf atas segala kekurangan.

Surabaya, ……..………….. 2020 Penulis

MUHAMMAD DINAR ZIA U.

vi

(7)

ABSTRAK

MUHAMMAD DINAR ZIA ULHAQ,”Peranan alat-alat keselamatan kerja dalam mengurangi resiko kecelakaan kerja di kapal”. Di bimbing oleh MANUNGKU TRINATA P., S.Si.T., M.Pd. dan RETNO WULANSARI, S.S.

Banyak anak buah kapal yang bekerja hanya sekedar memenuhi kewajiban sesuai tanggung jawabnya, tanpa memiliki kepedulian terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Ada yang mementingkan diri sendiri tanpa memperhatikan keselamatan jiwa dan lingkungan sekitarnya. Analisa kecelakaan memperlihatkan bahwa untuk setiap kecelakaan ada faktor penyebabnya. Sebab- sebab tersebut bersumber pada alat-alat mekanik dan lingkungan serta kepada manusianya sendiri

Metode penelitian yang digunakan Penulis adalah metode penelitian kualitatif, sehingga Penulis berusaha memaparkan hasil dari semua studi dan penelitian mengenai suatu obyek yang diperoleh.

Dengan memperhatikan permasalahan yang telah diuraikan terlebih dahulu, maka penulis dapat menyimpulkan faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja di SV. MARVELA 18 adalah Penerapan prosedur keselamatan kerja masih kurang diterapkan dalam pekerjaan di kapal, dan kurangnya kedisiplinan dan pemahaman akan penerapan prosedur keselamatan kerja.

Kata kunci : alat, keselmatan, resiko, kualitatif.

1

vii

(8)

ABSTRACT

MUHAMMAD DINAR ZIA ULHAQ, "The role of work safety tools in reducing the risk of workplace accidents". Supervised by MANUNGKU TRINATA P., S.Si.T., M.Pd. and RETNO WULANSARI, S.S.

Many crew members work only to fulfill obligations according to their responsibilities, without caring for themselves, others and the environment. Some are selfish without regard to the safety of the soul and the surrounding environment. Accident analysis shows that for every accident there is a cause.

These causes are sourced from mechanical and environmental tools as well as to human beings themselves

The research method used by the author is a qualitative research method, so the author tries to explain the results of all studies and research on an object obtained.

By paying attention to the problems that have been described previously, the writer can conclude the factors that cause work accidents in SV. MARVELA 18 is the application of work safety procedures are still not applied in work on the ship, and lack of discipline and understanding of the application of work safety procedures.

Keywords: tools, safety, work, risk, qualitative.

viii

(9)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………..i

PERNYATAAN KEASLIAN...ii

PERSETUJUAN SEMINAR PROPOSAL... iii

PENGESAHAN PROPOSAL... iv

KATA PENGANTAR ... v

ABSTRAK ...vi

ABSTRACT... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR GAMBAR ...xi

BAB I ... 1

A. LATAR BELAKANG MASALAH ... 1

B. RUMUSAN MASALAH ... 5

C. BATASAN MASALAH ... 5

D.TUJUAN PENELITIAN ... 6

E. MANFAAT PENELITIAN ... 6

BAB II ... 7

A. LANDASAN TEORI ... 7

B. PENGERTIAN PERANAN ... 7

C. ALAT ALAT KESELAMATAN KERJA ... 8

D. PENGERTIAN RESIKO ... 15

E. KECELAKAAN KERJA ... 17

F. PENGERTIAN KAPAL ... 18

G. KERANGKA PENELITIAN ... 20

BAB III ... 21

A. JENIS PENELITIAN ... 21

B. LOKASI PENELITIAN ... 22

C. JENIS DAN SUMBER DATA... 22

D. TEKNIK PENGUMPULAN DATA ... 23

E. TEKNIK ANALISIS DATA ... 24

BAB IV ... 26

A. DESKRIPSI DATA ... 26

B. ANALISIS DATA ... 28

C.ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH ... 30

D. EVALUASI / PEMECAHAN MASALAH ... 31

BAB V... 34 ix

(10)

A. SIMPULAN ... 34

B. SARAN... 35

DAFTAR PUSTAKA...37

LAMPIRAN...38

x

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 alat keselamatan kerja berbentuk pakaian ... 9

Gambar 1.2 alat keselamatan kaki ... 10

Gambar 1.3 alat pelindung kepala (Helm) ... 11

Gambar 1.4 alat pelindung tangan ... 12

Gambar 1.5 alat pelindung mata ... 13

Gambar 1.6 alat pelindung badan... 14

Gambar 1.7 alat pelindung muka ... 15

Gambar 1.8 kerangka penelitian ... 20

xi

(12)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Perlindungan tenaga kerja meliputi aspek-aspek yang cukup luas yaitu:

perlindungan keselamatan kerja, pemeliharaan moral kerja, serta perlakuan yang sesuai dengan manusia dan moral agama. Perlindungan tersebut bermaksud agar tenaga kerja sehari-hari untuk meningkatkan produksi dan produktivitas nasional. Dengan sikap yang hati-hati dan tidak ceroboh dalam bertindak yang membuat pihak lain tidak mengalami kekhawatiran. Banyak anak buah kapal yang bekerja hanya sekedar memenuhi kewajiban sesuai tanggung jawabnya, tanpa memiliki kepedulian terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Ada yang mementingkan diri sendiri tanpa memperhatikan keselamatan jiwa dan lingkungan sekitarnya.

Suatu pekerjaan tidak jarang didarat maupun dikapal serta apapun bentuknya, karena kurang memperhatikan keselamatan sehingga menimbulkan korban. Akhirnya kemajuan yang dicapai menjadi kurang berarti dan malah membahayakan kehidupan pekerjaannya. Kecelakaan selain menjadi hambatan-hambatan langsung, juga merupakan kerugian-kerugian tidak langsung yakni kerusakan mesin dan peralatan kerja, terhentinya pekerjaan dan proses produksi untuk beberapa saat, kerusakan pada lingkungan kerja dan sebagainya.

Keselamatan kerja merupakan salah satu faktor mutlak yang harus dipenuhi agar awak kapal dapat bekerja dengan aman dan dapat dengan maksimal. Dengan sikap yang hati-hati dan tidak ceroboh dalam bertindak

(13)

2

akan membuat pihak lain tidak mengalami kekhawatiran. Banyak awak kapal yang bekerja hanya sekedar memenuhi kewajibannya, tanpa memiliki kepedulian terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Ada yang mementingkan diri sendiri tanpa memperhatikan keselamatan jiwa dan lingkungan sekitarnya.

Analisa kecelakaan memperlihatkan bahwa untuk setiap kecelakaan ada faktor penyebabnya. Sebab-sebab tersebut bersumber pada alat-alat mekanik dan lingkungan serta kepada manusianya sendiri. Untuk mencegah kecelakaan, penyebab-penyebab ini harus dihilangkan. Dari data statistic keselamatan kerja diketahui bahwa 80% dari semua kecelakaan dikapal disebabkan oleh kesalahan manusia sehingga ada suatu pendapat bahwa akhirnya langsung atau tidak langsung semua adalah karena faktor manusia.

Pada kenyataannya menunjukkan bahwa 75-79% dari kesalahan manusia tadi disebabkan oleh sistem manajemen yang buruk.

Dalam dunia perdagangan nasional maupun internasional, angkutan laut merupakan sarana yang sangat penting, Sehingga memerlukan perhatian yang cukup besar pada sumber daya manusia dan masalah kedisiplinan kerja di atas kapal.Karena keselamatan kerja sangat menentukan keberhasilan angkutan laut ini, menyangkut keselamatan jiwa manusia, keselamatan kapal meliputi peralatan dan perlengkapan pendukungnya juga yang tak kalah penting yaitu perlindungan terhadap lingkungan. Dalam hal ini sering dijumpai suatu kendala dalam kelancaran pengoperasian kapal, yaitu kurangnya kerjasama yang baik dan mengakibatkan kecelakaan kerja seperti cacat tubuh bahkan sampai kehilangan nyawa manusia, hal-hal lain ialah kerusakan-kerusakan

(14)

3

peralatan di atas kapal baik yang kecil maupun yang besar seperti yang dapat menghentikan aktivitas kapal, dan terlebih lagi menyebabkan kerusakan lingkungan seperti polusi lingkungan di laut.

Hal pokok yang menjadi latar belakang penulisan ini adalah: Terjadinya kecelakaan dimana salah seorang anak buah kapal ketika sedang mengetok tidak menggunakan alat-alat keselamatan sesuai dengan prosedur keselamatan kerja. Yaitu anak buah kapal tersebut tidak menggunakan safety helmet, kaca mata pengaman, sarung tangan,sepatu kerja dan alat keselamatan lainnya sehingga dapat menyebabkan kecelakaan terhadap anak buah kapal tersebut.Karena dengan keterampilan dan penggunaan alat-alat keselamatan yang baik dan benar maka otomatis akan sangat mendukung bagi pengoperasian kapal.

Pengoperasian kapal akan berjalan lancar jika semua sumber pelakunya mempunyai keahlian dan tanggung jawab akan apa yang menjadi tugas dan pekerjaannya. Untuk itulah kesadaran sumber daya manusia perlu ditingkatkan agar supaya lebih terampil. Juga hubungan kemanusiaan yang harmonis diantara sesama anak buah kapal serta atasan, ikut menciptakan suatu suasana yang baik.Selain itu faktor pimpinan harus berusaha menciptakan suasana hubungan kemanusiaan yang serasi serta mengikat secara vertikal.Apabila tercipta hubungan manusia yang serasi, maka terwujud lingkungan dan suasana kerja yang nyaman. Hal ini akan memotivasi pengetahuan dan ketrampilan yang baik di atas kapal. Oleh karena itu perlu sekali ditingkatkan pengetahuan dan ketrampilan setiap anak buah kapal dalam hal pemahaman dan penggunaan alat-alat keselamatan kerja. Selain itu adanya unsur

(15)

4

kurangnya ketrampilan dan pengetahuan akan penggunaan alat-alat keselamatan anak buah kapal yang memperburuk sistem kerja di atas kapal.

Dalam pengoperasian kapal ditemukan banyak sekali pekerjaan- pekerjaan baik yang ringan maupun berat yang beresiko terhadap keselamatan anak buah kapal. Dalam penelitian ini penulis mengamati aspek keselamatan kerja anak buah kapal dengan mengungkapkan faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan pada anak buah kapal sewaktu bekerja, dan akibat-akibat yang timbul karena kecelakaan tersebut, serta upaya-upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan keselamatan kerja bagi anak buah kapal.

Belakangan ini sering terjadi kecelakaan pada waktu anak buah kapal bekerja baik di deck maupun dikamar mesin, seperti mata kemasukan karat, tertimpa benda jatuh, terjepit oleh sesuatu dan sebagainya yang disebabkan karena kurang memperhatikan dan mengutamakan keselamatan. Sesuai dengan prosedur yang ada kecelakaan-kecelakaan tersebut dapat menyebabkan kerugian bagi semua pihak mulai dari anak buah kapal itu sendiri sampai pada tingkat perusahaan. Kerugian itu berupa penderitaan dan kerugian yang bersifat ekonomis, dalam bentuk luka / memar pada anggota tubuh, cacat, terhentinya pekerjaan untuk beberapa saat, kerusakan pada alat kerja dan sebagainya.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas maka penulis membuat judul:

“PERANAN ALAT – ALAT KESELAMATAN KERJA DALAM MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN KERJA DIKAPAL”

Masalah keselamatan dan kecelakaan pada umumnya sama tua dengan kehidupan manusia. Demikian juga keselamatan kerja dimulai sejak manusia bekerja.Manusia purba mengalami kecelakaan-kecelakaan dan dari padanya

(16)

5

berkembang pengetahuan tentang mengurangi kecelakaan agar tidak terulang.

Keselamatan kerja merupakan satu bagian dari keselamatan pada umumnya.

Masyarakat harus dibina penghayatan mengenai keselamatan kearah yang jauh lebih tinggi. Proses pembinaan ini tidak akan pernah ada habis-habisnya sepanjang kehidupan manusia. Dengan tingkat keselamatan kerja yang tinggi akan memberikan ketenangan dan semangat kerja yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan produksi dan produktivitas serta memberikan iklim yang baik dalam menimbulkan stabilitas sosial terutama dikalangan masyarakat ketenagakerjaan.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka masalah dalam penelitian ini dapat di identifikasikan menjadi suatu fokus masalah dalam kasus-kasus satu persatu yang sangat erat hubungannya satu dengan yang lain. Dengan demikian penulis mengambil rumusan masalah tentang apa penyebab kurang maksimalnya peranan alat-alat keselamatan kerja dalam mengurangi resiko kecelakaan kerja diatas kapal ?

C. BATASAN MASALAH

Mengingat terlalu banyak masalah yang akan timbul, maka penulis membatasi ruang lingkup masalah dalam karya tulis ilmiah ini, dan dalam penulisan hanya membahas mengenai Alat keselamatan kerja dideck kapal.

(17)

6

D.TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan yang ingin di capai penulis setelah penelitian ini adalah Untuk mengetahui apa penyebab kurang maksimalnya peranan alat-alat keselamatan kerja dalam mengurangi resiko kecelakaan kerja di atas kapal..

E. MANFAAT PENELITIAN

Berdasarkan penelitian yang berada di latar belakang diatas, maka penulis berharap akan beberapa manfaat yang dapat di capai dan berguna bagi berbagai pihak antara lain;

1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis, hasil dari penelitian ini di harapkan dapat menjadi referensi atau masukan bagi perkembangan ilmu dan menambah kajian ilmu pelayaran khususnya ilmu tentang peranan alat alat keselamatan kerja dalam mencegah resiko kecelakaan.

2. Manfaat Praktis

Secara praktis, penelitian ini di harapkan memberikan bahan masukan bagi perusahaan, perwira maupun anak buah kapal untuk memahami peranan alat alat keselamatan kerja dalam mencegah resiko kecelakaan.Dan meningkatkan wawasan sekaligus sebagai sarana pengembangan sesuai teori-teori yang telah diperoleh sebelumnya dan dikaitkan dengan permasalahan yang ada.

(18)

7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. LANDASAN TEORI

Alat keselamatan kerja maupun alat pelindung diri (APD) wajib digunakan untuk seluruh pekerja di laut yang mempunyai bahaya terhadap kecelakaan kerja. Menggunakan alat keselamatan kerja bisa menangkal serta bisa mengurangi bahaya yang dapat terjadi ketika melakukan pekerjaan.

Adapun Undang-Undang mengenai alat keselamatan kerja ini adalah No 1 pasal 14c tahun 1970 berisikan mengenai ketentuan perusahaan untuk wajib menyediakan seluruh alat keselamatan kerja atau pelindung diri kepada semua orang termasuk pengunjung yang hendak memasuki area kerja tersebut.

B. PENGERTIAN PERANAN

Peranan berasal dari kata peran, yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pemain. Peranan adalah orang yang menjadi atau melakukan sesuatu yang khas, atau perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat .Jika ditujukan pada hal yang bersifat kolektif di dalam masyarakat, seperti himpunan, gerombolan, atau organisasi, maka peranan berarti perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh organisasi yang berkedudukan di dalam sebuah mayarakat.Perananmemiliki aspek dinamis dalam kedudukan seseorang.

Peranan lebih banyak menunjuk satu fungsi, penyesuaian diri dan sebagai suatu proses.

(19)

8

Menurut Anton Moelyono (1949), peranan adalah sesuatu yang dapat diartikan memiliki arti positif yang diharapkan akan mempengaruhi sesuatu yang lain.

1. Defenisi Peranan Menurut Para Ahli

Secara umum pengertian peranan adalah kehadiran di dalam menentukan suatu proses keberlangsungan (Hari Soegiman, 1990: 2). Sementara itu, Alvin L. Bertrand, seperti dikutip oleh Soleman B. Taneko menyebutkan bahwa:

"Yang dimaksud dengan peran adalah pola tingkah laku yang diharapkan dari seseorang yang memangku status atau kedudukan tertentu" (Soleman B.

Taneko, 1986: 23). Hal tersebut senada dengan yang dikatakan oleh Margono Slamet (1985: 15), yang mendefinisikan peranan sebagai “sesuatu perilaku yang dilaksanakan oleh seseorang yang menempati suatu posisi dalam masyarakat.

Astrid S. Susanto (1979:94) menyatakan bahwa peranan adalah dinamisasi dari statis ataupun penggunaan dari pihak dan kewajiban atau disebut subyektif.Ibid.hal 23.Dalam kamus bahasa Inggris, peranan (role) dimaknai sebagai tugas atau pemberian tugas kepada seseorang atau sekumpulan orang. Dari beberapa pengertian peranan di atas, dalam penelitian ini peranan didefinisikan sebagai aktifitas yang diharapkan dari suatu kegiatan, yang menentukan suatu proses keberlangsungan.

C. ALAT ALAT KESELAMATAN KERJA

Alat-alat keselamatan kerja merupakan hal yang harus diperhatikan oleh semua orang. Kita tidak akan tahu kapan musibah akan datang, kemungkinan terjadinya kecelakaan saat bekerja bisa datang kapan saja. Jika seseorang tidak mempersiapkan perlindungan dan keselamatan diri, maka dampak dari

(20)

9

kecelakaan yang terjadi bisa berakibat fatal. Untuk mengurangi resiko tersebut, sebaiknya seseorang memakai perlengkapan untuk keselamatan diri.

1. Alat keselamatan kerja berbentuk Pakaian

Gambar 1.1alat keselamatan kerja berbentuk pakaian

Sumber : Sv. Marvela 18

Tujuan dari memakai pakaian kerja adalah sebagai pelindung badan dari pengaruh yang kurang baik bagi tubuh atau memungkinkan untuk melukai badan pekerja. Pakaian ini biasanya memiliki warna cerah seperti orange dan hijau pupus agar mudah terlihat dan sekaligus sebagai penanda jika ada orang dalam lokasi tersebut.

(21)

10 2. Alat keselamatan Kaki.

Gambar 1.2 alat keselamatan kaki

Sumber : Sv. Marvela 18

Melindungi kaki pengguna dari kemungkinan-kemungkinan seperti kejatuhan reruntuhan, tertusuk benda tajam dari bawah, terhindar dari panas dan aliran listrik dan Safety shoes merupakan Contoh alat keselamatan kerja yang dipakai untuk sebagainya. Untuk itu, safety shoes dirancang secara khusus menggunakan material yang lebih kuat daripada sepatu kerja biasa.

(22)

11

3. Alat keselamatan kepala (Helm)

Gambar 1.3 alat pelindung kepala (Helm)

Sumber : Sv. Marvela 18

Helm merupakan alat keselamatan kerja dan komponen wajib yang

digunakan oleh pekerja dalam proyek/lapangan untuk perlindungan terhadap kepala. Ukuran helm bisa disesuaikan dengan ukuran kepala pengguna sehingga tetap nyaman saat dipakai. Fungsi utama helm adalah melindungi kepala dari runtuhan material yang ada di atas serta panas akibat sengatan matahari.

(23)

12

4. Alat perlindungan tangan.

Gambar 1.4 alat pelindung tangan

Sumber : Sv. Marvela 18

Sarung tangan pelindung sering dipakai oleh orang-orang yang bekerja di proyek konstruksi dan proyek-proyek lainnya. Fungsi utama sarung tangan sebagai alat keselamatan kerja yaitu melindungi tangan dari benda- benda kasar dan tajam. Contohnya adalah saat pekerja mengangkat besi atau kayu. Jika dilakukan terus menerus maka tangan pekerja bisa lecet karena permukaan benda tersebut kasar. Untuk itu, memakai sarung tangan akan mengurangi resiko tangan supaya tidak terluka saat bekerja.

(24)

13

5. Alat perlindungan mata.

Gambar 1.5 alat pelindung mata

Sumber : Sv. Marvela 18

Alat ini Berbentuk seperti kacamata, namun memiliki dimensi yang lebih lebar sehingga menutupi keseluruhan bagian mata. Kacamata kerja ini berfungsi melindungi mata pemakai dari serpihan-serpihan yang mungkin bertebaran di area proyek.

(25)

14

6. Alat pelindung badan.

Gambar 1.6 alat pelindung badan

Sumber : Sv. Marvela 18

Di Deck kapal khususnya kapal Supply terdapat suatu kegiatan atau suatu pekerjaan yang beresiko tinggi, oleh karena itu pekerja diharapkan memakai pelindung badan yang di peruntukkan untuk melindungi tubuh khususnya bagian dada dan punggung. Pelindung ini dinamakan Workvest.

(26)

15 7. Alat pelidung muka.

Gambar 1.7 alat pelindung muka

Sumber : Sv. Marvela 18

Welding perisai atau welding adalah kegiatan yang sangat umum di

atas kapal untuk perbaikan struktural. Juru las yang dilengkapi dengan perisai las atau topeng yang melindungi mata dari kontak langsung dengan sinar ultraviolet dari percikan las, hal Ini Harus Di perhatikan dan sebaiknya pemakaian Welding shield sangat di haruskan untuk keselamatan Pekerja

D. PENGERTIAN RESIKO

Menurut Organisasi Maritim Internasional (IMO) resiko adalah kombinasi dari frekuensi dan keparahan konsekuensi, demikian mengartikulasikan dua komponen dari kemungkinan terjadinya dan kemungkinan keparahan konsekuensi diprediksi. Resiko seperti seseorang atau sesuatu yang berbahaya yang diketahui untuk diantisipasi, tapi satu yang umum diterapkan dan resolusi berwibawa dalam konteks industri yang paling, mendefinisikan resiko sebagai. Kombinasi dari probabilitas, atau frekuensi,

(27)

16

dari terjadinya bahaya didefinisikan dan besarnya konsekuensi kejadian tersebut.

Tujuan manajemen keselamatan perusahaan harus membangun perlindungan terhadap semua resiko yang teridentifikasi, itu telah dinyatakan dalam ISM (International Keselamatan Kode Manajemen). Namun hal ini tidak menentukan setiap pendekatan khusus untuk teori manajemen resiko, dan itu untuk perusahaan itu sendiri untuk memilih metode yang tepat sesuai dengan struktur organisasi kapal. Metode dapat bervariasi sesuai tetapi bagaimana pernah lebih atau kurang formal mereka, mereka harus terorganisasi dengan baik dan direncanakan jika penilaian dan tanggapan dimaksudkan untuk selesai dan bertindak secara efektif, dan juga latihan seluruh harus didokumentasikan dalam konsep atau amandemen untuk memberikan bukti dari proses pengambilan keputusan.

Resiko untuk kapal harus berkesinambungan, direview secara berkala untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah kecelakaan.Karena resiko tidak pernah merupakan entitas yang konstan, perbedaan sifat persepsi dan antisipasi tingkat bahaya dari resiko yang dilakukan diselesaikan oleh pengalaman dan pelatihan. Perilaku manusia terhadap isu-isu, kesadaran umum, dan kewaspadaan konstan mereka yang terlibat, semuanya memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan organisasi dalam penilaian resiko dalam operasi kapal.

(28)

17 E. KECELAKAAN KERJA

Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tak terduga dan tidak diharapkan dan tidak terencana yang mengakibatkan luka, sakit, kerugian baik pada manusia, barang maupun lingkungan.

Penyebab kecelakaan kerja : a. Tempat Kerja

Tempat kerja harus memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja, seperti ukuran ruangan tempat kerja, penerangan, ventilasi udara, suhu tempat kerja, lantai dan kebersihan luangan, kelistrikan ruang, pewarnaan, gudang dan lain sebagainya. Jika tempat kerja tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, maka kecelakaan kerja sangat mungkin terjadi.

b. Kondisi Peralatan

Mesin-mesin dan peralatan kerja pada dasarnya mengandung bahaya dan menjadi sumber terjadinya kecelakaan kerja. Misalnya karena mesin atau peralatan yang berputar, bergerak, bergesekan, bergerak bolak-balik, roda gigi yang bergerak, transmisi serta peralatan lainnya.Oleh karena itu, mesin dan perlatan yang potensial menyebabkan kecelakaan kerja harus diberi pelindung agar tidak membahayakan operator atau manusia.

c. Bahan-bahan dan peralatan yang bergerak

Pemindahan barang-barang yang berat atau yang berbahaya (mudah meledak, pelumas, dan lainnya) dari satu tempat ke tempat yang lain sangat memungkinkan terjadi kecelakaan kerja.

Untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, perlu dilakukan pemikiran dan perhitunganyang matang, baik metode memindahkannya, alat yang

(29)

18

digunakan, jalur yang akan di lalui, siapa yang bisa memindahkan dan lain-lain.

d. Tools (Alat)

Kondisi suatu peralatan baik itu umur maupun kualitas sangat mempengaruhiterjadinya kecelakaan kerja. Alat-alat yang sudah tua kemungkinan rusak itu ada.Apabila alat itu sudah rusak, tentu saja dapat mengakibatkan kecelakaan.Melakukan perawatan pada alat-alat yang sudah tua dan melakukan kualitas kontrol pada alat-alat yang ada di tempat kerja.

F. PENGERTIAN KAPAL

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia kapal merupakan kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut. Undang-undang tentang pelayaran menyatakan kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu, yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energi lainnya, ditarik atau ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan dibawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung.

Fungsi utama kapal adalah alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut orang ataupun benda dari satu tempat ketempat lainnya. Laut adalah sarana transportasi yang sudah disediakan oleh alam. Manusia tinggal membuat dermaga di pelabuhan-pelabuhan dibandingkan dengan membuat jalan raya maka laut merupakan prasarana transportasi yang tidak memerlukan biaya. Daya angkut kapal pun sangat besar sekali.

Berabad-abad kapal digunakan oleh manusia untuk mengarungi sungai atau lautan yang diawali oleh penemuan perahu. Biasanya manusia pada masa

(30)

19

lampau menggunakan kano, rakit ataupun perahu, semakin besar kebutuhan akan daya muat maka dibuatlah perahu atau rakit yang berukuran lebih besar yang dinamakan kapal. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kapal pada masa lampau menggunakan kayu, bambu ataupun batang-batang papirus seperti yang digunakan bangsa mesir kuno kemudian digunakan bahan bahan logam seperti besi/baja karena kebutuhan manusia akan kapal yang kuat.

Untuk penggeraknya manusia pada awalnya menggunakan dayung kemudian angin dengan bantuan layar, mesin uap setelah muncul revolusi Industri dan mesin diesel serta Nuklir. Beberapa penelitian memunculkan kapal bermesin.

(31)

20

G. KERANGKA PENELITIAN

Melaksanakan pelatihan menggunakan alat keselamatan pelindung diri

Persiapan menggunakan alat alat keselamatan pelindung diri

Upaya penyelamatan diri menggunakan alat pelindung diri

Melaksanaan latihan alat keselamatan saat keadaan darurat

Upaya yang di lakukan mencegah bahaya dengan menggunakan alat pelindung diri

Pelaksanaan latihan menggunakan alat keselamatan pelindung diri yang ada di kapal

Gambar 1.8 kerangka penelitian

(32)

21

BAB III

METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN

Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Sesuai dengan pengertian tersebut kami menganalisis data dengan menggunakan pendekatan induktif.

Selain itu kami juga memberikan data-data yang sesuai dengan landasan teori yang kami gunakan. Sehingga penelitian kami dapat menjadi penelitian yang benar dan tepat.

Metode ini penulis dapat memahami dan mengungkapkan tentang masalah yang penulis teliti, dan juga metode kualitatif ini penulis dapat melakukan interview dengan objek yang penulis teliti. Dapat dipahami bahwa

menganalisa deskriptif kualitatif adalah memberikan prediket pada variabel yang diteliti sesuai dengan kondisi sebenarnya (Koentjaraningrat, 1993:89).

Maksudnya adalah untuk memperoleh gambaran yang sebenarnya antara keserasian teori dan praktek.

Dalam menganalisis dan mendeskripsikan peranan alat-alat keselamatan kerja dalam mengurangi resiko kecelakaan kerja di kapal. Penelitian ini menggunakan landasan teori sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian serta bahan pembahasan hasil penelitian.

(33)

22

B. LOKASI PENELITIAN

Penelitian ini penulis lakukan di Kapal Sv. Marvela 18,saat penulis melaksanakan Praktek Laut (PRALA) .

C. JENIS DAN SUMBER DATA

Data yang dikumpulkan dan digunakan dalam penyusunan proposal ini adalah data yang merupakan informasi yang diperoleh penulis melalui pengamatan langsung dan wawancara. Dari sumber-sumber ini diperoleh data sebagai berikut .

1. Data Primer

Sumber data primer dalam penelitian ini adalah artikel dan buku panduan penggunaan alat-alat keselmatan kerja dengan baik dan benar di harapkan dari buku panduan tersebut dapat mengambil keputusan pada saat bekerja di atas kapal hususnya di deck supaya dapat menghindari terjadinya kecelakaan kerja.

2. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber tidak langsung yang biasanya berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi, yang diusahakan sendiri pengumpulannya oleh penulis, selain dari sumbernya yang diteliti. Data ini diperoleh dari buku-buku dan internet yang berkaitan dengan obyek penelitian proposal atau yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas, yang diperlukan sebagai pedoman teoritis dan ketentuan formal dari keadaan nyata dalam observasi. Serta dari informasi lain yang telah disampaikan pada saat kuliah.

(34)

23

D. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti untuk mendapatkan data dalam suatu penelitian. Maka data yang diperoleh haruslah mendalam, jelas dan spesifik. Selanjutnya dijelaskan oleh Sugiyono (2009:225) cara-cara yang dapat digunakan oleh penulis untuk mengumpulkan data. Untuk memperoleh data dilapangan yang sesuai dengan masalah yang akan diteliti maka penulis menggunakan teknik sebagai berikut :

1. Observasi

Observasi menurut Kusuma (1987:25) adalah pengamatan yang dilakukan dengan sengaja dan sistematis terhadap aktivitas individu atau obyek lain yang diselidiki. Observasi pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan. Untuk memperoleh data yang autentik dalam pengumpulan data tentang pengendalian radar di alur pelayaran sempit.

Pengumpulan data dengan angket ini penulis mengajukan daftar pertanyaan secara tertulis kepada responden, dimana jawabannya sudah disediakan.Angket ini penulis tujukan kepada orangtua.

2. Dokumentasi

Pengumpulan data dengan teknik dokumentasi adalah data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip nilai, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya. Data yang akan dicari dapat berupa arsip-arsip tertulis, guna mengetahui panduan sistem kerja yang terjadi.

(35)

24

E. TEKNIK ANALISIS DATA

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan lebih banyak bersifat uraian dari hasil wawancara dan studi dokumentasi. Data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif.

Menurut Patton (Moleong, 2001:103), analisis data adalah “proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan uraian dasar”. Definisi tersebut memberikan gambaran tentang betapa pentingnya kedudukan analisis data dilihat dari segi tujuan penelitian. Prinsip pokok penelitian kualitatif adalah menemukan teori dari data.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan langkah-langkah seperti yang dikemukakan oleh Burhan Bungin (2003:70), yaitu sebagai berikut:

1. Pengumpulan Data (Data Collection)

Pengumpulan data merupakan bagian integral dari kegiatan analisis data.Kegiatan pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara dan studi dokumentasi.

2. Reduksi Data (Data Reduction)

Reduksi data, diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi dilakukan sejak pengumpulan data dimulai dengan membuat ringkasan, mengkode, menelusur tema, membuat gugus-gugus, menulis memo dan sebagainya dengan maksud menyisihkan data/informasi yang tidak relevan.

(36)

25

3. Display Data

Display data adalah pendeskripsian sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data kualitatif disajikan dalam bentuk teks naratif.Penyajiannya juga dapat berbentuk matrik, diagram, tabel dan bagan.

Berdasarkan keterangan di atas, maka setiap tahap dalam proses tersebut dilakukan untuk mendapatkan keabsahan data dengan menelan seluruh data yang ada dari berbagai sumber yang telah didapat dari lapangan dan dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto dan sebagainya melalui metode wawancara yang didukung dengan studi dokumentasi.

(37)

26 DAFTAR PUSTAKA

AM, Sugeng B. (2003) Teori penyebab kecelakaan.

https://www.safetyshoe.com/tag/teori-penyebab-kecelakaan-kerja-pdf/

(Diakses pada tanggal : 13 Februari 2018)

Astrid S. Susanto. 1979. Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial. Bina Cipta.

Burhan B.(2013). Teknis analisis data.

http://farelbae.wordpress.com/catatan-kuliah-ku/teknik-analisis-data/

(Diakses pada tanggal : 15 Februari 2018) Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pengertian kapal.

http://kbbi.web.id/kapal

(Diakses pada tanggal : 16 Februari 2018) Kusuma (1987) Observasi

https://prabowodaud.blogspot.com/2016/11/metode-pengumpulan-data- dalam-pelitian.html

(Diakses pada tanggal : 16 Februari 2018) Koentjaraningrat (1993) Dekriptif kualitatif

http://infodanpengertian.blogspot.com/2016/01/pengertian-penelitian- kualitatif.html

(Diakses pada tanggal : 17 Februari 2018) Moleong (2001) Analisis data

http://refdak.wordpress.com/2012/01/04/teknik-analisis-kualitatif- analisis- data-kualitatif/

(Diakses pada tanggal : 2 Maret 2018 )

Slamet, Margono, 1985 : 15 Pengantar Sosiologi, CV. Rajawali, Jakarta Soegiman. 1990. Ilmu Tanah. Terjemahan The Nature and Properties of soil.

Jakarta : Bhatara Karya Aksara. 788 hal.

Soleman B. Taneko (1986) Pengertian peran

http://www.landasanteori.com/2015/10/pengertian -peranan-definisi- menurut.html.

(Diakses pada tangal : 4 Maret 2018) Sugiyono (2009) Teknik pengumpulan data

http://sakalvin.blogspot.com/2013/04/metode-pengumpulan-data-dan- daftar-pustaka.html.

(Diakses pada tanggal : 5 Maret 2018)

Taneko. Soleman B. 1986. Konsepsi system social dan system sosial indonesia.

Jakarta: Fajar Agung

Gambar

Gambar 1.1alat keselamatan kerja berbentuk pakaian
Gambar 1.2 alat keselamatan kaki
Gambar 1.3 alat pelindung kepala (Helm)
Gambar 1.4 alat pelindung tangan
+5

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi berjudul Hubungan antara Inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Perilaku Aman (Safety Behavior) Pekerja pada Divisi Kapal Niaga

Lokasi penelitian adalah di jalan Raya Ampang kota Padang dengan mengamati pengguna sepeda motor yang menggunakan alat keselamatan helm, jaket, sepatu, sarung tangan dan

Pengendalian resiko yang wajib dilaksanakan di proyek adalah menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti sepatu safety, helm, sarung tangan, masker, body

Upaya mencegah kecelakaan untuk menjamin keselamatan jiwa anak buah kapal itu memiliki Faktor-faktor penyebab yang sering terjadinya kecelakaan kerja antara lain,

Menurut OSHA (Occupational Safety and Health Administration ) , Personal Safety Equipment atau alat pelindung diri didefinisikan sebagai alat yang digunakan

KERANGKA PENELITIAN OPTIMALISASI PENERAPAN K3 KESELAMATAN, KESEHATAN, DAN KERJA BAGI AWAK KAPAL UNTUK MENGHINDARI BAHAYA KECELAKAAN CARA MENINGKATKAN PENGETAHUAN K3 DENGAN

Berdasarkan hasil analisis artikel jurnal tentang K3, kompetensi sikap ahli keselamatan konstruksi dibagi menjadi quick response, communication, construction safety requlations,

Optimalisasi penggunaan alat keselamatan diri untuk meminimalisir risiko kecelakaan di atas kapal