• Tidak ada hasil yang ditemukan

( Dikirim: 11 April 2019, Direvisi: 07 Juni: 2019, Diterima: 12 Juni 2018 )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "( Dikirim: 11 April 2019, Direvisi: 07 Juni: 2019, Diterima: 12 Juni 2018 )"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS FORENSIK DIGITAL APLIKASI WHATSAPP DAN FACEBOOK MESSENGER PADA ANDROID SEBAGAI BARANG BUKTI DIGITAL DALAM PENANGANAN KASUS PROSTITUSI

ONLINE

DIGITAL FORENSIC ANALYSIS OF WHATSAPP AND FACEBOOK MESSENGER APPLICATION ON ANDROID AS DIGITAL EVIDENCE

GOODS IN HANDLING ONLINE PROSTITUSION CASE Ermadi Satriya1), Deska Widodo2)

1)2)Teknik Informatika – F.Teknik dan Sains - Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuhwaluh Purwokerto 53812 1)[email protected] 2)[email protected]

Abstrak

Perkembangan teknologi smartphone tumbuh semakin pesat, kemajuan teknologi ini menghasilkan berbagai aplikasi instant messenger di smartphone yang berdampak pada banyaknya pengguna media sosial yang dapat memudahkan untuk berinteraksi antar pengguna. Salah satu aplikasi instan messanger tersebut adalah aplikasi Facebook Messenger dan Whatsapp. Semakin banyaknya fitur yang diberikan kedua aplikasi tersebut maka dapat disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk tujuan melakukan tindakan kriminal, banyak tindak kriminal seperti pembunuhan berencana, pornografi, penipuan, perjudian, perdagangan narkoba, dan bahkan kejahatan terorisme. Penelitian ini menggunakan skenario percakapan terhadap kondisi aplikasi, diantaranya penghapusan percakapan pada aplikasi. Data setiap eksperimen akan diambil dengan menggunakan metode yang menyesuaikan dengan kondisi perangkat. Data diambil dan dianalisa menggunakan Oxgygen Forensic dan Mobiledit Forensic Express Pro setelah itu dilakukan analisa lanjutan untuk membuktikan data tersebut dapat dipakai dalam pengungkapan sebuah kasus. Setelah data dapat dibuktikan maka dilanjutkan dengan analisa perbandingan data digital terkait eksperimen, perangkat, dan aplikasi pengolah pesan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanganan kasus prostitusi online dengan memunculkan data bukti yang terjadi melalui aplikasi Facebook Messenger dan Whatsapp. Penelitian yang dilakukan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan tentang teknik pengungkapan bukti digital pada kasus prostitusi online.

Kata Kunci - Forensik, Facebook Messenger, Whatsapp, Prostitusi Online Abstract

The development of smartphone technology is growing increasingly rapidly, this technological advancement has resulted in a variety of instant messenger applications on smartphones that increase the number of social media users that can facilitate users between users.

(2)

One of the instant messenger applications is the Facebook Messenger and Whatsapp application. The more features provided by the two applications can be misused by certain elements for the purpose of criminal acts, many crimes such as planning, pornography, fighting, gambling, drug trafficking, and terrorism attacks. This study uses an application conversation scenario, an approved update on the application. Data for each experiment will be taken using a method that adjusts to the device. Data was taken and analyzed using Oxgygen Forensic and Mobiledit Forensic Express Pro after which further analysis was carried out to prove that the data could be used in a case complaint. After the data can be proven, it is then solved by analyzing data related to experiments, devices, and digital message processing applications. This study tries to analyze cases of online prostitution by raising evidence data that is done through the Facebook Messenger and Whatsapp applications. Research conducted can be useful to add insight into the technique of digital evidence complaints in cases of online prostitution.

Keywords - Forensics, Facebook Messenger, Whatsapp, Online Prostitution

PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu sangat pesat, salah satunya adalah perkembangan smartphone yang selalu mengalami perkembangan dari segi sistem operasi, fitur, spesifikasi, dan aplikasi. Teknologi yang semakin canggih menjadi bagian yang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat, tidak hanya melakukan kegiatan-kegiatan positif namun kegiatan-kegiatan negatif.

Mukti, (2017) menyatakan bahwa perkembangan teknologi smartphone ini juga diiringi dengan banyaknya pengguna media sosial yang dapat memudahkan untuk berinteraksi antar pengguna. Jumlah pengguna aktif media sosial diseluruh dunia mencapai 2,31 Triliun, yang artinya setara dengan 31% dari total populasi penduduk dunia. Pada Januari 2016 pengguna media sosial yang mengakses smartphone sebanyak 1,97 Triliun atau setara dengan 27% populasi penduduk dunia.

Terbongkarnya beberapa kasus prostitusi online yang diberitakan secara estafet oleh berbagai media di Indonesia, semuanya memiliki kesamaan dalam modus operasinya. Para pelaku memasarkan diri dan perempuan yang dijualnya melalui internet, baik dengan menggunakan website maupun jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Blackberry Messenger, dan sebagainya.

Aplikasi Whatsapp dan Facebook Messenger merupakan aplikasi pesan

instan dengan jumlah pengguna terbanyak didunia, Whatsapp memungkinkan

untuk mengirim pesan teks, video, dan media audio. Aplikasi ini tersedia untuk ponsel berbasis Android, Blackberry, iOS, Symbian (s60), dan Windows.

Whatsapp Inc. didirikan pada tahun 2009 oleh Brian Acton dan Jan Koum,

keduanya adalah veteran pada perusahaan Yahoo!. Dengan adanya aplikasi tersebut orang dapat bertukar informasi seperti gambar, video, aktivitas, dan acara dengan lebih cepat dan efisien tidak berbeda dengan Whatsapp,

Facebook Messenger juga merupakan aplikasi pesan instan, bedanya adalah Facebook Messenger merupakan aplikasi pihak ketiga.

(3)

Castro dan Orr (2018) menyatakan bahwa Analisis forensik yang dilakukan pada Whatsapp dengan fokus utama Android dan aplikasi pihak ketiga populer di WhatsApp serta memulihkan dan menemukan, mengidentifikasi tujuan .Perangkat Android di WhatsApp dari forensik artefak untuk secara khusus menghubungkan artefak yang ditafsirkan dan dianalisis informasi kontak dengan kronologis obrolan data terkait sehingga mampu mengambil pesan dekripsi untuk Penampil Whatsapp.

Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya tentang pengujian terhadap analisa forensik Whatsapp dan Line Messenger dengan proses akuisisi yang dilakukan menggunakan aplikasi OXYGEN forensik mendapati bahwa Bukti digital pada aplikasi Whatsapp dan LineMessenger berhasil didapatkan dari perangkat Android dengan menggunakan dua cara, yaitu cara manual dan menggunakan aplikasi tambahan. Data yang dapat diambil merupakan data utama dan data pendukung aplikasi, data utama berupa database berisikan kontak dan percakapan dan artefak file penyusun aplikasi serta data pendukung aplikasi berupa database cadangan dan file-file terkait media seperti gambar, video, dan suara (Ikhsani, 2016).

Yudhana, (2018) menyatakan bahwa (Penggunaan metode National Institute

of Justice (NIJ) mengurutkan tahapan forensic digital dengan mulai dari identification, collection, examination, analysis, dan reporting dengan sangat

baik. Metode ini banyak digunakan dalam menangani kasus kejahatan digital. Hasil akuisisi kemudian akan di analisa dengan cara menerjemahkan kode-kode hexsa hasil akuisisi sehingga menghasilkan barang bukti yang yang bisa di mengerti oleh hakim nantinya.

Dari penelitian–penelitian tentang digital forensik yang telah dilakukan di atas, belum dapat memperjelas dan mendapatkan hasil yang lebih rinci sehingga diperlukan metode yang lebih cepat dan singkat untuk mencari barang bukti yang diperlukan. Dengan adanya permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian lanjutan yaitu dengan melakukan analisis forensik pada aplikasi Whatsapp dan Facebook Messenger dengan metode National Institute

Of Justice (NIJ) untuk mendapatkan barang bukti digital dalam permasalahan

kasus prostitusi online dengan menggunakan tools Mobiledit Forensic Express dan Oxygen Forensic karena kedua tools tersebut mampu mendapatkan barang bukti percakapan, foto, waktu kejadian dan bukti gambar lainya secara lebih cepat dan lebih spesifik.

METODE PENELITIAN Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan mengacu pada proses investigasi dengan menggunakan metode National Institute Of

Justice (NIJ). Metode ini untuk menjelaskan bagaimana tahapan penelitian

yang akan dilakukan sehingga dapat diketahui alur dan langkah-langkah penelitian secara sistematis sehingga dapat dijadikan pedoman dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

(4)

Waktu dan Tempat

Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Februari - Mei 2019 bertempat di Laboratorium Hardware Gedung Fakultas Teknik dan Sains Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Variabel yang Diteliti

Variable yang diteliti dalam penelitian inimenggunakan beberapa objek antara lain:

1. Bukti waktu kejadian 2. Transkrip percakapan

3. File Gambar

Sumber Data

Sumber data yang digunakan adalah data dokumentasi dari skenario yang telah dibuat untuk dijadikan barang bukti digital.

Alat Penelitian

Instrumen yang digunakan pada penelitian ini baik dalam proses pengumpulan data ataupun dalam proses implementasi dan pengembangan program mencangkup :

a) Perangkat Keras :

1. Laptop Toshiba Processor AMD E-450 APU with Radeon(tm) HD

Graphics (2 CPUs), ~1,6GHz

2. Komputer/PC Intel(R) Core(TM)2 Duo CPU E6750 @ 2.66GHz 2.66GHz

3. RAM 4 GB

4. Hardisk 320GB

5. Smartphone Samsung Galaxy Young S-6310

6. Smartphone Oppo A37F b) Perangkat Lunak :

1. Sistem Operasi Windows 7 64bit 2. MOBILedit Forensic Express Pro 3. OXYGEN Forensic

4. Whatsapp Viewr

5. Whatsapp Messenger Versi 2.19.115 6. Facebook Messenger Versi 212.1.0.13.109 7. KingRoot

8. Framaroot Analisis Data

Penelitian ini menggunakan data dari skenario dirancang untuk menjelaskan langkah-langkah yang diperlukan dalam penelitian ini seperti terlihat pada Gambar 1. Adapun contoh kasus yang dijadikan acuan sebagai simulasi adalah kasus prostitusi online yang terjadi pada vanessa angel. Dari

(5)

kasus tersebut maka dibuatlah skenario untuk dijadikan referensi pengambilan barang bukti untuk kasus forensika digital lainya.

Gambar 1. Skenario untuk mendapatkan data 1. Penyusunan Skenario

Pada langkah ini skenario yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: a. Semua smartphone untuk analisis data menggunakan sistem operasi

Android.

b. Pada tahap awal muncikari melakukan komunikasi dengan pelanggan melalui aplikasi Facebook Messenger.

c. Diadakan tawar menawar antara muncikari dan pelanggan untuk mendapatkan harga yang sesuai keinginan pelanggan dan PSK (Pekerja Seks Komersial).

d. Setelah harga disepakati, muncikari memberikan informasi kontak atau nomor Whatsapp PSK tersebut kepada pelanggan.

e. Muncikari menghubungi PSK untuk memberitahu bahwa ada pelanggan yang ingin menggunakan jasanya untuk hari tertentu.

f. Muncikari menghapus semua chat yang ada di Facebook Messenger dan juga Whatsappp.

g. PSK Melakukan chat dengan aplikasi Whatsapp untuk komunikasi lebih lanjut lagi.

h. Terjadi kesepakatan antara pelanggan dan PSK perihal tempat dan tanggal.

i. PSK menghapus isi chat pada aplikasi Whatsapp dengan pelanggan untuk menghindari jeratan hukum.

j. Pada tahap selanjutnya dilakukan penyelidikan untuk mendapatkan barang bukti pada aplikasi Facebook Messenger yang ada pada

(6)

k. Selanjutnya dilakukan penyelidikan juga pada aplikasi Whatsapp

Messenger yang ada pada Smartphone PSK.

2. Simulasi Koneksi

Untuk lebih memahami dalam melakukan penelitian terhadap kasus forensik menggunakan aplikasi Whatsapp Messenger dan Facebook

Messenger, berikut adalah kegiatan rinci yang dilakukan menggunakan

aplikasi Whatsapp Messenger dan Facebook Messenger sebagai petunjuk untuk mendapatkan barang bukti digital sesuai dengan yang diharapkan.

a. Samsung Galaxy Young S-6310 menginstall aplikasi Facebook

Messenger

b. Oppo A37F menginstall aplikasi Whatsapp Messenger c. Mendaftar akun Whatsapp dan Facebook Messenger d. Akun Whatsapp menambahkan kontak

e. Akun Facebook Messenger menambahkan teman

f. Menggunakan Facebook Messenger untuk melakukan chat ke pelanggan. g. Menggunakan akun Whatsapp untuk mengirimkan dan menerima pesan

berupa pornografi ke pelanggan.

h. Menghapus aktivitas transaksi di semua akun tersebut. 3. Alur Pengembangan

Berikut merupakan desain alur pengembangan mendapatkan barang bukti digital dari penelitian yang akan dilakukan seperti terlihat pada Gambar 2.

(7)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Setelah dilakukan analisis terhadap aplikasi Facebook Messenger dan

Whatsapp Messenger menggunakan dua Software yang berbeda yaitu Mobiledit Forensic Express Pro dan Oxygen Forensic. Dari perbandingan ini

akan diketahui perbedaan dari fitur yang ditawarkan kedua aplikasi dan juga

Software yang digunakan.

1. Perbandingan Hasil Extraction

Perbandingan dilakukan menggunakan efisiensi waktu yang ada. Perbandingan dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Perbandingan Barang Bukti

Smartphone Software Physical Waktu

Extraction Mobiledit

Samsung Forensic Express 3,65 GB 60-120 Menit

Galaxy Young Pro

S-6310

Oxygen Forensic 3,65 GB 120-180 Menit

Mobiledit

Forensic Express 14,56 GB 240-300 Menit

OPPO A37F Pro

Oxygen Forensic 14,56 GB 300 Menit

2. Perbandingan Barang Bukti Yang Didapat

Perbandingan dilakukan agar dapat melakukan analisa secara detail apa mengetahui apa saja barang bukti yang sudah didapat pada kedua aplikasi yang dilakukan akuisisi data. Tabel perbandingan dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Perbandingan Barang Bukti

Facebook Messenger Whatsapp Messenger

(Samsung Galaxy Young S- (Oppo A37F)

Informasi 6310)

Mobiledit

Oxygen Mobiledit Oxygen

Forensic Forensic

Forensic Forensic

(8)

Akun Kamis Jum’at Kamis Jum’at Sarah Sarah Anjani Anjani Versi 212.1.0.13.109 212.1.0.13.109 1.19.115 1.19.115 Aplikasi Nomor +6288227357 - - -Handphone 525 Percakapan 3 - - 2 Kontak - - - 3 Gambar 5 5 9 9 Video - - - -Audio - - -

-3. Perbandingan Software pada Akuisisi Data Forensik

Perbandingan dilakukan dengan dua Software yang berbeda agar dapat mengetahui kemampuan kedua Software tersebut. Perbandingan Software dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Perbandingan Software

No Jenis Analisis Mobiledit Forensic Oxygen Forensic Express Pro

Saat melakukan akuisisi Saat melakukan

data Smartphone, akuisisi data, akan

1 Performance Software akan muncul dua pilihan (Kinerja) melakukan Extraction sebelum data secara otomatis Smartphone akan di meskipun Smartphone akuisisi yaitu dalam kondisi Root atau Default Mode dan

tidak. Advance Mode

(9)

yang keluar akan yang dihasilkan berbentuk folder dan file akan tersimpan di yang disimpan dan di Software tersebut

export langsung kedalam dan tidak melakukan

2 Informasi laptop, komputer/PC export secara sekaligus

terdapat juga otomatis ke

rangkuman hasil penyimpanan laptop

extraction yang

berbentuk file dengan format PDF.

Ketik

a dilakukan proses Ketika dilakukan

Extraction data dengan proses Extraction

kapasitas penyimpanan data dengan

Smartphon

e 4GB dapat kapasitas

3 Efisiensi selesa

i dalam waktu penyimpanan

kurang lebih 40-60 menit Smartphone 16GB dapa

t selesai dalam waktu 4-5 jam

Jika untuk kasus Untuk kasus

forensika digital forensika digital 4 Keakuratan Software ini sangat

Softwar

e ini kurang

Data membantu dalam efisien karena harus menyelesaikan suatu melakukan export

kasus kejahatan. Data data secara manual yang diperoleh akan dan melakukan dilakukan reporting reporting data

(10)

secara otomatis oleh secara manual

Software. sehingga dapat

mengurangi waktu untuk melakukan penyelidikan.

Dari perbandingan yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa

Software yang digunakan untuk melakukan Extraction data dapat berpengaruh

dalam mendapatkan data penting sebagai barang bukti untuk kepentingan kasus penyelidikan forensika digital. OXYGEN Forensic mempunyai waktu yang kurang efisien untuk melakukan extraction data begitupun dengan hasil yang didapatkan tidak langsung melakukan export kedalam penyimpanan laptop. Sebaliknya, Mobiledit Forensic Express Pro dapat melakukan

extraction data yang lebih cepat dan juga mampu membuat reporting secara

otomatis sehingga dapat mempermudah dalam melakukan penyelidikan dalam kasus forensika digital.

PENUTUP Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Terkait skenario yang dilakukan didapatkan barang bukti digital berupa percakapan dan file gamber yang terindikasi dan menjurus kepada kasus prostitusi online. Barang bukti didapatkan ketika Smartphone dalam kondisi Root karena bisa mendapatkan akses penuh dari Smartphone untuk melakukan akusisi data secara total.

2. Dari kedua Software yang digunakan sebagai media analisis data, dapat diambil kesimpulan bahwa Mobiledit Forensic Express Pro lebih cocok digunakan untuk melakukan investigasi terhadap kasus forensika digital terhadap aplikasi Facebook Messenger karena langsung melakukan

reporting percakapan sehingga tidak diperlukan tools yang lain untuk

melakukan deskripsi percakapan dan gambar.

3. Untuk analisis forensik digital pada kasus Whatsapp Messenger lebih cocok jika menggunakan Oxygen Forensic karena bisa mendapatkan hasil dari percakapan dan gambar yang telah dihapus sehingga dapat dilakukan deskripsi dengan baik untuk dianalisa lebih lanjut, sedangkan Mobiledit

Forensic Express Pro hanya mendapatkan database percakapan tetapi

(11)

Saran

1. alam proses analisis dibutuhkan perangkat yang lebih mendukung, terutama jika menggunakan Software yang berat untuk keperluan analisis, dibutuhkan spesifikasi perangkat yang canggih seperti RAM 16 GB, VGA 2 GB, processor i7 agar proses analisa berjalan lebih lancar.

2. Dengan berkembanganya teknologi secara terus-menerus diharapkan bagi penyidik forensik untuk selalu memperbaharui perkembangan teknologi yang ada untuk diterapkan dalam investigasi forensik khususnya untuk

mobile forensik.

3. Disarankan adanya penelitian lain yang melakukan investigasi terhadap aplikasi Whatsapp Messenger dan Facebook Messenger pada sistem operasi lain seperti Ios, Windows dan lainya.

4. Disarankan adanya penelitian lain yang menggunakan Software berbeda untuk mendapatkan hasil yang maksimal, khususnya untuk aplikasi

Facebook Messenger karena minimnya referensi Software yang digunakan

untuk melakukan deskripsi pada chatting database. DAFTAR PUSTAKA

Bradshaw, T. (2011). Facebook launches Messenger app. Available at:

https://www.ft.com/content/c1975e8a-c372-11e0-b163-00144feabdc0 (Accessed: 24 Ferbruari 2019).

Ikhsani, S., & Hidayanto, C., B. (2016). Analisa Forensik Whatsapp Dan LINE Messenger Pada Smartphone Android Sebagai Rujukan Dalam Menyediakan Barang Bukti Yang Kuat Dan Valid Di Indonesia.

Jurnal Teknik ITS, 5(2): A728–A736.

Orr, A., D. & Castro, A. (2018). Whatsapp Messenger On The Android

Platform:A Forensic Examination Of A Physical Device. Forensic Sci Methods Tech, 1(1): 04-19.

Mukti, W., A., Masruroh, U., S., & Khairani, D. (2017). Analisa Dan Perbandingan Bukti Forensik Aplikasi Media Sosial Facebook Dan Twitter Pada Smartphone Android. Jurnal Teknik Informatika (JIT),

10(1): 73–84.

Yudhana, A., Umar, R., & Ahmadi, A. (2017). Akuisisi Data Forensik Google Drive Pada Android Dengan Metode National Institute of Justice (NIJ). Jurnal CorelIT, 10(10): 8–12.

Gambar

Gambar 1. Skenario untuk mendapatkan data 1. Penyusunan Skenario
Gambar 2. Alur Pengembangan
Tabel 1. Perbandingan Barang Bukti Smartphone Software Physical
Tabel 3. Perbandingan Software

Referensi

Dokumen terkait

Namun setelah bertukar tempat mereka jadi mengerti bahwa “3 lebihnya ” diartikan dengan penjumlahan (+). Pertemuan ini membahas materi menjelaskan pengertian variabel,

Hasil pengamatan PA pada organ bursa fabricius kelompok ayam kontrol, kelompok vaksin lokal dan kelompok yang divaksinasi dengan vaksin komersial tidak ditemukan adanya perubahan

Dalam bahasa Kodi, konstruksi klausa dengan PRED berupa nominal membentuk konstruksi bermarkah karena subjek dirujuk silang oleh klitika yang secara kanonis

1) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lain yang dipersama- kan dengan itu. 2) Memberikan kredit

Hasil penelitian dapat menjadi sumbangan bagi ilmu psikologi perkembangan khususnya dalam teori penyesuaian diri pada remaja anak jalanan terhadap kehidupan di

Upaya untuk mewujudkan tujuan otonomi daerah, maka konsepsi otonomi daerah yang dilaksanakan di Indonesia yaitu:.. dengan menggunakan prinsip pemberian otonomi seluas-luasnya

“ Pariwisata adalah suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar yang mendapat pelayanan secara bergantian diantara orang-orang dalam suatu negara itu sendiri atau di

Berdasarkan pada pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya administrasi kredit adalah kegiatan pengumpulan dan penyajian informasi perkreditan. CV Jaya