• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Industri Semen di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perkembangan Industri Semen di Indonesia"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

Perkembangan

Industri Semen

di Indonesia

Ir. Widodo Santoso MBA

Ketua Asosiasi Semen Indonesia

(2)
(3)

Sasaran

Sasaran Pembangunan

Pembangunan Industri

Industri

3

1. Mencapai tingkat pertumbuhan sektor industri nonmigas 8,5% per tahun. 2. Meningkatkan kontribusi industri nonmigas terhadap PDB menjadi 24,9%. 3. Mengurangi ketergantungan terhadap impor.

4. Meningkatkan ekspor produk industri .

5. Meningkatkan persebaran dan pemerataan kegiatan industri.

6. Meningkatkan peran industri kecil melalui penumbuhan industri hilir.

7. Meningkatkan inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam rangka penciptaan nilai tambah yang tinggi.

8. Meningkatkan penyerapan tenaga kerja. 9. Memperkuat struktur industri.

10. Meningkatkan industri pengolah sumber daya alam. 11. Memperkokoh konektivitas ekonomi nasional.

(4)

Kondisi

Kondisi Ekonomi

Ekonomi 2014

2014

PDB : USD 3,466

Inflasi : 8.36%

Pertumbuhan PDB: 5.02%

USD Rate :

Rp.12,000,-

Pertumbuhan sektor konstruksi : 7%

(5)

Alokasi

Alokasi IInvestasi

nvestasi IInfrastruktur

nfrastruktur

R

Realisasi

ealisasi 2005

2005--2014 &

2014 & Proyeksi

Proyeksi 2015

2015

26.11 54.14 60.27 78.79 91.34 99.37 128.64 190.88 196.72 206.6 443.12 27.4 45.58 51.18 73.69 74.96 68.98 74.36 99.1 132.36 161.5 109.06 37.93 50.74 38.3 42.63 40.25 47.85 56.35 68.4 77.4 83.6 213.24 19 24.54 46.29 55.33 32.44 41.8 46.9 53.2 60.2 70 338.46 104.0 175.0 196.0 250.0 238.0 258.0 306.0 411.0 466.0 521.0 1,109.0 0 200 400 600 800 1,000 1,200 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

APBN APBD BUMN Swasta Total Investasi

(6)

2015-2019 (trillion rupiah)

Sectors Full Scheme (100%)

Parsial Scheme (75%) Base Scheme (50%) Kebutuhan Proporsi pada100% Kebutuhan Proporsi pada100%

Roads 1.274 851 67% 637 50%

Railways 278 222 80% 140 50%

Cities Transportation 166 115 69% 75 45%

Sea Transportation 563 424 75% 282 50%

Ferry and Shipping 91 80 88% 60 66%

Air Transportation 182 165 91% 100 55%

Electricity 1.080 762 71% 714 66%

Energy and Gas 535 420 79% 268 50%

Water Sources 1,091 845 77% 645 59%

Clean and Waste Water 666 450 68% 330 50%

Public Housing 384 247 64% 180 47%

ICT 242* 200 83% 130 54%

Total Investment 6,552 4,781 3,561

Keperluan Investasi (prioritas): Rp 5.452 triliun

*)dari jumlah ini terdapat IDR 22 Triliun sebagai porsi pemerintah murni

Investment on Infrastructure

Year 2015-2019

Anggaran infrastruktur 2015 APBNP 1,984.1 T PU = 105T realisasi Semester I = 26%

Perhub = 52T realisasi Semester I = 35%

(7)
(8)
(9)

9

Anggaran infrastruktur kementrian PU th 2015 hanya sebesar 94.57 trilyun yg

terdiri dari carry over 9.1 T dan yg th 2015 85.47 . Bulan awal mei sdh 80 % selesai proses tender . Diharapkan awal juni proyek fisik sudah jalan.

APBN 2015 untuk infrastruktur naik 50% dari tahun 2014 yaitu sebesar 290,3T. Sejumlah proyek infstruktur sampai dengan tahun 2019 sbb :

1. Irigasi dan pembangunan waduk dan bedungan 63 lokasi. 2. Proyek rel KA di Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan:

- Antar kota 2.159km - Perkotaan 1.099km

3. Pembangunan 24 Pelabuhan baru 4. Pembangunan 15 Bandara baru

5. Pembangaunan pasar tradisional di 5.000 lokasi 6. Jalan baru dan tol sepanjang 3.350km.

Tahun 2015 rencana pembangunan jalan tol sepanjang 419,56 km (Di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Papua)

7. Pembangunan program 5,5 juta rumah swadaya untuk MBR (rumah tangga) dan rusunawa 5.257 twinblok

(10)

10

Infrastruktur 30% Perumahan / Umum 70%

Kebutuhan Semen

Kebutuhan Semen

(11)

11

Industri semen

(12)

Peta

Peta Perekonomian

Perekonomian masyarakat

masyarakat ASEAN

ASEAN

12

(13)

Peluang

Peluang B

Bisnis

isnis IIndonesia

ndonesia ke

ke ASEAN

ASEAN

((realisasi

realisasi ekspor

ekspor 14.4% &

14.4% & impor

impor 15%

15% tahun

tahun 2013)

2013)

(14)
(15)

Kapasitas

Kapasitas T

Terpasang

erpasang

15

No. COMPANY

Design Capacity SHARE HOLDERS Clinker Cement

2014 2015 2014 2015

SEMEN GRESIK GROUP 51.01% Government

48.99% Public 1 PT. SEMEN PADANG 5,610 5,610 7,450 7,450

2 PT. SEMEN GRESIK, Tbk. 10,500 10,500 14,700 14,700 3 PT. SEMEN TONASA 6,300 6,300 7,400 7,400

4 PT. HOLCIM INDONESIA Tbk. 7,300 8,670 10,400 12,000 80.64% Holderfin B.V. 19.36% Public

PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk. 15,600 15,600 20,500 20,500

51.00% Birchwood Omnia Ltd, UK

5 13.03% PT. Mekar Perkasa

35.97% Public 6 PT. SEMEN BATURAJA 1,200 1,200 2,000 2,000 76.24% Government

23.77% Public

7 PT. LAFARGE CEMENT INDONESIA 1,200 1,200 1,600 1,600 99.90% Financiere Lafarge 0.01% Local Private Company 8 PT. SEMEN KUPANG 300 300 400 400 100% Government

9 PT. SEMEN BOSOWA MAROS 2,300 5,500 5,000 5,700 100% National Private Company 10 PT. CEMINDO GEMILANG - 3,000 - 3,600 100% National Private Company 11 PT. JUISHIN INDONESIA - - - 1,500 100% National Private Company 12 PT. SINAR TAMBANG ARTHALESTARI - - - 1,500 100% National Private Company

TOTAL 50,310 57,880 69,450 78,350

(16)

Pangsa

Pangsa Pasar

Pasar Semen Per Wilayah

Semen Per Wilayah Tahun

Tahun 2014

2014

Jawa 56% Sumatera 21% Kalimantan 8% Sulawesi 7% Bali-Nustra 6% Maluku-Papua 2%

16

Total Indonesia Tahun 2014 :

59,909,508 ton naik 3,3%

Catatan : Tidak termasuk impor sebesar 2,0 juta ton Sumber: Kemenperin

(17)

Pangsa

Pangsa Pasar

Pasar Semen

Semen Perdaerah

Perdaerah

Januari

Januari -- Agustus

Agustus Tahun

Tahun 2015

2015

Jawa 57% Sumatera 21% Sulawesi 7% Kalimantan 7% Balnustra 6% Malpap

2% Total Penjualan : 37.409.383 ton

Termasuk impor sebesar 376,326 ton

17

(18)

Kebutuhan

Kebutuhan Semen Per Wilayah

Semen Per Wilayah

Tahun

Tahun 2014 & 2015

2014 & 2015

Wilayah 2014 Jan - Ags 2015 Jan - Ags % Tumbuh Sumatera 7,762,972 7,734,377 (0.4) Jawa 21,057,889 21,221,558 0.8 Kalimantan 2,809,985 2,594,691 (7.7) Sulawesi 2,764,560 2,845,622 2.9 Bal-Nustra 2,178,548 2,178,474 (0.0) Mal-Papua 787,408 834,661 6.0 Total Indonesia 37,361,362 37,409,383 0.1

18

(19)

Kebutuhan

Kebutuhan Semen Per Wilayah

Semen Per Wilayah

Tahun

Tahun 2014 & 2015 (Jan

2014 & 2015 (Jan--Okt

Okt))

Wilayah 2014 Jan - Okt 2015 Jan - Okt % Tumbuh Sumatera 10.170.610 10.418.928 2.4 Jawa 27.520.613 27.938.648 1.5 Kalimantan 3.638.289 3.330.263 (8.5) Sulawesi 3.640.441 3.865.266 6.2 Bal-Nustra 2.773.736 2.848.502 2.7 Mal-Papua 1.008.500 1.093.401 8.4 Total Indonesia 48.752.188 49.495.008 1.5

19

(20)

Tren

Tren Perkembangan

Perkembangan Kebutuhan

Kebutuhan Semen 2014

Semen 2014--2015

2015

0 1,000,000 2,000,000 3,000,000 4,000,000 5,000,000 6,000,000 7,000,000

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt

2014 2015

(21)

IIndustri

ndustri S

Semen

emen IIndonesia

ndonesia

R

Realisasi

ealisasi tahun 201

tahun 2014

4 &

& P

Proyeksi

royeksi s/d

s/d 20

2020

20

0 20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Kebutuhan Kapasitas

21

Sumber: Kemenperin

(22)

C

Cement Industry in

ement Industry in Asean

Asean Countries 2014

Countries 2014

22

Countries Capacity (m ton) Demand (m ton) Population (m) Percapita Consumption (kg) Brunei - 0.36 0.41 1,002 Singapore 0.3 5.80 5.30 1,284 Philippines 31.2 19.19 97.40 169 Malaysia 35.9 19.00 29.90 635 Indonesia* 69.4 61.9 252.1 243 Vietnam 76.4 53.60 9.0 595 Thailand 56.4 29.70 69.9 424

*actual data 2014 including cement import 2,0 million ton Source: Global Cement Report

(23)

Additional Capacity in 2014 Additional Capacity in 2014

No. Companies Capacity Location Type Investor Commissioning

1. Semen Padang 1 mtons Dumai, Riau Grinding Plant PT Semen Padang 2ndSemester 2014

2. Indocement 1,9 mtons Citeureup,

West Java

Grinding Plant PT Indocement Tunggal Prakarsa

February 2014

3. Holcim Indonesia 1,7 mtons Tuban, East Java

Integrated Plant PT Holcim Indonesia April 2014

4. Jui Shin 1,5 mtons Karawang,

West Java

Integrated Plant Taiwan February 2014

Source: Ministry of Industry

Semen Padang, Semen Padang, at at DumaiDumai 1 m 1 m onsons Indocement Indocement, , at at CiteureupCiteureup 1,9 1,9 mtonsmtons Jui Jui Shin Shin at

at KarawangKarawang 1,5

1,5 mtonsmtons HolcimHolcim at at TubanTuban 1,7 1,7 mtonmton

(24)

Additional Capacity in 2015 Additional Capacity in 2015

No Companies Capacity Location Type Investor Commissioning

1. Semen Bosowa 2,5 mtons Maros, South Sulawesi Integrated Plant Bosowa Group 2ndSemester 2015

2. Holcim 1,7 mtons Tuban, East Java Integrated Plant PT Holcim Indonesia 2ndSemester 2015

3. Semindo Gemilang 3,0 mtons Bayah, Banten Integrated Plant PT Semindo Gemilang 2ndSemester 2015

4. Anhui Conch Cement 1,7 mtons Tabalong, South Kalimantan

Integrated Plant China 2ndSemester 2015

5. Semen Jawa 1,7 mtons Sukabumi, West Java Integrated Plant Siam Cement Group 2ndSemester 2015

Source: Ministry of Industry

Semen Bosowa, Semen Bosowa, at Maros at Maros 2,5 2,5 mtonsmtons Holcim Holcim at at TubanTuban 1,7 1,7 mtonsmtons Semindo Semindo Gemilang Gemilang at at BantenBanten 3,0 3,0 mtonsmtons Anhui Conch Anhui Conch at South Kalimantan at South Kalimantan 1 1,7 ,7 mtonsmtons Semen Semen JawaJawa at

at SukabumiSukabumi 1,7

(25)

Additional Capacity in 2016 Additional Capacity in 2016

No. Companies Capacity Location Type Investor Commissioning

1. Semen Gresik 2,5 mtons Rembang,

Central Java

Integrated Plant PT Semen Indonesia 2ndSemester 2016

2. Semen Padang 2,5 mtons Indarung, West Sumatra

Integrated Plant PT Semen Indonesia 2ndSemester 2016

3. Panasia 1,5 mtons Banyumas,

Central Java

Integrated Plant Panasia 1stSemester 2016

4. Indocement 4,4 mtons Citeureup, West

Java

Integrated Plant PT Indocement Tunggal Prakarsa

1stSemester 2016

Source: Ministry of Industry

Semen Gresik at Rembang 2,5 mtons Semen Padang at Indarung 2,5 mtons Panasia at Banyumas 1,5 mtons Holcim at Tuban 1,7 mtons

25

(26)

26

Nama Perusahaan

Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand

PT. LCI 1,600 1,600 1,600 1,600 1,600 1,600 PT. SP 6,300 7,200 7,450 10,200 10,200 12,700 PT. SB 2,000 2,000 2,000 3,700 3,700 3,700 TOTAL 9,900 12,182 10,800 12,493 11,050 13,118 15,500 13,774 15,500 14,462 18,000 15,185 2013 2014 2015 2016 2017 2018 SU M A T ER A Kapasitas

Kapasitas TerpasangTerpasang & & KebutuhanKebutuhan Semen di SumateraSemen di Sumatera Tahun

(27)

Nama

Perusahaan 2013 2014 2015 2016 2017 2018

Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand

J AW A PT. ITP 15,600 13,000 17,900 17,900 22,200 22,200 PT. HI 8,700 10,400 12,000 13,100 13,100 13,100 PT. SG 11,300 14,700 14,700 18,800 18,800 18,800 Jui Shin 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 SCG 1,700 1,700 1,700 1,700 Cemindo Gemilang 3,600 3,600 3,600 3,600 Panasia 1,700 1,700 1,700 1,700 Ultra Tech 1,700 1,700 TOTAL 35,600 32,712 40,100 33,732 53,600 35,419 58,800 37,190 64,800 39,049 64,800 41,001

27

Kapasitas

Kapasitas TerpasangTerpasang & & KebutuhanKebutuhan Semen di Semen di JawaJawa Tahun

(28)

Nama

Perusahaan 2013 2014 2015 2016 2017 2018

Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand

KA LIM AN TA N PT. ITP 2,600 2,600 2,600 2,600 2,600 2,600 Anhui Conch 1,700 1,700 1,700 1,700 TOTAL 2,600 4,388 2,600 4,547 4,300 4,774 4,300 5,013 4,300 5,264 4,300 5,527

28

Kapasitas

Kapasitas TerpasangTerpasang & & KebutuhanKebutuhan Semen di KalimantanSemen di Kalimantan Tahun

(29)

Nama

Perusahaan 2013 2014 2015 2016 2017 2018

Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand

SU LA W ES I PT. ST 6,700 7,300 7,400 7,300 7,300 7,300 PT. SBM 5,000 5,000 5,700 5,700 5,700 5,700 TOTAL 11,700 4,274 12,300 4,528 13,100 4,754 13,000 4,992 13,000 5,242 13,000 5,504

29

Kapasitas

Kapasitas TerpasangTerpasang & & KebutuhanKebutuhan Semen di SulawesiSemen di Sulawesi Tahun

(30)

Nama

Perusahaan 2013 2014 2015 2016 2017 2018

Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand

N TT -PA PU A PT. SK 400 400 400 400 400 400 Semen Papua 1,700 1,700 TOTAL 400 4,468 400 4,610 400 4,841 400 5,083 2,100 5,337 2,100 5,603

30

Kapasitas

Kapasitas TerpasangTerpasang & & KebutuhanKebutuhan Semen di NTT Semen di NTT -- PapuaPapua Tahun

(31)

Perkembangan

Perkembangan KapasitasKapasitas & & KebutuhanKebutuhan Semen Semen NasionalNasional Tahun

Tahun 2013 2013 -- 20182018

31

Nama Perusahaan

Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand Capacity Demand

PT. LCI 1,600 1,600 1,600 1,600 1,600 1,600 PT. SP 6,300 7,200 7,450 10,200 10,200 12,700 PT. SB 2,000 2,000 2,000 3,700 3,700 3,700 TOTAL 9,900 12,182 10,800 12,493 11,050 13,118 15,500 13,774 15,500 14,462 18,000 15,185 PT. ITP 15,600 13,000 17,900 17,900 22,200 22,200 PT. HI 8,700 10,400 12,000 13,100 13,100 13,100 PT. SG 11,300 14,700 14,700 18,800 18,800 18,800 Jui Shin 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 SCG 1,700 1,700 1,700 1,700 Cemindo Gemilang 3,600 3,600 3,600 3,600 Panasia 1,700 1,700 1,700 1,700 Ultra Tech 1,700 1,700 TOTAL 35,600 32,712 40,100 33,732 53,600 35,419 58,800 37,190 64,800 39,049 64,800 41,001 PT. ITP 2,600 2,600 2,600 2,600 2,600 2,600 Anhui Conch 1,700 1,700 1,700 1,700 TOTAL 2,600 4,388 2,600 4,547 4,300 4,774 4,300 5,013 4,300 5,264 4,300 5,527 PT. ST 6,700 7,300 7,400 7,300 7,300 7,300 PT. SBM 5,000 5,000 5,700 5,700 5,700 5,700 TOTAL 11,700 4,274 12,300 4,528 13,100 4,754 13,000 4,992 13,000 5,242 13,000 5,504 PT. SK 400 400 400 400 400 400 Semen Papua 1,700 1,700 TOTAL 400 4,468 400 4,610 400 4,841 400 5,083 2,100 5,337 2,100 5,603 Grand Total 60,200 58,024 66,200 59,910 82,450 62,906 92,000 66,051 99,700 69,353 102,200 72,821

Sumber : Kemenperin yang diolah

NT T PAP UA SUM ATE RA JAWA KA LIMAN TAN SU LA W ESI 2013 2014 2015 2016 2017 2018

(32)

32

Alur

(33)

Kebutuhan Batubara Pada Industri Semen

Kebutuhan Batubara Pada Industri Semen

2010

2010 -- 2014

2014

Year Produksi Semen (000 tons) Produksi Clinker (000 tons) Kebutuhan Batubara (000 tons) 2010 37,844 32,167 11.656,27 2011 45,238 38,452 13.003,79 2012 53,254 42,006 14.790,57 2013 57,739 44,919 15.848,87 2014 59,984 45,621 16.203,97

33

0 2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000 14,000 16,000 18,000 0 10,000 20,000 30,000 40,000 50,000 60,000 70,000 2010 2011 2012 2013 2014 B atu bara (000 ton ) Sem en (000 ton )

(34)

11.405 ton batubara 4.799 ton

batubara

Energi Panas vs Energi Listrik

Energi Panas vs Energi Listrik

Tahun 2014

Tahun 2014

Energi Panas Energi Listrik

(35)

0 20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000 0 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 35,000 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Sem en (0 00 ton ) B a tu b a ra (0 00 ton )

Energi Panas Energi Listrik Prod Semen

35

Proyeksi Kebutuhan Batubara s/d Tahun 2020 (000 ton) Proyeksi Kebutuhan Batubara s/d Tahun 2020 (000 ton)

(36)

KESIMPULAN

KESIMPULAN

1.

Kebutuhan batubara untuk industri semen relatif kecil dibanding

dengan total kebutuhan dalam negeri dan ekspor batubara ke luar

negeri. Untuk industri semen kebutuhan batubara sampai dengan tahun

2020 diperkirakan sekitar 30 juta ton.

2.

Kebutuhan energi listrik sebagian besar disuply oleh PLN. Namun

beberapa pabrik semen sudah menggunakan pembangkit sendiri

seperti pabrik Semen Tonasa dan rencana semen Merah Putih, Semen

Padang dll mungkin akan membangun pembangkit sendiri.

3.

Pabrik-pabrik semen baru akan bertambah untuk tahun 2015 dan 2016

sehingga kapasitas terpasang cukup untuk melayani kebutuhan semen

nasional s/d 2020. Baik untuk infrastruktur maupun perumahan dan

proyek-proyek pemerintah dan swasta.

4.

Tahun 2016 Indonesia mempunyai kapasitas produksi semen terbesar

di ASEAN sebesar 92 juta ton. Dan masih akan meningkat menjadi

102 juta ton di tahun 2017.

(37)

Referensi

Dokumen terkait

Tidak hanya itu, manusia juga bisa terinfeksi hanya dengan menyentuh objek (misalnya jarum) yang sudah terkontaminasi. Serangan sakit virus Ebola sangat tiba-tiba.

Berdasarkan pendapat di atas maka, standar pelayanan minimal yang dilakukan oleh lembaga publik harus mengacu pada regulasi dan persyaratan yang ditentukan,

r Studi lVlodel Pompa Air Laut Energi Gelombang Jenis Silinder Osilasi Terpasang Tetap (Fixed OWC).. Oleh Muhantmad Ali, StafPengajur Teknik Srpr/

istilah tarekat banyak dikenal sebagai bentuk madrasah, ri’âyah atau organisasi sufi yang terlembaga dengan adanya mursyid, murid, dan beberapa anggaran dasar dan anggaran rumah

Subyek penelitian adalah orang – orang yang dapat memberikan sebuah informasi tentang sesuatu yang sedang di teliti. Peneliti akan memfokuskan penelitiannya

Sehingga dapat disimpulkan bahwa H 0 ditolak, yang artinya secara simultan perubahan laba bersih, perubahan arus kas operasi, perubahan arus kas investasi, perubahan

Apalagi perbankan syariah merupakan sistem perbankan yang belum lama berlangsung di Indonesia, sehingga sangat mungkin melahirkan berbagai bentuk permasalahan

Apabila terdapat bukti objektif (seperti memburuknya lingkungan bisnis di mana entitas penerbit menjalankan bisnisnya, kemungkinan ketidakmampuan di dalam membayar atau