• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BIDANG ARSIP DAN MUSEUM"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

. 'PENDAPAT AKHIR

FRAl~SI

l(f\R\'A PE!VIBANGUNAN

DPR RI

TERllADAP

RAN(~ANf;AN

lJNDANG-UNDAN(;

TENTANG

PENGELOLAAN ZAl<AT

Disampaikan oleh :

Drs.

H.

YUSUF HIDAY AT

Anggota FKP DPR RI No. A-266

Jakarta, 14 September 1999

,,

.j

. I;

(2)

PENDAPAT AKHIR

FRAKSI KARYA PEMBANGUNAN DPR-RI TERHADAP

RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENT ANG

PENGELOLAAN ZAKAT

---Disampaikan oleh : Drs.H. Yusuf Hidayat

Anggota FKP DPR-RI : No. A-266

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Yang terhormat Pimpinan Rapat Paripurna DPR-RI,

Yang terhormat Saudara Menteri Agama RI yang mewakili Pemerintah, Yang terhormat Para Anggota DPR-RI,

Hadirin dan hadirat yang berbahagia.

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya yang dilimpahkan kepada kita sekalian, sehingga- kita dapat hadir dalam Rapat Paripurna DPR-RI hari ini dalam rangka Pembicaraan Tingkat IV/Pengambilan Keputusan terhadap RUU tentang Pengelolaan Zakat yang diajukan pemerintah beberapa waktu yang lalu.

Zakat merupakan pranata keagamaan dalam Islam apabila dikelola dengan profesional sungguh merupakan sumber dana yang potensial untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, RUU tentang Pengelolaan Zakat sangat penting dan sudah lama diperjuangkan oleh Fraksi Karya Pembangunan karena itu kehadirannya dinantikan oleh masyarakat khususnya ummat Islam.

(3)

I

-Pengelolaan zakat yang ada selama ini ada yang sudah baik namun juga masih banyak yang belum sesuai dengan harapan masyarakat. Hal ini terjadi karena pengelolaan zakat dilaksanakan kurang sungguh-sungguh dan sekedar melaksanakan kewajiban menjelang Hari Raya ldul Fitri, sehingga pengumpulan dan pendistribusiannya terkesan turnpang tindih dan tidak terkoordinasi. Dengan lahirnya Undang-undang ini diharapkan pengelolaan zakat akan dapat berhasil dengan baik. Amil zakat atau petugas pengelola zakat termasuk yang berhak menerima bagian zakat; secara tersirat memikul sumber daya manusia yang profesional agar hasil pengumpulan zakat dapat berdaya guna dan berhasil guna.

Disinilah perlunya amil zakat yang profesional dan amil ini pula yang bertanggung jawab terhadap prose? pengumpulan serta pengambilan zakat dari muzakki.

Al Qur'an secara tegas menyatakan :

~

ff.!__?__;

~~

-~M ~~; ~ ~

Artinya : "Ambillah sedekahnya (zakat) dari sebagian harta mereka dengan sedekah itu kamu bersihkan dan sucikan mereka ."

Diharapkan dengan adanya Undang-undang tentang Pengelolaan Zakat ini akan menambah kesadaran mereka yang berkelebihan untuk menunaikan zakat. Tidak berkelebihan apabila ummat Islam Indonesia yang mayoritas ini konsekuen terhadap kewajiban yang besar dalam membangun, meningkatkan, dan menumbuhkan kesejahteraan serta kemandirian bangsa.

(4)

Fraksi Karya Pernbangunan berpendirian bahwa Rancangan Undang-undang ini tidak akan rnenghapus Badan Amil Zakat yang

sudah ada, rnalahan akan mernperkokoh keberadaan badan tersebut

dan menambah serta melengkapi perangkat badan sesuai dengan rancangan undang-undang ini. Badan pengelola zakat yang akan dibentuk yang terdiri dari unsur-unsur ulama, cendikia dan tokoh masyarakat bersama dengan Pemerintah. Fraksi Karya Pembangunan

menganggap perlunya tetap rnempertahankan lembaga-lembaga

pengelola zakat yang ada di masyarakat. Karena itu dalarn Rancangan Undang-undang ini secara tegas dibedakan antara badan amil zakat yang akan dibentuk oleh pemerintah dan lembaga amil zakat yang sepenuhnya dibentuk oleh masyarakat.

Sidang Paripurna yang terhormat,

Sadan Amil Zakat yang akan dibentuk disesuaikan dengan

keberadaan U U No. 22 Tahun 1999 tentang Pernerintahan di . daerah, yaitu di tingkat pusat, tingkat propinsi, tingkat kabupaten/kota dan di kecamatan ataupun desa. Sehingga akan tercipta hubungan koordinasi, konsultasi dan informasi antara daerah dan pusat ataupun koordinasi di antara badan amil zakat daerah, dan kepengurusannyapun akan terdiri dari ur.isur ma_?yarakat dan pemerintah serta dilengkapi unsur pertimbangan dan pengawasan.

Pengawasan dimaksud sebagaimana tercantum dalam pasal 18 ayat

(1 ), (2), (3), dan (4), berbunyi:

(1) Pengawasan terhadap pelaksanaan tugas badan amil zakat dilakukan oleh unsur pengawas sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 6 ayat (5).

(5)

(2) Pimpinan unsur pengawas dipilih langsung oleh anggota.

(3) Unsur pengawas berkedudukan di semua tingkatan badan amil

zakat.

(4) Dalam melakukan pemeriksaan keuangan badan amil zakat, unsur pengawas dapat meminta bantuan akuntan publik.

Dalam Rancangan Undang-undang ini sebagaimana dicantumkan dalam pasal 14 ayat (1 ); Muzakki melakukan perhitungan sendiri hartanya dan kewajiban zakatnya berdasarkan hukum agarna. Ayat (2); Dalam hal tidak dapat menghitung sendiri hartanya dan kewajiban zakatnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1 ), muzakki dapat meminta bantuan kepada badan amil zakat atau badan amil zakat memberikan bantuan kepada muzakki untuk menghitungnya. Ayat (3); Zakat yang telah dibayarkan kepada Sadan Amil Zakat atau Lembaga Amil Zakat dikurangkan dari laba/pendapatan sisa kena pajak dari wajib pajak yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Fraksi Karya Pembangunan memperjuangkan agar wajib zakat . tidak terkena beban ganda, hal ini diatur dalam penjelasan ayat (3) yang berbunyi pengurangan zakat dari laba/pendapatan sisa kena pajak dimaksudkan agar wajib pajak tidak terkena beban ganda : kewajiban bayar zakat dan pajak. Kesadaran membayar zakat dapat memacu kesadaran membayar pajak. Tidak ada paksaan bagi muzakki untuk membayar zakatnya, akan tetapi kesadaran dari setiap ummat Islam yang mampu untuk memenuhi kewajiban agamanya. lnilah yang dituntut dalam Undang-undang ini untuk menyadarkan ummat membayar zakat baik zakat mal, lnfaq, Shadaqah, maupun hibah, wasiat, waris. dan kafarat. Peran ulama dan tokoh masyarakat sangat diperlukan dalam pemasyarakatan undang-undang ini.

(6)

Oleh karena itu. tuntutan masyarakat akan pemerataan dan peningkatan kesejahteraan lambat laun dapat terwujud, karena Rancangan Undang-undang ini diajukan oleh Pemerintah dan dibahas oleh DPR-RI guna mewujudkan kesejahteraan sosial pada masyarakat kita.

Sidang Dewan yang terhormat.

Tentang sanksi bagi pengelola zakat semua Fraksi dan pemerintah menyetujui rumusaan baru sebagaimana tercantum dalam pasal 21 ayat (1 ), (2) dan (3), berbunyi :

(1) Setiap pengelola zakat yang karena kelalaiannya tidak mencatat atau mencatat dengan tidak benar harta zakat, infaq, shadaqah. hibah, wasiat, waris, serta kafarat sebagaimana dimaksud pasal 8. ·pasal 12 dan pasal 13 dalam undang-undang ini, diancam dengan hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan dan/atau denda sebanyak-banyaknya Rp 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah).

(2) Tindak pidana yang dimaksud pada ayat (1) di atas rnerupakan pelanggaran.

(3) Setiap petugas badan amil zakat dan lembaga amil zakat yang melakukan tindak pidana kejahatan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sidang Dewan yang terhormat,

Sebagaimana kita ketahui Rancangan Undang-undang ini titik berat pembahasannya pada pengelolaan zakat, tanpa mengurangi masukan dari masyarakat luas, sehingga tetap memperhatikan aspirasi yang

(7)

berkembang. Berkat kesungguhan seluruh anggota Komisi VII DPR-RI dari Fraksi ABRI, Fraksi Karya Pembangunan, Fraksi Persatuan Pembangunan dan Fraksi Demokrasi Indonesia bersama Pemerintah bekerja siang dan malam, Rancangan Undang-undang ini dapat

diselesaikan sesua1 jadwal yang ditentukan dengan tetap

memperhatikan kualitas pembahasan.

Harapan Fraksi Karya Pembangunan setelah Rancangan Undang-undang ini disahkan menjadi Undang-Undang-undang tentang Pengelolaan Zakat. yang mencakup pengelolaan lnfaq, Shadaqah, hibah, wasiat, waris, dan kafarat hendaknya dilaksanakan secara profesional oleh badan amil zakat tersebut sehingga kehadirannya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, sebagai penjabaran misi ajaran agama Islam yang membawa kesejahteraan pada seluruh alam.

Berdasarkan pertimbangan dan uraian di atas maka Fraksi Karya

Pembangunan dengan ketetapan hati mehgucapkan

Bismillahirrahmannirrahim dengan ini menyatak.an dapat menerima dan menyetujui Rancangan Undang-undang tentang Pengelolaan Zakat untuk disyahkan menjadi Undang-undang.

· Sebagai bahan masukan pemerintah dan masyarakat, kami

sampaikan catatan bahwa pelaksanaan Undang-undang secara

sempurna tidak tergantung pada sempurnanya naskah Undang-undang tersebut, tetapi pada peran serta masyarakat, pemerintah dan perangkat pendukung lainnya. Oleh karena itu, Fraksi Karya Pernbangunan mengharapkan agar para pelaksana Undang-undang ini dilandasi iman dan taqwa serta rasa tanggung jawab yang tinggi. Disamping itu agar

pemerintah segera rnenerbitkan peraturan pelaksanaan derni kelancaran

pelaksanaan Undang-undang ini.

(8)

-

-Sebelum mengakhiri pendapat akhir Fraksi Karya Pembangunan, sekali lagi kami sarnpaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada semua Fraksi dan Pemerintah dalarn hal ini Saudara Menteri Agama Republik ·Indonesia beserta jajarannya, serta pihak Sekretariat

Komisi VII DPR-RI yang telah bersama-sarna rnenyelesaikan

Rancangan Undang-undang ini. Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat. pers baik elektronik mauµun cetak, dan semua pihak yang telah memberikan sumbangan pikiran dalam penyempurnaan Rancangan Undang-undang ini.

Demikianlah pendapat akhir Fraksi Karya Pembangunan terhadap RUU tentang Pengelolaan Zakat. Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita sekalian dan seluruh bangsa Indonesia. Amin.

Wassalammu'alaikum Wr.Wb.

Jakarta, 14 September 1999

FRAKSI KARYA PEMBANGUNAN DPR-RI

Referensi

Dokumen terkait

kolaboratif dapat meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun rencana kerja sekolah” Adapun tujuan yang diharapkan adalah : pendampingan manajerial secara

Pakan yang mengandung campuran minyak jagung, minyak ikan dan minyak kelapa atau hanya minyak kelapa memberikan laju pertumbuhan tinggi dan konversi pakan

Kriptografi visual walaupun dapat mengamankan gambar dari intervensi pihak yang tidak bertanggung jawab, nyatanya hasil dekripsi banyak yang tidak sama dengan gambar aslinya.. Hal

menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan,

Setiap perusahaan tentu mempunyai visi dan misi yang harus dijalankan sesuai dengan tujuan perusahaan butuh waktu untuk mencapai semua itu, begitu juga pada Perusahaan Daerah

Buku keempat ini memuat data dan informasi sampai dengan pertengahan tahun 2012 serta mengungkapkan secara lebih luas dan mendalam tentang: Konsumsi Rokok dan Produk

kenakalan remaja di antaranya adalah faktor di dalam diri anak itu sendiri, faktor yang berasal dari keluarga, faktor dari lingkungan masyarakat, dan faktor yang berasal dari

Tunjangan Khusus Pengelola Keuangan Daerah Provinsi Papua, yang selanjutnya disebut dengan TKPKD Provinsi Papua adalah tunjangan yang diberikan sebagai insentif