• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

13

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Volume Sampah

Volume sampah merupakan hal yang akan terus bertambah jika sampah tidak dikelola dengan baik dan gaya hidup masyarakat yang terus-menerus menghasilkan sampah. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan sampah yang masuk ke TPA setiap harinya memiliki perbedaan volume. Perbedaan volume ini di sebabkan oleh beberapa faktor:

1. Tingkat konsumsi masyarakat. 2. Luas wilayah.

3. Tingkat perekonomian masyarakat. 4. Tingkat kesadaran setiap masyarakatnya. 5. Kepadatan penduduk dalam setiap wilayah.

Dari beberapa faktor tersebut menyebabkan ritase yang ditimbulkan menjadi berbeda. Menurut kapasitasnya alat pengangkut sampah di kota Kediri dibedakan menjadi 2 jenis alat pengangkut yaitu dump truck yang memiliki kapasitas 8

dan arm roll truck yang memiliki kapasitas 6 . Alat pengangkut sampah yang berupa dump truck dan arm roll truck dalam proses pengangkutan dari TPS ke TPA Klotok memiliki ritase terkecil adalah 1 dan ritase terbesar adalah 5. Volume sampah yang masuk antara sampah yang dihasilkan masyarakat sekitar akan lebih besar daripada sampah yang dihasilkan oleh pihak swasta, hal ini disebabkan pihak swasta memiliki ruang lingkup yang lebih kecil dan sampah yang dihasilkan tidak konstan. Alat pengangkut sampah milik swasta biasanya menggunakan mobil bak terbuka yang memiliki kapasitas sekitar 4 .

4.1.1. Timbulan Sampah

Volume timbulan sampah yang sesuai dengan keadaan di dapat dari kantor yang ada di TPA Klotok Kediri. Timbulan sampah yang ada dalam data adalah timbulan sampah yang di hasilkan oleh masyarakat dan sampah yang dihasilkan

(2)

pihak swasta seperti sampah dari supermarket, mall, pabrik dan pihak-pihak swasta lainnya. Dari beberapa penelitian yang dilakukan di TPA Klotok Kota Kediri, sampah organik sebesar 87,5% organik basah dan 12,5% organik kering dan anorganik.

Data sampah yang di dapatkan dari penelitian yang dilakukan adalah data timbulan sampah setiap hari dan rekapitulasi timbulan sampah dari bulan Januari 2009 sampai dengan bulan Desember 2013.

Berikut ini adalah tabel timbulan sampah yang dihasilkan setiap hari oleh masyarakat Kota Kediri dan beberapa pihak swasta.

Tabel 4.1. Volume Sampah dari Masyarakat yang Masuk ke TPA. Nomor Polisi Nama

Supir Ritase Jam Pembuangan

Volume ( ) AG 8069 AP Kusmani I II 09.00 13.00 16 AG 8086 AP Soleh I II 09.15 14.00 16 AG 8072 AP Suwardi I II 08.00 11.00 16 AG 8080 AP Agus H. I II 07.00 11.35 16 AG 8082 AP Sumijo I II 10.00 11.00 16 AG 8085 AP Heri I 11.35 6 AG 8056 AP Samuji I 10.45 6 AG 8016 AP Jalali I 10.35 6 AG 8019 AP Handoyo I 11.45 6 AG 8024 AP Lamiran I 12.00 6 AG 8025 AP Supriyanto I 13.00 6 AG 8009 AP Sutarman I II III IV V 07.00 08.00 09.00 10.00 11.00 30 L 9984 J Kartyan I I 09.00 13.00 16 AG 8073 AP Purwanto I II III IV V 07.00 08.00 09.00 10.00 11.00 30 AG 8071 AP Dwi P. I II III IV V 08.00 09.00 10.00 11.00 12.00 40 AG 8078 AP Sunarto I II III IV V 07.00 09.00 10.00 11.00 13.00 40 AG 8010 AP Supriyono I II III IV V 08.00 09.00 10.00 11.00 12.00 40 AG 8012 AP Suroto I II III IV V 07.00 09.00 10.00 11.00 13.00 30 JUMLAH 342

Sumber : Data dari Kantor TPA Klotok Kediri (26 Februari 2014)

Tabel di atas merupakan data sampah dari masyarakat Kota Kediri yang didapatkan dari laporan harian yang ada di kantor TPA Klotok Kota Kediri. Sedangkan di bawah ini adalah sampah yang timbul dari pihak swasta.

(3)

Tabel 4.2. Volume Sampah dari Pihak Swasta yang Masuk ke TPA.

Nomor Polisi Nama Instansi Ritase Jam Pembuangan Volume ( ) AG 7109 AP Harun I 07.35 4 AG 9261 AP Lotus Garden I 08.15 4 AG 9457 AP Sri Ratu I 10.35 4 AG 5857 A Pojok I 10.45 4 AG 5753 A Matahari I 11.00 4 AG 5722 AB Sukarame I 09.00 4 AG 8595 A Desa Saherjo I 10.00 4 AG 9452 AB Gudang Garam I 11.35 4 AG 9450 AB Gudang Garam I 10.45 8 AG 9061 AB Gudang Garam I 12.00 8 AG 9216 A Ramayana I 09.50 8 AG 2917 ZF Bandeng I 11.35 4 AG 9670 A Kecap Sawi I 10.40 4 AG 8368 A Kilisuci I 11.35 4 JUMLAH 68

Sumber : Data dari Kantor TPA Klotok Kediri (26 Februari 2014)

Dari kedua tabel di atas dapat dihitung jumlah sampah yang masuk pada tangal 26 Februari 2014, yaitu:

Volume Total = Volume Sampah Masyarakat + Volume Sampah Swasta

= 342 + 68

= 410

Untuk mempermudah penyajian data maka peneliti menyajikan rekapitulasi sampah bulanan yang masuk ke TPA Klotok Kediri pada tahun 2009-2013.

Tabel 4.3. Rekapitulasi Sampah yang Masuk ke TPA

REKAPITULASI VOLUME SAMPAH YANG MASUK KE TPA ( )

BULAN TAHUN

2009 2010 2011 2012 2013 JANUARI 11.864 12.545 13.395 13.353 12.350

Rata-rata Harian (Tiap Bulan) 382 404 432 430 398

FEBRUARI 11.660 12.480 12.658 12.434 11.203

Rata-rata Harian (Tiap Bulan) 416 445 452 444 400

MARET 11.382 12.572 12.851 11.933 11.898

Rata-rata Harian (Tiap Bulan) 367 405 414 385 384

APRIL 12.548 15.018 12.227 11.226 13.314

(4)

REKAPITULASI VOLUME SAMPAH YANG MASUK KE TPA ( )

BULAN TAHUN

2009 2010 2011 2012 2013

MEI 12.348 15.177 13.151 11.652 11.448

Rata-rata Harian (Tiap Bulan) 398 489 424 375 369

JUNI 11.624 15.742 12.361 11.588 12.338

Rata-rata Harian (Tiap Bulan) 387 524 412 386 411

JULI 12.866 15.899 12.346 11.962 13.991

Rata-rata Harian (Tiap Bulan) 415 513 398 385 451

AGUSTUS 13.786 16.036 12.646 11.404 12.901

Rata-rata Harian (Tiap Bulan) 444 517 408 367 416

SEPTEMBER 13.740 15.703 12.758 11.314 12.502

Rata-rata Harian (Tiap Bulan) 458 523 425 377 416

OKTOBER 14.698 16.978 12.343 12.408 12.653

Rata-rata Harian (Tiap Bulan) 474 547 398 400 408

NOVEMBER 14.292 14.883 12.139 12.028 11.662

Rata-rata Harian (Tiap Bulan) 476 496 404 401 388

DESEMBER 14.551 13.975 12.936 12.423 11.410

Rata-rata Harian (Tiap Bulan) 469 451 417 400 368

JUMLAH 155.359 177.008 164.571 143.725 147.670

Rata-rata Harian (Tiap Tahun) 425 485 450 393 404

Rata-rata Bulanan 12.946 14.750 13.714 11.977 12.305

Volume rata-rata sampah harian pada tahun 2009-2013 432

Sumber: Data

Berdasarkan tabel diatas didapatkan volume sampah terbesar terdapat pada tahun 2010 dan terkecil pada tahun 2012. Perbedaan jumlah volume sampah tersebut disebabkan oleh kesadaran masyarakat Kota Kediri dan sistem pengelolalan serta pengolahan yang dilakukan DKP Kota Kediri.

(5)

Pada tahun 2009, 2010 dan 2011 sampah yang masuk ke TPA Klotok terlalu besar, hal ini disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat Kota Kediri tentang sistem 3R (reduce, reuse, recycle) dan pengelolaan sampah di Kota Kediri yang belum maksimal. Jika sampah organik sebesar 87,5% dari sampah yang masuk dapat diolah menjadi kompos maka sampah yang timbul setiap tahun akan turun. Perhitungan volume sampah tahun 2009 hingga 2013 yang ada setelah dilakukan proses pengomposan adalah sebagai berikut:

1. Tahun 2009

Total volume sampah tanpa pengolahan pada tahun 2009 sebesar 155.359 dan rata-rata volume sampah harian sebesar 425 , maka:

Sampah organik basah setiap hari (Vorganik):

Vorganik = x Vsampah

= x 425 = 371,8

Sampah anorganik setiap hari (Vanorganik):

Vanorganik = x Vsampah

= x 425 = 53,2

Jika setiap hari sampah yang dapat dikomposkan adalah 5% dari sampah organik, maka setiap hari sampah yang dibuang ke TPA Klotok Kota Kediri sebesar: Vsampah terbuang setiap hari = (Vorganik 5% Vorganik) + Vanorganik

= (371,8 ( x 371,8)) + 53,2 = 353,21 + 53,2

= 406,41

Jadi volume sampah yang terbuang pada tahun 2009 jika dilakukan proses pengomposan sebesar 406,41 x 365 hari = 148.339,6 .

2. Tahun 2010

Total volume sampah tanpa pengolahan pada tahun 2010 sebesar 177.008 dan rata-rata volume sampah harian sebesar 485 , maka:

(6)

Sampah organik basah setiap hari (Vorganik):

Vorganik = x Vsampah

= x 485 = 424,4

Sampah anorganik setiap hari (Vanorganik):

Vanorganik = x Vsampah

= x 485 = 60,6

Jika setiap hari sampah yang dapat dikomposkan adalah 5% dari sampah organik, maka setiap hari sampah yang dibuang ke TPA Klotok Kota Kediri sebesar: Vsampah terbuang setiap hari = (Vorganik 5% Vorganik) + Vanorganik

= (424,4 ( x 424,4)) + 60,6 = 403,2 + 60,6

= 463,8

Jadi volume sampah yang terbuang pada tahun 2010 jika dilakukan proses pengomposan sebesar 463,8 x 365 hari = 169.287 .

3. Tahun 2011

Total volume sampah tanpa pengolahan pada tahun 2011 sebesar 164.571 dan rata-rata volume sampah harian sebesar 450 , maka:

Sampah organik basah setiap hari (Vorganik):

Vorganik = x Vsampah

= x 450 = 393,7

Sampah anorganik setiap hari (Vanorganik):

Vanorganik = x Vsampah

= x 450 = 56,3

Jika setiap hari sampah yang dapat dikomposkan adalah 5% dari sampah organik, maka setiap hari sampah yang dibuang ke TPA Klotok Kota Kediri sebesar:

(7)

Vsampah terbuang setiap hari = (Vorganik 5% Vorganik) + Vanorganik = (393,7 ( x 393,7)) + 56,3

= 353,21 + 56,3 = 430,31

Jadi volume sampah yang terbuang pada tahun 2011 jika dilakukan proses pengomposan sebesar 430,31 x 365 hari = 157.064,97 .

4. Tahun 2012

Total volume sampah tanpa pengolahan pada tahun 2012 sebesar 143.725 dan rata-rata volume sampah harian sebesar 393 , maka:

Sampah organik basah setiap hari (Vorganik):

Vorganik = x Vsampah

= x 393 = 343,8

Sampah anorganik setiap hari (Vanorganik):

Vanorganik = x Vsampah

= x 393 = 49,2

Jika setiap hari sampah yang dapat dikomposkan adalah 5% dari sampah organik, maka setiap hari sampah yang dibuang ke TPA Klotok Kota Kediri sebesar: Vsampah terbuang setiap hari = (Vorganik 5% Vorganik) + Vanorganik

= (343,8 ( x 343,8)) + 49,2 = 326,61+ 49,2

= 375,81

Jadi volume sampah yang terbuang pada tahun 2012 jika dilakukan proses pengomposan sebesar 375,81 x 365 hari = 137.170,65 .

5. Tahun 2013

Total volume sampah tanpa pengolahan pada tahun 2013 sebesar 147.670 dan rata-rata volume sampah harian sebesar 404 , maka:

(8)

Sampah organik basah setiap hari (Vorganik):

Vorganik = x Vsampah

= x 404 = 353,5

Sampah anorganik setiap hari (Vanorganik):

Vanorganik = x Vsampah

= x 404 = 50,5

Jika setiap hari sampah yang dapat dikomposkan adalah 5% dari sampah organik, maka setiap hari sampah yang dibuang ke TPA Klotok Kota Kediri sebesar: Vsampah terbuang setiap hari = (Vorganik 5% Vorganik) + Vanorganik

= (353,5 ( x 353,5)) + 50,5 = 335,82 + 50,5

= 386,32

Jadi volume sampah yang terbuang pada tahun 2013 jika dilakukan proses pengomposan sebesar 386,32 x 365 hari = 141.008,62 .

Dari perhitungan diatas dapat menghitung perbedaan volume sampah pada tahun 2009 hingga 2013. Perbedaan volume sampah tiap tahun dapat dilihat dalam tabel 4.4. Perbedaan Volume Sampah.

Tabel 4.4. Perbedaan Volume Sampah

Volume ( ) Tahun

2009 2010 2011 2012 2013

Volume sampah tanpa

pengomposan 155.359 177.008 164.571 143.725 147.670 Volume sampah

dengan pengomposan 148.339,6 169.287 157.064,97 137.170,65 141.008,62 Volume sampah yang

di komposkan 7019,4 7728,3 7504,2 6554,4 6663,2

(9)

Grafik 4.2. Perbedaan Volume Sampah Tahun 2009-2013

Dari perbedaan volume diatas membuat proses pengomposan adalah salah satu proses pengolahan yang harus lebih dimaksimalkan agar volume sampah yang menjadi timbulan akan lebih berkurang. Berikut adalah proses pembentukan kompos:

Gambar 4.1. Diagram Alir Proses Pengomposan 130,000 140,000 150,000 160,000 170,000 180,000 2009 2010 2011 2012 2013 Volume Sampah Tanpa Pengomposan Volume Smpah Dengan Pengomposan GRAFIK PERBEDAAN VOLUME

SAMPAH TAHUN 2009-2013 V o lu m e S a m p a h ( m 3) Tahun TIMBULAN SAMPAH PEMILAHAN SAMPAH DI TPS PENCACAHAN SAMPAH

PENDIAMAN SAMPAH YANG DIBERI MOL (4 MINGGU)

PENGAYAKAN SAMPAH

KOMPOS DAPAT DIMANFAATKAN

(10)

4.2. Sanitary Landfill (Penimbunan Sampah Penyehatan)

Sampah yang ditimbulkan memperlukan penanganan berupa pengurugan atau penimbunan. TPA Klotok Kediri memilih operasi pengurugan sampah dengan

sanitary landfill, hal ini dilakukan untuk mencapai umur TPA yang sudah

direncanakan. Langkah pengelolaan sampah dengan operasi sanitary landfill adalah sebagai berikut:

1. Sampah yang dibawa oleh alat pengangkut akan dituangkan ke zona aktif yang ditentukan.

2. Sampah yang ada akan diratakan kedalam sel yang sudah disediakan yang dibuat beberapa lapis.

3. Setelah sampah diratakan beberapa lapis, sampah akan ditutup menggunakan tanah setebal 20-30 cm. Sampah yang diurug memiliki tinggi antara 1.5-2 m agar lapisan dapat dipadatkan dan pengambilan gas metan akan berjalan maksimal.

4. Langkah ini akan dilaksanakan berkali-kali menggunakan bantuan 2 alat berat yaitu buldozer dan loader.

4.2.1. Pemanfaatan Gas Metan

Sampah yang telah tertimbun akan memiliki kandungan gas yang cukup besar. Gas yang dihasilkan oleh tumpukan sampah akan menimbulkan pencemaran udara di daerah sekitar lokasi TPA. Lokasi TPA memiliki 2 jenis zona yaitu zona pasif dan zona aktif. Zona pasif merupakan zona yang sudah tidak dibebani oleh timbunan sampah lagi dan dapat dimanfaatkan untuk ditanami pohon, TPA Klotok Kediri memiliki zona pasif sebanyak 3 zona. Zona aktif merupakan zona yang masih dibebani untuk proses penimbunan sampah dan masih banyak terdapat kandungan gas metan yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti gas LPG yang dapat digunakan di daerah sekitar lokasi TPA Klotok Kediri.

Organik + H2O Humus + CH4+ CO2+ Gas Lain

Bakteri

Pemanfaatan gas metan yang dihasilkan dari sampah yang ditimbun dengan teknik sanitary landfill di TPA Klotok Kediri dimanfaatkan secara maksimal sejak 2

(11)

tahun terakhir. Dalam proses pemanfaatan gas metan yang telah di dapat dari penelitian adalah sebagai berikut:

1. Zona aktif merupakan zona yang memiliki kadar gas metan yang paling banyak. Langkah pertama untuk menangkap gas metan adalah membuat galian tanah sedalam 4 m dan lebar 1 m.

2. Setelah penggalian selesai sepanjang zona aktif, maka mempersiapkan pipa penangkap air lindi di beri lubang pori-pori untuk jalan meresapnya air lindi yang mengandung gas metan.

3. Pipa-pipa yang telah memiliki pori-pori dimasukkan kedalam lubang yang telah digali dengan posisi horizontal. Setelah pipa horizontal selesai ditaruh di dasar galian maka setiap ujung dari pipa tersebut diberi pipa pengait yang memiliki 3 cabang untuk memasang pipa selanjutnya dan pipa vertikal.

4. Setelah pipa horizontal dan pipa vertikal terpasang di sepanjang zona aktif maka pipa penghubung akan di pasang di atas pipa vertikal untuk menyalurkan air lindi yang terdapat di zona aktif menuju pipa-pipa pemisah antara air dan gas metan.

5. Setelah air lindi sampai di pipa pemisah, maka gas metan akan disedot menuju rumah pembagi menggunakan blower, sedangkan air akan dibawa ke pengelolaan lindi yang ada.

6. Gas metan hasil pemisahan akan disalurkan menggunakan pipa-pipa kecil yang akan dihubungkan ke warga sekitar TPA Klotok Kediri. Sesuai data yang diperoleh, saat ini pengguna gas metan sebanyak 150 kepala keluarga di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri .

4.2.2. Perhitungan Persentase Kandungan Gas Metan

Dengan pemanfaatan gas metan yang dihasilkan dari operasi sanitary landfill akan mengurangi polusi gas yang akan mencemari udara yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan terhadap masyarakat sekitar. Produksi gas metan di TPA Klotok Kota Kediri dapat dimaksimalkan dengan menghitung produksi gas metan akibat timbulan sampah yang ada di TPA Klotok Kota Kediri, berikut perhitunganya:

(12)

Timbulan sampah harian yang diambil untuk perhitungan kandungan gas metan adalah timbulan sampah rata-rata pada tahun 2009-2013 yaitu sebesar 432 . Untuk mengetahui kandungan gas metan maka menggunakan reaksi kimia sebagai berikut:

Sampah organik dari timbulan sampah = 87,5% x 432 = 378 = 122.970,96 kg

= 57,1 = 84 = 38,5 = 1

Dari persamaan 1 dimasukkan kedalam persamaan kimia berikut ini:

+ + +

+ 17,6 29,05 + 28,05 +

(1.399,2) (316,8) (464,8) (1.234,2) (17)

Maka kandungan metana dari sampah tiap hari di TPA Klotok Kota Kediri adalah:

Metana = sampah oreganik (kg)

= 122.970,96

= 40.849,7 kg = 90.073,6 lb

Karbon Dioksida = sampah oreganik (kg)

= 122.970,96

= 108.469.66 kg = 239.175,61 lb

Diasumsikan densitas metana adalah 0,0448 lb/ dan karbon dioksida adalah 0,1235 lb/ , maka:

Metana =

= 2.010.571 = 56.763,72 Karbon Dioksida =

= 1.936.644,6 = 54.676,6 Persentase gas metan dan karbon dioksida:

Metana (%) = 100

(13)

Karbon Dioksida (%) = 100 = 49,07%

Jadi sampah organik yang timbul setiap hari akan mengandung gas metan sebesar 50,93% dari dan karbon dioksida 49,07%.

Proses pembuatan gas metan yang dihasilkan di TPA Klotok Kota Kediri dapat dilihat pada bagan alir di bawah ini:

Gambar

Tabel 4.1. Volume Sampah dari Masyarakat yang Masuk ke TPA.
Tabel 4.2. Volume Sampah dari Pihak Swasta yang Masuk ke TPA.
Grafik 4.1. Volume Sampah Tahun 2009-2013
Tabel 4.4. Perbedaan Volume Sampah
+3

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penelitian ini adalah materi pendidikan anak yang tertuang dalam Surat Luqman tersebut berisi tentang penanaman aqidah yang benar agar anak-anak menaati

Terdapat pelbagai teori dan model yang dikemukakan oleh pengkaji-pengkaji reka bentuk instruksional, namun model ADDIE menjadi pilihan dalam reka bentuk modul pengajaran kursus

Gambar 4.1 Rancangan penelitian perbedaan kadar prolaktin, oksitosin dan waktu pengeluaran ASI pada ibu yang menerapkan inisiasi menyusu dini (IMD) selama lebih dan kurang

Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, struktur antrian yang diterapkan pada pelayanan pembelian tiket di Bioskop 21 Mall Panakkukkang adalah Singel Channel Single

Pemberian limbah dari pembuatan tepung ubi jalar ungu dari taraf 2,5% sampai 10% dapat meningkatkan konsumsi ransum dan tidak berpengaruh terhadap efisiensi penggunaan ransum

Teknik itu merupakan salah-satu cara konselor atau psikolog dalam melakukan proses pendekatan terhadap pihak klien berdasarkan sikap, masalah yang dihadapi,

Fitostabilisasi mampu meminimalisir pergerakan polutan (logam berat) dalam sedimen (Susarla et al., 2002).. Mangrove memiliki kemampuan menyerap logam berat dari lingkungan,

Keyword: Myocardial performance index (Tei index) -- Pulmonary arterial hypertension -- Right ventricular function -- Atrial septal