• Tidak ada hasil yang ditemukan

Terbit 10 Oktober 2016 Submit 23 September 2016 Diterima 01 Oktober 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Terbit 10 Oktober 2016 Submit 23 September 2016 Diterima 01 Oktober 2016"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

193

Differences in breast milk adequacy based on the baby's weight gain in

women who undergo breast care and does not do breast care

Siti Nurzannah1§, Evi Noviati2

1Bina Husada Tangerang Midwifery Academy, 2Bina Permata Medika School Of Health Sciences

Corespondence address:

Bina Husada Tangerang Midwifery Academy, Jl. Kutai Raya No.1 Bencongan Kelapa Dua, Tangerang,

Indonesia. Telp.+622155655372 Fax.+622155655378. Email:[email protected]

Terbit 10 Oktober 2016 Submit 23 September 2016

Diterima 01 Oktober 2016

Abstract

Background : Breast care is very important for mothers because it is an act of maintenance done

either by the patient or assisted by a husband or health workers. Benefits of breast care to prevent dam or swelling in the breast, breast milk launch expenses. The purpose of this research was to determine the adequacy of breast milk there any difference seen from Increase Weight Infants Perform On Mother's Breast Care and Mother Not Perform Breast Care at the Health Center Balaraja Tangerang 2016.

Methods : Research type used Analytical Survey with cross sectional approach. The population in

this study were post partum mothers who had received health education about breast care and have babies aged 4 weeks. The sample in this research is to use the Total Population. The data collection is done by weighing the baby in the two groups. Univariate data analysis with frequency distribution and bivariate data analysis with two different test Mean Independent.

Results : The results of statistical tests using different test Two Mean Independent the results

obtained p = 0,000 which means that there are significant differences adequacy breast feeding seen from gaining weight babies in mothers who did breast care, and women who did not breast care at the health center Balaraja 2016.

Conclusions : There is a difference adequacy ASI seen from gaining weight babies in mothers who

do breast care, and women who did breast care, because the results of this research proven that mothers who do not perform breast care will affect the baby's weight did not increase, it is expected to health care can improve health education about breast care, since the mother is still in pregnancy.

Keywords : Breast care , adequacy ASI

Abstrak

Latar Belakang : Perawatan Payudara sangat penting bagi para ibu karena merupakan suatu

tindakan perawatan yang dilakukan baik oleh pasien maupun dibantu oleh suami atau tenaga kesehatan. Manfaat perawatan payudara untuk mencegah bendungan atau pembengkakan pada payudara, melancarkan pengeluaran ASI. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Adakah Perbedaan Kecukupan ASI dilihat dari Kenaikan Berat Badan Bayi Pada Ibu yang Melakukan Perawatan Payudara dan Ibu yang Tidak Melakukan Perawatan Payudara di Puskesmas Balaraja-Tangerang Tahun 2016.

Metodologi : Jenis Penelitian yang digunakan Survey Analitik dengan pendekatan Cross

Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu Post Partum yang pernah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara dan mempunyai bayi usia 4 minggu. Sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Total Populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan penimbangan berat badan bayi pada dua kelompok. Analisis Data Univariate dengan distribusi Frekuensi dan Analisis Data Bivariate dengan Uji Beda Dua Mean Independen.

Hasil Penelitian : Hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Beda Dua Mean Independen

didapatkan hasil p = 0,000 yang artinya ada perbedaan yang signifikan kecukupan ASI dilihat dari kenaikan berat badan bayi pada ibu yang melakukan perawatan payudara dan ibu yang tidak melakukan perawatan payudara di Puskesmas Balaraja Tahun 2016.

Kesimpulan : Ada perbedaan kecukupan ASI dilihat dari kenaikan berat badan bayi pada ibu yang

melakukan perawatan payudara dan yang tidak melakukan perawatan payudara, karena penelitian ini terbukti bahwa ibu yang tidak melakukan perawatan payudara akan berdampak pada berat badan bayi yang tidak meningkat maka diharapkan pada tenaga kesehatan dapat meningkatkan pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara sejak ibu masih dalam kondisi hamil.

Kata Kunci : Perawatan payudara, kecukupan ASI

Cited:

Nurzannah S, Noviati E.. Differences in breast milk adequacy based on the baby’s weight gain in women who undergo breast care and does not do breast care. Jurnal Bina Cendekia Kebidanan 2016;2(2):193-197

(2)

194

Pendahuluan

Sebagian besar wanita dalam masyarakat dunia ketika menyusui bayinya tanpa mempersiapkan payudara terlebih dahulu. Dalam masyarakat modern, payudara wanita terlindung dibalik pakaian. Hal ini menimbulkan dua masalah pertama, puting terlindung dari cahaya matahari dan air sehingga menjadi lunak, dan yang kedua payudara mempunyai konotasi seks sehingga pekerjaan merawat serta membuka payudara dapat menimbulkan perasaan malu. Penyuluhan serta nasihat yang diberikan dalam masa antenatal tentang perawatan payudara harus sederhana dan mendorong wanita yang hamil untuk memberikan ASI kepada bayinya.1

Tidak ada bukti bahwa menyusui meningkatkan resiko kanker payudara, menyusui dapat mencegah kanker payudara. Wanita harus didukung untuk menyusui anak-anak mereka. Penyuluhan serta nasihat yang diberikan dalam masa antenatal tentang perawatan payudara harus sederhana dan mendorong ibu hamil untuk memberikan ASI kepada bayinya.2

Memberikan ASI pada bayi merupakan hal penting dan mejadi suatu keharusan bagi orang tua, karena ASI adalah makanan terbaik untuk bayi bayi. Tingkat kenaikan berat badan bayi yang mendapat ASI juga mengalami peningkatan yang signifikan.3

Perawatan payudara merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk memelihara kesehatan payudara. Perawatan payudara sangat penting bagi para ibu karena merupakan suatu tindakan perawatan yang dilakukan dengan baik oleh pasien maupun dibantu oleh orang lain biasanya dilakukan sedini mungkin yaitu 1–2 hari setelah bayi dilahirkan dan dilakukan dua kali sehari. Agar dapat memelihara kebersihan payudara, mencegah bendungan atau pembengkakan pada payudara, melancarkan pengeluaran ASI.4

Seperti dikemukakan bahwa salah satu usaha untuk memperbanyak ASI dengan perawatan khusus, yaitu dengan pemberian rangsangan pada otot-otot payudara. Perawatan untuk memperbanyak ASI ada dua

cara yang dapat dilakukan bersamaan.

Caranya dengan pengurutan dan

pengompresan pada payudara, dan usahakan payudara tetap kosong agar produksi ASI tetap baik.5

Masalah-masalah yang akan terjadi jika tidak dilakukan perawatan payudara seperti putting susu lecet, payudara bengkak, saluran susu tersumbat, mastitis, abses payudara, kelainan anatomi puting, dan bayi enggan menyusui.3

Penelitian yang dilakukan oleh Nilamsari dkk di Semarang (2014) melaporkan bahwa sebelum dilakukan perawatan payudara 34,4% mengalami ekskresi ASI lancar, seangkan 65,6% mengalami ekskresi ASI tidak lancar. Setelah dilakukan perawatan payudara terjadi perubahan prosuksi ASI dimana 75% mengalami ekskresi ASI lancar dan hanya 25% mengalami ekskresi tidak lancar (nilai p <0,018; OR 1,615) Jadi perawatan payudara dapat meningkatkan kelancaran ekskresi ASI 1-2 kali lebih besar.6

Menurut Sholichah (2011) sebagian besar responden (51,6%) melakukan perawatan payudara pada masa nifas yang kurang baik. Ibu menyusui yang melakukan perawatan payudara mengalami produksi ASI yang lancara sebesar 80%, sedangkan yang tidak melakukan perawatan payudara hanya 25% yang mengalami produksi ASI yang lancar. Ada hubungan antara perawatan payudara pada ibu post partum dengan kelancaran pengeluaran ASI di Desa Karang Duren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang (nilai p= 0,007).7

Temuan yang sama disampaikan oleh Djumadi (2014) dari penelitian yang dilakukan di wilayah kerja puskesmas Wongkaditi Gorontalo bahwa dari 34 responden didapatkan sebagian besar responden dalam perawatan payudara kategori baik dengan ASI lancar sebanyak 67,6% dan tidak lancar sebesar 17,6% sedangkan perawatan payudara yang kurang baik tidak ada yang mengalami produksi ASI lancar dan 14,7% mengalami produksi ASI kurang lancar. Terdapat hubungan perawatan payudara dengan produksi ASI (nilai p = 0,002).8

(3)

195 Kecukupan ASI dapat dilihat dari tanda

yang terlihat pada bayi seperti pengeluaran ASI, frekuensi menyusu, keadaan buah dada, kenaikan berat badan bayi serta frekuensi bayi mengompol. Berat badan bayi juga mempengaruhi kecukupan ASI karena berkaitan dengan kekuatan menghisap, frekuensi dan lama penyusuan.

Bukti penelitian lain menunjukan bahwa bayi yang menyusui segera setelah lahir mempunyai kemungkinan dua kali lebih besar untuk tetap menyusui di akhir minggu kedua dibandingkan bayi yang menyusui lebih lambat.9 Oleh karena itu persiapan payudara untuk proses laktasi yang optimal perlu menjadi perhatian bidan dalam memberikan asuhan kebidanan pada masa hamil/antenatal care.

Berdasarkan data di atas tentang pentingnya melakukan perawatan payudara untuk meningkatkan produksi ASI, maka perlu dilakukan penelitian tentang Perbedaan Kecukupan ASI dilihat dari Kenaikan Berat Badan Bayi Pada Ibu Yang Melakukan Perawatan Payudara dan Ibu Yang Tidak Melakukan Perawatan Payudara.

Metode penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah Analitik Survey atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan fenomena kesehatan itu terjadi.10 Sumber data dalam penelitian ini dengan menggunakan data yang diperoleh langsung dari sumbernya oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat.10 Populasi dalam penelitian ini adalah

Seluruh ibu bersalin yang memiliki bayi berusia 4 minggu. Sampel penelitian menggunakan total populasi dan uji statistik yang digunakan adalah uji t.11

Hasil penelitian

Hasil penelitian menunjukan sebagian (15 orang = 50%) responden melakukan perawatan payudara sebagaian responden (15 orang = 50%) tidak melakukan perawatan payudara. Kecukupan ASI berdasarkan rerata kenaikan berat bayi dalam gram adalah 1.008,33 gram. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini.

Tabel 1. Distribusi Kecukupan ASI Dilihat Dari Rerata Kenaikan Berat Badan Bayi

(gram)

Variabel Mean SD

Minimal-Maksimal

Perawatan

Payudara 1,5 0,509 1-2 Kenaikan BB

(gram) 1008,33 244,626 600-1600

Hasil analisis data menunjukan ada perbedaan rerata kecukupan ASI dilihat dari peningkatan berat badan bayi pada ibu yang melakukan perawatan payudara (1163,33 gram) dibandingkan dengan ibu yang tidak melakukan perawatan payudara (853,33 gram).

Hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Beda Dua Mean Independen (uji t Independent) didapatkan nilai p =0,000 yang artinya ada perbedaan yang signifikan kecukupan ASI dilihat dari kenaikan berat badan bayi pada ibu yang melakukan perawatan payudara dan ibu yang tidak melakukan perawatan payudara di Puskesmas Balaraja Tahun 2016.

Tabel 2. Perbedaan Kecukupan ASI dilihat dari Kenaikan Berat Badan Bayi dari Ibu Yang Melakukan Perawatan Payudara dan Yang Tidak Melakukan Perawatan Payudara

Kecukupan ASI

(BB/gram) Mean SD SE P Value N

Perawatan 1163.33 2,302 0,594 0.000 15

(4)

197

Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian rata-rata kecukupan ASI dilihat dari kenaikan berat badan bayi dari ibu yang melakukan perawatan payudara mencapai 1163.33 gram, sedangkan kecukupan ASI dilihat dari kenaikan berat badan bayi rata-rata mengalami kenaikan berat badan dari ibu yang tidak melakukan perawatan payudara hanya sebesar 853.33 gram seperti yang terlihat pada table di atas. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji T Independent didapatkan nilai p = 0,000 yang artinya ada perbedaan antara Kecukupan ASI dari ibu yang melakukan perawatan payudara dengan ibu yang tidak melakukan perawatan payudara.

Penelitian ini sejalan dengan teori tentang ASI bahwa ASI adalah nutrisi yang paling tepat bagi bayi sesuai dengan usia bayi, kondisi bayi bahkan sudah mengandung tidak hanya zat makanan yang dibutuhkan, tetapi juga kekebalan dan AA, DHA yang menutrisi otak bayi.12

Ketidakcukupan ASI juga menjadi salah satu penyebab tidak terlaksananya pemberian ASI secara eksklusif. Padahal, hasil penelitian membuktikan bahwa bayi yang tidak mendapat ASI akan gampang terserang penyakit infeksi, meningkatnya risiko obesitas tipe 1 dan 2 dikemudian hari, leukemia, dan Sudden infant death syndrome (SIDS). Sementara pada ibu yang tidak memberikan ASI pada bayinya berhubungan dengan terjadinya premenopaus yang lebih cepat, kanker payudara, kanker ovarium, pertambahan berat badan yang menetap, diabetes tipe 2, infark miocardial, dan sindrom metabolisme.13, 14 Peran petugas kesehatan terutama bidan dalam memberikan pendidikan kesehatan terkait manfaat laktasi selama masa kehamilan perlu ditingkatkan.

Tidak berbeda dengan perawatan payudara yang dilakukan di King Edwards Memorial Hospital, Queensland, Australia (2016), kompres payudara dapat membantu jika bayi mengantuk saat menyusu atau lambat untuk bertambah berat. Dengan kompres payudara ibu, ibu akan mendorong air susu ibu mengalir yang akan memberi

bayi ibu dengan lebih banyak air susu yang keluar.3

Hal yang sama disampaikan oleh Sing dkk (2009) bahwa bayi yang lahir dengan kondisi berat badan lahir rendah baik yang premature maupun cukup bulan dan mengkonsumsi ASI, terbukti mengalami pertumbuhan panjang badan dan lingkar kepala yang hampir sama dengan pertumbuhan bayi berat lahir normal pada umumnya.15 Oleh karena itu segala upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI harus menjadi perhatian petugas kesehatan, ibu dan keluarga agar kebutuhan bayi akan nutrisi yang tepat yakni ASI terpenuhi dengan baik.

Kesimpulan dan saran

Berdasarkan Hasil Penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, terhadap 30 responden maka dapat ditarik kesimpulan hasil penelitian rata-rata ibu yang melakukan perawatan payudara kecukupan asi dan kenaikan berat badan mencapai 1163.33 gram, sedangkan ibu yang tidak melakukan perawatan payudara, kecukupan ASI dilihat dari kenaikan berat badan bayi rata-rata 853,33 gram. Dan terdapat perbedaan Kecukupan ASI dilihat dari kenaikan berat badan bayi Ibu yang melakukan perawatan payudara dan ibu yang tidak melakukan perawatan payudara dengan nilai p = 0,000. Diharapkan pada tenaga kesehatan dapat meningkatkan pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara sejak ibu masih dalam kondisi hamil melalui kelas ibu Hamil yang diadakan satu bulan sekali.

Referensi

1. Farrer H. Perawatan Maternitas. 2 ed. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2001.

2. Helewa MH, Levesg P, Provenchor D, Lea RH, Rosolovich V, Shapiro HM. Breast Disease Commite and Exclusive Commite and Council, Society of Obstetrician and Gynaecologist of Canada. Journal of Obstetric and Gynaegologic. 2002;25(2):164-80.

3. Breastfeeding and Breast Care. Queensland: Women and Newborn Health Service, King Edward Memorial Hospital; 2016.

4. Rosana HM. Do'a dan Amalan Istimewa Ketika Datang Bulan: Lembar Langit Indonesia; 2015.

(5)

198

5. Sigit IP, Suradi R, Masoara S, Boedihardjo SD, Marnoto W. Bahan Bacaan Manajemen Laktasi. Jakarta: Perinasia; 2012.

6. Nilamsari A, Mardila, Wagiyo, Elisa. Pengaruh perawatan payudara terhadap kelancaran eksresi ASI pada ibu post partum di Rumah Bersalin Mardi Rahayu Semarang. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan. 2014;1(6).

7. Sholichah N. Hubungan perawatan payudara pada ibu postpartum dengan kelancaran pengeluaran ASI di desa Karang Duren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Jurnal Komunikasi Kesehatan. 2011;2(2).

8. Djumadi UI. Hubungan perawatan payudara dengan produksi ASI pada ibu primipara di wilayah kerja Puskesmas Wongkaditi Kota Gorontalo. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo; 2014.

9. Moody J, Btritten J, Hogg K. Menyusui : Cara Mudah, Praktis dan Nyaman. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2006.

10. Notoatmodjo S. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta Rineka Cipta; 2010.

11. Satari MH, Wirakusumah FF. Konsistensi Penelitian. Bandung: Refika Aditama; 2011. 12. Why Breastfeeding Is Important. Washington

DC: U.S Department of Health and Human Service; 2011.

13. Stuebe A. The risk of not breastfeeding for mothers and infants. Reviews in Obstetric and Gynecology. 2009;2(4):222-31.

14. Horta BL, Victora CG. Long-term effects of breastfeeding; A systematic Review. World Healt Organization, Geneva. 2013.

15. Singh GCD, Devi N, Mshl AV, Raman TR. Exclusive breast feeding in low birth weight babies. MJAFI. 2009;65(3):208-12.

Gambar

Tabel 1. Distribusi Kecukupan ASI Dilihat  Dari Rerata Kenaikan Berat Badan Bayi

Referensi

Dokumen terkait

Banyak tenaga kesehatan baik yang berstatus pegawai tetap / PNS maupun tenga yang tidak tetap / tenaga honorer yang kurang displin dalam kinerjanya, yang mana

Data hasil penelitian yaitu panjang daun, diameter daun, luas bukaan stomata daun dan hasil panen bawang merah.. Pengolahan data menggunakan uji-t dengan syarat telah

Anak domba jantan memiliki bobot sapih lebih tinggi dibandingkan betina, seperti terlihat pada hasil penelitian ini rata-rata bobot sapih individual jantan pada

Namun pada masa kini dengan digunakannya protocol IP pada sistem module ini, akan memiliki kemampuan untuk mengatur bandwidth yang akan digunakan untuk media transmisi

pada tahun1997 menyebutkan bahwa ada penurunan ekspresi HER-2/neu seiring dengan bertambahnya usia.Temuan klinis juga menunjukan adanya peningkatan frekuensi variasi

Bagi calon peserta didik baru yang domisili atau lokasi asal sekolah berada di wilayah Kata Mojokerto jumlah siswa yang dapat diterima maksimal sebanyak 90%

%HUQDSDV PHUXSDNDQ NHJLDWDQ \DQJ VDQJDW SHQWLQJ EDJL NLWD VHPXD 6HWLDS WDULNDQ QDSDV EHUDUWL NHKLGXSDQ 3DGD ZDNWX EHUQDSDV NLWD  SHUOX RNVLJHQ 2NVLJHQ

(7) PPK dapat melaksanakan proses pengadaan barang/jasa sebelum DPA atau DPPA disahkan oleh pejabat yang berwenang, sepanjang anggaran untuk kegiatan yang bersangkutan