LKJIP 2020
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
DINAS S0SIAL
JI. Pahlawan Nomor 12 Semarang Kode Pos 50241 Telepon 024 8311729 Faksimile 024 8450704 http://dinsos.jatengprov.go.id
dinsos@jatengprov. go.id
DINAS SOSIAL
DINAS SOSIAL
PROVINSI JAWA TENGAH
KATA PENGANTAAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karuniaNya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Sosial Provinsi Jawa
Tengah
Tahun 2020.LKjIP
SKPD Tahun 2020merupakan
salah satu bentuk komitmennyata
Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dalam mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan baik, sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2015 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan secara teknis diatur dalam Peraturan Menteri PemberdayaanAparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.LKjIP adalah wujud pertanggungjawaban pejabat publik kepada masyarakat tentang Kinerja lembaga pemerintah selama 1 (satu) Tahun Anggaran. Proses Kinerja Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah telah diukur, dievaluasi, dianalisis dan dijabarkan dalam bentuk LKjIP Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.
Tujuan penyusunan LKjIP Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah menggambarkan penerapan Rencana Strategis (Renstra) dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi, keberhasilan capaian saat ini serta meningkatkan kualitas capaian Kinerja yang diharapkan tahun yang akan datang. Melalui penyusunan LKjIP dapat memberikan gambaran penerapan prinsip-prinsip Good Govemance, dalam rangka terwujudnya transparansi dan akuntabilitas dilingkungan pemerintah.
Demikian LKjIP ini kami susun, semoga dapat digunakan sebagai bahan bagi pihak-pihak yang berkepentingan, khususnya untuk kepentingan kinerjadi masa yang akan datang.
Semarang9
2020.TARERAADINAS sOSIAL
PROVIN$NAWA TENGAH D I N A S S O S I .HARSÖSUSILO.
ST. MM
bina Tingkat
K J
10509 199903 1 003
LKJIP DINAS SosIAL PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2020
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR . * * * * * DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL iV . . . DAFTAR GAMBAR VIDAFTAR DIAGRAM . .
. VIIBABIPENDAHULUAN
A. GAMBARAN UMUM..
B. FUNGSI STRATEGIS DINAS SOSIAL.. 21 C. PERMASALAHAN UTAMA YANG DIHADAPI OLEH
DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH .. .... 22 D. SISTEMATIKA LAPORAN KINERJA INSTANSI
PEMERINTAHAN 23
..
BAB I PERENCANAAN KINERJA
A. PERENCANAAN STRATEGIS
.25B. RENCANA KINERJA TAHUN 2020.. . 6 6
C. PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2020.
. . . . 67D. INDIKATOR KINERJA UTAMA TAHUN 2020..
. 69 BAB II AKUNTABILITAS KINERJAA. CAPAIAN KINEJRA ORGANISASI 72
B. REALISASI ANGGARAN . 8 1
BAB IV PENUTUP
A. KESIMPULAN 83
DAFTAR LAMPIRAN
1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN TAHUN 2020 2. RENCANA KINERJA TAHUNAN TAHUN 2020 3. PERJANJIAN KINERJA TAHUN
2020D
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. GAMBARAN UMUM
Pembangunan kesejahteraan sosial adalah usaha terencana dan melembaga yang meliputi berbagai intervensi sosial dalam pelayanan sosial untuk memenuhi kebutuhan manusia, mencegah dan mengatasi masalah sosial, serta memperkuat institusi–institusi sosial.Undang-Undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan bahwa urusan sosial merupakan urusan wajib yang sifatnya pelayanan dasar yang harus dilaksanakan setiap pemerintah daerah. Urusan sosial sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 63 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa Dinas Sosial merupakan unsur pelaksana pemerintahan bidang sosial yang melaksanakan urusan wajib pelayanan dasar dengan tugas pokok dalam penanganan terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan penguatan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah mempunyai fungsi:
1. Perumusan kebijakan bidang pemberdayaan sosial, perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial serta penanganan fakir miskin;
2. Pelaksanaan kebijakan bidang pemberdayaan sosial, perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial serta penanganan fakir miskin;
3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang pemberdayaan sosial, perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial serta penanganan fakir miskin;
4. Pelaksanaan, pembinaan administrasi dan kesekretariatan kepada seluruh unit kerja dilingkungan dinas dan;
5. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh gubernur sesuai tugas dan fungsinya.
Adapun Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya didukung oleh Sumber Daya Manusia dengan perkembangan komposisi sebagai berikut :
2
Tabel 1.1
SDM Menurut Jabatan/Eselon/JFU
No Unit Kerja Eselon II Eselon III Eselon IV JFT JFU Total 1 2 3 4 6 7 8 9
1 Dinas Sosial Prov. Jateng
1 5 15 18 83 122 2 Unit Pelaksana
Teknis (UPT) Dinas Sosial Prov. Jateng
- 17 66 149 320 552 Total 1 22 81 167 403 674 Tabel 1.2 SDM Menurut Golongan No Unit Kerja Pangkat/Golongan Total IV III II I 1 2 3 4 6 7 8
1 Dinas Sosial Prov. Jateng 16 82 23 1 122 2 Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Dinas Sosial Prov. Jateng
52 333 153 14 552 Total 674 1 5 15 18 83 149 320 Eselon II Eselon III Eselon IV JFT JFU 0 50 100 150 200 250 300 350
SDM Menurut Jabatan/Eselon/JFU
UPT Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah
16 52 82 23 1 333 153 16 0 100 200 300 400
Golongan IV Golongan III Golongan II Golongan I
SDM Menurut Golongan
3
Tabel 1.3
SDM Menurut Tingkat Pendidikan
No Unit Kerja Pendidikan Total SD SLTP SLTA/ SMK SM (D.III) S.1 (D.IV) S.2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Dinas Sosial Prov. Jateng
1 1 33 7 55 25 122 2 Unit Pelaksana
Teknis (UPT) Dinas Sosial Prov. Jateng
12 26 260 26 169 59 552
Total 674
Tabel 1.4
SDM Menurut Jenis Kelamin
1 1 33 7 55 25 12 26 260 26 169 53 0 50 100 150 200 250 300
SD SLTP SLTA / SMK SM (D.III) S1 (D.IV) S2
SDM Menurut Tingkat Pendidikan
Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah UPT Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah
69 287 53 265 0 100 200 300 400
Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah UPT Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah
SDM Menurut Jenis Kelamin
Laki - Laki Perempuan
No Unit Kerja Laki-laki Perempuan Total
1 1 2 5 6
1 Dinas Sosial Prov. Jateng 69 53 122 2 Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Dinas Sosial Prov. Jateng
287 265 552
4 Sedangkan untuk mendukung tupoksi tersebut Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah memiliki sarana dan prasarana terdiri dari :
Tabel 1.5
Sarana dan Prasarana
No Nama Barang/Jenis Barang Merk/Type Jumlah
1 2 3 4
1 TANAH - 103 Bidang
2 PERALATAN MESIN -
Alat-alat Besar 49 Unit
Alat-alat Angkutan 304 Unit
Alat-alat Bengkel & Alat Ukur 126 Unit Alat-alat Pertanian/Peternakan 5 Unit Alat-alat Kantor & Rumah Tangga 9.415 Unit Alat-alat Studio dan Komunikasi 146 Unit
Alat-alat Kedokteran 241Unit
Alat-alat Laboratorium 15 Unit
3 GEDUNG DAN BANGUNAN -
Bangunan Gedung 787 Unit
Monumen 2 Unit
4 JALAN, IRIGASI DAN JARINGAN -
Jalan Jembatan 3 Unit
Bangunan Air/Irigasi 34 Unit
Instalasi 2 Unit
Jaringan 5 Unit
5 ASET TETAP LAINNYA -
Buku Perpustakaan 8.547 Buku
Barang Bercorak Kesenian/Kebudayaan 256 Buah
5 Selain itu, untuk mendukung kinerja terdapat Unit Pelaksana Teknis yang melaksanakan pelayanan kesejahteraan sosial secara langsung kepada masyarakat penerima manfaat/ PMKS,terdiri dari:
Tabel 1.6
DAFTAR UPT DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH NO
NAMA PANTI, SASANA & UNIT
PENUNJANG
ALAMAT, SASARAN & KUOTA I. UPT Type A 1. Panti Pelayanan Sosial Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar “MARDI UTOMO” Semarang
Jalan Mulawarman Kelurahan Kramas Kecamatan Tembalang Semarang 50278 No Telp. : (024) 74681265
No Faks : (024) 74681265
Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan :
Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) Kuota : 110 orang Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Intelektual “PAMARDI MULYO” Demak
Jalan Sunan Kalijaga No. 46 Demak Kelurahan Bintoro Kecamatan Demak Kota Kabupaten Demak 59511
Nomor Telp : (0291) 685297 Nomor Faks : (0291) 685297 Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Intelektual Kuota : 50 orang
2 Panti Pelayanan Sosial
Anak“MANDIRI” Semarang
Jalan Amposari II / 4 Kelurahan Sendangguwo Kecamatan Tembalang Semarang 50273 Nomor Telp : (024) 6717036 Nomor Faks : (024) 6717036 Email : [email protected] Sasaran Pelayanan : Anak Nakal Kuota : 55 orang Rumah Pelayanan
Sosial Lanjut Usia “PUCANG
GADING” Semarang
Jalan Sarwo Edhi Wibowo KM. 1 Kelurahan Plamongansari Kecamatan Pedurungan Kota Semarang 50193
Nomor Telp : (024) 6722341 Nomor Faks: (024) 6722341 Sasaran Pelayanan :
Lanjut Usia Terlantar Kuota : 115 orang
6
NO
NAMA PANTI, SASANA & UNIT
PENUNJANG
ALAMAT, SASARAN & KUOTA
3. Panti Pelayanan Sosial Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) “MARGO WIDODO” Semarang
Jalan Raya Tugu Km. 9 Kelurahan Tambak Aji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang 50185 Nomor Telp : (024) 8664105 Nomor Faks : (024) 8664105 Email: [email protected] Sasaran Pelayanan : PMKS Kuota : 150 orang Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas mental “SONO RUMEKSO” Grobogan
Jalan Letjen. S. Parman No. 38 A Kelurahan Purwodadi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan 58111 No Telp : (0292) 421776
No Faks : (0292) 421776 Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Mental Kuota : 85 orang
4. Panti Pelayanan Sosial Anak “WIRA
ADHI KARYA”
Ungaran
Jalan Ki Sarino Mangunpranoto No.39 Ungaran Kelurahan Bandarjo Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang 50501
Nomor Telp : (024) 6921825 Nomor Faks : (024) 6921825 Email : [email protected]
Sasaran Pelayanan : Anak Putus Sekolah Kuota : 70 orang Rumah Pelayanan
Sosial Lanjut Usia “WENING
WERDOYO” Ungaran
JalanKutilang No.24 Ungaran Kelurahan Ungaran Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang 50511
Nomor Telp : (024) 6922289 Nomor Faks : -
Sasaran Pelayanan : Lanjut Usia Terlantar Kuota : 90 orang Rumah Pelayanan
Sosial Anak
Balita“WILOSO TOMO” Salatiga
Jalan Yos Sudarso No. 20 Kelurahan Salatiga Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga 50714 No Telp : (0298) 322928 No Faks : (0298) 322920 Sasaran Pelayanan : Balita Terlantar Kuota : 30 orang
7
NO
NAMA PANTI, SASANA & UNIT
PENUNJANG
ALAMAT, SASARAN & KUOTA
5. Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Mental “NGUDI RAHAYU” Kendal
Desa Salamsari Kecamatan Boja Kabupaten Kendal 51381
Nomor Telp : (0294) 571029 Nomor Faks : (0294) 571029
Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Mental Kuota : 187 orang Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental “BINA SEJAHTERA” Kendal
Jalan Kartika Jaya Kelurahan Wonosari Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal 51351
Nomor Telp : (0294) 383137 Nomor Faks : (0294) 383137
Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Mental Kuota : 50 orang
6. Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia “CEPIRING” Kendal
Jalan Sriagung Km. 1 Kelurahan Botomulyo Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal 51352
Nomor Telp : (0294) 381990 Nomor Faks : (0294) 381990 Email :[email protected]
Sasaran Pelayanan : Lanjut Usia Terlantar Kuota : 100 orang Rumah Pelayanan
Sosial Lanjut Usia “WELERI” Kendal
Jalan Tamtama No. 112 Kelurahan Penyangkringan Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal 51355
Nomor Telp : (0294) 641022 Nomor Faks : (0294) 641022 Sasaran Pelayanan :
Lanjut Usia Terlantar Kuota : 40 orang 7. Panti Pelayanan
Sosial Lanjut Usia“TURUSGEDE” Rembang
Jalan Raya Blora Km. 5 Kelurahan Turusgede Kecamatan Rembang
Kabupaten Rembang 59251 Nomor Telp : (0295) 6998305 Nomor Faks : (0295) 6998305 Email: [email protected]
8
NO
NAMA PANTI, SASANA & UNIT
PENUNJANG
ALAMAT, SASARAN & KUOTA
Lanjut Usia Terlantar Kuota : 70 orang Rumah Pelayanan
Sosial Lanjut Usia “MARGO MUKTI” Rembang
Jalan Diponegoro No. 90 A Kelurahan Pandean Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang 56211
Nomor Telp : (0295) 691466 Nomor Faks : (0295) 691466 Sasaran Pelayanan :
Lanjut Usia Terlantar Kuota : 75 orang 8. Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Mental “PANGRUKTI MULYO” Rembang
Jalan Raya Blora Km. 6 Desa Kedungrejo
Kecamatan Rembang Kabupaten
Rembang 59251
Nomor Telp : (0295) 6980008 Nomor Faks : (0295) 6980008
Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Mental Kuota : 125 orang
Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental “PAMARDI KARYA” Blora
Jalan Raya Rembang KM. 10 Kelurahan Ngampel Kecamatan Blora Kabupaten Blora 58251
Nomor Telp : - Nomor Faks : -
Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Mental Kuota : 50 orang
9. Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra “PENDOWO” Kudus
Jalan Pendowo Desa Mlati Lor Kecamatan
Kota Kabupaten Kudus 59319
NomorTelp: (0291) 438512 Nomor Faks : (0291) 438512
Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Kuota : 50 orang
Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental “MURIA JAYA” Kudus
Jalan Conge Desa Ngembalrejo Kecamatan Bae Kabupaten Kudus 59322 Nomor Telp : (0291) 435130
9
NO
NAMA PANTI, SASANA & UNIT
PENUNJANG
ALAMAT, SASARAN & KUOTA
Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Mental Kuota : 65 orang
10. Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia “POTROYUDAN” Jepara
Jalan Pemuda No. 95 Kelurahan Potroyudan Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara 59412
Nomor Telp : (0291) 591041 Nomor Faks : (0291) 591041
Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan : Lanjut Usia Terlantar Kuota : 80 orang Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental “WALUYOTOMO” Jepara
Jalan Tambak Sari Kelurahan Kauman Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara 59417
Nomor Telp : (0291) 598769 Nomor Faks : (0291) 598769 Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Mental Kuota : 80 orang
11. Panti Pelayanan Sosial Wanita “WANODYATAMA” Surakarta
Jalan Dr. Radjiman No. 624 Karangturi Kelurahan Pajang Kecamatan Laweyan Kota Surakarta 57146
Nomor Telp : (0271) 712023 Nomor Faks : (0271) 712023
Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan : Eks Pekerja Seks Komersil Kuota : 150 orang Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra "BHAKTI CANDRASA" Surakarta
Jalan Dr. Radjiman No. 622 Karangturi Kelurahan Pajang Kecamatan Laweyan Kota Surakarta 57146
Nomor Telp : (0271) 716985 Nomor Faks : (0271) 716985 Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Kuota : 75 orang
12. Panti Pelayanan
Sosial Anak
“TARUNA YODHA” Sukoharjo
Jalan Prof. Dr. Soepomo, SH. No. 53 Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo 57512 Nomor Telp :(0271) 593127
10
NO
NAMA PANTI, SASANA & UNIT
PENUNJANG
ALAMAT, SASARAN & KUOTA
Email : [email protected]
Sasaran Pelayanan : Anak Putus Sekolah Kuota : 75 orang Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental “ESTITOMO” Wonogiri
Jalan Dahlia II / 18 Jatirejo Kelurahan
Wonoboyo Kecamatan Wonogiri
Kabupaten Wonogiri 57615 Nomor Telp :(0273) 322094 Nomor Faks :(0273) 322094 Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabiltas Mental Kuota : 110 orang Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental “HESTINING BUDI” Klaten
Jalan Rajawali Gang Rajawali Kelurahan Bareng Kecamatan Klaten Tengah Kabupaten Klaten 57414
Nomor Telp : (0272) 321827 Nomor Faks : (0272) 321827 Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Mental Kuota : 65 orang 13. Panti Pelayanan Sosial Anak “DHARMA PUTERA” Purworejo
Jalan Kartini No.9 Purworejo Kelurahan Sindurjan Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo 54113
Nomor Telp : (0275) 321757 Nomor Faks : (0275) 321757
Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan : Anak Putus Sekolah Kuota : 75 orang Rumah Pelayanan
Sosial Lanjut Usia “WILOSO
WREDHO” Purworejo
Jalan Mangga No. 14 Kelurahan Kutoarjo Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo 54212
Nomor Telp : (0275) 641025 Nomor Faks : (0275) 641025 Sasaran Pelayanan :
Lanjut Usia Terlantar Kuota : 60 orang Rumah Pelayanan
Sosial Disabilitas Sensorik “WIRA
Jalan Tunas Patria No. 19 Kelurahan Kutoarjo Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo 54212
11
NO
NAMA PANTI, SASANA & UNIT
PENUNJANG
ALAMAT, SASARAN & KUOTA
KARYA TAMA”
Purworejo
Nomor Telp : (0275) 641371 Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Kuota : 50 orang
14. Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia
“ADI YUSWO”
Purworejo
Jalan Jendral Urip Sumoharjo No. 76 Purworejo Kelurahan Purworejo Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo 54111
Nomor Telp : (0275) 322192 Nomor Faks : (0275) 322192 Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan : Lanjut Usia Terlantar Kuota : 100 orang Rumah Pelayanan Sosial Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar “MARDIGUNO” Kebumen
Jalan Slamet Riyadi No. 11 Kelurahan Prembun Kecamatan Prembun Kabupaten Kebumen 54394
Nomor Telp : (0287) 662116 Nomor Faks : (0287) 662116 Sasaran Pelayanan :
Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT)
Kuota : 50 orang 15. Panti Pelayanan
Sosial Lanjut Usia “DEWANATA” Cilacap
Jalan Raya Slarang No.119Kelurahan Slarang Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap 53274
Nomor Telp : (0282) 5263041 Nomor Faks: (0282) 5263041 Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan : Lanjut Usia Terlantar Kuota : 100 orang Rumah Pelayanan
Sosial Disabilitas Mental “MARTANI” Cilacap
Jalan Wijaya Kusuma No.228 Kelurahan Pucung Kidul Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap 53282
Nomor Telp : (0282) 494275 Nomor Faks : (0282) 494275
Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Mental Kuota : 80 orang
12
NO
NAMA PANTI, SASANA & UNIT
PENUNJANG
ALAMAT, SASARAN & KUOTA
Rumah Pelayanan Sosial Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) “PAMARDI RAHARJO” Banjarnegara
Jalan Raya Pucang No. 5 Kelurahan Pucang Kec. Bawang Kab. Banjarnegara 53481 Nomor Telp : (0286) 5985025 Nomor Faks : (0286) 5985025 Email : [email protected] Sasaran Pelayanan : PMKS Kuota : 50 orang Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental “JERUK LEGI” Cilacap
Jalan Jeruk Legi Wetan, Kecamatan Jeruk Legi Kabupaten Cilacap 53252
Nomor Telp : (0282) 5561472 Nomor Faks :(0282) 5561472
Email : [email protected]
Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Mental Kuota : 50 orang
16. Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Intelektual“RAHARJ O” Sragen
JalanRaya Sragen – Solo KM. 2, Gambiran, Kelurahan Jetak Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen 57251
Nomor Telp : (0271) 891410 Nomor Faks : (0271) 891410 Email : [email protected]
Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Intelektual Kuota : 100 orang
Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia “MOJOMULYO” Sragen
Jalan KH. Agus Salim No.1 Kelurahan Sragen Kulon Kecamatan Sragen Kabupaten Sragen 57212
Nomor Telp : (0271) 891155 Nomor Faks : -
Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan : Lanjut Usia Terlantar Kuota : 50 orang Rumah Pelayanan
Sosial Disabilitas Fisik “GONDANG” Sragen
Jalan Wisma Praja RT.14/IV Kelurahan Gondang Baru Kecamatan Gondang Kabupaten Sragen 57254
Nomor Telp : (0271) 8852027 Nomor Faks: -
Email : [email protected]
Sasaran Pelayanan :
13
NO
NAMA PANTI, SASANA & UNIT
PENUNJANG
ALAMAT, SASARAN & KUOTA
Kuota : 50 orang Rumah Pelayanan
Sosial Anak
“PAMARDI SIWI” Sragen
Jalan RA. Kartini No. 8 Mojosari Kelurahan Sragen Kulon Kec. Sragen Kab. Sragen 57212 Nomor Telp : (0271) 891645 Nomor Faks : - Email: [email protected] Sasaran Pelayanan : Anak Terlantar Kuota : 100 orang 17. Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Mental“SAMEKTO KARTI” Pemalang
Jalan Pabrik Comal Baru Kelurahan Desa Ujung Gede Kecamatan Ampel Gading Kabupaten Pemalang 52364
Nomor Telp : (0285) 577107 Nomor Faks : (0285) 577107 Email : [email protected]
Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Mental Kuota : 140 orang
Rumah Pelayanan
Sosial Anak
“PUTERA
HARAPAN” Slawi
JalanAip KS. Tubun No. 5
KelurahanPakembaranKecamatan Slawi Kabupaten Tegal 52415 No Telp : (0283) 491185 No Faks : (0283) 491185 Email : [email protected] Sasaran Pelayanan : Anak Terlantar Kuota : 50 orang Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental “BANJARSARI TALUN” Kabupaten Pekalongan
Dukuh Bumirejo RT 004/RW 002 Desa Banjarsari Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan
No Telp : - No Faks : -
Sasaran Pelayanan :
Penyandang Disabilitas Mental Kuota : 50 orang
18. Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia “BISMA UPAKARA” Pemalang
Jalan Raya Silarang – Pemalang Kelurahan Surajaya Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang 52319
Nomor Telp : (0284) 3290345 Nomor Faks : (0284) 3290345 Email : [email protected]
14
NO
NAMA PANTI, SASANA & UNIT
PENUNJANG
ALAMAT, SASARAN & KUOTA
Sasaran Pelayanan : Lanjut Usia Terlantar Kuota : 100 orang Rumah Pelayanan Sosial Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar “KARYA MANDIRI” Pemalang
Jalan Brig. Jend. Katamso No. 52 Kelurahan Sugih Waras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang52319 Nomor Telp : (0284) 321048
Nomor Faks: (0284) 321048 Sasaran Pelayanan :
Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT)
Kuota : 50 orang 19. Panti Pelayanan
Sosial Lanjut Usia “BOJONGBATA” Pemalang
Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo No.4 Kelurahan Bojongbata Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang 52313 Nomor Telp : (0284) 321041
Nomor Faks : (0284) 321041
Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan : Lanjut Usia Terlantar Kuota :100 orang Rumah Pelayanan
Sosial Lanjut Usia “KLAMPOK”
Brebes
Jalan Raya Klampok No. 69 Desa Klampok Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes 52252
Nomor Telp : (0283) 6177722 Nomor Faks : (0283) 6177722 Sasaran Pelayanan :
Lanjut Usia Terlantar Kuota : 90 orang Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra Distrarastra Pemalang
Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo No. 4 Kelurahan Bojongbata Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang 52313 Nomor Telp : (0284) 321041
Nomor Faks :(0284) 321041 Sasaran Pelayanan :
Disabilitas Sensorik Netra Kuota : 50 orang 20. Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra “PENGANTHI” Temanggung
Jalan Suyoto No.70 Kelurahan Kertosari Kecamatan Temanggung Kabupaten Temanggung 56217
Nomor Telp : (0293) 491147 Nomor Faks : (0293) 491147
15
NO
NAMA PANTI, SASANA & UNIT
PENUNJANG
ALAMAT, SASARAN & KUOTA
Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan : Disabilitas Sensorik Netra Kuota : 75 orang
Rumah Pelayanan Sosial Sosial Anak “MARDI YUWONO” Wonosobo
Jalan Ahmad Yani No. 84 Kelurahan Jaraksari Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo 56314 Nomor Telp : (0286) 321057 Nomor Faks : (0286) 321057 Email: [email protected] Sasaran Pelayanan : Anak Terlantar Kuota :75 orang
II. UPT Type B
1. Panti Pelayanan Sosial Anak “KASIH MESRA” Demak
Jalan Betengan No. 7 Kelurahan Bintoro Kecamatan Demak Kota Kabupaten Demak 59511 Nomor Telp : (0291) 685069 Nomor Faks : (0291) 685069 Email: [email protected] Sasaran Pelayanan : Anak Terlantar Kuota : 80 orang 2. Pant Pelayanan Sosial Anak “PAMARDI UTOMO” Boyolali
Jalan Pandanaran No. 174 Kelurahan Banaran Kecamatan Boyolali Kabupaten Boyolali 57313 Nomor Telp : (0276) 321076 Nomor Faks : (0276) 321076 Email : [email protected] Sasaran Pelayanan : Anak Terlantar Kuota : 80 orang 3. Panti Pelayanan
Sosial Anak “SUKO MULYO” Tegal
Jalan Dr. Soetomo No. 50 Kelurahan Pekauman Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal 52111 Nomor Telp : (0283) 356394 Nomor Faks : (0283) 356394 Email: [email protected] Sasaran Pelayanan : Anak Terlantar Kuota : 90 orang
16
NO
NAMA PANTI, SASANA & UNIT
PENUNJANG
ALAMAT, SASARAN & KUOTA
4. Panti Pelayanan Sosial Anak “WORO WILOSO” Salatiga
Jalan Diponegoro No. 85 Kelurahan Sidorejo Lor Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga 50714 Nomor Telp : (0298) 322920 Nomor Faks : (0298) 322920 Email : [email protected] Sasaran Pelayanan : Anak Terlantar Kuota : 130 orang 5. Panti Pelayanan Sosial Anak “KUMUDA PUTERA PUTERI” Magelang
Jalan Alibasah Sp. No. 940 Kelurahan Magelang Kecamatan Magelang Tengah Kota Magelang 56112 Nomor Telp : (0293) 362572 Nomor Faks : (0293) 362572 Email: [email protected] Sasaran Pelayanan : Anak Terlantar Kuota : 120 orang 6. Panti Pelayanan Sosial Anak “TAWANGMANGU” Karanganyar
Jalan Raya Lawu No. 73Kelurahan TawangmanguKecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar 57792 Nomor Telp : (0271) 697245 Nomor Faks : (0271) 697245 Email: [email protected] Sasaran Pelayanan : Anak Terlantar Kuota : 75 orang 7. Panti Pelayanan
Sosial Lanjut Usia “SUDAGARAN” Banyumas
Jalan Karangsawah No. 73 Kelurahan Sudagaran Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas 53192
Nomor Telp : (0281) 796074 Nomor Faks : (0281) 796074
Email: [email protected]
Sasaran Pelayanan : Lanjut Usia Terlantar Kuota : 100 orang
Sesuai dengan Peraturan Gubernur No. 31 Tahun 2018.
Adapun Struktur Organisasi Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dan UPT Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 63
17 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Tengah sebagai berikut:
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris yang dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas, membawahkan:
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; Sub Bagian Keuangan;
Sub Bagian Program.
Masing-masing Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.
c. Bidang Pemberdayaan Sosial yang dipimpin oleh seorang Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, membawahkan:
Seksi Pengelolaan Sumber Dana Kesejahteraan Sosial; Seksi Pemberdayaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial; Seksi Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan
Sosial.
Masing-masing seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang. d. Bidang Rehabilitasi Sosial yang dipimpin oleh seorang Kepala
Bidang Rehabilitasi Sosial, membawahkan:
Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia; Seksi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas;
Seksi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang.
Masing-masing seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
18 e. Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial yang dipimpin oleh seorang Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, membawahkan:
Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam; Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial; Seksi Jaminan Sosial.
Masing-masing seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang. f. Bidang Penanganan Fakir Miskin yang dipimpin oleh seorang
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, membawahkan: Seksi Pengelolaan Data Kemiskinan;
Seksi Penanganan Fakir Miskin Perdesaan;
Seksi Penanganan Fakir Miskin Perkotaan dan Daerah Rentan.
Masing-masing seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang. g. UPT
Masing-masing UPT dipimpin oleh seorang Kepala UPT yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Terdapat 20 Panti Pelayanan Sosial (UPT)Type A dan 7 Panti Pelayanan Sosial (UPT) Type B yang tersebar di Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.
h. Kelompok Jabatan Fungsional.
Pelaksanaan tugas Jabatan Fungsional dikoordinasikan oleh Ketua Kelompok Jabatan Fungsional sesuai dengan rumpun jabatan masing-masing. Kelompok Jabatan Fungsional yang ada dilingkungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, adalah :
1) Kelompok Jabatan Fungsional Pekerja Sosial; 2) Kelompok Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial.
19 Struktur organisasi Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dapat dilihat pada gambar bagan sebagai berikut:
20
Gambar 1.1 Struktur Organisasi Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah
KEPALA DINAS UPTD KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PEMBERDAYAAN SOSIAL SEKSI PENGELOLAAN SUMBER DANA KESEJEHTERAAN SOSIAL SEKSI PEMBERDAYAAN POTENSI SUMBER KESEJAHTERAAN SOSIAL SEKSI KEPAHLAWANAN, KEPERINTISAN DAN KESETIAKAWANAN SOSIAL BIDANG PERLINDUNGAN DAN JAMINAN SOSIAL SEKSI PERLINDUNGAN SOSIAL KORBAN BENCANA ALAM SEKSI PERLINDUNGAN SOSIAL KORBAN BENCANA SOSIAL SEKSI JAMINAN SOSIAL BIDANG REHABILITASI SOSIAL SEKSI REHABILITASI SOSIAL ANAK DAN
LANJUT USIA SEKSI REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS SEKSI REHABILITASI SOSIAL TUNA SOSIAL
DAN KORBAN PERDAGANGAN ORANG BIDANG PENANGANAN FAKIR SEKSI PENGELOLAAN DATA KEMISKINAN SEKSI PENANGANAN FAKIR MISKIN PERDESAAN SEKSI PENANGANAN FAKIR MISKIN PERKOTAAN DAN DAERAH RENTAN SEKRETARIS SUBBAG PROGRAM SUBBAG KEUANGAN SUBBAG UMUM KEPEGAWAIAN
21
B. FUNGSI STRATEGIS DINAS SOSIAL
Mendasar pada tugas pokok dan fungsi Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, maka Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah secara umum memiliki fungsi strategis yaitu Mewujudkan Kemandirian Kesejahteraan Sosial PMKS Melalui Pemberdayaan PSKS Yang Profesional dengan melaksanakan Pemberdayaan Sosial, Rehabilitasi Sosial, Perlindungan dan Jaminan Sosial,dan Penanganan Fakir Miskin.
Adapun dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Jawa Tengah dilaksanakan melalui strategi :
1. Penanganan Fakir Miskin, meliputi :
a. Verifikasi, validasi dan pemuthakiran Basis Data Terpadu sebagai dasar penyusunan strategi penanganan fakir miskin.
b. Penanganan fakir miskin berbasis kewilayahan dan kelompok. Penyelenggaraan Rehabilitasi Sosial dasar PMKS di dalam Panti Pelayanan Sosial.
2. Penyelenggaraan Rehabilitasi Sosial Dasar melalui Panti Pelayanan Sosial.
3. Penyelenggaraan Perlindungan dan Jaminan Sosial bagi Korban Bencana dan PMKS Non Produktif.
4. Pemberdayaan sosial Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) guna meningkatkan peran dalam melaksanakan Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS).
Sedangkan dalam pelaksanaan hal tersebut, kebijakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Jawa Tengah diarahkan kepada:
1. Program Penanganan Fakir Miskin yang difokuskan pada kegiatan bimbingan sosial dan motivasional terhadap keluarga fakir miskin dan pengelolaan data kemiskinan dan PMKS lainnya, dan diarahkan pada ketersediaan data fakir miskin yang telah tervalidasi.
2. Program Rehabilitasi Sosial yang difokuskan pada kegiatan pelayanan rehabilitasi sosial dasar PMKS terlantar di dalam panti milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Panti milik masyarakat,
22 dan diarahkan pada persentase peningkatan pemenuhan kebutuhan sosial dasar PMKS terlantar di dalam panti dan persentase keberfungsian sosial PMKS di dalam panti. Data Kemiskinan dan Penanganan Fakir Miskin melalui kelompok (social group work) dilaksanakan melalui Program Penanganan Fakir Miskin.
3. Program Perlindungan dan Jaminan Sosial yang difokuskan pada kegiatan jaminan sosial bagi PMKS Non Produktif melalui Kartu Jateng Sejahtera (KJS) dan penanganan korban bencana pada saat dan pasca kejadian bencana provinsi, dan diarahkan pada peningkatan persentase penyelenggaraan perlindungan sosial terhadap korban bencana provinsi dan penyelenggaraan jaminan sosial PMKS Non Produktif.
4. Program Pemberdayaan Sosial yang difokuskan pada kegiatan penguatan kapasitas PSKS dalam pelaksanaan Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS) dan diarahkan pada peningkatan persentase peran PSKS dalam melaksanakan Usaha Kesejahteraan Sosial bagi PMKS.
C. PERMASALAHAN UTAMA YANG DIHADAPI OLEH DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH
Permasalahan utama dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Jawa Tengah yang diidentifikasikan berpotensi menghambat pencapaian target kinerja antara lain:
1. Belum optimalnya rehabilitasi sosial dasar PMKS dan keterpaduan penanganan PMKS antar pemerintahan dan antar sektor;
2. Belum optimalnya validasi data dan pemanfaatan Basis Data Terpadu (BDT) oleh seluruh pemangku kepentingan sebagai dasar penanganan kemiskinan dan PMKS lainnya;
3. Masih kurang optimalnya kapasitas potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) untuk mendukung usaha kesejahteraan sosial.
23
D. SISTEMATIKA LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020 disusun dengan sistematika sebagai berikut :
BAB I. PENDAHULUAN
Pada bab ini menyajikan penjelasan umum organisasi, dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi .
BAB II. PERENCANAAN KINERJA
Pada bab ini menguraikan ringkasan / ikhtisar perjanjian kinerja tahun 2020.
BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
Pada sub bab ini menyajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis dilakukan analisis capaian kinerja, perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun 2020, perbandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2020 dengan tahun 2019, perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan target jangka menengah, analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan / penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan, analisis atas efesiensi penggunaan sumber daya, analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian kinerja dan solusi kegagalan atau penurunan kinerja sebagai bentuk Rencana Aksi dari setiap sasaran strategis.
24 B. Realisasi Anggaran
Pada sub bab ini menguraikan realisasi anggaran yang digunakan dan yang telah digunakan untuk mewujudkan kenerja organisasi sesuai dengan dokumentasi Perjanjian Kinerja.
BAB IV. PENUTUP
Bab ini menguraikan kesimpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta saran di masa mendatang untuk peningkatan kinerja.
25
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
A. Perencanaan Strategis
Rencana Strategis merupakan perencanaan jangka panjang yang bersifat umum dan di dalamnya mencakup pengembangan misi organisasi, serta tujuan-tujuan pokok yang akan dicapai organisasi secara keseluruhan. Rencana Strategis (Renstra) Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 - 2023, adalah sebuah dokumen perencanaan lima tahunan yang akan dijadikan acuan bagi perencanaan tahunan selama kurun waktu Tahun 2018 - 2023.
Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah sebagai OPD yang mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintah daerah bidang sosial berdasarkan azas Otonomi Daerah dan Tugas Pembantuan yang mendukung pencapaian tujuan dan sasaran
pembangunan Provinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu Renstra Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah menjadi satu kesatuan dalam
RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 - 2023.
1. Visi dan Misi
Visi Jawa Tengah selama 5 (lima) tahun dalam kurun waktu 2018 - 2023 adalah MENUJU JAWA TENGAH SEJAHTERA
DAN BERDIKARI “Tetep Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi”
yang dijabarkan kedalam 4 (empat) misi yaitu :
a. Membangun masyarakat Jawa Tengah yang religius, toleran dan guyup untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b. Mempercepat reformasi birokrasi serta memperluas sasaran ke Pemerintah Kabupaten/Kota;
c. Memperluas kapasitas ekonomi rakyat dan memperluas lapangan kerja untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran, dan
26 d. Menjadikan masyarakat Jawa Tengah lebih sehat, lebih pintar,
lebih berbudaya, dan mencintai lingkungan.
Dari visi dan misi diatas, maka pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dalam pembangunan kesejahteraan sosial akan mendukung pencapaian visi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dengan mewujudkan MISI Ke - 3 yaitu membuka lapangan kerja untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran.
2. Tujuan
Tujuan jangka menengah Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dimaksudkan sebagai tindak lanjut dan implementasi dari Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial Tahun 2018 - 2023 mengarah kepada 2 (dua) hal pokok, yakni:
a. Menurunkan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
b. Meningkatkan peran Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dalam Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS).
Secara teknis pembangunan jangka menengah tahun 2018 - 2023 dijabarkan memalui 4 (empat) Bidang Teknis dan Sekretariat, dengan tujuan sebagaimana berikut :
1). Bidang Rehabilitasi Sosial.
Meningkatkan kualitas, kuantitas, dan jangkauan pelayanan rehabilitasi sosial PMKS.
Tujuan :
a) Meningkatkan kesejahteraan sosial Anak dan Lanjut Usia Terlantar.
b) Meningkatkan kesejahteraan dan fungsi sosial bagi Penyandang Disabilitas.
27 c) Meningkatkan kesejahteraan dan fungsi sosial Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang.
2). Bidang Pemberdayaan Sosial.
Meningkatkan kualitas pemberdayaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).
Tujuan :
a) Meningkatkan peran aktif PSKS dalam penanganan PMKS di lingkungannya.
b) Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pengumpulan uang dan barang, undian dan jaminan sosial.
c) Meningkatkan kesadaran dan tanggungjawab sosial masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di lingkungannya.
d) Meningkatkan jiwa keprintisan, kesetiakawanan sosial, dan pelestarian nilai-nilai kepahlawanan.
3). Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial.
Meningkatkan kualitas, kuantitas, dan jangkauan pelaksanaan perlindungan dan jaminan sosial.
Tujuan :
a) Mengembalikan fungsi sosial serta meningkatkan kesejahteraan sosial Korban Bencana Alam.
b) Mengembalikan fungsi sosial serta meningkatkan kesejahteraan sosial Korban Bencana Sosial.
c). Mengembalikan fungsi sosial serta meningkatkan jaminan sosial perorangan dan keluarga.
4). Bidang Penanganan Fakir Miskin. Tujuan :
a) Meningkatnya kualitas dan pemanfaaan data Kemiskinan dan PMKS lainnya.
b) Meningkatnya kesejahteraan dan fungsi sosial Keluarga Miskin Perdesaan.
28 c) Meningkatnya kesejahteraan dan fungsi sosial Keluarga
Miskin Perkotaan dan Daerah Rentan. 5). Sekretariat.
Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya untuk mendukung penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
Tujuan :
a) Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana yang mendukung penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
b) Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
c) Meningkatkan kualitas integrasi program antar unit kerja eselon III bermuara pada pencapaian target Renstra Dinas Sosial.
3. Sasaran
Sasaran dari penyelenggaraan kesejahteraan sosial 2018 - 2023 adalah menurunnya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan meningkatkan peran Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dalam Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS), melalui :
a. Penanganan PMKS adalah kembalinya keberfungsian sosial PMKS yang diindikasikan sebagai berikut :
1). Kemampuan mengenal diri sendiri, 2). Kemampuan rawat diri,
3). Kemampuan mengenali masalah, 4). Kemampuan memecahkan masalah, 5). Kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, 6). Kemampuan menjalankan peran-peran sosial.
29 b. Penguatan Kapasitas PSKS adalah meningkatnya peran PSKS dalam melaksanakan Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS) yang diindikasikan dengan kemapuan dan keikutsertaan (partisipasi aktif) dalam memberikan dukungan layanan kesejahteraan sosial yang sedang dan telah dilaksanakan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.
Secara operasional penyelenggaraan kesejahteraan sosial adalah :
a. Meningkatnya Keberfungsian Sosial PMKS yang mendapatkan Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial melalui Panti Pelayanan Sosial. Kualitas pelayanan sosial adalah standar absolut yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pelayanan dalam panti, sehingga dapat mendukung percepatan pemulihan keberfungsian sosial PMKS, baik dalam kualitas aspek fisik (sarana dan prasarana) maupun kualitas SDM serta kualitas pelayanan, dengan sasaran: 1). Pelayanan sosial melalui Panti Sosial Pemerintah.
2). Dukungan operasional terhadap Panti Sosial Swasta melalui subsidi permakanan satu orang satu hari (SOSH). b. Meningkatnya keberfungsian sosial fakir miskin.
Keberfungsian sosial dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam melaksanakan fungsi sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar. Fakir Miskin adalah suatu kondisi yang mengakibatkan ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar, yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam memecahkan masalah yang dihadapi serta kemampuan untuk menjalankan peran-peran sosial dalam berkehidupan.
Menurut data BPS Jawa Tengah pada bulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Jawa Tengah
30 mencapai 3,90 juta jiwa (11.32 %) dari jumlah penduduk Jawa Tengah 33.522.663 jiwa.
Diagram 2.1
Grafik Penduduk Miskin Jawa Tengah Per Maret 2018
Adanya perbedaan karakteristik antara masyarakat perkotaan dan perdesaan, sehingga diperlukan strategi dan pendekataan penanganan fakir miskin dengan mengembangkan kearifan lokal. Basis data terpadu (BDT) program penanganan fakir miskin menjadi dasar acuan dalam penanganan fakir miskin. BDT memuat 40 % penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah dan dikelompokkan dalam kelompok yang di sebut desil. Upaya peningkatan keberfungsian sosial fakir miskin dilaksanakan melalui kegiatan :
1). Pengelolaan data kemiskinan,
2). Penanganan fakir miskin perdesaan, 3). Penanganan fakir miskin perkotaan.
c. Tersedianya sistem Jaminan Sosial PMKS Non Produktif dan Perlindungan Sosial Korban Bencana.
Jaminan kesejahteraan sosial melekat sebagai “State Obligation” yang dilaksanakan untuk kepentingan seluruh rakyat, terutama bagi warga yang tidak mampu atau miskin dan mengalami masalah kesejahteraan sosial. Jaminan sosial
33,522,663 3,949,073 5,000,000 10,000,000 15,000,000 20,000,000 25,000,000 30,000,000 35,000,000 40,000,000 Jumlah Penduduk Jawa Tengah (Jiwa)
Jumlah Penduduk Miskin Jawa Tengah
31 ditujukan kepada warga masyarakat baik perorangan, keluarga, kelompok maupun komunitas tertentu yang mengalami hambatan fungsi sosial dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mengalami resiko ketidakpastian hidupnya, yang berpotensi berpengaruh terhadap penurunan taraf kesejahteraan sosial atau hidup di bawah garis kemiskinan.
Jawa Tengah sebagai salah satu Provinsi yang dikatagorikan sebagai daerah rawan bencana (erupsi, tanah longsor, gas beracun, angin puting beliung, banjir dan tsunami) maka pengurangan resiko bencana (PRB) menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan bagi korban bencana dengan memperkuat sistem dan mekanisme penanggulangan bencana yang terpadu berbasis masyarakat / community Disaster Managemen (CDM), serta kegiatan tanggap darurat melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan layanan dukungan psikososial.
Jaminan sosial PMKS non produktif dan perlindungan sosial korban bencana dilaksanakan melalui kegiatan :
1). Perlindungan sosial korban bencana alam, 2). Perlindungan sosial korban bencana sosial, 3). Jaminan sosial PMKS non produktif.
d. Meningkatnya peran Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dalam melaksanakan Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS). Potensi dan sumber kesejahteraan sosial (PSKS) sebagai wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat, merupakan infrastruktur penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang perlu distimulus secara kontinyu mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah. Upaya peningkatan peran PSKS dilaksanakan melalui kegiatan : 1). Kegiatan penguatan kapasitas PSKS,
32 2). Kegiatan pembinaan pengelolaan sumber dana
kesejahteraan sosial dan penyuluhan sosial,
3). Kegiatan keperintisan, kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial.
33
Gambar 2.1
CASCADING TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH
Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Menurunnya jumlah PMKS Persentase penurunan jumlah PMKS Jumlah PMKS ditangani dibagi populasi PMKS x 100 % Rehabilitasi sosial PMKS Persentase PMKS yang direhabilitasi sosial Jumlah PMKS direhabilitasi dibagi populasi PMKS x 100 % Program rehabilit asi sosial Persentase keberfungsi an sosial PMKS dalam panti Jumlah PMKS dalam panti yang mampu melaksana kan fungsi sosial di bagi jumlah PMKS yang ditangani dalam panti x 100 % Kegiatan rehabilitasi sosial anak dan lanjut usia Jumlah anak dan lanjut usia terehabilitasi dalam panti
34 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas Jumlah penyandang disabilitas terehabilitasi dalam panti Kegiatan rehabilitasi sosial tuna sosial dan KPO Jumlah tuna sosial dan KPO terehabilitasi dalam panti Program rehabilit asi sosial Prosentase keberfungsi an sosial PMKS Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah eks PGOT dan eks psikotik mendapatka n rehabilitasi sosial
35 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 yang ditangani x 100 % Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah eks PGOT dan eks psikotik yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah eks PSK dan disabilitas netra mendapatkan rehabilitasi sosial
36 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 yang ditangani x 100 % Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah eks PSK dan disabilitas netra yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah PMKS dan disabilitas grahita mendapatkan rehabilitasi sosial
37 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 yang ditangani x 100 % Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah PMKS dan disabilitas grahita yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah eks psikotik mendapatkan rehabilitasi sosial
38 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah eks psikotik yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah eks psikotik mendapatkan rehabilitasi sosial
39 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ditangani x 100 % Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah eks psikotik yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah eks psikotik dan anak putus sekolah mendapatka n rehabilitasi sosial
40 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah eks psikotik dan anak putus sekolah yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah disabilitas grahita, daksa dan PMKS mendapatkan rehabilitasi sosial
41 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah disabilitas grahita, daksa dan PMKS yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah disabilitas netra dan anak terlantar mendapatkan rehabilitasi sosial
42 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah disabilitas netra dan anak terlantar yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah disabilitas netra dan eks psikotik mendapatkan rehabilitasi sosial
43 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah disabilitas netra dan eks psikotik yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah lanjut usia mendapatkan rehabilitasi sosial
44 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah lanjut usia yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah lanjut usia dan eks psikotik mendapatkan rehabilitasi sosial
45 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah lanjut usia dan eks psikotik yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah lanjut usia dan eks psikotik mendapatkan rehabilitasi sosial
46 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah lanjut usia dan eks psikotik yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah lanjut usia dan eks PGOT mendapatka n rehabilitasi sosial
47 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah lanjut usia dan eks PGOT yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah lanjut usia dan eks PGOT mendapatkan rehabilitasi sosial
48 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah lanjut usia dan eks PGOT yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah lanjut usia dan PMKS mendapatkan rehabilitasi sosial
49 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah lanjut usia dan PMKS yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah lanjut usia dan eks PGOT mendapatkan rehabilitasi sosial
50 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah lanjut usia dan eks PGOT yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah lanjut usia dan disabilitas netra mendapatkan rehabilitasi sosial
51 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah lanjut usia dan disabilitas netra yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah anak putus sekolah dan eks psikotik mendapatkan rehabilitasi sosial
52 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah anak putus sekolah dan eks psikotik yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah anak putus sekolah, disabilitas netra dan lanjut usia mendapatkan rehabilitasi sosial
53 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah anak putus sekolah, disabilitas netra dan lanjut usia yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah anak nakal dan lanjut usia mendapatkan rehabilitasi sosial
54 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 yang ditangani x 100 % Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah anak nakal dan lanjut usia yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah anak putus sekolah dan lanjut usia mendapatkan rehabilitasi sosial
55 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 yang ditangani x 100 % Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah anak putus sekolah dan lanjut usia yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah anak jalanan dan anak terlantar mendapatkan rehabilitasi sosial
56 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah anak jalanan dan anak terlantar yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah anak terlantar mendapatkan rehabilitasi sosial
57 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah anak terlantar yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah anak terlantar mendapatkan rehabilitasi sosial
58 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah anak terlantar yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah anak terlantar mendapatkan rehabilitasi sosial
59 Tujuan Indikator Tujuan Formulasi Indikator Sasaran Indikator Sasaran Formulasi Indikator Program Indikator Program Formulasi Indikator Kegiatan Indikator Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 yang ditangani x 100 % Kegiatan penyantunan PMKS Jumlah anak terlantar yang terpenuhi kebutuhan dasarnya Jumlah PMKS yang mampu melaksana kan fungsi sosial dibagi jumlah PMKS yang ditangani x 100 % Kegiatan rehablititasi PMKS Jumlah anak terlantar mendapatkan rehabilitasi sosial