28
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Muncar 02 Kecamatan susukan, Kabupaten Semarang pada semerter II tahun ajaran 2011/2012. SD tempat penelitian terletak di daerah pedesaan tepatnya di Desa atau Kelurahan Muncar RT 01 RW 03 Dusun Krajan sebagai sekolah filial atau cabang.
Karakteristik Subyek Penelitian
Subyek dalam penelitian ini siswa kelas V di SDN Muncar 02 yang berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Kondisi fisik siswa terutama siswa kelas V seimbang antara berat badan dan tinggi badannya. Semua siswa normal dalam arti tidak ada siswa yang mempunyai kebutuhan khusus.
Tahap perkembangan kognitif anak menurut Piaget terbagi ke dalam 4 fase atau tahap perkembangan. Fase pertama adalah sensori motor yang terjadi antara umur 0-2 tahun. Fase kedua adalah pra-operasional antara umur 2-7 tahun. Fase ketiga operasional konkret antara umur 7-12 tahun. Fase keempat operasional formal dari umur 12 tahun hingga selama proses belajar berlangsung. Pada siswa kelas V SD, siswanya rata-rata berumur 10-11 tahun, ini berarti siswa pada kelas V masuk pada fase ketiga yaitu fase operasional konkret dimana siswa belajar dengan hal-hal yang nyata atau konkret. Selain itu, pada seusia kelas V SD merupakan usia bermain dan mencari teman.
Pada saat proses belajar mengajar berlangsung, guru masih menggunakan pembelajaran konvensional. Hanya 3 sampai 5 siswa saja yang terlihat aktif saat pembelajaran. Guru juga sudah memberikan tes hampir disetiap akhir pembelajaran, namun nilai tes siswa masih banyak yang berada di bawah KKM yang telah ditentukan sekolah. Hal ini terlihat dari rendahnya skor tes semester II mata pelajaran IPS yang mencapai nilai KKM yaitu 71 hanya 39% dari keseluruhan jumlah siswa 28 anak. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa
tersebut peneliti menggunakan model pembelajaran cooperative script dalam proses pembelajaran.
3.2 Variabel Penelitian dan Devinisi Operasional Variabel Pembelajaran
Hasil Belajar : Besarnya skor yang diperoleh dari skor tes (tes obyektif dan esay) dan non tes (unjuk kerja berupa diskusi berpasangan dan presentasi ).
Variabel Tindakan
Model Pembelajaran Cooperative Script : adalah model pembelajaran IPS dengan menggunakan langkah-langkah :
1. Siswa duduk berpasangan (2 orang) 2. Tiap-tiap siswa diberikan materi 3. Siswa meringkas materi
4. Penetapan peran pembicara dan pendengar 5. Pembicara memberikan penjelasan
6. Pendengar memberikan tanggapan
7. Pembicara (yang sebelumnya sebagai pendengar) memberikan penjelasan
8. Pendengar (yang sebelumnya sebagai pembicara) memberi tanggapan
3.3 Rencana Tindakan
Model penelitian ini mengacu pada teori Kemmis dan Taggart dalam Suwarsih Madya (2006:10) bahwa penelitian tindakan kelas memberikan cara kerja yang mengaitkan teori dan praktik menjadi kesatuan utuh gagasan dalam tindakan. Rencana tindakan yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu PTK menggunakan model spiral Kemmis dan Targgart dengan menggunakan 2 siklus. Di dalam setiap siklus terdapat 3 tahap, yaitu: perencanaan (pembuatan RPP, lembar observasi, lembar evaluasi), implementasi RPP dan observasi, refleksi.
Gambar 3.1 Model Spiral dari Kemmis, S dan Mc Taggart, R Siklus I
Perencanaan Tindakan
a. Identifikasi masalah dan perumusan masalah.
b. Merancang skenario pembelajaran RPP (terlampir) dan menyusun tes yang akan digunakan.
c. Menyiapkan materi untuk kegiatan pembelajaran diskusi berpasangan dalam pembelajaran cooperative script.
d. Merencanakan personal yang akan dilibatkan dalam penelitian yaitu dengan guru kelas yang mengajar pada tempat penelitian dilakukan.
e. Merancang tes formatif (terlampir). f. Menyiapkan lembar observasi.
Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan
a. Siswa dibagi menjadi 14 kelompok dimana tiap kelompok terdiri dari atau sama dengan 2 orang siswa berpasangan sebagai pembicara dan pendengar dengan perbedaan gender, latar belakang sosial ekonomi serta kemampuan akademis.
b. Guru memberikan lembar materi IPS pada KD “Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang” kepada tiap-tiap siswa dan tugas siswa adalah membuat ringkasan dari materi yang telah diterimanya.
c. Setelah siswa selesai membuat ringkasan selanjutnya adalah membuat kesepakatan atas pembagian peran yaitu dari masing-masing pasangan siswa satu anak menjadi pembicara dan yang lainnya menjadi pendengar. d. Masing-masing pasangan siswa berdiskusi dengan pasangannya dan ketika
mereka selesai dengan satu peran kemudian mereka bertukar peran.
e. Masing-masing pasangan siswa melakukan unjuk kerja berupa presentasi di dipan kelas.
f. Guru dan siswa melakukan diskusi kelas.
g. Siswa diberikan evaluasi berupa tes formatif setelah siswa menerima materi dan dilaksanakan di akhir kegiatan.
h. Dalam pembelajaran dilakukan observasi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan sewaktu mengajar.
Refleksi
Refleksi dilakukan untuk mencatat semua temuan baik kelemahan dan kelebihan yang terdapat pada siklus I, selanjutnya untuk mengadakan perbaikan pada siklus II.
Siklus II
Perencanaan Tindakan
a. Identifikasi masalah dan perumusan masalah berdasarkan refleksi pada siklus I.
b. Merancang kembali skenario pembelajaran RPP (terlampir), tes yang akan digunakan, pedoman observasi dan menyiapkan materi pembelajaran untuk dilaksanakan sebagaimana pada siklus I.
c. Merencanakan personal yang akan dilibatkan dalam hal ini yang dipakai masih sama seperti pada siklus I.
d. Merancang kembali tes formatif e. Menyiapkan lembar observasi.
Pelaksanaan tindakan dan Pengamatan
a. Guru membentuk siswa menjadi 14 kelompok berpasangan dimana terdapat 2 orang siswa dalam tiap-tiap kelompok.
b. Guru memberikan lembar materi “menghargai jasa dan peranan para tokoh pejuang dalam mempersiapkan kemerdekaan indonesia” kepada tiap-tiap siswa.
c. Setelah siswa menerima materi dari guru selanjutnya tugas masing-masing siswa adalah membuat ringkasan.
d. Tiap pasang siswa membuat kesepakatan tentang siapa yang berperan sebagai pembicara dan pendengar, bila sudah disepakati maka selanjutnya mereka melakukan diskusi berpasangan.
e. Setelah mereka selesai dengan satu peran selanjutnya mereka bertukar peran dan kembali melakukan diskusi kelas.
f. Guru dan siswa menarik kesimpulan.
g. Siswa diberikan evaluasi berupa tes formatif setelah siswa menerima materi dan dilaksanakan di akhir kegiatan.
h. Dalam pembelajaran dilakukan observasi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan sewaktu mengajar .
Refleksi
Pada akhir siklus II ini, melalui pembalajaran dengan menggunakan model pembelajaran cooperative script hasil dari analisis dicatat bahwa apakah pada tiap tahapan sudah menunjukkan peningkatan atau belum. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar agar siswa lebih baik dan meminimalkan kekurangan-kekurangan yang masih ada. Dengan demikian maka pelaksanaan selanjutnya dapat lebih optimal. Setelah akhir siklus II melalui pembelajaran cooperative script diharapkan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri Muncar 02 Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang Tahun ajaran 2011/2012 meningkat dan potensi siswa dapat ditumbuh kembangkan.
3.4Jenis Data, Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian
Data yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa data kualitatif yaitu data yang diperoleh langsung dari hasil pengamatan siswa dan guru; dan
data kuantitatif adalah data yang diperoleh langsung dari skor yang diperoleh dari tes formatif dan rubrik penilaian unjuk kerja.
Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian tindakan ini adalah teknik tes dan non tes yang berupa unjuk kerja.
Instrumen penelitian adalah butir-butir soal dan lembar observasi unjuk kerja serta lembar observasi implementasi RPP. Adapun kisi-kisi instrumen penelitian disajikan dalam tabel 3.1 berikut ini :
Tabel 3.1. Kisi-kisi butir soal IPS
Kompetensi dasar Materi pembelaja
ran
Indikator soal Bentuk soal No soal Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang Perjuangan melawan Penjajah
Siswa dapat menunjukkan hal-hal yang berkaitan dengan negara yang menjajah Indonesia
Tes Obyek tif Tes Uraian 1, 2, 3, 5, 9, 10, 22 4
Siswa dapat menunjukkan tokoh-tokoh perjuangan pada masa penjajahan Belanda dan Jepang dan
Siswa dapat menunjukkan tokoh pencetus kerja paksa pada masa penjajahan belanda dan jepang Tes Obyek tif Tes Uraian 4, 6, 7, 8, 12, 14, 15, 16, 20, 21 3
Siswa dapat menceritakan penderiraan rakyat Indonesia pada masa penjajahan belanda dan Jepang
Tes Obyek tif Tes Uraian 11, 13, 17, 25 1, 2
Siswa dapat menceritakan akibat yang terjadi pada rakyat Indonesia karena penjajahan Belanda dan Jepang
Tes Obyek tif Tes Uraian 18, 19, 23, 24 5
Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Tes
Teknik yang digunakan untuk mengetahui kesejajaran adalah teknik korelasi product moment yang dikemukakan Pearson (Suharsimi, 2009: 69). Rumus korelasi product moment dengan angka kasar.
𝑟𝑥𝑦= 𝑛 ∑ 𝑥𝑦 −(∑ 𝑥)(∑ 𝑦)
�[𝑛 ∑ 𝑥2 −(∑ 𝑥)2][𝑛 ∑ 𝑦2−(∑ 𝑦)2]
Keterangan:
rxy = koefisien korelasi pearson
x = variabel bebas y = variabel terikat n = jumlah data
Uji validitas dilakukan oleh bantuan SPSS 19,0. Tentang kriteria tinggi rendahnya validitas setiap butir instrumen, ada berbagai pendapat. Kriteria intrumen menurut Saifuddin Azwar dalam Naniek Sulistya Wardani (2010) menyatakan bahwa suatu item instrumen dianggap valid jika memiliki koefissien corrected item to total correlation ≥ 0,20.
Setelah dilakuakn uji validitas soal untuk soal Siklus I dari 40 soal obyektif dan 10 soal uraian yang dilakukan di SDN Medayu 01 dan SDN Medayu 02 didapatkan jumlah soal obyektif yang hasilnya valid sebanyak 26 butir soal dan 5 butir soal yang valid dari bentuk soal uraian. Dari jumlah hasil soal obyektif yang valid yaitu 26 soal, 25 soal akan digunakan sebagai alat evaluasi ter formatif siswa diakhir siklus sedangkan yang 1 soal akan ditinggalkan. Sedangkan dari soal uraian kelima soal yang valid semuanya akan digunakan dalam evaluasi tes formatif siswa bersamaan dengan soal obyektif.
Uji Reliabilitas Tes
Reliabilitas adalah ukuran konsistensi internal dari indikator-indikator sebuah variabel bentukkan yang menunjukkan derajad sampai dimana masing-masing indikator itu mengindikasikan sebuah variabel bentukan yang umum.
Rumus reliabilitas dengan metode Alpha adalah:
𝛼= 𝑘 −𝑘 1�1−∑ 𝑆𝑡𝑜𝑡�∑ 𝑆𝑥2
Keterangan:
α : koefisien realibilitas alpha k : jumlah item
∑ 𝑆x2 : jumlah varians item
∑ 𝑆P
2
tot : jumlah varians total
Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan SPSS 19,0 dan kriteria untuk menentukan tingkat reliabilitas instrument digunakan pedoman yang dikemukakan oleh George dan Mallery (1995) sebagai berikut: α ≤ 0,7 : tidak dapat diterima
0,7 < α ≤ 0,8 : dapat diterima 0,8 < α ≤ 0,9 : riliabilitas bagus
α > 0,9 : reliabilitas memuaskan
Dari hasil uji reliabilitas didapati tingkat reliabilitas instrumen sebesar 0,787, yang berarti dapat diterima.
3.5 Indikator Kinerja
Indikator kinerja dalam penggunaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dinyatakan dapat berhasil meningkatkan hasil belajar siswa apabila 80% dari jumlah keseluruhan siswa kelas V mendapatkan nilai ≥90 sebagai hasil belajar mata pelajaran IPS pada tahap evaluasi akhir sesuai KKM 90 serta keaktifan siswa yang juga turut diamati dan dinilai.
3.6 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan teknik statistik sederhana yakni teknik diskriptif komparatif yang merupakan teknik statistik dengan membandingkan hasil penelitian antar siklus yaitu mean, skor minimal, skor maksimal, stardar deviasi dan persentase.