• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING SEPAKBOLA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING SEPAKBOLA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR

PASSING

SEPAKBOLA

I

Md Yogi Jnana Wesnawa, I Wayan Artana Yasa, Putu Adi Suputra

Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha,

Kampus Tengah Undiksha Singaraja, Jalan Udayana Singaraja-Bali Tlp. (0362) 32559

e-mail:

{[email protected]

, [email protected]

.

[email protected]

}@undiksha.ac.id

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievemen division (STAD) terhadap hasil belajar teknik dasar passing (menggunakan kaki bagian dalam dan kaki bagian luar) sepak bola. Penelitian ini adalah penelitian true eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian the post-test only. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada tahun pelajaran 2016/2017 berjumlah 295 orang yang terdistribusi ke dalam dua kelas yaitu kelasVIIF dan kelas VIIG. Pengundian kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan simple random sampling. Data hasil belajar dikumpulkan melalui tes Objektip, observasi dan unjuk kerja. Analisis data menggunakan Uji-t dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Pada kelompok eksperimen diperoleh nilai rata-rata 13,96 dengan standar deviasi 6,74. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata 4,56 dengan standar deviasi 7,13. Angka signifikansi yang diperoleh melalui Uji t adalah p<0.00. Disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh sangat signifikan terhadap peningkatan hasil belajar teknik dasar passing sepak bola pada siswa. Dengan demikian disarankan kepada guru penjasorkes dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD karena terbukti berpengaruh sangat signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa.

Kata-kata kunci: Kooperatif, STAD, Hasil Belajar, sepakbola. Abstract

This study aims to determine the effect of the application of cooperative learning model of student teams achievement division STAD) to the learning outcomes of basic passing techniques (using inner legs and outer legs) of Football .This research is a true experimental research using the post-test only. The subjects of the study were the seventh grade students of SMP Negeri 1 Sukasada in the 2016/2017 academic year a mounting to 295 people who were distributed into two classes namely the VIIF class and the VIIG class. The drawing of the experimental group and the control group was conducted with a simple ramdom sampling. The result data collected through objective test, observation and performance. Analyze data using t-Test with the help of SPSS 16.0 for Windows. In the experimental group obtained an average value of 13.96 with a standard deviation of 6.74. While in the control group obtained an average value of 4.56 with a standard deviation of 7.13. The significance number obtained by t test is p <0.00. It is concluded that the application of STAD type cooperative learning model has a very significant effect on the improvement of learning result of basic technique of passing football on students. Thus, it is suggested to the teacher of penjasorkes to apply STAD as a type cooperative learning model because it proved to have a very significant effect on the improvement of student learning outcomes.

(2)

PENDAHULUAN

Proses pembelajaran guru bukanlah hanya berperan sebagai model atau teladan bagi siswa yang diajarnya, tetapi juga sebagai pengelola pembelajaran. Keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat di tentukan oleh kualitas atau kemampuan guru. Oleh sebab itu, guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dan memperbaiki kualitas mengajarnya.

Peningkatan kualitas pembelajaran adalah salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-sportifitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang (Depdiknas, 2006:2).

Dilihat dari tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran di tingkat sekolah menengah, khususnya SMP Negeri 1 Sukasada, untuk mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan ( PENJASORKES) tergolong relatif rendah, nilai ketuntasan minimal (KKM) di kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada yaitu 76. Dilihat dari presentase hasil belajar passing sepakbola, di mana dapat di kategorikan menjadi 4 rentangan yaitu 0-50 (kurang), 51-75 (cukup), 76 - 84 (baik ) dan 85-100 (sangat baik). Dalam Pembelajaran teknik dasar passing sepak bola masih banyak yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan maksimum (KKM). Hal tersebut dapat dilihat dari data hasil belajar ulangan harian yang diperoleh siswa pada saat observasi awal di kelas VII yang berjumlah 8 kelas. Untuk kelas VIIA yang tuntas sebanyak 12 siswa (35.2%) dan yang tidak tuntas sebanyak 22 siswa(64.7%) kelas VIIB yang tuntas sebanyak 14 siswa (41.1%) tidak tuntas sebanyak 20 siswa (58.8%) kelas VIIC yang tuntas 10 siswa (31.2%) tidak tuntas 22 siswa (68.7 %) kelas VIID yang tuntas

16 siswa (50%) yang tidak tuntas orang 16 siswa (50%) kelas VIIE yang tuntas 11 siswa (34.3%) dan tidak tuntas 21 siswa (65.6%) , kelas VIIF yang tuntas 11 orang(34.3%) tidak tuntas 21 siswa (65.6) kelas VIIG yang tuntas 10 orang (32.2%) tidak tuntas 21 siswa (67,7%) dan kelas VIIH yang tuntas 11 siswa (34.3%) tidak tuntas 22 siswa (68.7%).

Berdasarkan data nilai Ulangan materi bola besar (sepakbola) pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada tahun pelajaran 2016/2017 yang diambil sebagai sampel ditemukan bahwa pada kelas VIIF yang terdiri dari 32 orang terdapat 5 siswa dinyatakan kurang (18.7%), 16 siswa dinyatakan cukup (50%), 8 siswa dinyatakan baik (25%) dan 3 siswa dinyatakan sangat baik (9.3%). Sedangkan pada kelas VIIG yang terdiri dari 31 orang terdapat 3 siswa dinyatakan kurang (9.6%), 18 siswa dinyatakan cukup (58.1%), 8 siswa dinyatakan baik (25.8%) dan 2 siswa dinyatakan sangat baik (6.4%). Untuk kelas VIIF siswa yang tuntas sebanyak 11 siswa (34.3%) yang tidak tuntas sebanyak 21 siswa (65,6) sedangkan untuk kelas VIIG yang tuntas sebanyak 10 siswa (32,2%) dan yang tidak tuntas sebanyak 21 siswa (67,7%). Melihat kenyataan tersebut maka peran guru penjasorkes sebagai pendidik perlu mendapat perhatian khusus dalam mengimplementasikan model pembelajaran yang tepat, karena dengan implementasi model pembelajaran yang tepat akan dapat memacu semangat para siswa di dalam mengikuti pelajaran dan mendorong siswa untuk mengembangkan antara pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan yang didapat dari sekolah sehingga para siswa akan bersikap aktif dalam mengikuti proses pelajaran khususnya pelajaran penjasorkes pada materi teknik dasar passing sepakbola Penerapan model pembelajaran tipe STAD diharapkan dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang terdapat di Kelas VII SMP Negeri 1Sukasada sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Bijak Adhi Suroyo Dari uraian di atas peneliti akan mencoba memberikan salah satu alternatif pemecahan masalah

(3)

yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dari hasil penelitian secara umum dapat disimpulkan bahwa:1. Ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar shooting sepakbola pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kediri, dibuktikan dengan hasil bahwa nilai thitung 4,488 > thitung 2,00 dengan taraf

signifikan 0,05.2.

Besarnya pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar shooting sepakbola pada siswa kelasVIII SMP Negeri 1 Kediri adalah 30,13%. (2) Frendi Bagus Septianto (2015) juga menemukan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran mengukur besaran-besaran listrik dalam rangkaian elektronika di kelas X SMK Sunan Drajat Paciran Lamongan. (3) putra adnyana (2013) menemukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD GUGUS UBUD dengan nilai

thitung 3,92 > ttabel 2,00.

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar teknik dasar

passing sepak bola siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada tahun pelajaran 2016/2017.

Adapun manfaat yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah Dapat mengambangkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran teknik dasar passing kaki bagian dalam sepakbola yang lebih baik dengan kondisi kontekstual siswa. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang lebih terarah secara efektif dan efesien serta member solusi rendahnta hasil belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan.

Bagi guru meningkatkan wawasan dan keterampilan guru penjasorkes dalam

menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam teknik dasar

passing sepakbola. Bagi siswa membantu siswa dalam meningkatkan proses dan hasil belajar teknik dasar passing

sepakbola melalui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD sehingga belajar siswa lebih bermakna. Bagi sekolah Membantu sekolah meningkatkan pemberdayaan kecakapan hidup para siswanya sehingga diharapkan lebih dapat bersaing dalam kompetensi antar sekolah baik untuk terjun ke masyarakat maupun untuk kepentingan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Bagi peneliti Memberikan pengalaman bagi peneliti dalam menghadapi situasi dan kondisi dalam proses pembelajaran dan menambah wawasan bagi peneliti mengenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran penjasorkes.

KAJIAN TEORI

Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian,sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan (Suprijono 2009:5). Hasil belajar merupakan evaluasi dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Hasil belajar tersebut terjadi terutama berkat evaluasi guru, dan juga merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Sedangkan dari siswa sendiri hasil belajar merupakan berakhirnya pengalaman dan puncak proses belajar. Berdasarkan uraian dalam instruksional, Bloom, dkk ( dalam Dimyati dan Mudjiono 2006:26), “siswa yang belajar berarti menggunakan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor untuk berinteraksi terhadap lingkungannya dalam melakukan kegiatan belajar”.

Permainan sepakbola dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang. Masing-masing tim mempertahankan sebuah gawang dan mencoba menjebolkan ke gawang lawan” (Satyawan,2012:2). Menurut Mielke (2007:1) adalah sebagai berikut: “1) menggiring bola (dribbling), 2) mengoper (passing), 3) menghentikan bola

(4)

(trapping), 4) lemparan ke dalam ( throw-in), 5) menyundul bola (heading), 6) mengecoh dan membalik (tricks and turns), 7) menembak (shooting)”. “Teknik

mengoper dalam permainan sepak bola dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti dengan kaki bagian dalam, bagian luar, ujung kaki, dan punggung kaki” (Satyawan. 2012:13).

Pendidikan jasmani pada dasarnya ”merupakan pendidikan melalui aktivitas jasmani yang dijadikan sebagai media untuk mencapai perkembangan individu secara menyeluruh” (Adang 2000:1).

Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (penjasorkes) merupakan bagian terpenting yang diharapkan dengan baik anak-anak akan mengembangkan keterampilan yang berguna bagi pengisian waktu senggang, terlibat dalam aktivitas yang kondusif untuk mengembangkan hidup sehat, berkembang secara sosial, dan menyumbang pada kesehatan fisik dan mentalnya (Husdarta, 2009:17).

Menurut Joyce (dalam Trianto, 2007:5) model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lain-lain.

Menurut Burton (dalam Aunurrahman, 2009:35) merumuskan pengertian belajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antar individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka mampu berinteraksi dengan lingkungannya

.

Pembelajaran Kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk

bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru ( Suprijono 2009:54).

Menurut Trianto (2007:42),

pembelajaran kooperatif bertujuan untuk: “(1) meningkatkan partisipasi siswa, (2) memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, dan (3) memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakangnya”. Jadi, model pembelajaran kooperatif merupakan model yang mengkondisikan siswa bekerja bersama untuk memperoleh tujuan bersama dalam kelompok-kelompok kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda-beda. Adapun tipe-tipe model pembelajaran kooperatif yang digunakan dalam pengajaran, yaitu, 1, Jigsaw, 2.GI, 3.TPS, 4.NHT, 5.STAD (Trianto, 2007: 49-63).

Menurut Ibrahim dkk (2000:11), “pembelajaran kooperatif akan menjadi sangat efektif jika materi pembelajaran tersedia lengkap dikelas, ruang guru, perpustakaan, ataupun dipusat media”.

Model pembelajaran konvensional merupakan model yang masih berpandagan pada paradigma lama. Model pembelajaran ini cenderung menganggap siswa sebagai objek bukan subjek. Siswa dianggap sebuah botol kosong yang harus diisi terus menerus oleh guru.“Pembelajaran konvensional cenderung dimulai dengan apersepsi, penyajian informasi, pemberian soal-soal dan tugas, kemudian membuat simpulan” (Suryosubroto, 2002:71).

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar teknik dasar

passing sepak bola siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada tahun pelajaran 2016/2017.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen sesungguhnya (true experimental). ”jadi

cirinya adalah adanya kelompok kontrol dan sampel dipilih secara random” (Sugiyono, 2012: 112).

Tujuan dari penelitian eksperimen sungguhan adalah untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab-akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental satu atau lebih kondisi perlakuan dan memperbandingkan hasilnya dengan satu

(5)

atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan”(Kanca, 2010: 86).

Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah seluruh siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada tahun pelajaran 2016/2017 yang terdistribusi kedalam 2 kelas yaitu: VIIF berjumlah 32 orang dan VIIG berjumlah 31 orang, sehingga keseluruhan jumlah subjek

penelitian adalah 63 orang. Dua kelas yang ada diundi untuk menetapkan kelas yang menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengambilan data hasil belajar dilakukan dengan cara memberikan tes objektif, observasi, dan unjuk kerja. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji-t. Sebelum dilakukan uji-t terlebih dahulu data diuji normalitas dan homogenitasnya.

HASIL dan PEMBAHASAN

Data tentang hasil belajar teknik dasar passing sepak bola (menggunakan kaki bagian dalam dan kaki bagian luar)

diperoleh melalui tes akhir (post test)

dikurangi tes awal (pretest).

Tabel 1

Rangkuman Hasil Analisis Data Hasil Belajar Teknik Dasar

Passing Sepak Bola

Variabel Posttest – Pretest

Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Banyak Siswa (N) 31 32

Rata-rata 86.581 77.719 Standar Deviasi (SD) 6.7467 71312

Dari hasil pengurangan pada kedua kelompok diperoleh rata-rata skor kelompok eksperimen = 86,581 sedangkan rata-rata skor kelompok kontrol = 77,719. Standar deviasi dari kelompok eksperimen = 6.7467 sedangkan standar deviasi dari kelompok kontrol = 7.1312. Sebelum uji hipotesis terlebih dahulu dilakukan pengujian prasyarat terhadap sebaran data yang meliputi uji normalitas sebaran data dan

uji homogenitas varians. Untuk mengetahui normalitas sebaran data digunakan rumus Kolmogorov-Smirnov

pada signifikansi 0,05. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan SPSS 16.00 for Windows

didapatkan hasil untuk nilai signifikansinya kedua kelompok adalah 0,76. Untuk semua variabel signifikansi pada uji

Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari 0,05. Dengan demikan maka semua sebaran data berdistribusi normal.

Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Sebaran Data

Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Sebaran Data

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Statistic Df Sig. Eksperimen .194 31 .076 .927 31 .036 Kontrol .153 32 .055 .923 32 .026 a. Lilliefors Significance Correction

(6)

Gambar 1.

Diagram Histogram Uji Normalitas Sebaran Data Kelompok Eksperimen

Sedangkan Diagram Histogram Uji Normalitas Sebaran Data Kelompok Kontrol sebagai berikut.

Gambar 2.

Diagram Histogram Uji Normalitas Sebaran Data Kelompok Eksperimen

Berdasarkan Tabel 2 di atas, terlihat bahwa untuk semua variabel signifikansi pada uji Kolmogorov-Smirnov

diperoleh skorkelompok eksperimen 0.76

lebih besar dari 0,05. Sedangkan skor kelompok control 0.50 lebih besar dari 0,05 Dengan demikian maka semua sebaran data berdistribusi normal.

Uji homogenitas varian dilakukan dengan pengelompokan berdasarkan model pembelajaran, yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan model pembelajaran konvensional. Uji homogenitas varians antar kelompok dilakukan dengan bantuan

SPSS 16.00 for Windows dengan menggunakan Levene’s Test Of Equality

Error Variance. Hipotesis statistik yang diuji dalam pengujian homogenitas adalah sebagai berikut.

Ho : variansi pada setiap

kelompok adalah sama (homogen)

Ha : variansi pada setiap

kelompok tidak sama (tidak homogen)

Dengan kriteria pengujian yang digunakan adalah terima Ho jika nilai p>

0,05 dimana data memiliki varians yang sama apabila angka signifikansi yang dihasilkan lebih dari 0,05. Rangkuman hasil perhitungan homogenitas data menggunakan SPSS 16.00 for Windows dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut.

(7)

Tabel 3.

Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Varians

menggunakan Levene's Test of Equality of Error Variancesa

F df1 df2 Sig. .099 1 61 .745

Berdasarkan Tabel 3. hasil uji

Levene’s menunjukkan bahwa untuk hasil belajar passing control sepak bola kaki bagian dalam diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,749. Bila ditetapkan taraf

signifikansi 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variansi pada setiap kelompok adalah sama (homogen).

Tabel 4.

Ringkasan Analisis Uji-t Dengan Menggunakan SPSS

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality

of Variances t-test for Equality of Means

F Sig. T Df Sig. (2-tailed)

Nilai akhir Equal variances assumed .099 .745 5.064 61 .000 Equal variances not assumed 5.068 60.967 .000

Independent Samples Test (Bagian II)

Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 8.8306 1.7500 5.3313 12.3330 8.8306 1.7486 5.3344 12.3265

Berdasarkan hasil Uji t diperoleh nilai t = 5.064 dan nilai signifikansinya = 0.000. Hasil ini dijadikan dasar dalam mengambil keputusan. Adapun keputusan yang diambil adalah tolak Ho dan terima

Ha. hasil ini menyatakan bahwa terdapat

perbedaan hasil belajar teknik dasar

passing sepak bola antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil belajar teknik dasar passing sepak bola kaki bagian dalam dan kaki bagian luar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang dibelajarkan dengan

(8)

model pembelajaran konvensional, ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh terhadap hasil belajar teknik dasar passing sepak bola kaki bagian dalam dan kaki bagian luar pada siswa.

Dalam penelitian ini masing-masing kelompok penelitian diberikan perlakuan yang berbeda, dimana kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa model pembelajaran kooperatif tipe STAD sedangkan pada kelompok kontrol diberikan perlakuan model pembelajaran konvensional. Pembelajaran koperatif tipe STAD menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok kecil dan lebih dicirikan oleh penghargaan kooperatif daripada penghargaan individual. Pendekatan ini dirancang untuk mengembangkan indikator-indikator kunci pembelajaran kooperatif yang meliputi saling ketergantungan positif, tanggung jawab perseorangan, dan partisipasi yang merata. Dalam pendekatan struktural, tujuan kognitif yang hendak dicapai adalah berupa informasi akademik sederhana, sedangkan tujuan sosialnya adalah keterampilan kelompok dan keterampilan sosial. Struktual tim beranggotakan 3-5 orang tiap kelompok. Dalam pembelajaran kelompok kontrol yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional menekankan pada guru sebagai pusat informasi dan siswa sebagai penerima informasi. Situasi kelas sebagian besar masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, serta pengguanaan model ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar mengajar.

Berdasarkan pengamatan peneliti pada saat pembelajaran berlangsung di kelompok eksperimen, pembelajaran diarahkan untuk memberikan perhatian terhadap pemahaman siswa tentang teknik dasar passing sepak bola kaki bagian dalam dan kaki bagian luar di dalam mengikuti pelajaran. Aktivitas siswa yang lebih positif dalam menelaah materi suatu pelajaran pada kegiatan belajar menjadi salah satu faktor yang membuat rata-rata skor yang diperoleh siswa pada kelompok eksperimen lebih besar

daripada rata-rata skor yang diperoleh siswa pada kelompok kontrol. Model pembelajaran tipe STAD dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan alternative terhadap struktur kelas tradisional.

Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar telah dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh (1) Bijak Adhi Suroyo dari hasil penelitian secara umum dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar shooting sepakbola pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kediri, Kemudian Frendi Bagus Septianto (2015) juga menemukan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran mengukur besaran-besaran listrik dalam rangkaian elektronika di kelas X SMK Sunan Drajat Paciran Lamongan dan Putra adnyana (2013) menemukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD GUGUS UBUD.

Dari uraian diatas memberikan gambaran bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran teknik dasar passing sepakbola kaki bagian dalam dan kaki bagian luar berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini memberikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar teknik dasar passing (menggunakan kaki bagian dalam dan kaki bagian luar) sepak bola antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.

(9)

SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh sangat signifikan terhadap peningkatan hasil belajar passing (menggunakan kaki bagian dalam dan kaki bagian luar) sepak bola pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada tahun pelajaran 2016/2017.

SARAN

Berdasarkan hasil analis data dan pembahasan, maka dapat diajukan beberapa saran untuk proses pembelajaran dan penelitian lebih lanjut sebagai berikut. Bagi guru PJOK, model

pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas.

Penelitian ini dilaksanakan pada pokok bahasan teknik dasar passing

sepakbola kaki bagian dalam di kelas VIIG SMP Negeri 1 Sukasada, sehingga untuk memperoleh bukti-bukti yang lebih umum dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD diharapkan peneliti lain untuk mencoba pada pokok bahasan lain untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran Penjasorkes secara lebih mendalam. Penelitian ini hanya mengukur ada

atau tidaknya pengaruh dari model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar teknik dasar

passing sepakbola kaki bagian dalam dan kaki bagian luar tanpa meneliti lebih jauh arah pengaruh yang diberikan. Di waktu

mendatang dapat dilakukan suatu penelitian untuk meneliti sejauh mana arah pengaruh yang diberikan oleh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar Penjasorkes siswa.

DAFTAR RUJUKAN

Bijak Adhi Suroyo. 2014 “PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS

ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR

SHOOTING SEPAKBOLA”(Studi

pada siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kediri). Tersedia Padahttp://jurnalmahasiswa.unesa. ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-jasmani/article/view/8011 Volume 02 Nomor 01 Tahun 2014, 56 – 60. Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Departemen Pendidikan Nasional, 2006.

Kurikulum 2006 Standar Kompetens Mata Pelajaran Pedidikan Jasmani. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Frendi Bagus Septianto. 2015 “ PENGARUH MODEL

PEMBELAJARAN KOOPERTIF TIPE STAD DENGAN SOFWARE MULTISIM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PEMBELAJARAN MENGUKUR BESARAN-BESARAN LISTRIK DALAM RANGKAIAN ELEKTRONIKA DI KELAS X SMK SUNAN DRAJAT PACIRAN LAMONGAN”.Tersedia pada http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/ index.php/jurnal-pendidikan-teknik elektro/article/view/11427/baca-artikel Volume 04 Nomor 02 Tahun 2015, 415 – 422.

Husdarta, 2009. Manajemen Pendidikan Jasmani. Bandung: Alfabeta.

Kanca, I Nyoman. 2010. Metodologi Penelitian Pengajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Singaraja : Universitas Pendidikan Ganesha Mielke, Danny. 2007. Dasar-Dasar Sepak

Bola. Bandung: Pakar Raya .

(10)

Nova Julianto, I Gede. Artanayasa, I Wayan. Satyawan, I Made. 2016.

Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Passing Control Sepakbola Pada Siswa Kelas XI TITPL 1 SMK Negeri 3 Singaraja Tahun Pelajaran 2015/2016. Tersedia pada

http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJ P/article/view/7049. Diakses pada tanggal 1 Juli 2017.

Satyawan, I Made. 2012. Buku Ajar Permainan Sepak Bola. Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Luxbacher, A.J. 2004. Sepak Bola.

Cetakan Keempat. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta. Prestasi Pustaka.

Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning. Surabaya: Pustaka Belajar.

Suryosubroto, B. 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Gambar

Diagram Histogram Uji Normalitas  Sebaran  Data Kelompok Eksperimen

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi hitung lebih kecil nilai signifikansi penelitian (0,05) maka menolak hipotesis nol (H 0 ) sehingga hipotesis ketiga terbukti. Kata

Pada makalah ini akan dipaparkan mengenai pengembangan digital library yang ditujukan untuk perpustakaan Smk Yasmida Ambarawa .Teknologi dan komunikasi tak

Pengelolaan database sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf f

1) Dipusatkan di lingkungan masyarakat dan lembaga. 2) Berkaitan dengan kehidupan peserta didik dan masyarakat. 5) Penghematan sumber-sumber yang tersedia. Dengan pengertian dan

mengumumkan sebagai penyedia barang dengan pengadaan langsung untuk paket.. pekerjaan Pengadaan Peralatan Kesehatan Gudang Farmasi adalah

Daftar mata kuliah yang sudah diambil tidak bisa dihapus oleh mahasiswa jika sudah ada nilainya, ini menunjukkan bahwa proses penilaian mata kuliah sudah

Perkiraan umur didasarkan pada ciri-ciri fisik dan studi pustaka pada beberapa penelitian pada monyet hitam Sulawesi maupun monyet Sulawesi lainnya (Okamoto et al. Keempat

Berdasarkan telaahan hasil percobaan mengenai “Pemanfaatan Flavonoid Sebagai Stimulan Simbiosis Antara Mikoriza Dengan Bibit Manggis In-Vitro Pada Tahap