• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 STUDI KELAYAKAN. 4.1 Gambaran Umum Modul Human Capital Management MySAP ERP Human Capital Management

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 STUDI KELAYAKAN. 4.1 Gambaran Umum Modul Human Capital Management MySAP ERP Human Capital Management"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

86   

BAB 4

STUDI KELAYAKAN

4.1 Gambaran Umum Modul Human Capital Management 4.1.1 MySAP ERP Human Capital Management

mySAP ERP Human Capital Management adalah sebuah solusi komprehensif mengenai integerasi manajemen sumber daya manusia. Solusi ini memberikan tools yang digunakan suatu perusahaan atau organisasi untuk mengelola aset paling penting, yaitu sumber daya manusia. Elemen-elemen yang terdapat dalam HCM meliputi:

Organizational Management yang memberikan gambaran tentang bagaimana sebuah struktur organisasi pada masa sekarang yang akan dipetakan kedalam struktur organisasi pada masa yang akan datang yang bertujuan untuk merencanakan dan melaksanakan perubahan personil dan kebutuhan di masa mendatang.

Personnel Administration memberikan solusi untuk mengatur data-data penting karyawan untuk kemudian diolah dengan lebih detil lagi. Seperti mengelola data seorang karyawan untuk memasukkannya kedalam bank details, basic pay, absence, memaintain infotypes, dan lain-lain.

Time Management memberikan solusi untuk bagaimana cara merecord data tentang waktu jam kerja para karyawan yang

(2)

sangat berkaitan erat dengan attendances, quota, absences type, dan lain-lain.

Payroll memberikan solusi untuk mengolah gaji karyawan yang akan disesuaikan dengan remuneration, payroll area, dan payroll process.

Recruitment memberikan solusi untuk proses perekrutan secara lengkap dan terintegerasi. Mulai dari proses mengiklankan lowongan kerja, menerima data–data pelamar, memberikan status untuk pelamar (seperti rejected atau to be hired), membuat kontrak kerja secara otomatis, sampai pada proses hiring seorang pelamar kerja

yang diterima.

Personnel Development memberikan solusi untuk mengukur kualifikasi yang dimiliki karyawan, seperti daftar kemampuan (skills) yang dimiliki, pengalaman kerja, dan posisi yang akan dibandingkan dengan requirement atau kebutuhan yang diinginkan perusahaan.

Training and Event Management memberikan solusi secara keseluruhan mengenai training yang akan dilakukan oleh perusahaan, dari mulai proses pembuatan business event preparation, booking priority, sampai pada pengukuran kinerja secara umum maupun individu.

(3)

Enterprise Compensation Management mendukung perusahaan untuk mengelola banyak hal yang terkait dengan kompensasi untk karyawan.

Sedangkan dalam ruang lingkup implementasi untuk PT. IMS, sub modul yang direncanakan untuk diimplementasikan adalah Recruitment, Personnel Administration, Training and Event Management dan Payroll.

4.1.2 Siklus Human Capital Management

Dalam mySAP ERP HCM terdapat beberapa elemen yang telah disebutkan sebelumnya. Elemen-elemen tersebut digunakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan menurut proses siklus yang secara umum dilakukan sebagai berikut:

1. Recruitment

Perekrutan adalah proses awal dari seorang karyawan masuk dan bekerja dalam suatu perusahaan. Dari proses perekrutan ini dapat diketahui apakah seorang pelamar akhirnya bisa diterima dan bekerja di perusahaan atau tidak. Dari iklan lowongan pekerjaan dalam advertisement, pelamar kemudian akan mengirim data diri untuk lamaran pekerajaan dapat melalui on paper atau email. Integerasi antara recruitment dan Manager,s Desktop akan menungkinkan manajer untuk melihat dan memaintain data pelamar. Jika seorang pelamar bisa diterima, data pelamar tersebut akan ditransfer kedalam data karyawan sebagai employee file.

(4)

2. Time Management

Setelah status pelamar sudah ditetapkan sebagai karyawan untuk bekerja pada suatu perusahaan, maka diperlukan suatu sistem yang dapat digunakan untuk mencatat waktu jam kerja keseharian oleh setiap karyawan. Ada dua metode yang digunakan dalam menghitung waktu kerja karyawan, yaitu Positive Time Management dan Negative Time Management. Selain mencatat waktu kerja sehari-hari tiap karyawan, time management juga berfungsi untuk mengelola perhitungan waktu dari beberapa jenis absen, seperti leave dan illness.

3. Payroll

Proses yang sangat terkait erat dengan time management adalah penggajian. Time management dikelola dengan baik dan bertujuan agar proses perhitungan gaji setiap karyawannya terbentuk secara akurat berdasarkan waktu jam kerja yang telah dicatat dan absen dari setiap karyawan. Pengolahan gaji dalam payroll process ini tidak hanya berdasarkan waktu kerja karyawan, tetapi juga berdasarkan elemen-elemen remunerasi yang dimiliki setiap karyawan dan semua ini diolah dalam Payroll.

4. Budgeting

Proses selanjutnya adalah budgeting yang mana dapat membentuk sebuah dasar untuk Enterprise Compensation

(5)

Management karena nilai budget akan digunakan untuk unit organisasi individu dalam compensation administration. Nilai budget tersebut kemudian akan digunakan untuk menentukan kompensasi dari para karyawan (seperti kenaikan gaji, adanya bonus, dan lain-lain) yang memang kompensasinya harus ada yang dirubah. Jika memang ada kenaikan gaji, budgeting ini akan menentukan berapa persentase untuk kenaikan yang dilakukan. 5. Performance Management

Performance management diperlukan untuk memastikan setiap karyawan mendapatkan pelatihan untuk melakukan pekerjaan dengan baik sesuai dengan target perusahaan. Performance management ini dapt meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan itu sendiri. Selain itu juga dapat mendukung pencapaian sasaran perusahaan dengan cara merinci tujuan-tujuan yang akan dilakukan, mengelola Appraisal dan membuat Compensation Adjustment.

6. Compensation

Setelah dilakukan peningkatan kinerja dalam Performance Management, disusunlah kompensasi untuk tiap karyawan berdasarkan kinerja mereka masing-masing dalam mendukung perusahaan untuk mencapai sasaran bisnisnya. Dalam mySAP ERP HCM, compensation dibagi dalam tiga kategori yaitu Fixed, Variable, dan Long-Term Incentives.

(6)

7. Learning

Siklus terakhir adalah Learning Solution yang dilakukan dengan Training untuk karyawan. Proses Training and Event Management dimulai dari:

• Pembuatan business event preparation yang mengatur tentang jadwal, lokasi diadakannya event, dan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk mengandakan training. Selain itu juga membuat business event groups dan event types yang akan digunakan sebagai dasar dalam pembuatan business event catalog.

• Pembuatan business event catalog.

Day-to-day activities yang berisi cara booking untuk karyawan internal maupun eksternal, seperti book, prebook, replace, dan cancel.

recurring activities yang meliputi aktivitas-aktivitas tertentu yang dilakukan secara periodic, seperti follow up events.

4.1.3 Fitur-Fitur MySAP ERP HCM

Fitur yang dibahas adalah fitur-fitur mySAP ERP HCM yang terkait dengan ruang lingkup, yaitu Recruitment, Payroll, dan Training.

(7)

92   

Tabel 4.1 Fitur mySAP ERP HCM untuk Recruitment

RECRUITMENT

Fitur Fungsi Fitur Keterangan

Vacancy Untuk merepresentasikan kebutuhan tenaga kerja dalam suatu perusahaan.

Vacancy terdiri dari posisi - posisi yang harus diisi dan digunakan yang merepresentasikan kebutuhan tenaga kerja pada suatu perusahaan.

Advertisements Untuk melakukan publikasi atau periklanan dari satu atau lebih lowongan pekerjaan suatu perusahaan.

   

Advertisement dapat dibuat dalam Recruitment dan Advertisement dapat terintegerasi dengan sebuah aplikasi yang memungkinkan para pelamar merespon dengan cepat iklan lowongan tersebut.

Two-Level Concept of Data

Recording

Digunakan untuk mengklasifikasikan data pelamar yang masuk.

Data yang dimasukkan pada level pertama

adalah basic data seperti nama, alamat, dan

(8)

93

pada level kedua adalah tentang kualifikasi pelamar, latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja sebelumnya.

Short Profile Digunakan untuk membuat data pelamar yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Short profile ini bersifat tidak baku dan dapat digunakan sesuai info yang diperlukan. Applicant

Group

Untuk mengklasifikasikan pelamar sesuai dengan tipe kontrak kerja yang dimiliki tiap pelamar.

Karyawan yang memiliki beberapa jenis kontrak kerja seperti kontrak kerja permanen,

sementara, freelancer, dan lain-lain.

Applicant Range

Untuk mengklasifikasikan pelamar sesuai dengan hierarki atau kriteria fungsional.

Klasifikasi hierarki seperti excecutive

employees, salaried employees, specialists, dan lain-lain. Sedangkan klasifikasi

fungsional seperti coorporate management,

administration, dan lain-lain. Applicant

Actions

Untuk menggambarkan prosedur-prosedur apa saja yang dapat dilakukan untuk seorang pelamar.

Applicant actions meliputi:

• Prosedur entry data seperti initial

(9)

94

data.

• Prosedur yang nantinya akan merubah

status keseluruhan dari pelamar,

seperti reject applicant.

Applicant Status Untuk menetapkan status pada pelamar kerja agar dapat diketahui apakah nantinya pelamar tersebut dapat diterima atau tidak.

Status tersebut dibagi menjadi dua:

Overall Status adalah status yang

mengindikasikan apakah seorang pelamar sudah melewati paling tidak satu tahapan dalam prosedur yang

ditentukan (seperti processing atau On

Hold) atau sudah melewati seluruh

tahapan (rejected atau to be hired).

Status of Vacancy Assignment yang

digunakan untuk seorang pelamar pada lowongan kerja tertentu. Jika pelamar memiliki lebih dari satu

(10)

95

vacancy assignment, maka harus

mempunyai vacancy assignment status

masing-masing. Applicant

Search

Digunakan untuk melihat data pelamar dalam suatu periode tertentu berdasarkan kualifikasi pelamar tersebut.

Kualifikasi pelamar dapat juga dicari dalam qualification catalog.

Manager’s Desktop

Untuk memungkinkan para manajer dalam mengontrol serta memantau proses penyeleksian pelamar.

Adanya link antara Recruitment dan

Manager’s Desktop memungkinkan lini manajer untuk ikut serta dalam proses penyeleksian pelamar. Manajer dapat menggunakan fungsi ini untuk membuat keputusan bagi pelamar dan merepresentasikan mereka secara langsung

(11)

96 Applicant

Activities

Untuk memastikan bahwa setiap

prosedur yang ada dalam applicant

action telah dicatat dan direncanakan dengan baik.

Applicant Activities adalah tahapan administratif ketika para pelamar telah melewati beberapa prosedur yang telah

ditentukan. Applicant activities dapat dibuat

berdasarkan applicant action. Ketika

applicant activities dibuat, maka secara

otomatis sistem akan mencetak standard

letter untuk korespondensi pelamar. Applicant

Correspondence

Untuk membuat surat persetujuan bagi

pelamar setelah fitur Applicant Activities

dijalankan.

Dalam standar sistem ini, korespondensi

untuk pelamar menggunakan standard texts

dalam Microsoft Word dan SAPscript. Surat

ini dapat dibuat sekaligus untuk beberapa pelamar, ataupun satu pelamar.

Automatic Contract

Untuk membuat kontrak secara otomatis dengan pelamar yang diterima kerja.

Kontrak kerja ini dapat dibuat berdasarkan applicant correspondence yang telah dibuat

(12)

97

Generation sebelumnya.

Personnel Action

Untuk hiring karyawan, dimana satu

orang karyawan memiliki beberapa infotypes yang datanya harus diisi.

Infotypes yang dibutuhkan seperti: Actions

(0000) Personal Data (0002), Organizational

Assignment (0001), Addresses (0006), Planned Working Time (0007), Basic Pay

(0008), Bank Details (0009), Absence Quotas

(2006) Mail Invitation

to Interview

Digunakan untuk melakukan panggilan wawancara kerja untuk pelamar.

Sistem akan membuat Mail Invitation to

(13)

98

Tabel 4.2 Fitur mySAP ERP HCM untuk Payroll

PAYROLL

Fitur Fungsi Fitur Keterangan

Payroll Accounting

Digunakan untuk melakukan perhitungan atas pembayaran gaji untuk setiap karyawan.

Payroll accounting terdiri dari beberapa tahapan proses kerja seperti membuat hasil payroll dan remuneration statement, transfer

gaji melalui bank dan mengecek payment.

Remuneration Calculation

Digunakan untuk melakukan perhitungan atas elemen-elemen gaji para karyawan.

elemen-elemen gaji tersebut sudah dikurangi dengan pengurangan wajib dan sukarela yang nantinya akan dimasukkan dalam perhitungan payment.

Payroll Area Digunakan untuk mengklasifikasikan kelompok – kelompok karyawan berdasarkan waktu proses penggajian mereka.

Payroll area juga menentukan tanggal pasti

(14)

99

Payroll Run Digunakan untuk melakukan pemrosesan gaji setiap karyawan sesuai tanggal yang diinginkan.

Selama payroll run dijalankan, melakukan

perubahan didalam master data dan time data

yang akan berpengaruh pada penggajian di masa lalu dan di masa mendatang tidak diperbolehkan.

Payroll Control Record

Digunakan untuk membaca master data

dan time data agar tidak terjadi perubahan pada data-data tersebut.

Digunakan untuk mengontrol agar tidak terjadi

perubahan dalam master data dan time data.

Payroll run tidak dapat dijalankan ketika

sedang ada pemeliharaan master data yang

tentunya akan menyebabkan gaji yang diproses tidak akurat.

Payroll Log Digunakan untuk melihat informasi yang lebih mendetil dari proses penggajian.

Payroll log memiliki tabel yang berupa daftar

isi di dalam bentuk tree structure. Kita dapat

mengakses dan melihat informasi yang lebih mendetil dan spesifik dari struktur tersebut. Header yang dibuat sangat mendetil

(15)

100

memungkinkan kita untuk mencari adanya kesalahan dan memberikan navigasi dalam catatan informasi.

Payroll Status Digunakan sebagai indikator bila terjadi kesalahan dalam perhitungan gaji.

Selama payroll run, sistem akan memeriksa

apakah ada kesalahan data ataupun data yang

masih kurang dalam master data dan time

data. Payroll run akan berjalan dengan baik apabila tidak terdapat satupun kesalahan per

karyawan. Payroll status ini berfungsi sebagai

payroll administrator untuk setiap individu karyawan.

Remuneration Statement

Digunakan untuk memberikan gambaran dengan jelas mengenai

seluruh payment dan pengurangannya.

Remuneration statement biasanya dibuat

setelah payroll run dan sebelum gaji ditransfer

melalui bank. Management

Requested

Digunakan untuk memenuhi keinginan manajemen jika ingin menampilkan data

Setelah proses utama dalam penggajian (payroll run, remuneration statement dan

(16)

101

Statistics secara statistik. transfer gaji karyawan) selesai, aktivitas ini dijalankan guna memenuhi keinginan manajemen untuk menampilkan data secara statistik.

Tabel 4.3 Fitur mySAP ERP HCM untuk Training

TRAINING

Fitur Fungsi Fitur Keterangan

Business Event Preparation

Untuk mendukung perencanaan

persiapan training jauh sebelum sebuah

training dilaksanakan.

Persiapan ini meliputi adanya pemeliharaan

dan pembuatan seluruh master data yang akan

diakses ketika kita membuat Business Event

Catalog. Data tersebut seperti jadwal waktu

yang ditentukan, lokasi diadakannya event, dan

seluruh sumber daya yang diperlukan. Business Event

Catalog

Digunakan untuk membuat business

event dates yang direncanakan untuk

Kita dapat membuat event date secara individu

(17)

102

business event types. beberapa event date berdasarkan waktu dari permintaan yang ada.

Day-to-Day Activities

Digunakan untuk memilih jenis-jenis

menu untuk proses booking dalam

kegiatan training.

Day-to-Day Activities digunakan ketika akan

memulai proses booking untuk peserta training

internal maupun eksternal, prebook attendance,

replace, rebook attendance, dan cancel. Dynamic Menus Digunakan sebagai menu yang secara

lengkap dapat memfasilitasi kemudahan dalam pengoperasian sistem dalam Training and Event Management.

Ketujuh Dynamic Menus itu adalah : the master

data menu, the attendance menu, the business event menu, the information menu, the planning menu, the resource menu, dan the tool menu.

Extended Search

Digunakan untuk mencari objek yang

ada di dalam struktur dynamic menu.

Contoh objek tersebut adalah attendee

(peserta). Ketika sistem telah menemukan

objek yang dicari, root object yang

bersangkutang akan mendrill-down objek yang

(18)

103 Business Event

Group

Digunakan untuk menggelompokkan

beberapa business event types yang

mempunyai kesamaan karakteristik atau berada didalam satu subyek yang berkaitan.

Business event group digunakan semata-mata untuk tujuan struktural dan dapat mencakup beberapa level dalam satu heirarki.

Business Event Type

Digunakan untuk merepresentasikan

sebuah event yang akan dilaksanakan.

Tetapi dalam Business Event Type belum

dijadwalkan pada satu tanggal yang spesifik. Business Event Digunakan untuk merepresentasikan

sebuah event yang akan dilaksanakan

dan sudah meliputi jadwal.

Fungsinya hampir sama dengan business event

type, tetapi business event ini lebih spesifik dan sudah dijadwalkan pada satu tanggal tertentu. Dynamic

Business Event Menu

Digunakan untuk melakukan fungsi yang berkaitan dengan pembuatan dan

perbaikan business events.

Fungsi dalam Dynamic Business Event Menu

misalnya membatalkan, melakukan booking

atau follow up sebuah business event. Dynamic

Planning Menu

Digunakan untuk melakukan perencanaan sebelum diadakannya business events.

Kita dapat menggunakan fitur perencanaan ini

ketika ingin membuat beberapa event dates

(19)

104

ada. Fungsi perencanaan ini memungkinkan

kita untuk merencanakan events sebanyak

mungkin sesuai dalam periode waktu yang diberikan.

Dynamic Attendance Menu

Dalam Dynamic Attendance Menu, kita

dapat melakukan semua fungsi yang

berkaitan dengan aktivitas booking.

Fungsi tersebut seperti prebook attendance

yang digunakan ketika business event belum

ada, replace booking ketika seorang peserta training diganti oleh orang lain, rebook yang

merupakan proses lanjutan setelah prebook dan

business event sudah ada dan cancel attendance ketika peserta tidak jadi ikut training.

Attendee Types Digunakan untuk menentukan tipe peserta yang nantinya akan ikut dalam

kegiatan training.

Tipe-tipe tersebut meliputi: Person, User,

External Person, Applicant, Contact Person, Organizational Unit, Customer dan Company.

(20)

105 Booking

Priority

Digunakan untuk menentukan apakah

seorang peserta terdaftar dalam list atau

waiting list.

Pembatasan yang diberikan dalam booking

priority meliputi: normal booking, essential booking, dan waiting list booking.

Correspondence Berfungsi sebagai dokumen yang mencatat seluruh kegiatan dalam Training and Event Management.

Dokumen ini berisi notifikasi untuk para

peserta dalam kegiatan training, seperti

konfirmasi kehadiran, pembatalan event, dan

lain-lain. Ad Hoc Query Berfungsi untuk pembuatan laporan

dalam kegiatan training.

Fitur ini adalah sebuah sistem pelaporan yang sangat membantu dalam membuat laporan yang lebih fleksibel.

Career And Succession

Planning

Untuk meningkatkan pengembangan profesional dari para karyawan dalam suatu perusahaan

Fungsi lainnya adalah untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut memiliki jumlah pegawai yang cukup untuk memenuhi posisi pekerjaan tertentu.

Career Planning

Digunakan untuk mencari aktivitas kerja yang mendukung untuk seorang

Career planning juga dapat membantu mengurangi tingkat pengunduran diri karyawan

(21)

106

Functionality karyawan atau pelamar kerja serta mendorong pengembangan profesional dari para karyawan.

dengan menunjukkan bahwa masih ada kesempatan kerja yang masih terbuka untuk mereka.

Development Plans

Digunakan untuk melakukan penilaian atau pengukuran kinerja karyawan dalam suatu periode tertentu.

Selain itu juga untuk membuat pengukuran

pengembangan personil dalam: Trainee

programs, Training courses, seminar, job rotation, dan lain-lain. Sebuah devepolment plan meliputi beberapa pengukuran pengembangan yang berurutan satu sama lain. Development

Plan Catalog

Digunakan untuk membuat dan

mengatur general development plan.

Fitur ini dapat terdiri dari kedua hal yaitu development plan group dan development plans.

Performance Management

Digunakan dalam manajemen sumber daya yang memungkinkan kita untuk melihat tujuan operasi dari para karyawan.

Performance management ini dapat digunakan untuk memastikan bahwa semua karyawan mendapatkan pelatihan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan target perusahaan.

(22)

4.2 Analisis Fit/Gap

Analisis fit/Gap adalah sebuah metode yang bertujuan untuk menganalisis apakah sebuah aplikasi dapat memenuhi seluruh requirement atau kebutuhan yang ada di dalam suatu organisasi. Tahap analisis dalam metode fit/gap terdiri dari beberapa proses berikut:

1. Mengidentifikasi apa saja yang menjadi kebutuhan perusahaan yang didasarkan pada permasalahan yang terdapat di perusahaan tersebut. Masalah-masalah yang muncul bisa berasal dari proses bisnis ataupun dari sistem berjalan yang digunakan oleh perusahaan.

2. Menentukan kategori prioritas dari setiap kebutuhan. Kebutuhan dari permasalahan itu dapat dikategorikan menjadi High, Medium, dan low. Penentuan kategori ini dapat berdasarkan dari wawancara langsung kepada Manajer HRD PT.IMS atau bisa juga dilihat dari apakah kebutuhan itu dapat menciptakan sebuah solusi atas permasalahan yang ada ataupun bisa dilihat dari apakah kebutuhan itu merupakan proses bisnis utama yang ada di dalam sistem Human Resource yang sedang berjalan didalam perusahaan. Penjelasan dari setiap kategori High, Medium, dan low adalah sebagai berikut:

High

Kebutuhan yang dikategorikan High adalah jika kebutuhan tersebut sangat memberi banyak kontribusi dalam memecahkan permasalahan yang ada dalam perusahaan. Selain itu, kebutuhan juga merupakan proses bisnis utama yang sangat berperan penting

(23)

dalam proses inti perusahaan dalam melakukan kegiatan bisnisnya.

Medium

Kebutuhan yang dikategorikan Medium adalah kebutuhan yang tidak terlalu berpengaruh dan tidak berkontribusi terlalu banyak dalam proses bisnis perusahaan.

Low

Kebutuhan yang dikategorikan low jika jika kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan bisnis pendukung yang hanya sedikit ataupun tidak sama sekali berkontribusi dalam menyelesaikan masalah yang ada pada sistem Human Resource yang sedang berjalan.

3. Menentukan kategori pemenuhan kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh mySAP ERP HCM. Kategori pemenuhan kebutuhan ini dibagi menjadi tiga, yaitu Fit, Partial Fit, dan Gap:

Fit (F) : jika mySAP ERP HCM dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan sepenuhnya hanya dengan cara maintain kode-kode transaksi (T-code) dan dengan melakukan customizing serta konfigurasi.

Partial Fit (P) : jika mySAP ERP HCM dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan tetapi masih harus melakukan penyesuaian tertentu, seperti melakukan konfigurasi ABAP (Bahasa Pemrograman SAP).

(24)

Gap (G) : Jika mySAP ERP HCM sama sekali tidak dapat kebutuhan yang diinginkan dengan melakukan strategi apapun. Berdasarkan kategori priotitas kebutuhan dan kategori pemenuhan kebutuhan oleh mySAP ERP HCM, analisis fit/gap ini akan mengidentifasi setiap kebutuhan yang diajukan oleh PT. IMS, apakah termasuk kedalam kategori high, medium atau low dalam prioritas kebutuhan dan apakah termasuk dalam kategori fit, partial fit, atau gap dalam pemenuhan kebutuhan. Analisis tersebut akan dijelaskan dalam tabel berikut:

(25)

110

Tabel 4.4 Analisis Fit/Gap

Perekrutan

No. Aktivitas Kondisi Kebutuhan Rank F/G Fitur Keterangan

1. Pemasangan Iklan

Belum ada integrasi antara iklan dan aplikasi perekrutan.

Iklan lowongan perlu untuk saling terintegerasi dengan aplikasi perekrutan agar penerimaan pelamar berjalan lebih efektif.

H F Advertisement Advertisement dalam

mySAP ERP HCM

dapat dibuat dalam Recruitment. Semua informasi iklan dapat dievaluasi untuk memonitor efektivitas dari periklanan lowongan pekerjaan. 2. Pengisian Data Pelamar

Pelamar isi form

pelamar dan diinput Bag. Perekrutan

Perlu untuk disediakan satu sistem berbasis web yang langsung mendata pelamar.

H P Two-Level Concept of

Data Recording

Pelamar dapat mengisi data langsung secara online jika fitur ini terhubung dengan web.

(26)

111 3. Tes Wawancara Masih melalui telepon. Proses pemanggilan otomatis untuk wawancara

dengan cara yang efektif.

L F Mail

Invitation to Interview

Sistem dalam mySAP

ERP HCM akan secara otomatis membuat applicant activity

seperti Mail Invitation

to Interview untuk pelamar. 4. Masih diseleksi secara bertahap di bagian yang membutuhkan.

Ada satu sistem yang

langsung dapat membandingkan kebutuhan

posisi dengan kualifikasi yang dimiliki. H F Profile Matchup Profile Matchup berguna untuk membandingkan

kualifikasi yang cocok untuk sebuah posisi.

5. Pembuatan Surat Kontrak Bag. Project Management harus menunggu hasil tertulis

Data tentang diterimanya seorang pelamar dapat mendorong pembuatan surat kontrak secara otomatis.

H F Work

Conracts

dapat dibuat melalui Recruitment atau

melalui Applicant

(27)

112 wawancara pelamar. Contract atau Applicant Correspondence. 6. Pembuatan Laporan Perekrutan Hasil Laporan bisa dilihat per periode.

Diperlukan suatu aplikasi yang dapat memungkinkan manajer untuk melihat dan memantau perkembangan dari proses perekrutan.

M F Manager,s desktop integerasi antara Recruitment dengan Manager,s desktop yang memungkinkan manajer untuk dapat ikut serta secara langsung dalam proses perekrutan.

Penggajian

No. Aktivitas Kondisi Kebutuhan Rank F/G Fitur Keterangan

7. Pengolahan Gaji

Bag. Finance

menunggu form

yang diperlukan

Bagian Finance perlu untuk

terintegerasi dengan Bagian

Admin dan Bagian Project

H F Payroll Accounting

Integerasi itu meliputi penggajian dengan master data dan time

(28)

113

dari bagian lain. Management untuk dapat

melihat data masa kontrak dan absensi karyawan dengan cepat.

data yang untuk

melihat data karyawan dan kehadirannya.

8. Data payment

hanya berisi informasi umum.

Data yang ada dalam Payment harus sangat mendetil dengan tampilan yang mudah dilihat.

L F Payroll Log Payroll Log dalam

mySAP ERP HCM

memiliki sebuah tabel berisi daftar yang

berbentuk tree

structure yang lebih mendetil dan mudah dilihat.

9. Belum ada fungsi

yang

mengelompokkan

tanggal gaji

Perlu adanya fungsi untuk mengelompokkan karyawan

berdasarkan tanggal penerimaan gaji mereka

M F Payroll Area Payroll Area

digunakan untuk menentukan tanggal proses penggajian yang

(29)

114

karyawan. untuk mengurangi kesalahan

pengiriman gaji.

berbeda-beda.

10. Karyawan

eksternal tidak dapat melihat data gaji mereka.

Setiap karyawan eksternal dapat melihat data tentang apa yang menjadi pengurangan dalam gaji mereka.

L P Employee Self Service

Dengan Employee Self

Service hanya

karyawan internal yang secara langsung dapat melihat data gaji mereka.

11. Pengolahan Payment

Tidak ada data lengkap tentang remunerasi

karyawan.

Data remunerasi karyawan harus secara otomatis terdaftar dengan lengkap dan akurat karena terkait dengan perhitungan gaji.

H F Remuneration Calculation

Fitur ini digunakan

untuk menghitung apa saja yang yang

termasuk payments dan

deductions. 12. Transfer Gaji Pengecekan umum hanya dilakukan oleh Diperlukan proses pengecekan yang akurat

untuk gaji karyawan yang

H F Remuneration Statement

Fitur ini membantu

perusahaan untuk secara tidak langsung

(30)

115

Bag. Payroll. akan ditransfer. melakukan pengecekan

gaji, karena remuneration statement

dibuat sebelum gaji ditransfer melalui bank. 13. Pembuatan Laporan Penggajian Tidak bisa ditampilkan dalam bentuk statistik.

Laporan Penggajian lebih baik bisa ditampilkan secara statistik bila dibutuhkan oleh manajer.

M F

Period-Independent

Fitur ini untuk membuat data secara

statistik tentang payroll

yang telah dilakukan.

Training

No Aktivitas Kondisi Kebutuhan Rank F/G Fitur Keterangan

14 Kesepakatan Training

Belum ada sistem sama sekali untuk

proses training.

Bagian Training perlu untuk

terintegerasi dengan Bagian Project Management terkait

dengan kesepakatan training

H F Integration between other

application components.

Training and Event Management memiliki integerasi dengan aplikasi-aplikasi lain

(31)

116

dengan klien, juga terintegerasi dengan Bagian Admin terkait dengan

absensi training.

yang memfasilitasi pertukaran data antar tiap bagian secara langsung.

15 Pembuatan Daftar Training

Belum ada sistem sama sekali untuk

proses training.

Daftar Training harus dibuat

dengan mendetil terkait dengan sumber daya apa saja yang dibutuhkan untuk perencanaan kegiatan training.

M F Business Event Preparation

Fitur ini memfasilitasi pembuatan daftar training yang berisi segala sumber daya yang diperlukan dengan sangat mendetil

sebelum dilakukannya

kegiatan training agar

training dapat

terencana dengan baik.

16 Pembuatan Jadwal

Belum ada sistem sama sekali untuk

Adanya proses untuk menentukan cara melakukan

H F Day-To-Day Activities

Fitur Day-To-Day

(32)

117

Training proses training. booking para trainee dalam

suatu kegiatan training.

Dynamic Attendance

Menu yang memiliki

beberapa jenis cara

untuk proses booking,

yaitu Book, Prebook,

Replace, Rebook dan Cancel.

17 Belum ada sistem

sama sekali untuk

proses training.

Diperlukan fungsi bagaimana cara untuk

menentukan prioritas booking  seorang karyawan untuk ikut serta dalam training.

H F Booking Priority

Booking Priority dapat

digunakan untuk memfasilitasi adanya

prioritas dalam booking

seorang trainee, apakah

dia termasuk dalam Booking Priority jenis

Normal, Essential atau

(33)

118 18 Pelaksanaan

Training

Belum ada sistem sama sekali untuk

proses training.

Diperlukannya integerasi dengan pencatatan absesi karyawan yang mengikuti training, sehingga tidak perlu

lagi mengisi form absensi.

H F Integration with Time Management Memungkinkan untuk dilakukannya customizing antara Bagian Training

dengan Bagian Admin agar data tentang Attendance dan Absence dapat secara otomatis masuk dalam time data.

19 Penilaian Hasil Training

Belum ada sistem sama sekali untuk

proses training.

Diperlukan adanya pemantauan atas penilaian

kinerja karyawan eksternal selama bekerja di perusahaan klien.

M P Development Plans

Fitur ini dapat dilakukan dengan cara customizing khusus untuk karyawan eksternal.

(34)

119 Laporan

Training

hanya dibuat secara umum saja setelah

pelaksanaan training.

mendetil, berisi data tentang

kehadiran trainee,

pelaksanaan training, dan

semua sumber daya yang diperlukan untuk kegiatan training.

Ad Hoc Query untuk

alat pelaporan Training

yang sangat membantu dalam mendefinisikan sebuah laporan yang fleksibel.

(35)

Berdasarkan tabel fit/gap, dapat diketahui bahwa total jumlah kebutuhan yang dimiliki oleh PT. IMS dalam ruang lingkup perekrutan, penggajian dan training sebanyak 20 kebutuhan. Diantara kebutuhan-kebutuhan tersebut, 11 kebutuhan dikategorikan High, 6 kebutuhan dikategorikan Medium dan sisanya sebanyak 3 kebutuhan dikategorikan Low. Penentuan kebutuhan dan kategori prioritasnya didapatkan dari hasil wawancara dengan Manager HR PT. IMS. Berikut ini adalah tabel dari hasil analisis fit/gap:

Tabel 4.5 Hasil Analisis fit/gap Prioritas Kebutuhan Jumlah Kebutuhan Fit Partial Fit Gap High (H) 11 11 0 0 Medium (M) 6 5 1 0 Low (L) 3 2 1 0 Total 20 18 2 0

Selain dijelaskan dalam tabel hasil analisis seperti diatas, dibuat juga tabel persentase untuk menggambarkan hasil analisis fit/gap dalam bentuk persen. Persentase tersebut dijelaskan dalam tabel berikut:

Tabel 4.6 Persentase Fit/Gap Untuk Setiap Prioritas Kebutuhan Prioritas Kebutuhan Fit Partial Fit Gap

High (H) 100% 0% 0%

Medium (M) 83% 17% 0%

(36)

Sedangkan untuk dapat mengetahui persentase keseluruhan Modul HCM dalam memenuhi kebutuhan perusahaan dijelaskan dalam tabel berikut:

Tabel 4.7 Persentase Fit/Gap HCM Untuk Seluruh Kebutuhan Fit Partial Fit Gap

HCM 90% 10% 0%

Berdasarkan tabel 4.7 diatas, dapat diketahui persentase dari setiap kategori pemenuhan kebutuhan; fit, partial fit atau gap. Terlepas dari kategori prioritas apakah kebutuhan tersebut high, medium atau low, dapat dilihat bahwa Modul HCM Fit untuk 90% kebutuhan PT. IMS.

4.3 Analisis Biaya Manfaat Modul HCM 4.3.1 Analisis Biaya Modul HCM

Untuk dapat mengimplementasikan modul HCM diperlukan perkiraan biaya untuk pembelian semua aspek yang diperlukan, yaitu biaya pengembangan seperti biaya perangkat keras, perangkat lunak dan perangkat jaringan serta biaya operasional dari modul HCM. Rician biaya-biaya tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Perangkat Keras

Database Server Application Server

(37)

Tabel 4.8 Biaya Pengadaan Server

Spesifikasi Server IBM X3650-M2

Kuantitas 2 server

Biaya Rp. 38.850.000

Total Biaya Rp. 77.700.000

2. Perangkat Jaringan • Switch

Tabel 4.9 Biaya Pengadaan Switch

Spesifikasi switch Linksys-Cisco SRW 2048

48-port

Kuantitas 1 server

Biaya Rp. 7.235.000

Total Biaya Rp. 7.235.000

Router

Tabel 4.10 Biaya Pengadaan Router Spesifikasi Router Cisco2801-AC-IP

(38)

Biaya $ 1.081 x 8640

Total Biaya Rp 9.339.840

3. Perangkat Lunak (License)

Perangkat lunak (license) untuk MSS dan ESS yang diperlukan untuk implementasi HCM akan dihitung berdasarkan kuantitas per orang yang akan menggunakan modul tersebut.

License untuk HCM terdiri dari beberapa license type yang dijelaskan sebagai berikut ($1 per 8 Juni 2011 = Rp 8640,00) :

a. SAP ERP User • Developer User

= $ 4.500 x 8640 = Rp 38.880.000 b. HCM

Manager Self Service

$ 580 x 1 x 8640 = Rp 5.011.200 • Employee Self Service

$ 55 x 52 x 8640 = Rp 24.710.400 c. Payroll

SAP Payroll = $ 55.000

$ 55.000 x 8640 = Rp 475.200.000

(39)

4. Biaya Operasional

Jika modul HCM ini digunakan, akan ada biaya operasional yang merupakan beban yang harus ditanggung dalam mengoperasikan modul HCM. Biaya operasional tersebut dihitung untuk per tahun dari Annual Maintenance sebesar 22% dari total keseluruhan biaya license, yaitu 22% dari Rp 543.801.600 = Rp 119.636.352

Tabel 4.11 Biaya Operasional Modul HCM

Tahun I II Biaya operasional

per tahun

Rp 119.636.352 Rp 119.636.352

4.3.2 Analisis Manfaat Modul HCM

Biaya pengembangan yang nantinya akan dikeluarkan oleh perusahaan selayaknya memiliki manfaat yang memberikan kontribusi untuk perusahaan. Oleh karena itu, sebelum pihak manajemen mengambil keputusan mengenai implementasi SAP HCM ini, mereka perlu untuk tahu manfaat apa saja yang akan didapatkan dari biaya investasi yang akan mereka keluarkan.

Manfaat yang akan didapatkan akan dikelompokkan menjadi dua, yaitu tangible benefits dan intangible benefits. Tangible benefit tidak akan dijelaskan dalam bentuk kuantitatif. Kedua jenis benefit ini akan dijelaskan dalam bentuk data kualitatif berupa penjelasan-penjelasan yang deskriptif.

(40)

Tangible Benefit

1. Proses Perekrutan Semakin Cepat

Perekrutan karyawan eksternal menjadi lebih cepat karena dengan modul HCM proses awal sampai akhir perekrutan berjalan secara berturut-turut dan memungkinkan Bagian Perekrutan untuk tidak lagi memasukkan data berkali-kali dalam setiap aktivitas perekrutan.

2. Penghematan kertas

Kertas menjadi sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan ketika suatu sistem bisa mengintegerasikan satu bagian dengan bagian lain sehingga proses pencetakan atau fotokopi yang menggunakan banyak kertas dapat dikurangi. Mengurangi segala bentuk data yang masih bersifat paper-based dapat meningkatkan kualitas kerja perusahaan.

3. Peningkatan karyawan eksternal

Pada PT. IMS yang bergerak dalam bidang outsourcing, tentu sangat mengharapkan pengelolaan karyawan eksternal yang lebih banyak lagi untuk disalurkan karena salah satu benefit dari HCM ini adalah mempercepat proses perekrutan karyawan.

(41)

Dengan SAP HCM, karyawan internal akan bekerja dengan lebih produktif sehingga perusahaan pun akan lebih menghemat uang lembur untuk karyawan internal yang sebelumnya bekerja tanpa dukungan sistem yang cukup untuk mengelola data dengan lebih cepat. 5. Pengurangan karyawan internal

Pada PT. IMS, jika mengimplementasikan SAP HCM ini akan dapat mengurangi jumlah karyawan internalnya. Karena jika satu orang karyawan internal di satu bagian saja sudah bisa bekerja lebih produktif dengan HCM, maka tidak akan memerlukan terlalu banyak karyawan internal.

6. Peningkatan pendapatan

Dengan meningkatnya jumlah pertumbuhan karyawan eksternal yang disalurkan PT. IMS (poin ke-2), maka secara otomatis akan meningkatkan jumlah pendapatan yang didapatkan dari klien sehingga pendapatan akan lebih meningkat dari sebelumnya.

Intangible Benefit

1. Peningkatan kepuasan klien

Jika semua permintaan tenaga kerja dari klien dapat cepat diproses oleh PT. IMS melalui proses perekrutan dengan HCM, maka klien akan merasa puas

(42)

dan tidak menunggu terlalu lama untuk mengisi jobdesk di perusahaan mereka.

2. Efisiensi waktu

Efisiensi waktu ini terkait pula dengan penghematan upah lembur dan juga efisiensi proses kerja yang dibutuhkan karyawan internal dalam penyaluran karyawan eksternal, dari mulai proses perekrutan sampai penggajian.

3. Peningkatan proses pengambilan keputusan

Modul HCM ini akan mendukung proses pengambilan keputusan pihak manajemen dengan lebih efektif. Karena informasi yang didapatkan aken lebih real time.

4. Reputasi perusahaan menjadi lebih baik

SAP HCM bukan hanya memberikan benefit dari segi internal perusahaan itu sendiri, tetapi juga benefit tentang bagaimana meningkatkan keunggulan kompetitif dengan perusahaan lain yang sejenis.

5. Penurunan tingkat error

Informasi akurat yang dihasilkan dengan modul HCM akan sangat membantu perusahaan dalam mengurangi kesalahan-kesalahan yang belum akurat, misalnya kesalahan proses penggajian.

(43)

Kualitas informasi yang didapatkan di satu bagian tetap terjaga karena HCM memungkinkan integrasi antara bagian-bagian yang saling terkait, sehingga pengiriman informasi tersebut menjadi lebih cepat dan akurat.

(44)

129  

4.4 Perbandingan Analisis Biaya HRIS dan Modul HCM

Untuk dapat memberi gambaran berapa persentase dari struktur biaya HCM dibandingkan dengan biaya sistem berjalan, kita membandingkan biaya yang dikeluarkan ketika mengimplementasikan sistem lama (HRIS) dan biaya untuk implementasi sistem baru (HCM). Dalam tabel dibawah ini akan dibandingkan total rincian biaya investasi awal & biaya operasional dari HRIS dan HCM serta persentase selisih biaya HCM dari biaya aplikasi sistem yang sedang berjalan.

Tabel 4.12 Perbandingan Biaya HRIS dan HCM

Jenis Biaya Alokasi Biaya HRIS (Rupiah) HCM (Rupiah) Persentase

Selisih

Investasi Awal Perangkat Keras 111.655.000 77.700.000 (30,4%)

Perangkat Jaringan 14.520.000 16.574.840 12,4%

Perangkat Lunak

(software/license)

364.200.000 543.801.600 33%

Total Investasi Awal 490.375.000 638.076.440 23,1%

(45)

 

Berdasarkan Tabel 4.12 diatas, dapat diketahui total biaya investasi awal HCM lebih besar 23,1% dari biaya investasi awal HRIS. Sedangkan jika dilihat dari biaya operasional, justru biaya operasional HCM lebih kecil 44,7% dari rata-rata biaya operasional HRIS setiap tahunnya. Gambaran ini menunjukkan bahwa HCM dapat sangat mengurangi biaya operasional PT. IMS setiap tahunnya.

Dalam implementasi modul HCM, terdapat biaya tambahan yang harus dipenuhi yaitu biaya konsultan. Berikut ini adalah tabel biaya konsultan yang dihitung dengan asumsi/perkiraan lamanya pemakaian jasa tenaga konsultan paling lama adalah sekitar 4 bulan.

Tabel 4.13 Perhitungan Biaya Konsultan dan Staff TI

Jenis Konsultan Lama kerja (Hari) Harga Konsultan ($) Harga Konsultan (Rp) Jumlah Harga (Rp) Senior Consultant 75 300 2.592.000/hari 194.400.000 ABAP Consultant 20 200 1.728.000/hari 34.560.000 BASIS Consultant 55 200 1.728.000/hari 95.040.000 Staff TI (3 orang) 7 bulan - 3.000.000/bulan 63.000.000

(46)

 

Dari kedua tabel yang menjelaskan tentang biaya HCM (Tabel 4.12 dan Tabel 4.13), dapat disimpulkan perkiraan biaya untuk implementasi Modul HCM adalah sebagai Berikut:

Tabel 4.14 Total Keseluruhan Biaya HCM Biaya Investasi Awal Perangkat Keras Rp 77.700.000 Perangkat Jaringan Rp 16.574.840 Perangkat Lunak / License Rp 543.801.600 Biaya konsultan dan Staff TI Rp 387.000.000

TOTAL Rp 1.025.076.440

4.5 Rencana Implementasi

Implementasi modul HCM ini hanya akan diimplementasikan di kantor pusat PT. IMS karena hubungan antara kantor pusat dan cabang adalah centralized database dimana semua kegiatan dan proses bisnis utama dan penyimpanan database dilakukan di kantor pusat.

Sementara itu kantor cabang hanya berfungsi sebagai tempat untuk melaksanakan beberapa proses tertentu, seperti perekrutan yang perlu untuk dilakukan di kota lain selain Jakarta. Berikut ini adalah gambaran koneksi database antara kantor pusat dan kantor cabang:

(47)

 

Gambar 4.1 Koneksi Data Pusat dan Cabang

Rencana implementasi Modul HCM ini akan disesuikan dengan tahapan atau fase-fase yang terdapat dalam ASAP (Accelerated SAP), yang terdiri dari:

1. Project Preparation 2. Business Blueprint 3. Realization

4. Final Preparation 5. Go Live and Support

Setiap fase dari rencana implementasi ini memiliki aktivitasnya masing-masing, yang memiliki durasi yang berbeda-beda untuk pelaksanaannya.

(48)

 

Keseluruhan rencana implementasi Modul HCM pada PT. IMS ini diperkirakan akan memakan waktu selama kurang lebih tujuh bulan. Untuk dapat mengetahui apa saja aktivitas dari setiap fase tersebut akan dijelaskan dalam gambar berikut:

(49)

134  

 

(50)

   

4.6 Hasil Akhir Dari Kelayakan Modul HCM

Beberapa aspek studi kelayakan yang telah dijelaskan sebelumnya memiliki hasil yang menjadi pertimbangan perusahaan. Aspek yang dijelaskan disini adalah studi kelayakan operasional, biaya yang perlu dikeluarkan untuk implementasi Modul HCM serta beberapa manfaat yang akan didapatkan, dan terakhir adalan rencana impelementasi Modul HCM.

Semua aspek ini dianggap perusahaan sudah cukup untuk memberikan pertimbangan kepada mereka dalam menentukan standar kelayakan yang nantinya akan digunakan untuk mengetahui apakah Modul HCM ini benar-benar layak atau tidak untuk diimplementasikan pada PT. IMS. Ketiga aspek tersebut akan dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut:

1. Studi Kelayakan Operasional

Studi kelayakan operasional yang dianalisis dengan metode fit/gap ini memperoleh hasil sebesar 90% fit, 10% partial fit dan 0% gap. Secara umum dapat dilihat bahwa sebanyak 90% Modul HCM mampu memenuhi kebutuhan yang dimiliki PT. IMS.

Standar PT. IMS untuk aspek operasional ini adalah sebesar 70%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Modul HCM layak dalam aspek operasional karena persentase keseluruhan HCM (90%) telah melebihi standar yang diinginkan perusahaan (70%).

2. Analisis Biaya dan Manfaat

Dalam analisis biaya yang telah dijelaskan sebelumnya (4.3.1), kita dapat mengetahui keseluruhan biaya yang dibutuhkan untuk implementasi HCM. Struktur biaya tersebut terdiri dari Biaya Investasi

(51)

   

Awal dalam Tabel 4.12 dan Total Biaya Konsultan dalam Tabel 4.13. Total biaya yang dibutuhkan untuk implementasi Modul HCM (Tabel 4.14) adalah sebesar Rp 1.025.076.440. Jumlah biaya ini adalah total biaya yang juga disetujui oleh PT. IMS. Biaya ini memang cukup besar, tetapi PT. IMS mempertimbangkan juga pengurangan biaya operasional yang didapatkan jika mengimplemtasiikan modul HCM ini akan sangat signifikan dibandingkan dengan biaya operasional ketika menggunakan HRIS. Selain pertimbangan biaya operasional ini, PT. IMS juga mempertimbangkan banyaknya manfaat (benefit) lain yang akan diperoleh (4.3.2).

3. Rencana Implementasi

Berdasarkan perkiraan rencana implementasi yang telah dibuat sebelumnya (Gambar 4.1), dapat diketahui bahwa keseluruhan fase yang akan dijalankan dalam implementasi memakan waktu selama kurang lebih 194 hari. Sedangkan, standar PT. IMS dalam aspek waktu implementasi adalah tidak lebih dari satu tahun. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa waktu perkiraan rencana implementasi ini dapat diterima oleh PT. IMS.

   

   

Gambar

Tabel 4.1 Fitur mySAP ERP HCM untuk Recruitment
Tabel 4.3 Fitur mySAP ERP HCM untuk Training
Tabel 4.6 Persentase Fit/Gap Untuk Setiap Prioritas Kebutuhan  Prioritas Kebutuhan  Fit  Partial Fit  Gap
Tabel 4.7 Persentase Fit/Gap HCM Untuk Seluruh Kebutuhan  Fit  Partial Fit  Gap
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait